cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
MOTIVASI MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA MENONTON KONTEN GAMING DI MEDIA YOUTUBE Muhammad Rais Ma'ruf Hutabarat; Hamdani M. Syam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 6, No 3 (2021): November 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK, Penelitian ini berjudul “Motivasi Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Menonton Konten Gaming di Media Youtube” dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana motivasi mahasiswa dalam menonton konten kategori gaming di Youtube. Penelitian ini berfokus pada motivasi mahasiswa Universitas Syiah Kuala dalam menonton konten kategori gaming di Youtube. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian deskriptif kualitatif. Analisis dalam penelitian ini dilakukan berdasarkan teori kegunaan dan kepuasan dan juga motivasi yang dikemukakan oleh Katz, Blumler dan Gurevitch, dimana teori ini menjelaskan seseorang bebas memilih suatu media serta tujuan dalam menggunakan media tersebut. Mahasiswa Universitas Syiah Kuala mempunyai empat buah motif yakni; motif informasi, motif identitas diri, motif integrasi dan interaksi sosial, dan motif hiburan. Empat buah motif tersebut mendasari motivasi mahasiswa menonton konten Youtube dengan kategori gaming. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi. Dari lima informan yang diwawancarai hasil penelitian menunujukkan bahwa mereka masing-masing  mempunyai empat motif yang dirangkum menjadi sebuah motivasi. Penelitian ini juga menggunakan pendapat McQuail yang membagi menjadi empat jenis motif penggunaan media yaitu, motif informasi, motif identitas pribadi, motif integritas dan interaksi sosial, dan motif hiburan. Hasil yang disimpulkan dari penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang mempunyai hobi bermain game memiliki motivasi untuk menonton konten gaming di Youtube sebagai pemuasan terhadap diri sebagai pemain game yang tetap informatif dalam hobinya sehingga ia dapat tetap komunikatif dengan kerabat yang bermain game, juga sebagai pelarian dan hiburan ketika melepas penat atau mengisi waktu kosong mereka.Judul B.Inggris: MOTIVATION OF SYIAH KUALA UNIVERSITY STUDENTS TO WATCH GAMING CONTENT ON YOUTUBEABSTRACT, This research is titled “Motivation of Syiah Kuala University Students to Watch Gaming Content on Youtube” in purpose to discover about how was student motivation to watch gaming content on Youtube. This study is a qualitative descriptive study. The analysis in this study was based on the theory of usefulness and satisfaction and also motivation put forward by Katz, Blumler and Gurevitch, where this theory explains a person is free to choose a medium and the purpose in using it. Students of Syiah Kuala University have four motives, namely; Information motives, self-identity motives, integration motives and social interactions, and entertainment motives. The four motifs underlie the motivation of students watching Youtube content with the gaming category. The data collection techniques used in this research are interviews and documentation. Of the five informants interviewed, the results of the study showed that each of them had four motives then summarized into a motivation. McQuail stated four motives of using media, information motive, personal identity motive, integeration and social interaction motive, and diversion motive. The results concluded from this study are students of Syiah Kuala University who have a hobby of playing games have a motivation to watch gaming content on Youtube as a gratification of themselves as a game player who remains informative in his hobby so that he can remain communicative with relatives who play games, as well as escape and entertainment when unwinding or filling their free time.
KOMUNIKASI KEBIJAKAN BPBD DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA BANJIR DI KABUPATEN ACEH SINGKIL Arie Mawardi Arie Mawardi; Deni Yanuar Deni Yanuar; Maini Sartika Maini Sartika
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 6, No 3 (2021): November 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK, Penelitian ini berjudul “Komunikasi Kebijakan Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh Singkil Dalam Pengurangan Risiko Bencana Banjir Di Kabupaten Aceh Singkil”. Penelitianoini dilaksanakan di Kabupaten Aceh Singkil, karena Aceh Singkil merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Aceh yang memiliki potensi cukup tinggi terjadinya banjir setiap tahunnya. Sehingga perlu diadakannya penelitian terhadap pihak BPBD sebagai Badan yang berfokus terhadap penanggulangan kebencanaan. Fokus dari kebijakan yang dipilih dari BPBD ialah kebijakan kontijensi. Teori yang digunakan adalah Teori Merilee S. Grinde. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulanmdata yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik wawancaramdanmdokumentasi. Subjek informan pada penelitianmini menggunakan teknik sampling purposive dengan informan berjumlah 5 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam melakukan penanggulangan risiko bencana banjir, BPBD Aceh Singkil telah membuat beberapa kebijakan, salah satunya ialah kebijakan kontijensi, yaitu kebijakan menganalisa kedepannya dimana seluruh teknis dan tujuan disetujui bersama. Dalam mengkomunikasikan kebijakan tersebut kepada seluruh masyarakat, pihak BPBD menggunakan beberapa langkah, diantaranya ialah sosialisasi ke masyarakat, kerjasama dengan media, koordinasi dengan instansi, penyuluhan ke sekolah-sekolah dan memanfaatkan media sosial sebagai bahan publikasi. Langkah-langkah tersebut dilaksanakan menggunakan sistem komando dimana dalam hal ini yang menjadi komando tertinggi adalah Bupati dan pihak BPBD sebagai pelaksananya. Kesimpulannya dalam hal ini BPBD sebagai aktor utama penyelenggara pengurangan risiko bencana banjir, harus menerapkan komunikasi serta melakukan evaluasi terhadap kebijakan-kebijakan yang ada agar kedepannya lebih efektif dalam menerapkan kebijakan yang direncanakan.Kata Kunci: Komunikasi Kebijakan, Banjir, BPBD.ABSTRACT, This research is entitled "Communication of Policy of Aceh Singkil Regional Disaster Management Agency in Reducing Flood Risk in Aceh Singkil District". This research was conducted in Aceh Singkil Regency, because Aceh Singkil is one of the regencies in Aceh Province which has a fairly high potential for flooding every year. So it is necessary to conduct research on the BPBD as a Agency that focuses on disaster management. The focus of the policies selected from BPBD is the contingency policy. The theory used is the theory of Merilee S. Grinde. The approach in this research is qualitative with descriptive method. Data collection techniques used in this study are interview and documentation techniques. The informant subject in this mini-study used purposive sampling technique with 5 informants. The results of this study indicate that in carrying out flood risk management, BPBD Aceh Singkil has made several policies, one of which is a contingency policy, namely a policy of analyzing the future where all technical and objectives are mutually agreed. In communicating the policy to the entire community, the BPBD uses several steps, including socialization to the community, collaboration with the media, coordination with agencies, counseling to schools and utilizing social media as publication material. These steps are carried out using a command system where in this case the highest command is the Regent and the BPBD as the executor. The conclusion in this case is that BPBD as the main actor in implementing flood risk reduction must implement communication and evaluate existing policies so that in the future it will be more effective in implementing the planned policies.Keywords: Policy Communication, Flood, BPBD.
Efektivitas Komunikasi Kesehatan Perawat Dengan Pasien Rawat Inap Pada Rumah Sakit Teuku Umar, Calang, Aceh Jaya Vira Vasimi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 6, No 3 (2021): November 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Efektifitas Komunikasi Kesehatan Perawat dengan Pasien Rawat Inap Pada Rumah Sakit Teuku Umar Calang Aceh Jaya dengan tujuan untuk mengetahui komunikasi perawat dengan pasien rawat inap pada Rumah sakit Teuku Umar Calang Aceh Jaya dan untuk mengetahui efektifitas komunikasi kesehatan perawat dengan pasien (klien) selama proses penyembuhan di Rumah Sakit Teuku Umar Calang Aceh Jaya, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif, sedangkan penarikan informan penulis menggunakan teknik purposive sampling dengan tipe kriteria sampling, yairu memilih informan berdasarkan kriteria masing-masing.  Teknik pengumpulan data yang gunakan dalam peenlitian ini yaitu fiel work research yaitu penelitian langsung kelapangan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi, dan juga dalam penelitian ini peneliti memilih untuk wawancara mendalam (indept interview). Hasil penelitian yang didapatkan adalah komunikasi yang berlangsung antara perawat dengan pasien berjalan dengan lancar dan efektif, kedua belah pihak saling mengerti terhadap pesan yang disampaikan dan mudah untuk dipahami. Perawat yang bekerja di Rumah Sakit Teuku Umar sangat memahami kondisi pasien dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk klien (pasien) sedangkan pasien yang melakukan rawat inap dominan lebih cepat menangkap isi pesan yang disampaikan oleh perawat. Kata kunci : efektifitas, komunikasi kesehatan
Strategi komunikasi bidang perkebunan dalam meningkatkan hasil komoditas tanaman tembakau pada kelompok tani di Gayo Lues Asiyah Asiyah; Hamdani M. Syam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 6, No 3 (2021): November 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berjudul strategi komunikasi penyuluh bidang perkebunan dalam peningkatan hasil komoditas tanaman tembakau pada kelompok tani di Gayo Lues. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang digunakan oleh bidang perkebunan dalam peningkatan hasil komoditas tanaman tembakau pada kelompok tani di Gayo Lues. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah model perencanaan komunikasi Philip Lesly. Model perencanaan komunikasi Philip Lesly berkaitan dengan keberhasilan suatu program yang dijalankan. Ada dua komponen yang berkaitan erat dengan keberhasilan suatu program dalam teori ini yaitu pengelola kegiatan dan publik yang menjadi sasaran dalam program kegiatan. Adapun komponen penggerak dalam penelitian ini adalah bidang perkebunan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perikanan serta komponen publik dalam penelitian ini adalah petani yang menjadi sasaran dalam kegiatan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara terhadap empat orang informan dengan pemilihan informan orang yang mempunyai karakteristik tertentu (purposive sampling). Hasil penelitian ini adalah cara strategi komunikasi yang dilakukan oleh pihak bidang perkebunan dalam memberi edukasi terhadap petani agar pembudidayaan tembakau dapat lebih baik lagi. Metode strategi komunikasi yang digunakan pada program peningkatan kesejahteraan petani adalah dengan menggunakan dua komponen utama yaitu organisasi dan publik. Tahapan-tahapan strategi komunikasi yang dilakukan bidang perkebunan mulai dari tahap perumusan strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi. Tiga hal inilah hal yang sangat penting dan menjadi dasar dari strategi komunikasi. Kata Kunci : Perkebunan, Strategi Komunikasi, Tembakau.Judul: Communication strategy in the plantation sector in increasing the yield of tobacco commodities in farmer groups in Gayo LuesAbstract: This research is entitled the communication strategy of plantation extension workers in increasing the yield of tobacco commodities in farmer groups in Gayo Lues. This study aims to analyze the communication strategy used by the plantation sector in increasing the yield of tobacco commodities in farmer groups in Gayo Lues. The theory used in this research is Philip Lesly's communication planning model. Philip Lesly's communication planning model relates to the success of a program being run. There are two components that are closely related to the success of a program in this theory, namely the activity manager and the public who are the targets of the activity program. The driving component in this research is the plantation sector of the Department of Agriculture, Food Crops and Fisheries and the public component in this study is the farmer who is the target of the activity. This type of research is descriptive qualitative using interviews, and documentation as a data collection technique. The technique of data collection in this research is an interview technique with four informants with the selection of informants who had certain characteristics (purposive sampling). The results of this study are the communication strategies carried out by the plantation sector in providing education to farmers so that tobacco cultivation can be even better. The communication strategy method used in the farmer welfare improvement program is to use two main components, namely the organization and the public. The stages of the communication strategy carried out in the plantation sector start from the stage of strategy formulation, strategy implementation and strategy evaluation. These three things are very important and form the basis of a communication strategy.Keywords: Plantation, Communication Strategy, Tobacco. 
STRATEGI DINAS PENDIDIKAN DAYAH ACEH DALAM MENGHADAPI KEBIJAKAN REFOCUSING APBA TR Yordan S Habib; Dr.Zahratul Idami S.H., M.Hum.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK, Dinas Pendidikan Dayah Aceh (DPDA) merupakan bagian yang urgen di Provinsi Aceh dalam mengelola kegiatan Dayah baik dari segi pembangunan maupun bidang pelaksanaan pendidikan. Sesuai dengan peraturan Perundang-undangan diantaranya memiliki fungsi; menyusun program kerja tahunan jangka menengah dan jangka panjang, penyusunan program ini tentu sangat penting mengingat tugas DPDA yang luas mengawal setiap pesantren yang ada diwilayah provinsi Aceh. Bergerak khusus dalam meningkatkan mutu pendidikan dayah dan pembangunan dayah tentu alokasi anggran yang dikucurkan juga begitu besar guna tercapainya tujuan sebagaimana yang diharapkan. Namun, semenjak ditetapkan COVID-19 sebagai pandemi mengakibat terjadinya peralihan dana untyk penangana wabah. Sebagaimana Perpu Nomor 1 tahun 2020 mengenai kebijakan keuangan negara dan stabuilitas sistem keuangan untuk penangan pandemi COVID-19. Berdasarkan Perpu tersebut menjadi landasan kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah untuk melakukan kebijakan refocusing dan realokasi anggaran. Tujuan dari penulisan ini ingin mengetahui terkait strategi yang dilakukan oleh DPDA dalam menghadapi kebijakan refocusing serta dampak yang terjadi pada pembangunan dan solusi untuk menangani dampak tersebut. Dalam menganalisi terkait refocusing tersebut maka dalam hal ini penulis menggunakan teori kebijakan publik dalam melihat penerapan pemangkasan anggaran. Dalam kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Dimana data yang peneliti peroleh akan menjadi bahan analisis dalam memahami terkait peralihan anggaran. Berdasarkan hasil penelitian, strategi yang dilakukan oleh DPDA diantaranya mengurangi alokasi anggaran yang dikucurkan kesetiap dayah yang telah terdaftar di DPDA baik dayah tipe A, B, C dan D selain itu strategi yag dilakukan adalah membatasi program kegiatan hal ini dilakukan dalam rangka membantu kebijakan pemerintah berdasrak surat edaran SE-6/MK.02/2020 dan Perpu. Maka dampak yang terjadinya dengan pengurangan alokasi anggaran berakibat pada pembangunan dayah itu sendiri serta terkendalanya kegiatan peningkatan mutu kualitas akan tetapi dalam hal ini, DPDA memperkuat kegiatan pelatihan dan seminar peningkatan mutu melalui daring agar selama refocusing tidak merosotnya kualitas SDM. Menurut hemat penulis DPDA harus benar-benar memperhatikan hal yang substansi salah satunya melakukan evaluasi agar apa yang terjadi selama kebijakan refocusing ini tidak membuat kemorosotan dalam semua lini terutama dari sisi kualitas pendidikan dayah dan kualitas setiap unsur yang terlibat.  ACEH DAYAH EDUCATION DEPARTMENT STRATEGY IN FACING APBA's REFOCUSING POLICY ABSTRACT, The Aceh Dayah Education Office (DPDA) is an urgent part of Aceh Province in managing Dayah activities both in terms of development and in the field of education implementation. In accordance with the laws and regulations, some of which have functions; preparing the medium-term and long-term annual work program, the preparation of this program is certainly very important considering the broad task of the DPDA to oversee every pesantren in the province of Aceh. Moving specifically to improve the quality of dayah education and development of dayahs, of course, the allocation of the disbursed budget is also very large in order to achieve the expected goals. However, since COVID-19 was declared a pandemic, it resulted in a transfer of funds for handling the outbreak. Such as Perpu No. 1 of 2020 regarding state financial policies and financial system stability for handling the COVID-19 pandemic. Based on the Perpu, it becomes the basis for government policies, both central and regional, to carry out policies on refocusing and reallocating budgets. The purpose of this paper is to find out about the strategies carried out by DPDA in dealing with the refocusing policy and the impacts that occur on development and solutions to deal with these impacts. In analyzing the related refocusing, in this case the author uses public policy theory in looking at the implementation of budget cuts. This study uses a qualitative method with a descriptive analysis approach. Where the data obtained by the researcher will be used as material for analysis in understanding the budget transition. Based on the results of the study, the strategies carried out by the DPDA include reducing the budget allocation that is disbursed to each dayah that has been registered with the DPDA both type A, B, C and D. circular letter SE-6/MK.02/2020 and Perpu. So the impact that occurs with the reduction in budget allocations results in the development of the dayah itself as well as obstacles to quality improvement activities, but in this case, the DPDA strengthens training activities and quality improvement seminars through online so that during refocusing the quality of human resources does not decline. In the opinion of the author, the DPDA should really pay attention to the substance, one of which is evaluating so that what happens during this refocusing policy does not cause a decline in all lines, especially in terms of the quality of dayah education and the quality of each element involved 
ANALISIS KEBIJAKAN GUBERNUR ACEH TERHADAP PERATURAN GUBERNUR TENTANG PELAKSANAAN HUKUM JINAYAT Ade Irwansyah; Ubaidullah, MA; Ami nah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Gubernur Aceh menetapkan Pergub Aceh No 5 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Hukum Acara Jinayat. Pergub tersebut merupakan penjabaran dari Qanun Aceh No. 7 Tahun 2013 tentang Hukum Acara Jinayat. Salah satu pasal didalamnya mengatur tempat pelaksanaan hukuman cambuk dari lokasi sangat terbuka, dialihkan ke lembaga pemasyarakatan (lapas). Pergub Pelaksanaan Hukum Acara Jinayat dibentuk sebagai aturan pelaksana dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan Qanun serta sebagai petunjuk teknis pelaksanaan Qanun Jinayat, namun hingga saat ini pelaksanaan hukum jinayat terutama pelaksanaan hukuman cambuk masih merujuk pada Qanun Hukum Acara Jinayat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perumusan kebijakan gubernur Aceh dalam mengeluarkan Pergub serta dampak Pergub pada pelaksanaan hukuman cambuk. Penelitian ini menggunakan teori kebijakan dan teori formulasi kebijakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pemerintah Aceh berpedoman pada Permendagri No. 80 Tahun 2015 Tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah dalam hal membentuk Pergub Pelaksanaan Hukum Acara Jinayah. Pada tahap perumusan kebijakan, penyusunan hingga penetapan Pergub pemerintah Aceh melibatkan beberapa instansi hukum provinsi dan intansi vertikal yang membidangi hukum. Prosedur perumusan kebijakan Pergub Pelaksanaan Hukum Jinayat tidak melibatkan MPU Aceh yang berperan untuk memberikan pertimbangan terhadap kebijakan syariat Islam dan juga pada Qanun Jinayat No. 7 Tahun 2013 tentang Hukum Acara Jinayat tidak memberikan kewenangan terhadap gubernur Aceh dalam memindahkan lokasi hukuman cambuk sehingga hal ini yang menjadikan Pergub Hukum Acara Jinayat belum terlaksana. Saran dari penelitian ini yaitu gubernur Aceh melibatkan MPU Aceh dalam proses perumusan kebijakan Pergub dan gubernur Aceh membentuk terlebih dahulu draft petunjuk pelaksanaan agar tidak menjadi hambatan pada pelaksanaan hukuman cambuk.Kata Kunci : Pergub Pelaksanaan Hukum Jinayat, Perumusan Kebijakan, Cambuk.ABSTRACT The Governor of Aceh stipulates Governor Regulation No. 5 of 2018 concerning the Implementation of the Jinayat Law (Islamic criminal code). The governor's regulation is an elaboration of Aceh Qanun No. 7 of 2013 concerning Jinayat Procedural Law. One of the articles in the qanun regulates the execution place for caning, which is transferred from a very open location to a correctional institution. The Governor Regulation on the Jinayat Law Implementation was established as an implementing regulation to optimize the qanun implementation and as a technical guide for the Jinayat law implementation. However, until now, the implementation of the Jinayat law, especially regarding the caning punishment, still refers to the Jinayat Procedural Law. This study aimed to determine the formulating process of the Aceh governor's policy in issuing a governor regulation and the impact of the governor's regulation on the implementation of caning. This research employed policy theory and policy formulation theory and used a descriptive qualitative method. The results of this study indicate that the Aceh Government is guided by Regulation of the Minister of Home Affairs No. 80 of 2015 concerning the Establishment of Regional Legal Products in terms of forming a governor regulation for the Implementation of the Jinayat Procedural Law. At the governor regulation's policy formulation, preparation, and stipulation stages, the Aceh government involved several provincial legal agencies and vertical agencies in charge of the law. The procedure for formulating the policy of the governor regulation on the implementation of the Jinayat law does not involve the Aceh Ulama Consultative Assembly (MPU), whose role is to provide consideration to Islamic sharia policies. Qanun Jinayat No. 7 of 2013 concerning the Jinayat Procedural Law also does not give the Aceh governor the authority to move the location of the caning punishment, so that this has made the Jinayat Procedural Law not yet implemented. This research suggests that the Aceh governor involves the Aceh MPU in formulating the Governor Regulation policy. The Aceh governor should first form an implementation guide draft so that it does not become an obstacle to the implementation of the caning. Keywords : Governor Regulation on the Implementation of Jinayat Law, Policy Formulation, Caning
PENANGANAN PELECEHAN SEKSUAL OLEH DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PERLINDUNGAN ANAK PENGENDALIAAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA DI KOTA BANDA ACEH PERIODE 2016-2019 suci miranda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banda Aceh merupakan salah satu kota di Provinsi Aceh yang tingkat pelecehanseksual terhadap anaknya masih tergolong tinggi. Sesuai dengan Peraturan Presiden RepublikIndonesia Nomor 65 Tahun 2005, Pasal 4 yang menyatakan bahwa Dinas PemberdayaanPerempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana(DP3AP2KB) selaku lembaga daerah memiliki tanggung jawab untuk melakukan pencegahandan penanggulangan serta penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dananak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan penanganan pelecehanseksual yang dilakukan oleh DP3AP2KB di Kota Banda Aceh khususnya terhadap anak dilingkungan keluarga, dan hambatan serta solusi DP3AP2KB dalam penanganan pelecehanseksual. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Penelitian ini menggunakan teori kewenangan, keluarga, kekerasan dalam rumah tangga, danpelecehan seksual terhadap anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan pelecehanseksual yang dilakukan oleh DP3AP2KB masih belum berjalan dengan maksimal, hal initerlihat dari rekapitulasi data yang dikeluarkan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan danPerlindungan Anak (PPPA) Aceh yang menunjukkan bahwa kota Banda Aceh menempatiposisi pertama sebagai daerah dengan jumlah kasus pelecehan seksual terbanyak dari tahun2016-2019. Adapun hal ini bisa terjadi dikarenakan proses pelayanan terhadap korbanpelecehan seksual memakan waktu yang cukup lama dan tidak berjalan dengan efektif,kemudian kurangnya tenaga ahli (konselor) yang membuat proses pendampingan korbanberjalan tidak optimal, serta pihak kantor yang belum mampu menjangkau masyarakat secara menyeluruh dalam hal mengedukasi terkait penanganan pelecehan seksual. Adapun hambatanDP3AP2KB dalam proses penanganan pelecehan seksual yaitu, masih rendahnya tingkatkesadaran masyarakat kota Banda Aceh terkait penanganan kasus pelecehan seksual, sertalintas sektor yang berjalan kurang maksimal. Adapun solusi untuk mengatasi hambatantersebut yaitu DP3AP2KB memberikan sosialisasi, talkshow di media, dan bekerjasamadengan berbagai pihak. Kedua, dari segi lintas sektor diadakan pertemuan-pertemuankordinasi dengan semua pihak lintas sektorat terkait. Diharapkan kepada DP3AP2KB untukterus memaksimalkan kinerjanya serta diharapkan peran masyarakat dan keluarga mampuikut bekerjasama dalam hal melaksanakan penanganan pelecehan seksual. Karena padadasarnya tanggung jawab ini bukan hanya dilaksanakan oleh dinas terkait namun jugamasyarakat itu sendiri.
Analysis of the Social Media Effect on Millennial Voter Participations in the 2019 Banda Aceh Legislative Elections muhammad ilham; ubaidullah ubaidullah; ardiansyah ardiansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Social media is the main choice for the public in sharing various types of information massively. The ease of access and its targeted nature, then expands the role of social media which can actually be used for bigger interests, one of which is politics. The atmosphere of the 2019 General Election (Pemilu) can be used as an illustration of how social media has the power to spread political messages and invite voters, especially Beginner Voters who are very active in using various types of social media. Each candidate pair disseminates information through social media in the hope of getting support and sympathy. This study focuses on providing an overview of how social media is able to have a significant influence on communities participation, especially the Beginner Voters (Millennial Generation) in the 2019 Legislative Election, in Kecamatan Syiah Kuala, Baiturrahman and Kuta Alam as Top 3 (three) The Most Permanent Voters (DPT) in Banda Aceh. The approach with descriptive quantitative methods through the use of online survey instruments to the original Beginner Voters community from Banda Aceh was carried out in this study. Political Participation Theory and Persuasion Communication Model were used as research references which then resulted in the conclusion that Beginner Voters were active in using and using social media as the main source of information in finding references for political candidate choices. Furthermore, the Beginner Voters are the most influential voters in the race for votes, especially through campaigns on social media where they tend to choose partners who actively provide information through social media because they are considered attractive and easy to reach. Instagram is the main social media used by millennials to view political information.Keywords: Social Media, Beginner Voters, Legislative Election 2019.
PEMANFAATAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) DALAM SEKTOR EKONOMI BERBASIS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN DI KECAMATAN TANGSE Akmal Hakim; Zakaria Jalil; Siti Ikramatoun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran penjual BBM eceran dalam upaya mengerakkan sektor ekonomi masyarakat di Tangse. Untuk menganalisis penelitian ini, peneliti menggunakan teori embeddedness yang dikemukakan oleh Marc Granovetter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara secara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan penjual BBM eceran dinilai bermanfaat dan serta mampu berperan dalam memenuhi kebutuhan BBM masyarakat. Kegiatan ekonomi dalam distribusi BBM tersebut mampu menggerakkan sektor pertanian masyarakat Tangse. Pemanfaatan kegiatan ekonomi dalam distrbusi BBM berpengaruh terhadap kehidupan sosial masyarakat. Masyarakat Tangse yang dominan bekerja sebagai petani sangat bergantung kepada penjual BBM eceran. Keberadaan penjual BBM eceran memudahkan petani dalam memenuhi kebutuhan BBM. Sektor pertanian masyarakat Tangse menjadi tolak ukur terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Keberadaan penjual BBM eceran memudahkan petani dalam mengakses kebutuhan BBM. Kata Kunci : Distribusi, Embeddedness
Stereotip Mahasiswa Aceh Terhadap Gaya Komunikasi Mahasiswa Asal Medan Anis Rahmani; Nur Anisah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK, Penelitian ini berjudul “Stereotip Mahasiswa Aceh Terhadap Gaya Komunikasi Mahasiswa Asal Medan”. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan bagaimana stereotip mahasiswa USK asal Aceh terhadap gaya komunikasi mahasiswa USK asal Medan dan untuk menjelaskan bagaimana faktor yang membentuk stereotip mahasiswa  asal Aceh terhadap gaya komunikasi mahasiswa asal Medan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori behaviorisme untuk mengetahui bagaimana stimulus yang di berikan oleh komunikator mempengaruhi tindak balas dari komunikan. penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan ini menggunakan tehnik purposive sampling dimana informan dipilih berdasarkan kriteria. Informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang denan 7 informan kunci dan tiga informan pendukung. informan kunci merupakan mahasiswa yang berasal dari Aceh yang menumpuh pendidikan di kampus USK, informan pendukung merupakan 3 mahasiswa Medan yang menempuh pendidikan di kampus USK. Hasil penelitian ini adalah stereotip terbentuk oleh informasi awal yang mahasiswa Aceh miliki, dari lingkuang perteman, lingkungan keluarga, televisi, dan stereotip terhadap mahasiswa Medan mengalami perubahan setelah berinteraksi dan berkomunikasi  langsung dengan mahasiswa Medan.  perubahan arah stereotip mahasiswa Medan dari negatif ke positif yaitu mahasiswa Medan merupakan orang yang mudah bergaul dan pertemanannya sangat terbuka, bahkan mereka sering menjadi pihak yang membuka percakapan.Kata Kunci : Stereotip, Gaya Komunikasi, Komunikasi AntarbudayaSTEREOTYPE OF ACEH STUDENT OF THE COMUNICATION STYLE MEDAN STUDENTABSTRACT, This research is entitled "Stereotypes of Aceh Students Against the Communication Style of Students from Medan". This study aims to explain how the stereotypes of USK students from Aceh are on the communication styles of USK students from Medan and to explain how the factors that shape the stereotypes of USK students from Aceh on the communication styles of USK students from Medan. This study uses behaviorism theory to find out how the stimulus given by the communicator affects the response of the communicant. This study uses a qualitative research method with a descriptive approach. Informant retrieval technique uses purposive sampling technique where the informants are selected based on criteria. The informants in this study were 10 people with 7 key informants and 3 supporting informants, the key informants were students from Aceh who studied at the USK campus, the supporting informants were 3 Medan students who studied at the USK campus. The result of this study is that stereotypes are formed by the initial information that Aceh students have, from the circle of friends, family environment, television, and stereotypes of Medan students have changed after interacting and communicating directly with Medan students. the change in the direction of the stereotype of Medan students from negative to positive, namely Medan students are easy-going people and very open friendships, in fact they are often the party who opens the conversation.Keywords: Stereotypes, Communication Style, Intercultural Communication

Page 80 of 102 | Total Record : 1018