cover
Contact Name
Agus Yuniawan Isyanto
Contact Email
agusyuniawanisyanto@unigal.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alfarhanic@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23564903     EISSN : 25798359     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH merupakan jurnal ilmiah berkala yang memuat hasil penelitian dari mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Galuh.
Arjuna Subject : -
Articles 1,061 Documents
ANALISIS USAHATANI KOMODITAS KACANG KEDELAI (Glycine max) (Suatu Kasus di Desa Kertajaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran) Siva Faujiah; Dini Rochdiani; Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 7, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.022 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v7i1.2592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Besarnya rata-rata biaya yang dikeluarkan pada usahatani kacang kedelai per hektar per satu kali musim tanam di Desa Kertajaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran. (2) Besarnya rata-rata penerimaan dan rata-rata pendapatan yang diterima petani per hektar per satu kali musim tanam di Desa Kertajaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran. (3) Besarnya rata-rata R/C usahatani kacang kedelai per hektar per satu kali musim tanam di Desa Kertajaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan mengambil suatu kasus di Desa Kertajaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran,. Responden dalam penelitian ini adalah petani yang melakukan usahatani kacang kedelai di Desa Kertajaya dengan jumlah 319 orang yang merupakan tingkat kesalahan 10% dari populasi yang berjumlah 76 orang dari petani kedelai yang diambil secara acak sederhana (Simple Random Sampling). Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata biaya total usahatani kedelai di Desa Kertajaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran per hektar per satu kali musim tanam adalah Rp 5,538,134.19. (2) Rata-rata penerimaan usahatani kedelai di Desa Kertajaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran per hektar per satu kali musim tanam adalah Rp 10,466,589.06 dan rata-rata pendapatan dalam satu kali musim tanam adalah Rp 4,928,454.87. (3) Rata-rata R/C per hektar per satu kali musim tanam adalah 1,89 artinya usahatani kedelai di Desa Kertajaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran menguntungkan dan layak untuk diusahakan.
Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Komoditas Duku (Lansium domesticum) pada Kelompok Tani Harapan Makmur (Studi Kasus di Dusun Cililitan Desa Karanganyar Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis) Ari Nurhidayat; Dini Rochdiani; Sudrajat Sudrajat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 6, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.045 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v6i2.2507

Abstract

Tujuan  penelitian ini adalah  mengetahui : (1) Kelayakan finansial usahatani duku yang diusahakan para petani pada Kelompok Tani Harapan Makmur Dusun Cililitan Desa Karanganyar Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis, (2) Jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan seluruh modal yang diinvestasikan pada usahatani duku yang diusahakan para petani pada Kelompok Tani Harapan Makmur Dusun Cililitan Desa Karanganyar Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Penarikan responden dilakukan secara sampling jenuh, pada semua petani yang mengusahakan duku pada Kelompok Tani Harapan Makmur Dusun Cililitan Desa Karanganyar Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis yaitu sebanyak 5 orang. Analisis yang digunakan yaitu analisis kelayakan finansial dengan menggunakan rumus NPV, IRR, Net B/C dan Payback Periods. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Besarnya rata-rata biaya investasi usahatani duku per hektar pada Kelompok Tani Harapan Makmur di Dusun Cililitan Desa Karanganyar Kecamatan Cijeungjing sebesar Rp. 74.707.900,00. Rata-rata biaya operasional usahatani duku per hektar untuk tahun ke-1 sampai tahun ke-9 adalah  Rp. 1.572.981,20 sedangkan rata-rata biaya operasional usahatani duku per hektar untuk tahun ke-10 sampai tahun ke-30 adalah Rp. 7.066.812,00. Rata-rata penerimaan usahatani duku per hektar pada Kelompok Tani Harapan Makmur di Dusun Cililitan Desa Karanganyar Kecamatan Cijeungjing sebesar Rp. 1.023.753.600,00. Nilai rata-rata NPV per hektar sebesar Rp. 35.758.175,22. Berarti responden memperoleh keuntungan pada tingkat bunga 7 persen sebesar Rp. 35.758.175,22. Nilai rata-rata Net B/C sebesar 1,41 ini berarti setiap 1,00 modal yang ditanam pada usahatani duku akan memperoleh manfaaat sebesar 1,41. Nilai rata-rata IRR yang diperoleh sebesar 8,83 persen, berarti tingkat bunga bank maksimum yang mampu dibayar oleh responden sebesar 8,83 persen per tahun atau lebih besar dari tingkat bunga 7 persen. Dilihat dari NPV, Net B/C dan IRR maka usahatani duku pada Kelompok Tani Harapan Makmur di Dusun Cililitan Desa Karanganyar Kecamatan Cijeungjing layak untuk diusahakan, karena nilai NPV nya lebih dari 0, Net B/C lebih dari 1, dan IRR nya lebih besar dari tingkat bunga bank yang berlaku. 2) Rata-rata jangka waktu pengembalian modal yang diinvestasikan dalam usahatani duku di Kelompok Tani Harapan Makmur Dusun Cililitan Desa Karanganyar yaitu 20 tahun 6 bulan 20 hari.
ANALISIS SALURAN PEMASARAN JAMBU KRISTAL (Studi Kasus di Desa Bangunsari Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis) Silpi Nurpajar; Dini Rochdiani; Agus Yuniawan Isyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 6, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.879 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v6i2.2473

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) Saluran pemasaran jambu kristal, (2) Besarnya marjin dan keuntungan pemasaran, dan (3) Besarnya farmer’s share. Jenis Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Sampel penelitian terdiri atas 1 orang petani, 2 orang pedagang besar, dan 7 orang pedagang pengecer. Hasil menunjukkan: (1) Terdapat dua saluran pemasaran  jambu kristal, yaitu: Saluran I (petani – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen), dan Saluran II (petani – pedagang pengecer – konsumen). (2) Marjin pemasaran pada Saluran I di pedagang besar Rp 6.000 per kg, dan di pedagang pengecer Rp 5.000 per kg, sedangkan marjin pemasaran pada Saluran II di pedagang pengecer sebesar Rp 11.000 per kg. Keuntungan pemasaran pada Saluran I di pedagang besar Rp 5.437,7 per kg, dan di pedagang pengecer Rp 4.542 per kg, sedangkan keuntungan pemasaran pada Saluran II di pedagang pengecer sebesar Rp 10.410 per kg. (3) Farmer’s share pada saluran I dan II sebesar 45% karena harga di tingkat petani dan di tingkat pedagang pengecer sama besarnya.
Analisis Kelayakan Agroindustri Keripik Kelapa (Studi Kasus Pada PT. Dinaya Sambiana Loemintoe di Dusun Cikoranji Desa Cimindi Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran) dede heri guntara; Budi Setia; Sudrajat Sudrajat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 7, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.724 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v7i1.2567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Besarnya biaya produksi yang dikeluarkan PT. Dinaya Sambiana Loemintoe pada pembuatan keripik kelapa per satu kali proses produksi, 2) Besarnya penerimaan yang diterima PT. Dinaya Sambiana Loemintoe pada pembuatan keripik kelapa per satu kali proses produksi, 3) Besarnya pendapatan yang diterima PT. Dinaya Sambiana Loemintoe pada pembuatan keripik kelapa per satu kali proses produksi , 4) Besarnya R/C yang didapatkan PT. Dinaya Sambiana Loemintoe pada pembuatan keripik kelapa per satu kali proses produksi. Penelitian ini dilakukan di Dusun Cikoranji Desa Cimindi Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran dengan menggunakan Metode Studi Kasus. Dengan mengambil sampel secara purposive pada seorang pengusaha agroindustri keripik kelapa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Besarnya biaya produksi yang dikeluarkan PT. Dinaya Sambiana Loemintoe pada pembuatan keripik kelapa per satu kali proses produksi adalah Rp 8.440.907.) 2) Besarnya penerimaan yang diterima PT. Dinaya Sambiana Loemintoe pada pembuatan keripik kelapa per satu kali proses produksi adalah Rp 19.320.000. 3) Besarnya pendapatan yang diterima PT. Dinaya Sambiana Loemintoe pada pembuatan keripik kelapa dalam satu kali proses produksi Rp 10.879,093 4)  Besarnya R/C yang didapatkan PT. Dinaya Sambiana Loemintoe pada pembuatan keripik kelapa per satu kali proses produksi adalah 2,28.
ANALISIS SALURAN PEMASARAN MANGGIS (Suatu Kasus di Desa Kalijaya Kecamatan Banjaranyar Kabupaten Ciamis) Fitri Kartikasari; Trisna Insan Noor; Agus Yuniawan Isyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 6, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.81 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v6i3.2516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Saluran pemasaran manggis di Desa Kalijaya Kecamatan Banjaranyar Kabupaten Ciamis; (2) Besarnya biaya dan keuntungan pemasaran; (3) Besarnya marjin pemasaran manggis pada setiap tingkatan lembaganya; dan (4) Besarnya bagian harga (farmer’s share) yang diterima petani keseluruhan harga yang dibayar oleh konsumen. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Sampel penelitian ini terdiri atas 54 petani, 2 pedagang pengumpul, 1 pedagang besar dan 2 konsumen industri. Hasil penelitian menunjukan: (1) Ada dua saluran pemasaran; (2) Biaya pemasaran pada saluran pemasaran I sebesar Rp 75,00 per kg dan  saluran pemasaran II sebesar Rp 324,53 per kg. Keuntungan pemasaran pada saluran pemasaran I sebesar Rp 235,00 per kg dan saluran pemasaran II sebesar Rp 645,47  per kg; (3) Marjin pemasaran pada saluran pemasaran I sebesar Rp 310,00 per kg dan saluran pemasaran II sebesar Rp 970,00 per kg; dan (4) Farmer’s share pada saluran pemasaran I 96,03% dan saluran pemasaran II 88,12%.
ANALISIS USAHATANI MINAPADI (Studi Kasus pada Kelompok Tani Fajar Jayamukti di Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya) Heri Mulyadi; Dini Rochdiani; Dani Lukman Hakim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 7, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v7i1.2555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani minapadi di Kelompok Tani Fajar Jayamukti Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya, (2) besarnya R/C usahatani minapadi di Kelompok Tani Fajar Jayamukti Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus pada petani padi di Kelompok Tani Fajar Jayamukti Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Sampel lokasi menggunakan metode total sampling sebanyak 38 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) besarnya biaya total rata-rata yang dikeluarkan petani di Kelompok Tani Fajar Jayamukti Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya per musim tanam untuk usahatani minapadi sebesar Rp18.577.028,-/ha (2) besarnya penerimaan rata-rata yang diperoleh petani di Kelompok Tani Fajar Jayamukti Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya per musim tanam sebesar Rp 40.127.000-/ha (3) rata-rata pendapatan yang diperoleh petani di Kelompok Tani Fajar Jayamukti Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya per musim tanam adalah Rp 21.549.972,-/ha (4) rata-rata nilai R/C rata-rata usaha tani padi pada Kelompok Tani Fajar Jayamukti Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya adalah sebesar 2,16 per musim tanam per hektar.
ANALISIS SALURAN PEMASARAN JAGUNG HIBRIDA VARIETAS BISI 2 (Zea mays Linn) (Suatu Kasus di Desa Handapherang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis) fadiel permadi gojali; Muhamad Nurdin Yusuf; Dani Lukman Hakim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 7, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.84 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v7i1.2612

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Terdapat dua saluran pemasaran jagung dari Desa Margaharja ke Pasar Ciamis yaitu : Saluran I : Petani – Konsumen Akhir. Saluran II : Petani – Pedagang Pengumpul Handapherang – Pedagang Pengecer Pasar Ciamis– Konsumen. 2) Marjin pemasaran pada masing-masing lembaga pemasaran pada saluran I Rp 0,-. Sedangkan pada saluran II besarnya marjin pemasaran di pedagang pengumpul Rp 600,- per kilogram dan pedagang pengecer Rp 600,- per kilogram. 3)  Dari hasil perhitungan diperoleh nilai  farmer’s share saluran I adalah sebesar 100 persen, artinya harga yang diterima petani adalah sebesar 100 persen dari harga yang dibayarkan oleh konsumen, karena petani menjualnya langsung ke konsumen akhir. Sedangkang saluran II adalah sebesar 77,35 persen, artinya harga yang diterima petani adalah sebesar 77,35 persen dari harga yang dibayarkan oleh konsumen.
PROSES PRODUKSI DAN PEMASARAN AGROINDUSTRI TEH CELUP DAUN KELOR DI PT. LENTERA BUMI NUSANTARA (Studi Kasus di Desa Ciheras Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya) Nuneng Nuraeni; Trisna Insan Noor; Sudrajat Sudrajat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 6, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.8 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v6i3.2545

Abstract

Pemanfaatan tanaman kelor di Indonesia saat ini masih terbatas, selain pemanfaatan secara tradisional, daun kelor hingga saat ini dikembangkan menjadi produk pangan modern seperti teh daun kelor.Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Proses produksi, 2) Penyerapan tenaga kerja, 3) Pemasaran, 4) Biaya dan pendapatan pada agroindustri teh celup daun kelor di PT. Lentera Bumi Nusantara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penentuan informan ditentukan dengan sengaja yaitu responden yang merupakan komisioner di PT. Lentera Bumi Nusantara. Hasil peneitian menunjukan bahwa :1) Proses pengolahan dimulai dari pengambilan daun kelor dari petani sebagai bahan baku pembuatan teh, kemudian pengikatan daun yang masih melekat pada tangkai, pencucian daun kelor, selanjutnya pelayuan daun, pengeringan daun dengan oven, sortasi daun, penghancuran daun dengan blander menjadi bubuk kelor, pengayakan bubuk, penimbangan bubuk, pengemasan tahap satu pada tea bag, pengemasan tahap akhir, pengepressan, pelabelan, dan siap dipasarkan. Kegiatan produksi teh daun kelor dilakukan setiap dua minggu sekali dan penjualan teh daun kelor dilakukan secara langsung maupun online. 2) Kegiatan pemasaran pada agroindustri teh celup daun kelor hanya melibatkan satu saluran pemasaran yaitu saluran pemasaran nol tingkat, karena dalam pemasaran teh celup daun kelor tidak melibatkan lembaga pemasaran.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROEKOWISATA JAMBU AIR DI KECAMATAN CAMPLONG KABUPATEN SAMPANG Khotibul Umam; Siti Khotijah; Mohammad Zainuri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 6, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v6i3.2357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan agroekowisata Jambu Air di wilayah Kecamatan Camplong Sampang. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif desktiptif dengan menghadirkan alalisis SWOT untuk memetakan berbagai macam startegi yang dapat digunakan peneliti dalam mengembangkan agreoekowisata jambu air. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan minimal empat langkah strategis sebagai upaya dalam mengembangkan agroekowisata Jambu Air di wilayah Kecamatan Camplong Sampang yang meliputi strategi dalam pengembangan promosi, strategi pengembangan sarana dan prasarana, strategi pengembangan sumberdaya alam dan strategi pengembangan kemitraan/kerja sama dengan pihak terkait, baik dengan pemerintah, masyarakat, maupun sentra penjual buah dalam memasarkan buah jambu air beserta hasil olahannya kepada masyarakat luas. Dampak dari strategi tersebut tidak hanya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar agroekowisata jambu air, namun juga dapat meningkatkan literasi wisatawan mengenai budi daya tanaman jambu air yang sudah menjadi icon kebanggaan Kabupaten Sampang 
ANALISIS TITIK IMPAS AGROINDUSTRI KREMES (Studi Kasus pada IKM Kremes di Desa Sindangsari Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis Elsa Tiani Nuryana Devis; Dini Rochdiani; Muhamad Nurdin Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 6, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.117 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v6i2.2494

Abstract

Kecamatan Cikoneng merupakan salah satu sentra industri pengolahan hasil pertanian ke-7 terbesar di Kabupaten Ciamis. Umumnya agroindustri kecil di perdesaan jarang menghitung biaya yang dikeluarkannya secara detail, hal inilah yang menyebabkan tidak dapat diketahuinya pendapatan yang sebenarnya diperoleh secara pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan usaha kremes pada IKM Kremes “KURNIA” dalam satu kali proses produksi. (2) Besarnya titik impas nilai penjualan, titik impas volume produksi, dan titik impas harga kremes pada IKM Kremes “KURNIA” dalam satu kali proses produksi. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kasus di Desa Sindangsari Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis yang ditentukan secara sengaja (purposive sampling). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis biaya, penerimaan, pendapatan dan titik impas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Biaya produksi yang dikeluarkan oleh pengusaha kremes pada IKM kremes “KURNIA” Rp 2.860.060,29, besarnya penerimaan Rp 3.600.000,00, besarnya pendapatan Rp 739.939,71. (2) Titik impas nilai penjualan kremes dalam satu kali proses produksi Rp 306.532.56 ,sementara titik impas volume produksi 102,17 pak, dan titik impas harga Rp 2.382,38 per pak.

Page 27 of 107 | Total Record : 1061