cover
Contact Name
Muhrinsyah Fatimura
Contact Email
m.fatimura@univpgri-palembang.ac.id
Phone
+6282175967861
Journal Mail Official
jurnalredoks@univpgri-palembang.ac.id
Editorial Address
Program studi Teknik kimia UNiversitas PGRI Palembang Jl.Jend A.Yani Lorong Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang Sumatera Selatan
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Redoks
ISSN : 24772747     EISSN : 2622903x     DOI : http://dx.doi.org/10.31851
Core Subject : Engineering,
Redoks is a scientific Journal with registered number ISSN 2477274963 which managed and published by chemical engineering study program of Universit y PGRI of Palembang. The contains of articles are about chemical process, environment and others related about chemical engineering
Articles 171 Documents
Pengaruh Variasi Sorbitol dan Komposisi Selulosa ampas Kelapa dan Eceng Gondok terhadap Kualitas Bioplastik Sofiah; Jaksen; Siti Chodijah; Taufikurrahman
Jurnal Redoks Vol. 11 No. 1 (2026): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/q7pwcx82

Abstract

Krisis lingkungan yang disebabkan oleh limbah plastik konvensional telah mendorong pengembangan bioplastik yang terbuat dari bahan alam terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah ampas kelapa dan eceng gondok sebagai sumber selulosa dalam produksi bioplastik ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan kuantitatif, meliputi proses delignifikasi, pemutihan, formulasi bioplastik dengan penambahan kitosan, kaolin, dan sorbitol, serta pengujian karakteristik fisik bioplastik, seperti kekuatan tarik, elongasi, ketahanan air, dan biodegradabilitas. Variasai perbandingan selulosa (1:1 dan 2:2 gram) dan sorbitol (2; 2,5; 3; 3,5; dan 4 mL) diuji untuk menentukan formulasi optimal. Hasil menunjukkan bahwa bioplastik dengan perbandingan selulosa 1:1 dan 4 mL sorbitol menghasilkan sifat mekanik terbaik dengan kekuatan tarik 0,0121 MPa, perpanjangan 26%, dan biodegradasi mencapai 57,30% dalam 15 hari, meskipun tidak memenuhi standar kekuatan tarik menurut SNI 7188.7:2016. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ampas kelapa dan eceng gondok memiliki potensi besar sebagai bahan baku bioplastik, dengan formulasi spesifik mendekati spesifikasi standar, sehingga menawarkan solusi alternatif untuk limbah plastik sambil meningkatkan pemanfaatan limbah organik lokal.