cover
Contact Name
Munawir Amansyah
Contact Email
munawir@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alsihah@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-sihah: The Public Health Science Journal
ISSN : 20862040     EISSN : 25485334     DOI : -
Core Subject : Health,
The aim of this journal is to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field of public health. Al-Sihah receives manuscripts encompass a broad range of research topics in public health sciences: epidemiology, nutrition, health promotion, health and safety at work, communicable disease, social determinant of health, enviromental health, and health policy.
Arjuna Subject : -
Articles 220 Documents
Analisis Kandungan Zat Gizi Biskuit Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L. Poiret) Sebagai Alternatif Perbaikan Gizi di Masyarakat Syarfaini Syarfaini; M. Fais Satrianegara; Syamsul Alam; Amriani Amriani
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 9, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.695 KB) | DOI: 10.24252/as.v9i2.3763

Abstract

Ubi jalar ungu adalah ubi jalar yang kulit maupun dagingnya berwarna ungu pekat yang memiliki produktivitas yang tinggi, ubi jalar ungu varietas anitin-3 memiliki kandungan zat antosianin relatif lebih tinggi dibanding varietas antin-1 dan antin-2. Biskuit ubi jalar ungu merupakan salah satu produk diversifikasi pangan lokal akan potensi sumber daya alam khususnya pemanfaatan ubi jalar ungu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan zat gizi (Karbohidrat, Protein, Lemak, Besi (Fe), dan Vitamin C) pada biskuit ubi jalar ungu dan uji organoleptik biskuit tersebut. Jenis rancangan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) karena diterapkan pada percobaan yang dilakukan pada lingkungan homogen dan pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan eksperimentatif dengan menggunakan desain true-eksperimen. Metode yang digunakan untuk perlakuan ubi jalar ungu dengan perbandingan kelompok kontrol 1:0, kelompok eksperimen 1:1, 3:1, dan 1:3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 perlakuan dengan konsentrasi berbeda pada biskuit ubi jalar ungu dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian sampel 1:0 yaitu kandungan Karbohidrat 16,26%, Protein 4,51%. Lemak 21,50%, Fe 107, 57 ug/g dan Vitamin C 66,89 mg sampel 1:1 yaitu kandungan sampel 1:1 yaitu kandungan sampel 1:3 yaitu Karbohidrat 16,26%, Protein 4,51%. Lemak 21,50%, Fe 107, 57 ug/g dan Vitamin C 66,89 mg. Uji hedonik terbaik terdapat pada formulasi 1:3, sedangkan uji mutu hedonik dengan kriteria agak baik pada formulasi 1:1, 3:1 dan 1:3. Uji Friedmen P<0,05 terhadap warna, tekstur dan mutu overall. Rekomendasi produk terbaik dari keempat sampel untuk kebutuhan zat gizi makro dan zat gizi mikro pada formulasi 1:3. Jadi disarankan bagi masyarakat agar dapat membuat biskuit ubi jalar ungu untuk menjadi makanan layak konsumsi sebagai makanan tambahan guna memenuhi kebutuhan zat gizi perharinya. 
Hubungan Proses Rehabilitasi terhadap Perkembangan Psikososial Penyandang Tuna Daksa di Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar Tahun 2015 Emmi Bujawati; Sukfitrianti Sukfitrianti; Ade Pratiwi Sari
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.176 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i2.1998

Abstract

Proses rehabilitasi sosial bagi penyandang tuna daksa merupakan program yang dicanangkan untuk memberikan perubahan baik secara fisik dan mental psikis pada diri individu yang mengalami disabilitas fisik. Dalam rentang usia 17-35 tahun, merupakan masa dimana setiap individu mengalami perkembangan psikososial dalam hal penerimaan diri, kemandirian dan penyesuaian diri. Penyandang tuna daksa yang menjalani proses rehabilitasi didominasi oleh rentang usia tersebut, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan proses rehabilitasi terhadap perkembangan psikososial penyandang tuna daksa. Penelitian ini dilakukan pada klien rehabilitasi di Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar yang berusia 17-35 tahun dengan jumlah responden 92 orang yang terdiri dari 74 orang laki-laki dan 18 orang perempuan. Teknik sampling yang digunakan yaitu metode multi stage sampling,dimana sampel dibedakan untuk tiap tahun masuk rehabilitasi dengan menggunakan proportional random sampling dan kemudian responden dipilih dengan menggunakan simple random sampling. Alat ukur dalam penelitian ini berupa kuesioner. Berdasarkan hasil analisis Pearson Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara proses rehabilitasi (p=0,000) dalam hal ini penerimaan pelayanan rehabilitasi (p=0,000), dampak pelayanan rehabilitasi (p=0,000) dan masa rehabilitasi (p=0,001) terhadap perkembangan psikososial penyandang tuna daksa di Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar Tahun 2015. Untuk mencapai keberhasilan program rehabilitasi pihak panti harus meningkatkan pelayanan yang diberikan, mengembangkan metode bimbingan dan bagi klien rehabilitasi harus meningkatkan keyakinan serta motivasi selama menjalani proses rehabilitasi. Dan untuk mengetahui besar pengaruh proses rehabilitasi diharapkan dapat dikembangkan oleh peneliti selanjutnya dengan menambahkan variabel yang belum diteliti dalam penelitian ini dan dianjurkan mendapatkan hasil assessmen awalnya.
Gambaran Faktor Risiko Kecelakaan Kerja Pada Departemen Produksi Bahan Baku di PT. Semen Tonasa Kabupaten Pangkep Tahun 2016 Hasbi Ibrahim; Munawir Amansyah; Nur Amalia Wahyuni Tahir
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 9, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.294 KB) | DOI: 10.24252/as.v9i1.3145

Abstract

Faktor risiko merupakan hal-hal yang terkait dengan kemungkinan kecelakaan kerja akan terjadi dan dapat mengakibatkan kerusakan. Kecelakaan akibat kerja pada dasarnya disebabkan oleh tiga faktor yaitu faktor manusia, pekerjaanya dan faktor lingkungan di tempat kerja. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui gambaran setiap variabel yang diteliti sebagai faktor risiko kecelakaan kerja pada departemen produksi bahan baku (tambang)  PT.Semen Tonasa desa biringere, kecamatan bungoro, kabupaten pangkep. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui kisaran frekuesi atau distribusi dari variabel yang diteliti. Dengan populasi 146 responden dengan menggunakan teknik total sampling yaitu jumlah populasi sama dengan jumlah sampel. Adapun instrument penelitian yaitu menggunakan kuesioner yang diberikan kepada responden serta menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur muda (<30 tahun) lebih banyak mengalami kecelakaan kerja yaitu 35,6%,  masa kerja lama (>3tahun) lebih banyak mengalami kecelakaan kerja yaitu 46,6%, yang menggunakan APD lebih banyak mengalami kecelakaan kerja yaitu 32,9%, shift kerja yang mengalami kecelakaan kerja yaitu 30,1%, lama kerja dengan waktu kerja sebanyak 14 jam yang mengalami kecelakaan kerja yaitu 60,3%. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka ada beberapa saran yang dapat direkomendasikan kepada pihak perusahaan yaitu pentingnya perusahaan melakukan pengecekkan alat-alat penunjang keselamatan pekerja, menambah pekerja diarea tambang khusunya untuk sopir sehingga dapat melakukan pergantian waktu kerja, pentingnya memberikan rambu-rambu jalan sepanjang area tambang, serta pentingnya meningkatkan pengawasan mengenai kedisiplinan penggunaan alat pelindung diri (APD) kepada tenaga kerja. 
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Keluhan Computer Vision Syndrom Pada Pekerja Operator Komputer di PT. Semen Tonasa Pangkep Hasbi Ibrahim; Syahrul Basri; Muhammad Saleh Jastam; Iman Kurnianda
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.374 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i1.5422

Abstract

American Optometric Association (AOA) mendefinisikan Computer Vision Syndrom sebagai gangguan mata komplek dan masalah penglihatan yang berkaitan dengan kegiatan yang lama dilakukan di depan computer. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan Computer Vision Syndrom pada Pekerja Operator Computer di PT. Semen Tonasa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study.Populasinya adalah seluruh Pekerja Operator Computer, selama periode penelitian yaitu sebanyak 33 orang di PT. Semen Tonasa. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling. Data primer dikumpulkan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner sedangkan data sekunder menggunakan data rekam medik untuk mengetahui jumlah responden.Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Uji yang digunakan adalah Chi Square untuk mengetahui hubungan.Hasil penelitian menunjukkan pada shift 1 sebanyak 66,7% (22 orang), pada shift 2 sebanyak 57.6% (19 orang) dan shift 3 sebanyak 75.8 (25 orang) mengalami computer vision syndrom. Dari  6 (enam) variabel istirahat mata shift 1 (p=0.452) dengan RP=1.3, shift 2 (p=0.033) dengan RP=2.3, shift 3 (p=0,420) dengan RP=1.4, frekuensi kedipan shift 1 (p=0.886) dengan RP=1.17, shift 2 (p=0.340) dengan RP=1.6, shift 3 (p=0,420) dengan RP=1.4, Durasi kerja shift 1 (p= - ) dengan RP=1 shift 2 (p= - ) dengan RP=1, shift 3 (p= - ) dengan RP=1. masa kerja shift 1 (p=0.019) dengan RP=2.0, shift 2 (p=0.027) dengan RP=2.3, shift 3 (p=0,614) dengan RP=1.2, Jarak Monitor shift 1 (p= - ) dengan RP=1 shift 2 (p= - ) dengan RP=1, shift 3 (p= - ) dengan RP=1, pencahayaan shift 1 (p= 0.893 ) dengan RP=1.15, shift 2 (p= 1 ) dengan RP=1.18, shift 3 (p= 979 ) dengan RP=1.54. Disarankan kepada pekerja agar memperhatikan pola istirahat pada saat bekerja dan hendaknya monitor di setiap ruang kerja di pasangi dengan anti glare dan melakukan check up rutin terkhusus bagi kesehatan matanya. 
Kualitas Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Barru (Kasus Pelayanan Rawat Jalan Pasien Pengguna Asuransi Kesehatan) Surahmawati Surahmawati
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.859 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i1.1975

Abstract

Pelayanan di bidang kesehatan masih menjadi problem mendasar yang dikeluhkan sebagian besar masyarakat yang mana pelayanan bermutu antara pasien dan pemberi pelayanan (provider) disadari sering terjadi perbedaan persepsi . Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai kualitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Barru pada pasien rawat jalan pengguna Asuransi kesehatanMetode penelitian yang digunakan adalah survey deskriptif, dan yang menjadi Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah rata-rata pasien Asuransi kesehatan yang berobat rawat jalan di Rumah Sakit Barru selama tahun 2010 yaitu sebanyak 519 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah metode purposive sampling dan diperoleh Jumlah sampel sebanyak 104 orang. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik angket, observasi, dan wawancara. Pengolahan data menggunakan Microsoft excel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kualitas pelayanan kesehatan rawat jalan di RSUD Barru ditinjau dari prosedur administrasi dinyatakan cukup baik dengan nilai rata-rata 2,72, kualitas pelayanan ditinjau dari waktu tunggu dinyatakan kurang baik dengan nilai rata-rata 2,26, tingkat kualitas pelayanan ditinjau dari sikap petugas kesehatan dinyatakan cukup baik dengan nilai rata-rata 2,94, dan tingkat kualitas ditinjau dari fasilitas pelayanan kesehatan dinyatakan cukup baik dengan nilai rata-rata 2,43. Dari empat variabel penelitian diperoleh nilai rata-rata 2,58 sehingga diperoleh kesimpulan bahwa kualitas pelayanan rawat jalan di RSUD Barru termasuk kategori cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian maka penulis menyarankan beberapa hal yakni; diharapkan kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan kedisiplinan dan rasa tanggungjawab dalam melaksanakan pekerjaannya, kepada pihak rumah sakit agar mengupayakan perbaikan fasilitas yang bermasalah seperti WC dan ketersediaan airnya, petugas kesehatan hendaknya selalu memberi pelayanan yang baik dan bersikap ramah kepada pasien untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Barru.  
Pengaruh Pemberian Nugget Tempe Dengan Subtitusi Ikan Gabus Terhadap Status Gizi Anak Sekolah Dasar di MIS DDI Ainus Syamsi Kelurahan Lette Kota Makassar 2014 Syarfaini Syarfaini; Muhammad Fais Satrianegara; Andi Rezki Ayu Astari
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.59 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i2.2653

Abstract

Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok usia yang mempunyai aktivitas cukup tinggi baik dalam keadaan belajar maupun di saat istirahat. Tumbuh kembang anak usia sekolah yang optimal tergantung pemberian nutrisi dengan kualitas dan kuantitas yang baik serta benar. Tanpa gizi yang memadai dan berkualitas, maka anak akan menderita malnutrisi (kekurangan gizi). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian nugget tempe dengan subtitusi ikan gabus terhadap status gizi pada siswa gizi kurang di sekolah dasar MIS DDI Ainus Syamsi di Kelurahan  Lette Kecamatan Mariso Kota Makassar.Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif lapangan dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi eksperimen dengan rancangan penelitian Eksperimen Semu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok kasus selisih rata-rata status gizi sebelum dan setelah pemberian nugget tempe dengan subtitusi ikan gabus adalah sebesar 0,39 sedangkan pada kelompok kontrol selisih rata-rata status gizi pada awal hingga akhir penelitian adalah sebesar 0,13. setelah dilakukan uji statistik Paired T-Test didapatkan nilai p = 0,000 yang lebih kecil daripada nilai alpha (0,05), maka dapat diputuskan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, ada pcngaruh antara pemberian nugget tempe ikan gabus terhadap status gizi anak sekolah gizi kurang. Diharapkan Kepada pelayanan kesehatan ditingkat Kelurahan ataupun Kecamatan serta pelayanan kesehatan yang ada agar dapat memanfaatkan tempe yang diolah menjadi nugget dengan subtitusi ikan gabus dijadikan sebagai PMT lokal, sebagai pengganti PMT lokal yang ada yang harganya lebih mahal agar supaya angka kejadian gizi kurang pada anak usia Sekolah Dasar dapat ditekan ataupun berkurang. 
Analisis Kebutuhan Tenaga Kesehatan (Paramedis) Berdasarkan Beban Kerja Dengan Menggunakan Metode Workload Indicator Staffing Needs (WISN) di Poliklinik Ass-Syifah UIN Alauddin Makassar Syamsul Alam; Sitti Raodhah; Surahmawati Surahmawati
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 2, July-December 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.069 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i2.6903

Abstract

Analisis beban kerja merupakan upaya  menghitung beban kerja pada satuan kerja dengan cara menjumlah semua beban kerja dan selanjutnya membagi dengan kapasitas kerja perorangan persatuan waktu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kebutuhan tenaga kesehatan (paramedis) dengan menghitung perbedaan antara jumlah ideal tenaga paramedis (tenaga perawat dan tenaga farmasi)  dengan kenyataan yang ada (WISN difference) serta menghitung beban kerja pada Unit Poliklinik Ass Syifaa UIN Alauddin Makassar. Jenis penelitian ini adalah deskriptifdengan metode kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan untuk menganalisa beban kerja dan memperoleh jumlah tenaga paramedis yakni tenaga kepearawatan dan kefarmasian berdasarkan metode Workload Indicator Staffing Need (WISN). Sumber data kuantitatif adalah tenaga keperawatan dan kefarmasian yang bekerja di Poliklinik Ass-Syifaa UIN Alauddin dan Informan sebagai sumber data kualitatif yang dipilih oleh peneliti yaitu manajemen poliklinik yang berkaitan dengan pelayanan keperawatan dan kefarmasian. Hasil analisis kebutuhan tenaga paramedis berdasarkan beban kerja petugas dengan menggunakan metode WISN pada Poliklinik Ass-Syifah  UIN  Alauddin  Makassar diperoleh tenaga perawat sebanyak 0,695 SDM atau jika dibulatkan menjadi 1 SDM. Sedangkan jumlah kebutuhan tenaga farmasi   yang ideal adalah sebesar 3,38 SDM atau 4 SDM. Penggunaan metode WISN ini untuk memudahkan dalam pemenuhan dan distribusi dari tenaga kesehatan terutama di poliklinik sehingga diharapkan hasil penelitian dapat dimanfaatkan sebagai sumber masukan bagi pimpinan mengevaluasi kebutuhan SDM 
Analisis Hubungan Persepsi Manfaat Yang Dirasakan Terhadap Konsistensi Penggunaan Kondom Pada Waria Pekerja Seks Dalam Pencegahan HIV AIDS di Kota Makassar Dian Ardyanti Rauf; Antono Suryoputro; Zahroh Shaluhiyah
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 2, July-December 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.524 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i2.6051

Abstract

Waria menjadi kelompok dengan risiko tinggi penularan HIV AIDS disebabkan banyaknya daerah pangkalan bagi waria untuk melakukan transaksi seksual dengan pasangan seks. Risiko penularan HIV AIDS besar terjadi pada waria pekerja seks, sehingga untuk mencegah penularan HIV AIDS dapat dilakukan melalui seks yang sehat dengan pemakaian kondom dan pelicin secara rutin dan benar. Perubahan perilaku dikalangan waria pekerja seks masih sangat sulit karena masih rendahnya pemakaian kondom dikalangan waria. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan persepsi manfaat yang dirasakan dengan konsistensi penggunaan kondom pada Waria Pekerja Seks untuk pencegahan HIV AIDS di kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian mix methods dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif menggunakan desain sequential explanatory (model kombinasi). Teknik pengumpulan data kuantitatif menggunakan desain penelitian cross sectional dan data kualitatif menggunakan wawancara mendalam dengan rancangan penelitian menggunakan studi kasus untuk memperkuat hasil kuantitatif yang diperoleh dari Waria Pekerja Seks yang HIV positif. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan persepsi manfaat yang dirasakan (p=0,013) dengan konsistensi penggunaan kondom pada Waria Pekerja Seks. Dapat disimpulkan bahwa persepsi manfaat yang dirasakan berhubungan dengan konsistensi penggunaan kondom pada Waria Pekerja Seks untuk pencegahan HIV AIDS.Kata Kunci: Konsistensi, HIV AIDS, Waria Pekerja Seks.
Gambaran Pendidikan Seksual Anak Usia Dini Dalam Keluarga Pada Keluarga Sejahtera III Plus Kecamatan Tallo Kota Makassar Nurdiyanah Nurdiyanah; Fatmawaty Mallapiang; Nildawati Nildawati; Aulia Rahma
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 2, July-December 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.296 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i2.6873

Abstract

Pendidikan seksual anak usia dini menjadi salah satu upaya untuk mencegah berbagai bahaya kejahatan seksual dan penyimpangan seksual pada anak. Keluarga menjadi wadah utama bagi anak untuk memperoleh pendidikan, termasuk pendidikan seksual. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui gambaran pendidikan seksual anak usia dini dalam keluarga sejahtera III plus di Kecamatan Tallo.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif survei pada keluarga sejehtera III plus di Kecamatan Tallo.Dari populasi 567 keluarga diperoleh sampel sebanyak 180 keluarga menggunakan purposive sampling dengan kriteria keluarga sejahtera IIII plusyang memiliki anak usia 8-12 tahun.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik (93,4%), kontrol diri yang baik (51,7%), sikap positif (93,4%), tindakan yang baik (81,1%), lingkungan sosial yang baik (82,2%) dalam memberikan pendidikan seksual anak dalam keluarga. Sehingga pendidikan seksual anak usia dini pada keluarga sejahtera III plus di kecamatan Tallo sudah baik, meskipun masih terdapat beberapa responden yang tidak pernah memberikan pendidikan seksual dalam keluarganya (41,1%). Oleh karena itu, orang tua diharapkan secara aktif dan terbuka dalam berkomunikasi masalah seksual dengan anak serta menjadi teladan dengan menanamkan nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari merupakan bagian dari pendidikan seksual anak usia dini dalam keluarga
Identifikasi Kandungan Zat Gizi Pada Jus Tempe dan Modifikasinya Sebagai Alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pada Balita Fadillah Fadillah; Syarfaini Syarfaini; Muhammad Rusmin
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 6, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.171 KB) | DOI: 10.24252/as.v6i2.1614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan zat gizi pada jus tempe dan modifikasinya sebagai alternatif PMT pada balita. Jenis penelitian ini adalah Pre-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yaitu one-shot case study design. Lokasi penelitian ini di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar dan Universitas Negeri Makassar. Objek dalam penelitian ini yaitu tempe, pisang dan pepaya yang kemudian dijadikan jus dengan formula, jus tempe yaitu tempe 50 gr, gula 5 gr, dan air 90 ml. Formula pada jus tempe pisang yaitu tempe 30 gr, pisang 15 gr, gula 5 gr, dan air 90 ml. Sedangkan formula pada jus tempe pepaya yaitu tempe 30 gr, pepaya 15 gr, gula 5 gr, dan air 90 ml. Alat yang digunakan dalam  membuat sampel yaitu blender, pisau, talenan, panci, saringan panci, sendok, dan piring. Adapun bahan yang digunakan yaitu masing-masing buah yang menjadi sampel (pepaya dan pisang), tempe, gula, dan air. Parameter pengamatan yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin C dan Fe, dan juga dilakukan uji organoleptik.Hasil penelitian menunjukkan kandungan gizi pada jus tempe sebesar: karbohidrat 8,9%, protein 8,8%, lemak 3,06 mg/gr, vitamin C 7,57 mg/gr dan Fe 1,52 mg/gr. Pada jus tempe pisang yaitu karbohidrat 9,9%, protein 4,7%, lemak 2,5%, vitamin C 9,4 mg/gr, dan Fe 0,83 mg/gr. Sedangkan pada jus tempe pepaya karbohidrat 6,7%, protein 4,4%, lemak 3,7%, vitamin C 9,6 mg/gr, dan Fe 1,6 mg/gr. Pada uji organoleptik jus tempe dan modifikasinya, jus dengan nilai rata-rata tingkat kesukaan tertinggi terdapat pada jus tempe pisang (76,25%), kemudian jus tempe pepaya (71,25%), dan jus tempe (68,75%).Dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi terhadap balita, disarankan kepada orangtua agar memberikan makanan dengan nilai gizi yang tepat. Seperti pada jus tempe dan jus tempe pisang yang kaya akan zat gizi makro sebaiknya diberikan kepada balita yang mengalami gizi kurang dan KEP. Sedangkan pada jus tempe pepaya yang kaya akan zat gizi mikro seperti vitamin C dan Fe yang sangat baik untuk membantu absorbsi zat gizi makro dan baik untuk penderita Anemia Gizi Besi.

Page 8 of 22 | Total Record : 220