cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
Peran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dalam memberdayakan UKM di Kota Banda Aceh ARDANIAH ARDANIAH; ALAMSYAH TAHER
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.46 KB)

Abstract

ABSTRAK                                                Secara umum kendala yang ada pada UKM dapat dikelompokkan ke dalam dua perspektif. Pertama, perspektif secara internal, dimana faktor kondisi yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri yang menjadi keterbatasan untuk berkembangnya perusahaan, seperti, masih rendahnya pengunaan teknologi, sumber daya manusia yang rendah, pengetahuan tentang pasar yang kurang, serta manajemen keuangan dan pasar yang kurang ahli. Kedua adalah perspektif eksternal, yang merupakan faktor yang berkaitan dengan iklim usaha dari usaha kecil dan menengah, seperti: pasar bebas, industri besar domestik, industri besar internasional, kebijakan pemerintah, serta perilaku konsumen. Peran pemerintah sangat diharuskan untuk mengatasi keadaan ini, agar UKM dapat tetap bertahan dan keluar dari kendala-kendala tersebut. Tujuan dari penelitian ini ialah ingin mengetahui bagaimana Peran Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Terhadap Pemberdayaan Usaha kecil menengah (UKM) di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan teori Pemberdayaan yang dikemukakan oleh Jim Ife sebagai alat untuk menganalisis pihak Disperindag dalam memberdayakan Usaha Kecil Menengah di Kota Banda Aceh. Penelitian ini akan dilakukan di Kota Banda Aceh, karena wilayah ini merupakan salah satu wilayah yang strategis sebagai pusat pemerintahan di Provinsi Aceh dan lokasi yang dapat dijangkau oleh peneliti. Metode penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini ialah metode kualitatif-deskriptif, dimana penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hal-hal yang akan akan diteliti. Subjek yang digunakan sebagai sumber data dalam penelitian ini adalah Lembaga Dinas Perindustrian dan Perdagangan di Kota Banda Aceh. Peran Disperindag dalam memberdayakan UKM di Kota Banda Aceh adalah dengan mengadakan penyuluhan, bantuan, pengadaan peralatan, produktivitas, responsivitas dan akuntabilitas. Adapun kendala yang di hadapi Disperindag tidak begitu besar dalam memberdayakan UKM, upaya dilakukan oleh Disperindag diklaim sukses dalam memberdayakan UKM di Kota Banda Aceh dan kegagalan yang ada hanya dalam skala kecil. Kata kunci: Dinas Perindustrian Dan Perdagangan, Pemberdayaan, Usaha Kecil Menengah (UKM)  ’’Role Of Industry And Trade Office To Empower SME In Banda Aceh City’’ABSTRACT In general, the constraints that exist in Small Medium Enterprises (SME) can be grouped into two perspectives. First, the perspective internally, where the condition factor owned by the company it self is a limitation for the development of the company, such as, the low use of technology, low human resources, knowledge of the market is lacking, and financial management and market less expert. Second is an external perspective, which is a factor related to the business climate of small and medium enterprises, such as: free market, large domestic industry, large international industry, government policy, and consumer behavior. The role of the government is very necessary to overcome this situation, so that SME can survive and get out of these constraints. The purpose of this research is to know how the Role of Industry and Trade Against the Empowerment of SME in Banda Aceh City. This research uses empowerment theory proposed by Jim Ife as a tool to analyze the Department of Industry and Trade (Disperindag) in empowering Small and Medium Enterprises in Banda Aceh City. This research will be conducted in Kota Banda Aceh, because this area is one of the strategic areas as the center of government in Aceh Province and the location that can be reached by researchers. Research method that will be used in this research is qualitative-descriptive method, where this research aims to describe things that will be studied. The subject used as a source of data in this study is the Institute of Industry and Trade in Banda Aceh City. The role of Disperindag in empowering SME in Banda Aceh City is by conducting counseling, assistance, equipment procurement, productivity, responsiveness and accountability. The constraints faced by Disperindag are not so great in empowering SME, efforts made by Disperindag claimed success in empowering SME in Banda Aceh City and the failure that existed only in small scale. Keywords: Department of Industry Trade, Empowerment, Small Medium Enterprises (SME)   Keywords: Department of Industry Trade, Empowerment, Small Medium Enterprises (SME) 
POLA PENGASUHAN ANAK PADA KELUARGA MILITER ( Suatu Penelitian di Asmil Kompi Panser 11.1 Lhoknga, Yonkav 11/Serbu Aceh Besar) Emilianur Emilianur; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.305 KB)

Abstract

Pola pengasuhan adalah suatu cara, kebiasaan dan perilaku yang standar dalam proses pengasuhan terhadap anak dalam suatu lingkungan keluarga, Pola asuh orang tua merupakan interaksi antara anak dan orang tua selama mengadakan kegiatan pengasuhan. Pengasuhan ini berarti orang tua mendidik, membimbing, dan mendisiplinkan serta melindungi anak untuk mencapai kedewasaan sesuai dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat. Maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pengasuhan anak yang di terapkan pada keluarga militer. Teori yang di gunakan adalah teori Tindakan sosial Max Weber. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Dengan melakukan wawancara dan observasi sebagai teknnik pengumpulan  data. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola asuh yang  digunakanya itu pola asuh oteriter dan pola asuh demokratis. Pola asuh otoriter di  keluarga militer ini juga menerapkan pola asuh demokratis yaitu orang tua selalu berembuk dan berdiskusi mengenai tindakan-tindakan yang harus diambil,  merasa perlu menjelaskan kepada anak apa guna dan alasan dibalik setiap aturan serta tidak mengekang keinginan anak.  Perpaduan pola asuh otoriter dan demokratis yaitu, tidak semua keluarga TNI menerapkan system kemiliteran atau keras dalam artian harus mengikuti setiap aturan-aturan yang diterapkan, ada juga yang berkomunikasi seperti seorang ayah pada umumnya. Akan tetapi di kesempatan tertentu pola asuh otoriter muncul pula dalam pengasuhan anak di lingkungan keluarga militer. Orang tua menekankan batasan-batasan pada anak akan tindakan yang harus di penuhi. Ketika anak melakukan kesalahan maka orang tua akan menegur.Parenting In Militar Family (Rasearch in Asmil Kompi Panser 11.1 Lhoknga, Yonkav 11/Serbu Aceh Besar)ABSTRACTThe pattern of parenting is a standard way, habit and behavior in the parenting process in a family environment. Parenting patterns of parenting is an interaction between children and parents during holding parenting activities. This parenting means that parents educate, guide and discipline and protect children to achieve maturity in accordance whit the norms that exist in the community. So this study aims to describe the pattern of child care applied to military families. The theory used is Max Weber’s social action theory. This research method using qualitative approach by using descriptive method of analysis, by doing the way and observation as data collection techniques. The results showed that the pattern of care that is used is authoritarian and democratic parenting. This authoritarian parenting in the military family also implements a democratic parenting style that parents always counsel and discuss about the actions to be taken. It needs to explain to the child what is the use and reason behind every rule and not to curb the wishes of the child. The combination of authoritarian and democratic parenting is not all military families implementing the military system or must follow the rules applied, some are communicating as a father in general. On the occasion, however, authoritarian parenting appears in child care within the military family. Parents emphasize restrictions on the child’s actions to be fulfilled. When children make mistake then parents will rebuke. Keywords : Parenting, Child, Military Family
Respon Pembaca Berita Media Online Terhadap Pemberitaan Hoax Pada Masyarakat Kecamatan Darussalam Aceh Besar Zulfahmi Zulfahmi; Dr. Mahyuzar, Drs, M.Si
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.599 KB)

Abstract

Abstrak Bahasa Indonesia:Penelitian ini berjudul “Respon Pembaca Berita Media Online Terhadap Pemberitaan Hoax Pada Masyarakat Kecamatan Darussalam Aceh Besar”. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui respon masyarakat pembaca berita media online terhadap pemberitaan hoax. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Uses and Gratifications karena teori tersebut dapat membantu dalam memahami apakah masyarakat sudah memahami tentang bahayanya berita hoax. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam subjek penelitian ini, terdapat 12 informan dari 6 desa yakni, Limpok, Tanjung Selamat, Barabung, Tungkop, Lamduroy dan Lam Ujong. Sedangkan objek pada penelitian ini adalah pemberitaan hoax di media online. Metode pengambilan data yang digunakan ialah observasi, wawancara serta dokumentasi yang dikumpulkan termasuk juga catatan kecil yang dibuat selama penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memilih media online untuk penggunaan dan kepuasan media yang mereka pilih daripada media cetak dikarenakan media online lebih efisien daripada media cetak.  Semua masyarakat sudah lebih memahami tentang berita hoax. Masyarakat juga sudah mampu mengkritisi berita yang diterima dari media WhatsApp dan secara umum masyarakat telah memiliki sense of check and the balance informasi yang beredar di media online. Dalam merespon berita hoax tersebut, rata-rata masyarakat melakukan klarifikasi terlebih dahulu, hanya saja masih ada masyarakat yang acuh tak acuh dalam mengklarifikasi sehingga dibutuhkan pengetahuan yang lebih tentang berita hoax agar generasi muda menjadi generasi yang berguna dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa sehingga tidak menimbulkan bibit-bibit penyebar berita hoax selanjutnya di masa mendatang. Dan diberlakukannya peraturan UU hukum pidana di Aceh bagi siapa saja yang diketahui menciptakan dan menyebarkan berita hoax agar menimbulkan efek jera kepada si pelaku. Kata Kunci : Pemberitaan Hoax, WhatsApp, Respon Pembaca.Judul Bahasa Inggris:The Response Of Online Media News Readers Towards Hoax News Among The Residents Of Darussalam Aceh Besar Abstrak Bahasa Inggris:This research entitled "The Response Of Online Media News Readers Towards Hoax News Among The Residents Of Darussalam Aceh Besar".  This study aims to determine the response of the public online media news readers to the news hoax. The theory used in this study is Uses and Gratifications Theory because the theory can help in understanding whether people already understand about the danger of hoax news. The approach in this research using qualitative approach. In this research subject, there are 12 informants from 6 villages namely, Limpok, Tanjung Selamat, Barabung, Tungkop, Lamduroy and Lam Ujong. While the object in this study is the preaching of hoax in online media. Methods of data collection used are observation, interviews and documentation collected including small notes made during the study took place. The results show that people choose online media for their use and media satisfaction rather than print media because online media is more efficient than print media. All the people are more understanding about the hoax news. The public has also been able to criticize the news received from the media WhatsApp and in general the community already has a sense of check and the balance of information circulating in online media. In response to the news hoax, the average community to clarify first, it's just that there are still people who are indifferent in clarifying so that more knowledge about hoax is needed for the young generation to be useful and useful for the nation and the nation so as not to cause the seeds of future hoax news spreaders in the future. And the enactment of the law on criminal law in Aceh for anyone who is known to create and disseminate hoax news in order to cause deterrent effect to the perpetrator. Keywords: Hoax Reporting, WhatsApp, Reader Response.
Hubungan Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik Tenaga Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien dalam Mendapatkan Pelayanan Kesehatan di RSUD Kota Sabang Younara Atika Suhendra Putri; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.015 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini berjudul “Hubungan Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik Tenaga Kesehatan dengan Kepuasan Pasien dalam Mendapatkan Pelayanan Kesehatan di RSUD Kota Sabang”. Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan pengaruh komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap kepuasan pasien di RSUD Kota Sabang. penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional. Dari populasi 2802 pasien tahun 2016, peneliti mengambil rumus Taro Yamane sehingga sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Penelitian ini menggunakan teori Jendela Johari. Teknik analisis data menggunakan rumus regresi linier sederhana. Kesimpulan penelitian ini yaitu, dari hasil thitung sebesar 7,843 dan nilai signifikansi 0,000. Nilai thitung 7,843 lebih besar dari ttabel 1,664 (df=100-2=98; α=0,05) dan nilai signifikansi uji t 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, yaitu ada pengaruh komunikasi terapeutik tenaga kesehatan terhadap kepuasan pasien. Sedangkan uji R2 (R Square) yang diperoleh sebesar 0,621 bahwa kepuasan pasien diperoleh sebesar 62,1%, sedangkan 37,9% dipengaruhi variabel lain.Abstract This research entitled “The relationship of communication implementation Therapeutic between health workers with patient satisfaction in getting health services in general hospital Sabang”. The objective of the study is to explain the effect of therapeutic communication done by health workers toward patient satisfaction in general hospital Sabang. This study uses correlational approach. Of the 2802 population of patients in 2016, the researcher took Taro Yamane formula so that the sample in this study were 100 respondents. The theory of Johari Windows was applied in this research. The analysis uses simple linier regression formula. The conclusion of this study is that the result of 7,843 t and signification value 0,000. Values greater than 7,843 t 1,664 t table (df=100-2=98; α=0,05) and 0,000 T test significance value less than 0,05, then Ho is rejected and HI is accepted, there is an effect of therapeutic communication by health workers toward patient satisfaction. While the result of the test R2 (R Square) obtained at 0,621 that patient satisfaction influnced by therapeutic communication is 62,1% while 37,9% is influnced by other variable. 
Strategi Komunikasi Interpersonal Dokter Spesialis Gigi Anak Terhadap PAsien Anak Di RSGM Unsyiah Maulina Mutia; Ade Irma B.H.Sc.,MA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.992 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Strategi Komunikasi Interpersonal Dokter Spesialis Gigi Anak Terhadap Pasien Anak di RSGM Unsyiah”. Ketakutan anak terhadap dokter khusunya dokter gigi atau segala hal yang berhubungan dengan medis adalah hal yang sering kita jumpai. Untuk itu dokter spesialis gigi anak dituntut untuk mampu membangun hubungan yang bersahabat dengan pasien melalui komunikasi interpersonal agar dapat memberikan perawatan yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami tentang strategi komunikasi interpersonal yang dilakukan dokter spesialis gigi anak terhadap pasien anak di RSGM Unsyiah. Disini peneliti mengunakan teori Kompetensi Komunikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan tekhnik wawancara semi terstruktur, observasi partisipan, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian strategi komunikasi yang digunakan oleh dokter spesialis gigi anak terhadap pasien anak yang pertama mengenali pasien berdasarkan tingkatan usia dan tingkah laku, menggunakan metode penyampain pesan informasi, persuasif dan instruksi yang disesuaikan dengan usia dan tingkah laku, dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan pasien anak agar dapat merubah sikap.Kata kunci : Strategi Komunikasi, Komunikasi Interpersonal, Dokter Spesialis Gigi Anak The communications strategy interpersonal specialized doctors children teeth towards patients children in rsgm unsyiahThis research is titled “Interpersonal Communication Strategy of Pediatric Dentists towards Pediatric Patients in Unsyiah RSGM”. The fear of pediatric patients towards the dentist or any medical related things is often found. Therefore a dentist is required to be capable in making a friendly approach with the patients through interpersonal communication thus the treatment can be effective and efficient. This research aims to evaluate and comprehend the interpersonal communication strategy of pediatric dentists towards pediatric patients in Unsyiah RSGM. Communication Competence theory is used in this research. The method used in this research is qualitative approach with descriptive analysis. Data collecting was conducted with semi-structured interview technique, participant observation, and documentation. Based on the research result of communication strategy which was used by pediatric dentists towards pediatric patient, the first is identifying patients’ level of age and behavior, by using information message delivery method, persuasive and instruction that fits the age and behavior, and making closer relationshsip with the pediatric patients to change the behavior. Keywords: Communication Strategy, Interpersonal Communication, Pediatric Dentist
Status dan Fungsi Komite Nasional Pemuda Indonesia Analisis Sosiologi (Studi Penenlitian pada DPD KNPI Aceh) Vonna De Fitri; Bukhari Bukhari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Abstrak. Bahwasanya untuk melanjutkan dan melaksanakan cita–cita bangsa serta mempersiapkan tunas–tunas bangsa dengan panggilan sejarah dan mewujudkan tanggung jawabnya, maka organisasi kemasyarakatan pemuda dan seluruh potensi pemuda Indonesia berhimpun dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia, dengan semangat kebersamaan untuk menumbuhkan, menggerakkan serta menyalurkan dinamika, militansi dan idealisme pemuda Indonesia demi tercapainya masa depan yang lebih baik. Berdasarkan status dan fungsinya, status KNPI adalah wadah berhimpun Organisasi Kemasyarakatan Pemuda.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status dan fungsi Komite nasional Pemuda Indonesia berdasarkan analisa Sosiologi pada KNPI Aceh. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu konsep structural fungsional Robert K. Merton fungsi laten dan fungsi manifest sebuah organisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Proses pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini telah ditetapkan sekitar 10 (sepuluh) orang yang terdiri dari pengurus KNPI Aceh, Pemuda/Mahasiswa Banda Aceh dan yang merupakan informan kunci dalam penelitian ini adalah OKP.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Status Komite Nasional Pemuda Indonesia adalah wadah berhimpun Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP). Sebagai status tersebut Komite Nasional Pemuda Indonesia belum sesuai dengan harapan pemuda, karena banyak masih Organisasi Kemasyarakatan Pemuda yang belum hidup, masih belum jalan, seharusnya dengan anggaran yang ada yang sudah di plot oleh pemerintah untuk pemuda melalui KNPI bisa menghidupkan semua Organisasi Kemasyarakatan Pemuda, bukan hanya KNPI yang bisa hidup, namun lembaga-lembaga kepemudaan lainnya juga hidup. KNPI Aceh belum berfungsi sebagaimana mestinya atau bisa dikatakan disfungsi terhadap OKP. Namun untuk pemuda secara umum  Komite Nasional Pemuda Indonesia sudah menjalankan berbagai program terkait itu.  ABSTRACT. In the point of fact to continue and implement the future goals of the nation and prepare for shoot buds with hail of the history and realizing the commitment, so then youth society organization and the whole potential of Indonesian youth gathered in the Indonesian youth national committee, with the spirit of unity to grow up, to motivate and distribute the dynamics, militancy and idealism of Indonesian youth for the sake of better future. Based on status and function, KNPI is the gathering place of youth society organization.The purpose of this research is to aims the status and function of Indonesian youth national committee based on sociology analysis over KNPI of Aceh. The using theory in this research is functional structural concept that stated by Robert K. Merton, the latent function and manifest function from the organization.The using method in this research is qualitative descriptive method. The process of collecting data through the observation, interview and documentation. An informant in this research was set about 10(ten) person who consist from the organizer of KNPI of Aceh and the youth students from Banda Aceh and the key informant in this research is OKP.The conclusion that based on the result the research, status of Indonesian youth national committee is the gathering place of youth society organization(OKP). As such status of Indonesian youth national committee was not as expected, because there were many of youth society organization are not exist, still not running.  The existing budgets that have been already plotted by the government  to the youth through KNPI was should be activate all of the youth society organization, not only KNPI, but it could be activate the other youth society organizations. KNPI of Aceh is not yet function as it should be or dysfunction against OKP. However, Indonesian youth national committee have been implement the various programs about those problem.
Kebijakan Pemerintah Aceh Dalam Penataan Perlindungan Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatrensus) Di Aceh Elsa Shafira Sharief; Syamsul Bahri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.459 KB)

Abstract

ABSTRAKMaraknya kasus perburuan secara liar serta pembunuhan yang dilakukan oleh masyarakat maupun pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab terhadap satwa lindung khususnya Gajah Sumatera membuat populasi mamalia besar tersebut semakin lama semakin berkurang, bahkan menyusutnya populasi Gajah Sumatera lebih cepat jika dibandingkan dengan laju hilangnya hutan. Oleh karena itu, LSM yang membidangi masalah lingkungan hidup berinisiatif untuk menyarankan kepada Pemerintah Aceh agar segera mengeluarkan peraturan mengenai perlindungan satwa lindung.         Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan proses lobi politik yang dilakukan oleh WWF Aceh dengan Pemerintah Aceh serta melihat kendala dilapangan yang menjadikan peraturan mengenai satwa lindung hingga hari ini masih belum dijadikan sebagai sebuah produk hukum.         Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa penelitian lapangan dan penelitian sekunder. Penelitian dilapangan guna untuk memperoleh data primer dengan melakukan wawancara, sedangkan untuk mendapatkan data sekunder dilakukan penelitian kepustakaan berdasarkan buku-buku serta jurnal-jurnal yang terkait         Hasil penelitian menunjukkan jika WWF Aceh belum berhasil dalam menginisiasikan Rancangan Qanun perlindungan satwa lindung terhadap Pemerintah Aceh Tidak hanya itu, Pemerintah Aceh juga kurang menaruh perhatian secara khusus dalam menanggapi isu-isu lingkungan terutama isu mengenai satwa lindung yang saat ini sudah sangat urgent karena populasi mereka menurun secara drastis. Adapun yang menjadi kendala hingga hari ini tidak dikeluarkannya peraturan mengenai satwa lindung adalah kurangnya pengetahuan terhadap satwa lindung serta adanya kepentingan politik di kalangan Pemerintah Aceh maupun pihak LSM itu sendiri.         Disarankan kepada WWF Aceh maupun Pemerintah Aceh untuk sama-sama berkontribusi dalam melindungi satwa lindung serta melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran dikalangan masyarakat luas tentang pentingnya menjaga satwa lindung . Aceh Government's Policy on Artificial sumatra Elephant Protection (Elephas Maximus Sumatrensus) in Aceh Kata Kunci : Gajah Sumatera, Perburuan Liar, Satwa Lindung, Kebijakan. Aceh Government’s Policy On Artificial Sumatera Elephants Protection (Elephas Maximus SUmatrensus) In AcehABSTRACTThe rampant cases of illegal hunting and murder committed by the community as well as those who are not responsible to protected animals, especially Sumatran Elepahants make the population of large mammals is increasingly decreasing, even the shrinking population of Sumatran Elephants faster than the rate of forest loss. Therefore, Non Government Organization dealing with environmental issues have initiative to suggest the Government of Aceh to immediately issues the regulations on protections of protected animals.         This study aims to describe the political lobbying process undertaken by WWF Aceh with the Government of Aceh and see the obstacles in the field that make the regulations on protected animals to this day is still not used as a legal product.         The method used in this study is descriptive-qualitative method by using data collection techniques in the form of field research and secondary research. Research field in order to obtain primary data by conducting interviews, while to obtain secondary data conducted literature research based on books and related journals.         The results of the study are indicate that WWF Aceh has not ben successful in initiating the draft of protecting the wildlife against the Governmant of Aceh. Not only that, the Government of Aceh also paid little attention in particular responding to environmental issues, especially the issue of protected animals that are now very urgent because their population is declining drastically. As for the obstacles until today, the issuance of regulations on protected animals is a lack of knowledge on protected animals and the existence of political interest among the Government of Aceh and the non-governmental organizations themeselves.         Recommended to WWF Aceh and the Government of Aceh to equally contribute in protecting the protected animals and to socialize to increase awareness among the public on the importance of maintaining the protected animals.  Keywords: Sumatran elephants, illegal hunting, protected animals, policy.
Komunikasi Antarpribadi Murid Tunarungu-Wicara dalam Proses Penyesuaian Diri terhadap Lingkungan Sosial Shahira Ulfa; Ade Irma
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.7 KB)

Abstract

ABSTRAK - Penelitian ini berjudul Komunikasi Antarpribadi Murid Tuna Rungu Wicara dalam Proses Peyesuaian Diri terhadap Lingkungan Sosial di YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) I Kota Banda Aceh, tujuan penelitian ntuk menjelaskan komunikasi antarpribadi murid tuna rungu-wicara di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) I Kota Banda Aceh dalam penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial di usia remaja, untuk mengetahui upaya yang dilakukan murid tuna rungu-wicara di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) di Kota Banda Aceh dalam mengatasi hambatan komunikasi antarpribadi dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial di usia remaja. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori interaksi simbolik. Pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Sebanyak lima orang informan dipilih dengan kriteria merupakan murid di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Banda Aceh, informan dipilih berdasarkan usia remaja 16-21 tahun., informan merupakan siswa yang mendapatkan persetujuan dari para guru di YPAC karena ketika melakukan penelitian nantinya akan didampingi oleh guru yang bersangkutan. Pengumpulan data yang digunakan dengan wawancara mendalam dan observasi. Dari penelitian ini diperoleh hasil omunikasi antarpribadi murid tuna rungu dan tuna wicara dalam berinteraksi menggunakan bahasa isyarat abjad jari, gerak tubuh dan tulisan. Upaya yang dilakukan dengan berbaur dan bergaul seperti anak normal lainnya, memahami keadaan di lingkungan sosial, mencari orang-orang yang mau berkomunikasi dan menerima kekurangan yang dimiliki dari penyandang tuna rungu-wicara.Interpersonal Communication of Deaf and Mute Students in Self-Adjustment Process on  Youth Social Environment ABSTRACT - This research entitled Interpersonal Communication of Deaf and Mute Students in Self-Adjustment Process on Youth Social Environment at YPAC (Disabled Children's Education Foundation) I Kota Banda Aceh. The purposes of this research were to explain interpersonal communication of deaf and mute students at YPAC (Disabled Children's Education Foundation) I Banda Aceh City in adjusting to the social environment in adolescence and to find out the efforts of the students in overcoming the barriers of interpersonal communication in the adjustment. The theory used in this research was symbolic interaction theory. The approach used was qualitative approach with descriptive type.The technique of informant selection was purposive sampling. Five informants were selected with criteria: are students at YPAC Foundation Banda Aceh, are 16-21 years old of age, and are the students who get approval from the teachers at YPAC since in conducting research they will be accompanied by the teacher concerned. Data collection techniques used was deep interview and observation. The result of the research showed interpersonal communication of deaf and mute students in interacting by using fingers alphabet sign language, gestures and writing. Efforts conducted were by mixing and mingling like other normal children, understanding the circumstances in the social environment, looking for people who want to communicate and accept the shortcomings of the other deaf and mute.
KEKALAHAN CALON KEPALA DAERAH PERSEORANGAN ADAM. SE DAN ISKANDAR PADA PILKADA SERENTAK TAHUN 2017 DI KABUPATEN GAY LUES muhtar aw; UBAIDULLAH MA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.991 KB)

Abstract

KEKALAHAN CALON KEPALA DAERAH PERSEORANGANADAM, SE DAN ISKANDAR PADA PILKADA SERENTAK TAHUN 2017 DI KABUPATEN GAYO LUESMuhtar AW(muhtaraw77@yahoo.com,maklaha@yahoo.com)Program Studi Ilmu Politik, FISIP, Universitas Syiah KualaABSTRAK            Negara Indonesia adalah Negara hukum, sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.Salah satu ciri negara hukum yaitu adanya sistem demokrasi yang berkedaulatan rakyat. kedaulatan rakyat diwujudkan dalam kehendak umum yaitu kehendak bersama semua individu sebagai satu bangsa yang mengarah pada kepentingan bersama atau kepentingan umum, sehingga undang-undang harus mencerminkan kepentingan umum, Salah satu ciri negara hukum yang demokratis adalah penyelenggaraan Pemilihan kepala daerah merupakan pemilihan langsung kepala daerah oleh masyarakat sebagai perwujudan demokrasi.Tujun penelitian ini Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi oleh calon kepala daerah perseorangan di Kabupaten Gayo Lues pada tahun 2017 dan mengetahui apa saja penyebab kekalahan calon kepala daerah perseorangan Adam, SE dan Iskandar pada pilkada serentak tahun 2017 di Kabupaten Gayo Lues. Proses penggalian data dilakukan untuk memperoleh data yang akurat menggunakan taknik pengumpulan data yaitu penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Penelitian lapangan dilakukan untuk memperoleh data primer yang dilakukan dengan wawancara dan observasi partisipan.Sedangkan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder berdasarkan buku-buku dan bacaan terkait. Hasil penelitian ini menunjukan dua hal, pertama hambatan-hambatan yang dihadapi oleh calon kepala daerah perseorangan di Kabupaten Gayo Lues pada tahun 2017 diantaranya ialah tim pemenangan yang tidak terkordinasi dengan baik. Kedua penyebab kekalahan calon kepala daerah perseorangan Adam, SE dan Iskandar figur pasangan calon dan program yang tidak sesuai dengan keadaan masyarakat. Kepercayaan harus ditingkatkan kedepannya kepada tim pemenangan yang telah dibangun sehingga kordinasi antara tim dengan masyarakat tidak terkendala karena didalam sebuah tim harus mengutamakan kerjasama dan kepercayaanKata kunci :Pilkada, Calon Perseorangan, KekalahanTHE DEFEAT OF INDEPENDENT HEAD CANDIDATE ADAM, SE AND ISKANDAR IN THE SIMULTANEOUS ELECTION ON 2017 IN GAYO LUES DISTRICTABSTRACT            Republic of Indonesia is a State of law, as contained in Article 1 clause (3) in the Constitution of the Republic of Indonesia 1945. One of the characteristics of a state of law is the existence of a democratic system of people's sovereignty. The sovereignty of the people is manifested in the general will that is the common will of all individuals as a nation that leads to common behalf or public interests, therefore, the law should reflect the public interest. One of the characteristics of a democratic constitutional state is the implementation of the election of the regional head (Pilkada). Pilkada is the direct election of the regional head by the society as a manifestation of democracy. The study purposed to find out the obstacles faced by independent head candidate in Gayo Lues District on 2017 and to determine what causes the defeat of independent head candidate Adam, SE and Iskandaron 2017 simultaneous elections in Gayo Lues District. The data collection techniques used was field research and library research. Field research was conducted to obtain primary data carried out by interview and participant observation. While library research was to obtain secondary data based on books and related reading.  The results of this study indicated two things. First, the obstacles faced by independent head candidate in Gayo Lues District on 2017 that was uncoordinated winning team. Second, the defeat cause of the independent head candidate Adam, SE and Iskandar that was figure of candidate pair and programs which was not appropriate with the society circumstance. In the future, for the winning team that has been built should increase the credibility so that the coordination between the team and the community will not constrained because a team must prioritize the cooperation and credibility. Keywords: Pilkada, Independent Candidate, Defeat
TARIK ULUR KEPENTINGAN DALAM PROSES PENETAPAN ALAT KELENGKAPAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT KABUPATEN ACEH BARAT DAYA MASA JABATAN 2014-2019 Muhammad Qadafi; Radhi Darmansyah; . Adwani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 1, No 4 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.587 KB)

Abstract

  ABSTRAK Untuk menjalankan fungsi dan tugasnya, DPRK memiliki beberapa unit-unit kerja yang biasa disebut alat-alat kelengkapan. Dasar aturan penetapan alat-alat kelengkapan DPRK merujuk pada Undang-Undang No 27 tahun 2009 tentang MD3, UUPA, Peraturan Pemerintah No 16 tahun 2010 tentang pedoman penyusunan tata tertib. Alat kelengkapan DPRK terdiri dari ketua dan wakil ketua I dan II, komisi-komisi, badan-badan serta pansus yang sifatnya situasional. Tidak bisa pungkiri sangat rentan terjadi polemik dan tarik ulur kepentingan dalam proses penetapan alat kelengkapan DPRK yang pada akhirnya menghambat proses penetapan alat kelengkapan DPRK itu sendiri.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana proses penetapan alat kelengkapan DPRK berjalan, sudah seharusnya penetapan alat kelengkapan DPRK mengacu pada aturan-aturan yang berlaku agar tidak menimbulkan polemik yang dapat menghambat proses penetapan alat kelengkapan DPRK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan.Studi lapangan untuk memperoleh data primer yang dilakukan dengan cara wawancara. Sedangkan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder berdasarkan buku-buku dan bacaan terkait.Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa tarik ulur kepentingan dalam proses penetapan alat kelengkapan DPRK Aceh Barat Daya terjadi karena perbedaan pandangan dalam menelaah aturan-aturan yang ada dengan mempertahankan kepentingan masing-masing. Sehingga hal ini berdampak pada terlambatnya penetapan alat kelengkapan itu sendiri hingga membuat kinerja DPRK menjadi terhambat. Namun demikian alat kelengkapan DPRK Aceh Barat Daya akhirnya berhasil dibentuk. Hal ini disebabkan karena tidak dipermasalahkannya lagi rangkaian proses penetapan alat kelengkapan DPRK Aceh Barat Daya oleh Fraksi Abdya Bermartabat dan Fraksi Nasional Bersatumeskipun tidak sesuai dengan harapan dari masing-masing fraksi tersebut. Diharapkan kepada DPRK Aceh Barat Daya agar kedepan dalam mengambil keputusan harus sesuai dan mengacu pada aturan-aturan yang berlaku sehingga kedepan keputusan tersebut mendapatkan legalitas dan sah dilaksanakan di mata hukum. Kata Kunci : DPRK, alat kelengkapan dewan, Aceh Barat Daya  ABSTRACT To carry out the functions and duties, regional legislative council (DPRK) have several work units or also referred as tools of completeness. The fundamental rule of determining the tools of completeness refers to constitution No 17 in 2014, UUPA, Government Regulation No 16 in 2010 about order of compiling. DPRK’s tools of completeness consist of chairman, deputy chairman I and II, commissions, agencies and special committee of its situational. It cannot be denied that there is a very vulnerable polemics and the tug of interests in the process of determining the tools completeness of DPRK which in turn inhibits the process itself.The purpose of this research is to explain how the determination process of the tool completeness of legislative council that refers to the current rules in order to avoid the polemics which can impede the process itself.The methodology applied in this research is qualitative descriptive. The use technique of data collection are field research and library research. Field research is to attain the primary data which is conducted by means of interview. Meanwhile library research is to gather the secondary data based on the books and articles. The result of this research explains that the tug of determination process of tool completeness of southwest Aceh legislative councilwas happened for the reason that there is distinctive point of views in reviewing the current rules by defending the self interest. So that is why it is affected to the delays of determining the tool completeness itself with the result that the functions of DPRK got obstructed. Nevertheless, the tool completeness of southwest Aceh legislative council is finally formed. This is because no longer disputed the determination process of the tool completeness of southwest Aceh legislative council by Fraksi Abdya Bermartabat (Abdya Prestige Faction) and Fraksi Nasional Bersatu (National United Faction) even though it is not in accordance with the expectations of each of these factions.It is expected to the legislative council of southwest Aceh that the fore in making decision should be appropriate and referring to the rules so that in the future, the decision will be gaining legality and it is legitimate to be implemented in the rule of the laws.  Key Words:Regional Legislative Council,Tool of Completeness Council, Southwest Aceh 

Page 7 of 102 | Total Record : 1018