cover
Contact Name
Lingga Nico Pradana
Contact Email
nicopgsd@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpe@unipma.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 Universitas PGRI Madiun, Jalan Auri No.06 Madiun, Jawa Timur, Indonesia 63117
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran
ISSN : 20885350     EISSN : 25285173     DOI : -
Core Subject : Education,
PREMIERE EDUCANDUM: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran is a scientific journal that aims to communicate research results of professors, teachers, practitioners, and scientists in the field of basic education covering the fields of basic teaching in elementary, Applied science and analytical-critical studies in the field of basic education. Target readers of the journal are professors, students, teachers and practitioners of basic science education. Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran has ISSN: 2088-5350 (Print) & ISSN: 2528-5173 (Online) and accredited 'S3' Grade by RISTEKDIKTI (Ministry of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia).
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
PENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN KELAS V MELALUI MODEL ACTIVE LEARNING (TIPE ROLE REVERSAL QUESTION) SDN 4 DOPLANG KECAMATAN JATI KABUPATEN BLORA Ambar Susilo Murti
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 6, No 02 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.957 KB) | DOI: 10.25273/pe.v6i02.811

Abstract

Constitution No. 20 of 2003, concerning Citizenship Education (PKN) is a compulsory subject for primary education, secondary, and compulsory subjects for higher education. The purpose of this study is to improve learning outcomes Civics using Active Learning Model Type Question Role Reversal in Class V SDN 4 Doplang Jati district of  Blora. This research was a class action (classroom action research). The stages as follows: (1) planning, (2) implementation, (3) observation and (4) reflection. The result of research indicating that students who received grades ≥70 the first cycle increased by 25%  from the initial 44% to 69%. Then students who scored ≥70 on the second cycle increased 28% to 97%. The average value of the first cycle increased by 8.75% from 66.53 into 75.28 early in the first cycle and then the second cycle of the average value increased again by 10.97% to 86.25. Researchers suggest teachers should encourage students to be more daring in expressing opinions, questions and ideas that are not held only in Civics alone but on other subjects. In addition, teachers are expected to use active learning model of the type of role reversal question in improving student learning outcomes in other subjects. As for the school is expected to provide training to teachers on implementing learning activities are innovative and creative. Keywords: active learning, civic education, learning outcomes.
IDENTIFIKASI KESALAHAN MAHASISWA DALAM MELAKSANAKAN PRAKTIKUM PADA MATAKULIAH KONSEP IPA 2 DI PRODI PGSD FIP IKIP PGRI MADIUN Edy Riyanto
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 2, No 02 (2012)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.232 KB) | DOI: 10.25273/pe.v2i02.49

Abstract

This study aims to identify kinds of mistake by students, and those contributing most in carrying out the practicum in the class of Konsep IPA 2 second term in the academic year of 2011/2012. The subjects are those attending the class as many as 40. Data were collected through an observation focusing on the types of mistakes done by the subjects while they were doing their practicum. The mistakes observed cover mistake of tools, the tool positions, arranging the tools, determining the units, the scales, and the zero point. Results show mistakes of arranging the tools reaching 60%, of parallax and determining the scale amounting 50%, on determining the zero point amounting 35%, on positions 27.5%, on the units 30%, on tools 17.5%, and on figures 12.5%. The major mistakes done by the subject are on arranging the tools.
PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA ANAK SLOW LEARNERS (LAMBAN BELAJAR) Fida Rahmantika Hadi
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 6, No 01 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.488 KB) | DOI: 10.25273/pe.v6i01.295

Abstract

This research is aimed to find out the mathematics learning process in class includes readiness of teacher before learning process, implementation and evaluation and follow up. It was a qualitative research. The subjects were taken by purposive sampling. The subjects of this research were mathematics teacher. Data collection techniques in this research were interviews and observation. Technical validity of the data used is triangulation time. The data analysis technique used was consisted of data reduction, data display, and conclusion. The results of this study were (1) teacher preparedness before learning process are by preparing syllabus, lesson plan (RPP), media and learning resources before the learning process begins. (2) the mathematics learning implementation in class done through three activities: pre activity, whilst activity and post activity (3) in evaluation and follow-up stage, teachers plan follow-up activities in the form of remedial learning, enrichment programs, counseling services for students (4) Factors and constraints experienced from slow learners child is may lose interest in the task and refused to resume the task. 
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA PEMBELAJARAN BANGUN RUANG SISI DATAR Lingga Nico Pradana
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 5, No 01 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.264 KB) | DOI: 10.25273/pe.v5i01.327

Abstract

The purpose of this research was to determine the effect of learning models to student achievement. Learning models compared between NHT-CTL, NHT and direct instruction. Method of research used quasi experimental with the factorial design of 3x1. Population of this research was all students class VIII in SMP Negeri at Madiun City. The sampling technique using a stratified cluster random sampling. Samples in this research were 266 students with 91 students as experimental class I, 88 students as experimental class II and 87 students as control class. Data collection methods used documentation and test.Hypothesis testing was performed using one-way analysis of variance with unequal cells. Based on the results of hypothesis testwere concluded that NHT-CTL learning model gave better achievement than NHT learning model and direct instruction, while NHT learning model and direct instruction gave the same achievement. 
Pembelajaran Literasi di SDN Rejosari 1 Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan Dewi Tryanasari; Septi Aprilia; Winda Ayu Cahya
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 7, No 02 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.274 KB) | DOI: 10.25273/pe.v7i2.1641

Abstract

Literasi adalah kunci untuk membuka pengetahuan dan wawasan siswa. Kemampuan literasi yang baik pada siswa akan memungkinkan siswa mengembangkan diri secara maksimal sehingga tercapai sesuatu yang baik pula. Sayangnya kemampuan literasi siswa di Indonesia jika dilihat dari berbagai data penelitian masih jauh dari harapan. Untuk mencapai kemampuan literasi yang baik, pembelajaran literasi merupakan hal pokok yang harus terlaksana dengan baik terutama di tingkat dasar. Untuk itu perlu penelitian mendalam tentang pembelajaran literasi di SD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran literasi di SD. Subjek penelitian dipilih di SDN Rejosari 1 Kecamamatan Kawedanan sebab SD yang bersangkutan merupakan SD inti di Kecamatan Kawedanan dan merupakan SD percontohan namun belum pernah ada penelitian yang meneliti tentang pembelajaran literasi di SD tersebut. Bertitik tolak dari tujuan penelitian di atas, penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran literasi di SDN Rejosari belum berjalan dengan maksimal jika dilihat dari aspek perencanaan, proses, dan evaluasinya. Kendala utama pembelajaran literasi terletak pada faktor pemahaman guru terhadap pembelajaran literasi itu sendiri serta faktor kebijakan sekolah yang belum membentuk tim Gerakan Literasi Sekolah (GLS).
Validasi modul pembelajaran: Materi dan desain tematik berbasis PPK Denna Delawanti Chrisyarani; Arnelia Dwi Yasa
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.805 KB) | DOI: 10.25273/pe.v8i2.3207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk pengembangan berupa modul tematik berbasis PPK yang valid. Modul yang akan dikembangkan belum pernah ditemui di lapangan, karena terdapat kegiatan pembiasaan PPK dan pengintegrasian materi tematik dengan PPK. Karakter yang diperkuat pada PPK adalah religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Adapun prosedur pengembangan modul, yaitu: (1) penelitian/studi pendahuluan dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk, (4) uji coba lapangan awal atau dalam penelitian ini merupakan uji validasi oleh ahli, (5) merevisi hasil uji coba lapangan awal, (6) uji coba lapangan utama atau dalam penelitian ini adalah uji coba skala kecil, (7) merevisi produk hasil uji lapangan utama, (8) uji pelaksanaan lapangan atau dalam penelitian ini adalah uji coba lapangan/kelas, (9) revisi produk akhir. Instrumen yang digunakan adalah angket. Hasil dari penelitian ini untuk mengetahui kevalidan dari segi materi dan desain. Segi validasi materi diperoleh prosentase 95% dan dari segi desain 93%, dalam kategori sangat valid.
Permainan tradisional Yogyakarta sebagai sumber belajar alternatif berbasis kearifan lokal bagi pembelajaran di sekolah dasar Muhammad Ragil Kurniawan
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.332 KB) | DOI: 10.25273/pe.v8i2.2697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: a) Untuk mengetahui ragam permainan tradisional anak yang berbasis kearifan lokal di Yogyakarta, b) Untuk mengetahui karakter permainan tradisional berbasis kearifan lokal di Yogyakarta guna mendukung pembelajaran di sekolah dasar. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Objek penelitian ini adalah permainan tradisional anak (dolanan anak) yang ada di D.I Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka yang didukung oleh hasil wawancara dari ahli dan praktisi kebudayaan Yogyakarta. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: a) terdapat minimal 37 permainan tradisional yang ada di daerah Istimewa Yogyakarta. b) Dari ke-37 permainan tradisional yang ada memiliki ragam karakter permainan yang sangat luas. Mulai klasifikasi berdasarkan kelompok pengguna (individual, kelompok kecil hingga kelompok sangat besar), berdasarkan muatannya (bermuatan verbal, imajinasi hingga yang bermuatan fisik), hingga berdasarkan kompetensi yang terkandung (kompetensi bernyanyi, bermain, berpikir hingga berkompetisi) kesemua kategori ada jenis permainan tradisional yang masuk dalam masing-masing klasifikasi kelompok
Keefektifan lembar kerja siswa tematik berbasis local wisdom terhadap karakter kerja sama siswa kelas 1 SD Amaliyah Ulfah; Siska Trianingsih
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.278 KB) | DOI: 10.25273/pe.v8i2.3158

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui keefektifan LKS tematik berbasis local wisdom terhadap karakter kerja sama siswa kelas 1 sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain pretest posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 1 sekolah dasar. Penelitian ini terdiri atas kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol adalah kelas 1B dengan jumlah 24 siswa dan kelompok eksperimen adalah siswa kelas 1A yang berjumlah 23 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Untuk menguji keefektifan LKS tematik berbasis local wisdom terhadap karakter kerja sama siswa digunakan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan LKS tematik berbasis local wisdom efektif terhadap karakter kerja sama siswa kelas 1. Hal ini didasarkan pada hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai sig 0,006 yang artinya nilai tersebut < 0,05 maka H1 diterima. Selain itu, penggunaan LKS berbasis local wisdom di kelas eksperimen juga terbukti lebih dapat meningkatan karakter kerja sama siswa dalam beberapa aspek seperti anak menerima dengan baik tugas yang diberikan oleh kelompok, mau menerima pendapat dari teman lain ketika diskusi, dan anak bersedia membantu teman yang kesulitan.
Character education implementation for students in grade IV SDN 5 Sindangkasih regency of Purwakarta West Java Sofyan Mustoip
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.438 KB) | DOI: 10.25273/pe.v8i2.2739

Abstract

Students are less polite especially to teachers who should be respected. The sense of courtesy can be seen when the students shaking hands to the teacher he met, and say "excuse me" when passing the more mature person, and the number of learners who use slang compared to use sundanese. Thus, this study has the aim to describe in full the pattern of implementing character education as an effort of Elementary school in carrying out character education activities for students in grade IV in order to shape the character of students through the local wisdom of Sundanese culture. The method used in this study is a qualitative descriptive method that uses an interactive model in data analysis activities including data collection activities, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data collection was carried out through data triangulation, namely interviews, observation, and documentation. The research subjects consisted of one school principal, three class teachers, one school guard and all fourth grade students. The results showed, the character values pursued by that school’s are religious values, discipline, independence, respect for achievement, communicative, and responsibility. This is in accordance with the vision and mission of SDN 5 Sindangkasih which is to create a school that is capable of producing superior generations who are religious, mastering science and technology, and loving Indonesian culture.
Reciprocal teaching: Sebuah inovasi pembelajaran abad 21 untuk meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa PGSD Heti Murniayudi; Ali Mustadi; Mohammad Adam Jerusalem
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.508 KB) | DOI: 10.25273/pe.v8i2.3308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep IPS Mahasiswa PGSD dengan menerapkan model pembelajaran reciprocal teaching. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan MC. Taggart. Subjek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa PGSD kelas 2A dengan jumlah 46 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes yang dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Keberhasilan penelitian ini dapat ditunjukkan melalui hasil tes siklus I menunjukkan persentase sebesar 75,3% pada indikator menafsirkan, dan persentase sebesar 81,7% pada indikator menjelaskan. Kemudian setelah dikenai tindakan siklus II diperoleh persentase sebesar 78% pada indikator menafsirkan dan persentase sebesar 76,9% pada indikator menjelaskan. Pada siklus III terjadi peningkatan persentase sebesar 95,3% pada indikator menafsirkan, dan persentase sebesar 85,1% pada indikator menjelaskan. Dengan melihat hasil yang diperoleh pada setiap siklusnya, maka dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran reciprocal teaching dapat dapat meningkatkan pemahaman konsep IPS pada mahasiswa PGSD. Harapannya mahasiswa PGSD akan menjadi calon guru yang lebih kompeten dalam segi pengetahuan ilmu sosial. Melalui model pembelajaran ini, dapat memperkaya wawasan dosen dalam merencanakan suatu inovasi pembelajaran.