cover
Contact Name
Muhrinsyah Fatimura
Contact Email
m.fatimura@univpgri-palembang.ac.id
Phone
+6282175967861
Journal Mail Official
jurnalredoks@univpgri-palembang.ac.id
Editorial Address
Program studi Teknik kimia UNiversitas PGRI Palembang Jl.Jend A.Yani Lorong Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang Sumatera Selatan
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Redoks
ISSN : 24772747     EISSN : 2622903x     DOI : http://dx.doi.org/10.31851
Core Subject : Engineering,
Redoks is a scientific Journal with registered number ISSN 2477274963 which managed and published by chemical engineering study program of Universit y PGRI of Palembang. The contains of articles are about chemical process, environment and others related about chemical engineering
Articles 168 Documents
Analisis Variasi Temperatur Dan Kecepatan Silinder Pada Pengeringan Biji Kopi Dengan Rotary Dryer Berpemanas LPG Tesya Ayu Raisa; Ira Mayasari; Nurul Kholidah; Ibnu Hajar; Irawan Rusnadi
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 2 (2024): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i2.16560

Abstract

Biji kopi merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan biji kopi setelah proses pengeringan, serta menganalisis pengaruh variasi suhu dan kecepatan putar silinder terhadap penurunan kadar air, laju pengeringan, dan efisiensi termal. Metode Pengeringan dilakukan menggunakan rotary dryer dengan sumber panas dari pembakaran LPG, pada variasi suhu antara 60 °C hingga 80 °C dan kecepatan drum 2 rpm serta 3 rpm selama 300 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan kecepatan drum yang lebih tinggi mempercepat proses pengeringan. Kondisi optimal tercapai pada suhu 75 °C dan kecepatan 3 rpm, dengan kadar air akhir sebesar 12,05%,dan laju pengeringan mencapai 4,142 kg/jam·m². Meskipun pengeringan lebih cepat pada suhu tinggi, efisiensi termal terbaik (45,48%) justru terjadi pada suhu 60 °C. Sementara itu, pada suhu 80 °C, efisiensi menurun menjadi 33,33%.
Pengaruh Komposisi Biji Jarak, Cangkang Biji Karet Dan Jumlah Katalis Zeolit Terhadap Hasil Syngas Pirolisis Chantika, Nyimas Chyntya; Hafiza, Natasya; Rusnadi, Irawan; Syakdani, Adi; Hilwatullisan, Hilwatullisan
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 2 (2024): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i2.16623

Abstract

Kebutuhan energi di Indonesia terus meningkat seiring dengan perkembangan populasi dan industrialisasi. Sebagai negara yang kaya akan sumber daya biomassa, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi alternatif yang terbarukan. Biomassa, seperti biji jarak dan cangkang biji karet, memiliki kandungan karbon dan hidrogen yang tinggi, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku energi. Kandungan utama cangkang biji karet meliputi 38,11% selulosa, 18,74% lignin, dan 26,09% hemiselulosa, sementara biji jarak memiliki kadar minyak sekitar 30-40%. Salah satu metode pengolahan biomassa yang efektif adalah pirolisis, yang menghasilkan produk berupa bio-char, bio-oil, dan syngas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jumlah katalis zeolit alam dan perbandingan komposisi bahan baku terhadap produk pirolisis, khususnya dalam meningkatkan yield dan kualitas syngas.Penelitian dilakukan dengan memvariasikan jumlah katalis zeolit alam (3% dan 5%) dan komposisi bahan baku (100:0, 75:25, 50:50, 25:75, 0:100) pada suhu 350°C. Analisis produk syngas dilakukan untuk mengidentifikasi komponen senyawa seperti CH₄, H₂S, CO, dan CO₂.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jumlah katalis berpengaruh signifikan terhadap produk syngas. Penggunaan katalis zeolit alam sebanyak 5% memberikan hasil yang paling optimal dalam meningkatkan yield gas dan kualitas produk pirolisis. Komposisi bahan baku juga memengaruhi distribusi senyawa dalam syngas yang dihasilkan. Penelitian ini mengungkap bahwa kombinasi katalis zeolit alam sebanyak 5% dengan variasi komposisi bahan baku tertentu menghasilkan syngas dengan yield dan kualitas terbaik. Hal ini menunjukkan potensi biomassa seperti cangkang biji karet dan biji jarak sebagai sumber energi alternatif yang efisien dan berkelanjutan.
Pengaruh Konsentrasi Inokulum Terhadap Fermentasir umput Gajah (Pennisetum purpureum) Dalam Produksi Bioetanol Lite, Asriyana; Sefrinus Maria Dolfi Kolo; Eduardus Edi; Patrisius M. Bria
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 2 (2024): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i2.16693

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai produksi bioetanol dari rumput gajah menggunakan metode hidrolisis kimiawi menggunakan katalis asam klorida (HCl). Penggunaan biomassa rumput gajah sebagai bahan baku karena memiliki potensi untuk dijadikan sebagai bahan baku dalam produksi bioethanol sebagai energy terbarukan. Pada proses hidrolisis dilakukan optimasi pada variasi waktu pemanasan sedangkan pada proses fermentasi dilakukan optimasi pada variasi konsentrasi inokulum. Hidrolisat yang diperoleh pada proses hidrolisis selanjutnya dilakukan analisis gula pereduksi menggunakan metode DNS pada instrumen UV-Vis. Waktu pemanas yang menghasilkan kadar gula tertinggi digunakan untuk proses fermentasi. Bioetanol yang dihasilkan dari proses fermentasi dimurnikan menggunakan alat distilasi bertingkat. Kadar gula pereduksi yang diperoleh pada penelitian ini sebesar 53,54 g/L pada waktu pemanasan 60 menit. hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat kandungan bioetanol karena terjadi perubahan warna dari jingga menjadi biru pada hasil analisis kualitatif bioetanol. Konsentrasi bioetanol tertinggi diperoleh pada konsentrasi inokulum 8% yaitu sebesar 45% yang dianalisis menggunakan alat hand refractometer dan 42,92% yang dianalisis menggunakan GC-FID.
Pengaruh Variasi Massa Tempurung Kelapa dan Waktu Karbonisasi Terhadap Kualitas Arang Fadlurrahman, Muhammad Daffa; Widiyanti, Lusi; Erlinawati, Erlinawati; Rusnadi, Irawan; Pratiwi, Indah
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 2 (2024): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i2.16821

Abstract

Biomassa merupakan energi alternatif dari bahan organik seperti tempurung kelapa. Biasanya, biomassa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk memasak melalui pembakaran langsung. Namun, metode pembakaran langsung tidak efektif digunakan karena hanya menghasilkan bahan bakar dengan nilai kalor rendah dan banyak asap. Salah satu cara untuk meningkatkan mutu biomassa ialah dengan karbonisasi atau pengarangan. Karbonisasi adalah metode pembakaran dengan udara terbatas untuk menghasilkan arang dengan nilai kalor tinggi. Salah satu metode karbonisasi ialah drum retort kiln dengan prinsip pembakaran bahan baku melalui pemanasan ekstenal di dalam sebuah drum yang dapat diputar. Panas yang dihasilkan dari proses pembakaran tersebut akan disalurkan secara konveksi ke dalam drum untuk memanaskan bahan baku di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh lama waktu dan massa bahan baku dan menentukan kondisi operasi terbaik pada proses karbonisasi terhadap kualitas arang ditinjau dari jumlah rendemen yang dihasilkan dan nilai hasil uji proximate dan kemudian dibandingkan dengan nilai standar yang berlaku, yakni SNI 1-1683-1996 untuk kadar zat terbang, kadar air, kadar abu, dan kadar karbon tertambat. Dari penelitian ini, diketahui bahwa massa bahan baku dan waktu karbonisasi memengaruhi kualitas produk secara signifikan. Arang dengan massa bahan baku empat kg dan waktu karbonisasi 135 menit memiliki kadar karbon tertambat tertinggi dengan kadar air dan kadar abu yang memenuhi standar serta kadar zat terbang yang mendekati standar dengan jumlah rendemen 63.25% atau sebesar 2.53 kg.  
Studi Kualitas Kimia Air Pada Kawasan Mangrove Hutan Lindung Air Telang Kabupaten Banyuasin Jumingin; dewi, Dewi Rosanti; Giyanto; Kamisah; Rahmawati
Jurnal Redoks Vol. 10 No. 1 (2025): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v10i1.17811

Abstract

Penelitian tentang studi kualitas kimia air pada kawasan mangrove Hutan Lindung Air Telang Kabupaten Banyuasin telah  dilakukan dari bulan Juli hingga November 2024, untuk membandingkan kualitas air sungai Musi melalui sifat kimia, pada 5 stasiun berdasarkan tipe vegetasi. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menentukan pengambilan sampel bahan uji dan mengukur kualitas air yang dilakukan dengan purposive sampling, disesuaikan dengan zonasi mangrove. Stasiun pertama di kawasan pasir timbul, stasiun kedua di  zona Avicennia, stasiun ketiga di zona Sonneratia, stasiun keempat di zona Nypa dan stasiun kelima dizona Rhizophora.Analisis data dilakukan di laboratorium Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan meliputi sifat kimia (DO, COD dan BOD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air secara kimia di kawasan mangrove Hutan Lindung Air Telang memenuhi baku mutu air kelas II, sehingga sangat baik untuk kehidupan biota akuatik yang dalam pengembangannya dapat dijadikan sebagai kawasan pertambakan. Kata Kunci:  Mangrove, BOD, COD, DO
Pengaruh Co-Solvent Aseton Terhadap Proses Pembuatan Biodiesel Dari Bahan Baku Minyak Kemiri Dengan Katalis KOH Kiagus. A. Roni; Legiso; Nico Syahputra Sebayang; Kemas Muhammad Wahyu; Prayogi, Didi
Jurnal Redoks Vol. 10 No. 1 (2025): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v10i1.16683

Abstract

Perkembangan zaman dan berjalannya waktu tiap tahun maka akan meningkatkan juga kebutuhan suatu energi yang akan digunakan dalam suatu negara dan untuk menanggulangi dari efek akibat pemakaian energi yang terus menerus maka dibutuhkan sumber energi alternatif terbarukan yang dapat diperoleh serta menggabungkan hingga mengurangi ketergantungan akan kebutuhan energi tidak terbarukan yang berasal dari mineral minyak bumi. Alternatif bahan baku dapat diperoleh dari berbahan nabati yakni minyak goreng, minyak buah jarak, minyak biji kemiri yang mana memiliki komponen struktur rantai karbon penyusun minyak tersebut hampir sama dengan minyak diesel atau disebut juga dengan solar konvensional, untuk mengubah minyak nabati menjadi biodiesel atau yang disebut juga dengan biosolar dibutuhkan pengelolahan yang tepat dan penambahan bahan kimia yang sesuai sehingga dapat memperoleh hasil metil ester yang di inginkan dan sesuai spesifikasi yang dicapai, untuk zat kimia yang digunakan adalah katalis basa Kalium Hidroksida (KOH), KOH digunakan karena lebih murah, lebih mudah didapatkan, serta memiliki nilai efektifitas dan energi aktivasi yang cukup baik dalam mengelolah asam lemak dalam minyak sehingga menghasilkan ester Hexadecanoid dan octadecanoid yang cukup banyak serta diolah melalui proses transesterifikasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil variasi terbaik yang diperoleh dari rasio minyak kemiri : metanol (1:3, 1:6 dan 1:9), waktu lamanya proses ( 10, 20 dan 30 menit), kecepatan pengaduk 300Rpm, temperature konstan pemanasan pada 50℃ dengan bantuan katalis KOH 1% . Berdasarkan dengan Sumber : SK Dirjen EBTKE No.189.K/10/DJE/2019. Dari hasil yang diperoleh dengan kondisi optimumnya terdapat kemurnian metil ester didalamnya sebesar 80,9% hasil dari pengujian GC-MS produk biodiesel.
Pengaruh Suhu Dan Waktu Hidrolisis Biji Alpukat (Persea americana M.) Menggunakan Katalis Hcl Terhadap Produksi Bioetanol Yovita Nonseo; Sefrinus M. Kolo; Janrigo K. Mere; Patrisius Maryanto Bria
Jurnal Redoks Vol. 10 No. 1 (2025): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v10i1.16700

Abstract

Peningkatan populasi yang tinggi serta perkembangan industri mengakibatkan konsumsi energi yang semakin tinggi yang berdampak pada terjadinnya krisis energi. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dikembangkan energi terbarukan seperti bioetanol. Bioetanol dapat diproduksi dari bahan baku yang mengandung karbodidrat seperti biji alpukat. Biji alpukat memiliki kandungan karbohidrat sebesar 29,6%. Kebaruan dari penelitian ini yaitu menggunakan biji alpukat yang dikonversi menjadi bioetanol dengan bantuan katalis asam klorida (HCl). Pada proses hidrolisis dilakukan optimasi pada variasi waktu dan suhu pemanasan. Hidrolisat yang diperoleh selanjutnya dilakukan analisis gula pereduksi menggunakan metode DNS pada instrumen UV-Vis. Waktu dan suhu pemanas yang menghasilkan kadar gula tertinggi digunakan untuk proses fermentasi. Bioetanol yang dihasilkan dari proses fermentasi dimurnikan menggunakan alat distilasi bertingkat. Kadar gula pereduksi yang diperoleh pada penelitian ini sebesar 83,32 g/L pada waktu pemanasan 60 menit dan suhu 2500C. hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat kandungan bioetanol karena terjadi perubahan warna dari jingga menjadi biru pada hasil analisis kualitatif bioetanol. Konsentrasi bioetanol yang dianalisis menggunakan hand refractometer sebesar 70% dan 42,92% yang dianalisis menggunakan GC-FID.
Studi Komputasi Perhitungan Celah Energi Dan Analisis UV Senyawa Kompleks Bis (Benzoilasetonato)2 Fe Menggunakan Metode Semi Empiris PM3 Muhammad Noufal; Muhammad Yusuf; Zata Zahirah; Ramanda Fatwa; Sasi Kirana; Afrilita Harahap; Salaisa
Jurnal Redoks Vol. 10 No. 1 (2025): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v10i1.16738

Abstract

Senyawa kompleks berbasis logam transisi memiliki peran penting dalam berbagai aplikasi, termasukkatalis dan material fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat senyawa kompleksbis(benzoilasetonato)₂Fe berdasarkan studi komputasi celah energi dan spektra transisi elektronik (UV)dengan metode semi-empiris PM3. Metode yang digunakan meliputi perhitungan energi HOMO danLUMO menggunakan perangkat lunak HyperChem. Dari metode ini diperoleh celah energi ligan sebesar8,7248552 eV dan celah energi kompleks sebesar 9,3039263 eV, serta spektra UV kompleks sebesar280,45 nm dan ligan sebesar 203,76 nm. Hasil komputasi ini dapat digunakan untuk menjelaskankarakteristik elektronik senyawa secara teoritis di laboratorium. Selain itu, penelitian ini memberikanlandasan penting untuk merancang senyawa kompleks baru berbasis logam transisi, yang dapatdimanfaatkan dalam pengembangan katalis dan material fungsional untuk aplikasi industri maupunteknologi berkelanjutan.  
Potensi Oli Bekas Sebagai Bahan Bakar Kompor Dapat Ditingkatkan Melalui Proses Pre Treatmeant Putri Ayu Lestari Nasution; Muhammad Alif Aulia Akbar; Rima Daniar; Ida Febriana
Jurnal Redoks Vol. 10 No. 1 (2025): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v10i1.16637

Abstract

Oli bekas merupakan limbah B3 yang berbahaya bagi lingkungan jika dibuang sembarangan, sehingga perlu didaur ulang untuk memisahkan kontaminan dan menghasilkan bahan bakar murni. Penelitian ini menggunakan proses pretreatment dengan adsorben bleaching earth berbasis montmorillonit untuk menganalisis pengaruh variasinya terhadap temperatur pembakaran, efisiensi kompor, daya pembakaran, serta sifat fisik dan termal oli bekas.Hasilnya menunjukkan efisiensi kompor terbaik dengan adsorben 10%, meski terjadi ketidakstabilan akibat variasi waktu pembakaran dan konsumsi bahan bakar. Temperatur tertinggi (625,8 °C) dan densitas tertinggi (0,8808 g/cm³) diperoleh pada adsorben 50%, sementara titik nyala tertinggi (154 °C) ditemukan pada adsorben 10%. Viskositas tertinggi (124,3 cSt) juga tercatat pada adsorben 10% akibat residu bleaching yang belum sepenuhnya mengendap. Pemanfaatan bleaching earth sebagai adsorben terbukti dapat meningkatkan kualitas oli bekas sebagai bahan bakar alternatif.   Kata kunci :  oli bekas, pretreatment, efisiensi
Pengurangan Kadar Amonia Dalam Limbah Cair Industri Menggunakan Kolom Gelembung Pnacaran Dengan Penambahan Solvent KOH Aprilia, Vita; Muhammad Zaman; Didiek Hari Nugroho
Jurnal Redoks Vol. 10 No. 1 (2025): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v10i1.16641

Abstract

Permasalahan lingkungan yang dominan pada saat ini salah satunya berupa limbah cair yang berasaldari industri. Amonia merupakan senyawa yang dihasilkan dari proses industri pupuk. Sifat amoniayang toksik menyebabkan limbah amonia perlu dikelola dengan baik. Limbah amonia yang berasaldari berbagai unit operasi dalam pabrik urea yang berpotensi menimbulkan pencemaran selanjutnyalimbah dialirkan ke tempat penampungan dan diolah lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalahmelakukan pengurangan kadar amonia dengan menggunakan kolom gelembung pancaran melaluiproses udara stripping. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan laju alir udara yaitu 12L/menit dan 16 L/menit serta variasi konsentrasi solvent KOH sebesar 0,1;0,2;0,3;0,4M; dan 0,5M;Kadar amonia dianalisis menggunakan alat Spektrofotometri Uv-Vis dengan panjang gelombang 460nm. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien transfer massa (KLa) terendah 0,228/jam dan nilai KLatertinggi 0,816/jam begitu juga dengan nilai efisiensi (%) stripping untuk penurunan amonia terendah20,34% dan nilai efisiensi (%) tertinggi 57,45%. Keadaan optimal berada pada nilai KLa 0,816/jamdan efisiensi(%) 57,45% pada variabel konsentrasi solvent KOH 0,3M dan Laju alir udara (Qg) 16L/menit.Kata Kunci: Amonia, Kolom Gelembung Pancaran, Limbah