cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
KONSTRUKSI ISLAM EKOLOGIS DALAM KELOMPOK NASIONALIS RELIGIUS: KEBERAGAMAAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN RAKYAT AL-AMIN SUMBER PUCUNG KAB. MALANG Mohammad Miftahusyai’an; Galih Puji Mulyoto
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.916 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v7i1.4495

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Mendeskripsikan dan menganalisis proses adaptasi nilai-nilai nasionalis dan religius dari Pondok Pesantren Rakyat al-Amin Sumber Pucung Kab. Malang dalam pada masyarakat sekitarnya. 2) Mendeskripsikan dan menemukan pola dan integrasi nilai-nilai nasionalis dan religius dari Pondok Pesantren Rakyat al-Amin Sumber Pucung Kab. Malang dalam pada masyarakat sekitarnya sehingga mampu membentuk konstruksi Islam ekologis.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data merupakan proses menyusun, mengkategorikan dan mencari pola atau tema melalui penemuan-pertanyaan (question-discovery) mengenai Islam Ekologis dalam masyarakat nasionalis religius di Pondok Pesantren Rakyat al-Amin Sumber Pucung Kab. Malang.Hasil penelitian menunjukkan 1) Proses adaptasi nilai-nilai nasionalis dan religius dari Pondok Pesantren Rakyat al-Amin Sumber Pucung Kab. Malang pada masyarakat sekitarnya dilakukan dengan mengutamakan cinta tanah air merupakan sesuatu yang tidak tergantikan pada diri setiap anak bangsa. 2) Pemeliharaan pola Pondok Pesantren Rakyat Sumber Pucung kab. Malang dari pemberdayaan masyarakat mampu mendorong perubahan dan mengembangkan nasionalisme sebagai kekuatan intinya.
REVITALISASI PEMBANGUNAN KARAKTER DALAM MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN J.Agung Indratmoko; Khairul Ahmadi; Catur Yunianto
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.852 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v7i1.3417

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesiapan manajemen pembelajaran dapat memberikan dampak pada pembangunan karakter dan bagaimana hasil dari peningkatan pembentukan karakter siswa melalui mata pelajaran kewarganegaraan. Model desain yang digunakan adalah analisis ADDIE (Analisis, Desain, Development, Implementasi, dan Evaluasi). Objek analisis adalah guru dan siswa SMP Negeri 11 Jember. Hasil analisis menunjukkan bahwa, pertama Kepala Sekolah SMPN 11 Jember menunjukkan kesiapan yang sangat matang dalam meningkatkan kinerja setiap individu guru melalui program pelatihan, workshop, seminar dan kegiatan lain untuk membantu meningkatkan kemampuan peserta didik agar belajar dan mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik. Kedua, pembentukan karakter siswa melalui mata pelajaran Kewarganegaraan dapat dikatakan berhasil, karena adanya peningkatan nilai rata-rata yang semula 37,11 menjadi 44,91. Selain itu analisis menggunakan Paired Sample T-Test menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pembentukan karakter siswa melalui mata pelajaran kewarganegaraan.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KARAKTER MELALUI KEGIATAN PRAMUKA DI SMP NEGERI 1 MLARAK, KECAMATAN MLARAK, KABUPATEN PONOROGO Ambiro Puji Asmaroini
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1107.968 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v7i1.4202

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pelaksanaan pendidikan karakter melalui kegiatan pramuka dan implementasi nilai-nilai karakter melalui kegiatan pramuka di SMP Negeri 1 Mlarak, Kecamatan Malarak, Kabupaten Ponorogo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitaif. Dengan cara menemukan kajian di lapangan tentang pelaksanaan pendidikan karakter melalui kegiatan pramuka dan implementasi nilai-nilai karakter melalui kegiatan pramuka di SMP Negeri 1 Mlarak, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo. Hasil penelitian, pramuka mengajarkan nilai karakter kepada peserta didik. Adapun nilai karakternya yaitu religius, disiplin, tanggung jawab, cinta tanah air, kreatif, bersahabat/komunikatif, kerja keras, dan mandiri. Nilai karakter religius nampak pada saat akan memulai dan mengakhiri kegiatan dengan doa dan beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Nilai karakter disiplin diwujudkan pada saat materi PBB dan kemah. Nilai karakter tanggung jawab diajarkan pada saat PBB, pionering, dan pembuatan yel-yel. Nilai karakter cinta tanah air diwujudkan dengan pemberian materi tentang sejarah pramuka, moto, lambang, dan salam gerakan pramuka dalam latihan pramuka. Nilai karakter kreatif diwujudkan dengan kegiatan pioneering. Nilai karakter bersahabat/komunikatif Nampak pada saat kegiatan pionering, pembuatan yel-yel, sandi, semaphore, survival, dan kemah. Nilai karakter kerja keras diajarkan pada saat survival, dan kemah. Serta nilai karakter mandiri diajarkan pada saat kemah. Pembiasaan penanaman nilai karakter pada kegiatan pramuka juga diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Adapun nilai karakter yang nampak yaitu religius, disiplin, tanggung jawab, cinta tanah air, kreatif, bersahabat/komunikatif, kerja keras, dan mandiri. Serta adanya integrasi antara materi-materi pelajaran khususnya melalui mata pelajaran PPKn kelas VII dengan pelaksanaan nilai karakter melalui kegiatan pramuka dan kegiatan pembelajaran di SMP Negeri 1 Mlarak.
Pemahaman Siswa SMP Terhadap Pelaksanaan Layanan Belajar Sosial Sebagai Pengamalan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Hery Yanto The; Siti - Awaliyah
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.155 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v7i1.3794

Abstract

Pengintegrasian layanan sosial (community service) ke dalam mata pelajaran dalam bentuk layanan belajar sosial (service learning) dapat dilakukan melalui mata pelajaran di sekolah seperti mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN). Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi pemahaman siswa SMP mengenai potensi pelaksaan layanan belajar sosial melalui mata pelajaran PPKN di sekolah. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 107 siswa di SMPN 1 Kalidawir, Kabupaten Tulungagung. Hasil penelitian menunjukkan, siswa memiliki pemahaman yang sangat baik mengenai manfaat pelaksanaan layanan belajar sosial. Siswa juga yakin dapat melaksanakan layanan belajar sosial jika kegiatan tersebut diintegrasikan dalam pelajaran.
DICARI SOSOK ‘NEGARAWAN’ UNTUK INDONESIA Listiyono Santoso
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.754 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v2i1.3430

Abstract

Bangsa ini tengah mengalami krisis kepemimpinan, maraknya para pemimpin yang muncul di era reformasi kebanyakan bermental politisi.Kepemimpinan politik yang bermental politisi lebih memperhitungkan untung rugi, bagi-bagi kekuasaan, mengamankan kekuasaan politiknya.  Pada hal sebenarnya negara dan bangsa ini yang kaya potensi baik sumber daya alam dan sumber daya manusia, dibutuhkan pemimpin dengan nalar negarawan yakni nalar negarawan berjuang untuk politik kebudayaan, artinya negarawan lebih mementingkan nasib bangsa secara lebih mendasar, negarawan tidak berorientasi pada kekuasaan melainkan lebih disemangati oleh keikhasan berpolitik untukkepentingan bangsa dan negara. Untuk mengatasi situasi ketidakmenentuan bangsa ini diperlukan terpilihnya pemimpin nasional yang memiliki karakter pemimpin yang kuat yang dapat memimpin negeri ini  menjadi bangsa yang bermartabat.
PERANAN POSYANDU LANSIA DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MASYARAKAT DI KELURAHAN KERTOSARI, KECAMATAN BABADAN, KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2015 Mey Yustinasari
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.304 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i1.1094

Abstract

Posyandu lansia berperan meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya para lansia sehingga lansia memiliki jiwa yang sehat dan sejahtera. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesehatan lansia, pelaksanaan dan peranan Posyandu Lansia di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo selama empat bulan, yaitu pada Maret sampai dengan Juni 2015.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber primer dan sekunder. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan lansia di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo ada yang sadar kesehatan dan ada yang tidak sehingga lansia yang tidak sadar kesehatan banyak mengalami masalah kesehatan. Para lansia tersebut rutin mendatangi Posyandu Lansia yang diadakan setiap satu bulan sekali pada Rabu minggu pertama mulai pukul 07:00 WIB. Di sini, para lansia tidak hanya dapat memeriksakan kesehatan tetapi juga menghibur diri karena Posyandu Lansia berperan sebagai pelayanan kesehatan, tempat konseling, dan tempat bersilaturahmi.
AKTUALISASI NILAI-NILAI PANCASILA (MENCARI MODEL PENDIDIKAN PANCASILA DI PERGURUAN TINGGI) Wawan Kokotiasa; Budiyono Budiyono
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.14 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v2i1.3431

Abstract

Berawal dari keprihatinan tentang degradasi pengakuan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh warga bangsa ini, maka peneliti terinspirasiuntuk mengetahui lebih jauh factor penyebabnya dan ingin mengaktualisasikan secara kontekstual dan praksis. Secara spesifik penelitian ini ingin menemukan model penanaman nilai-nilai Pancasila yang relevan di Perguruan Tinggi. Untuk itu riset ini menggunakan desain penelitiankualitatif dengan cara mewawancarai informan terpilih dikota Madiun guna menghasilkan data yang holistik. Kesimpulannya, model implementasi nilai-nilai Pancasila yang paling efektif adalah melalui mekanisme sosialisasi. Khusus di Perguruan Tinggi, pola sosialisasi bisaterintegrasi dengan kurikulum yang tersedia. Model pembelajaran harus menarik dan mahasiswa menjadi subjek pembelajaran. Sarana dan kemajuan teknologi harus bisa bersinergi dengan pola pendidikan seperti penggunaan audio visual, website, facebook, twitter, yang dewasaini menjangkiti kawula muda termasuk mahasiswa.
KEPEMIMPINAN DAN PEMERINTAHAN MENURUT ISLAM (AL IMAMAH FIIL ISLAM ) M. Rifai
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/citizenship.v2i1.3427

Abstract

Pemimpin menurut sebagaian ahli, ilmuan adalah tatalaksana yang dilakukan oleh individu maupun lembaga yang didasari musyawarah yangmelahirkan sebuah keputusan yang mengikat dalam bentuk hak dan kewajiban yang harus dikerjakan sebagaimana mandate tersebut,adapula yang berpendapat pemimpin adalah pelayan masyarakat (al imamu huwa ngabdu qoumin) kemudian hal ini ketika dikembalikan dengankenyataan di negara yang bukan islam(azas) negara islam maka arti pemimpin akan berkembang sesuai dengan landasan dasar  negaramasing-masing, juga akan berbeda pula pola – pola yang dikembangkan oleh masing-masing system pemerintahan pada negara tersebut,seperti di Indonesia yang menganut sitem Presidential dengan model Triaspolitika yang menjadi satu system yang saling ter kait yakni adanya Exsekutif, Legislatif, Yudikatif dan ketiganya punya tugas  pokok dan fungsi masing-masing, ketika ketiganya tidak harmonis makaakan terjadi suatu kepincangan kapincangan dimana-mana,atau salah satu dari ketiganya tersebut merasa berperan dan paling merasapenting maka yang terjadi adalah staknasi pemerintahan, karena hal tersebut akan mengakibatkan saling mencurigai dan saling menyandraantara lembaga yang satu dengan lembaga yang lainya.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF ISLAM BAGI REMAJA DI ERA GLOBALISASI Siska Diana Sari
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.218 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v2i1.3428

Abstract

Pendidikan bukan hanya bertujuan untuk membentuk manusia yang cerdas hanya dari segi kognitif dan pandai tetapi pendidikan jugadiharapkan mampu membentuk sumber daya manusia yang berkarakter. Sistem Pendidikan di Indonesia beberapa tahun terakhir ini sangatgencar dengan konsep pendidikan karakter, karena sejatinya sistem pendidikan di Indonesia harus mampu menciptakan pribadi yangberkarakter  beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berperilaku mulia, mandiri, dewasa, bertanggungjawab, jujur, berbudipekerti yang luhur, berperilaku sopan dan santun, beretika, tahu malu dan tidak anarki serta mementingkan kepentingan bangsa dan negarabukan pribadi atau kelompok tertentu. Pengembangan sisi kognitif peserta didik berdampak pada tidak proporsionalnya waktu, perhatian dan dukungan terhadap pengembangan dimensi afektif peserta didik. Pada kenyataannya pendidikan karakter telah mendapat tempat yang sangat baik dalam pendidikan kita. Namun pendidikan karakter disekolah ternyata belum dapat memperbaiki karakter generasi bangsa yang semakin hari semakin merosot contohnya masih banyaknya antar pelajar yang mengakibatkan korban luka-luka maupun meninggal dunia, Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknyaberagama Islam, tapi kenyataannya banyak orang Islam juga yang melakukan perbuatan tidak sesuai karakter Islami. Hal ini dibuktikan oleh banyaknya pemeluk Islam yang tertangkap tangan maupun terlibat kasus KKN, banyak generasi muda islami yang melakukan perbuatantidak terpuji diantaranya pergaulan bebas, maraknya pelaku dan penyebar video porno dikalangan pelajar, tawuran, penyalahgunaan narkotika, kecanduan pelajar terhadap game-game online di internet. Pendidikan karakter Islam yang dilaksanakan secara konsisten akan meminimalisir dampak – dampak dari globalisasi yang menimpa generasimuda Islam Indonesia khususnya, orang Islam Indonesia pada umumnya.
BUDAYA JAWA SEBAGAI WAHANA PENDIDIKAN MORAL ANAK Indriyana Dwi Mustika
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.673 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v2i1.3429

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara tidak langsung mempengaruhi moralitas anak. Tanpa disadari penyalahgunaan teknologi ini dapat merusak moral anak. Melalui budaya Jawa ini diharapkan anak dibekali moral yang baik supaya tidak berpengaruh terhadap perkembangan teknologi dan informasi yang semakin menglobal. Budaya Jawa sebagai wahana pendidikan moral anak, melalui bahasa, tata krama, mitos,wayang, falsafah, pakaian adat dan batik. Nilai-nilai moral yang baik dalam budaya Jawa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Budaya Jawa ini mampu membentuk watak atau akhlak yang baik pada anak. Pendidikan moral pada anak melalui budaya Jawa tidak hanya membentuk budi pekertinya tapi juga memperkenalkan dan mempelajari budaya Jawa sebagai bentuk pelestarian budaya bangsa sehingga anak juga menghargai budaya leluhurnya. Penulis berpendapat budaya Jawa dapat dijadikan wahana pendidikan moral pada anak. Namun budaya Jawa kurang mendapat perhatian orang tua dalam mendidik anaknya. Budaya Jawa ( bahasa, tata krama, mitos, wayang, falsafah, pakaian adat dan batik) berisi pesan moral yang baik sehingga dapat difungsikan sebagai pendidikan moral.

Page 8 of 13 | Total Record : 122