cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
STRATEGI KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKN) DALAM PEMBENTUKAN MORAL SISWA DI SMP NEGERI 1 KUTA BARO ACEH BESAR ikhsan ikhsan; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAKSkripsi ini berjudul “Strategi Komunikasi Interpersonal Guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Dalam Pembentukan Moral Siswa di SMP Negeri 1 Kuta Baro Aceh Besar.” Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi komunikasi interpersonal yang diterapkan di dalam proses belajar mengajar dan faktor apa saja yang menjadi kendala guru PKn dalam membentuk moral siswanya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui strategi komunikasi interpersonal seperti apa yang diterapkan guru PKn untuk membentuk moral siswanya. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi interpersonal dengan menggunakan pendekatan interaksi sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah strategi komunikasi interpersonal guru dalam pembentukan moral siswa. Sedangkan subjek dalam penelitian ini adalah guru PKn dan siswa di SMP Negeri 1 Kuta Baro Aceh Besar. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Strategi komunikasi interpersonal yang diterapkan oleh guru PKn yaitu dengan komunikasi tatap muka dengan cara memanggil siswa yang bersangkutan. Siswa yang dimaksud seperti yang melanggar peraturan sekolah, berkata kasar, dan berperilaku tidak bermoral lainnya. Guru PKn juga menggunakan komunikasi secara verbal dan non-verbal dengan baik, serta menerapkan komunikasi interpersonal yang efektif berupa perencanaan dan manajemen yang baik seperti persiapan tema yang menarik, suasana kelas yang nyaman, proses belajar yang menyenangkan dan sebagainya. Adapun kendala yang dihadapi adalah bahasa, dimana beberapa siswa masih susah memahami pesan yang disampaikan guru dengan bahasa Indonesia karena pada umumnya mereka masih terbiasa dengan bahasa Aceh.(Communication Strategy I nterpersonal Civic Education Teacher (Civics) In Student Moral Formation in Junior High School 1 Kuta Baro Aceh Besar.)ABSTRACTThis thesis entitled "Communication Strategy I nterpersonal Civic Education Teacher (Civics) In Student Moral Formation in Junior High School 1 Kuta Baro Aceh Besar." The problem in this research is how the interpersonal communication strategy applied in the learning process and what factors become constraints Civic teachers in shaping his student morale . The purpose of this research is to know what kind of interpersonal communication strategy applied by Civic teacher to form the moral of their students. This study uses the theory of interpersonal communication using social interaction approach. The method used in this research is qualitative descriptive. The object of this research is the interpersonal communication strategy of teachers in moral formation of students. While the subject in this study is the Civics teacher and students in SMP Negeri 1 Kuta Baro Aceh Besar. Data collection techniques from this study using interviews , observation and documentation. The results showed interpersonal communication strategy applied by the teacher of Civics is by face to face communication by calling the students concerned. Students are referred to as those who violate school rules, say abusive, and behave immorally. Civics teachers also use verbal and non-verbal communication well, and implement effective interpersonal communication in the form of good planning and management such as preparation of interesting themes, comfortable class atmosphere, fun learning process and so on. The obstacles faced is the language , where some students are still difficult to understand the message conveyed by teachers with the Indonesian language because in general they are still familiar with the language of Aceh.
Kecenderungan Fertilitas pada Keluarga Jama'ah Tabligh di Desa Lemah Burbana Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah Mahlia Fitri; khairul yadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1258.999 KB)

Abstract

ABSTRAKFertilitas merupakan salah satu komponen pertumbuhan penduduk yang bersifat menambah jumlah penduduk. Fertilitas adalah kemampuan seorang wanita dalam menghasilkan keturunan. Fertilitas tidak hanya berfungsi sebagai reproduksi semata, tetapi juga sebagai ekspresi dari tindakan beragama yang terinstitusionalisasi dari identitas kelompok jama’ah tabligh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan nilai fertilitas pada keluarga tabligh. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengambilan keputusan tentang jumlah anak. Teori dalam penelitian ini adalah fenomenologi dari Peter L. Berger bahwa aktor memiliki realitas sendiri di dalam kehidupannya dan realitas tersebut dipengaruhi oleh kelompok sekelilingnya. Kemudian didukung oleh pendapat Mead tentang pranata sosial. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Desa Lemah Burbana Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Peneliti mengambil subjek penelitian dengan jumlah 3 keluarga yang terdiri dari suami dan istri. Artinya ada 6 orang subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara wawancara, observasi lapangan dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa anak sebagai amanah dan titipan dari Tuhan, sehingga harus dididik dengan nilai-nilai agama dan akhlak yang baik. Hal ini muncul dari pengetahuan mereka dalam berinteraksi dengan kelompok jamaah tabligh. Dalam proses pengambilan keputusan tentang jumlah anak cenderung diputuskan oleh suami. Walaupun telah didiskusikan bersama dengan istri, namun anak adalah urusan Tuhan, manusia tidak berhak ikut campur dalam penentuan jumlah anak. Sehingga mereka tidak memaikai kontrasepsi seperti Keluarga Berencana (KB) dan sebagainya. Pemahaman ini muncul dari dalam kelompok tersebut. Pengetahuan terhadap makna dan nilai fertilitas serta pengambilan keputusan cenderung ditentukan oleh komunitas sosial. Penentuan itu berdasarkan pedoman normatif yang terdapat pada komunitas tersebut yang menjadi tata kelakuan individu. Kata kunci: kelahiran, anak, jama’ah tablighFertility Trend in Family Jama'ah Tabligh In Lemah Village Burbana District of Bebesen Regency of Central Aceh ABSTRACT Fertility is one component of population growth that is increasing the population. Fertility is the ability of a woman to produce offspring. Fertility not only serves as a mere reproduction, but also as an expression of religious acts that are institutionalized from a group of tabligh jama’ah. This study aims to determine the meaning and value of fertility in the tabligh family. In addition, this study also aims to determine the decision on the number of children. The theory in this study is the phenomenology of Peter L. Berger that the actor has his own reality in his life and that reality is affected by his surrounding group and is supported by Mead’s view of social institutions. The type of research used is qualitative research with descriptive approach this research was conducted in Lemah Burbana village sub district Bebesen district Aceh Tengah. This research uses purposive sampling technique. Researchers took the subject of research with the number of 3 families consisting of husband and wife. This means there are 6 subjects. Data collection technique used are by interview, field observation and literature study. Based on the results of the study found that the child as a mandate of God, so should be educated with religious values and good morals. This arises from their knowledge in interacting with the group pf tabligh jama’ah. In the process of making decisions about the number of children tend to be decided by the husband. Although it has been discussed together with the wife, but the child is a matter of God, humans have no right to interfere in the determination of the number of children. So they not use contraception like family planning and so on. This understanding comes from within the group. Knowledge of the meaning and value of birth and decision making tends to be determined by the social community. The determination was based on the normative guidance found in the community that became the individual’s behavior. Keywords: fertility tendency, tabligh family
DIFUSI INOVASI PROGRAM KREATIVITAS MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN KAMPUNG PARIWISATA DI GAMPONG NUSA ACEH BESAR Azzura Yushara; Dr. Mahyuzar Mahyuzar, Drs, M.si
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.529 KB)

Abstract

ABSTRAK - Dalam memajukan sebuah daerah, pembangunan menjadi hal yang tidak  dapat terpisahkan dalam prosesnya. Pembangunan perlu direncanakan sematang teori difusi inovasi yang diperkenalkan Everett M Rogers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi program NCC ini sangat menguntungkan mungkin agar dapat mengasilkan perubahan yang berdampak positif. Penelitian ini membahas tentang bagaimana sebuah desa mampu membangun daerahnya menjadi desa wisata melalui salah satu program kreativitas masyarakat yang bernama  NCC (Nusa Creation Community) serta apa saja yang dapat menjadi faktor pendukung dan penghambatnya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, peneliti menganalisis hasil penelitian dengan bantuan bagi anggota komunitas ini terutama bagi perekonomian masyarakat. Dengan menggunakan saluran komunikasi interpersonal dan komunikasi kelompok inisiator mampu mempengaruhi masyarakat dengan baik. Dari tujuh informan yang dipilih peneliti, dua diantaranya merupakan innovator, satu merupakan early adopter, tiga orang merupakan early majority, dan hanya satu orang yang merupakan late majority. Difusi Inovasi program NCC menggunakan sistem des entralisasi. Faktor pendukung inovasi ini secara umum terdapat pada aspek sosio-antro-psikologis, sedangkan faktor penghambat inovasi sering ditemukan pada kebudayaan masyarakat Gampong Nusa. Kata Kunci: Pembangunan, Difusi Inovasi, Gampong NusaDiffusion of Innovation in Creative Community Program in Developing Tourism Village at Gampong Nusa, Aceh Besar RegencyABSTRACT - In advancing a region, development becomes inseparable in the process. Development needs to be planned carefully in order to produce positive impacts. This study discusses how a village is able to build its area into a tourist village through one of the community's creativity programs called NCC (Nusa Creation Community) and what can be its supporting and inhibiting factors. Using a descriptive qualitative approach, the researcher analyzed the results of the study by using Diffusion of Innovation (DOI) theory introduced by Everett M Rogers. The results show that the innovation of NCC program is very beneficial for members of this community, especially in increasing their income. By using interpersonal communication and group communication, the initiators are able to influence the community very well. Of the seven informants selected by the researcher, two of them are innovators, one is an early adopter, three are the early majority, and only one informant is a late majority. Diffusion Innovation of NCC program uses a decentralized system. Factors supporting this innovation are generally found in the social, anthropological, and psychological aspects, while the inhibiting factor of the innovation in Nusa village is the culture of society.  Keywords: Development, Diffusions innovation, Gampong Nusa
MAKNA RE-MARRIED BAGI PASANGAN DUDA DAN JANDA DI GAMPONG ANEUK LAOT DAN KUTA TIMUKECAMATAN SUKAKARYA SABANG Sofia Anita; Khairul yadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.562 KB)

Abstract

                                              ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan pasangan duda dan janda terhadap pernikahannya dengan pasangan yang baru (Re-Married), serta tindakan sosial dari masyarakat ketika mereka berstatus duda dan janda di Gampong Aneuk Laot dan Kuta Timu Kecamatan Sukakarya Sabang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam.Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yakni teknik yang memilih informan dengan sengaja mengacu kepada tujuan dan objek dari penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan duda dan janda menikah lagi terutama dorongan yang kuat datang dari masyarakat, dimana masyarakat memberikan konotasi negatif terhadap janda dan faktor ekonomi juga menjadi seorang janda menikah lagi, namun sebaliknya tidak terhadap seorang duda. Re-Married juga bisa datang dari dorongan anak yang sudah tumbuh dewasa dan memiliki keluarga sendiri, anak tersebut memikirkan orang tuanya yang hidup sendiri dan menyarankan orang tuanya untuk menikah lagi agar ada teman hidup untuk menjalankan harihari tua. Anak yang masih dalam masa pertumbuhan dan membutuhkan bimbingan dari orang tua lengkap juga menjadi salah satu dorongan duda dan janda untuk menikah lagi (Re-Married).Kata Kunci: Makna, Re-Married, Duda dan Janda. RE-MARRIED MEANING FOR DUDA AND JANDA PARTIES IN GAMPONG ANEUK LAOT AND KUTA TIMUKECAMATAN SUBJECT SABANG                                               ABSTRACTThe purpose of this research is to know the meaning of the couple of widower and widow to their marriage with new partner (Re-Married), and social action from the society when they are widower and widow in Gampong Aneuk Laot and Kuta Timu Sukakarya Sabang District. Descriptive qualitative type research. Data collection techniques using in-depth interview techniques. The determination of research subjects conducted by using purposive sampling technique, ie techniques that choose informants intentionally referring to the objectives and objects of research. The results show that couples and widows marry again especially strong encouragement coming from society, where society gives negative connotation to widow and economic factor also become widow married again, but vice versa not to a widower. Re-Married can also come from the encouragement of a child who has grown up and has a family of his own, the child thinks of his own living parent and advises his parents to marry again to have a life friend to run the old days. Children who are still in their infancy and need guidance from a complete parent also become one of the encouragement of widower and widow to remarry (Re-Married)Keywords: Meaning, Re-Married, Widower and Widow.
Analisis Komunikasi Terapeutik Perawat dalam Pemulihan Pasien Gangguan Jiwa di Rumah Sakit Jiwa Aceh Cut Putri Meliza; Nur Anisah M.Si
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Analisis Komunikasi Terapeutik Perawat dalam Pemulihan Pasien Gangguan Jiwa di Rumah Sakit Jiwa Aceh”. Komunikasi terapeutik merupakan komunikasi yang harus dimiliki dan dilakukan perawat Rumah Sakit Jiwa secara terencana yang bertujuan untuk membantu pemulihan pasien gangguan jiwa salah satunya pasien gangguan jiwa halusinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan komunikasi terapeutik perawat dalam pemulihan pasien gangguan jiwa khususnya halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Aceh dan hambatannya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori keperawatan psikodinamik yang dikemukakan oleh Hildegard E. Peplau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara semi terstruktur, observasi nonpartisipan dan dokumentasi. Wawancara tersebut dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu menentukan informan berdasarkan sejumlah kriteria yang telah ditentukan yaitu terhadap 4 orang perawat Rumah Sakit Jiwa Aceh yang menerapkan komunikasi terapeutik pada pasien gangguan jiwa halusinasi. Berdasarkan hasil penelitian, komunikasi terapeutik yang diterapkan oleh perawat Rumah Sakit Jiwa Aceh dalam pemulihan pasien gangguan jiwa halusinasi melalui empat tahap yaitu tahap pra interaksi, orientasi, kerja dan terminasi. Selama penerapan komunikasi terapeutik perawat menggunakan komunikasi verbal dan non verbal serta beberapa teknik untuk mencapai tujuannya. Perawat juga mengalami hambatan internal dan eksternal dalam menerapkan komunikasi terapeutik yang berasal dari diri pasien yaitu resistens atau menolak berinteraksi dan menyangkal, dari diri perawat yaitu mood, multi peran dan bahasa.Kata Kunci : Komunikasi Terapeutik, Pasien Gangguan Jiwa Halusinasi ABSTRACTThis research entitled “Analysis of Nurses’s Therapeutic Communication in Recovery of Mental Disorder Patients in Aceh Psychiatric Hospital”. Therapeutic communication is communication that should be owned and well performed by psychiatric hospital nurses to help the recovery of mental disorder patients like hallucination mental disorder patients. This research aims to understand the application of nurses’s therapeutic communication in the recovery of mental disorder patients, especially hallucination and its obstacles in Aceh psychiatric hospital. The theory used in this research is psychodynamic nursing theory developed by Hildegard E. Peplau. The method used in this reasearch is a qualitative approach with descriptive analysis. The data collection was performed using semi-structured interviews technique, nonparticipant observation and documentation. The interview were conducted by using purposive sampling technique, which is determining the informant based on a number of given criteria to 4 nurses in Aceh psychiatric hospital who apply therapeutic communication on hallucination mental disorder patients. According to the result of the research, the application of therapeutic communication by nurses of Aceh psychiatric hospital in recovery of hallucination mental disorder patients is done through four phases which are pre interaction, orientation, working and termination. During the application of therapeutic communication, nurses using verbal and non verbal communication and some techniques to achieve their objectives. In applying therapeutic communication, nurses are also experiencing internal and external obstacles, the cause of the patients are resistens or refuse to interact and denial, and the cause of  the nurses are mood, multi-role and language.Key Word : Therapeutic Communication, Hallucination Mental Disorder Patients
STRATEGI KOMUNIKASI PT PLN DALAM SOSIALISASI PROGRAM P2TL DI KOTA BANDA ACEH Atika Yelvi; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.423 KB)

Abstract

Abstrak Indo :Penelitian ini berjudul Strategi Komunikasi PT PLN dalam Sosialisasi Program P2TL di Kota Banda Aceh. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah mengenai strategi komunikasi yang dilakukan PT PLN dalam sosialisasi program P2TL di kota Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang efektif dalam sosialisasi program P2TL di kota Banda Aceh yang dilakukan oleh PT PLN dan untuk mengetahui apa saja yang menjadi hambatan dalam melakukan strategi komunikasi untuk mensosialisasikan program P2TL di kota Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelian deskriptif. Teori yang digunakan yaitu teori perencanaan dan tujuan (plan and goal). Subjek dalam penelitian ini adalah petugas PT PLN dan beberapa orang masyarakat. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi dalam teknik pengumpulan data, serta teknik penarikan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu dengan menentukan kriteria. Melalui penelitian ini diperoleh hasil bahwa, strategi komunikasi yang digunakan adalah dengan mengenal khalayak, menyusun pesan, menetapkan metode, seleksi dan penggunaan media. Kesimpulan dalam penelitian ini menyatakan bahwa khalayak yang menjadi sasaran sosialisasi adalah seluruh masyarakat yang dibagi dalam beberapa golongan pelanggan, diantaranya pelanggan golongan rumah tangga, bisnis, perusahaan, dan industri. Pesan yang disampaikan cukup baik dan menarik, dengan menggunakan metode persuasif, informatif, dan edukatif. Media yang digunakan adalah penyampaian via ceramah di mesjid, penyuluhan keliling, radio, spanduk, baliho, media cetak dan juga media sharing youtube. Faktor-faktor penghambat yang dihadapi dalam pelaksanaan sosialisasi ialah faktor sosial dan faktor teknis.Abstrak bahasa inggrisCommunication Strategy of PT PLN in Socialization of Program of P2TL in Banda Aceh City.This research entitled Communication Strategy of PT PLN in Socialization of Program of P2TL in Banda Aceh City. The problem that discussed in this research is about communication strategy conducted by PT PLN in socialization of P2TL program in Banda Aceh city. The purpose of this research is to know how effective communication strategy in socialization of P2TL program in Banda Aceh city conducted by PT PLN and to know what are the obstacles in doing communication strategy to socialize P2TL program in Banda Aceh city. The approach used in this study is a qualitative approach and the type of research used is descriptive research type. The theory that used is planning and goal theory (plan and goal). Subjects in this research are PT PLN officer and some society, this research used interview technique, observation, and documentation in data collection technique, and sampling technique that used is purposive sampling that by determining it’s criteria. Through this research obtained the result that, the communication strategy used is to know the audience, compose messages, set methods, selection and use of media. The conclusion in this research states that the target audience of socialization is the whole society divided into several classes of customers, including customers of household category, business, company, and industry. The messages which delivered are quite good and interesting, using persuasive, informative, and educative methods. The media that used in this reasearch are the delivery via speech in mosques, mobile counseling, radio, banners, billboards, print media and also youtube media sharing. The constraining factors faced in the implementation of socialization are social factors and technical factors.
PENGARUH TERPAAN PEMBERITAAN ALIRAN SESAT DI HARIAN SERAMBI INDONESIA TERHADAP PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PENDIDIKAN DAYAH Ahmad Febi Rozaki; Amsal Amri; Rahmat Saleh
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.586 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Pengaruh Terpaan Pemberitaan Aliran Sesat di Harian Serambi Indonesia Terhadap Persepsi Masyarakat Tentang Pendidikan Dayah. Fokus penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberitaan aliran sesat di Harian Serambi Indonesia terhadap persepsi masyarakat tentang pendidikan dayah. Penelitian ini dilakukan di Gampong Lamteumen Timur Kecamatan Jaya Baru Kota Aceh. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kultivasi dan S-O-R. Kedua teori ini digunakan untuk menjelaskan bagaimana terpaan pemberitaan isu aliran sesat mempengaruhi terhadap persepsi masyarakat tentang pendidikan dayah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 50 orang yang dipilih dengan teknik Sampling Insidental. Adapun kriteria responden yang dipilih adalah memiliki status sebagai kepala keluarga dan sering membaca berita aliran sesat di Harian Serambi Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert sebagai skala pengukurannya. Variabel X dalam penelitian ini adalah Terpaan Pemberitaan Ajaran Sesat, sedangkan untuk variabel Y adalah Persepsi. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan program SPSS versi 20. Adapun yang diuji adalah Uji Validitas, Uji Realibilitas, Uji Normalitas, Uji Regresi Linear Sederhana dan Uji Hipotesis. Dari hasil pengujian diperoleh koefesien regresi sebesar 0,374 yang berarti terdapat hubungan cukup berarti dalam terpaan pemberitaan aliran sesat di Harian Serambi Indonesia terhadap persepsi masyarakat tentang pendidikan dayah. Hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai thitung sebesar 2,791 dan ttabel sebesar 2,787. Berdasarkan kriteria hipotesis  yaitu thitung ≥ ttabel maka Ha diterima. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terpaan pemberitaan aliran sesat di Harian Serambi Indonesia memberikan pengaruh yang positif dan signifikan dengan persepsi masyarakat tentang pendidikan dayah.Kata kunci : Terpaan Pemberitaan, Aliran Sesat, Persepsi, Pendidikan Dayah ABSTRACTThis thesis is entitled "The effect of the exposure from the news about the perverted school issued by Serambi Indonesia daily newspaper on public perception toward the education system in Islamic Traditional School/Dayah”. The aim of the research is to recognize the effect of the news exposure about perverted school which carried by Serambi Indonesia on public opinion toward the education system in Islamic Traditional School/Dayah. This research was conducted at Lamteumen Timur Jaya Baru Sub-district Banda Aceh Region. The theory which was used on the research is “Cultivation Theory and S-O-R”. Both theories are used to explain how exposure to the issue of heretical influences affects society's perception of dayah education. This is a sort of quantitative research involving 50 respondents as they were selected randomly by using Incidental Technique and Sampling. The criteria of respondents selected are to have the status as head of the family and often read the news flow cult in the Serambi Indonesia daily newspaper. The data was gathered by using questionnaires techniques with “Likert scale” as a measurement. The variable X in this research is the reporting of deviant sect, while for variable Y is perception. The collected data was immediately being processed statistically through SPSS program version 20. The types of assessments are Validity Assessment, Reliability Assessment, Normality Assessment, Simple Linear Regression Assessment and Hypothesis Assessment. Moreover, the finding suggested that the regression coefficient is 0.374, which means that there is a very strong connection between the exposure of the news about perverted school issued by Serambi Indonesia and public perception toward the education system in Islamic Traditional School/Dayah. As a result, the hypothesis assessment said that tcount is 2,791 and ttabel is 2,787, in which according to the hypothesis if tcount is bigger that ttable, it means that Ha is accepted. Therefore, it is clear that the exposure from the news about the perverted school carried by Serambi Indonesia daily newspaper gives a significant positive impact on public perception toward the education system in Islamic traditional school/Dayah.Keywords: News Exposure, Perverted School, Perception, Islamic Traditional School
Strategi Komisi Independen Pemilihan Nagan Raya Dalam Pelaksanaan Pilkada 2017 (Studi Tentang Penanganan Trend Politik Perkauman Di Nagan Raya);Strategies Taken By Nagan Raya Election Commission In Regional Election In 2017 (A Study on How to Handle a Trend Towards Communal Politics in Nagan Raya) Wahyudin. Z Wahyudin. Z; Zainal Abidin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK  Kabupaten Nagan Raya merupakan salah satu kabupaten yang menggelar pilkada serentak tahun 2017. KIP Nagan Raya selaku penyelenggara pilkada, sebelum hari pelaksanaan pemungutan suara telebih dahulu menyusun tahapan-tahapan Pilkada. Sebagai penyelenggara, KIP Nagan Raya juga mempunyai kewenangan untuk memberikan pendidikan politik, sosialisasi/bimtek tahapan-tahapan kepada pemilih.Menarik dari Pilkada Nagan Raya adalah perilaku pemilih yang kental dengan ikatan emosional perkauman. Sehinga penulis tertarik untuk meneliti Strategi KIP Nagan Raya dalam penanganan tren Politik Perkauman di Nagan Raya untuk melahirkan pemilih yang rasional.Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi KIP Nagan Raya dalam menekan tren politik perkauman di Nagan Raya dan kendala yang dihadapi oleh KIP selama pelaksanaan proses tersebut.Penelitian ini bersifat kajian lapangan dan kepustakaan, di mana data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer yang meliputi hasil wawancara, observasi, sedangkan data sekunder, berupa dokumen baik dalam bentuk elektronik maupun cetak, undang-undang, skripsi, artikel dan jurnal yang memiliki hubungan dengan penelitian ini.Hasil penelitian menunjukan KIP Nagan Raya dalam penanganan tren politik perkauman tidak mempunyai strategi khusus. Peran KIP Nagan Raya selama tahapan pilkada, untuk meningkatkan partisipasi pemilih, sosialisasi tata cara memilih, mengarahkan pemilih untuk mengenal calon sebelum memilih, mengarahkan agar pemilih memastikan dirinya terdaftar sebagai pemilih.Strategi yang digunakan dengan merekrut relawan, bekerjasama denga Radio Repbilk Indonesia Meulaboh, melibat tokoh-tokoh masyarat. Pilkada yang akan diharapakan kepada KIP Nagan Raya untuk merancang program khusus untuk menekan politik perkauman, kepada masyrakat diharapkan untuk memilih berdsarkan kemampuan kandidat, dan untuk partai politik lebih aktif memberikan pendidikan politik khususnya pada masyarakat Nagan Raya.  Kata Kunci: KIP Nagan Raya, Politik Perkauman dan Pilkada Tahun 2017.                                                      ABSTRACT            Nagan Raya Regency is one of regencies that held its simultaneous regional election in 2017. The Election Commission of Nagan Raya, as the authorized organizer of this democracy event, had previously arranged stages and procedures of the election before it took place. The Election Commission was also given rights to provide political education, socialization or technical guidance on what are the the stages need to be taken during the election.            There was an out of ordinary aspect found in the election held in Nagan Raya that the event involved communal emotion. Therefore, the writer was interested in carrying out a study to investigate the strategies formulated by KIP of Nagan Raya in order to handle the trend towards communal politics and to promote rational voters.            This study was a field study and literature study. It requires primary and secondary data. The primary data were obtained by conducting interview, observation. Moreover, secondary data were collected by means of reviewing printed or digital documents, laws, script, theses, articles, as well as journals which are related to this study.            The results of this study showed that the Election Commission of Nagan Raya did not design special strategy to prevent communal politics. The role of the Election Commission during regional election in Nagan Raya was done by improving participation of the voters, directing voters to check their registration for the election, and providing background of the candidates before the election to the voters.            The efforts made by were recruiting volunteers, cooperating with Radio Republik Indonesia in Meulaboh, involving some public figures. It is suggested that KIP Nagan Raya design well-planned special strategies for the coming election in preventing communal politics, it is also expected that local communities choose candidates objectively. Finally, it is suggested that all of political parties to be more actively involved in providing political education for local people in Nagan Raya. Keywords: Election Commission of Nagan Raya, Communal Politics, Regional Election of 2017           
PENGEMBANGAN AGROWISATA KEBUN KOPI PADA MASYARAKAT KAMPUNG JAMUR UJUNG KECAMATAN WIH PESAM KABUPATEN BENER MERIAH indah purnama sari; Dr. Alamsyah TaheR, M.Si
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat Kampung Jamur Ujung terhadap pengembangan agrowisata kebun kopi dan pengaruh pengembangan agrowisata kebun kopi terhadap perubahan sosial ekonomi masyarakat Kampung Jamur Ujung. Penelitian ini menggunakan teori perubahan sosial, masyarakat senantiasa mengalami perubahan di semua tingkat kompleksitas internalnya. Dalam kajian sosiologis, perubahan dilihat sebagai sesuatu yang dinamis dan tidak linear. Dengan kata lain, perubahan tidak terjadi secara linear. Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses pergeseran atau berubahnya struktur/tatanan didalam masyarakat, meliputi pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat. Jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif.Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancaradengan informan yang memenuhi kriteria subjek penelitian,serta relevan dalam memberikan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa persepsi masyarakat terhadap pengembangan agrowisata kebun kopi sebagai objek wisata masyarakat berharap dengan kegiatan pengembangan kebun kopi sebagai objek wisata akan mampu mengubahekonomi masyarakat petani kopi. Kegiatan pengembangan kebun kopi ini merupakan langkah awal dalam melakukan terobosan dunia parawisata pertanian.Pengembangan agrowisata kebun kopi berpengauh terhadap perubahan sistem ekonomi masyarakat Kampung Jamur Ujung yakni menunjukkan terjadinya perubahan pada mata pencaharian, lapangan pekerjaan, dan perubahan pendapatan masyarakat Kampung Jamur Ujung Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah. Kata kunci:Agrowisata, Persepsi, Perubahan Sistem Ekonomi Masyaraka.            ABSTRACT               The purpose of this research is to know the perception of kampung kampung end to the development of coffee garden agrowiata and and how the influence of agrotourism development of coffee garden toward socio-economic change of kampung kampung kampung edge. This study uses the theory of social change by According, society always changes at all levels of internal complexity. In sociological studies, change is seen as dynamic and nonlinear. In other words, change does not occur linearly. Social change in general can be interpreted as a process of shifting or changing the structure / order in society, including a more innovative mindset, attitude, and social life to earn a more dignified life. This type of descriptive research using qualitative approach. Data collection was done by observation, interview with informants who meet the criteria of research subjects. as well as relevant in providing the information needed in this study. Based on the results of research can be concluded that the perception of the community towards the development of coffee garden agro tourism as a tourist attraction hopes that the activities of coffee garden development activities sebgai tourist attraction will be able to change the life of coffee farmers from a lag of poverty. This coffee garden development activity is the first step in making a breakthrough world agricultural tourism. The development of agro-tourism of the coffee garden is remarkable to the change of economic system of Kampung Jamur Ujung society which shows the change of livelihood, job field, and income change of Kampung Jamur Ujung Village, Wih Pesam Subdistrict, Bener Meriah Regency. Keywords: Agro Tourism, Perception, Changes in Economic System of Society.  
hak politik perempuan di dpr aceh dan perannya dalam alat kelengkaan dewan satria muchayar; Effendi Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3374.216 KB)

Abstract

AbstrakPemilihan perempuan di Aceh dilatarbelakangi kuatnya budaya patriarki dalam masyarakat Provinsi Aceh itu sendiri, termasuk dalam institusi politik tradisional. Keberanian perempuan di Aceh untuk keluar dari urusan personalnya, terlebih menjadi anggota parlemen merupakan lompatan yang perlu dikaji. Namun harus diakui bahwa pada umumnya rekrutmen perempuan di partai politik belum setara dengan aktivitas laki-laki, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterwakilan perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dalam Alat Kelengkapan Dewan serta tantangan yang dihadapi oleh anggota dewan perempuan dalam perannya terhadap Alat Kelengkapan Dewan. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, Pengumpulan data diperoleh dengan dua cara yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari lapangan melalui wawancara langsung dengan informan sedangkan data sekunder di peroleh dari penelitian kepustakaanya itu dengan membaca buku teks, jurnal, dan bahan-bahan bacaan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan Aceh dalam politik dan pemerintah bukanlah suatu hal yang baru, melainkan jauh sebelum peraturan-peraturan tentang keikutsertaan perempuan dalam dunia perpolitikan diciptakan, perempuan Aceh sudah memperoleh kedudukan yang setara dengan laki-laki dalam segala urusan. Selain dalam bidang pemerintahan, perempuan Aceh juga diikutsertakan dalam lembaga lainnya. Disamping itu, keterlibatan perempuan dalam politik serta kehebatan perempuan Aceh dalam menjalankan misi politik juga tercermin melalui peran perempuan dalam politik masa kini. Kerangka politik demokrasi di Indonesia telah berubah dan upaya pembaharuan system keterwakilan tengah berlangsung. Sebagai lembaga Dewan Perwakilan Rakyat, diharuskan menyesuaikan diri dengan berbagai prasyarat baru dalam tata demokrasi.Upaya untuk memperkuat partisipasi politik perempuan di Indonesia, khususnya di Aceh harus ditempatkan di dalam konteks transisi yang tengah dialami bangsa Indonesia menuju kesistem politik yang lebih demokratis. Dapat ditarik kesimpulan dalam penelitian ini adalah perempuan  mempunyai hak politik di DPRA setara dengan apa yang diperoleh oleh anggota lainnya. Tidak ada perbedaan khusus dalam mengambil kebijakan dalam AKD tersebut melainkan bagaimana menyikapi setiap persoalan di parlemen Aceh sehingga perempuan tidak dikatakan kaum subordinat.Kata Kunci: Hak, Politik, Perempuan, DPRA, Aceh, AKD.Women's Political Right In The Aceh H0use Of Representatives And Its Role In The Board of Complete EquipmentAbstract The woman election in Aceh is motivated by the strong patriarchal culture within Acehnese society itself, including in traditional political institutions. The courage of women in Aceh to get out of domestic affairs, especially being a member of parliament is a leap that needs to be studied.It should be admitted, that women's recruitment in political parties is generally not equal to men's activities, both in terms of quantity and quality. However, the purpose of this research was to find out the representation of women in the Aceh People's Representative Council in the Alat Kelengkapan Dewan as well as the challenges faced by women council members in their role towards the Alat Kelengkapan Dewan. This research uses qualitative method with descriptive approach,the collecting data obtained by two ways, primary data and secondary data. The primary data is a data obtained from the field through direct interviews with informants while the secondary data obtained from literature research by reading textbooks, journals, and other reading materials related to this research. The results of this research show that the involvement of Acehnese women in politics and government is not a new thing, but long before the rules on women's participation in politics were created, Acehnese women have earned equal status with men in all matters. In addition to the governance, Acehnese women are also included in other institutions. In addition, the women's involvement in politics and the greatness of Acehnese women in carrying out their political missions is also reflected through the role of women in contemporary politics. The political framework of democracy in Indonesia has changed and reform efforts in the system of representation are under way. As an institution, House of Representatives is necessary to adapt to the new prerequisites in the democracy. The efforts to strengthen women's political participation in Indonesia, particularly in Aceh should be placed within the context of the transition that the Indonesian nation is undergoing to a more democratic political system. The conclusion in this research is woman has an equivalent political rights in Aceh House of Representatives to what obtained by other member as well. There is no specific difference in taking the policy in the Alat Kelengkapan Dewan but how to behave toward each issue in the Aceh parliament so women are not said to be subordinates.Key Words: Women's, Political, Rights, Aceh, House of Representatives, AKD.    

Page 8 of 102 | Total Record : 1018