cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,072 Documents
SELEKTIVITAS KISI TED (Turtte Exctuder Devices) TIPE SUPER SHOOTER PADA TRAWL Mahiswara Mahiswara; Ronny Imawan Wahyu
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 12, No 1 (2006): (April 2006)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3196.294 KB) | DOI: 10.15578/jppi.12.1.2006.25-32

Abstract

Pemasalahan utama pada penkanan trdwl adalah banyaknya hasil tangkapan sampingan yang tidak dimanfaatkan dan dibuang kembali ke laut.
JENIS, JUMLAH, DAN DISTRIBUSI IKAN BUDI DAYA TERLEPAS Dl SUNGAI KAMPAR, PROPINSI RIAU Husnah Husnah; Siti Nurul Aida
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2903.186 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.6.2005.1-9

Abstract

Setiap tahapan kegiatan budi daya berpotensi mengganggu lingkungan. Terlepasnya ikan budi daya pada saat penebaran, panen, atau kerusakkan karamba karena bencana alam akan mempengaruhi kelimpahan dan keragaman jenis ikan asli di perairan tersebut yang akhirnya dapat mempengaruhi hasiltangkapan dan produksi ikan perairan umum
PENGARUH SUHU ESTERIFIKASI TERHADAP KARAKTERISTIK KARBOKSIMETIL KITOSAN (CMCts) Dwiyitno Dwiyitno; Jamal Basmal; Mulyasari Mulyasari
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3917.324 KB) | DOI: 10.15578/jppi.10.3.2004.67-73

Abstract

Sifat kitosan yang hanya larut dalam asam lemah menjadi kendala pada pemanfaatannya secara luas.
BEBERAPA ASPEK BIOLOGI UDANG JERBUNG (Penaeus merguiensis) DIPERAIRAN MAYANGAN, PANTAI UTARAJAWA BARAT Wedjatmiko Wedjatmiko; Yulianti Yulianti
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4894.682 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.3.2003.27-34

Abstract

Beberapa aspek biologi. yang dikaji dalam penelitian udang jerbung yang tertangkap dengan trammel net di perairan Mayangan Jawa Barat, meliputi: distribusi kelamin, frekuensi panjang karapas, hubungan panjang berat, ukuran pertama kali tertangkap (Lc), tingkat kematangan gonad (Lm). Distribusi kelamin didominasi oleh udang betina, dengan'perbandingan 1:1,8 Frekuensi panjgng karapas yang dominan adalah 30-33,9 mm, yang tertangkap pada bulan Juli dan Agtustus tahun 2000.
DUGAAN DAERAH PEMIJAHAN IKAN NAPOLEON (Cheilinus undulatus, RUPPELL, 1835) DI SEKITAR PERAIRAN KEPULAUAN ANAMBAS Amran Ronny Syam; Mujiyanto Mujiyanto; Masayu Rahmia Anwar Putri
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.792 KB) | DOI: 10.15578/jppi.22.3.2016.147-160

Abstract

Kelimpahan ikan Napoleon di alam sangat rendah, namun larvanya muncul setiap tahun di sekitar perairan Kepulauan Anambas. Saat ini ikan Napoleon yang berukuran satu kilogram masih banyak ditemukan dari hasil pemeliharaan dalam Keramba Jaring Tancap dan Karamba Jaring Apung.  Kajian terhadap keberadaan larva/juvenil ikan Napoleon dan lokasi pemijahan di alam merupakan salah satu indikator dalam upaya mempertahankan keberlanjutan hidup populasi ikan napoleon. Tujuan penelitian ini adalah untuk menduga daerah pemijahan ikan Napoleon di alam berdasarkan ukuran larva/juvenil ikan Napoleon yang tertangkap di alam dan pola arus di sekitar perairan tersebut.  Metode yang digunakan adalah Sensus visual (UVC), enumerasi hasil tangkapan benih dan penentuan pola arus laut di sekitar daerah penangkapan benih. Daerah pemijahan ikan Napoleon belum diketahui pasti. Berdasarkan pola arus laut dan keberadaan larva ikan Napoleon yang berukuran 0,5 inci, dapat diduga pemijahan ikan Napoleon di alam berlangsung tidak jauh dari lokasi ditemukannya larva tersebut, yaitu 1. Tanjung Datuk, 2.Pulau Tembuk, 3. Tanjung Ikan, 4.Teluk Nipah, 5.Teluk Pau, dan 6. Tanjung Sing. Populasi ikan Napoleon dewasa di perairan sekitar Kabupaten Anambas tergolong rendah, namun kemunculan benih ikan Napoleon dapat terjadi setiap tahun terutama pada Oktober/Nopember atau Januari dan Februari. The adult of Napoleon wrasse fish abundance in nature is very low, but the larvae can be found almost at year-round  in the Anambas waters. Currently, napoleon wrasse of one kilogram weight is still found in the fixed net cage and floating net cage. Study on the larva/juvenile existence and spawning site in nature is one of the keys indicators to maintain the sustainability of fish population. The methods used were the visual census (UVC), enumerating the seed catch and identify the pattern of ocean currents around the seed collection area. Spawning area of Napoleon wrasse fish could not exactly be determined yet. Based on the pattern of ocean currents and the smallest size of fish larvae that were found, the spawning site of Napoleon wrasse fish in the wild was estimated to be in around the occurrence location of Napoleon wrasse larvae, namely 1. Tanjung Datuk, 2. Tembuk Island, 3 Tanjung Ikan, 4. Teluk Nipah, 5.Teluk Pau, and 6.Tanjung Sing. The population of adult Napoleon fish in the waters around Anambas was relatively low, but the emergence of Napoleon wrasse larvae can occurs annually, especially in October- November or January-February.  
KARAKTERISTIK KUALITAS AIR DANAU LIMBOTO, PROVINSI GORONTALO Krismono, Krismono,; Lismining Pujiyani Astuti; Yayuk Sugianti
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1142.355 KB) | DOI: 10.15578/jppi.15.1.2009.59-68

Abstract

Danau Limboto terletak pada ketinggian 25 m di atas permukaan laut yang berada di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Danau ini berfungsi untuk perikanan tangkap, perikanan budi daya, dan pengendalian banjir. Kualitas air merupakan kunci penting bagi kehidupan ikan dan salah satu masukkan penting untuk pengelolaan kegiatan perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan kualitas air Danau Limboto. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret, Mei, September, dan Nopember 2006. Pengambilan contoh air dilakukan di lima stasiun pengamatan dengan metode survei berstrata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu, pH, alkalinitas total, oksigen terlarut, dan karbondioksida bebas Danau Limboto mendukung untuk kegiatan perikanan. Berdasarkan pada tingkat kecerahan, N-NO3, P-PO4, klorofil-a, dan kelimpahan plankton, danau ini termasuk ke dalam perairan eutrofik hingga hipertrofik (subur). Limboto Lake is located in Gorontalo District, Gorontalo Province at 25 m above sea level. The lake functions as capture and culture fisheries and flood control. Water quality is an important environmental factors for fisheries management. The objective of this research was to identify the water quality characteristic of Limboto Lake. Research was done at March, May, September, and November 2006. Water samples was taken in each research stations using survey stratified method. The results showed that temperature, pH, total alkalinity, dissolved oxygen, and free carbon dioxide were in the level of supporting the fisheries activity. Based on transparency, N-NO3, P-PO4, chlorophylla, and abundance of plankton, the lake was catagorized as eutrophic to hypertrophic waters.
KORELASI GENOTIP ALLOZYMEDAN FRAGMEN INFEKSIVIRAL NERVOUS NECROSIS (VNN) PADA KERAPU BEBEK, Cromileptes altivelis Sari Budi Moria Sembiring; Haryanti Haryanti; I Gusti Ngurah Permana; Ketut Mahardika; Ketut Sugama
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5067.466 KB) | DOI: 10.15578/jppi.10.1.2004.13-20

Abstract

Analisis allozim dan mt-DNA dilakukan pada kerapu bebek, c. attivetis untuk mengetahui korelasi antara sifat genotip dan ketahanan terhadap inteksi VNN yang dapat dijadikan indikator seleksi perbaikan mutu genetik.
Ekstraksi kalsium dari tulang ikan cakalang (Katsuwonus pelamis)telah dilakukan dengan teknrk deproteinrsasi menggunakan larutan alkali (NaOH), Normalitas larutan NaOH yang digunakan PENELITIAN EKSTRAKSI KALSIUM DARI TULANG IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis L.) Jamal Basmal; R.H. Suprapto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4007.37 KB) | DOI: 10.15578/jppi.6.1.2000.45-53

Abstract

Ekstraksi kalsium dari tulang ikan cakalang (Katsuwonus pelamis)telah dilakukan dengan teknik deproteinrsasi menggunakan larutan alkali (NaOH), Normalitas larutan NaOH yang digunakan berturut-turut: 0,5; 1,0; dan 1,5N; sedangkan waktu ekstraksi 12, 16, dan 20 jam pada suhu 50"C.
PENGARUH L-A SKORBIL.2-FOSFAT MAGNESIUM SEBAGAI SUMBER VITAMIN C TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy Lac.) Yanti Suryanti
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5071.311 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.1.2003.43-48

Abstract

Dalam budi daya ikan gurami, pertumbuhannya relatif lambat jika dibandingkan jenis lain' Salah satu ikan upaya unluk meningkatkan pertumbuhan adalah dengan per6aixan kualitas pakan.
PENINGKATAN SINTASAN DAN KETAHANAN LARVA UDANG WINDU (Penaeus nxonodon) MELALUI PENAMBAHAN BAKTERI Vibrio harveyi KE DALAM PAKAN MIKRO Zafran Zafran; Des Roza; Ketut Suwirya
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3933.256 KB) | DOI: 10.15578/jppi.4.3.1998.19-24

Abstract

Vibriosis merupakan penyakit bakteria yang dihadapi para pengelola  hatcheri dalam memproduksi benih udang. Vaksinasi diyakini merupakan suatu metode yang efektif untuk meningkatan ketahanan udang terhadap infeksi bakteri. Di Loka Penelitian Perikanan Pantai Gondol.

Page 70 of 108 | Total Record : 1072


Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026) Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue