cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2013)" : 6 Documents clear
MEMBANGUN KEHIDUPAN DEMOKRASI MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Soenarjo Soenarjo
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.529 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v2i1.1101

Abstract

Era reformasi dan demokrasi kini tengah melanda kehidupan bermasyarakat, berbangsa danbernegara, namun belum juga menemukan format pada kedewasaan demokrasi atau masyarakatyang demokratis, bahkan seringkali muncul sikap dan perilaku yang menyimpang dari normatatanan masyarakat demokratis. Untuk menjadi masyarakat yang demokratis diperlukan berbagaiupaya diantaranya melalaui pendidikan kewarganegaraan.Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah untuk membentuk warga negara yang demokratis,berkeadaban, cerdas, bertanggungjawab bagi kelangsungan hidup bangsa dan negaranyaKeberhasilan demokrasi ditunjukkan oleh sejauh mana demokrasi sebagai prinsip hidup bersamaantar warga negara dan antara warga negara dengan negara dijalankan dan disepakati.Menjadi demokratis diperlukan norma sebagai rujukan tatanan masyarakat yang demokratis.Diantaranya kesadaran akan pluralisme,
DICARI SOSOK ‘NEGARAWAN’ UNTUK INDONESIA Listiyono Santoso
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.754 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v2i1.3430

Abstract

Bangsa ini tengah mengalami krisis kepemimpinan, maraknya para pemimpin yang muncul di era reformasi kebanyakan bermental politisi.Kepemimpinan politik yang bermental politisi lebih memperhitungkan untung rugi, bagi-bagi kekuasaan, mengamankan kekuasaan politiknya.  Pada hal sebenarnya negara dan bangsa ini yang kaya potensi baik sumber daya alam dan sumber daya manusia, dibutuhkan pemimpin dengan nalar negarawan yakni nalar negarawan berjuang untuk politik kebudayaan, artinya negarawan lebih mementingkan nasib bangsa secara lebih mendasar, negarawan tidak berorientasi pada kekuasaan melainkan lebih disemangati oleh keikhasan berpolitik untukkepentingan bangsa dan negara. Untuk mengatasi situasi ketidakmenentuan bangsa ini diperlukan terpilihnya pemimpin nasional yang memiliki karakter pemimpin yang kuat yang dapat memimpin negeri ini  menjadi bangsa yang bermartabat.
AKTUALISASI NILAI-NILAI PANCASILA (MENCARI MODEL PENDIDIKAN PANCASILA DI PERGURUAN TINGGI) Wawan Kokotiasa; Budiyono Budiyono
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.14 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v2i1.3431

Abstract

Berawal dari keprihatinan tentang degradasi pengakuan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh warga bangsa ini, maka peneliti terinspirasiuntuk mengetahui lebih jauh factor penyebabnya dan ingin mengaktualisasikan secara kontekstual dan praksis. Secara spesifik penelitian ini ingin menemukan model penanaman nilai-nilai Pancasila yang relevan di Perguruan Tinggi. Untuk itu riset ini menggunakan desain penelitiankualitatif dengan cara mewawancarai informan terpilih dikota Madiun guna menghasilkan data yang holistik. Kesimpulannya, model implementasi nilai-nilai Pancasila yang paling efektif adalah melalui mekanisme sosialisasi. Khusus di Perguruan Tinggi, pola sosialisasi bisaterintegrasi dengan kurikulum yang tersedia. Model pembelajaran harus menarik dan mahasiswa menjadi subjek pembelajaran. Sarana dan kemajuan teknologi harus bisa bersinergi dengan pola pendidikan seperti penggunaan audio visual, website, facebook, twitter, yang dewasaini menjangkiti kawula muda termasuk mahasiswa.
KEPEMIMPINAN DAN PEMERINTAHAN MENURUT ISLAM (AL IMAMAH FIIL ISLAM ) M. Rifai
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/citizenship.v2i1.3427

Abstract

Pemimpin menurut sebagaian ahli, ilmuan adalah tatalaksana yang dilakukan oleh individu maupun lembaga yang didasari musyawarah yangmelahirkan sebuah keputusan yang mengikat dalam bentuk hak dan kewajiban yang harus dikerjakan sebagaimana mandate tersebut,adapula yang berpendapat pemimpin adalah pelayan masyarakat (al imamu huwa ngabdu qoumin) kemudian hal ini ketika dikembalikan dengankenyataan di negara yang bukan islam(azas) negara islam maka arti pemimpin akan berkembang sesuai dengan landasan dasar  negaramasing-masing, juga akan berbeda pula pola – pola yang dikembangkan oleh masing-masing system pemerintahan pada negara tersebut,seperti di Indonesia yang menganut sitem Presidential dengan model Triaspolitika yang menjadi satu system yang saling ter kait yakni adanya Exsekutif, Legislatif, Yudikatif dan ketiganya punya tugas  pokok dan fungsi masing-masing, ketika ketiganya tidak harmonis makaakan terjadi suatu kepincangan kapincangan dimana-mana,atau salah satu dari ketiganya tersebut merasa berperan dan paling merasapenting maka yang terjadi adalah staknasi pemerintahan, karena hal tersebut akan mengakibatkan saling mencurigai dan saling menyandraantara lembaga yang satu dengan lembaga yang lainya.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF ISLAM BAGI REMAJA DI ERA GLOBALISASI Siska Diana Sari
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.218 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v2i1.3428

Abstract

Pendidikan bukan hanya bertujuan untuk membentuk manusia yang cerdas hanya dari segi kognitif dan pandai tetapi pendidikan jugadiharapkan mampu membentuk sumber daya manusia yang berkarakter. Sistem Pendidikan di Indonesia beberapa tahun terakhir ini sangatgencar dengan konsep pendidikan karakter, karena sejatinya sistem pendidikan di Indonesia harus mampu menciptakan pribadi yangberkarakter  beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berperilaku mulia, mandiri, dewasa, bertanggungjawab, jujur, berbudipekerti yang luhur, berperilaku sopan dan santun, beretika, tahu malu dan tidak anarki serta mementingkan kepentingan bangsa dan negarabukan pribadi atau kelompok tertentu. Pengembangan sisi kognitif peserta didik berdampak pada tidak proporsionalnya waktu, perhatian dan dukungan terhadap pengembangan dimensi afektif peserta didik. Pada kenyataannya pendidikan karakter telah mendapat tempat yang sangat baik dalam pendidikan kita. Namun pendidikan karakter disekolah ternyata belum dapat memperbaiki karakter generasi bangsa yang semakin hari semakin merosot contohnya masih banyaknya antar pelajar yang mengakibatkan korban luka-luka maupun meninggal dunia, Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknyaberagama Islam, tapi kenyataannya banyak orang Islam juga yang melakukan perbuatan tidak sesuai karakter Islami. Hal ini dibuktikan oleh banyaknya pemeluk Islam yang tertangkap tangan maupun terlibat kasus KKN, banyak generasi muda islami yang melakukan perbuatantidak terpuji diantaranya pergaulan bebas, maraknya pelaku dan penyebar video porno dikalangan pelajar, tawuran, penyalahgunaan narkotika, kecanduan pelajar terhadap game-game online di internet. Pendidikan karakter Islam yang dilaksanakan secara konsisten akan meminimalisir dampak – dampak dari globalisasi yang menimpa generasimuda Islam Indonesia khususnya, orang Islam Indonesia pada umumnya.
BUDAYA JAWA SEBAGAI WAHANA PENDIDIKAN MORAL ANAK Indriyana Dwi Mustika
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.673 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v2i1.3429

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara tidak langsung mempengaruhi moralitas anak. Tanpa disadari penyalahgunaan teknologi ini dapat merusak moral anak. Melalui budaya Jawa ini diharapkan anak dibekali moral yang baik supaya tidak berpengaruh terhadap perkembangan teknologi dan informasi yang semakin menglobal. Budaya Jawa sebagai wahana pendidikan moral anak, melalui bahasa, tata krama, mitos,wayang, falsafah, pakaian adat dan batik. Nilai-nilai moral yang baik dalam budaya Jawa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Budaya Jawa ini mampu membentuk watak atau akhlak yang baik pada anak. Pendidikan moral pada anak melalui budaya Jawa tidak hanya membentuk budi pekertinya tapi juga memperkenalkan dan mempelajari budaya Jawa sebagai bentuk pelestarian budaya bangsa sehingga anak juga menghargai budaya leluhurnya. Penulis berpendapat budaya Jawa dapat dijadikan wahana pendidikan moral pada anak. Namun budaya Jawa kurang mendapat perhatian orang tua dalam mendidik anaknya. Budaya Jawa ( bahasa, tata krama, mitos, wayang, falsafah, pakaian adat dan batik) berisi pesan moral yang baik sehingga dapat difungsikan sebagai pendidikan moral.

Page 1 of 1 | Total Record : 6