cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,072 Documents
PENDEKATAN GEOSTATISTIKA DALAM PENDUGAAN KELIMPAHAN IKAN DEMERSAL DENGAN METODE SWEPT AREA DI PERAIRAN UTARA JAWA TENGAH Moh. Natsir; Indra Jaya; Siswadi Siswadi; Bambang Sadhotomo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.172 KB) | DOI: 10.15578/jppi.20.1.2014.1-8

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengaplikasikan geostatistika dalam pendugaan kelimpahan ikan di perairan utara Jawa. Geostatistika merupakan serangkaian metode untuk meneliti satu atau lebih variabel yang terdistribusi secara spasial melalui analisis struktur data variabel tersebut. Data swept area diperoleh dengan menggunakan trawl dasar yang dioperasikan dengan menggunakan Kapal Bawal putih pada tahun 2005 dan 2006. Pengolahan data meliputi standarisasi hasil tangkapan, transformasi posisi geografis ke dalam bentuk UTM (universal transverse mercator), pencocokan model variogram, pendugaan kelimpahan dengan menggunakan model yang diperoleh. Hasil dari analisis struktur dan pencocokan model menggunakan analisis geostatistika menunjukkan model yang paling cocok dengan seluruh data yang digunakan adalah model sferis (spherical) dengan parameter-parameter dan nilai R2 model yang berbeda-beda untuk dua set data tahun 2005 dan 2006. Melalui proses interpolasi “kriging” model yang didapatkan kemudian digunakan untuk memperkirakan nilai kelimpahan ikan pada titik-titik di dalam area survey yang tidak terdapat informasi kelimpahannya. Hasil prediksi geostatistika menunjukkan nilai koefisien variasi yang lebih kecil dibandingkan dengan perhitungan aritmatika dan akan menghasilkan pendugaan kelimpahan yang lebih mewakili kondisi sumberdaya ikan yang sebenarnya. This research is intended to apply geostatistical analysis in fish abundance estimation in the north Java waters. Geostatistical is a series of methods to examine one or more spatially distributed variables through structure analysis of the data. Trawl data obtained using the bottom trawl operated by Bawal Putih vessel. Data processing includes the standardization of catch, geographic position transformation to UTM format, variogram model fitting and abundance prediction using the model. Analysis of trawl data structure was done by using geostatistical analysis, estimation results of the experimental semi-variogram were then used to infer the characteristics of demersal fish abundance in the north of central Java waters. Results of structural analysis and models fitting using geostatistical analysis showed that the most suitable model with all data used were spherical model with different parameters from each model. The models are then used to estimate the value of fish abundance on the points that there is no abundance information through kriging interpolation process. Results of cross-validation of the estimated abundance using kriging with actual values shows that R2 values varied for each data set. Geostatistical prediction results showed smaller coefficients of variation compare to arithmetic calculations. 
ANALISIS HASIL PER PENAMBAHAN BARU PERIKANAN LOBSTER PASIR Panulirus homarus (Linnaeus, 1758) DI PERAIRAN ACEH BARAT Duranta Diandria Kembaren; Tri Ernawati; Bambang Sadhotomo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.306 KB) | DOI: 10.15578/jppi.22.2.2016.61-70

Abstract

Lobster merupakan komoditas ekonomis penting yang tingkat pemanfaatannya sangat intensif sehingga harus dikelola secara berkelanjutan. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis hasil per penambahan baru, biomassa per penambahan baru serta menghitung ukuran dan upaya penangkapan lobster yang dapat memberikan hasil per penambahan baru yang optimal. Tulisan ini didasarkan pada hasil penelitian lobster pasir di perairan Aceh Barat yang dilakukan pada tahun 2013. Nilai-nilai biologi populasi dari hasil penelitian tersebut digunakan sebagai data dasar dalam tulisan ini. Analisa model per penambahan baru dilakukan berdasarkan metode Boverton & Holt yang dimodifikasi sesuai saran Pauly sehubungan dengan pertumbuhan lobster yang bersifat allometrik. Hasil analisa menunjukkan bahwa hasil per penambahan baru lobster pasir meningkat seiring meningkatnya upaya sampai mencapai titik maksimum yaitu 90,5 g dan kemudian menurun secara gradual. Pada saat upaya penangkapan tinggi (> 1 tahun-1) dan ukuran tertangkap kecil (Lc < 70 mm), maka hasil per penambahan baru lobster pasir lebih cepat turun dibandingkan dengan pada saat upaya penangkapan rendah dan ukuran tertangkap besar (Lc > 70 mm). Biomassa per rekrut menurun secara signifikan seiring dengan bertambahnya jumlah upaya penangkapan dan kecilnya ukuran lobster yang tertangkap. Biomassa lobster pada saat ini berada pada kondisi 33,2% dari biomassa awal. Jumlah upaya pada saat ini lebih rendah dibandingkan jumlah upaya berdasarkan titik acauan F0.1 (Fcur = 0,77; F0.1 = 0,85). Rata-rata ukuran tertangkap yang memberikan hasil per rekrut tertinggi diperoleh pada ukuran panjang karapas 72 mm. Oleh karena itu, disarankan agar ukuran minimum panjang karapas lobster pasir yang boleh ditangkap di perairan Aceh Barat ini sebesar 72 mm. Untuk tujuan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan disarankan untuk melakukan pemantauan ukuran panjang lobster yang tertangkap secara terus menerus agar biomassa lobster tidak menurun dari kondisi saat ini. 
TINGKAT OPTIMAL PEMANFAATAN STOK UDANG, IKAN DEMERSAL, DAN PELAGIS KECIL DI LAUT ARAFURA Purwanto Purwanto; Duto Nugroho
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1533.354 KB) | DOI: 10.15578/jppi.16.4.2010.311-321

Abstract

Perikanan di Laut Arafura terdiri atas sejumlah armada penangkapan dengan beragam alat tangkap (multi fleet) yang beroperasi memanfaatkan sumber daya ikan yang terdiri atas banyak spesies (multi species). Intensitas penangkapan salah satu armada penangkapan dengan sasaran utama salah satu spesies berdampak tidak hanya terhadap kelimpahan spesies tersebut melainkan juga terhadap kelimpahan spesies lain yang ikut tertangkap dan menjadi sasaran utama armada penangkapan yang lain. Model optimisasi perikanan multi species multi fleet yang disusun dengan memperhitungkan dampak interaksi antar armada penangkapan untuk perikanan Laut Arafura tersebut disajikan pada tulisan ini. Hasil analisis menggunakan model tersebut menunjukan bahwa produksi maksimum lestari dari sumber daya udang, ikan demersal, dan pelagis kecil di Laut Arafura, dicapai dengan pengoperasian kapal dengan kombinasi 479 unit pukat udang, 548 unit pukat ikan, dan 180 unit pukat cincin. The fishery in the Arafura Sea consisted of various fishing fleets (multi fleet) targeting multispecies fishery resources. Fishing intensity of a fishing fleet would affect not only the abundance of its main target species but also the abundance of other caught species, which were the main target species of other fishing fleets. An optimisation model of the multi species multi fleet fishery accommodating this interaction had been formulated for Arafura Sea fishery and presented in this paper. By using this model it was estimated that the optimum fishing effort to achieve the maximum sustainable yield of the shrimp, demersal fish and small pelagic fish stocks in the Arafura Sea was resulted from the operation the fishing fleets consisting of 479 shrimp trawlers, 548 fish trawlers, and 180 purseseiners.
KUALITAS PERAIRAN SUNGAI MUSI BAGIAN TENGAH DAN HILIR SERTA KELIMPAHAN JENIS IKAN Susilo Adjie
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1335.412 KB) | DOI: 10.15578/jppi.14.4.2008.335-344

Abstract

Penelitian untuk mengetahui kualitas lingkungan perairan Sungai Musi bagian tengah dan hilir serta kelimpahan jenis ikan, telah dilakukan dari bulan April sampai dengan Oktober 2003. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan menetapkan 15 stasiun pengamatan dari Sungai Musi bagian tengah sampai dengan hilir. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dari hasil pemeriksaan parameter fisika kimia air secara umum perairan Sungai Musi bagian tengah sampai dengan hilir belum terlihat ada indikasi pencemaran. Kehidupan ikan di Sungai Musi bagian tengah sampai dengan hilir belum terlihat ada gangguan akibat pencemaran air. Jenis-jenis ikan yang dijumpai di sepanjang stasiun pengamatan terdapat sekitar 85 jenis yang didominansi oleh famili Cyprinidae. Penyebaran jenis ikan terkonsentrasi di Sungai Musi bagian tengah +- 75 jenis dan bagian hilir +- 58 jenis. A study to determine the water quality in the middle and lower parts of Musi River as well as its fish distribution was conducted from April until October 2003. Research was done under survey method by setting 15 stations in the middle and lower parts of Musi River. Results of the features of the physico chemical parameters showed that Musi River waters in the middle and lower parts were not polluted. There were 85 fish founded in the observed areas and they were dominated by family of cyprinidae. 75 fish species were distributed in the middle part of Musi River and 58 fish species were scattered in the lower.
PERKEMBANGAN PEMANFAATAN IKAN PELAGIS KECIL MENGGUNAKAN PUKAT CINCIN SIBOLGA DI PERAIRAN BARAT SUMATERA PADA TAHUN 2OO3 Tuti Hariati
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5101.79 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.2.2005.57-67

Abstract

Tingkat pengusahaan ikan layang (Decaptarus russelli) dan banyar (Rastrelliger kanagurta) yang tertangkap di perairan barat sumatera pada tahun 1995, sudah tinggi masing-masing 0,65 dan 0,75.
ESTIMASI HASIL TANGKAPAN MAKSIMUM SUMBER DAYA UDANG DI LAUT ARAFURA DENGAN MODEL PRODUKSI SURPLUS Subhat Nurhakim
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6423.765 KB) | DOI: 10.15578/jppi.10.6.2004.85-93

Abstract

Kegiatan perikanan udang di Laut Arafura sudah berjalan sejak tahun 60-an, sehingga upaya pengkajian dalam rangka memperoleh manfaat yang berkelanjutan perlu terus dilakukan. Berdasarkan pada data hasil tangkapan' dan 'upaya' periode 1991-2002, diperoleh dua jenis indeks kelimpahan stok (CPUE).
PENELITIAN MENGENAI KEBERADAAN BIOTOKSIN PADA BIOTA DAN LINGKUNGAN PERAIRAN TELUK JAKARTA Mulyasari Mulyasari; Rosmawaty Peranginangin; Th. Dwi Suryaningrum,; Abdul Sari
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6705.815 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.5.2003.39-64

Abstract

Penelitian dilakukan di perairan pantai Teluk Jakarta yaitu sekitar Muara Angke, Muara Dadap, Cilincing dan Tanjung Pasir.
ANALISIS EKONOMI USAHA PENANGKAPAN UDANG LAUT (PENAEID) DAN PEMASARANNYA DI PANTAI UTARA JAWA Manadiyanto Manadiyanto; Sastrawidjaja Sastrawidjaja; Sapto Adi Pranowo; Tony Sudarmanto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2899.111 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.7.2002.23-33

Abstract

Usaha penangkapan udang penaeid di pantai utara Jawa terus berlangsung denganalat tangkap utama adalah jaring tiga lapis, jaring arad dan rampus. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa usaha penangkapan udang penaeid masih belum memberikantingkat kesejahteraan khususnya bagi nelayan penggarap.
ASPEK BIOLOGI IKAN KAWALIYA (Selar crumenophthalmus) DI PERAIRAN SEKITAR MALUKU TENGAH DAN MALUKU UTARA Amran Ronny Syam; Retno Andamari; Thohir Zubaid
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5707.877 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.3.2003.63-72

Abstract

Beberapa aspek biologi ikan kawalinya atau bentong (Selar crumenoffithatmus) yang tertangkap di Perairan Maluku Tengah dan Maluku Utara telah dipelajari selama bulan Juni1997 sampai Mei 1998. Jumlah sample yang digunakan untuk penelitian ini sebanyak 5541 ekor dan digunakan untuk hubungan panjang berat, rasio kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, ukuran panjang ikan saat pertama kali matang gonad dan faktor kondisi dari hasil penelitian ini hubungan panjang berat  menunjukkan b > 3.
VARIASI KUALITAS AIR DAN ESTIMASI POTENSI PRODUKSI IKAN PERAIRAN DANAU BATUR, PROPINSI BALI Samuel Samuel; Ni Komang Suryati
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.20.2.2014.89-96

Abstract

Danau Batur merupakan tipe danau vulkanik berbentuk kaldera di Propinsi Bali yang tidak mempunyai aliran air keluar (outlet). Danau ini mempunyai peranan penting sebagai sumber penyediaan protein hewani bagi masyarakat Kabupaten Bangli khususnya dan Bali pada umumnya. Informasi mengenai kondisi limnologi dan biologi perairan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan dan pengelolaan perikanan belum banyak tersedia. Oleh karena itu, penelitian mengenai aspek limnologi dan estimasi potensi produksi ikan dilakukan pada Februari, Mei, September dan Nopember 2011.  Estimasi potensi produksi ikan diketahui dengan menerapkan rumus empiris dari hubungan antara produksi ikan dengan indeks morfoedafik. Dari nilai indeks status trofik perairan (55,17–61,14), perairan Danau Batur diklasifikasikan sebagai perairan dalam tingkat eutofik ringan sampai sedang. Dari nilai-nilai parameter daya hantar listrik, konsentrasi fosfat (PO4-P), nitrat (NO3-N), total nitrogen (TN), dan alkalinitas, perairan Danau Batur secara umum dapat dikategorikan sebagai perairan subur yang dapat dimanfaatkan oleh organisme air yang berfungsi sebagai makanan alami, yang dapat mendukung kehidupan ikan. Perairan Danau Batur yang relatif subur ini memberikan gambaran potensi produksi sebesar 98,56-99,48 kg/ha/tahun (rata-rata 99,15 kg/ha/tahun). Dengan memperhitungkan luas perairan danau, potensi ikan Danau Batur diperkirakan secara rata-rata sebesar 159 ton/tahun. Nilai potensi produksi ini relatif lebih tinggi dari target produksi perikanan pada 2010 sebesar 150 ton. Agar dapat mempertahankan keberlanjutan proiduksi perikanan tangkap di Danau Batur, disarankan agar produksi perikanan tidak melebihi nilai potensi produksi seperti yang diperoleh dalam penelitian ini.Lake Batur is a type of volcanic lake shaped caldera that has no water flow out (outlet). The lake has an important role to provide a protein source for the people of Bangli regency. However, the Information about the condition of limnology and aquatic biology that can be used as a basis for the development and management of fisheries has not been widely available. Therefore, research on aspects of limnology and estimation of fish production potential had been conducted in February, May, September and November 2011. Estimation of the potential of fish production was evaluated by applying the empirical formula of the relationship between fish production with morfoedafik index. Based on the aquatic trophic state index score (55.17 to 61.14), the waters of Lake Batur was classified as mild to moderate eutofik levels. From the values of the parameters of conductivity, the concentration of phosphate (PO4-P), nitrate (NO3-N), total nitrogen (TN), and alkalinity, the waters of Lake Batur in general can be categorized as productive waters that can be utilized by aquatic organisms as a natural food, which can supported the fish life. Waters of Lake Batur that was relatively productive provided the illustrating the production potential of 98.56 to 99.48 kg/ha/year (an average of 99.15 kg/ha/year). With into accounting the wide of the lake waters, fish potential of Lake Batur was estimated average of 159 tons/year. The potential value of this production was relatively higher than the fishery production target in 2010 amounted to 150 tons. In order to maintain the sustainability of fisheries production at Lake Batur, it was suggested that fish production did not exceed the value of fisheries production potential as obtained in this study. 

Page 30 of 108 | Total Record : 1072


Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026) Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue