cover
Contact Name
Nurjazuli
Contact Email
nurjazulifkmundip@gmail.com
Phone
+6282133023107
Journal Mail Official
jkli@live.undip.ac.id
Editorial Address
Faculty of Public Health, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Central Java, Indonesia 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14124939     EISSN : 25027085     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia (JKLI, p-ISSN: 1412-4939, e-ISSN:2502-7085, http://ejournal.undip.ac.id/index.php/jkli) provides a forum for publishing the original research articles related to: Environmental Health Environmental Epidemiology Environmental Health Risk Assessment Environmental Health Technology Environmental-Based Diseases Environmental Toxicology Water and Sanitation Waste Management Pesticides Exposure Vector Control Food Safety
Articles 463 Documents
Kondisi Lingkungan Hunian dan Prevalensi ISPA pada Anak Balita dalam Masyarakat Adat Papua Selatan Arius Togodly; Anton Wambrauw; Katarina Lodia Tuturop; Samuel Aleksander Mandowen
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 25, No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.81798

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih banyak ditemukan pada anak usia bawah lima tahun, terutama pada masyarakat yang tinggal di daerah terpencil Papua Selatan. Besarnya permasalahan tersebut diduga berkaitan dengan kelayakan tempat tinggal dan kebiasaan anggota rumah tangga pada komunitas adat setempat.Metode: Studi analitik dengan pendekatan potong lintang dilaksanakan di Kampung Hubinangge, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Seluruh kepala keluarga yang mempunyai anak berusia di bawah lima tahun diikutsertakan, dengan jumlah 110 responden. Informasi penelitian dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pemeriksaan langsung terhadap lingkungan rumah. Data dianalisis secara deskriptif, dilanjutkan dengan uji chi-square dan pemodelan multivariat menggunakan interval kepercayaan 95%.Hasil: Ventilasi yang belum sesuai standar ditemukan pada 69,1% rumah, sedangkan 70,0% rumah memiliki kepadatan penghuni yang tinggi. Paparan asap rokok di dalam rumah dialami oleh 59,1% balita, sementara prevalensi ISPA mencapai 66,4%. Model multivariat mengidentifikasi hubungan bermakna antara ISPA dan ventilasi yang tidak layak (PR = 1,72; 95% CI: 1,28–2,31), kepadatan hunian tinggi (PR = 1,58; 95% CI: 1,17–2,14), serta paparan asap rokok dalam rumah (PR = 1,89; 95% CI: 1,36–2,62). Paparan asap rokok menunjukkan hubungan paling kuat.Simpulan: Kelayakan ventilasi, kepadatan penghuni, dan paparan asap rokok berkaitan dengan prevalensi ISPA pada balita. Perbaikan lingkungan tempat tinggal dan penerapan rumah bebas asap rokok melalui keterlibatan komunitas perlu menjadi prioritas pencegahan. ABSTRACT Title: Household Environmental Conditions and ARI Prevalence among Under-Five Children in Indigenous Communities of South PapuaBackground: Acute respiratory infections (ARIs) remain common among children under five, particularly among populations living in remote areas of South Papua. The persistent burden of ARIs in indigenous communities may be associated with inadequate housing conditions and household practices.Methods: An analytical cross-sectional study was undertaken in Hubinangge Village, Boven Digoel Regency, South Papua. All 110 household heads with children younger than five years were included in the study. Information was obtained through structured interviews and direct assessments of the residential environment. Descriptive statistics, the chi-square test, and multivariable modeling were applied, with estimates reported at a 95% confidence level.Results: Inadequate ventilation was identified in 69.1% of households, while 70.0% had high residential density. Indoor tobacco smoke exposure affected 59.1% of under-five children, and the prevalence of ARIs was 66.4%. The multivariable model demonstrated significant associations between ARIs and inadequate ventilation (PR = 1.72; 95% CI: 1.28–2.31), high residential density (PR = 1.58; 95% CI: 1.17–2.14), and indoor tobacco smoke exposure (PR = 1.89; 95% CI: 1.36–2.62). Tobacco smoke exposure had the strongest association.Conclusion:  Household ventilation, residential density, and indoor tobacco smoke exposure were associated with ARI prevalence among children under five. Preventive measures should prioritize healthier housing conditions and community-supported smoke-free home initiatives.
Tingkat Kepadatan Lalat dan Gambaran Kondisi Sanitasi Kantin Sekolah Dasar Negeri dalam Wilayah Kerja Puskesmas Perawang Elva Susanty; Dina Fauzia; Miranti Noviany Putri; Fika Rahmawati; Azizah Indah Juwita
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 25, No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.68479

Abstract

Latar belakang: Lalat adalah vektor mekanis yang membawa patogen dan dapat menularkan penyakit seperti diare, disentri, tifoid, dan kolera. Keberadaan lalat di suatu tempat menunjukkan keadaan kebersihan di tempat tersebut. Studi ini dilakukan untuk mengukur kepadatan lalat dan menilai kondisi sanitasi atau kebersihan kantin SDN (Sekolah Dasar Negeri) yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Perawang.Metode: Pelaksanaan penelitian ini pada bulan Juli hingga November 2024 di kantin SDN dalam cakupan pelayanan Puskesmas Perawang. Studi ini menerapkan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik total sampling. Kepadatan lalat ditentukan melalui pengukuran menggunakan fly grill, sedangkan hasil pengukuran dikategorikan dengan mengacu pada Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Observasi kondisi sanitasi kantin berdasarkan Kepmenkes RI Nomor 1429/MENKES/SK/XII/2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan Sekolah..Hasil: Penelitian ini menunjukkan terdapat 12 (85,71%) kantin sekolah dari 14 SDN di wilayah kerja Puskesmas Perawang. Berdasarkan  Permenkes nomor 2 tahun 2023, terdapat 10 (83,33%) kantin sekolah yang memenuhi standar baku mutu kesehatan lingkungan  (< 2 ekor lalat per blok grill) dan 2 (16,67%) kantin sekolah tidak memenuhi standar baku mutu kesehatan lingkungan. Semua kantin sekolah belum memenuhi syarat yang tertera dalam Kepmenkes RI Nomor 1429/MENKES/SK/XII/2006 tentang Pedoman Peyelenggaraan Kesehatan Lingkungan Sekolah.Simpulan: Sebagian besar kantin SDN wilayah kerja Puskesmas Perawang telah memenuhi standar baku mutu kesehatan lingkungan, namun berdasarkan dari kondisi sanitasi, seluruh kantin SDN wilayah kerja Puskesmas Perawang belum memenuhi persyaratan. ABSTRACT Title: Fly Density and Sanitation Conditions of Public Elementary School Canteens within the Service Area of Puskesmas Perawang Background:  Flies are mechanical vectors that carry pathogens and can transmit various diseases, such as diarrhea, dysentery, typhoid fever, and cholera. Their presence reflects the sanitation conditions of a location. Based on initial observations, the sanitation quality of the canteens in the public elementary schools within area of Puskesmas Perawang failed to meet the established standards, and a significant number of flies were found. his study was conducted to determine fly population density and assess the sanitation or cleanliness conditions of canteens in public elementary schools (SDN) within the service area of Puskesmas Perawang.Method:  The study took place from July to November 2024 and involved public elementary school canteens within the service area of Puskesmas Perawang. A cross-sectional design was used,. Sampling was conducted using total sampling of the canteens in the  public elementary school. Fy density was determined using a fly grill and canteen sanitation conditions observed according to Kepmenkes Number 1429/MENKES/SK/XII/2006 regarding  Guidelines for School Environmental Health Management. Result: This study showed that 12 (85.71%) school canteens out of 14 public elementary schools within the service area of the Puskesmas Perawang were included in the assessment. Based on Permenkes No. 2 of 2023, 10 (83.33%) school canteens met the environmental health quality standard (<2 flies per grill block), while 2 (16.67%) school canteens did not meet the standard. However, all school canteens have not yet fulfilled the requirements stated in Kepmenkes No. 1429/MENKES/SK/XII/2006 regarding Guidelines for Implementing School Environmental Health,Conclusion: Most public elementary school canteens within the service area of Puskesmas Perawang met the environmental health quality standard; however according to the sanitation assessment, all canteens had not yet fulfilled the required sanitation criteria..
Kemandirian Komunitas Pedagang Pasar dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan: Studi Kualitatif tentang Dinamika Sosial, Budaya, dan Kesehatan Lingkungan di Kota Palopo Sudirman Sudirman; Andi Alim; Syamsul Bahri
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 25, No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.78702

Abstract

Latar belakang: Permasalahan pengelolaan sampah di pasar tradisional merupakan isu lingkungan yang kompleks dan menjadi tantangan bagi pembangunan berkelanjutan di wilayah perkotaan. Pasar sebagai ruang ekonomi rakyat menghasilkan volume sampah tinggi, namun pengelolaannya seringkali belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kemandirian komunitas pedagang pasar dalam praktik pengelolaan sampah berbasis partisipasi lokal di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, dengan fokus pada makna, strategi, faktor pendukung, dan hambatan dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif yang dilaksanakan di Pasar Sentral, Pasar Andi Tadda, dan Pasar PNP. Informan terdiri atas pedagang, petugas kebersihan, pengelola pasar, dan pihak dari Dinas Lingkungan Hidup. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan member checking.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian komunitas pedagang pasar terbentuk melalui praktik sosial sederhana namun efektif, berakar pada kesadaran individu, solidaritas sosial, dan koordinasi informal berbasis nilai-nilai budaya lokal. Partisipasi terlihat melalui tanggung jawab kolektif dalam menjaga kebersihan serta iuran swadaya untuk mendukung kegiatan kebersihan. Namun, tantangan masih muncul dalam hal rendahnya motivasi inovasi dan belum optimalnya pengelolaan daur ulang.Simpulan: Disimpulkan bahwa kemandirian komunitas pasar di Kota Palopo merupakan hasil interaksi nilai sosial, budaya, dan kelembagaan lokal yang melahirkan sistem pengelolaan sampah yang adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan. Diperlukan dukungan kebijakan pemberdayaan komunitas pasar, pelatihan pengelolaan sampah, dan pembentukan bank sampah pasar sebagai strategi penguatan kemandirian lingkungan. ABSTRACT Title: Community Self-Reliance among Market Traders in Sustainable Waste Management: A Qualitative Study of Social, Cultural, and Environmental Health Dynamics in Palopo CityBackground: Waste management in traditional markets remains a complex environmental issue and a challenge for sustainable urban development. As vital centers of community-based economic activity, traditional markets generate a large volume of waste that is often not managed effectively. This study aims to analyze the dynamics of community self-reliance among market traders in waste management practices based on local participation in Palopo City, South Sulawesi. The research focuses on exploring the meaning, strategies, supporting factors, and obstacles in realizing an independent and sustainable waste management system.Method: This study employed a qualitative approach with an exploratory case study design, conducted in three traditional markets: Sentral Market, Andi Tadda Market, and PNP Market. Informants included traders, cleaning staff, market managers, and representatives from the Environmental Agency. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation, and were analyzed using thematic analysis. Data validity was ensured through source triangulation and member checking.Result: The findings reveal that community self-reliance in market waste management emerges through simple yet effective social practices, rooted in individual awareness, social solidarity, and informal coordination grounded in local cultural values. Participation is reflected in collective responsibility for cleanliness and voluntary financial contributions to support waste collection activities. However, challenges remain in the form of low innovation motivation and limited waste recycling initiatives.Conclusion: In conclusion, the self-reliance of market communities in Palopo City results from the interaction of social, cultural, and institutional values that shape an adaptive, participatory, and sustainable waste management system. Strengthening community empowerment policies, providing training, and establishing market-based waste banks are recommended to enhance environmental independence.

Filter by Year

2002 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 25, No 2 (2026): Juni 2026 Vol 25, No 1 (2026): Februari 2026 (In process) Vol 24, No 3 (2025): Oktober 2025 Vol 24, No 2 (2025): Juni 2025 Vol 24, No 1 (2025): Februari 2025 Vol 23, No 3 (2024): Oktober 2024 Vol 23, No 2 (2024): Juni 2024 Vol 23, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 22, No 3 (2023): Oktober 2023 Vol 22, No 2 (2023): Juni 2023 Vol 22, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 21, No 3 (2022): Oktober 2022 Vol 21, No 2 (2022): Juni 2022 Vol 21, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 20, No 2 (2021): Oktober 2021 Vol 20, No 1 (2021): April 2021 Vol 19, No 2 (2020): Oktober 2020 Vol 19, No 1 (2020): April 2020 Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019 Vol 18, No 1 (2019): April 2019 Vol 17, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 17, No 1 (2018): April 2018 Vol 16, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 16, No 1 (2017): April 2017 Vol 15, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 15, No 1 (2016): April 2016 Vol 14, No 2 (2015): Oktober 2015 Vol 14, No 1 (2015): April 2015 Vol 1, No 2 (2002): OKTOBER 2002 Vol 13, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 13, No 1 (2014): April 2014 Vol 12, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 12, No 1 (2013): April 2013 Vol 11, No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 11, No 1 (2012): April 2012 Vol 8, No 2 (2009): Oktober 2009 Vol 8, No 1 (2009): April 2009 Vol 6, No 2 (2007): Oktober 2007 Vol 6, No 1 (2007): APRIL 2007 Vol 5, No 2 (2006): OKTOBER 2006 Vol 5, No 1 (2006): APRIL 2006 Vol 4, No 2 (2005): OKTOBER 2005 Vol 4, No 1 (2005): APRIL 2005 Vol 3, No 2 (2004): OKTOBER 2004 Vol 3, No 1 (2004): APRIL 2004 Vol 2, No 2 (2003): OKTOBER 2003 Vol 2, No 1 (2003): APRIL 2003 Vol 1, No 1 (2002): APRIL 2002 More Issue