cover
Contact Name
Harls Evan Siahaan
Contact Email
evandavidsiahaan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
kurios@sttpb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kurios
ISSN : 2615739X     EISSN : 26143135     DOI : -
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2614-3135 (online), ISSN: 2406-8306 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 3: Desember 2023" : 24 Documents clear
Rumah sebagai taman belajar yang menyenangkan bagi anak: Pendidikan kristiani merevitalisasi fungsi keluarga dalam penguatan nilai iman Kristen di era posdigital Pantan, Frans
KURIOS Vol. 9 No. 3: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i3.867

Abstract

Education is the foundation for existence, sustainability, work performance, and the meaning of human life. The starting point for humans to learn occurs at home as a family's primary residence. That is why the educational aspect must be the main priority in the design of family governance. In the modern era, the position of the home as the first and most enjoyable place of learning for children tends to be marginalized by various things. Therefore, this research aims to affirm and construct the centrality of the home as a learning garden for children in Christian faith education. The method used in this research is descriptive qualitative, with an analysis of the thoughts of Carl-Mario Sultana and Joas Adiprasetya. The research results show that the contemporary socio-cultural context currently being experienced requires strengthening the role of the family in children's faith education. Parents must be role models, provide play time, and educate children in the truthful values of God's Word. This ideal can be achieved if parents practice garden spirituality, which causes children to express their spirituality freely.AbstrakPendidikan adalah landas tumpu fundamental eksistensi, keberlanjutan, performa kerja, dan kebermaknaan hidup manusia. Titik mulai manusia menjalani proses belajarnya terjadi di rumah, sebagai tempat tinggal utama keluarga. Itulah sebabnya aspek pendidikan harus menempati prioritas utama dan pertama dalam rancang bangun tata kelola keluarga. Di era modern, posisi rumah sebagai taman belajar yang pertama dan menyenangkan bagi anak cenderung terpinggirkan oleh banyak hal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengafirmasi dan mengkonstruksi sentralitas rumah sebagai taman belajar bagi anak dalam pendidikan iman Kristen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan analisis pemikiran Carl-Mario Sultana dan Joas Adiprasetya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konteks sosio-kultural kontemporer yang dijalani saat ini menuntut penguatan peran keluarga dalam pendidikan keimanan anak-anak. Orang tua harus menjadi role model, memberikan waktu bermain, dan mendidik anak dalam nilai-nilai kebenaran Firman Tuhan. Cita-cita ini dapat tercapai apabila orang tua mempraktikkan spiritualitas taman yang menyebabkan anak dengan bebas mengekspresikan spiritualitasnya
Ongoing spirituality: Sebuah refleksi realitas penderitaan melalui pembacaan narasi Ayub Samosir, Agustina Raplina; Cahyono, Didik Christian Adi
KURIOS Vol. 9 No. 3: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i3.891

Abstract

Penderitaan dan spiritualitas kerap disandingkan dan dianggap saling mempengaruhi. Penderitaan seakan-akan menjadi bagian integral jalan spiritualitas. Penderitaan seolah sebuah keniscayaan ketika menempuh jalan spiritualitas. Di sisi lain, penderitaan digambarkan seperti anak tangga untuk mencapai level spiritualitas tertinggi. Salah satu kisah yang memperkuat pandangan bahwa penderitaan adalah ujian iman adalah kisah Ayub. Ayub dipandang sebagai orang yang sabar dan saleh meskipun menghadapi penderitaan yang luar biasa. Berdasarkan model pembacaan Bakhtin, pengakuan Allah tentang kesalehan, rasa takut akan Allah, dan keteguhan Ayub menjauhkan diri dari kejahatan bukanlah pernyataan final, melainkan sebuah penghayatan yang terus berlangsung. Model pembacaan ini membawa pembaca pada pemahaman bahwa kata atau ucapan seorang tokoh bukan merupakan bentuk final, sebaliknya, menawarkan makna baru dan senantiasa terbuka untuk dipertanyakan kembali, merupakan teks polifonik.
Redemptoris missio: Menyeimbangkan strategi misi dan pelayanan kepada kaum miskin dalam misi Paulus Bali, Ardikal
KURIOS Vol. 9 No. 3: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i3.803

Abstract

BNKP Church in Pekanbaru City faces challenges in prioritizing evangelism and social service missions amidst urbanization and economic pressures. Church services focus more on physical development and categorical programs, while the evangelism mission program has not been implemented optimally. This study elaborates on the tentmaking model as a solution to overcome this gap, referring to the strategy of the Apostle Paul in the Acts of the Apostles. Through a qualitative approach and in-depth literature study, as well as participant observation in Gereja BNKP Pekanbaru City, the findings show that the tentmaking model allows church leaders to be directly involved in secular work, create more authentic connections with the local community, and carry out missions sustainably without relying on external support. As a result, this strategy is relevant and applicable to strengthening evangelism and congregation empowerment services in an urban context.   Abstrak Gereja BNKP Kota Pekanbaru menghadapi tantangan dalam memprioritaskan misi penginjilan dan pelayanan sosial di tengah dinamika urbanisasi dan tekanan ekonomi. Pelayanan gereja lebih terfokus pada pengembangan fisik dan program kategorial, sementara program misi penginjilan belum terlaksana secara optimal. Kajian ini mengelaborasi model tentmaking sebagai solusi untuk mengatasi kesenjangan tersebut, merujuk pada strategi Rasul Paulus dalam Kisah Para Rasul. Melalui pendekatan kualitatif dan studi literatur yang mendalam, serta observasi partisipatif di Gereja BNKP Kota Pekanbaru, temuan menunjukkan bahwa model tentmaking memungkinkan pemimpin gereja untuk terlibat langsung dalam pekerjaan sekuler, menciptakan koneksi yang lebih otentik dengan masyarakat setempat, dan menjalankan misi secara berkelanjutan tanpa bergantung pada dukungan eksternal. Hasilnya, strategi ini bukan hanya relevan tetapi juga aplikatif untuk memperkuat pelayanan penginjilan dan pemberdayaan jemaat dalam konteks urban.
Pendidikan seks bagi peserta katekisasi sidi: Edukasi teologis sebagai upaya preventif kekerasan seksual terhadap remaja Hombing, Herdiana Boru; Pardede, Boho Parulian; Situmeang, Chintya Megaria; Harianja, Preciliana
KURIOS Vol. 9 No. 3: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i3.783

Abstract

Artikel ini merupakan sebuah luaran riset yang berbasis pada fenomena kekerasan seksual terhadap remaja. Perhatian kami adalah pada remaja gereja yang memungkinkan mereka terlibat dalam fenomena tersebut, baik sebagai subjek maupun objek. Itu sebabnya artikel ini bertujuan untuk menawarkan sebuah edukasi pendidikan seksual bagi remaja melalui katekisasi sidi, sebagai upaya mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap remaja, baik di lingkungan gereja maupun secara umum. 

Page 3 of 3 | Total Record : 24