cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DOSEN PEMBIMBING DAN MAHASISWA DALAM BIMBINGAN SKRIPSI Nadhiratul Fadhilah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini  membahas  tentang  bagaimana  persepsi mahasiswa  terhadap  komunikasi  antarpribadi  dosen  dan  mahasiswa dalam  proses  bimbingan  skripsi.  Tujuan  penelitian  ini  untuk  mengetahui komunikasi  antarpribadi  dosen  dan  mahasiswa  dalam  bimbingan  skripsi dan  untuk  mengetahui  faktor-faktor  yang  menjadi  kendala  bagi mahasiswa dalam berkomunikasi dengan dosen pembimbing skripsi pada Prodi  Ilmu  Komunikasi  di  USK.  Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan kualitatif.  Analisis  dilakukan  berdasarkan  Model  Komunikasi  Sirkuler oleh Wilbur Schram yang mengacu pada umpan balik yang terjadi antara mahasiswa  maupun  dosen  sehingga  proses  komunikasi  berjalan  terus menerus  dalam  jangka  waktu  tertentu.  Teknik  pengumpulan  data  pada penelitian  ini  menggunakan  wawancara.  Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa  komunikasi  antarpribadi  dosen  dan  mahasiswa  terjalin  dengan berbagai  bentuk  gaya  komunikasi,  yaitu  gaya  pasif,  agresif,  dan  asertif. Dosen  dan  mahasiswa  juga  mengalami  kendala  dalam  proses  bimbingan skripsi, yaitu proses komunikasi yang hanya didominasi oleh dosen (satu arah)  dan  intensitas  pertemuan  yang  tidak  maksimal.  Penelitian  ini diharapkan  berguna  bagi  mahasiswa,  agar  dapat  menjalin  komunikasi dengan  baik  terhadap  dosen  pembimbing  sehingga  dapat  menyelesaikan tugas penyusunan skripsi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Kata  Kunci:  Komunikasi  Antarpribadi,  Gaya-gaya  Komunikasi, Bimbingan Skripsi 
Strategi Pemenangan Partai Lokal Pada Pemilu Legislatif 2019 Di Kota Banda Aceh Dendy Sakti Anugerah; Ubaidullah, MA; Iqbal Ahmady
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerolehan kursi Partai Lokal di Kota Banda Aceh semakin merosot, mulai dari 10 kursi pada Pemilu 2009, merosot menjadi 5 kursi pada Pemilu 2014 dan merosot lagi menjadi 3 kursi pada Pemilu 2019. Merosotnya perolehan kursi ini, didasari atas marketing politik kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika marketing politik merosotnya perolehan kursi Partai Lokal di Kota Banda Aceh pada Pemilu 2019, serta strategi marketing politik yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan teori marketing politik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dinamika marketing politik merosotnya perolehan kursi Partai Lokal pada Pemilu Legislatif 2019, pada Partai Aceh memiliki masalah internal yang menjadi penghambat utama. PNA tidak dapat membangun basis di setiap kecamatan serta ketokohan di PNA Kota Banda Aceh masih sangat minim. PDA memiliki kegagalan pengelolaan partai di tingkat DPW Kota Banda Aceh, Ketua Umum Partai lebih mementingkan kemenangan dirinya sendiri pada tingkat DPRA. Partai SIRA telat mempersiapkan diri untuk menghadapi Pemilu Legislatif 2019. Strategi marketing politik Partai Lokal Pada Pemilu 2019 di Kota Banda Aceh adalah dengan menjadikan ketokohan sebagai syarat utama dalam menetapkan Calon Legislatif. Melakukan pemetaan lapangan tentang kebutuhan masyarakat, lalu membuat program kerja sesuai kebutuhan masyarakat. Pada Pemilu berikutnya harus memanfaatkan Medsos sebagai media kampanye setiap kegiatan yang dilakukan oleh Politisi dan Partai Lokal secara kontinu sebagaimana tuntutan era digital dalam membangun positioning politik. Kata Kunci : Partai Lokal, Perolehan Kursi, Marketing politik.
Implementasi Kebijakan Vaksinasi COVID-19 di Kota Banda Aceh Nada Nafira Almanzani; Alfi Rahman; Saddam Rassanjani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 Tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID- 19) Pasal 13A ayat (2) menyatakan bahwa setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin COVID-19 wajib mengikuti Vaksinasi COVID-19. Namun realitanya, banyak masyarakat Kota Banda Aceh yang enggan divaksin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui implementasi dan hambatan dari kebijakan vaksinasi COVID-19 di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis teori implementasi kebijakan Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan vaksinasi COVID-19 belum berjalan optimal ditandai dengan aspek kejelasan dan konsistensi komunikasi belum efektif, aspek sumber daya manusia, anggaran, sarana dan prasarana belum optimal, aspek SOP pada struktur birokrasi belum berjalan sebagaimana mestinya, serta terdapat delapan hambatan, diantaranya rendahnya partisipasi masyarakat, keterpaparan terhadap hoax, keterbatasan petugas vaksinasi COVID- 19, insentif petugas vaksinasi COVID-19 yang belum memadai, dosis vaksinasi COVID-19 yang rusak, keraguan terhadap vaksin, aplikasi dan jaringan yang bermasalah, dan pelayanan vaksinasi COVID-19 yang tidak sesuai dengan SOP. Untuk itu diharapkan Pemerintah Kota Banda Aceh, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, UPTD Puskesmas Kota Banda Aceh untuk lebih menggencarkan penyuluhan atau sosialisasi, meningkatkan kerja sama dengan lintas sektor, pemberian penghargaan kepada lansia yang sudah divaksin, penambahan SDM petugas vaksinasi COVID-19 dan penambahan sarana dan prasarana, perencanaan dan proses untuk mengalokasikan anggaran untuk tim vaksinasi COVID-19, dan menciptakan inovasi program satu keluarga satu lansia untuk meningkatkan cakupan vaksinasi lansia.Implementation of COVID-19 Vaccination Policy in Banda Aceh CityPresidential Regulation Number 99 of 2020 concerning Vaccine Procurement and Vaccination Implementation in the Context of Combating the Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Pandemic Article 13A paragraph (2) states that everyone who has been designated as the target recipient of the COVID-19 vaccine must participate in the COVID-19 vaccination. 19. But in reality, many people in Banda Aceh City are reluctant to get vaccinated. The purpose of this study was to determine the implementation and obstacles of the COVID-19 vaccination policy in Banda Aceh City. This study uses a qualitative approach by analyzing the theory of policy implementation by Edward III which includes communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The results of the study indicate that the implementation of the COVID-19 vaccination policy has not run optimally marked by aspects of clarity and consistency of communication that have not been effective, aspects of human resources, budget, facilities and infrastructure have not been optimal, aspects of SOPs in the bureaucratic structure have not worked properly, and there are eight obstacles, such as low community participation, exposure to hoaxes, limited COVID-19 vaccination officers, inadequate incentives for COVID-19 vaccination officers, defective COVID-19 vaccination doses, doubts about vaccines, problematic applications and networks, and COVID-19 vaccination services that do not comply with the SOP. For this reason, it is expected that the Banda Aceh Government, Banda Aceh City Health Office, Banda Aceh City Health Center UPTD to intensify counseling or socialization, increase cross-sectoral collaboration, give awards to the elderly who have been vaccinated, increase human resources for COVID-19 vaccination officers and increase facilities and infrastructure, planning and processes for allocating budgets for the COVID-19 vaccination team, and creating innovations for the one family one elderly program to increase vaccination coverage for the elderly.
Pengaruh Money Politic Terhadap Partisipasi Praktik Masyarakat Desa Blang Baroe, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh Dalam Pemilihan Presiden 2019 Teuku Muhammad Razeki; Effendi Hasan; Iqbal Ahmady
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMeningkatnya partisipasi politik masyarakat Blang Baroe, Kabupaten Nagan Raya pada PilPres 2019 diduga berhubungan dengan fenomena pelanggaran Pemilu yang sering terjadi pada masa kampanye, salah satunya adalah politik uang. Hal tersebut karena adanya Calon Kandidat, Tim Sukses, dan Simpatisan memberikan uang dengan jumlah tertentu sebelum hari PilPres 2019 di gampong-gampong yang ada di Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat partisipasi masyarakat Blang Baroe dalam gelaran PilPres 2019, serta pengaruh politik uang terhadap partisipasi politik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat Desa Blang Baroe pada PilPres 2019 meningkat dibandingkan pada PilPres 2014. Masyarakat memiliki antusias tinggi atas kesadaran politik dan ternyata tidak dipengaruhi oleh politik uang. Hal itu disebabkan karena tidak adanya kesempatan dari pihak-pihak yang hendak melakukan politik uang. Faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat yang paling tinggi adalah faktor kesadaran politik masyarakat, kepercayaan politik, dan adanya sedikit pengaruh kelas sosial. Hal tersebut juga dikarenakan banyak masyarakat merupakan bagian dari timses calon kandidat. Saran dari hasil penelitian ini kepada KIP Aceh dan KIP Nagan Raya agar menjadikan Desa Blang Baroe sebagai contoh dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat tanpa adanya politik uang. Kata Kunci : Partisipasi Politik, Politik Uang, Desa Blang BaroeABSTRACT The increasing political participation of the people of Blang Baroe, Nagan Raya Regency in the 2019 Presidential Election is allegedly related to the phenomenon of election violations that often occur during the campaign period, one of which is money politics. This is because the Candidates, Success Teams, and Sympathizers provide a certain amount of money before the 2019 Presidential Election in villages in Nagan Raya Regency. This study aims to look at the participation of the Blang Baroe community in the 2019 Presidential Election, as well as the influence of money politics on political participation. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. This is because the Candidates, Success Teams, and Sympathizers provide a certain amount of money before the 2019 Presidential Election in villages in Nagan Raya Regency. This study aims to look at the participation of the Blang Baroe community in the 2019 Presidential Election, as well as the influence of money politics on political participation. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The results showed that the participation of the people of Blang Baroe Village in the 2019 Presidential Election was increased compared to the 2014 Presidential Election. The community had high enthusiasm for political awareness and was not influenced by money politics. This is because there is no opportunity for parties who want to do money politics. The factors that influence the political participation of the people the highest are the factors of people's political awareness, political trust, and the slight influence of social class. This is also because many people are part of the team of candidates. Suggestions from the results of this study to KIP Aceh and KIP Nagan Raya to make Blang Baroe Village an example in increasing community political participation without money politics. Keywords: Political Participation, Money Politic, Blang Baroe Village
Kontribusi Acehnese Civil Society Task Force (ACSTF) Dalam Mewujudkan Perdamaian Dan Mengawal UUPA Pasca Perdamaian Lucna Navilda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acehnese Civil Society Task Force (ACSTF) adalah lembaga masyarakat sipil yang lahir berlandaskan kepada konflik yang telah lama berlangsung di Aceh, atas dasar itulah perlunya dibentuk sebuah wadah yang dapat menampung aspirasi masyarakat sipil dalam proses perdamaian di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi ACSTF dalam mewujudkan perdamaian dan mengawal UUPA pasca perdamaian di Aceh, dan untuk mengetahui pada pandangan dan tanggapan ACSTF terhadap pelemahan UUPA. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara wawancara mendalam (in-depth interview), dan dokumentasi. Penelitian menggunakan teori civil society. Analisis data dari hasil penelitian ini adalah analisis kualitatif untuk mendeskripsikan gambaran tentang Kontribusi ACTSF Dalam Mewujudkan Perdamaian dan Mengawal UUPA Pasca Perdamaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ACSTF menjalin kerjasama dengan berbagai pihak baik itu pihak dalam negeri maupun luar negeri, tujuannya agar guna mewujudkan keberlangsungan perdamaian di Aceh, dan pandangan ACSTF terhadap pelemahan pasal-pasal yang tercantum dalam UUPA, meneruskan tujuan awal berdirinya ACSTF menjaga, mengawal dan mempertahankan proses damai di Aceh. Lembaga sipil ini juga benar-benar konsisten dalam menjalankan tujuan berserta visi-misi awal pembentukannya agar tujuan Aceh yang damai. Dari hasil temuan dapat disimpulkan dengan nhadirnya nACSTF ntentu nberdampak nbaik, nbagi nberjalannya nperdamaian nantara nGAM ndan nRI. nSehingga nakan nterbangun nkerjasama nantara nsesama nkomponen nmasyarakat nsipil nserta njuga ndengan npemerintah ndan nlegislatif nAceh. nACSTF nmerupakan nsalah nsatu nlembaga nyang nbisa ndikatakan nkontribusi dan perjuangannya dalam mengawal UUPA sebagai bentuk pengawalan sesuai visi-misi untuk perdamaian Aceh.
PERAN TOKOH AGAMA DALAM MEMBANGUN PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT KABUPATEN ACEH BARAT DAYA PADA PEMILU 2019 rahmad fadhil; Ubaidullah, MA; Iqbal Ahmady
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan tokoh agama sangat penting dalam mengendalikan ketegangan sosial yang terjadi dimasyarakat pada zaman yang semakin modern dan demokratis. Tokoh agama salah satu figur yang membawa peran dalam bidang sosial keagamaan dan politik terutama pada masyarakat karena faktor Great Leader. Pada pemilu serentak 2019 dalam hal ini ialah pilpres dan pileg partisipasi masyarakat Aceh Barat Daya meningkat sangat signifikan. Partisipasi pemilih ini tentunya tidak terlepas dari peran tokoh agama, dari banyaknya seruan atau ceramah tokoh agama yang menyinggung tentang isu politik ini tentunya dapat mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan peran Ulama dalam membangun partisipasi politik masyarakat Aceh Barat Daya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan peran Ulama dalam membangun partisipasi politik masyarakat Aceh Barat Daya. Jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran tokoh agama dalam membangun partisipasi politik masyarakat kabupaten Aceh Barat Daya pada Pemilu tahun 2019 meliputi beberapa aspek yaitu: 1) Membangun kepercayaan masyaraskat kabupaten Aceh Barat Daya melalui dakwah, 2) Pemanfaatan media sebagai sarana dakwah. Peran tokoh agama memberikan dampak yang cukup signifikan dengan membangkitkan jiwa nasionalisme di dalam masyarakat. Masyarakat juga melihat bahwa peran tokoh agama di kabupaten Aceh Barat Daya juga memberikan hasil yang sangat bagus terbukti dengan meningkatnya jumlah partisipan dalam pemilu tahun 2019. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peran tokoh agama dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat memberikan hasil yang sangat baik. Saran dari penelitian adalah upaya tokoh agama yang dilakukan di Aceh Barat Daya juga dapat diikuti oleh pihak lainnya agar dapat menjalankan pemilu yang lebih baik. Kata Kunci : Tokoh Agama, Peran, Pemilu
INTERAKSI SOSIAL MAHASISWI BERCADAR UNIVERSITAS SYIAH KUALA ASMA SIMEHATE
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana interaksi sosial mahasiswi bercadar, serta untuk mengatahui hambatan apa yang di rasakan mahasiswa lain ketika berinteraksi dengan mahasiswi bercadar dilingkungan kampus Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dalam bidang ilmu komunikasi, dan menggunakan Teori Adaptasi Interaksi. Responden dalam penelitian ini yaitu mahasiswa Universitas Syiah Kuala Darussalam kota Banda Aceh yang berjumlah tujuh orang dari berbagai Fakultas. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi dan wawancara mendalam. Teknis analisis yang digunakan yiatu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi yang dilakukan oleh mahasiswi bercadar Universitas Syiah Kuala cenderung bersifat interpersonal, memiliki perbedaan interaksi tergantung pada karakter masing-masing individu, dimana mahasiswi bercadar melakukan interaksi dengan bertatap muka secara pribadi baik kepada dosen, dan teman-teman dilingkungan kampus Universitas Syiah Kuala serta memberikan kesan tersendiri seperti berpakaian sesuai syariah, berbicara dengan penuh sopan santun, menolak obrolan dengan sopan dan melakukan interaksi dengan lawan jenis sesuai dengan yang diperlukan saja. Adapun hambatan yang dirasakan mahasiswa ketika berinteraksi dengan mahasiswi bercadar dilingkungan kampus Universitas Syiah Kuala yaitu sulit mengenal dan megingat nama dari mahasiswi bercadar, serta sering menyuruh mahasiswi bercadar untuk mengulang kalimat yang mereka sampaikan.Kata Kunci: Interaksi Sosial, Mahasiswi Bercadar, Adaptasi Interaksi Interaksi
Penggunaan Aplikasi Tiktok Sebagai Wujud Aktualisasi Diri Didunia Maya (Studi Pada Pengguna Aplikasi Tiktok Di Kota Banda Aceh) YURLIANA YURLIANA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam  konteks  ini  peneliti  melihat  permasalahan  yang  terjadi  pada  pengguna TikTok, dimana berbagai macam video yang dipublikasikan oleh pengguna TikTok dimanfaatkan  sebagai  ajang  eksistensi  dan  memunculkan  kebutuhan  aktualisasi diri  serta  rasa  kepuasan  setiap  penggunanya  dalam  mengakses  media  sosial. Fenomena  masyarakat  khususnya  remaja  menjadikan  TikTok  sebagai  aktualisasi diri  agar  eksis  di  dunia  maya,  Kebanyakan  dari  mereka  mengaktualisasikan  diri dengan  cara  yang  positif  ada  juga  negatif.  Dengan  mengekspresikan  diri  melalui TikTok aktivitas ini mereka  lakukan agar dapat mencuri perhatian dari seseorang yang  tengah  disukai  atau  mencari  sensasi  di  dunia  maya.  Tujuan  Penelitian  ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggunaan aplikasi TikTok sebagai wujud aktualisasi diri di dunia maya pada pengguna  TikTok di kota Banda Aceh. Untuk mengetahui  apa  dampak    aktualisasi  diri    penggunaan  aplikasi  TikTok  di  kota Banda  Aceh.  Subjek  dalam  penelitian  ini  adalah  remaja  pengguna  Tiktok  di kecamatan  Kuta  Raja  dan  kecamatan  Baiturrahman  Kota  Banda  Aceh.    Informan dalam  penelitian    ini  adalah  7  (tujuh)  orang  informan  berdasarkan  kriteria  yang telah  peneliti  tetapkan.  Teknik  pengumpulan  data  wawancara  dan  dokumentasi. Hasil  penelitian  diperoleh  bahwa  informan  atau  pengguna  TikTok  mengunggah video  ke  TikTok  hanya  untuk  menjadi  lebih  populer  dan  mencari  kesenangan semata biar banyak teman. Tanpa mereka sadari mereka mengupload video untuk mengaktualisasikan  diri  mereka  agar  mereka  lebih  terkenal  lagi.  Dampak  positif dari aktualisasi diri dalam penggunaan aplikasi TikTok di Kota Banda Aceh hanya untuk sebatas hiburan dan sebagian yang lain untuk bisnis sera endorse bagi para pengguna TikTok yang sudah terkenal.  Kata Kunci : Aplikasi TikTok, Wujud Aktualisasi Diri, Dunia Maya  
KEBIJAKAN PEMERINTAH TERKAIT BADAN USAHA MILIK GAMPONG ( Studi terhadap kebijakan Geuchik dalam mengelola Bumdes Gampong Tibang) Novita Purba; Effendi Hasan; Novita Sari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran  Geuchik  sebagai  kepala  tertingi  dalam  pemerintahan  Gampong  dalam pengelolaan  Badan  Usaha  Milik  Gampong  (BUMG)  belum  berdampak  terhadap kesejahteraan  masyarakat  di  Gampong  Tibang  hal  ini  berdasarkan  data  statistik Provinsi Aceh yang menyebutkan bahwa penduduk Gampong Tibang 60% hidup dibawah  angka  kemiskinan.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  kebijakan Geuchik  dalam  tata  kelola  BUMG  di  Gampong  Tibang  kecamatan  Syiah  Kuala dan  peran  BUMG  terhadap  peningkatan  dan  pembangunan  perekonomian masyarakat di Gampong Tibang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori  Kebijakan  Implementasi,  Penelitian  ini  menggunakan  metode  kualitatif deskriptif.  Hasil  penelitian  menyebutkan  bahwa  kebijakan  Keuchik  dalam  tata kelola  BUMG  di  Gampong  Tibang  yaitu  pembuatan  Reusam  atau  peraturan  gampong  mengenai  BUMG  dan  penyusunan  AD/RT  terkait  BUMG  selain  itu tidak ada kebijakan spesifik dari Keuchik Gampong Tibang dalam menghidupkan BUMG. Peran Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) terhadap peningkatan dan pembangunan perekonomian masyarakat di Gampong Tibang  yaitu  BUMG  tidak berpengaruh  signifikan  dalam  hal  peningkatan  dan  pembangunan  perekonomian masyarakat  karena  hanya  sebagai  usaha  dalam  memasukan    pendapatan Gampong.  Kebijakan  pemerintah  (Keuchik)  dalam  mengelola  BUMG  belum  berpengaruh terhadap  peningkatan  ekonomi  masyarakat  gampong  Tibang.  Kesimpulan  dari penelitian  ini  dalam  tata  kelola  BUMG  di  Gampong  Tibang  Geuchik  belum memiliki  kebijakan  yang  spesifik  untuk  mengelola  BUMG  secara  produktif sehingga  tidak  berpengaruh  terhadap  perekonomian  masyarakat  setempat.  Saran dalam  penelitian  ini  adanya  perhatian  dari  pemerintah  pusat  dalam  memberikan sosialisasi  kepada  seluruh  pemerintah  gampong  untuk  mengelola  potensi gampong  demi  mewujudkan  kemandirian  setiap  gampong  dan  bagi  pemerintah gampong diharapkan agar benar-benar serius dalam mengelola potensi Gampong melalui Badan Usaha Milik gampong (BUMG).  Kata Kunci: Pemerintah, BUMG, Peran Geuchik                    
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA DAERAH TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA DI KABUPATEN NAGAN RAYA Yudi Fakhrizal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah sebagai acuan dalam membanguan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang pertama sekali diperkenalkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 yang menjadi indikator bagi pemerintah daerah termasuk di Kabupaten Nagan Raya dalam meningkatkan angka hidup layak, pengetahuan dan angka harapan hidup. Indeks Pembangunan Manusia di Nagan Raya mengalami pasang surut, disisi kesehatan dan pengetahuan semakin meningkat, sedangkan disisi angka hidup layak terjadi penurunan. Berdasarkan Badan Pusat Statisik (BPS) angka pengangguran di Nagan Raya masih tinggi ditambah lagi dengan menurunnya minat untuk belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dan upaya pemerintah Kabupaten Nagan Raya terhadap Indeks Pembangunan Manusia . Penelitian ini menggunakan teori Stephen Covey yang menyebutkan peran pemerintah yaitu peran Perintis (Path-finding), peran Penyelaras (Aligning) dan Pemberdayaan (Empowering). Teknik yang digunakan dalam mengoleksi data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia, pemerintah daerah Kabupaten Nagan Raya telah menjalankan perannya sebagai pathfinding dengan menerapkan persamaan persepsi untuk mewujudkan visi misi di Nagan Raya, peran sebagai Aligning yaitu mendorong seluruh komponen di Nagan Raya baik unsur pemerintah maupun masyarakat untuk saling bekerjasama meningkatkan sumber daya manusia. Peran empowerment dengan membuka program magang, pelatihan keterampilan, dan peningkatan pemberdayaan pertanian. Kemudian yang menjadi hambatan dalam peningkatan IPM di Nagan Raya adalah wabah pandemi COVID-19, kurangnya SDM, terbatasnya sarana dan prasarana, alokasi anggaran yang tidak mencukupi dan status kabuapten Nagan Raya sebagai daerah pemekaran baru. Dari hasil penelitian dapat disarankan bahwa Pemerintah Kabupaten Nagan Raya harus lebih fokus pada angka pengangguran dengan meningkatkan lapangan kerja.

Page 82 of 102 | Total Record : 1018