Articles
578 Documents
ISLAM DAN HAK ASASI MANUSIA
Mohamad Hudaeri
Al Qalam Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1235.321 KB)
|
DOI: 10.32678/alqalam.v24i3.1664
Negara-negara Barat yang dominan secara politik dan ekonomi berusaha mendesakan kebudayaannya terhadap negara-negara berkembang, tak terkecuali terhadap negara-negara muslim. Salah satu produk kebudayaan Barat yang kini menjdi perdebatan sengit di kalangan intelektual muslim adalah mengenai Hakhak Asasi Manusia (HAM). Persoalan pentingnya adalah "bagaimana orang muslim memandang HAM?''. Hal ini penting, karena sebagian dari isi Deklarasi HAM itu berbeda (bertentangan) dengan Syari'ah. Tulisan ini merupakan deskripsi tentang respon intelektual muslim terhadap Hak-hak Asasi Manusia.Mengenai HAM, respon masyarakat muslim terbelah menjadi tiga kelompok, yakni: konservatif, liberal dan pragmatis. Kelompok konservatif memandang bahwa sebagian dari ide-ide itu bertentang dengan Syari'ah, karena itu tidak selayaknya orang muslim mengikuti konsep HAM. HAM merupakan produk partikular kebudayaan Barat.Kelompok liberal memandang positif terhadap HAM. Perbedaan atau pertentangan antara HAM dengan beberapa ajaran dalam Syari'ah, dipandangnya sebagai tantangan bagi kaum muslimin untuk mengevaluasi konsep Syari'ah yang sudah "ketinggalan zaman ''. HAM merupakan produk kebudayaan modern sedangkan Syari'ah merupakan sisa dari kebudayaan tradisional supaya masyarakat muslim bisa bergaul dalam kebudayaan modern, maka mesti memperbaharui konsep Syari'ah agar lebih sesuai dengan tuntutan modernitas.Sedangkan kelompok ketiga berpandangan pragmatis. Kelompok ini merupakan jalan tengah untuk menjembatani antara dua pandangan yang berbeda secara diametral. Mereka bersikap eklektik dalam merumuskan peraturanperaturan yang dipakai di negara-negaranya. Mereka mengambil beberapa prinsip Syari'ah sambil menyesuaikan dengan tuntutan-tuntutan modernitas.
WANPRESTASI DALAM SUATU PERJANJIAN (VERBINTENIS) MENURUT HUKUM PERDATA (BW)
FARIDATUL FAUZIAH
Al Qalam Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1036.985 KB)
|
DOI: 10.32678/alqalam.v10i54.1531
Wanprestasi dalam Suatau Perjanian (Verbintenis) menurut Hukum Perdata (BW)
TRADISI "NYARANG HUJAN" MASYARAKAT MUSLIM BANTEN
Eneng Purwanti
Al Qalam Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (935.544 KB)
The tradition of nyarang hujan, asking help of pawang to restrain or to move rain, is still used by Muslim society in Cimanuk Pandeglang Banten. It is usually performed when they will conduct a celebration (hajatan) by a hope that the rain will not drop when the ceremony is going on. This article is a result of field research aimed at understanding the phenomenon of such a tradition by using social approach. Obseroation and in-depth interoiews with the performers of the tradition of nyarang hujan are used to collect the data. This research shows that there is an acculturation process between Islamic values and local tradition in this phenomenon. Most people of Cimanuk society believe that Allah who has power to drop and stop rain; however, they have to do some efforts, called nyare'at, to achieve their hope through a pawang's pray. Key Words: Tradition of nyarang hujan, pawang, Muslim, Cimanuk, Banten
MODERNITY IN THE FRAME OF MULLAH AUTHORITIES IN DAUDI BOHRA DENOMINATION
E. ZAENAL MUTTAQIN
Al Qalam Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (710.601 KB)
|
DOI: 10.32678/alqalam.v28i3.886
Daudi Bohras as a prominent Shiite Ismaili sect in India has been recognized as a modern Islamic society. Despite their traditional Islamic Shiite custom which is brought up from their ancestry, yet the people of Bohras has a distinct perspective toward Islam as the way of life. Unlike the other Shiite sects that put themselves on a distance to the modernity, Bohras people are able to cooperate within the modern issues in the frame of traditional. Mullah, or Da'i Mutlaq played an important role as a top cleric leader in guiding his people according to their rules. Indeed, Da'i Mutlaq, who is recognized as a representative of imam (leader of Shiite Islam), has successfully combined the outlook of his people in defining Islam in their cultural frame. Therefore, it is an intriguing phenomenon to be observed This paper is, as a matter of fact, Jonah Blanks anthropological work used as a main reference. Keywords: Daudi Bohra, Shiite, India
CIVIL SOCIETY
Masduki, Masduki
ALQALAM Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (956.187 KB)
|
DOI: 10.32678/alqalam.v24i2.1631
Civil society, dipadankan dalam bahasa Indonesia dengan "masyarakat sipil", "masyarakat kewargaan", "masyarakat madani", adalah suatu istilah yang pada mulanya berasal dan Barat kemudian masuk ke negeri-negeri yang sedang giat melakukan demokratisasi, termasuk Indonesia. Dewasa ini telah menjadi agenda penting yang sering dibicarakan banyak pemikir sebagai wacana dan praktik politik kontemporer.Sebagai salah satu ajaran yang mempunyai misi mengubah tatanan sosial masyarakat, Islam memiliki konsep tentang masyarakat ideal dan karenanya Islam juga berkepentingan untuk mengubah masyarakat menuju cita-cita idealnya. Sudah banyak pembahasan di kalangan pemikir, cendikiawan, dan pengamat politik muslim tentang kesesuaian (compatibility) ajaran-ajaran Islam dengan civil society. Pada intinya disepakati bahwa Islam menodorong penciptaan masyarakat madani. Nabi Muhammad sendiri bahkan telah mencontohkan secara aktual bagaimana perwujudan civil society itu, yaitu ketika Nabi mendirikan dan memimpin negara-kota Madinah. Kenyataan ini terlihat bukan hanya dalam Piagam Madinah, juga dari pergantian nama kota Yatsrib menjadi Madinah,yang tentu saja satu akar kata dengan istilah "madani" itu sendiri.
PERGUMULAN PEMIKIRAN MISTIKO FILOSOFI DI NUSANTARA ABAD 16-18 M
Kharlie, Ahmad Tholabi
ALQALAM Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1293.537 KB)
|
DOI: 10.32678/alqalam.v23i2.1498
Proses islamisasi di Nusantara tidak dapat dilepaskan dari keberadaan ajaran dan praktik keberagamaan esoterik yang lazim disebut dengan tasawuf. Ajaran tasawuf, yang cenderung mistis itu, telah menunjukkan kemampuannya dalam menyelaraskan ajaran Islam lewat pranata-pranata budaya yang telah ada dan hidup dalam komunitas. Bahkan, sedemikian erat hubungan di antara keduanya (tasawuf dan islamisasi) sehingga dapat dikatakan bahwa Islam yang kali pertama dikenal di Nusantara adalah Islam (bercorak) tasawuf.Sejalan dengan itu, kehadiran Islam esoterik (terutama yang beraliran falsafi) di Nusantara ternyata menyisakan beberapa problem, mulai dari tataran wacana, ideologis, hingga politis. Paling tidak terdapat empat tokoh sufi yang menjadi pusat perhatian dan secara intens terlibat dalam pergumulan wacana mistiko filosofi, yakni Hamzah Fansuri, Syamsuddin al-Sumatrani, Nuruddin al-Ranin, dan Abdurrauf al-Sinkili. Sedangkan isu sentral yang mencuat dan menjadi perdebatan publik berkepanjangan adalah seputar doktrin wahdah al-wujud atau wujudiyah.
WAWASAN MANAJEMEN STRATEGIK DALAM PRAKTEK BISNIS BANK SYARl'AH
MUHAMMAD MUHAMMAD
Al Qalam Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (819 KB)
|
DOI: 10.32678/alqalam.v29i2.869
The change of environment frequently demands the carefulness in work of the management in order to be able to recognize the signs of change occurring and its orientation as well as its impacts to the future of the dynamics and the development of bussiness organization. Moreover, the change of environment, especially the external environment, is frequently complex and drastic so that it, directly or indirectly, influences on the stabilily of the business of a company. Indeed, the existing change of environment often play a threat function than an opportunily function. Two main purposes of this article are to formulate the insider's perspective in understanding of the shari'a business actor toward strategic management and to know the map of strategic management in implementing the business of shari'a banking. Key Words: Strategic Management, Shari'a Banking Bussiness.
PENGEMBANGAN SILABUS BAHASA INGGRIS DI IAIN SMH BANTEN
Naf'an Tarihoran
Al Qalam Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (965.658 KB)
|
DOI: 10.32678/alqalam.v25i2.1682
Pengembangan silabus merupakan bagian penting dari proses keberhasilan pebelajaran di lembaga pendidikan termasuk IAIN. Kemampuan dosen dalam mengembangkan silabus yang baik dan dapat diaplikasikan (applicable) akan berpengaruh pada penyusunan rencana pembelajaran (lesson plan) yang berarti pula berpengaruh pada proses pembelajaran di dalam kelas. Meskipun kita ketahui bahwa proses pembelajaran di dalam kelas dipengaruh banyak faktor namum jika tujuan jangka menengah tidak dapat dipahami oleh dosen dan civitas akademika, maka proses pun akan terganggu.Dalam mengembangkan silabus dosen perlu mengintegrasikan kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Kedua hal tersebut dangat mendukung mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari, pembelajaran dan pekerjaan mereka. Mengembangkan silabus bukan hanya pekerjaan individual namun perlu melibatkan dosen lain sehigga silabus yang dihasilkan akan lebih maksimal dan benar-benar applicable di lembaga bersangkutan.Pengembangan silabus membutuhkan ketekunan dan ketelitian. Dosen yang mengembangkan silabus harus dapat menjabarkan tujuan pengajaran mengenai indikator dan kegiatan pembelajaran yang tepat. Dosen juga harus dapat menentukan bentuk dan jenis penilaian yang tepat sehingga ketercapaian tujuan dapat benar-benar terukur. Selain itu, penentuan materi pembelajaran serta sumber/ bahan/ alat bantu pembelajaran serta alokasi waktu menjadi kegiatan kunci untuk mendukung tercapainya kompetensi yang diharapkan.Kata Kunci: Silabus bahasa, IAIN SMH Banten, tujuan pembelajaran
FUNGSI UNDANG-UNDANG PIDANA DALAM PENANGGULANGAN KORUPSI DI INDONESIA
Ahmad Zaini
Al Qalam Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1291.926 KB)
|
DOI: 10.32678/alqalam.v10i56.1548
Fungsi Undang-undang Pidana dalam Penanggulangan Korupsi di Indonesia
ERA NIAGA DI NUSANTARA PADA MASA KERAJAAN ISLAM +1500-1700 M
Yanwar Pribadi
Al Qalam Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (748.146 KB)
|
DOI: 10.32678/alqalam.v22i1.1448
Aktivitas perdagangan di Nusantara pada abad ke-16 dan 17 telah berkembang menjadi perdagangan internasional. Penelitian dengan metode sejarah terhadap beberapa sumber memberikan penjelasan bahwa sistem emprium telah menimbulkan kapitalisme Asia yang peranannya tidak kalah penting dibandingkan kapitalisme Eropa. Namun, dalam perkembangannya kapitalisme Asia kurang mendapat dukungan dari sistem politik di Asia. Sistem politik di Asia ketika itu tidak memberi jaminan bagi keselamatan dan hak milik pribadi. Faktor lainnya yang tidak kalah merugikan pada dunia perdagangan swasta ini adalah tidak adanya hak individual yang jelas, serta perlindungan hukum, dari pihak kerajaan. Zaman keemasan kerajaan-kerajaan lslam Nusantara di bidang perdagangan semakin berkurang, terutama setelah munculnya kekuatan dagang dari Eropa.