cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,072 Documents
STRUKTUR KOMUNITAS IKAN PASCA PENEBARAN IKAN PATIN (PANGASIANODON HYPOPHTHALMUS) DI SITU PANJALU, KABUPATEN CIAMIS – JAWA BARAT Andri Warsa; Kunto Purnomo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 18, No 3 (2012): (September 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1097.606 KB) | DOI: 10.15578/jppi.18.3.2012.145-156

Abstract

Situ Panjalu merupakan perairan yang subur dengan luas 45 ha dan kedalaman 2–4 m terletak di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Perairan ini mempunyai keanekaragaman jenis ikan yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas ikan pasca penebaran ikan patin (Pangasianodon hypophthalmus)) di Situ Panjalu. Penelitian dilakukan dengan pemasangan jaring insang percobaan di stasiun  Cukang Padung, Wisata, Kampung Dukuh dan Banjar Waru pada Bulan Agustus dan Oktober 2009 dan Juni, Agustus dan Oktober 2010. Hasil tangkapan ikan juga diperoleh dari hasil tangkapan nelayan yang dicatat oleh enumerator. Hasil tangkapan jaring insang percobaan diperoleh 14 jenis dan yang dominan adalah oscar (Amphilophus citrinellus) (26%) dan nila (Oreochromis niloticus) (44%). Kedua jenis ikan tersebut masuk kedalam kategori sering tertangkap (60 – 80%) dan mempunyai nilai indeks relatif penting (66,81 dan 19,81%). Secara umum ikan di Situ Panjalu paling banyak tertangkap pada jaring insang dengan ukuran mata jaring 1,5 – 1,75 inci. Produksi ikan menurun dari 27,7 ton pada 2007 menjadi 14,9 ton pada tahun 2011. Hasil tangkapan persatuan upaya sebesar 2,4 kg/hari/nelayan dengan jenis ikan yang dominan tertangkap adalah oscar dan nila. Kurva rasio kelimpahan dan biomassa ikan dengan nilai W statistik sebesar -0,09 menunjukkan bahwa struktur komunitas ikan di Situ Panjalu berada dalam keadaan terganggu (disturbed condition). Nilai indeks keanekaragaman berkisar antara 0,701 – 2,309 yang menandakan adanya dominasi oleh oscar dan nila.Lake Panjalu is a eutrophic water body with a surface water area about 45 ha and 2 – 4 m depth, located at Ciamis Regency -West Java. The lake have high fish diversity. The aim of the research was to investigate community structure of fish after introduction of striped catfish (Pangasianodon hypophthalmus) in the lake. The experimental gillnet sampling was done at Cukang Padung, Wisata, Kampung Dukuh and Banjar Waru in August and October 2009 and June, August and October 2010. Fish yield data was also collected dailly by enumerator from the fishers catches. The result showed that there are 14 fish species caught by the experimental gillnet with oscar (Amphilophus citrinellus) and nile tilapia (Oreochromis niloticus) dominated the catches for about 26 and 44% of the total catches, respectively. The two species are categorized into frequently caught (60 – 80%) with an importance relative index of 66,81 and 19,81%, respectively. Generally, the fish species were frequently caught by gillnet with mesh size 1,5  - 1,75 inches. Fish yield of the lake were decreased from 27,7 tonnes in 2007 to 14,9 tonnes in 2011 with an average catch per unit of effort is 2,4 kg/day/fisher. Based on  comparison of abundance – biomass curve with W statistic value – 0.09, fish community structure of the lake was classified in disturbed condition. The value of diversity index were between 0.701 – 2.309 which is indicated by dominances of oscar and nile tilapia. 
KAPASITAS PENANGKAPAN PUKAT CINCIN MINI DI PEMALANG Erfind Nurdin; Tri Wahyu Budiarti
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.322 KB) | DOI: 10.15578/jppi.15.2.2009.171-178

Abstract

Sumber daya ikan pelagis kecil di Laut Jawa merupakan komoditi perikanan yang penting dan bersifat strategis. Sejalan dengan perkembangan pemanfaatannya, tekanan penangkapan yang tinggi dialami oleh hampir seluruh kawasan, terlebih di wilayah tradisionil. Kapasitas penangkapan akhir-akhir ini menjadi isu penting dalam perikanan global, mengingat di berbagai kawasan terjadi kapasitas berlebih dan penurunan stok ikan. Salah satu cara untuk mengetahui status perikanan terkini dilakukan dengan mengukur kapasitas perikanan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei dan Juli tahun 2007 dengan metode Data Envelopment Analysis. Nilai rata-rata pemanfaatan variabel input (VIU) untuk daya lampu dan bahan bakar menunjukkan nilai di atas 1 (optimum = 1) yang mengindikasikan adanya kelebihan penggunaan variabel sehingga dipandang perlu untuk melakukan pengurangan variabel input. Nilai pemanfaatan kapasitas (CU) lebih besar dari 0,5 hampir mencapai 60% dari 106 kapal contoh. Hal ini menunjukkan bahwa nilai CU kurang dari 1 mendominansi distribusi perolehan nilai CU yang dapat diartikan telah terjadi kelebihan kapasitas pemanfaatan untuk penangkapan pukat cincin mini dengan basis di Pemalang, sehingga perlu upaya pengurangan kapasitas. Small pelagic fish resource in Java sea is an important fishery commodity. Nowadays high fishing pressure is experienced by mostly fishing areas, particularly in traditional zone. Fishing capacity recently becomes important issue in global fishery, because over capacity and fish stock decreasing is occured in various areas. One method to know the fishery status is by measuring fishery capacity, which is categorized as over capacity, under capacity or optimal condition. This study was carried out on May and July 2007. The method applied in this measurement of fishing capacity was DEA method (Data Envelopment Analysis). The average of variable input utilization for light intensity and fuel showed value of more than 1 (optimum = 1), indicating the usage of excess variable that need to reduce the input variable. The value of higher than 0.5 of capacity utilization showed 60% from 106 ships sample. This indicates that the CU value of less than 1 dominated the distribution of capacity utilization value. For mini purse seine based in Pemalang showed over capacity. This means, it needs to reduce the effort of fishing capacity.
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN TELUK JAKARTA Sri Turni Hartati; Awwaluddin Awwaluddin
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1834.17 KB) | DOI: 10.15578/jppi.13.2.2007.105-124

Abstract

Analisis struktur komunitas makrozoobentos dilakukan terkait dengan upaya pemantauan kondisi perairan Teluk Jakarta dengan membagi perairan ini menjadi 4 wilayah, yaitu A, B, C, dan D. Zona A terletak terjauh dari daratan, kurang lebih 20 mil dan wilayah D semakin mendekat daratan dengan jarak kurang lebih 5 mil. Analisis yang dilakukan meliputi komposisi jenis, kepadatan, keanekaragaman, keseragaman, dominansi, dan beberapa parameter kualitas perairan yang mendukung seperti kedalaman, suhu, kecerahan, kecepatan arus, salinitas, oksigen terlarut (DO), pH, total organik matter, dan tekstur substrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makrozoobentos yang ditemukan terdiri atas 5 kelas, 42 famili dan 63 genera. Pada wilayah A ditemukan makrozoobentos dari kelas Scaphopoda, Gastropoda, Bivalva, Malacostraca, dan Polychaeta yang didominasi oleh Scaphopoda. Pada wilayah B, C, dan D ditemukan makrozoobentos dari kelas Bivalva, Scaphopoda, Gastropoda, dan Malacostraca, jenis yang mendominasi ke-3 wilayah tersebut adalah Bivalva. Kepadatan makrozoobentos berkisar antara 2,2x103 sampai dengan 3,2x105 ind.m-2. Indeks Keanekaragaman berkisar antara 0,55 sampai dengan 2,95 yang berarti keanekaragaman rendah. Indeks Keseragaman berkisar antara 0,14 sampai dengan 0,79, nilai tersebut termasuk dalam kategori rendah sampai dengan tinggi. Nilai Indeks Dominansi berkisar antara 0,17 sampai dengan 0,86 yang berarti dominansi rendah sampai dengan tinggi. Dominansi terjadi di wilayah D yaitu di stasiun D4 dengan jenis dominan Donax sp. dari kelas Bivalva. Parameter perairan Teluk Jakarta pada umumnya cukup mendukung untuk kehidupan makroozoobentos. The community structure analysis on macrozoobenthos was conducted in relation to the monitoring action of water condition on Jakarta Bay. The bay was classified into 4 zones, such as A, B, C,and D. The zone A is located approximately 20 miles from land and the zone D is nearest (5 miles) from land. The analysis comprised of species composition, abundance, diversity, homogeneity, dominance, and other parameters of water quality such as depth, temperature, tranparancy, current velocity, salinity, dissolved oxygen, pH, total organic matter, and substrate texture. The results show that there were 5 classes of macrozoobenthos, consisting of 42 families and 63 genera. There were Scaphophods, Gastrophods, Bivalvas, Malacostracans, and Polychaetas found in zone A with regard to Scaphophods domination. There were only Bivalvas, Scaphophods, Gastrophods, and Malacostracans found in zone B, C, and D with regard to Bivalvas domination. The abundance of these macrozoobenthos ranged from 2.215 to 323.100 ind.m-2. The diversity index ranged from 0.55 to 2.95 indicating low diversity. The homogeneity index ranged from 0.14 to 0.79, indicating the low to high category. The dominance index was about 0.17 to 0.86, showing the variety water condition. A species, Donax sp. (Bivalva) was most dominant in Zone D (St D4) The parameters of water qualitying Jakarta Bay might be in general to support the life of macrozoobenthos.
STUDI PENDAHULUAN REPRODUKSI IKAN UNTUK PENGELOLAAN BERBASIS BUDIDAYA DISITU BEKAS GALIAN PASIR, KARAWANG Supriyono Eko Wardoyo; Hendra Satria
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2697.79 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.5.2005.1-7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola reproduksi ikan yang ada di situ bekas galian pasir di bantaran Sungai Citarum antara bendungan Curug dan Walahar. Metode yang dilakukandengan menggunakan Stratified Methode Sampling. lkan ditangkap dengan menggunakan jaring insang (gillnet) dengan berbagai ukuran mata jaring (mesh size), yang dipasang selama salu malam.
EKSPLORASI BAKTERI FILOSFER DARI TANAMAN MANGROVE SEBAGAI BAKTERI PROBIOTIK PADA BUDI DAYA UDANG WINDU, Penaeus monodon Muliani Muliani; Nurbaya Nurbaya; Arifuddin Tompo; Muharijadi Armomarsono
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7366.719 KB) | DOI: 10.15578/jppi.10.2.2004.47-57

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi bakteri filosfer dari tanaman mangrove sebagar bakteri probiotik pada budi daya udang windu. Penelitian ini terdiri atas beberapalahapan kerjayaitu: (1) isolasi bakteri filosfer dari tanaman mangrove; (2) uji daya hambat bakteri lilosfer terhadap V. harveyi; (3) karakterisasi fisiologi dan biokimia; (4) pertumbuhan bakteri filosfer pada beberapa konsentrasi NaCl; (5) pertumbuhan bakteri filosfer pada beberapa tingkat salinitas; (6) uji patogenisitas bakteri filosfer terhadap pascalarva udang windu; (7) uji tantang bakteri lilosferdengan V. harveyi dalam wadah pemeliharaan pascalarva udang windu; (g) identifikasi dan disain pohon filogenetik bakteri filosfer melalui analisis gen 165-rRNA.
KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DAN KELEMBAGAAN MASYARAKAT NELAYAN DI DESA MATTIRO SOMPE KABUPATEN BONE, SULAWESI SELATAN Mursidin Mursidin; Zahri Nasution; Tjahjo Tri Hartono
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1896.323 KB) | DOI: 10.15578/jppi.10.7.2004.67-74

Abstract

penelitian yang bertujuan mempelajari dan menganalisis karakteristik sosial ekonomi dan kelembagaan masyarakat nelayan di Desa Mattiro Sompe.
KOMPOSISI NUTRISIBEBERAPA BAHAN BAKU LOKAL DAN NILAI KECERNAAN PROTEINNYA PADA IKAN KERAPU BEBEK, Cromileptes altivelis Asda Laining; RachmansYah RachmansYah
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3931.452 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.2.2002.45-51

Abstract

Analisis komposisi nutrisi beberapa bahan baku lokal dan penentuan nilai kecernaanproteinnya pada ikan kerapu bebek
EVALUASI KERAGAAN DAN KUALITAS ARTEMIA PRODUKSI LOKAL DAN IMPOR Bambang susanto; Wardoyo Wardoyo; Suko Ismi; Ketut Sugama; Ketut Wahyudi
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7769.505 KB) | DOI: 10.15578/jppi.6.1.2000.1-12

Abstract

Kendala yang dihadapi oleh hatcheri udang maupun ikan saat ini adalah sulitnya mendapatkan kista artemia impor, karena produksi sangat sedikit sehingga sangat langka di pasaran dan harganya sangat mahal (Rp350.000/0 5 kg). Kista artemia sudah dapat dihasilkan dari produksi lokal, akan tetapi kualitasnya masih perlu ditingkatkan.
PENGARUH LAMA WAKTU PERENDAMAN EMBRIO DI DALAM LARUTAN 17a-METILTESTOSTERON TERHADAP NISBAH KELAMIN IKAN TETRA KONGO (Micralestes interruptus) Asda Laining
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5766.234 KB) | DOI: 10.15578/jppi.6.3-4.2000.51-57

Abstract

lkan tetra kongo (Micralestes interrupfus) merupakan salah satu jenis ikan hias bernilai ekonomistinggi, khususnya ikan jantan. Oleh sebab itu, perlu upaya untuk memperoleh keturunan kelamin tunggal jantan melalui perendaman telur dengan menggunakan hormon 17rrmetiltestosteron.
SEBARAN KELIMPAHAN CUMI-CUMI DAN MUSIM PENANGKAPANNYA DI PERAIRAN SELAT ALAS Sri Turni Hartati; Indar Sri Wahyuni; Wiwiet An Aralampita; Umi Chodriyah
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5453.124 KB) | DOI: 10.15578/jppi.7.4.2001.9-16

Abstract

Penelitian tentang sebaran kelimpahan cumi-cumi dan musim penangkapannya telah dilakukan di perairan Selat Alas pada bulan Mei 1996 sampai bulan Maret 1998

Page 31 of 108 | Total Record : 1072


Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026) Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue