cover
Contact Name
Harls Evan Siahaan
Contact Email
evandavidsiahaan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
kurios@sttpb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kurios
ISSN : 2615739X     EISSN : 26143135     DOI : -
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2614-3135 (online), ISSN: 2406-8306 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 361 Documents
Kepribadian dan Kehidupan Hamba Tuhan Menurut 1 Timotius 3:1-13 Bernike Sihombing
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 2, No 1 (2014): Oktober 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v2i1.16

Abstract

The author explains about the characteristic servant of God, a practical discussion with analyzing the 1 Timothy 3:1-13. This text is the key to understand the various aspects characteristic servant of God, in order to have a good character according to the standard of the God
Yesus Kristus Juru Ruwat Manusia: Sebuah Pendekatan Semiotika dalam Gereja Kristen Jawa Kristriyanto Kristriyanto
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 4, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v4i1.32

Abstract

Ruwatan is a form of ceremony in Javanese society that aims to free man from bad luck or the calamity that would befall him. The term "ruwatan" also appears in the discourse of church life amid the Javanese Christian Church (GKJ) as it is written in the Javanese Bible, the Christian Song of Song (the official book song of worship) and the liturgy. This article aimed to find the understanding of the citizens of the Javanese church about ruwatan and develop it in the concept of thinking and devoting of the people church about Jesus Christ is the Man of Ruwat. The method used is a descriptive sociology of religion and culture. In conclusion, the church is expected to acknowledge, accept and respect the existence of Javanese ruwatan, to keep the existence of ruwatan as part and identity of Javanese society activity including church service.AbstrakRuwatan merupakan suatu bentuk upacara di masyarakat Jawa yang bertujuan untuk membebaskan manusia dari nasib buruk maupun malapetaka yang akan menimpa dirinya. Istilah ruwatan juga muncul dalam wacana kehidupan bergereja di kalangan Gereja Kristen Jawa (GKJ) sebagaimana tersurat pada Alkitab berbahasa Jawa, Kidung Pasamuwan Kristen (buku nyanyian resmi ibadah) dan liturgi. Artikel ini bertujuan untuk menemukan pemahaman warga gereja tentang ruwatan serta mengembangkannya dalam konsep berpikir dan beriman warga gereja tentang Yesus Kristus adalah Juru Ruwat manusia. Metode yang digunakan adalah deskriptif sosiologi religi dan budaya. Kesimpulannya, gereja bersikap mau mengakui, menerima dan menghormati keberadaan ruwatan Jawa, ikut menjaga keberadaan ruwatan sebagai bagian dari aktivitas dan identitas masyarakat Jawa termasuk dalam pelayanan gereja.
Kurikulum PAK yang Kontekstual Bagi Usia Lanjut dan Aktual Handreas Hartono
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 1, No 1 (2013): Oktober 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v1i1.9

Abstract

Peranan pak terhadap Lanjut usia merupakan sesuatu yang penting karena PAK diharapkan dapat mengarahkan para lansia mengaktualisasikan dirinya. Tujuan tulisan ini adalah untuk meneliti landasan Alkitab untuk PAK bagi lanjut usia agar menjadi pedoman dalam operasional program, meneliti keberadaan lanjut usia guna mendapat dasar penetapan program pelayanan dan merumuskan target pencapaian program PAK yaitu lansia yang mampu beraktualisasi diri didalam keluarga gereja dan lingkungan sosial. Kurikulum pembahasan berdasarkan tujuan tersebut harus bersifat sederhana dan tepat guna yang meliputi pokok-pokok iman kristen pendalaman Alkitab dan pendalaman yang efektif.
Kebenaran Tentang Hidup Produktif Bising, Yoseph P.
KURIOS Vol. 2 No. 1 (2014): Oktober 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v2i1.21

Abstract

Mengawali dan mengakhiri suatu aktifitas tidak selamanya berjalan dengan mulus, seperti apa yang direncanakan dan diprediksikan sebelumnya. Fakta ini membutuhkan kesadaran dan komitmen serta mentalitas seorang pahlawan yang terus berjuang sampai pada titik darah penghabisan untuk membahagiakan orang-orang yang dikasihinya. Bertanyalah pada diri Anda dalam mengawali tahun ini apa yang akan Anda perbuat bagi diri Anda sendiri untuk menggapai cita-citamu dan apa yang dapat Anda berikan kepada orang-orang yang Anda kasihi. Sudahkah Anda menemukan jawaban atas pertanyaan ini?. Silahkan menjawab dan berkeputusanlah untuk melangkah dan mewujudkan semuanya. Kegagalan Anda pada masa lalu Anda atau pada tahun-tahun yang lalu tidak perlu diratapi. Jangan menjadikan kegagalan Anda pada masa lalu sebagai momok yang menghentikanlangkah Anda,? untuk melangkah dalam menggapai impin dan cita-citamu. Kegagalan dimasa lalu bukan merupakan hantu yang menakutkan. Realita hidup membuktikan bahwa kegagalan lebih sering diperbincangkan https://bio-med.euroasia-science.ru/ dan lebih sering dialami. Banyak orang mempersiapkan diri untuk sukses dan lupa mempersikapkan diri untuk menghadapi kegagalan. Hal ini melahirkan orang-orang cenderung frustasi bahkan memilik untuk mengakhiri hidupnya.
Berteologi dan Melayani Jelita Sihite
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 1, No 1 (2013): Oktober 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v1i1.14

Abstract

Tugas rangkap para Pelayan Kristus adalah berteologi dan melayani, secara esensial keduanya menyatu. Tidak dapat disebut demarkasi (pemisahan) seteologi cara tegas. Berteologi yang benar adalah pelayanan itu sendiri, karena teologi pada dasarnya adalah usaha orang percaya untuk mengenali Allahnya berdasarkan pernyataan-Nya di dalam dan melalui Yesus Kristus sebagaimana dinyatakan dalam Alkitab. Ini hanya bias dilakukan (sebenarnya) dengan sikap melayani Allah (Theos), karena Theo situ tidak hanya petut menjadi obyek studi, namun secara simultan juga harus sebagai subyek-nya. Karena itu jika tidak dalam sikap melayani Allah, sudah pasti teologinya keblinger (sesat). Berteologi semacam itu tidak lagi dilandasi rasa takut akan Tuhan (Ams 1:7) dan pastilah melahirkan kesesatan belaka. Sebaliknya, jika melayani dalam bentuk apapun, pada dasarnya adalah berteologi itu sendiri. Tidak ada yang dinamakan melayani tanpa berteologi. Jika melayani tanpa berteologi yang benar akan sama dengan membangun rumah diatas pasir yang tidak akan tahan uji dari terpaan angin pencobaan.
Kritik dan Analisa Terhadap Pandangan Saksi Yehuwa Tentang Keilahian Yesus Eliman Eliman
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 3, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v3i1.26

Abstract

Penulis membahas judul karya tulis ini karena sangat penting untuk dimengerti dan dipahami oleh umat Kristen secara khusus mengenai ke-Tuhanan Yesus, karena ada pandangan yang berbeda-beda dalam mengajarkan pribadi Yesus sehubungan dengan ke-Tuhanan-Nya. Secara khusus, dimana Saksi Yehuwa mempunyai pandangan teologis terhadap ke-Tuhanan Yesus yang menyatakan bahwa Yesus bukanlah Allah melainkan lebih rendah dari Allah Bapa, sehingga Saksi Yehuwa memahami dan mengajarkan bahwa Yesus adalah suatu allah, Yesus diciptakan oleh Allah sebagai ciptaan yang sulung dan Yesus adalah malaikat Mikhael, bahkan karya penebusan Yesus tidak sepenuhnya menghapus dosa umat manusia. Sedangkan, dalam teologi Kristen Protestan mempunyai pandangan terhadap ke-Tuhanan Yesus yang menyatakan bahwa Yesus adalah Allah dan sehakikat dengan Allah Bapa, sehingga Teologi Kristen Protestan mengajarkan bahwa Yesus adalah Allah, Yesus adalah pencipta, bahkan karya penebusan Yesus sepenuhnya menghapus dosa umat manusia dan menyediakan keselamatan bagi orang yang percaya kepada-Nya.
A Critical Analysis of Gods Righteousness in Romans 1: 16-17 Halim Wiryadinata
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 2, No 1 (2014): Oktober 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v2i1.17

Abstract

This article brings the new approach for the book of Romans especially the word of Gods righteousness is the central pint point for the theology of the Apostle Paul. Gods righteousness is another attempt for solving the arguments of interpreting the book of Romans.
Pengaruh Pola Asuh Autoritatif Terhadap Religiositas Remaja Gereja Kristen Jawa Se-Klasis Surakarta Wening, Sri
KURIOS Vol. 4 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v4i1.35

Abstract

Authoritative parenting was parenting which gives children a freedom to create and explore everything with controls from their parents. Aspects of authoritative parenting are giving an example, discipline, dialogue and parentsacceptance of adolescents. The objective of this research was to give empirical evidence about the effects of authoritative parenting on adolescent religiosity. Forty adolescences ages 13 to 17 years old from Java Christian Church in Surakarta filled the questionnaire. Forty data were analyzed by product moment correlation and t-test. The result shows that authoritative parenting has a strong correlation with adolescent religiosity. The result also shows that authoritative parenting significantly has positive effects on adolescent religiosity.   Abstrak Pola asuh autoritatif merupakan pola asuh yang memberikan kebebasan kepada anak untuk bereksplorasi dalam kendali orang tua. Apsek-aspek pola asuh autoritatif adalah menjadi teladan, disiplin, dialog dan peenerimaan orang tua terhadap perkembangan remaja. Tujuan penelitian https://congresos.eumed.net/ ini adalah memberikan bukti empiris tentang adanya pengaruh pola asuh autoritatif terhadap religiositas remaja. Angket disebar dan diisi oleh empat puluh anak remaja usia 13 17 tahun Gereja Kristen Jawa se-Surakarta. Empat puluh data dianalisis dengan menggunakan rumus Korelasi Product Moment dan t-test. Hasilnya menunjukkan bahwa pola asuh autoritatif memiliki pengaruh yang kuat terhadap religiositas remaja. Hasilnya pun menunjukkan bahwa pola asuh autoritatif memiliki pengaruh yang signifikan terhadap religiositas remaja.
Pendekatan Praksis-Teologis dalam Fondasi Pendidikan Kristiani Justice Zeni Zari Panggabean
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 4, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v4i2.81

Abstract

This article has some purposes; they are: first, a description of the about theoretical study of a theological practice approach; secondly, explained an implication theological practice approach to the Christian religion education foundation; and thirdly, described a religion studies foundation of Christians in theological practice approach. The method used in this article is an analysis-descriptive of literature available related to the problem that discussed. This research concluded that a practical approach theological in education foundation the Christian religion came into existence from the application of the truth in the life of that can be used with confidence as cornerstones biblical, and search for clues definitive from general principles offered by theology.AbstrakTulisan ini memiliki beberapa tujuan, yaitu: pertama, mendeskripsikan kajian teoretis pendekatan praksis teologis; kedua, menjelaskan implikasi praksis-teologis fondasi pendidikan Agama Kristen. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif terhadap kajian pustaka yang berkaitan dengan tema fondasi Pendidikan Agama Kristen. Penelitian ini memiliki kesimpulan bahwa pendekatan praktis teologis dalam fondasi pendidikan agama Kristen terwujud dari penerapan kebenaran ke dalam kehidupan yang bisa digunakan dengan percaya diri sebagai fondasi Alkitabiah, dan mencari petunjuk definitif dari prinsip-prinsip umum yang ditawarkan oleh teologi.
Pelayanan Bersama Komunitas Sebagai Model Pelayanan Pastoral Berbasis Paradigma Komunal-Kontekstual dalam Teologi Pastoral Alvian Apriano
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 4, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v4i2.78

Abstract

Pastoral care ministry persists in the minister's concept as the sole actor of pastoral ministry in the church. On the other hand, there has been growing awareness that pastoral care ministry also gives space to members of the congregation to presenting the pastoral care ministry in context. In these persist circumstances, questions arise is how do pastoral care ministry gives space to members? Can the paradigm be expanded by taking into account the communal context? What kind of model does it produce? With the development of a communal-contextual paradigm in pastoral theology began to raise awareness of expanding that understanding. In addition, contemporary pastoral theologians show that there has been a paradigm shift in pastoral ministry with communal nuance; however, the ministry also gives space to the members of the congregation in practice. My aim is to construct the concept and model of pastoral care ministry with the community within the framework of communal-contextual paradigm.AbstrakDiskusi pelayanan pastoral dalam teologi pastoral bertahan dalam konsep pendeta sebagai aktor tunggal pelayanan tersebut di dalam gereja hampir tiga dekade belakangan ini. Padahal, di sisi yang lain, sudah muncul dan berkembang paradigma bahwa pelayanan pastoral juga tentang pemberian ruang terhadap anggota jemaat secara umum yang hadir dalam pelayanan pendeta dalam konteksnya. Di dalam keadaan ini, muncullah pertanyaan-pertanyaan tentang apakah pelayanan pastoral hanya merupakan tugas seorang pendeta? Dapatkah paradigma tersebut diperluas dengan memperhatikan konteks pelayanan yang nilai komunalitasnya tinggi? Seperti apa model yang dihasilkannya? Dengan berkembangnya paradigma komunal-kontekstual dalam pelayanan pastoral mulai muncul kesadaran memperluas pemahaman itu. Di tambah lagi, pemikiran teolog pastoral kontemporer baik dari Indonesia dan Barat juga menunjukkan bahwa telah ada pergeseran paradigma tentang pelayanan pastoral yang bernuansa komunalitas di dalam suatu konteks, sehingga pelayanan tersebut juga memposisikan anggota jemaat secara umum. Penelitian ini berupaya menawarkan konsep dan model pelayanan pastoral yang kontekstual dengan menempatkan partisipasi komunitas guna memberi warna lain bagi pelayanan pastoral yang selama ini bertahan.

Page 3 of 37 | Total Record : 361