cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
PERMAINAN TRADISIONAL SUNDA SEBAGAI PENGEMBANGAN KARAKTER BANGSA (Studi Etnografi Pada Komunitas Hong Dago Bandung) suarifqi diantama
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.312 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v6i1.1871

Abstract

Permainan tradisional memiliki nilai dan mengandung unsur-unsur pendidikan di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terdapat didalam permainan tradisional sunda yang ada di Komunitas Hong Dago Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi etnografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakter dalam permainan tradisional sunda pada dasarnya berupa nilai-nilai kebaikan seperti kejujuran, kedisiplinan, kepatuhan, keindahan, kebersamaan, toleransi, tenggang rasa, tanggung jawab, kepemimpinan, kesadaran, kearifan, kekuatan fisik, dan sportifitas. Proses pengembangan karakter berpijak pada aspek mengenal alam, mengenal lingkungan, dan mengenal Tuhan, dilakukan dengan upaya memperkenalkan, memahami, dan mengajarkan melalui cara pembiasaan dan keteladanan.
ANALISIS EKTRAKULIKULER SENI TRADISIONAL REOG TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER KREATIF SISWA SMA NEGERI 2 KABUPATEN PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Eka Kistiasari
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.029 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i1.1088

Abstract

ekolah wajib mengadakan ekstrakulikuler yang bertujuan untuk pengembangan pendidikan seutuhnya.Salah satunya dengan ekstrakulikuler reog. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan ektrakulikuler seni tradisional reog di SMAN 2 Ponorogo tahun pelajaran 2014/2015, pembentukan karakter kreatif siswa SMAN 2 Ponorogo tahun pelajaran 2014/2015, dan pengaruh kegiatan ektrakulikuler seni tradisional reog terhadap pembentukan karakter kreatif siswa kelas X dan XI yang mengikuti ekstrakurikuler seni tradisional reog di SMAN 2 Ponorogo tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini berbentuk penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan pendekatan studi kasus. Yang menjadi informan adalah guru seni budaya, guru konselor/ pelatih ekstrakurikuler reog, guru BK, wakasek kesiswaan, siswa kelas X dan XI serta kepala sekolah yang membuat kebijakan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi.Data dianalisis dengan reduksi data, penarikan simpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan ektrakulikuler seni tradisional reog di SMAN 2 Ponorogo tahun pelajaran 2014/2015 sudah terlaksana dengan baik.Hal ini terbukti dengan adanya pelatihan seni tradisional reog secara rutin di sekolah yang dilaksanakan setiap Kamis. Pembentukan karakter kreatif siswa SMAN 2 Ponorogo tahun pelajaran 2014/2015 sudah maksimal dengan kreativitas siswa dalam memodifikasi erakan reog. Pengaruh kegiatan ektrakulikuler seni tradisional reog terhadap pembentukan karakter kreatif siswa kelas X dan XI yang mengikuti ekstrakurikuler seni tradisional reog di SMAN 2 Ponorogo tahun pelajaran 2014/2015 sangat berpengaruh tidak hanya prestasi akademis tetapi juga nonakademis. Prestasi itu terbukti dari banyaknya juara yang didapat dalam seni tradisional reog baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
DISKURSUS PENDIDIKAN KRITIS (CRITICAL PEDAGOGY) DALAM KAJIAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Ari Setiarsih
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.277 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v5i2.1310

Abstract

Pada abad ke-21 manusia menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan global yang semakin kompleks. Pada konteks inilah Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran yang penting dan strategis untuk menyiapkan warga negara muda dalam menghadapi perubahan zaman. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan perlu dikonstruksi secara humanis, kritis, demokratis, dan mengedepankan aspek budi pekerti untuk membangun kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam kehidupan masyarakat demokratis. Dalam konsepsi Giroux, Pendidikan Kewarganegaraan yang dilandasi teori kritis dapat dibangun melalui 3 model rasionalitas yaitu rasionalitas teknis, rasionalitas hermeunetik dan rasionalitas emansipatori. Ketiga bentuk rasionalitas tersebut menekankan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang dikonstruksi melalui metode dialogis dan peran guru sebagai pendidik transformatif sehingga peserta didik dapat berperan sebagai subjek pendidikan yang memiliki otonomi dan kebebasan. Dengan demikian dapat terwujud peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis untuk menjadi warga negara tranformatif yang aktif terlibat dalam kehidupan masyarakat dan menjunjung tinggi persamaan serta keadilan dalam masyarakat demokratis.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA BAGI SISWA DI ERA GLOBALISASI Ambiro Puji Asmaroini
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.049 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i2.1077

Abstract

alam rangka mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, maka diperlukannya pendidikan yang tidak terlepas dari ajaran Pancasila sebagai dasar untuk melaksanakan pendidikan di Indonesia.Pancasila memiliki serangkaian nilai, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Kelima nilai tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dimana mengacu dalam tujuan yang satu. Nilai-nilai dasar Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan yang bersifat universal, objektif, artinya nilai-nilai tersebut dapat dipakai dan diakui oleh negara-negara lain. Sebagai suatu ideologi bangsa dan Negara Indonesia maka Pancasila pada hakikatnya bukan hanya merupakan suatu hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang sebagaimana idelogi-ideologi lain di dunia, namun Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat-istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia.Globalisasi membawa perubahan-perubahan dalam tatanan dunia internasional yang pengaruhnya langsung terhadap perubahan-perubahan di berbagai Negara. Kemampuan menghadapi tantangan yang amat dasar dan akan melanda kehidupan nasional, sosial, dan politik, bahkan mental dan bangsa maka benteng yang terakhir ialah keyakinan nasional atas dasar Negara Pancasila yang sebagai benteng dalam menghadapi tantangan pada era Globalisasi yang semakin berkembang pada saat ini. Menerapkan nilai-nilai Pancasila bagi peserta didik di era globalisasi bisa dilaksanakan dalam momentum-momentum yang tepat seperti pada saat peringatan hari sumpah pemuda, hari kemerdekaan, hari pahlawan dan hari besar nasional lainnya, peserta didik berusaha mengukir prestasi yang gemilang, belajar dengan sungguh-sungguh dengan segenap kemampuannya demi nama baik bangsa dan Negara, cinta serta bangga tanpa malu-malu menggunakan produk-produk dalam negeri demi kemajuan ekonomi Negara.
PENGARUH SUMBER BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PKN SISWA KELAS VII DI MTSN NGAWI SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Nurhadji Nugraha; Indriyana Dwi Mustikari; Ahmad Alfian Zuhri
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.355 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v3i2.1252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sumber belajar terhadap prestasi belajar PKn siswa MTS Ngawi. Penentuan sampel di dalam penelitian ini menggunakan sampel random. Sampling yaitu siswa MTS Negeri kelas VII sebanyak 40 orang. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan angket. Data dianalisis menggunakan metode statistik dengan rumus regresi sederhana dan korelasi produk moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat prestasi belajar PKn siswa di MTS Negeri Ngawi kelas VII berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan rumus korelasi product moment didapatkan hasil r hitung : 0,528 dengan taraf signifikan r tabel 5% : 0,244 dan 1% : 0,317. Artinya, r hitung > r tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, ada pengaruh yang cukup antara sumber belajar dengan prestasi belajar PKn siswa kelas VII di MTsN Ngawi Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015. 
IMPLEMENTASI PERATURAN DESA NO. 3 TAHUN 2009 TERHADAP KETERTIBAN PENYELENGGARAAN HAJATAN DI DESA SIRAPAN KECAMATAN MADIUN KABUPATEN MADIUN TAHUN 2014 Soenarjo Soenarjo; Mira Mira
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.116 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v2i2.1106

Abstract

Dalam penyelenggaraan hajatan masyarakat Desa Sirapan kerap muncul gangguan atau kegaduhan yang dilakukan oleh orang tertentu yang tidak bertanggungjawab, membuat masyarakat ketika menyelenggarakan hajatan merasa tidak nyaman, tidak tentram, dan tidak damai. Serta dari keonaran atau kisruh tersebut juga menimbulkan kerugian yang harus ditanggung penyelenggara hajatan. Dengan adanya tindakan tersebut, maka kepala desa dan BPD membuat peraturan desa.Untuk mewujudkannya semua elemen desa haruslah ikut berpartisipasi agar ketertiban yang diharapkan pada penyelenggaraan hajatan terwujud dan terlaksana dengan baik, yang mana aturannya terdapat pada Peraturan Desa nomor 3 tahun 2009 tentang ketertiban penyelenggaran hajatan.Peneliti dalam penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif. Penelitian akan dilakukan di lapangan (Field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Peraturan Desa Nomor 3 Tahun 2009 khususnya mengenai ketertiban penyelenggaraan hajatan telah di laksanaakan sesuai aturan sehingga tidak mengganggu ketertiban di dalam penyelenggaraan hajatan yang diadakan masyarakat Desa Sirapan.Hal ini dapat dibuktikan, bahwa setiap di laksanakannya penyelenggaraan hajatan di Desa Sirapan selalu berjalan dengan lancar dan tidak menimbulkan keributan-keributan yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat Desa Sirapan saat menyelenggarakan hajatan. Sehingga, penyelenggaraan hajatan dapat berjalan dengan baik, tertib, lancar, dan aman serta keadaan menjadi kondusif dan terkendali. Ini disebabkan karena adanya kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam pelaksanaan Peraturan Desa Nomor 3 tahun 2009 khususnya mengenai ketertiban penyelenggaraan hajatan dan kerjasama yang baik antara masyarakat Desa Sirapan dengan perangkat desa. Dengan demikian, tujuan dari ketertiban yakni terwujudnya rasa aman, tidak ada sengketa maupun tidak ada konflik dapat terwujud dan terlaksana dengan baik.Kata kunci : Peraturan Desa, ketertiban masyarakat*Dosen Prodi PPKn IKIP PGRI Madiun** Mahasiswa Prodi PPKn IKIP PGRI Madiun
PENGARUH KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PMR DAN KEDISIPLINAN TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL SISWA SMKN 1 GENENG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Rochman Mahfurianto
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.809 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i1.1097

Abstract

Siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seperti PMR mempunyai kelebihan dalamketerampilan sosial seperti kecakapan bergaul atau berkomunikasi dengan lingkungan sosial dan mempunyai jiwa kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh ekstrakurikuler PMR dan kedisiplinan terhadap keterampilan sosial siswa SMKN 1 Geneng. Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 1 Geneng, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Waktu yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu selama 6 bulan dari Februari sampai dengan Juli 2015.Metode dalam penlitian ini menggunakan metode deskriptif.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif.Pada penelitian ini, variabel independen (X1) adalah ekstrkurikuler PMR dan (X2) adalah kedisiplinan serta variabel dependen (Y)adalah keterampilan sosial. Populasinya adalah seluruh siswa anggota PMR berjumlah 55 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket atau kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ektrakurikuler PMR dan kedisiplinan mempunyai pengaruh tehadap keterampilan sosial siswa SMKN 1 Geneng. Hal ini menunjukan bahwa dengan kegiatan ekstrakurikuler PMR dan kedisiplinan yang baik dapat meningkatkan keterampilan sosial.
PEMBENTUKAN SIKAP MANDIRI DANTANGGUNG JAWAB MELALUI PENERAPAN METODE SOSIODRAMA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN premita sari elviana
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.429 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v5i2.1643

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang mengikuti perkembangan zaman.Pendidikan Kewarganegaraan memuat materi tentang isu-isu global, seperti identitas, ketergantungan, moralitas, budaya, etnis, agama, hak, dan tanggung jawab.isu-isu global tersebut merupakan masalah kewarganegaraan global yang terjadi tidak hanya di negara Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain. Tanggung jawab dan mandiri penting untuk dikembangkan pada generasi muda sehingga dapat mengikuti perkembangan zaman.Jika sikap mandiri adala pada diri pribadi dalam mengerjakan tugas maka generasi muda akan tanggung jawab pula dalam penyelesaian tugas yang diberikan. Kedua karakter tersebut dapat dikembangkan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.Sikap mandiri dan tanggung jawab dapat dibentuk melalui metode pembelajaran yang menekankan pada peran aktif peserta didik, membutuhkan kerja individu dan kelompok, dan membutuhkan pemecahan masalah. Metode yang dimaksud adalah metode pembelajaran sosiodrama. Makalah ini akan mendiskripsikan pentingnya sikap mandiri dantanggung jawab serta pembentukan sikap mandiridan tanggung jawabmelalui penerapan  metode sosiodrama.
PERAN GURU MATA PELAJARAN PKN DALAM PROSES IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA Rusmiati Rusmiati; Andre Paulus Saleky
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.138 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v6i2.2344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan pendidikan karakter dan mendeskripsikan peran guru mata pelajaran PKn dalam proses implementasi pendidikan karakter pada siswa Kelas XII SMK YPK 2 Kabupaten Biak Numfor. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan karakteristik menginterprestasikan data hasil obervasi proses pembelajaran dan hasil wawancara guru dan siswa. Adapun subjek penelitian berjumlah 43 orang terdiri 1 orang guru mata pelajaran PKn yang berperan sebagai informan utama dan 42 orang siswa kelas XII sebagai informan data primer. Selanjutnya dari hasil analisis data diketahui bahwa perencanaan pendidikan karakter di SMK YPK 2 Biak melibatkan siswa dalam kegiatan intra dan ekstra sekolah. Kegiatan intra meliputi pengorganisasian kelas seperti interaksi dalam proses pembelajaran di kelas, upacara bendera, apel pagi, ibadah singkat sebelum memulai dan mengakhiri pembelajaran sedangkan kegiatan ekstra sekolah meliputi kegiatan pramuka, olah raga, dan seni budaya. Adapun dua kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa karena lewat perencanaan kegiatan yang baik maka guru dapat mendidik siswa untuk menjadi pribadi yang berkarakter.
PENGARUH MODEL PBM DALAM PEMBELAJARAN PPKn TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN SIKAP DEMOKRATIS Risti Aulia Ulfa; Danang Prasetyo; Marzuki Marzuki
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.42 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v6i2.3307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir kritis, dan (2) pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap sikap demokratis bagi peserta didik dalam pembelajaran PPKn di SMK Negeri 1 Magelang. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kritis dan angket sikap demokratis. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian sebagai berikut. (1) Terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran PPKn di SMK Negeri 1 Magelang pada Kompetensi Dasar menganalisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara, yang terbukti nilai t hitung > t tabel pada taraf signifikansi α = 0,05  (2,557> 2,000). (2) Terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran berbasis masalah terhadap sikap demokratis peserta didik dalam pembelajaran PPKn di SMK Negeri 1 Magelang pada Kompetensi Dasar menganalisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara, yang terbukti nilai t hitung > dari t tabel pada taraf signifikansi α = 0,05 (5,332> 2,000).

Page 6 of 13 | Total Record : 122