cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,072 Documents
KELIMPAHAN DAN KOMPOSISI JENIS IKAN HASIL TANGKAPAN BUBU DI PERAIRAN GUGUSAN PULAU KELAPA KEPULAUAN SERIBU Sri Turni Hartati; Awwaluddin Awwaluddin; Indar Sri Wahyuni
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6210.583 KB) | DOI: 10.15578/jppi.10.4.2004.29-37

Abstract

Perairan gugusan Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu merupakan salah satu kawasan terumbu karang. Sebagian dari aktivitas penduduknya melakukan usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap bubu. Penelitian yang dilakukan selama 5 bulan dari April sampai Oktober 2003 bertujuan untuk memperoleh data dan informasi tentang hasil tangkapan bubu, yang dipasang di terumbu karang dengan kondisi bervariasi (kondisi sedang-buruk). Penelitian dilakukan dengan cara mengikuti kegiatan nelayan bubu di 25 lokasi daerah penangkapan (fishing ground).
PANJANG, BOBOT, DAN NISBAH KELAMIN CUCUT LANJAM DARI GENUS CARCHARHINUS DAN CUCUT SELENDANG, Prionace glauca (FAMILI GARCHARHINIDAE) YANG DI DARATKAN DARI PERAIRAN SAMUDERA HINDIA SELATAN JAWA, BALI, DAN NUSA TENGGARA Wiwiet An Pralampita; Umi Chodriyah; Johanes Widodo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6705.815 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.3.2003.35-47

Abstract

Genus Carcharhinus dan Pionace glauca dari famili Carcharhinidae merupakan jenis cucut yang dominan didaratkan di PPI Palabuhanratu, Cilacap, Kedonganan dan Tanjung Luar. Pengamatan dan analisis dilakukan terhadap beberapa aspek biologi yang meliputi ukuran (panjang dan bobot) badan, hubuhgan panjang dan bobot serta nisbah kelamin pada lima spesies dari genus Carcharhinus dan Pionaea glauca.
KEBERLANJUTAN PERIKANAN PELAGIS KECIL DI TELUK PALU Umar Alatas; M. Fedi A Sentosa; Ari Purbayanto; Anwar Bey Pane
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.278 KB) | DOI: 10.15578/jppi.20.2.2014.105-111

Abstract

Kegiatan perikanan tangkap di wilayah teluk umumnya memiliki tantangan dari berbagai kegiatan ekonomi lain yang berintensitas tinggi. Tantangan ini juga dialami oleh perikanan pelagis kecil di Teluk Palu, yaitu semakin terdesaknya kegiatan penangkapan ikan sehingga daerah penangkapan ikan produktif semakin sempit. Penelitian ini bertujuan menentukan status keberlanjutan perikanan pelagis kecil dan faktor yang paling berpengaruh terhadap keberlanjutan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Rapfish yang diterapkan pada informasi terkait perikanan pancing, bagan, jaring insang dan sero di Teluk Palu. Berdasarkan dimensi ekologi sumber daya ikan, unit penangkapan ikan, sosial dan ekonomi nelayan, perikanan pelagis kecil di Teluk Palu “kurang berkelanjutan”. Faktor-faktor terpenting dari setiap dimensi yang diteliti adalah perubahan daerah penangkapan, penggunaan jenis alat tangkap, hubungan antar nelayan/frekuensi konflik, dan pendapatan nelayan dari penangkapan ikan. Faktor-faktor ini perlu ditangani oleh pengelola perikanan setempat.  Capture fisheries in the coastal waters generally conduct with some other economic activities that concentrated in the bay and its catchment area. Such condition is also experienced by the capture fisheries in Palu Bay with the result in reduction of productive fishing ground. This study is aimed to determine sustainability status of the small pelagic fisheries in Palu Bay and the important factors affecting its sustainability.The study applied Rapfish analyze some information on the local fisheries represented by handline, liftnet, gillnet, and guding barrier traps fisheries operated in the bay. Based on the pre-defined dimenssions of ecological aspect of fish resources, technical aspect of fishing units, social and economic aspects of the fisheries, the small pelagic fisheries in the bay is in “less sustainable” status. The most important factors for each studied dimension are reduction in productive fishing ground, use of fishing units, interaction among fishermen/conflicts, and fishermen income from fishing. These factors need to be addressed by local fisheries authorities.
KELIMPAHAN STOK SUMBER DAYA IKAN DEMERSAL DI PERAIRAN SUB AREA LAUT JAWA Badrudin Badrudin; Aisyah Aisyah; Tri Ernawati
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.041 KB) | DOI: 10.15578/jppi.17.1.2011.11-21

Abstract

Tulisan ini menyajikan data dan informasi tentang present status perikanan demersal di Laut Jawa, dan tingkat pemanfaatan sumber daya ikan di sub area Laut Jawa yang tidak merata. Data yang dianalisis merupakan sebagian hasil survei Balai Riset Perikanan Laut di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegal pada tahun 2010 dan pada periode tahun sebelumnya. Eksploitasi sumber daya ikan demersal di perairan Laut Jawa sudah berlangsung sejak lama dan mencapai puncaknya pada sekitar tahun 1970-an di mana trawl dioperasikan secara intensif terutama di sepanjang pantai utara Jawa. Tingginya tekanan penangkapan di perairan pantai sampai kedalaman 40-an m telah menyebabkan menurunnya kelimpahan sumber daya, sebagaimana tampak pada hasil tangkapan cantrang kecil dan jaring arad yang dioperasikan secara harian. Kelimpahan dan ukuran individu ikan demersal di kawasan yang lebih dalam tampak cukup besar sebagaimana tercermin dari hasil tangkapan cantrang besar yang dioperasikan lebih lama. Dari fenomena tersebut dapat diduga bahwa sumber daya ikan demersal di perairan pantai sudah mengalami tangkap lebih (overfishing) yang mengarah kepada penurunan stok atau bahkan depleted. Kegiatan penangkapan ikan di perairan yang lebih dalam di mana tekanan penangkapan relatif lebih rendah tampak memberikan keuntungan. Based on data analysis and information collected, this paper describes the present status of demersal fisheries in the Java Sea and the uneven level of exploitation of the fish resources in the Java Sea sub areas. Data analyzed provide part of research results carried out by the Research Institute for Marine Fisheries. Data were obtained from a number of surveis carried out in Tegal landing place in 2010 and from the previous years. Demersal resources in the Java Sea have been exploited for years, where high fishing intensity occurred in the north coast of Java. High fishing pressure in the coastal waters lead to the decreasing fish resources abundance, as reflected by the catch of small size cantrang and arad operated on daily bases. The relatively high abundance of demersal fish and bigger size of individual fish caught by the offshore cantrang in the deeper waters indicating that this waters provide a lightly exploited area. From this phenomenon it is likely that the status of exploitation of fish resources in the coastal waters are already overfishing that lead to decreasing stock or even depleted. Fishing activities in the relatively lower fishing pressure of the deeper waters area is still likely profitable.
DINAMIKA PERUBAHAN METODE PENANGKAPAN RAWAI TUNA DI SAMUDERA HINDIA Irwan Jatmiko; Fathur Rochman; Arief Wujdi
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.566 KB) | DOI: 10.15578/jppi.22.3.2016.173-180

Abstract

Rawai tuna merupakan salah satu alat tangkap penting bagi industri perikanan di Indonesia. Target utama alat tangkap ini adalah ikan tuna yang mempunyai nilai ekonomis penting seperti tuna mata besar dan madidihang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kapal dan perubahan metode penangkapan rawai tuna di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan oleh pemantau ilmiah (observer) pada kapal rawai tuna yang berbasis di Pelabuhan Benoa Bali, mulai Agustus 2005 hingga November 2014. Pemantau ilmiah mencatat data dan informasi meliputi: panjang tali cabang (PTC), panjang tali pelampung (PTP), panjang antar tali cabang (PATC), jumlah pancing antar pelampung (JPAP), jumlah mata pancing, lama waktu tebar pancing dan lama waktu perendaman. AnalisisAnova satu arah dan tes Tukey dilakukan untuk mengetahui perubahan karakteristik armada rawai tuna selama beberapa tahun. Hasil analisis menunjukkan terjadi perubahan karakteristik operasi rawai tuna selama beberapa tahun (p<0,05). Jarak antar tali cabang dan panjang tali pelampung berfluktuasi dengan menunjukkan pola yang acak. Jumlah mata pancing dan lama waktu tebar pancing juga berfluktuasi namun cenderung menurun jumlah dan durasinya. Selanjutnya, jumlah pancing antar pelampung juga memiliki kecendurungan lebih sedikit dalam kurun waktu beberapa tahun. Panjang tali cabang dan lama waktu perendaman menunjukkan peningkatan dalam panjang dan durasinya Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap terhadap perubahan karakteristik kapal rawai tuna Indonesia di Samudra Hindia. Tuna longline is one of the important fishing gears for the fisheries industry in Indonesia. The target species of this type of gear are a group of economically important tuna that have higher economic values such as bigeye tuna and yellowfin tuna. This study aims to investigate the fleet characteristics and the modification of fishing method of tuna longline in Indonesia. Data collection was conducted by scientific observers on tuna longline fishing vessels, mainly based in the port of Benoa Bali, from August 2005 to November 2014. The scientific observers record the information that will be tested were: length of branch line (LBL), length of float line (LFL), length between branch line (LBBL), number of hooks between floats (NHBF), number of hooks, length of set time and length of soak time. Analysis of one-way Anova and Tukey tests conducted to determine the changing characteristics of tuna longline fleets in several years. The analysis showed that changes in the characteristics of longline tuna operations for several years (p <0.05) were likely occurred. Length between branch line and length of float line were fluctuated with random pattern. Number of hooks and length of set time also fluctuated but tended to decrease in number and duration. Furthermore, number of hooks between floats also tends to decrease in recent years. Length of branch line and length of soak time showed an increase in the length and duration. The results of this study are expected to provide a more complete picture of the presence of changes in the characteristics of the Indonesian tuna longline fleets.
PERIKANAN PUKAT CINCIN DI PEMANGKAT, KALIMANTAN BARAT Tuti Hariati; Umi Chodrijah; Muhammad Taufik
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.55 KB) | DOI: 10.15578/jppi.15.1.2009.79-91

Abstract

Pemanfaatan sumber daya ikan pelagis kecil di Laut Cina Selatan wilayah Indonesia (luasnya sekitar 595.000 km2), khususnya di perairan pantai Kalimantan Barat dengan sasaran utamanya ikan kembung (Rastrelliger brachyosoma) pada tahun 1991 telah mencapai 94% dari rata-rata hasil tangkapan maksimum lestari. Perkembangan penangkapan ikan pelagis kecil ke arah lepas pantai yang dirintis oleh armada pukat cincin Pekalongan sejak tahun 1985 di perairan Pejantan telah diikuti oleh nelayan Kalimantan Barat, khususnya di Pemangkat pada tahun 1990. Jumlah kapal pukat cincin Pemangkat yang pada tahun 1995 hanya enam unit, pada tiap tahunnya meningkat sampai mencapai 48 unit pada tahun 2003. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran perikanan pelagis kecil yang berbasis di Pemangkat dengan alat tangkap pukat cincin. Analisis dilakukan berdasarkan pada data log book tiap trip kapal pukat cincin pada periode tahun 2004 - 2006. Hasil tangkapan pukat cincin didominansi oleh ikan pelagis kecil, terutama 2 jenis ikan layang (Decapterus russelli dan D. macrosoma), bentong (Selar crumenophthalmus), banyar (Rastrelliger kanagurta), dan tembang (Sardinella gibbosa), serta jenis-jenis ikan lainnya yang bernilai ekonomis. Hasil tangkapan ikan pelagis kecil bervariasi menurut musim, yaitu paling tinggi pada musim peralihan 1 dan peralihan 2, serta paling rendah pada musim barat. Catch per unit of effort jenis-jenis ikan pelagis kecil dari tahun 2005 - 2006 pada umumnya cenderung turun, diduga akibat tingginya jumlah upaya dari banyak armada pukat cincin lain, baik dari wilayah Indonesia maupun dari luar negeri. Exploitation of small pelagic fish resources in the South China Sea of Indonesian region (around 595,000 km2) especially in the coastal waters ofWest Kalimantan Province which short bodied mackerel (Rastrelliger brachyosoma) as the main target had reached at a rate of 94% of the average of maximum sustainable yield. The development of fishing on small pelagic fishes toward off shore pioneered by purse seine fleet of Pekalongan (north coast of Java) since 1985 then followed by fishermen of West Kalimantan, especially in Pemangkat in 1990. The number of purse seine of Pemangkat that only 6 units in 1995 increased every year up to 43 units in 2003. The aim of this research was to describe small pelagis fishery in the Pemangkat landing site by purse seine. Analysis was conducted based on log book data of purse seiners during the period of 2004 to 2006. During the period of 2004 to 2006, the catch of Pemangkat purse seine was mostly small pelagic fish mainly composed of 2 species of scads (Decapterus russelli and D. macrosoma), big eye scad (Selar crumenophthalmus), Indian mackerel (Rastrelliger kanagurta), and fringerscale sardine (Sardinella gibbosa), also the other economic fishes. Both the catch varied between moonson. The highest catch was during the two intermoonsons and the lowest catch was during the west moonson. Catch per unit of effort of the small pelagic fishes from 2005 to 2006 mainly decreased, since the high amount of the efforts from purse seine fleets of the other locations of Indonesia as well as foreign countries.
KELIMPAHAN UDANG PUTIH (Litopenaeus vannamei) DI PERAIRAN PROBOLINGGO DAN BANYUWANGI Reny Puspasari; Astri Suryandari
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 13, No 1 (2007): (April 2007)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.566 KB) | DOI: 10.15578/jppi.13.1.2007.13-19

Abstract

Dalam kegiatan budi daya udang vannemei selalu terjadi proses terlepasnya udang ke perairan. Sebagai spesies baru yang masuk ke perairan Indonesia udang vanammei perlu dikaji keberadaan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan kelimpahan keberadaan udang vannamei yang terlepas dari tambak ke perairan laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa udang vannamei ditemukan di perairan Teluk Pangpang Banyuwangi. Udang vannamei tertangkap oleh alat tangkap sero, seser, dan jala pada jarak kurang lebih 500 m dari garis pantai pada kedalaman kurang dari 1 m dengan dasar perairan berlumpur. Kelimpahan udang vannamei pada bulan Oktober lebih tinggi dibandingkan bulan Juli. Ukuran udang yang tertangkap pada bulan Oktober lebih kecil dibandingkan dengan udang yang tertangkap pada bulan Juli. In the vannamei culture processes, there are always some vannamei escapes to the sea. As a non indigenous species in Indonesia waters, the vannamei escape should be assessed. The purpose of this research is to study the present and abundance of the vannamei escape from pond or hatchery to the sea. Research results show that vannamei are found in the Pangpang Bay Banyuwangi near by the coastal around 500 m from coastal line down to a depth of approximately 1 m in the muddy bottom substrate. Vannamei are caught by trap net (sero, jala, and seser). The abundant of vannamei caught was in higher October are higher than July but the vannemei size was bigger in July than that in October.
KARAKTERISASI MUTU GELATIN YANG DIPRODUKSI DARI TULANG IKAN PATIN (Pangasius hypopthalmus) SECARA EKSTRAKSI ASAM Rosmawaty Peranginangin; Mulyasari Mulyasari; Abdul Sari; Tazwir Tazwir
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6264.627 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.4.2005.15-24

Abstract

Mutu gelatin yang diproduksi dari tulang ikan patin (Pangasius hypopthalmus) dengan cara perendaman tulang ikan patin dalam HCI pada pH 0,37 yang kemudian dicuci dan diekstraksi pada suhu 90"C selama 7 jam dan filtratnya dikeringkan dalam oven suhu 50"C selama 36-48 jam telah dikarakterisasi.
FLUKTUASI ASIMETRI DAN ABNORMALITAS PADA IKAN LELE DUMBO (Clarias sp.) YANG DIBUD|DAYAKAN Dt KOLAM Moh. Abduh Nurhidayat; Odang Carman; Enang Harris; Komar Sumantadinata
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2734.123 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.1.2003.55-59

Abstract

Studi bertujuan untuk mengetahui fluktuasi asimetri dan abnormalitas pada ikan lele dumbo yang dipelihara di kolam. Sampel ikan dikumpulkan dari tiga daerah sentra budi daya di Jawa yaitu Sleman, Tulung Agung, dan Bogor masing-masing sebanyak 225 ekor.
DINAMIKA POPULASI DAN ESTIMASI RASIO POTENSI PEMIJAHAN UDANG JERBUNG (Penaeus merguiensis deMan, 1907) DI PERAIRAN TELUK CENDERAWASIH DAN SEKITARNYA, PAPUA Duranta Diandria Kembaren; Tri Ernawati
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 3 (2015): (September 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1736.615 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.3.2015.201-210

Abstract

Aktivitas penangkapan udang yang dilakukan secara terus menerus dapat mengancam kelestarian stok sumberdaya. Penelitian dinamika populasi dan rasio potensi pemijahan udang jerbung di perairan Teluk Cenderawasih dan sekitarnya dilakukan untuk mengevaluasi status stok sumberdaya udang. Penelitian ini dilakukan berdasarkan data yang dikumpulkan pada periode Januari sampai November 2013 di Nabire, Papua. Analisa parameter pertumbuhan dan laju pengusahaan dilakukan dengan menggunakan program FiSAT sedangkan analisa rasio potensi pemijahan didasarkan pada SPR@Size Assessment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa udang jerbung di perairan Teluk Cenderawasih memiliki laju pertumbuhan yang cepat. Laju pertumbuhan udang jerbung di Teluk Cenderawasih cenderung lebih kecil dibandingkan perairan lainnya. Laju pengusahaan dan rasio potensi pemijahan udang jerbung menunjukkan status lebih tangkap (E> 0,5 dan SPR < 10%) dan kondisi ini mengancam kelestarian sumberdaya udang. Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah pengelolaan dengan melakukan pengurangan upaya penangkapan sebanyak 20% dari kondisi saat ini.Continuous fishing activity threatens the sustainability of stocks of prawn resources. The research of population dynamics and spawning potential ratio of banana prawn in the Cenderawasih Bay and adjacent waters has a purpose to evaluate the status of the prawn stock. This research was conducted based on the biological data collected during the period of January to November 2013 from the fisherman prawn catch. The aim of this research is to identify the population parameters and to assess the banana prawn stock status. Growth parameters and exploitation rate were analyzed using FiSAT software, while spawning potential ratio was analyzed using SPR@Size Assessment. The result showed that growth rate of banana prawn in the Cenderawasih Bay waters was high. Growth rate of banana prawn in this study was lower than other waters. Exploitation rate and spawning potential ratio of the banana prawn indicate an overexploited condition (E > 0,5; SPR < 10%). Thus, management of the fishery needed by reducing the catch efforts about 20% from the existing condition.

Page 49 of 108 | Total Record : 1072


Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026) Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue