cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 3 (2015): (September 2015)" : 8 Documents clear
KAJIAN PARAMETER POPULASI DAN TINGKAT PEMANFAATAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) DI PERAIRAN PATI DAN SEKITARNYA Tri Ernawati; Wedjatmiko Wedjatmiko; Ali Suman
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 3 (2015): (September 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.795 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.3.2015.169-176

Abstract

Sumberdaya rajungan (P.pelagicus) di alam telah cukup lama dimanfaatkan. Upaya penangkapan terus-menerus tanpa ada pengelolaan yang tepat dapat mengakibatkan penurunan populasi sumberdaya rajungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji parameter populasi dan tingkat pemanfaatan rajungan. Penelitian dilakukan di perairan laut Kabupaten Pati dan sekitarnya dari bulan Januari 2012 sampai bulan Maret 2013. Data rajungan diperoleh dari hasil tangkapan nelayan dengan alat tangkap bubu lipat. Daerah penangkapan dikelompokkan menjadi tiga zona penangkapan. Pengelompokkan zona berdasarkan kedalaman dan substrat dasar perairan. Hasil yang diperoleh adalah hubungan lebar karapas dan bobot rajungan tiap zona menunjukkan pola pertumbuhan yang berbeda-beda. Rata-rata rajungan yang tertangkap di zona 2 berukuran lebih kecil karena masih tergolong juwana. Laju pertumbuhan jantan lebih cepat dibandingkan betina dengan ditunjukkan nilai K lebih tinggi. Mortalitas disebabkan penangkapan lebih tinggi dibandingkan mortalitas alami. Tingkat pemanfaatan telah melebihi pemanfaatan optimum sehingga diperlukan pengendalian penangkapan terutama di zona 2.Blue swimming crab (P.pelagicus) resources have been exploited for long time. Open access regime on the resources have resulted blue swimming crab population declined. This research is aimed to assess the population parameters and exploitation rates of blue swimming crab. The study was conducted in Pati and adjacent waters, fromJanuary 2012 toMarch 2013. Crabs data was collected from collapsible traps by fishermen.The fishing grounds were classified into three fishing zones depend on depth and substrat characteristic. The result showed that relations of carapace width and weight of each zone indicate that the growth pattern was different. The catch of crabs in zone 2 were smaller than zone 1 and 3. It’s classified as juveniles. The growth rate of male was faster than females. It’s indicated by a higher K value. Mortality caused by fishing was higher than natural mortality. The utilization rate has exceeded the optimum utilization. It is necessary to control of fishing activity mainly in zone 2.
PENGARUH CURAH HUJAN TERHADAP KONDISI PERAIRAN DAN HASIL TANGKAPAN IKAN DI ESTUARI SUNGAI BARITO Aroef Hukmanan Rais; Rupawan Rupawan; Herlan Herlan
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 3 (2015): (September 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.421 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.3.2015.131-138

Abstract

 Curah hujan mempengaruhi aktifitas penangkapan dan juga lingkungan perairanan di sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh curah hujan terhadap produksi tangkapan dan lingkungan perairan estuari sungai Barito. Pengambilan sampel hasil tangkapan dilakukan oleh bantuan enumerator alat tangkap lampara, tuguk dan rawai selama 7 bulan dari bulan Maret hingga September 2012. Parameter kondisi perairan yang diambil adalah nitrit, amoniak, total fosfat, kesadahan, turbiditas, daya hantar listrik (DHL) , kecerahan, oksigen, suhu, salinitas dan pH. Produksi hasil tangkap dihitung dalam nilai catch per unit effort (CPUE). Uji masing-masing parameter terhadap curah hujan menggunakan uji t, sedangkan model persamaan CPUE terhadap curah hujan dan kondisi perairan diperoleh melalui regresi berganda motode backward. Puncak musim penghujan pada saat penelitian terjadi pada bulan Maret dan pucak musim kemarau terjadi pada bulan September. Hasil uji – t pengaruh curah hujan dan parameter kondisi perairan menunjukan nilai signifikan pada parameter daya hantar listrik (DHL). Hubungan antara curah hujan dan nilai CPUE menunjukan nilai yang signifikan berbeda nyata, dimana nilai CPUE cenderung meningkat pada musim kemarau. Model regresi berganda CPUE yang terbentuk menunjukan persamaan yang signifikan terhadap parameter curah hujan dan oksigen terlarut.The influences of rainfall rate on fishing activities and the waters environment condition. This research has purpose to saw rainfall rate effect on fishing production and waters environment of Barito river estuary. Sampel of fishing result has collected by enumerator of lampara, tuguk, and rawai for 7 months, from March until September 2012. Parameters of water condition have collected are nitric, ammoniac, fosfat total, hardness, turbidity, conductivity, transparence, oxygen, temperature, salinity and pH. Fish production is showed by catch per unit effort (CPUE). Test for each water parameters and rainfall rate are conducted with t-test, while for similarity model of CPUE on rainfall rate and water condition are counted by multiple regression backward method. Peak of rainy season on research is happened on March, and peak of dry season happened on September. T-test result for rainfall rate and water condition parameter has show significant on conductivity parameter. Relation of rainfall and CPUE show significant correlation, where is the trend of CPUE increases on summer season. Multiple regression model of CPUE is formed in significant by rainfall and dissolved oxygen parameters.    
DINAMIKA POPULASI DAN ESTIMASI RASIO POTENSI PEMIJAHAN IKAN LEMURU (Sardinella lemuru Bleeker, 1853) DI TELUK PRIGI, JAWATIMUR Suwarso Suwarso; Arief Wujdi
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 3 (2015): (September 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2102.681 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.3.2015.177-186

Abstract

Ikan lemuru (Sardinella lemuru) berperan sangat penting bagi industri pengalengan ikan di Indonesia dan juga perikanan rawai tuna yang beroperasi di Samudera Hindia sebagai umpan. Aktivitas penangkapannya dilakukan secara terus-menerus sepanjang tahun sehingga diperlukan upaya pengelolaan agar tetap lestari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji parameter populasi sebagai dasar pengelolaan sumberdaya lemuru di Teluk Prigi. Contoh ikan diambil dari hasil tangkapan pukat cincin mini pada periode Februari hingga Oktober 2013 di Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi. Analisis parameter pertumbuhan menggunakan program FISAT dan rasio potensi pemijahan didasarkan pada lembar kerja SPR pada ukuran panjang dan umur ikan. Laju pertumbuhan lemuru tergolong cepat sehingga berumur pendek. Laju kematian akibat penangkapan berkontribusi lebih besar daripada laju kematian alaminya. Kondisi stok lemuru berada pada kondisi lebih tangkap diindikasikan dengan E>0,5 dan SPR<20%. Diperlukan penerapan batas ukuran minimum ikan dengan meningkatkan selektivitas mata jaring dan juga pengurangan jumlah upaya penangkapan.Bali sardinella (Sardinella lemuru) has an important role for the fishing canning industry in Indonesia and also tuna longline fisheries operating in the Indian Ocean as bait. However, fishing activities carried out continuously throughout the year, so that management of effort should be wasmade to maintain its sustainability. This study aims to estimate population parameters to determine the status of Bali Sardinella stock in Prigi Bay waters. Samples of mini purse seine catches were collected from Archipelago Fishing Port of Prigi during Februari to October 2013. Length frequency-based methods were used to estimate growth parameters, mortality and exploitation rate which was analysed with ELEFAN included in FISAT II software.Meanwhile, spawning potential ratio was analysed using SPR at size and age assessment in Microsoft Excel spreadsheet. The growth rate of Bali Sardinella was high so it has a short life relatively. Fishing mortality had a greater contribution than natural mortality. The current status of Bali Sardinella was estimated in overexploitation level indicated as E>0,5 and SPR<20%. Management measures required to address these issues by implementing a minimum size limit through increasing mesh size and also fishing effort need to be decreased at certain level.
KAJIAN KERENTANAN BEBERAPA JENIS IKAN PELAGIS KECIL DI PERAIRAN LAUT JAWA Setya Triharyuni; Fayakun Satria; Wudianto Wudianto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 3 (2015): (September 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.381 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.3.2015.139-146

Abstract

Laut Jawa merupakan salah satu perairan dengan tingkat pemanfaatan ikan yang tinggi sehingga menjadikan stok ikan pelagis kecil di Laut Jawa telah melampaui angka potensi lestarinya. Tingginya pemanfaatan ikan ini juga berpengaruh pada keberlanjutan sumberdaya ikan. Analisis kerentanan dengan melihat nilai produktivitas dan suseptabilitas merupakan metode yang berguna untuk menentukan kerentanan karena memungkinkan adanya evaluasi baik produktivitas dan suseptabilitas stok ikan. Penilaian produktivitas dilakukan dengan melihat delapan indikator sedangkan untuk atribut susseptibilitas dengan melihat empat indikator. Kesemua indikator diberi nilai 1-3, dengan nilai 1 adalah produktivitas rendah dan Saseptibilitas rendah, nilai 2 adalah produktivitas sedang dan Saseptibilitas sedang serta nilai 3 adalah produktivitas tinggi dan Saseptibilitas tinggi. Kajian dilakukan pada beberapa ikan dominan hasil tangkapan pukat cincin. Sumber daya ikan tersebut adalah ikan siro (Ambligaster sirm), layang deles (Decapterus macrosoma), layang (Decapterus ruselli), kembung (Rastrelliger branchysoma), banyar (Rastrelliger kanagurta) dan selar bentong (Selar crumenopthalmus). Index kerentanan yang didapatkan menunjukkan nilai yang lebih besar dari 1,8 untuk jenis ikan ikan siro, layang deles, layang dan kembung sedangkan ikan banyar dan selar bentong memiliki nilai 1,59 dan 1,75. Nilai kerentanan yang telah melebihi 1,8 ini mengindikasikan bahwa sumber daya tersebut merupakan sumberdaya yang tergolong rentan, sehingga diperlukan adanya pengelolaan yang tepat guna menjamin keberlanjutannya.Java sea is one of marine water with high levels of utilization of fish making small pelagic fish stocks in the Java Sea has exceeded the potential for sustainability. The high utilization of these fish also affects the sustainability of fishery resources. PSA is a particularly useful method for determining vulnerability because it permits an evaluation of both the productivity of the stock and its susceptibility to the fishery. There are eight attributes for productivity indicator and four attributes for susceptibility indicator. The value of all the indicators are 1-3. The value of 1 is the low productivity and low Susseptibility, the value 2 is a moderate productivity and moderate Susceptibility as well as the value of 3 is high productivity and high Susceptibily. The data was taken from fish resources such as: spotted sardinella (Ambligaster sirm), scads (Decapterus macrosoma & Decapterus ruselli), short bodied mackerel (Rastrelliger branchysoma), indian mackerel (Rastrelliger kanagurta) and bigeye scad (Selar crumenopthalmus). The vulnerability index for spotted sardinella (Ambligaster sirm), scads (Decapterus macrosoma & Decapterus ruselli), short-bodied mackerel (Rastrelliger branchysoma) is above 1,8. Whereas indian mackerel (Rastrelliger kanagurta) and bigeye scad (Selar crumenopthalmus) were 1.59 and 1.75 . The vulnerability has been exceeding of 1,8, so that fisheries management was needed to ensure sustainability.
PRODUKTIVITAS DAN MUSIM PENANGKAPAN IKAN MADIDIHANG (Thunnus albacares Bonnaterre, 1788) PADA PERIKANAN SKALA KECIL DI PALABUHANRATU, JAWA BARAT Erfind Nurdin; Muhamad Fedi Alfiadi Sondita; Roza Yusfiandayani; Mulyono Baskoro
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 3 (2015): (September 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.329 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.3.2015.147-154

Abstract

Pemanfaatan sumber daya perikanan tuna skala kecil di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu menggunakan armada pancing tonda (troll liners) dengan mengoperasikan lima macam jenis pancing. Penelitian perikanan tuna skala kecil dilakukan di PPN Pelabuhanratu pada April – Juli 2015, dengan tujuan untuk menganalisa produktivitas (laju tangkap), faktor yang mempengaruhi hasil tangkapan dan musim penangkapan madidihang (yellowfin tuna). Laju tangkap (hasil tangkapan per trip) digunakan sebagai indikator produktivitas, moving average persentage digunakan untuk mengetahui pola musim penangkapan, dan fungsi produksi (Cobb Douglas) untuk mengidentifikasi faktor-faktor teknis yang mempengaruhi hasil tangkapan tuna pada perikanan pancing tonda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madidihang merupakan hasil tangkapan paling dominan armada pancing tonda dengan laju tangkap sebanyak 339,93 kg/trip dengan musim penangkapan terjadi pada Mei hingga Oktober. Analisa Cobb Douglas menunjukkan secara simultan 84% hasil produksi (dependent variable) yang diperoleh, dipengaruhi secara bersama oleh variabel independen yang digunakan (BBM, kekuatan mesin, GT dan jumlah ABK).The utilization of tuna resources on small scale (artisanal) fishery in Palabuhanratu is using trolling fishing fleets (trolling liners) characterized by five types of fishing lines during their operation. Research on small scale tuna fishery was conducted at Pelabuhanratu fishing port on April to July 2015 with the aims to analyze the productivity (catch rate), variable effects on the catch and fishing season for yellowfin tuna. The catch rate (the catch per trip) is used as productivity indicator, while the moving average percentage is used to determine the pattern of fishing season, and Cobb Douglas production function to identify the technical factors that influence to the catch of yellowfin tuna. Analysis result showed that the catch rate of yellowfin tuna by trolling liners is about 339.93kg/ trip and the fishing season occured during May to October. Cobb Douglas analysis showed simultaneously 84% of obtained catch production (dependent variable) affected by the four independent variables (fuel consumption, power engine, gross tonnage and number of crew).
DINAMIKA POPULASI DAN ESTIMASI RASIO POTENSI PEMIJAHAN UDANG JERBUNG (Penaeus merguiensis deMan, 1907) DI PERAIRAN TELUK CENDERAWASIH DAN SEKITARNYA, PAPUA Duranta Diandria Kembaren; Tri Ernawati
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 3 (2015): (September 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1736.615 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.3.2015.201-210

Abstract

Aktivitas penangkapan udang yang dilakukan secara terus menerus dapat mengancam kelestarian stok sumberdaya. Penelitian dinamika populasi dan rasio potensi pemijahan udang jerbung di perairan Teluk Cenderawasih dan sekitarnya dilakukan untuk mengevaluasi status stok sumberdaya udang. Penelitian ini dilakukan berdasarkan data yang dikumpulkan pada periode Januari sampai November 2013 di Nabire, Papua. Analisa parameter pertumbuhan dan laju pengusahaan dilakukan dengan menggunakan program FiSAT sedangkan analisa rasio potensi pemijahan didasarkan pada SPR@Size Assessment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa udang jerbung di perairan Teluk Cenderawasih memiliki laju pertumbuhan yang cepat. Laju pertumbuhan udang jerbung di Teluk Cenderawasih cenderung lebih kecil dibandingkan perairan lainnya. Laju pengusahaan dan rasio potensi pemijahan udang jerbung menunjukkan status lebih tangkap (E> 0,5 dan SPR < 10%) dan kondisi ini mengancam kelestarian sumberdaya udang. Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah pengelolaan dengan melakukan pengurangan upaya penangkapan sebanyak 20% dari kondisi saat ini.Continuous fishing activity threatens the sustainability of stocks of prawn resources. The research of population dynamics and spawning potential ratio of banana prawn in the Cenderawasih Bay and adjacent waters has a purpose to evaluate the status of the prawn stock. This research was conducted based on the biological data collected during the period of January to November 2013 from the fisherman prawn catch. The aim of this research is to identify the population parameters and to assess the banana prawn stock status. Growth parameters and exploitation rate were analyzed using FiSAT software, while spawning potential ratio was analyzed using SPR@Size Assessment. The result showed that growth rate of banana prawn in the Cenderawasih Bay waters was high. Growth rate of banana prawn in this study was lower than other waters. Exploitation rate and spawning potential ratio of the banana prawn indicate an overexploited condition (E > 0,5; SPR < 10%). Thus, management of the fishery needed by reducing the catch efforts about 20% from the existing condition.
DINAMIKA POPULASI SUMBER DAYA IKAN LAYUR (Trichiurus lepturus, Linnaeus, 1758) DI PERAIRAN CILACAP DAN SEKITARNYA Anthony Sisco Panggabean; Ali Suman; Erik Sostenes
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 3 (2015): (September 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3544.072 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.3.2015.155-167

Abstract

Ikan layur (Trichiurus lepturus) merupakan salah satu jenis ikan demersal ekonomis penting yang menjadi jenis target utama tangkapan di perairan Cilacap dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika populasi ikan layur di perairan Cilacap dan sekitarnya agar dapat menjadi bahan masukan pengelolaan sumber daya ikan layur. Penelitian dilakukan pada bulan April 2013 - Juni 2014. Pengumpulan data parameter biologi mencakup ukuran panjang dan berat, panjang pertama kali matang gonad (Lm), panjang pertama kali tertangkap (Lc), parameter pertumbuhan dan mortalitas. Hasil analisis hubungan panjang berat menunjukkan bahwa ikan layur bersifat allometrik negatif dan nilai Lc (50,51 cm) < Lm (58,83 cm) yang menandakan bahwa ikan yang tertangkap dalam kondisi belum dewasa atau belum siap memijah. Tingkat kematian akibat penangkapan lebih besar dari kematian alami dengan laju eksploitasi (E) sudah sampai pada batas maksimal. Ini berarti stok ikan layur sudah hampir mengalami degredasi. Dengan demikian perlu adanya upaya menjaga kelestarian untuk recovery stok jenis ikan tersebutHairtail (Trichiurus lepturus) is one of the economically important demersal fish species that becomes main target species in Cilacap and adjacent waters. The purpose of this study is to assess the dynamic population of hairtail fish in Cilacap and adjacent waters in order to provide information for the management resources of hairtail fish. The study was conducted in April 2013 until June 2014. Data collection of biological parameters include the length and weight, the length of the first maturity (Lm), length of first capture (Lc), growth parameters and mortality. The result showed that length width relationship was negative allometric and Lc (50.51 cm) <Lm (58.83 cm) , it means that fishes were caught in state of immature or not yet ready to spawn. The fishing mortality rate was higher than natural mortality with the rate of exploitation (E) has reached the maximum limit. It means the stock of hairtail fish almost degradated. Therefore, management effort to preserve the resources needed to recover the stock.
BIOMASA, PRODUKTIVITAS KAPAL PENANGKAP DAN POTENSI PRODUKSI IKAN DEMERSAL DI LAUT ARAFURA Purwanto Purwanto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 3 (2015): (September 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1467.729 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.3.2015.187-199

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil kajian potensi produksi dan upaya penangkapan optimal serta menjelaskan perkembangan perikanan demersal di Laut Arafura, termasuk pula estimasi dampak peningkatan upaya penangkapan terhadap produktivitas kapal dan hasil tangkapan ikan demersal. Kajian menggunakan data statistik produksi perikanan yang dikoreksi dengan menambahkan estimasi hasil tangkapan yang tidak tercatat dan data jumlah kapal penangkap dengan memperhitungkan pula estimasi jumlah kapal yang beroperasi secara ilegal. Berdasarkan hasil analisis, potensi produksi ikan demersal yang dapat dihasilkan secara lestari dari pemanfaatan stok ikan demersal di Laut Arafura adalah 539 ribu ton/tahun dengan upaya penangkapan sekitar 903 unit kapal pukat ikan 180 GT. Walaupun upaya penangkapan dari kapal yang memiliki surat izin penangkapan ikan di Laut Arafura tahun 2011 lebih rendah dibandingkan upaya penangkapan optimal untuk menghasilkan MSY, stok ikan demersal tersebut telah dimanfaatkan melebihi tingkat optimumnya akibat tingginya intensitas operasi kapal perikanan tanpa izin. Estimasi kerugian hasil tangkapan akibat kegiatan penangkapan ikan ilegal juga disajikan disini.This paper presents result of the assessment of potential production and optimal fishing effort, and briefly describes the past development of the demersal fishery in the Arafura Sea, including the estimated impact of increased fishing effort on the productivity of vessels and demersal fish catches. The assessment used corrected fisheries statistic data taking into account unreported catches and corrected fishing vessel data taking into account vessels operated illegally. Based on the analysis, the production potential of demersal fish that can be produced in a sustainable manner of demersal fish stocks in the Arafura Sea is 539 thousand tons/year to attempt the arrest of about 903 units of fishing trawlers 180 GT. Although fishing effort from vessels granted license in 2011 was lower than the optimumlevel to produce MSY, the demersal finfish stock was overexploited as the intensity of illegal fishing practices by vessels operated without license was high. Estimate of catch losses caused by illegal fishing is also presented here.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue