cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
KOMUNIKASI KELOMPOK ANTAR PECANDU NARKOBA DALAM PROSES PEMULIHAN PSIKOLOGI DAN SOSIAL DI PUSAT PENGEMBANGAN REHABILITASI YAYASAN PINTU HIJRAH (SIRAH) HAFNITA HAFNITA; Nur Anisah, M. Si
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

 ABSTRAK, Penelitian ini berjudul Komunikasi Kelompok Antar Pecandu Narkoba Dalam Proses Pemulihan Psikologis dan Sosial Di Pusat Pengembangan Rehabilitasi Yayasan Pintu Hijrah (SIRAH). Tujuan penelitian untuk menjelaskan proses komunikasi kelompok antar pecandu narkoba di pusat pengembangan rehabilitasi Yayasan Pintu Hijrah (SIRAH) dalam proses pemulihan psikologis dan sosial, untuk mengetahui hambatan dalam komunikasi kelompok antar pecandu narkoba, dan untuk mengetahui keberhasilan yang dicapai Yayasan Pintu Hijrah (SIRAH) dalam proses pemulihan psikologis dan sosial. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Groupthink. Pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Sebanyak tujuh orang informan dipilih dengan kriteria informan merupakan pecandu narkoba aktif dan heterogen, informan merupakan anggota rehabilitasi rawat inap di Yayasan Pintu Hijrah (SIRAH), informan telah mengikuti kegiatan rehabilitasi selama 3 bulan, informan dalam kategori masih waras, satu orang staff dan satu orang Program Manager sebagai penunjang data mengenai komunikasi kelompok di Yayasan Pintu Hijrah (SIRAH). Pengumpulan data yang digunakan dengan wawancara semistruktur, observasi non-participant dan studi dokumen. Dari penelitian ini diperoleh hasil komunikasi kelompok terjadi dan terjalin dengan baik antar residen melalui circle group di Yayasan Pintu Hijrah (SIRAH). Proses komunikasi kelompok antar residen melalui 4 (empat) fase, yaitu fase orientasi, fase konflik, fase timbulnya sikap baru, dan fase dukungan. Hambatan komunikasi kelompok pemulihan disebabkan oleh hambatan semantik dan psikologi. Keberhasilan Yayasan Pintu Hijrah (SIRAH) dipengaruhi 4 (empat) faktor yaitu Kohesivitas yang tinggi berupa program dan aturan pada residennya, faktor struktural, tekanan kelompok, dan ketertutupan pikiran.Kata kunci : Komunikasi Kelompok, Pecandu Narkoba, PemulihanGroup Communication of Drug Addicts In Psychological and Social Recovery Process at Rehabilitation Development Center Yayasan Pintu Hijrah (SIRAH)ABSTRACT, This research entitled Group Communication Of Drug Addicts In Psychological And Social Recovery Process At Rehabilitation Development Center Yayasan Pintu Hijrah (SIRAH). The purpose of this research is to explain the process of group communication drug addicts at rehabilitation development center Yayasan Pintu Hijrah (SIRAH) in psychological and social recovery process, to know the obstacles in group communication of drug addicts, and to know the success achieved by Yayasan Pintu Hijrah (SIRAH) in psychological and social recovery process. The theory used in this research is Groupthink Theory. The approach used was qualitative approach with descriptive type. The technique of informant selection was purposive sampling. Seven informants were selected with the criteria: informant was  a drug addict active and heterogeneous, the informant is a patient at rehabilitation development center Yayasan Pintu Hijrah (SIRAH), the informant has followed the rehabilitation activities for 3 months, the informant is catagorized psycologically sane, a staff and a Program Manager are also interview to support data about group communication at Yayasan Pintu Hijrah (SIRAH). Data collection techniques used were semi-structured interviews, Non-Participant observation and document studies. The result of the research showed group communication happened and well established between resident in circle group at Yayasan Pintu Hijrah (SIRAH). The communication process between resident groups through four phases: orientation phase, conflict phase, the emergence of a new attitude phase, and support phase. The group communication obtacles to the recovery are caused by semantic and psychological obtacles. The Yayasan Pintu Hijrah (SIRAH) successes are influenced by four factors: high Cohesiveness in the form of programs and rules its resident, structural factor, pressure group, and closed minded.Keywords: Group Communication, Drug Addict, Recovery
Perkembangan Sosial Remaja Pada Keluarga yang bercerai (studi kasus tentang perilaku sosial remaja dari keluarga yang bercerai di kampung Takengon Barat Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah) Nidia Apriani; Bahrein T Sugihen
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.771 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku sosial remaja pada keluarga yang bercerai di kampung Takengon Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif kualitatif. Metode ini digunakan untuk melihat dan mendeskripsikan  perilaku sosial remaja dari keluarga yang bercerai. Pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling, yakni pengambilan data dari informan yang telah dikriteriakan sebelumnya. Kriteria tersebut adalah keluarga yang telah bercerai atau orang tua tunggal dan remaja korban perceraian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian di kampung Takengon Barat disebabkan oleh banyak faktor seperti suami meninggalkan istri begitu saja, suami  tidak memberi nafkah serta tindak kekerasan terhadap istri. Perilaku sosial remaja dari keluarga yang bercerai ini memiliki perilaku yang menyimpang seperti bolos sekolah, putus sekolah, merokok, bejudi, beganja serta seks bebas yakni ciuman dan melakukan hubungan intim. Perilaku disebabkan oleh kurangnya kasih sayang dan pengawasan dari orang tua sehingga perilaku remaja lebih didominasi oleh pengaruh teman sebaya.Kata kunci: Perilaku Sosial, Remaja, Keluarga yang BerceraiSOCIAL ADOLESCENT DEVELOPMENT IN A DIFFERENT FAMILY(Case Study on the social behavior of adolescents from divorced families in the village of West Takengon District Lut Tawar, Central Aceh District) ABSTRACT This study aims to determine the social behavior of adolescents in families who divorced in the village of West Takengon. The method used in this research is qualitative decriptive method. This method is used to view and describe the social behavior of adolescents from divorced families. Selection of informants in this study dilalakukan with purposive sampling technique, namely data retrieval from informants who have dikriteriakan earlier. These criteria are divorced families or single parents and adolescent victims of divorce. Data collection techniques used are observation, interviews, documentation. The results showed that divorce in the village of Takengon Barat was caused by many factors such as husband leaving wife alone, husband did not give livelihood and violence against wife. The teenage social behavior of this divorced family has deviant behaviors such as skipping school, dropping out of school, smoking, gambling, startingja and free sex kissing and having sex. Behavior caused by lack of love and supervision of parents so that the behavior of teenagers more dominated by peer influence. Keywords: Social Behavior, Teens, Divorced Families
PERAN PROMOTION PRODUCT DALAM MENINGKATKAN JUMLAH KEANGGOTAAN BARU TUPPERWARE DI BANDA ACEH (Analisa Strategi Komunikasi Pemasaran Product Tupperware) Rino Reno Hendra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2403.637 KB)

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini berjudul “Peran Promotion Product Dalam Meningkatkan Jumlah Keanggotaan Baru Tupperware di Banda Aceh (Analisa Strategi Komunikasi Pemasaran Product Tupperware)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi promosi perusahaan Tupperware di kota Banda Aceh dalam menciptakan daya tarik untuk menarik perhatian anggota baru untuk bergabung dalam memasarkan Tupperware. Pendekatan yang dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang menjelaskan fenomena sedalam-dalamnya. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian deskriptif yang bertujuan membuat deskriptif secara sistematis, faktual, dan akurat tentang fakta, populasi dan objek tertentu. Penelitian ini menggunakan teori AIDDA. Subjek dalam penelitian ini adalah orang-orang yang berkecimpung di bisnis Tupperware dan orang-orang yang memahami secara jelas tentang perusahaan Tupperware. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dipilih dari jabatan yang ditepati oleh karyawan perusahaan Tupperware. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa strategi yang dilakukan oleh perusahaan Tupperware masih menggunakan strategi jasa sales dalam mempromosikan produk, dan mengandalkan bonus-bonus kejutan yang diberikan oleh perusahaan Tupperware sehingga menarik masyarakat untuk ikut gabung berbisnis Tupperware. Cara itu mungkin sudah cukup efektif untuk mencapai target atau sasaran yang dituju, tetapi akan lebih efektif jika dibaringi promosi melalui media massa seperti Instagram dan lainya mungkn akan lebih efektif.. Kata Kunci : Strategi Komunikasi Pemasaran, Tupperware di Kota Banda Aceh                                                                                                                               ABSTRACT ABSTRACT   The research is titled "The Role of Promotion Product in Increasing the Number of New Tupperware Membership in Banda Aceh (Analysis of Marketing Strategy of Product Marketing Tupperware)". This study aims to find out the promotion strategy of Tupperware company in Banda Aceh city in creating attraction to attract new members to join Tupperware market. The approach in this study is a qualitative approach that explains the deep phenomenon. The type of research used is descriptive research type that aims to make descriptive in a systematic, factual, and accurate about facts, populations and specific objects. This research uses AIDDA theory. Subjects in this study are people who are engaged in the Tupperware business and people who understand clearly about the company Tupperware. Data collection techniques are observation, interview, and documentation. The informant was selected from a position held at the Tupperware company. The result of this research is that the strategy done by Tupperware company still use the sales service strategy in promoting the product, and relying on the surprise bonuses given by the Tupperware company so as to attract people to join Tupperware business. It may be effective enough to reach the intended target or target, but it will be more effective if the promotion of mass media such as Instagram and others will be more effective. Kata Kunci : Strategy of Product Marketing, Tupperware Membership in Banda Aceh. 
Motivasi Siswa Kurang Mampu Penerima Dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos) Dalam Meraih Prestasi Di Desa Tuha Km.4 Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara Siti Masyitah; Drs. Zulfan., M.Hum
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Penelitian ini mengangkat masalah tentang bagaimana dampak penyaluran bantuan Dana BOS terhadap motivasi belajar dan prestasi siswa kurang mampu. Kurangnya kepedulian orangtua menyebabkan anak kurang termotivasi untuk belajar karena tidak adanya dorongan dari segi internal dan eksternal. Minimnya fasilitas sekolah merupakan salah satu penyebab anak kurang termotivasi dalam belajar dan untuk mendapat suatu prestasi akan cukup sulit. Dengan adanya pemahaman orangtua terkait tujuan dari bantuan dana BOS ini diharapkan dapat memberikan dorongan terhadap anak agar termotivasi dalam belajar serta dengan fasilitas yang baik akan memperoleh prestasi yang gemilang.  Tujuan dari pemnelitian ini adalah untuk mengetahui dampak terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa kurang mampu penerima Dana BOS. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah  teori fungsional structural yang dikemukakan oleh Talcott Parsons dan teori motivasi berprestasi oleh David McClelland, untuk menganalisis masalah pengaruh bantuan dana BOS terhadap tingkat keberhasilan pendidikan keluarga miskin. Penelitian ini menggunakan  metode penelitian deskriptif dengan menggunakan analisis data kualitatif. Teknik pengambilan informan adalah teknik purposive sampling. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 15 orang yang terdiri dari  3 keluarga miskin(orangtua), 6 siswa sekolah dasar dan 3 guru yang mengajar didesa Tuha. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dana BOS memiliki efek yang positif untuk semua pihak yaitu pihak sekolah, orangtua serta siswa kurang mampu. Dengan dilakukan sosialiasi oleh sekolah terkait tujuan dari dana BOS memberikan efek kepada orangtua untuk mendorong anaknya belajar, sehingga anak termotivasi dan fasilitas yang ada disekolahpun dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar yang berefek kepada peningkatan prestasi belajar. Dengan adanya motivasi dari diri siswa dan didukung oleh orangtua, guru serta fasiltas sekolah maka siswa akan mampu meraih prestasi yang baik. 
Kekerasan Dalam Rumah Tangga Oleh Suami Terhadap Istri Menurut Perspektif Relasi Gender Tamita Putri Islami; Khairulyadi Khairulyadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK: Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suami terhadap istri terjadi karena adanya ketidaksetaraan kekuasaan dalam keluarga. Ketidaksetaraan kekuasaan yang terwujud dalam pembagian peran antara laki-laki dan perempuan dipengaruhi oleh norma-norma yang berlaku di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana relasi gender mempengaruhi KDRT oleh suami terhadap istri. Penelitian ini menggunakan Teori Struktural Fungsional serta Metode Deskriptif Kualitatif. Terdapat sepuluh informan yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Enam diantaranya berstatus sebagai korban KDRT, sedangkan empat informan kunci lainnya terdiri dari tokoh masyarakat Kabupaten Aceh Utara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istri mengalami berbagai bentuk KDRT yaitu kekerasan dalam bentuk fisik, psikis, seksual dan ekonomi serta pembagian peran di ruma tidak setara.  Penyebab KDRT oleh suami terhadap istri yaitu karena suami merasa berkuasa atas istri, istri tidak menjalankan fungsi sesuai perannya, adanya orang ketiga. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh relasi kuasa yang tidak setara terhadap KDRT oleh suami terhadap istri.  ABSTRACT: Domestic violence by husbands against wives happens due to the inequality of rule in the family. Inequality of power embodied in the division of roles between men and women is influenced by the prevailing norms in society. The purpose of this study is to explain how the gender relations influence domestic violence by husband against wives. This research uses Structural-Functional Theory and Qualitative Descriptive Methods. There are ten informants who participated in this study. Six of them have status as victims of domestic violence, while four other key informants consisting of community figure in North Aceh District. Data in this study were collected by interview and documentation. The results showed that the wife suffered various forms of domestic violence physical, psychological, sexual and economic neglect, and division of roles in the home is not equivalent. There are 3 (three) causes of domestic violence by husbands against wives: (1) the husband felt over his wife, (2) the wife does not execute her function of various roles, (3) the presence of third party. As conclusion, there is influence of unequal power relations to domestic violence by husband against wives. 
KETERBUKAAN DIRI DALAM KOMUNIKASI ANTARBUDAYA (Studi Pada Mahasiswa Asing Dengan Mahasiswa Lokal di Universitas Syiah Kuala) Syarifah Aqillah Assiry; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.156 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “KETERBUKAAN DIRI DALAM KOMUNIKASI ANTARBUDAYA (Studi Pada Mahasiswa Asing Dengan Mahasiswa Lokal di Universitas Syiah Kuala). Tujuannya untuk mengetahui keterbukaan diri dalam komunikasi antarbudaya pada mahasiswa asing dengan mahasiswa lokal dan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keterbukaan diri mahasiswa asing dengan mahasiswa lokal di Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 7 orang mahasiswa asing dan 3 orang mahasiswa lokal. Keterbukaan diri yang dilakukan mahasiswa asing dengan mahasiswa lokal melewati 5 tingkatan-tingkatan self-disclosure dalam komunikasi yaitu: (1) Basa-basi; proses keterbukaan diri hanya percakapan basa-basi seperti saling menyapa antara satu dengan lain jika bertemu dikampus. (2) Membicarakan orang lain, proses keterbukaan diri hanya berkomunikasi tentang orang lain seperti rasa ingin tau tentang peraturan dan tipe-tipe dosen. (3) Menyatakan pendapat atau gagasan, proses keterbukaan diri sudah mulai menunjukan sikap terbuka dan bercerita tentang kehidupan masing-masing. (4) Perasaan, proses keterbukaan diri sudah terbuka antara satu dengan lainya seperti sama-sama memiliki perasaan nyaman atau mempercayai segala ceritanya termasuk cerita mengenai keluarganya. (5) Hubungan puncak, proses keterbukaan diri sudah terjalin sebuah hubungan seperti persahabatan, sudah saling terbuka antara satu sama lain. Proses keterbukaan diri yang terjadi didukung oleh beberapa faktor yaitu: Efek dyadic, Besaran kelompok dan Kepribadian. Namun keterbukaan diri yang berlangsung juga tidak bisa terlepas dari faktor-faktor penghambat yaitu: Culture shock, Perbedaan bahasa, Perbedaan pola pikir dan Prasangka.
Kebijakan Redaksi Surat Kabar Serambi Indonesia dalam Menentukan Headline News M. Aidi; Dr. Hamdani M. Syam, M.A
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.771 KB)

Abstract

Abstrak Berita kerap dijadikan ujung tombak dalam pengiringan pola pikir dan opini masyarakat. Headline news sebagai berita utama pada halaman pertama merupakan sajian utama yang disuguhkan oleh redaksi Serambi Indonesia dengan segala maksud dan tujuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  kebijakan redaksi surat kabar Serambi Indonesia dalam menentukan headline news. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan analisis deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Ekonomi Politik Media Massa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tidak terstruktur dan studi dokumentasi. Informan ditentukan secara purposive. Hal tersebut didasari pada tugas dan kerja informan yang bersangkutan dengan pengambilan keputusan atau kewenangan dalam menentukan headline news di Serambi Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa kebijakan dalam penentuan headline news oleh redaksi Serambi Indonesia. Yaitu: Berita Halaman Satu adalah Headline News, Diputuskan dalam Rapat Redaksi yang Bersifat Kolektif Kolegial, Berita Luar Daerah Boleh Dijadikan Headline News, Redaksi Menyediakan Ruang untuk Berita Iklan di Halaman Satu, Penundaan Pemberitaan Boleh Dilakukan dalam Kondisi Tertentu, Headline News Ada Kemungkinan Berubah. Hal tersebut berdasarkan pada kriteria headline news di Serambi Indonesia, yakni; berita terbaik, paling menarik, berita penting, memiliki magnitude (kegemparan) paling tinggi, dan berdampak horizontal kepada masyarakat. Berdasarkan empat konsep pendekatan teori Ekonomi Politik Media Massa, redaksi Serambi Indonesia telah berada di posisi tersebut, seperti kepentingan bisnis yang biasanya mereka istilahkan sebagai nilai jual. Namun baik penguasa maupun rekanan tidak dapat mengintervensi kebijakan redaksi dalam hal penetapan headline news.Kata Kunci: Kebijakan Redaksi, Headline News, Serambi Indonesia  Serambi Indonesia Newspaper Redaction Policy in Determining the Headline NewsAbstract News is often used as a spearhead in tapping the mindset and public opinion. Headline news on the first page is the main dish presented by redaktions Serambi Indonesia with all intents and purposes. This research aims to study the Serambi Indonesia Daily Newspaper Redaction’s policy in term of determining the headline news. The approach that is used is qualitative with descriptive analysis. The theory that is used here is the Politics’ Economy of Mass Media. The data are acquired by unstructured interview and documentaries study. The informant is selected purposively. Those things are based on the assignments and duties of related informant with decision or authority making for determining the headline news in Serambi Indonesia. The results of this study indicate that there are some policies in the determination of headlines news by the redactions of Serambi Indonesia. That is: All News in Page One is Headline News, Decided in a Collegial Collectively Redaction Meeting, News abroad Can be Headline News, Redaction Provides Space for News Ads on Page One, News Delays Can Be Conducted in Certain Condition, Headline News Is Possible Changed. That condition is according to the criteria of headline news on Serambi Indonesia, which are; The best news, the most interesting, the important news, the highest magnitude (horror), and horizontally affects the society. Based on four theoretical approach concept of politics’ economy of mass media, Serambi Indonesia is now on that position, as the business importance that they usually called it as economical value. But, both possessor and partners cannot intrude the editors’ policy in determining the headline news.Keywords: Redaction’s Policy, Headline News, Serambi Indonesia
Independensi Lembaga Survei Calon Gubernur Aceh Pada Pilkada Tahun 2017 (Suatu Penelitian Terhadap Hasil Survei Media Research Center) Tajrian Rahmad; Effendi Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

                                            AbstrakHasil survei Media Research Center banyak menimbulkan pro dan kontra dari masyarakat dan pasangan calon Gubernur dikarenakan disaat merilis hasil surveinya lembaga survei MRC tidak mempublikasikannya secara transparan, seperti jumlah dana, anggaran pelaksanaan survei, apakah dana survei MRC murni berasal dari lembaga itu atau ada pihak tertentu yang jadi sponsor yang turun tangan. Sehingga menimbulkan ketidakpercayaan terhadap hasil survei tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Independensi Media Research Center dalam melakukan survei calon Gubernur Aceh Tahun 2017 serta mengetahui ketidakpercayaan pasangan calon terhadap hasil survei Media Research Center dalam melakukan survei calon Gubernur Aceh tahun 2017.Data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui penelitian lapangan dan kepustakaan. Penelitian lapangan dilakukan dengan melalui wawancara informan dan dokumen-dokumen penting dari peneliti Media Research Center serta dari pasangan calon Gubernur Aceh yang disurvei. Sedangkan penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku teks, jurnal, peraturan perundang-undangan dan bahan-bahan lain yang berkaitan dengan penelitian ini.Hasil penelitian menunjukkkan bahwa Independensi dari lembaga survei Media Research Center sudah berjalan baik dengan tidak menjadi konsultan politik, hasil survei berdasarkan fakta dan lembaganya sudah independen dengan bebas pengaruh dari manapun. namun kurang mendapatkan kepercayaan dari pasangan calon dikarenakan tidak ada transparansi disaat merilis hasil survei tersebut.Independensi Lembaga survei Media Research Center sudah berjalan baik dengan tidak merangkap sebagai konsultan politik dan bersikap netral.  Namun masih kurang mendapat kepercayaan dari pasangan calon dikarenakan pasangan calon berpandangan hasil survei biasanya bukan dari hasil seutuhnya suatu pemilihan melainkan hasil dari pengambilan sampel dari beberapa responden sehingga pasangan calon tidak seutuhnya percaya terhadap hasil survei tersebut. Kepada lembaga survei Media Research Center dalam melakukan survei harus transparan agar lebih diketahui oleh masyarakat dan pasangan calon dan Serta tetap mempertahankan hasil survei yang digunakan sehingga mendapat kepercayaan dari masyarakat.Kata Kunci: Independensi, Kepercayaan PolitikThe Independence Of Aceh Governor Candidate Survey Institution Regional Election On 2017The survey results Media Research Center generated a lot of pros and cons of community and partner candidates for Governor because when releasing results of the survey survey institute MRC does not publish transparent, such as the number of funds, the budget implementation of the survey, whether the funds survey MRC is purely derived from that institution or there are certain parties the sponsor who intervened. Giving rise to mistrust of the results of the survey.This study aims to determine how the independence of the Media Research Center in conducting surveys candidate for Governor of Aceh Year 2017 as well as knowing distrust pair of candidates to the survey findings Media Research Center conducted a survey of candidates for Governor in Aceh in 2017.Data required in this study were obtained through field research and literature. The field research by interviewing informants and important documents of the Media Research Center and researchers from Aceh Governor candidate pairs were surveyed. While the library research done by reading textbooks, journals, legislation and other materials related to this research.The results of the study, indicating that the Independence of the Media Research Center survey agencies already work fine with not being a political consultant, survey results based on facts and institutions are already independent free from any influence. but the lack of confidence of the pair of candidates because there is no transparency when releasing the survey results.Independence of the Institute of Media Research Center survey has been running well with no doubles as a political consultant and neutral. But there is still lack of confidence of the pair of candidates because the candidate pairs sighted survey results are usually not of the full results of an election but rather the result of a sampling of some of the respondents, so a couple of candidates did not fully trust the results of the survey. To the Media Research Center survey agencies in conducting surveys to be transparent in order to be known by the public and the candidate pairs and retaining well as survey results were used to obtain the trust of the community.Keywords: Independence, Politic Trust 
STRATEGI PEMENANGAN PARTAI HANURA PADA PEMILU LEGISLATIF DI ACEH BARAT DAYA TAHUN 2014 Puja Dias Chandra Octanto; Ubaidullah Ubaidullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1301.352 KB)

Abstract

ABSTRAKPartai Hanura (Hati Nurani Rakyat) adalah salah satu partai baru yang mampu bertahan di tengah kerasnya persaingan dengan partai-partai besar lainnya dalam proses pemilihan Legislatif pada tahun 2014 di Indonesia. Di Kabupaten Aceh Barat Daya Partai Hanura meraih suara 1,47% dari total suara dengan 3 (tiga) daerah pemilihan (dapil). Perolehan suara tersebut tidak lepas dari strategi dan faktor pendukung yang dilakukan oleh Partai Hanura sehingga mampu mendapatkan dua kursi di DPRK (Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten) Aceh Barat Daya di tengah-tengah pandangan buruk dari masyarakat terhadap Partai Hanura setelah masuknya Hary Tanoesoedibjo ke dalam Hanura, yang memiliki image kurang baik menurut pandangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemenangan dan faktor-faktor pendukung pemenangan dalam pemilihan legislatif di Kabupaten Aceh Barat Daya tahun 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu ke lapangan  dan kajian pustaka. Studi lapangan untuk memperoleh data primer yang dilakukan dengan tehnik wawancara. Sedangkan kajian pustaka untuk memperoleh data sekunder yaitu buku-buku dan bacaan terkait. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada beberapa strategi yang dilakukan oleh Partai Hanura beserta Anggota Legislatif terpilih yaitu: membangun komunikasi politik, rekruitmen yang profesional, kampanye gerakan beramal tanpa atribut dan sebagainya. Adapun yang menjadi faktor-faktor pendukung dalam pemenangan Partai Hanura pada pemilihan Legislatif yaitu: sosok tokoh muda yang ada di Partai Hanura dan sayap partai sebagai motor penggerak. Disarankan kepada Partai Hanura untuk tetap menjaga komunikasi politik yang telah dibangun demi merubah pola pikir masyarakat Aceh Barat Daya menjadi masyarakat cerdas politik dan juga meningkatkan kampanye kreatif untuk strategi mendatang pada pemilihan legislatif tahun 2019 di Kabupaten Aceh Barat Daya.Kata Kunci : Strategi, Politik, Partai, Hanura, Pemilu, Legislatif, 2014 ABSTRACKHANURA PARTY WINNING STRATEGY TO LEGISLATIVE ELECTION IN SOUTHWEST ACEH REGENCY 2014.  Hanura Party (People's Conscience Party) is one of the new parties that survived in the midst of competition with other major parties in the Indonesian legislative election back in 2014. In Southwest Aceh (Aceh Barat Daya), Hanura Party won 1.47% of the total votes with 3 (three) electoral districts. This success can not be separated from the strategies and support factors made by the Hanura Party so as to be able to get two seats in the DPRK (District House of Representatives) of Southwest Aceh, in the midst of a bad view of the community against the Hanura Party after the entry of Hary Tanoesoedibjo who has the bad image in the eyes of the local people. The purpose of this study is the winning strategy and supporting factors of winning in legislative election in Regency of Southwest Aceh in 2014. The method used in this research is descriptive qualitative method. Collecting data techniques in this research is research into the field and library research. Field study to obtain primary data conducted by interview, while the library research to obtain secondary data that is books and related reads. The results of this study indicate that there are several strategies undertaken by the Hanura Party and the elected Legislative Member are: building political communication, professional recruitment, charity movement campaigns without attributes and so on. As for the supporting factors in the winning of the Hanura Party in the Legislative election are: the figure of a young figure in the Hanura Party and the party wing as a driving force. It is advisable to the Hanura Party to keep the political communication that has been built in order to change the mindset of the people of Southwest Aceh into a political intelligent community and also to increase the creative campaign for the upcoming strategy in legislative elections in 2019 in Southwest Aceh.Keywords : Strategy, Politics, Hanura, Party, Election, Legislative, 2014
Pemikiran Teungku Muhammad Dahlan Al Fairusy Al Baghdady Tentang Konsep Kepemimpinan Politik (Publik) Cut Kamilah Al Farhany; Bukhari yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.302 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Pemikiran Teungku Muhammad Al Fairusy Al Baghdady Tentang Kepemimpinan” mengangkat tentang biografi dan keterlibatan Abu Dahlan secara tidak langsung dalam bidang politik, beliau hanya menjadi penasehat dan memberi arahan politik kepada unsur-unsur pemimpin Aceh. Dalam pandangan Abu Dahlan politik merupakan merupakan sebuah hal yang bersifat memaksa karena pelakunya sendiri harus melakukan hal-hal yang dilarang oleh Islam supaya mendapatkan kekuasaan. Bagaimana kekuasaan dan kepemimpinan dijalankan sesuai amanah untuk mensejahterakan rakyat jika tujuan dari seorang pemimpin yang buruk dan dosa. Maka seharusnya seseorang yang ingin menjadi pemimpin memperbaiki dirinya sendiri sebelum memperbaiki dan menjadi pemimpin orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pemikiran tentang konsep kepemimpinan dan latar Sosial-Politik Teungku Muhammad Dahlan Al Fairusy Al Bagdhady.  Pendekatan yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan teori pemikiran politik islam, teori pemikiran politik Islam Al Farabi dankonsep sosiologi-politik untuk menganalisa permasalahan yang terjadi dimasyarakat. Hasil penelitian menunjukkan adanya konsep kepemimpinan menurut Abu Dahlan dilihat dari beberapa sub kepemimpinan yaitu, tujuan, tugas dan fungsi pemimpin, kriteria pemimpin, pengangkatan pemimpin dan latar sosial politik Abu Dahlan sebagai seorang pemimpin Zawiyah Tanoh Abee yang ikut terlibat dalam politik, namun tidak terlibat langsung dalam politik praktis. Hal ini dikarenakan Abu Dahlan merupakan salah satu ulama sufi yang mengamalkan ilmu Tasawuf, yang mana seseorang yang mengamalkan ilmu Tasawuf beranggapan bahwa salah satu penyebab praktik, dan ilmu Tasawuf tidak bisa berkembang dalam tubuh seorang manusia disebabkan karena ketergantungan pada patron pemerintah, yang sumber dananya dianggap tidak bersih. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kepemimpinan merupakan amanah, titipan Allah SWT, bukan sesuatu yang diminta apalagi dikejar dan diperebutkan serta seorang pemimpin seharusnya bukan dipilih oleh masyarakat karena tidak semua masyarakat memiliki pengetahuan bagaimana melihat seorang pemimpin yang layak untuk dipilih dan seorang pemimpin dipilih oleh para tokoh baik itu tokoh agama dan tokoh masyarakat. Ketika Abu Dahlan menjadi pemimpin Zawiyah Tanoh Abee beliau secara khusus tidak melakukan politik praktis artinya pasca perang Aceh kepemimpinan Abu Dahlan lebih kepada kepemimpinan seorang ulama dan persoalan politik tidak menjadi agenda utama di Zawiyah Tanoh Abee. ABSTRACT  The research entitled "The Thought of Teungku Muhammad Al Fairusy Al Baghdady on Leadership" draws on the biography and involvement of Abu Dahlan indirectly in the field of politics, he is only an advisor and gives political direction to elements of Aceh's leaders. According to Abu Dahlan, politics is a matter of force because it must do things that are forbidden by Islam to gain power. How power and leadership are carried out by the mandate for the prosperity of the people if the goals of a leader are bad and sinful. So the prospective leader should be someone who wants to improve himself before mending and becoming a leader of others. This study aimed to see how the thoughts on the concept of leadership and Social-Politics background of Teungku Muhammad Dahlan Al Fairusy Al Bagdhady. The approach used to answer the research problem is descriptive qualitative with observation, interview, and documentation of library as data collection. This study used the theory of Islamic political thoughts, the theory of Islamic political thought of Al Farabi and Sociological-political concepts to analyze problems that occur in the community. The result of the research showed that the idea of leadership according to Abu Dahlan is seen from several sub-leadership, that is, the objectives, duties and functions of the leader, the criteria of the leader, the appointment of the leader and the social-political background of Abu Dahlan as a leader of Zawiyah Tanoh Abee who is involved in politics but not directly involved in practical politics.This is because Abu Dahlan is one of the Sufi scholars who practice the science of Sufism. A person who practices Sufism assumes that one of the causes of practice and the science of Sufism can not develop in a human body due to dependence on government patrons, whose sources of funding are considered not clean. From this research, it can be concluded that leadership is trustworthy, a gift from Allah SWT, not something that is demanded, pursued, and contested. In addition, a leader should not be chosen by the society because not all people have knowledge how to see a leader who is eligible to be elected. However, a leader must be chosen by religious leaders and community leaders. When Abu Dahlan became the leader of Zawiyah Tanoh Abee, he specifically did not practice politics, it means that at post-war Aceh Abu Dahlan's leadership was more to the leadership of a cleric, and political issues did not become the main agenda at Zawiyah Tanoh Abee. 

Page 27 of 102 | Total Record : 1018