cover
Contact Name
Muhammad Syafar
Contact Email
m.syafar@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alqolam.journal@uinbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
ALQALAM
ISSN : 14103222     EISSN : 2620598X     DOI : -
ALQALAM (e-ISSN: 2620-598X; p-ISSN: 1410-3222) is a journal published by the Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-INDONESIA. ALQALAM is an academic journal published twice a year (every six months). ALQALAM had been accreditated by Ministry of Education and Culture No. 80/DIKTI/Kep./2012, 13 Desember 2012. This journal focuses on specific themes of Islamic Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 578 Documents
METODE AL-SUYUTI MERINGKAS AL-RADD ‘ALA 'L-MANTIQIYYIN KARYA IBN TAYMIYYA Mufti Ali
Al Qalam Vol 22 No 3 (2005): September - December 2005
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.763 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v22i3.594

Abstract

Al-Radd 'ala 'l-Mantiqiyyin adalah sebuah karya yang ditulis oleh Ibn Taymiyya untuk mendekonstruksi semua prinsip-prinsip logika Aristoteles. Karena barangkali kejeniusannya, ketika mendekonstruksi logika Aristoteles tersebut, Ibn Taymiyya sering tidak bisa menghindarkan diri untuk tidak mendiskusikan topik-­topik yang sebenarnya tidak relevan (digressive), seperti isu-isu teologis dan metafisika, dan tak jarang pembahasannya terhadap masalah-masalah tertentu berulang-ulang (repetitive). Karenanya Al-Radd 'ala 'l-Mantiqiyyin sulit dipahami dan koherensi argumen yang dibangunnya tidak solid dan komprehensif, sehingga kritik Ibn Taymiyya terhadap logika terasa tidak begitu tajam. Ditangan al-Suyuti­lah, kritik Ibn Taymiyya terhadap logika itu terasa to the point. Al-Radd dengan 138.000 kata diringkas dan diberi pengantar oleh al-Suyuti dalam karya (ringkasannya), Jahd al-Qariha fi Tajrid al Nasiha (mengeluarkan semua daya untuk ‘membersihkan’ Nasiha, viz. al-Radd) dengan hanya 32.000 kata. Upaya al- al-Suyuti tersebut berhasil dan karenanya diapresiasi oleh banyak orientalis, salah satunya, misalnya, oleh W.B. Hallaq, orientalis ternama bidang filsafat Islam. Kata Kunci: Metode meringkas, Al-Radd 'ala 'l-Mantiqiyyin, Jahd al-Qariha fi Tajrid al-Nasiha, al-Suyuti dan Ibn Taymiyya
GERAKAN LITERASI DI BANTEN (1900-1942) ALI, MUFTI
Al Qalam Vol 29 No 1 (2012): January - April 2012
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1791.887 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v29i1.593

Abstract

This paper is written to answer two main questions (1) how many were there 'the fruits' of literate movement in Banten, especially as reflected in literature written in Roman scripts (2) whether the rise of 'those fruits' is corelated with the geographical dispersion and intensive growth of the number of the alumni of so called Dutch School? To deal with these two main questions, the present writer will discuss two sub-topics: first, the degree of literacy of Banten indigenous population, and secondly, a number of accessible literatures which were published in 1900-1942, fruits' of the competency of reading and writing of literate group of Bantenese population. Historical approach applied in this study necessitate the present writer to undertake the fallowing steps: (1) heuristical, gathering relevant historical sources and data, (2) data intetpretation, and (3) historiography or historical naration. The reconstruction of those two sub-topics are solely based on the availability of primary sources, collected from National Library and National Archives of Indonesian Republic (PERPUSNAS and ANRI), both in Jakarta. The conclusion which can be taken in this study is that (first), despite of the fact that Banten is recorded as one of residences in Java with the lowest degree of literacy among its population, the product of literacy of its people is quite rich and quality. Secondly, there was a corelation between the growth of the number of alumni of the dutch school and the degree of the productiviry in literate movement. Keywords: literate movement, alumni, Dutch school, Banten
PENDIDIKAN ISLAM DALAM TANTANGAN GLOBAL Achmad Asrori
Al Qalam Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.445 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v26i2.1553

Abstract

Globalization era is the reality that we ought to face it. The on going changes and some problems of education as the impact of globalization must be faced and solved as well as possible both on discourse and conmte or action polity phases. Inevitably, the islamic education will be involved and insisted to be able to give a significant contribution. This paper describes urgenry of the islamic education to reconstruct its self before, both in the institutional management, programs and learning aspects, and we must realize that the religious education has the important role in the national education system as "core of education". What must be reconstructed, wiry and how to reconstruct the islamic education? This paper answers those questions.
HAK ASASI MANUSIA DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI FARIDATUL FAUZIAH
Al Qalam Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1732.484 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v18i90-91.1467

Abstract

Dampak Era globalisasi terhadap negara berkembang, akan berpengamh pada pembahan struktur masyarakat Indonesia dari masyarakat agraris menuju ke struktur Industrialis. Dampak yang akan ditimbulkan kemudian adalah munculnya kesenjangan domestik serta tidak meratanya hasil pembangunan ekonomi yang dapat mengarah pada terjadinya kerusuhan sosial dan unjuk rasa di mana-mana.Banyak orang yang merasa tidak terlindungi atas hak yang dimiliki,yang semestinya dapat memberikan suatu kebebasan terhadap pelaku ekonomi. Peran pemerintah dalam masalah ini sebenarnya hanya sebagai pemberi fasilitas untuk menjaga apabila ekonomi ingin diberdayakan dan berkembang, maka ia harus mengupayakan adanya suatu kompetisi yang bebas, dimana pemerintah harus memberanikan diri untuk bertindak apabila tata ekonomi mengalami gangguan dari pelaku-pelaku ekonomi.Hak asasi manusia sekarang ini menunjukan adanya suatu perluasan karena di dukung dengan adanya konsep perkembangan suatu ekonomi dan teori hak asasi manusia yang didukung oleh konsep Barat, yang menyatakan bahwa otonomi merupakan suatu kebebasan individu dalam mengahadapi kekuasaan pemerintah dan politik. Dalam hal ini bahwa konsep hak asasi manusia dapat mempengaruhi sikap dan kenyataan luas untuk memiliki akibat yang nyata dan positif dalam program proyek pembangunan di dunia berkembang.Pada akhirnya pembangunan di dunia berkembang yang berorientasi kepada pasar bebas dalam menghadapi era globalisasi menuntut adanya suatu kebijakan untuk terpeliharanya stabilitas yang mendorong pertumbuhan ekonomi dalam waktu yang bersamaan dan dapat melindungi pihak yang lemah dari sisi negatif industrialis melalui pembaharuan hukum.Kata Kunci: HAM, Ekonomi, Globalisasi, Pasar Bebas, Dunia Berkembang.
ASPEK-ASPEK RELIGIOUS DALAM UU POKOK AGRARIA Suparman Usman
Al Qalam Vol 4 No 15 (1988): September - October 1988
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1242.368 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v1i15.1396

Abstract

ASPEK-ASPEK RELIGIOUS DALAM UU POKOK AGRARIA(Mengenang 28 tahun berlakunya UUPA)
MAKNA BASMALAH DALAM PERSPEKTIF ILMU HIKMAT Athoullah Ahmad
Al Qalam Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.652 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i3.1662

Abstract

Al-Qur'an bagi orang muslim tidak hanya dipahami makna harfiyah tetapi juga diyakini bahwa di balik huruf dan kalimatnya ada ''kekuatan magis" yang bisa dieksplorasi untuk kepentingan hidup manusia. Kekuatan magis hanya bisa dieksplorasi dari al-Qur'an apabila dilakukan secara jalan spiritual melalui perjuangan (mujahadah) dan latihan (riyadhah) yang tekun.Usaha pengembangan ilmu hikmat di kalangan sufi dilakukan dengan mengekplorasi tabir rahasia yang terdapat di balik huruf dan kalimat al-Qur'an. Berbeda dengan ilmu pengetahuan empiris yang mengandalkan rasio atau akal untuk memahami atau mendapat suatu pengertian, ilmu hikmat mengandalkan pada hati. Karena itu, yang terpenting dalam ilmu hikmat adalah keyakinan akan keabsolutan Tuhan, melakukan mujahadah dan riyadhah dengan membaca sejumlah ayat al-Qur'an yang diyakini memiliki kekuatan magis tersebut.Tulisan ini mengelaborasi tentang makna dan praktek pembacaan basmalah dalam perspektif ilmu hikmat. Sebab basmalah yang djjumpai di setiap awal surat al-Qur'an diyakini memiliki kekuatan spiritual dan magis bagi orang yang mengamalkannya.
PENDEKATAN KEBAHASAAN DALAM BERIJTIHAD M. A. Tihami
Al Qalam Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1362.621 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v10i54.1529

Abstract

Pendekatan Kebahasaan dalam Berijtihad
KONTRIBUSI ETOS KERJA DAN INSENTIF TERHADAP KINERJA GURU MADRASAH ALIYAH NEGERI DI KABUPATEN PANDEGLANG BANTEN Badriyah Amir
Al Qalam Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.623 KB)

Abstract

The objectives of this research are to find out the level of teacher performance, work ethic and incentive, and to analyze the contrubution work ethic and incentive to taecher performance. This research uses survey by using correlational analysis. The total population is 103 teachers of Madrasah Aliyah Negeri Pandeglang. Simple random sampling and quota sampling are used as the techniques of taking the sample. 70 teachers are used as the sample (respondents) of this research. The results of study show that: (1) First: teacher performance, work ethic and incentive were good; (2) Second, There is a positive and significant influence of job ethic toward teacher performance. (3) Third, there is a positive and significant contribution incentive toward teacher performance. (4) Fourth, there is a positive and significant influence of work ethic and incentive toward teacher performance. Key words: Job Performance, Work Ethics, Incentive, Actualization, MAN Pandeglang
MUSLIM ORGANIZATIONS AT NATIONAL AND LOCAL LEVEL Rohman Rohman
Al Qalam Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.278 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v28i3.1374

Abstract

Makalah ini mencoba menJelaskan fragmentasi otoritas keagamaan di Indonesia, lebih khusus lagi di Provinsi Banten. Bagian pertama dalam artikel ini membahas tentang SeJarah perkembangan otoritas keagamaan dan pendirian organisasi Islam tradisional dan modern di awal abad ke-20, termasuk pendirian MUI sebagai usaha pemerintah untuk mempersatukan organisasi-organisasi Islam di Indonesia. Bagian kedua membahas tentang 'ulama' Banten, organisasi­organisasi Islam di Banten, dan pendirian MUI Banten. Dalam mengenali karakteristik otoritas agama, kita bisa menghargai bagaimana muslim Indonesia berjuang untuk menemukan sumber valid bagi otoritas keagamaan yang memikiki hak untuk berbicara tentang Islam.Kata Kunci: otoritas keagamaan, organisasi muslim tradisionalis dan modernis,
KESETARAAN GENDER DI BANTEN DALAM PANDANGAN KIYAI DAN JAWARA Anis Zohriah
Al Qalam Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1244.995 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v21i101.1629

Abstract

Terdapat dua entitas dari masyarakat Banten yang cukup terkenal, yakni kiyai dan jawara. Keduanya memiliki pengaruh yang melewati batas-batas geografis berkat kharisma yang dimilikinya. Pengaruh kharisma tersebut terbentuk sudah cukup lama, yakni semenjak pemerintahan kolonial Belanda berhasil menganeksasi Kesultanan Banten.Dalam masyarakat seperti Banten yang mengalami penetrasi Islam sangat mendalam sehingga menjadi basis bagi identitas kelompok, kedudukan dan peran sosial kiyai, sebagai tokoh agama, menjadi sangat penting. Kiyai menjadi kelompok elit sosial yang selain memiliki peranan tradisionalnya sebagai guru ngaji dan kitab di pesantren, guru tarekat, guru ilmu ''hikmah" dan mubaligh, juga berperan dalam transformasi sosial politik di Banten sehingga sosok penting yang banyak mempengaruhi pembentukan kebudayaan dan sejarah perjalanan masyarakat ini.Demikian pula jawara, ia kini dikenal sebagai identitas dari lembaga adat Banten. Kemampuannya dalam memanipulasi kekuatan supernatural (magi) dan keunggulan dalam hal flsik telah membuatnya menjadi sosok yang ditakuti sekaligus dikagumi, sehingga terkadang muncul menjadi tokoh yang kharismatik dan heroik. Peranannya juga tidak hanya terbatas kepada guru persilatan, ilmu kesaktian atau "tentara wakaf", tetapi juga sebagai pemimpin sebuah pergerakan sosial. Bahkan untuk saat ini, para jawara memiliki peran penting dalam sosial politik masyarakat Banten.Mengenai pandangan kedua kelompok masyarakat terhadap kesetaraan gender masih sangat lemah. Hal ini disebabkan oleh rendahnya tingkat sensitivitas gender mereka dalam menafsirkan kitab suci. Hal tersebut berimplikasi pada rendahnya kesataraan gender dalam pembagian tugas di rumah tangga dan toleransi terhadap keterlibatan perempuaan dalam sektor publik. Sehingga hal tersebut juga memiliki pengaruh tentang masih kecilnya keterlibatan perempuan di Banten dalam sektor-sektor publik. Sebab ada hambatan kultural yang menghalangi mereka untuk terlibat dalam ranah publik

Filter by Year

1988 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 42 No. 2 (2025): December Vol. 42 No. 1 (2025): June Vol. 40 No. 2 (2023): July-December 2023 Vol. 40 No. 1 (2023): January-June 2023 Vol. 39 No. 2 (2022): July-December 2022 Vol. 39 No. 1 (2022): January-June 2022 Vol. 38 No. 2 (2021): July-December 2021 Vol 38 No 1 (2021): January - June 2021 Vol 37 No 2 (2020): July - December 2020 Vol 37 No 1 (2020): January - June 2020 Vol 36 No 2 (2019): July - December 2019 Vol 36 No 1 (2019): Januari - Juni 2019 Vol 35 No 2 (2018): July - December 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 31 No 2 (2014): July - December 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 2 (2013): May - August 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 1 (2012): January - April 2012 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 2 (2010): May - August 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 26 No 3 (2009): September - December 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006 Vol 22 No 3 (2005): September - December 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 20 No 98-99 (2003): July - December 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 93 (2002): April - June 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 85 (2000): April - June 2000 Vol 14 No 74 (1998): September - October 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 68 (1997): November - Desember 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 11 No 63 (1997): Maret - April 1997 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 58 (1996): Januari - Februari 1996 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 55 (1995): July - August 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 53 (1995): March - April 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 51 (1994): November - December 1994 Vol 10 No 51 (1994): November - Desember 1994 Vol 10 No 50 (1994): September - October 1994 Vol 4 No 15 (1988): September - October 1988 More Issue