cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial
ISSN : 25286893     EISSN : 25286871     DOI : -
Core Subject : Social,
gulawentah: Jurnal Studi Sosial with regitered number ISSN : 2528-6893 (print) , e-ISSN : 2528-6871 is scientific journals which publish articles from the fields social science and social science education.
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
KESENIAN LEDUG KABUPATEN MAGETAN (STUDI NILAI SIMBOLIK DAN SUMBER KETAHANAN BUDAYA) Muhammad Hanif
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.008 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v2i2.1895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan nilai simbolik kesenian Ledug Kabupaten Magetan dan potensinya yang dapat dijadikan sebagai sumber membangun ketahanan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif etnografis. Informannya yaitu seniman, tokoh masyarakat, dan pejabat pemerintahan. Penentuan informannya dengan teknik purposive sampling.Sumber datanya bersifat primer dan skunder, serta diambil dengan teknik wawancara, pengamatan, dan pencatatan dokumen. Instrumen utamanya adalah peneliti sendiri. Sedangkan analisis datanya dengan teknik kualitatif model interaktif. Hasil penelitian menggambarkan bahwa kesenian ledug merupakan seni musik yang mempadu-padankan suara lesung dan bedug sebagai instrumen utama. Kesenian ini sebagai pengharmonian budaya Jawa (lesung) dan Islam (bedug) dan bersifat adaptif. Makna simbolik dari Ledug yakni manusia sebagai hamba Tuhan berkewajiban menjalankan ibadah secara seimbang antara ibadah yang bersifat vertikal (bedug) dengan ibadah yang bersifat horizontal (lesung). Nilai-nilai tersebut memiliki potensi sebagai sumber kekuatan dan keteguhan sikap masyarakat dalam mempertahankan budaya asli yang adiluhung dari pengaruh negatif budaya asing.
PENGEMBANGAN ATLIT DUDA (ATLAS INTERAKTIF HINDU BUDHA) DI NUSANTARA UNTUK MENINGKATKAN JIWA NASIONALISME PADA SISWA SMP KOTA MADIUN Novi Triana Habsari
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.607 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v1i2.1037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan jiwa nasionalisme pada siswa SMP Negeri 6 Kota Madiun melalui media Atlit Duda di Nusantara. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Research and Development (R&D). Prosedur pengembangan menggunakan tahapan pengembangan produk, validasi, uji coba produk hinggauji coba pada kelas yang lebih besar.Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII B yang berjumlah 25 siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi dan lembar observasi siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama pada SMPN 6 Kota Madiun, proses belajar mengajar ips-sejarah belum maksimal. guru masih mengacu pada metode konvensional dan penggunaan media pembelajaran IPS belum maksimal. kedua hasil uji terbatas dan uji skala luas mendapatkan hasil yang cukup signifikan sebelum dan sesudah diterapkan media atlit duda (atlas interaktif hindu budha) dinusantara. terbukti dengan perolehan nilai rata-rata kelas 75,28 meningkat menjadi 82,73 dengan nilai signifikannya 0,05. apabila perhitungan <0,05 maka ditolak dan diterima, sehingga ada peningkatan yang signifikan antara nilai ips-sejarah sebelum dan setelah diterapkannya media atlit duda (Atlas Interaktif Hindu Budha) di nusantara. jiwa nasionalisme pada siswa setelah diterapkannya media atlit duda (atlas interaktif hindu budha) di Nusantara adalah 3,84 dengan kriteria sangat baik. dengan demikian, maka pengembangan atlit duda (Atlas Interaktif Hindu Budha) di Nusantara dapat meningkatkan jiwa nasionalisme pada siswa SMP Kota Madiun. 
PENERAPAN MODEL INVESTIGASI KELOMPOK BERBANTUAN MEDIA VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SDN SIRAPAN 02 Erma Nurdiana
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.056 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v1i1.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar IPS dengan menggunakan model investigasi kelompok berbantuan media visual pada prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Sirapan 02 Kecamatan/Kabupaten Madiun.Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus dan hasilnya menunjukkan bahwa prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Sirapan 02 Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun semester genap tahun pelajaran 2014/2015 dapat ditingkatkan dengan menggunakan model investigasi kelompok berbantuan media visual. Peningkatan prestasi belajar IPS tersebut ditunjukkan dari nilai rata-rata klasikal yang mengalami kenaikan. Pada prasiklus nilai rata-rata klasikal = 60,94, siklus I = 71,44, dan siklus II = 75,61. Peningkatan prestasi juga dibuktikan dari siswa yang mencapai KKM mengalami peningkatan dan siswa yang tidak mencapai KKM mengalami penurunan. Pada prasiklus, siswa yang mencapai KKM sebanyak 3 orang (17,65%) dan yang tidak tuntas sebanyak 14 orang (82,35%). Siklus I, siswa yang mencapai KKM sebanyak 11 orang (64,71%) dan yang tidak tuntas sebanyak 6 orang (35,29%). Sedangkan pada siklus II, siswa yang mencapaiKKM sebanyak 14 orang (82,35%) dan yang tidak tuntas sebanyak 3 orang (17,65%). Capaian ketuntasan sebesar 82,35% sudah melebih target yang ditetapkan atau sudah sesuai dengan harapan yaitu siswa yang mencapai KKM ≥ 70%
KEMAMPUAN GURU DALAM MENGEMBANGKANPERANGKAT PEMBELAJARAN IPS BERBASIS KARAKTER-PERILAKU SOSIAL SISWA KELAS VIII MTsN NGRAMBE Susmintari Dwi Ratnaningtyas
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.281 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v2i2.1900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan guru IPSdalam mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis karakter-perilaku sosial siswa kelas VIII MTsN Ngrambe Kabupaten Ngawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan. Subjek penelitiannya adalah guru IPS dan siswa kelas VIII MTsN Ngrambe, dan penentuan informannya dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Data yang digunakan bersumber pada primer dan skunder dan teknik pengambilannya dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi serta dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif Miles dan Huberman. Keabsahan data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru IPS dalam mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis karakter-perilaku sosial siswa kelas VIII MTsN Ngrambe dapat dikategorikan sudah baik. Nilai-nilai pendidikan karakter yang diterapkan, yaitu nilai ketaatan beribadah, nilai kejujuran, dan nilai tanggung jawab sudah dimasukkan dalam langkah-langkah kegiatan pembelajaran di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Aspek perubahan perilaku siswa yang termasuk pada kategori sangat baik adalah perilaku dalam mengembangkan interaksi positif antar siswa. Kategori baik pada aspek perilaku dalam menumbuhkan nilai moral dan spiritual, kategori cukup pada perilaku sosial siswa untuk mengembangkan potensi diri secara utuh. Siswa memberikan tanggapan positif dan menerima dengan baik integrasi nilai pendidikan karakter pada proses pembelajaran.
MASJID TEGALSARI JETIS PONOROGO (MAKNA SIMBOLIK DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL) Hadi Kusnanto; Yudi Hartono
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.439 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v2i1.1359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan makna simbolik arsitektur Masjid Tegalsari Jetis Ponorogo dan potensinya yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data menggunakan sumber dan sekunder Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik coding model Strauss dan Corbin, dan keabsahan datanya dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Arsitektur Masjid Tegalsari merupakan akulturasi corak Jawa, Islam, dan Hindu. Unsur-unsur masjid; mihrab, bangunan utama, serambi, tiang, atap, batu bancik, gapura, dan pagarnya memiliki makna yang dalam sebagai tuntunan hidup. Makna-makna dari simbulnya berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal khususnya sejarah agama Islam. Dengan menjadikan lingkungan sekitar atau dinamika masyarakat yang berada di sekitar dimungkinkan peserta didik dapat mengkontektualkan pelajaran sejarah Islam sehingga mudah memahami dan menjadikannya sebagai edukasi, inspirasi, rekreasi, dan pada akhirnya tumbuh kesadaran sejarahnya.
Upacara Entas-Entas di Pura Sanggha Bhuana Lanud Iswahyudi Maospati Magetan (Studi Nilai Budaya dan Potensinya Sebagai Sumber Pembelajaran IPS SMP) Ssri Wahyuningtyas
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.159 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v3i2.3461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan prosesi upacara Entas-entas di Pura Sanggha Bhuana Lanud Iswahyudi Maospati Magetan, nilai-nilai budaya dan potensinya yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran IPS SMP. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu berpikir secara induktif. Pendekatan yang digunakan peneliti adalah pendekatan interaktif jenis studi kasus yaitu peneliti terlibat langsung dalam penelitian. Data yang digunakan bersumber dari primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data pada kondisi yang alamiah, observasi yang berperan, wawancara yang mendalam dan dokumentasi. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis data interaktif model Milles and Hubberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Upacara Entas-entas merupakan ritual masyarakat Hindu yang relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia khususnya masyarakat di wilayah Karesidenan Madiun saat ini, sehingga nilai-nilai budaya tersebut digunakan sebagai sumber pembelajaran IPS akan sangat menarik dan memudahkan guru maupun peserta didik serta generasi muda akan pentingnya kesadaran memanfaatkan potensi nilai-nilai budaya sehingga mencegah penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat. Pada upacara Entas-entas terdapat nilai edukatif, nilai praktis, nilai teoritis, nilai filsafat, nilai kemanusiaan dan nilai ketuhanan.
Upacara Adat Wisuda Waranggono di Kayangan Api Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro (Nilai Budaya dan Potensinya Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah) Vera Martina Dewi
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.336 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v3i2.3464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang prosesi, nilai budaya yang terkandung dan nilai budaya yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah pada upacara adat wisuda waranggono. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan teknik Coding Model Strauss dan Corbin. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu Sebelum upacara dimulai para waranggono harus puasa dan juga mengikuti ritual siraman. Upacara adat wisuda waranggono dilakukan pada bulan syuro dan membutuhkan piranti gong lengkap dan menggunakan lagu mukdi rahayu dan ibu pertiwi. Nilai budaya yang terkandung dalam upacara adat wisuda waranggono adalah nilai religius, gotong royong, estetika, dan juga nilai kebersamaan. Upacara adat wisuda waranggono ini mempunya potensi sebagai sumber pembelajaran sejarah yakni sebagai materi tambahan dalam pembelajaran mata pelajaran sejarah di SMA kelas X semester I, dengan Standart Kompetensi Memahami prinsip dasar ilmu sejarah dengan Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tradisi sejarah dalam masyarakat Indonesia masa pra-aksara dan masa aksara
TRADISI BERSIH KALI (STUDI KEARIFAN LOKAL DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS SD S Sunyoto
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.541 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v3i2.3164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan nilai kearifan lokal yang terkandung di dalam tradisi bersih kali di Desa Baosan Kidul Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo dan potensinya sebagai sumber pembelajaran IPS SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif etnografi dengan memanfaatkan sumber data primer dan sumber data sekunder. Informan ditentukan dengan teknik purposive sampling. Data primer diperoleh dari informan melalui wawancara, observasi dan pencatatan dokumentasi. Sedangkan analisa data analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), serta penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing/verification). Hasil penelitian memberi gambaran bahwa Tradisi Bersih Kali adalah sebuah tradisi turun temurun yang dimiliki oleh masyarakat Desa Baosan Kidul, yang memiliki nilai-nilai kearifan lokal diantaranya: tanggung jawab, rela berkorban, persatuan atau kerukunan, gotong royong, hormat menghormati, religi, spiritual, dan estetika. Oleh karenanya Tradisi Bersih Kali ini berpotensi sebagai salah satu sumber pembelajaran kajian Mata Pelajaran IPS kelas 5 Sekolah Dasar.  
Kirab Pusaka Sunan Kumbul di Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo (Studi Nilai Budaya dan Potensinya Sebagai Sumber Pembelajaran IPS SMP) Yuliani Yuliani
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.854 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v3i2.3462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis ceremonial dan nilai-nilai budaya upacara Kirab Pusaka Sunan Kumbul di Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo serta mendiskripsikan dan menganalisis potensinya sebagai sumber pembelajaran IPS SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sawoo mulai bulan Oktober 2017 sampai dengan bulan Agustus 2018. Informan ditentukan dengan purposive sampling. Validasi data digunakan teknik triangulasi sumber, sedangkan analisis datanya menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menggambarkan bahwa Kirab Pusaka Sunan Kumpul merupakan upacara tradisional untuk mengiring pusaka Sunan Kumpul yang berupa Tombak Kyai Dora Manggala. Iringan-iringan dipimpin Camat Sawoo dan tokoh-tokoh pemerintahan kecamatan dan masyarakat. Sunan Kumpul tidak lain adalah Brojonatan yang dipercaya sebagai senopati dari Paku Buwono II Surakarta yang berjasa dalam kehidupan masyarakat Sawoo. Kirab pusaka ini menggunakan piranti/perlengkapan dan ceremonial yang mengandung nilai-nilai budaya, diantaranya; religius, gotong-royong atau kerjasama, rela berkorban, disiplin, saling hormat-menghormati, saling menghargai, patriotisme, patuh, bertanggung jawab, dan toleransi. Nilai-nilai tersebut memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran IPS SMP kelas VII semester 1 yaitu pada KD 3.1 Memahami konsep ruang dan interaksi antar ruang di Indonesia serta pengaruhnya  terhadap kehidupan manusia dalam aspek ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan.
Wujud Penanaman Nilai Pancasila pada Komunitas “Amak-Arak” Kampung Islam Kepaon RIZA WULANDARI
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.793 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v3i2.1767

Abstract

Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan pilar kebangsaan Indonesia. Ironi yang terjadi masyarakat saat ini sudah mulai luntur dalam merawat nilai nilai Pancasila dan Kebhinekaan akibat kemajuan teknologi dan ruang lingkup yang semakin modern. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan perwujudan generasi muda Kampung Islam Kepaon dalam merawat nilai-nilai Pancasila di era digitalisasi. Metode kualitatif jenis studi kasus digunakan dalam menganalisa permasalahan dengan pisau asah Fungsionalisme Struktural milik Talcott Parson. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik sebuah garis benang merah yaitu penanaman nilai Pancasila yang terkadung pada Komunitas Amak-Arak di Kampung Islam Kepaon adalah pada sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dimana implementasi nilai yang terjadi adalah adanya toleransi, kebersamaan, kesatuan dalam setiap kegiatan yang melibatkan dua komunitas berlatar belakang agama yang berbeda. Kegiatan yang dilaksanakan secara bersama-sama dan melibatkan satu sama lain adalah seperti Tradisi Ngejot, perayaan Hari Raya Idul Fitri bagi umat Islam dan Hari Raya Nyepi, Galungan dan Kuningan pada umat Hindu. Sikap kebersamaan yang dijalankan mampu menciptakan perwujudan dari sila ketiga yakni Persatuan Indonesia

Page 4 of 15 | Total Record : 143