cover
Contact Name
Harls Evan Siahaan
Contact Email
evandavidsiahaan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
kurios@sttpb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kurios
ISSN : 2615739X     EISSN : 26143135     DOI : -
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2614-3135 (online), ISSN: 2406-8306 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 400 Documents
Prinsip kepala keluarga sebagai imam dalam pendidikan agama Kristen: Sebuah fondasi dan implikasi teologis pendidikan iman dalam keluarga Manik, Johari; Siringo, Togap
KURIOS Vol. 9 No. 1: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i1.581

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memperlihatkan sebuah prinsip teologis tentang kepala keluarga sebagai imam yang berimplikasi pada tanggung jawab pendidikan iman di dalam keluarga.  
Pendidikan seks bagi peserta katekisasi sidi: Edukasi teologis sebagai upaya preventif kekerasan seksual terhadap remaja Hombing, Herdiana Boru; Pardede, Boho Parulian; Situmeang, Chintya Megaria; Harianja, Preciliana
KURIOS Vol. 9 No. 3: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i3.783

Abstract

Artikel ini merupakan sebuah luaran riset yang berbasis pada fenomena kekerasan seksual terhadap remaja. Perhatian kami adalah pada remaja gereja yang memungkinkan mereka terlibat dalam fenomena tersebut, baik sebagai subjek maupun objek. Itu sebabnya artikel ini bertujuan untuk menawarkan sebuah edukasi pendidikan seksual bagi remaja melalui katekisasi sidi, sebagai upaya mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap remaja, baik di lingkungan gereja maupun secara umum. 
Model dialog iman: Analisis biblika dialog Yesus dalam Injil dan relevansinya pada konteks Indonesia masa kini Sarumaha, Nurnilam; Hia, Supi Miranti
KURIOS Vol. 11 No. 1: April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v11i1.757

Abstract

This study analyzes Jesus' model of faith dialogue in the Gospel narratives through a biblical-historical approach to explore its relevance to the contemporary Indonesian context. The analysis reveals significant pa-rallels between the socio-religious tensions of Jesus' era and the challenges faced by Indonesian Christian communities in dealing with social pressure and discrimination. In Indonesia's heterogeneous landscape of plurality, Jesus' dialogical model is proposed as a theoretical framework for developing inclusive faith communication conducive to social harmony. The findings reveal that Jesus' faith dialogue offers theological-ethical principles relevant to religious moderation: empathy in listening, articulation of truth in love, and preservation of the integrity of faith amid external pressures. The research contributes to strengthening the spirituality of Indonesian Christian communities and providing strategic guidance for ecclesiastical institutions. This study enriches the discourse of contextual theology by presenting a model of dialogue rooted in the Gospel tradition that is responsive to Indonesia's diverse reality. Abstrak Studi ini menganalisis model dialog iman Yesus dalam narasi Injil melalui pendekatan analisis biblika-historis untuk mengeksplorasi relevansinya bagi konteks Indonesia kontemporer. Analisis menunjukkan paralelisme signifikan antara kompleksitas tensionalitas sosio-religius era Yesus dengan tantangan yang dihadapi komunitas Kristen Indonesia dalam menghadapi tekanan sosial dan diskriminasi. Dalam lanskap pluralitas Indonesia yang heterogen, model dialogis Yesus diposisikan sebagai kerangka teoretis untuk mengembangkan komunikasi iman yang inklusif dan kondusif bagi harmoni sosial. Temuan mengungkapkan bahwa dialog iman Yesus menawarkan prinsip teologis-etis yang relevan untuk moderasi beragama: empati dalam mendengarkan, artikulasi kebenaran dalam kasih, dan preservasi integritas iman di tengah tekanan eksternal. Kontribusi penelitian meliputi penguatan spiritualitas komunitas Kristen Indonesia dan penyediaan panduan strategis bagi institusi gerejawi. Studi ini memperkaya diskursus teologi kontekstual dengan menghadirkan model dialog berakar tradisi Injil yang responsif terhadap realitas kemajemukan Indonesia.
Kepemimpinan feminis yang memulihkan di masa duka: Suksesor gembala perempuan Gereja-gereja Pentakostal di Indonesia Sumual, Ivonne Sandra
KURIOS Vol. 11 No. 1: April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v11i1.1024

Abstract

This study explores the dynamics of female leadership succession in Indonesian Pentecostal churches, particularly when pastors' wives automatically inherit leadership roles after their husbands' deaths. Using a narrative qualitative approach framed by feminist hermeneutics and trauma theology, this study examines the experiences of female leaders who are survivors, employing the conceptual frameworks of Holy Saturday and Middle Spirit from Shelly Rambo, as well as the Table Principle and Community of Hospitality from Letty Russell. The findings show that the logic of structural inheritance often overlooks the spiritual-emotional healing needs of grieving leaders, thereby reproducing suffering rather than fostering healing. This study affirms that restorative feminist leadership requires the church to suspend the functionalistic logic of succession, provide space for hospitality, and uphold gender justice as fidelity to the work of the Holy Spirit in forming authentic and transformative leadership.   Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi dinamika suksesi kepemimpinan perempuan dalam Gereja-gereja Pentakostal Indonesia, khususnya ketika istri gembala secara otomatis mewarisi peran kepemimpinan pasca-kematian suaminya. Melalui pendekatan kualitatif naratif yang dibingkai her-meneutika feminis dan teologi trauma, penelitian ini membaca pengalaman para pemimpin perempuan penyintas dengan kerangka konseptual Holy Saturday dan Middle Spirit dari Shelly Rambo, serta Table Principle dan Community of Hospitality dari Letty Russell. Temuan menunjukkan bahwa logika pewarisan struktural kerap mengabaikan kebutuhan pemulihan spiritual-emosional pemimpin yang berduka, sehingga gereja justru menjadi aktor reproduksi penderitaan alih-alih komunitas penyembuh. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan feminis yang memulihkan menuntut gereja menunda logika fungsionalistik suksesi, memberi ruang hospitalitas, dan menegakkan keadilan gender sebagai kesetiaan pada karya Roh Kudus dalam membentuk kepemimpinan yang otentik dan transformatif.
Green liberation theology dan kepemimpinan eko-pastoral: Konstruksi teologis gereja yang berkomitmen pada keadilan ekologis Randa II, Federans; Manggaprou, Pilipus; Rumbekwan, George
KURIOS Vol. 11 No. 1: April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v11i1.1051

Abstract

The contemporary ecological crisis demands an integrative and transformative theological response from church leadership. This article develops a model of eco-pastoral leadership grounded in green liberation theology, a creative synthesis of liberation theology and eco-theology. Through constructive theology with hermeneutical-ecological analysis, this study shows that eco-pastoral leadership requires ecological metanoia that integrates spiritual, social, and environmental dimensions. This theological construction rests on three pillars: the amplification of green theology, sustainable practices, and advocacy for environmental justice. The result is a framework of church leadership capable of responding to the cli-mate crisis while empowering the communities most affected by environmental injustice. Abstrak: Krisis ekologis kontemporer menuntut respons teologis yang integratif dan transformatif dari kepemimpinan gereja. Artikel ini mengonstruksi model kepemimpinan eko-pastoral berbasis green liberation theology sebagai sintesis kreatif antara teologi pembebasan dan ekoteologi. Melalui metode teologi konstruktif dengan analisis hermeneutis-ekologis, penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan eko-pastoral memerlukan ecological metanoia yang mengintegrasikan dimensi spiritual, sosial, dan ekologis. Konstruksi teologis ini dibangun di atas tiga pilar: amplifikasi teologi hijau, praktik berkelanjutan, dan advokasi keadilan lingkungan. Hasilnya adalah kerangka kepemimpinan gerejawi yang mampu merespons krisis iklim sekaligus memberdayakan komunitas-komunitas yang paling terdampak oleh ketidakadilan lingkungan.
Imago Dei sebagai kritik profetis terhadap diskriminasi: Rekonstruksi antropologi-teologis untuk keadilan dan harmoni dalam kebinekaan Indonesia Rumbekwan, George; Mandacan, Yehuda; Randa II, Federans; Damanik, Jon Mister
KURIOS Vol. 11 No. 2: Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v11i2.1052

Abstract

This article explores the potential of the imago Dei doctrine as a prophetic critique of various forms of discrimination that threaten social harmony in Indonesia's multicultural society. This study employs a constructive-contextual theological approach to reconstruct a theological anthropology based on a relational interpretation of the image of God, thereby establishing an ethical foundation for a just and dignified communal existence. The findings of this study indicate that a relational and democratic understanding of imago Dei provides a strong theological resource for rejecting all forms of degradation of human dignity, while affirming respect for cultural diversity as a manifestation of divine creativity. This reconstruction has implications for the development of an inclusive social ethic grounded in mutual recognition and for strengthening local cultural values that support harmony in diversity.   Abstrak Artikel ini mengeksplorasi potensi doktrin imago Dei sebagai kritik profetis terhadap berbagai bentuk diskriminasi yang mengancam harmoni sosial dalam masyarakat multikultural Indonesia. Melalui pendekatan teologi konstruktif-kontekstual, studi ini merekonstruksi antropologi-teologis yang berakar pada pemahaman relasional tentang gambar Allah untuk membangun fondasi etis bagi kehidupan bersama yang adil dan bermartabat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman imago Dei secara relasional dan demokratis menyediakan sumber daya teologis yang kuat untuk menolak segala bentuk degradasi martabat manusia, sekaligus menegaskan penghargaan terhadap keberagaman budaya sebagai manifestasi kreativitas Ilahi. Rekonstruksi ini berimplikasi pada pengembangan etika sosial yang inklusif berbasis pengakuan timbal balik dan penguatan nilai-nilai budaya lokal yang mendukung harmoni dalam kebinekaan.
Wise living character education amid e-commerce: Perspectives from 1 Corinthians 10:23 Darmawan, I Putu Ayub; Guild, Rebecca Joy
KURIOS Vol. 11 No. 3: Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/wt7re376

Abstract

This article presents new, more specific research findings on wise life character education amid the challenges of e-commerce development. The author analyzes the perspective of 1 Corinthians 10:23 using principles of biblical interpretation.  In the context of technological development, 1 Corinthians 10:23 underscores that many things are permitted, but not all are beneficial. This creates space for reflection on how to view and use technology, particularly e-commerce. The results show that 1 Corinthians 10:23 provides a solid rationale for teaching wise choices in the use of technology. The verse also teaches us to avoid over-dependence. Then, the character of a wise life arises from fruitful selection and self-control. With this approach, character education can guide the younger generation to navigate the technological era responsibly, cultivate moral values, and develop strong character. Effective parental communication is essential to character education, particularly in guiding children's use of technology and in integrating moral and ethical values into their interactions with it.   Abstrak Artikel ini menyajikan temuan penelitian baru yang lebih spesifik tentang pendidikan karakter hidup bijaksana di tengah tantangan perkembangan e-commerce. Penulis menganalisis perspektif 1 Korintus 10:23 dengan menggunakan prinsip-prinsip penafsiran Alkitab. Dalam konteks perkembangan teknologi, 1 Korintus 10:23 menggarisbawahi bahwa banyak hal yang diperbolehkan, tetapi tidak semuanya bermanfaat. Hal ini menciptakan ruang untuk refleksi tentang bagaimana memandang dan menggunakan teknologi, khususnya e-commerce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Korintus 10:23 memberikan dasar pemikiran yang kuat untuk mengajarkan pilihan-pilihan yang bijak dalam penggunaan teknologi. Ayat tersebut juga mengajarkan kita untuk menghindari ketergantungan yang berlebihan. Kemudian, karakter kehidupan yang bijaksana muncul dari pilihan yang bijaksana dan pengendalian diri. Dengan pendekatan ini, pendidikan karakter dapat membimbing generasi muda untuk menavigasi era teknologi secara bertanggung jawab, menumbuhkan nilai-nilai moral, dan mengembangkan karakter yang kuat. Komunikasi orang tua yang efektif sangat penting dalam pendidikan karakter, terutama dalam membimbing penggunaan teknologi oleh anak-anak dan dalam mengintegrasikan nilai-nilai moral dan etika ke dalam interaksi mereka dengan teknologi.
Yesus Kristus, sebuah negasi atau revolusi agama: Tinjauan terhadap eksklusivitas wahyu Karl Barth berdasarkan Church Dogmatics Kiding Allo, Christian Arisandi
KURIOS Vol. 11 No. 3: Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v11i3.1098

Abstract

This article explores Karl Barth’s understanding of the exclusive-ty of revelation in the Church Dogmatics, addressing whether understood Jesus Christ should be seen as a negation of the understanding ofr as its re-volution. Barth rejects religion as a means of knowing God, since revelation is given only in Christ. On this basis, any appeal to general revelation as an independent way of knowing God proves invalid. At the same time, Barth affirms that creation stands under the grace of God, which can be un-derstood only as hidden grace in Christ. This dialectic indicates that Jesus Christ does not simply negate religion but transforms it. Religion is no longer regarded as a source of revelation but as a sphere drawn into the horizon of Christ’s grace. The article, therefore, affirms Barth’s Christo-centric exclusivity while also offering a reinterpretation of his position on religion and general revelation.   Abstrak Artikel ini menelaah eksklusivitas wahyu Karl Barth sebagaima-na dipaparkan dalam Church Dogmatics, dengan fokus pada pertanyaan apakah Yesus Kristus merupakan sebuah negasi terhadap agama atau jus-tru sebuah revolusi terhadapnya. Barth menolak agama sebagai jalan pe-ngetahuan tentang Allah atas dasar bahwa penyingkapan Allah hanya ada di dalam Kristus. Dari posisi ini, setiap klaim wahyu umum sebagai sarana otonom untuk mengenal Allah kehilangan validitasnya. Namun, Barth te-tap mengakui realitas ciptaan berada di bawah anugerah Allah dalam arti, ia hanya dapat dipahami sebagai rahmat yang tersembunyi (hidden grace) di dalam Kristus. Dialektika ini menunjukkan bahwa Yesus Kristus bukan sekadar menegasi agama, tetapi juga merevolusinya. Agama tidak lagi berfungsi sebagai sumber wahyu, melainkan dipahami sebagai ruang yang ditarik masuk ke dalam horizon kasih karunia Kristus. Dengan de-mikian, artikel ini menegaskan eksklusivitas kristosentris Barth sekaligus menafsirkan ulang posisinya terhadap agama dan wahyu umum.
Menuju gereja sebagai komunitas pembelajar: Rekonstruksi teologi pendidikan agama Kristen berbasis spiritualitas partisipatif Simanjuntak, Haposan
KURIOS Vol. 11 No. 3: Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v11i3.1129

Abstract

This study arises from a theological concern that Christian Religious Education (CRE) has been reduced to doctrinal transmission, thereby neglecting the dialectical dimension of faith formation. The prevailing instructive-hierarchical paradigm has produced congregations that are cognitively informed yet fail to mature into hermeneutical communities capable of collectively interpreting faith. This research aims to reconstruct the theological foundations of CRE through the framework of participatory spirituality. Employing a qualitative approach grounded in systematic literature review and a reflective-analytical approach to pastoral theology, faith pedagogy, and ecclesiological praxis, this study argues that participatory spirituality enables CRE to be reconceived as a dialogical, interactive, and transformative process of faith formation. The church is repositioned as a learning community wherein liturgy, ministry, and fellowship constitute the locus of formative encounter. In conclusion, this reconstruction offers an ecclesiological reorientation affirming the church's nature as the Body of Christ, growing through a relational learning ecology that culti-vates reflective, participatory, and contextual faith.   Abstrak Penelitian ini berangkat dari kegelisahan teologis atas reduksi Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai transmisi doktrinal yang mengabaikan dimensi dialektis pembentukan iman. Paradigma instruktif-hierarkis telah melahirkan jemaat yang terinformasi secara kognitif, namun tidak bertumbuh sebagai komunitas hermeneutis yang menafsirkan iman secara kolektif. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi landasan teologis PAK melalui kerangka spiritualitas partisipatif. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur sistematis dan pendekatan reflektif-analitis terhadap literatur teologi pastoral, pedagogi iman, serta praksis eklesiologis, penelitian ini merumuskan bahwa spiritualitas partisipatif memungkinkan PAK dipahami sebagai proses formasi iman yang dialogis, interaktif, dan transformatif. Gereja diposisikan sebagai learning community di mana liturgi, pelayanan, dan persekutuan menjadi locus pembentukan iman. Kesimpulannya, rekonstruksi ini menawarkan reorientasi eklesiologis yang menegaskan hakikat gereja sebagai Tubuh Kristus yang bertumbuh melalui ekologi pembelajaran relasional, membentuk iman yang reflektif, partisipatif, dan kontekstual.
Oikonomia theou dan oikonomia institusional: Participatio in mysterion sebagai paradigma manajemen pendidikan Kristiani Indonesia Sitorus, Pontus
KURIOS Vol. 11 No. 3: Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v11i3.1164

Abstract

This article develops a theological framework for understanding Christian education management through the concept of oikonomia in Pauline and patristic theology. By analyzing the intrinsic relationship between oikonomia theou (divine management) and mysterion (the revealed plan of salvation), this article argues that the management of Christian educational institutions must be understood as participatio, the ontological and practical participation in God's work of salvation. Through exegetical analysis of key texts from Ephesians and Colossians, and by appropriating the concept of participatio from the Thomistic tradition and contemporary sacramental theology, this article offers a theological reconstitution of managerial practices that transcend the technocratic-instrumental approach. The implications of this paradigm are elaborated in the specific context of Indonesian Christian education, considering the challenges of contextualization and the need for theological-practical integration.   Abstrak Artikel ini mengembangkan suatu kerangka teologis, untuk memahami manajemen pendidikan Kristiani melalui konsep oikonomia dalam teologi Paulus dan patristik. Dengan menganalisis hubungan intrinsik antara oikonomia theou (pengelolaan ilahi) dan mysterion (rencana keselamatan yang terungkap), artikel ini berargumen bahwa manajemen institusi pendidikan Kristiani harus dipahami sebagai participation, partisipasi ontologis dan praktis dalam karya penyelamatan Allah. Melalui analisis eksegesis terhadap teks-teks kunci Efesus dan Kolose, serta apropriasi konsep participatio dari tradisi Thomistik dan teologi sakramental kontemporer, artikel ini menawarkan rekonstitusi teologis atas praktik manajerial yang melampaui pendekatan teknokratis-instrumental. Implikasi paradigma ini dijabarkan dalam konteks spesifik pendidikan Kristiani Indonesia dengan mempertimbangkan tantangan kontekstualisasi dan kebutuhan akan integrasi teologis-praktis.