cover
Contact Name
Muhammad Syafar
Contact Email
m.syafar@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alqolam.journal@uinbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
ALQALAM
ISSN : 14103222     EISSN : 2620598X     DOI : -
ALQALAM (e-ISSN: 2620-598X; p-ISSN: 1410-3222) is a journal published by the Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-INDONESIA. ALQALAM is an academic journal published twice a year (every six months). ALQALAM had been accreditated by Ministry of Education and Culture No. 80/DIKTI/Kep./2012, 13 Desember 2012. This journal focuses on specific themes of Islamic Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 578 Documents
AGAMA DAN TANTANGAN KEMANUSIAAN KONTEMPORER Mohamad Hudaeri
Al Qalam Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2085.352 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v18i90-91.1468

Abstract

Wacana keagamaan kembali menguat ketika masyarakat dunia memasuki milenium ketiga. Kesadaran untuk kembali ke agama ini tidak bisa dilepaskan dari krisis modernitas yang tengah melanda masyarakat. Modernitas disamping mendatangkan kemakmuran material bagi sebagian masyarakat, ternyata juga mengandung berbagai macam paradoks, dehumanisasi dan alienasi.Munculnya berbagai macam penyakit kemanusian ini tidak bisa dilepaskan dari hilangnya ruang spiritual dari kehidupan manusia modern. Akibatnya, modernitas yang selama in diagung-agungkan, telah menyebabkan manusia menjadi kerdil kering dan hampa karena kehilangan makna dan tujuan hidup yang hakiki, yang berada pada ranah paling dalam pada diri manusia,yaitu spiritualitas. Untuk itulah agama kembali dilirik sebagai terapi krisis kemanusiaan.Namun demikian, tidak sedikit orang yang meragukan fungsi positif agama bahwa sebagian dari tindakan kekerasan, eksklusivisme dan berbagai pelanggaran nilai-nilai universal kemanusiaan dilakukan atas nama agama. Jadi bagaimana mungkin agama dapat berperan menjadi solusi krisis ?.Bagi sebagian cendekiawan dan agamawan, tindakan yang melanggar nilai-nilai kemanusiaan yang diatasnamakan agama tersebut disebabkan oleh sesuatu yang kompleks. Salah satunya adalah ketidakmampuan sebagian pemeluk agama dalam memahamii nilai-nilai universal agamanya. Substansi agama telah direduksi oleh pemahaman yang sempit dan kepentingan sesaat.Untuk itulah, saat ini, diperlukan adanya rekonstruksi teologis pada setiap agama agar mampu menghadapi tantangan kemanusiaan kontemporer. Dengan demikian, agama dapat memberikan arah, makna dan tujuan hidup pada manusia, serta tampil secara lebih ramah, sejuk, terbuka dan humanis.Kata-kata Kunci: Krisis Modernitas, Agama Formal, Teologi Universal, Spiritual.
IKHTILAP ULAMA DALAM HUKUM ISLAM DAN SEBAB-SEBABNYA Hasanuddin Hasanuddin
Al Qalam Vol 4 No 15 (1988): September - October 1988
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1322.425 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v1i15.1397

Abstract

Ikhtilap Ulama dalam Hukum Islam dan Sebab-sebabnya
PEMIKIRAN USHUL FIQH AL-SYAUKANI Syarjaya, H.E Syibli
Al Qalam Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.413 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i3.1663

Abstract

Dalam pemikiran ushuI fiqh klasik, para ulama umumnya membagi dua kelompok besar, yakni kelompok mutakallim dan ushuliyyin. Kelompok pertama adalah mereka yang menggunakan metode yang biasa dipakai oleh para teolog (mutakalim) dalam mendeduksi hukum. Mereka berpikir secara deduktif, yakni menggunakan al-Qur'an dan Sunnah sebagai sumber untuk menciptakan kaidah­kaidah ushuliyyah tanpa memperhatikan problema di tingkat realitas. Pendiri kelompok ini adalah Imam Syafi'i. Sedangkan kelompok yang kedua menggunakan metode berpikir secara parsial,yakni melakukan analisis masalah di tingkat realitas bukan berdasarkan teori-teori (kaidah-kaidah) yang ada. Pendiri kelompok ini adalah Abu Hanifah.Namun pada umumnya, banyak ulama ushul fiqh yang datang kemudian, menggabungkan kedua teori tersebut. Salah satu ulama yang berusaha untuk menggabungkan atau mengkompromikan keduanya adalah al-Syaukani, seorang ulama dari mazhab Syi'ah Zaidiyah. Menggabungkan dua pola pemikiran tersebut ternyata tidak mudah untuk mencari jalan keluarnya. Tulisan ini menggambarkan tentang usaha-usaha yang dilakukan oleh al-Syaukani untuk mengkompromikan dua corak pemikiran ushul fiqh.
BANK MENURUT KONSEP HUKUM IS­LAM MUSLICH, A. WARDI
Al Qalam Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1959.251 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v10i54.1530

Abstract

Bank menurut Konsep Hukum Islam
IMPLIKASI SOSIAL BUDAYA DAN ILMU PENGETAHUAN DAIAM PERKEMBANGAN BAHASA ARAB Alawiyah, Azizah
Al Qalam Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.096 KB)

Abstract

As a tool of humans' communication, language is not static, but dynamic and progressive. The socio-cultural changes and the development of sciences give an impact toward the development of Arabic. The use of Arabic is not only limited for religious subjects, but also for daily communication and sciences. Many new vocabularies and academical terms absorbed into Arabic are derived from Romanic, Persian, Greek, Sanskrit, and other languages. Hence, it is clear to demonstrate that Arabic is a language of unifying people. Key Words: The Development of Language, The Socio-Cultural Changes, The Development of Sciences.
KONSEP 'AWALIM 'ABD ALLAH BIN 'ABD AL-QAHHAR AL-BANTANI DALAM DISKURSUS WUJUDIYYAH DI NUSANTARA KURNIAWAN, ADE FAKIH
ALQALAM Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1278.773 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v28i3.1060

Abstract

This article aims at observing the Wujudiyyah teaching of 'Abd Allah bin 'Abd al-Qahhar al-Bantani on the text Masyahid an-Ndik fi maqamat as-Salik. Even though 'Abd Allah bin 'Abd alQahhar al-Bantani was as a great ulama in the period of Sultan Abu an-Nasr 'Arif Syifa' Zain al 'Asyiqin—the ruler of the sultanate of Banten in the eighteenth century--his name was scarcely mentioned in the history of Banten. This sultan asked him to write a book of Wujudiyyah, especially dealing with tajalliyat. The polemic of WuJudiyyah happens in Banten is different from that of in Aceh. In Banten, there is no information stating that the sultan of Banten bans and considers the adherents of wujudiyyah teaching as infidel (unbeliever). Dealing with tajalliyat concept, he expresses it in the explanation of tajalli phases of God over the realm that he divides into four kinds of world: 'alam ilahi, 'alam jabarut, 'alam malakut and 'alam nasut. His division of these worlds is much different from al-Burhanpuri's concept of Martabat Tujuh and the world concepts of Hamzah Fansuri, al-jili as well as lbn 'Arabi. Keywords: WuJudiyyah, 'Awalim, Martabat Tujuh, Maratib Al-Wujud
ISLAM, EKONOMI KEBANGSAAN, DAN KAPITALISME GLOBAL DALAM WACANA REFORMA AGRARIA M. ISHOM EL-SAHA
Al Qalam Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1389.751 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i2.1630

Abstract

Banyak kalangan menghendaki agar dilakukan reforma agraria. Pertimbangannya, ada dua hal pokok yang harus dipikirkan saat ini, yakni bagaimana UUPA ini dapat mendorong industrialisasi, namun tetap menjaga kepentingan masyarakat banyak, golongan lemah, serta menghormati hak-hak masyarakat lokal (daerah); serta kepentingan untuk menarik modal asing.Di balik alasan dan pertimbangan itu sebetulnya ada kepentingan­kepentingan tersendiri. Diantaranya kelompok liberalis yang mengusung kepentingan kapitalisme global, kelompok nasionalis yang tetap menempatkan ekonomi kebangsaan dalam isu reforma agraria, dan kelompok sosialis yang sering mengusung jargon "tanah untuk rakyat.”Tarik ulur kepentingan antar kelompok ini tentu akan berpengaruh terhadap pembentukan persepsi masyarakat tentang isu reformasi tanah itu sendiri. Meski belum tentu masyarakat menyadari bahwa di balik isu itu terdapat kepentingan-kepentingan tertentu. Atas dasar itulah, mengingat masyarakat Indonesia merupakan penganut Islam terbesar, mereka perlu juga mengetahui nilai­ nilai Islam yang mengatur masalah pertanahan, sebagai dasar perbandingan dengan ideologi lainnya.Untuk menghasilkan rumusan rasional seputar wacana rejorma agraria dalam pendekatan Islam, ekonomi kebangsaan, dan kapitalisme global, maka metode analisis yang diterapkan adalah metode komperatif dengan cara berpikir induktif. Locus utamanya adalah UUPA tahun 1960 yang diurai dalam tiga pendekatan tersebut. Hasil konklusinya, walaupun UUPA sebetulnya telah mengatur secara apik masalah reformasi agraria, namun perlu dilakukan uji ulang, terutama menyangkut peran pemerintah sebagai regulator, demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
AGAMA DAN TANTANGAN­KEMANUSIAAN KONTEMPORER Mohamad Hudaeri
Al Qalam Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1553.79 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v23i2.1491

Abstract

Wacana keagamaan kembali menguat ketika masyarakat dunia memasuki milenium ketiga. Kesadaran untuk kembali ke agama ini tidak bisa dilepaskan dari krisis modernitas yang - tengah melanda masyarakat. Modernitas disamping mendatangkan kemakmuran material bagi sebagian masyarakat, ternjata juga mengandung berbagai macam paradoks, dehumanisasi dan alienasi.Munculnya berbagai macam penyakit kemanusian ini tidak bisa dilepaskan dari hilangnya ruang spiritual dari kehidupan manusia modem. Akibatnya, modernitas yang selama ini diagung-agungkan, telah menyebabkan manusia menjadi kerdil, kering dan hampa karena kehilangan makna dan tujuan hidup yang hakiki, yang berada pada ranah paling dalam pada diri manusia, yaitu spiritualitas. Untuk itulah agama kembali dilirik sebagai terapi krisis kemanusiaan.Namun demikian, tidak sedikit orang yang meragukan fungsi positif agama sebagai terapi krisis kemanusiaan kontemporer. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa sebagian dari tindakan kekerasan, eksklusivisme dan berbagai pelanggaran nilai-nilai universal kemanusiaan dilakukan atas nama agama: Jadi bagaimana mungkin agama dapat berperan menjadi solusi krisis?.Bagi sebagian cendekiawan dan agamawan, tindakan yang melanggar nilai-nilai kemanusiaan yang diatasnamakan agama tersebut disebabkan oleh sesuatu yang kompleks. Salah satunya adalah ketidakmampuan sebagian pemeluk agama dalam memahami nilai-nilai universal agamanya. Substansi agama telah direduksi oleh pemaham yang sempit dan kepentingan sesaat.Untuk itulah, saat ini, diperlukan adanya rekonstruksi teologis pada setiap agama agar mampu menghadapi tantangan kemanusiaan kontemporer. Dengan demikian, agama dapat memberikan arah, makna dan tujuan hidup pada manusia, serta tampil secara lebih ramah, sejuk, terbuka dan humanis.
PENGEMBANGAN KECERDASAN INTELEKTUAL MENURUT AL-QUR'AN M.F. HIDAYATULLAH
Al Qalam Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.346 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v29i2.868

Abstract

This paper tries to reveal the development of the intellectual intelligence based on the Qur'an, by using Tafsir Maudhu'i method based on Surah Al'Alaq verse 1-5. This understanding is important because of the fact that SurahAl-'Alaq: 1-5 are the first verses that were given down and ordered for the Muslims to read. To develop the intellectual, in this Surah, Allah tells Muslims to read, to communicate, to analyze, to explore, and to examine the Qur'an and the universe. The reading should be based on the name of Allah so that it will improvw the faith in Allah. Key words: the intellectual intelligence, the Qur'an, tafsir maudhu'i
IMAM Al-KHOLIL BIN AHMAD DAN KARYANYA, MU'JAM "AL-'AIN" Jumhana, Nana
ALQALAM Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1232.589 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v25i2.1681

Abstract

Dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain seperti India, Yunani, Romawi, dan China, bangsa Arab termasuk bangsa yang terlambat dalam menyusun kamus. Sampai akhir Dinasti bani Umayyah, di dunia Arab belum dikenal penulisan mujam (kamus) bahasa Arab seperti yang dikenal saat ini. Penyusunan mujam (kamus) bahasa Arab, yang menghimpun kosa kata bahasa Arab dan dijadikan sebagai panduan dalam mencari makna kosa kata, dengan metode dan sistem tertentu, barn dimulai pada awal masa dinasti Abbasiyyah, dengan dipelopori oleh Imam al-Kholii ibn Ahmad (100-170 H), dengan mu’jam yang berjudul ''al-'Ain''. Baru setelah itu penyusunan kamus (mu'jam) di kalangan sarjana muslim (Arab) mengalami perkembangan yang cukup pesat, dan hinga kini telah lahir mu’jam­mu’jam baru dengan berbagai pendekatan dan metode penulisan yang digunakan.Sebagai seorang ulama yang mempelopori penulisan kamus bahasa Arab, di mana pola dan pendekatan yang digunakannya betul-betul baru dan sangat berbeda dari kelaziman yang ada di zamannya, Imam al-Kholil dan karyanya, mu’jam al­'Ain, cukup banyak menjadi objek kajian pembahasan para sarjana bahasa Arab sesudahnya. Perhatian para sarjana tersebut pada umumnya berkisar mengenai kesarjanaan al-Kholii bin Ahmad yang banyak memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu bahasa Arab, pendekatan dan metode al-tartib al-shaury yang digunakan al-Kholii dalam menyusun entri kamus bahasa Arab pertama tersebut, yang menunjukkan kecemerlangannya sebagai seorang Sayyidu ahl al-adab.Tulisan ini mendeskripsikan secara sekilas mengenai biografi Imam al­Kholii bin Ahmad serta mu’jam (kamus bahasa arab) karyanya yaitu mu jam al­'Ain. Khusus dalam deskripsi mengenai mu’jam ini, akan diungkap tentang karakteristik kitab mu’jam al-'Ain, metode dan pendekatan yang digunakan dalam penyajian entri mu’jam (kamus)nya, serta pengaruh kemunculan mu’jam ini bagi perkembangan kamus ekabahasa Arab sesudahnya, serta pengaruhnya terhadap perkembangan kajian-kajian tentang kamus ekabahasa Arab.Kata Kunci: al-Kholii bin Ahmad, Mu’jam al-'Ain, Tartib makharijul huruf

Filter by Year

1988 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 42 No. 2 (2025): December Vol. 42 No. 1 (2025): June Vol. 40 No. 2 (2023): July-December 2023 Vol. 40 No. 1 (2023): January-June 2023 Vol. 39 No. 2 (2022): July-December 2022 Vol. 39 No. 1 (2022): January-June 2022 Vol. 38 No. 2 (2021): July-December 2021 Vol 38 No 1 (2021): January - June 2021 Vol 37 No 2 (2020): July - December 2020 Vol 37 No 1 (2020): January - June 2020 Vol 36 No 2 (2019): July - December 2019 Vol 36 No 1 (2019): Januari - Juni 2019 Vol 35 No 2 (2018): July - December 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 31 No 2 (2014): July - December 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 2 (2013): May - August 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 1 (2012): January - April 2012 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 2 (2010): May - August 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 26 No 3 (2009): September - December 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006 Vol 22 No 3 (2005): September - December 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 20 No 98-99 (2003): July - December 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 93 (2002): April - June 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 85 (2000): April - June 2000 Vol 14 No 74 (1998): September - October 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 68 (1997): November - Desember 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 11 No 63 (1997): Maret - April 1997 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 58 (1996): Januari - Februari 1996 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 55 (1995): July - August 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 53 (1995): March - April 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 51 (1994): November - December 1994 Vol 10 No 51 (1994): November - Desember 1994 Vol 10 No 50 (1994): September - October 1994 Vol 4 No 15 (1988): September - October 1988 More Issue