cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA BAGI SISWA DI ERA GLOBALISASI Ambiro Puji Asmaroini
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.049 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i2.1076

Abstract

alam rangka mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, maka diperlukannya pendidikan yang tidak terlepas dari ajaran Pancasila sebagai dasar untuk melaksanakan pendidikan di Indonesia.Pancasila memiliki serangkaian nilai, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Kelima nilai tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dimana mengacu dalam tujuan yang satu. Nilai-nilai dasar Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan yang bersifat universal, objektif, artinya nilai-nilai tersebut dapat dipakai dan diakui oleh negara-negara lain. Sebagai suatu ideologi bangsa dan Negara Indonesia maka Pancasila pada hakikatnya bukan hanya merupakan suatu hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang sebagaimana idelogi-ideologi lain di dunia, namun Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat-istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia.Globalisasi membawa perubahan-perubahan dalam tatanan dunia internasional yang pengaruhnya langsung terhadap perubahan-perubahan di berbagai Negara. Kemampuan menghadapi tantangan yang amat dasar dan akan melanda kehidupan nasional, sosial, dan politik, bahkan mental dan bangsa maka benteng yang terakhir ialah keyakinan nasional atas dasar Negara Pancasila yang sebagai benteng dalam menghadapi tantangan pada era Globalisasi yang semakin berkembang pada saat ini. Menerapkan nilai-nilai Pancasila bagi peserta didik di era globalisasi bisa dilaksanakan dalam momentum-momentum yang tepat seperti pada saat peringatan hari sumpah pemuda, hari kemerdekaan, hari pahlawan dan hari besar nasional lainnya, peserta didik berusaha mengukir prestasi yang gemilang, belajar dengan sungguh-sungguh dengan segenap kemampuannya demi nama baik bangsa dan Negara, cinta serta bangga tanpa malu-malu menggunakan produk-produk dalam negeri demi kemajuan ekonomi Negara.
RADIKALISME AGAMA DI INDONESIA (Ditinjau dari Sudut Pandang Sosiologi Kewarganegaraan) Galih Puji Mulyono; Galih Puji Mulyoto
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.96 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v5i1.1212

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan serta faktor penyebab munculnya radikalisme di Indonesia ditinjau dari sudut pandang sosiologi kewarganegaraan dan cara mengatasi munculnya radikalisme dalam masyarakat.Jenis penelitian ini adalah deksriktif kualitatif, dengan menggunakan metode analisis isi.. Subjek dalam penelitian ini adalah isi berita pada media massa, media online maupun buku. Objek dalam penelitian ini adalah mengenai Radikalisme di Indonesia. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Sedangkan analisis data adalah dengan mengorganisasikanm data dan pengelolaan data tersebut. langkah terakhir adalah menarik kesimpulan berdasarkan olah data tersebut.Hasil Penelitian ini adalah awal munculnya gerakan radikalisme di Indonesia karena persoalan kesenjangan-kesenjangan yang masuk ke ranah sosial, ekonomi, bahkan politik. Sebuah bukti bahwa radikalisme ini muncul karena kegagalan negara Indonesia memberikan keadilan sosial serta kesejahteraan seperti yang tertuang dalam pembukaan UUD RI 1945. Negara Indonesia belum mampu mewujudkan kesejahteraan yang mengakibatkan munculnya kesenjangan-kesenjangan sosial. Oleh Karena itu, perlu perbaikkan kesejahteraan masyarakat sehingga radikalisme agama mampu di cegah sedini mungkin.
IMPLEMENTASI PERATURAN DESA NO. 3 TAHUN 2009 TERHADAP KETERTIBAN PENYELENGGARAAN HAJATAN DI DESA SIRAPAN KECAMATAN MADIUN KABUPATEN MADIUN TAHUN 2014 Soenarjo Soenarjo
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.116 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v2i2.1105

Abstract

Dalam penyelenggaraan hajatan masyarakat Desa Sirapan kerap muncul gangguan atau kegaduhan yang dilakukan oleh orang tertentu yang tidak bertanggungjawab, membuat masyarakat ketika menyelenggarakan hajatan merasa tidak nyaman, tidak tentram, dan tidak damai. Serta dari keonaran atau kisruh tersebut juga menimbulkan kerugian yang harus ditanggung penyelenggara hajatan. Dengan adanya tindakan tersebut, maka kepala desa dan BPD membuat peraturan desa.Untuk mewujudkannya semua elemen desa haruslah ikut berpartisipasi agar ketertiban yang diharapkan pada penyelenggaraan hajatan terwujud dan terlaksana dengan baik, yang mana aturannya terdapat pada Peraturan Desa nomor 3 tahun 2009 tentang ketertiban penyelenggaran hajatan.Peneliti dalam penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif. Penelitian akan dilakukan di lapangan (Field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Peraturan Desa Nomor 3 Tahun 2009 khususnya mengenai ketertiban penyelenggaraan hajatan telah di laksanaakan sesuai aturan sehingga tidak mengganggu ketertiban di dalam penyelenggaraan hajatan yang diadakan masyarakat Desa Sirapan.Hal ini dapat dibuktikan, bahwa setiap di laksanakannya penyelenggaraan hajatan di Desa Sirapan selalu berjalan dengan lancar dan tidak menimbulkan keributan-keributan yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat Desa Sirapan saat menyelenggarakan hajatan. Sehingga, penyelenggaraan hajatan dapat berjalan dengan baik, tertib, lancar, dan aman serta keadaan menjadi kondusif dan terkendali. Ini disebabkan karena adanya kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam pelaksanaan Peraturan Desa Nomor 3 tahun 2009 khususnya mengenai ketertiban penyelenggaraan hajatan dan kerjasama yang baik antara masyarakat Desa Sirapan dengan perangkat desa. Dengan demikian, tujuan dari ketertiban yakni terwujudnya rasa aman, tidak ada sengketa maupun tidak ada konflik dapat terwujud dan terlaksana dengan baik.
PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MANAJEMEN QOLBU DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER RELIGIUS SEBAGAI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI PESANTREN Budi - Putra
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.459 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v6i1.2407

Abstract

CHARACTER EDUCATION BASED ON QOLBU MANAGEMENT IN DEVELOPING RELIGIOUS CHARACTER AS A CIVIC EDUCATION IN PESANTREN Abstract            Character education is a very important and strategic step in building the identity of the nation and the establishment of a religious Indonesian society with the concept of Qolbu Management. The purpose of this research was to study and analyze character education based on Qolbu management in developing the religious character as Civic Education in Daarut Tauhiid Boarding School (Pesantren) under Dauroh Qolbiyah program. This research employed a qualitative approach. Data collection techniques were observation, interview, and documentation. The conclusion of the final results obtained in this research showed that character education based on Qolbu management is a character education which will always be processed by cleaning the heart and being sincere, honest, strong and tough, by performing obligatory and non-obligatory (sunnah) worships within the framework of experiential learning; in other words, learning by doing. It is because the central point of human’s actions lies in the heart in which a clean heart will be able to mold moral and religious youths.  
IMPLEMENTASI FUNGSI LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (LPM) TERHADAP PEMBANGUNAN DESA PELEM, KECAMATAN KARANGREJO, KABUPATEN MAGETAN TAHUN 2010-2014 Nur Indra Kurniawan
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.501 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i1.1096

Abstract

Pemerintah membuat peraturan mengenai pembentukan lembaga kemasyarakatan yang salah satunya yaitu Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) sebagai penyalur pembangunan untuk percepatan pembangunan pedesaan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan dan implementasi fungsi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) terhadap pembangunan Desa Pelem, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan tahun 2010-2014.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pelem, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan selama enam bulan, yaitu pada Februari sampai dengan Juli 2015.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.Sumber data yang digunakan adalah sumber primer dan sekunder.Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi.Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembangunan di Desa Pelem, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan sudah cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari infrastruktur misalnya pengadaan jalan di Desa Pelem yang sudah diaspal semua, pembuatan saluran air, penyediaan MCK umum, pembuatan kios, pembuatan talut, dan perenovasian Kantor Kepala Desa. Implementasi fungsi LPM terhadap pembangunan Desa Pelem, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan ada yang sudah berjalan dengan baik dan ada yang belum.Fungsi tersebut meliputi sebagai lembaga penanaman dan pemupukan rasa persatuan dan kesatuan masyarakat desa, pengoordinasian perencanaan pembangunan, pengoordinasi perencanaan lembaga kemasyarakatan, perencanaan kegiatan pembangunan secara partisipatif, dan penggalian dan pemanfaatan sumber daya kelembagaan untuk pembangunan di desa.
PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP KENAKALAN REMAJA DI DESA SIDOMUKTI KECAMATAN MAYANG KABUPATEN JEMBER J. AGUNG Indratmoko
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.446 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v5i2.1646

Abstract

Studi  penelitian ini didahului dengan timbulnya suatu permasalahan bahwa, adakah pengaruh globalisasi terhadap kenakalan remaja di desa Sidomukti. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan adanya pengaruh globalisasi terhadap kenakalan remaja. Adapun yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah globalisasi dengan kenakalan remaja. Sedangkan untuk memperoleh data konkrit dalam penelitian ini menggunakan metode angket, metode interview,  metode dokumenter, dan metode observasi yang kemudian dalam pengolahan data untuk memecahkan permasalahan tersebut diatas menggunakan analisa statistik dan rumus Chi Kuadrat yaitu dengan memperoleh hasil tabel = 3,841 dengan taraf signifikasi 5 , dan hasil perhitungan = 26,38, sehingga hasil perhitungan lebih besar daripada tabel taraf signifikansinya. Dari hasil analisa statistik tersebut ternyata dapat disimpulkan antara globalisasi dengan kenakalan remaja di desa Sidomukti, ada pengaruh. Pengaruhnya sebagai berikut: = 26,38: KK=0,456 tergolong kategori sedang.Studi  penelitian ini didahului dengan timbulnya suatu permasalahan bahwa, adakah pengaruh globalisasi terhadap kenakalan remaja di desa Sidomukti. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan adanya pengaruh globalisasi terhadap kenakalan remaja.Adapun yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah globalisasi dengan kenakalan remaja. Sedangkan untuk memperoleh data konkrit dalam penelitian ini menggunakan metode angket, metode interview,  metode dokumenter, dan metode observasi yang kemudian dalam pengolahan data untuk memecahkan permasalahan tersebut diatas menggunakan analisa statistik dan rumus Chi Kuadrat yaitu dengan memperoleh hasil tabel = 3,841 dengan taraf signifikasi 5, dan hasil perhitungan = 26,38, sehingga hasil perhitungan lebih besar daripada tabel taraf signifikansinya. Dari hasil analisa statistik tersebut ternyata dapat disimpulkan antara globalisasi dengan kenakalan remaja di desa Sidomukti,ada pengaruh. Pengaruhnya sebagai berikut: = 26,38: KK=0,456 tergolong kategori sedang.
PENDIDIKAN KARAKTER ANAK PADA KELUARGA TKW (STUDI KASUS DI DESA NGLANDUNG, KECAMATAN GEGER KABUPATEN MADIUN TAHUN 2015) Riyayan Dwi Saputro
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.81 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v4i2.1081

Abstract

Pilihan untuk bekerja menjadi TKW di luar negeri memungkinkan timbulnya permasalahan baru yang muncul, terutama tentang dalam pendidikan karakter pada anak-anak keluarga TKW. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman nilai-nilai pendidikan karakter anak pada keluarga TKW di Desa Nglandung, Kecamatan Geger Kabupaten Madiun tahun 2015, strategi yang dilakukan dalam memberikan pendidikan karakter anak pada keluarga TKW di Desa Nglandung, Kecamatan Geger Kabupaten Madiun tahun 2015, dan hambatan-hambatan yang ada pada pendidikan karakter anak pada keluarga TKW di Desa Nglandung, Kecamatan Geger Kabupaten Madiun tahun 2015. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nglandung, Kecamatan Geger Kabupaten Madiun mulai bulan September 2015 sampai dengan Januari 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Penelitian ini menggunakan studi kasus fenomenologi sebagai dasar teorinya. Dalam penelitian ini digunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai pendidikan karakter anak pada keluarga TKW di Desa Nglandung, Kecamatan Geger Kabupaten Madiun sudah dilaksanakan dengan baik. Strategi yang dilakukan dalam memberikan pendidikan karakter anak pada keluarga TKW di Desa Nglandung, Kecamatan Geger Kabupaten Madiun dilakukan melalui pembelajaran, pembiasaan, dan keteladanan. Hambatan-hambatan yang ada pada pendidikan karakter anak pada keluarga TKW di Desa Nglandung, Kecamatan Geger Kabupaten Madiun berasal dari aspek internal dan eksternal. Hambatan dari aspek internal adalah tidak adanya ibu disamping anak-anak dalam waktu yang lama membuat anak merasa sedih, anak merasakan kangen kepada ibunya, ayah dalam mendidik terlalu tegas bahkan terkadang dengan marah dan terkadang acuh tak acuh atau masa bodoh terhadap anak, serta anak banyak mengalami perubahan perilaku karena kurangnya pembinaan, pendampingan, perhatian, dan kasih sayang dari ibu. Hambatan dari aspek eksternal berasal dari lingkungan masyarakat maupun lingkungan pertemanan atau teman sebaya, khususnya yang berkaitan dengan pergaulan dengan teman, prestasi belajar yang tidak maksimal, dan kesulitan belajar dengan penuh konsentrasi.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PKn MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN FRIEND GIVING SISWA KELAS IX-A SMP NEGERI 1WONOASRI MADIUN TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Sukarsi Sukarsi
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.262 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v3i2.1256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pembelajaran friend giving yang dapat mengoptimalkan minat dan hasil belajar siswa terhadap mata pelajaranPKn. Penelitian dilaksanakan di kelas IX A SMP Negeri 1 Wonoasri Madiun. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan 4 langkah tindakan, yaitu; (1) rencana tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Teknik analisis data yang penulis gunakan adalah menggunakan nilai rata-rata dan prosentase ketuntasan belajar. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada peningkatan nilai pada setiap siklus. Siklus I dengan nilai rata-rata 69,62 menjadi 79,42 pada siklus 2. Selain itu, metode pembelajaran friend giving menjadikan siswa lebih aktif dan meningkatkan minat mempelajari PKn.
PERAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI PERGURUAN TINGGI ISLAM DI PAPUA (STUDI KASUS DI STKIP MUHAMMADIYAH SORONG PAPUA BARAT) Ihsan Ahmad
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.716 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v5i1.1160

Abstract

Penelitian ini berusaha mendeskripsikan dan menganalisis tentang penanaman nilai-nilai pendidikan multikultural yang ada di STKIP Muhammadiyah Sorong dengan fokus kajiannya mencakup: Peran pendidikan multikultural, Implementasi pendidikan multikultural; dan Implikasi pendidikan multikultural terhadap sikap toleransi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: penanaman nilai-nilai pendidikan multikultural didasarkan pada beberapa prinsip, yaitu: keterbukaan (openness), toleransi (tolerance), bersatu dalam perbedaan (unity in diversity), Implementasi penanaman nilai-nilai pendidikan multikultural terpolakan menjadi dua, yaitu multicultural knowing dan multicultural feeling. dan penanaman nilai-nilai pendidikan multikultural memiliki implikasi yang positif terhadap sikap toleransi para mahasiswa STKIP Muhammadiyah Sorong.
MEMBANGUN KEHIDUPAN DEMOKRASI MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Soenarjo Soenarjo
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.529 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v2i1.1101

Abstract

Era reformasi dan demokrasi kini tengah melanda kehidupan bermasyarakat, berbangsa danbernegara, namun belum juga menemukan format pada kedewasaan demokrasi atau masyarakatyang demokratis, bahkan seringkali muncul sikap dan perilaku yang menyimpang dari normatatanan masyarakat demokratis. Untuk menjadi masyarakat yang demokratis diperlukan berbagaiupaya diantaranya melalaui pendidikan kewarganegaraan.Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah untuk membentuk warga negara yang demokratis,berkeadaban, cerdas, bertanggungjawab bagi kelangsungan hidup bangsa dan negaranyaKeberhasilan demokrasi ditunjukkan oleh sejauh mana demokrasi sebagai prinsip hidup bersamaantar warga negara dan antara warga negara dengan negara dijalankan dan disepakati.Menjadi demokratis diperlukan norma sebagai rujukan tatanan masyarakat yang demokratis.Diantaranya kesadaran akan pluralisme,

Page 5 of 13 | Total Record : 122