cover
Contact Name
Muhrinsyah Fatimura
Contact Email
m.fatimura@univpgri-palembang.ac.id
Phone
+6282175967861
Journal Mail Official
jurnalredoks@univpgri-palembang.ac.id
Editorial Address
Program studi Teknik kimia UNiversitas PGRI Palembang Jl.Jend A.Yani Lorong Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang Sumatera Selatan
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Redoks
ISSN : 24772747     EISSN : 2622903x     DOI : http://dx.doi.org/10.31851
Core Subject : Engineering,
Redoks is a scientific Journal with registered number ISSN 2477274963 which managed and published by chemical engineering study program of Universit y PGRI of Palembang. The contains of articles are about chemical process, environment and others related about chemical engineering
Articles 168 Documents
Produksi Gas Hidrogen Dengan Proses Elektrolisis Air Laut Ditinjau Dari Konsentrasi KOH daffa zulfany; Erlinawati; Agus Manggala; Indah Pratiwi
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 2 (2024): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i2.15012

Abstract

Krisis energi bukan hanya menjadi isu di dunia, tetapi juga menjadi isu di Indonesia. Salah satu energi terbarukan dan ramah lingkungan yang berpotensi untuk dikembangkan ialah Hidrogen. Metode elektrolisis air adalah salah satu teknik pemisahan senyawa oksigen(O2) dan hidrogen(H2) yang terdapat pada air(H2O) dengan bantuan arus listrik yang merupakan teknologi yang bebas emisi, namun untuk mempercepat reaksi dan produksi hidrogen di butuhkan bantuan katalis agar dapat menghemat waktu reaksi dan meningkatkan produksi gas hidrogen. Dalam penelitian ini, dilakukan produksi gas hidrogen dengan menggunakan bahan baku air laut dengan penambahan elektrolit KOH dan variasi tegangan. Dalam hal ini konsentrasi yang digunakan adalah 0,005: 0,011; 0,017 dan 0,023 serta variasi tegangan 10 V, 11 V, dan 12 V. Dari hasil penelitian, produksi gas hidrogen teremdah pada konsentrasi 0,005 M dan tegangan 10 V yaitu sebesar 27,27 ml, sedangkan produksi gas tertinggi pada konsentrasi 0,023 M yaitu sebesar 122,29 ml. Dari hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa semakin besar konsentrasi larutan elektrolit maka semakin besar gas hidrogen yang dihasilkan,efisiensi elektrolisis semakin meningkat dikarenakan jumlah energi yang digunakan sebanding dengan jumlah hidrogen yang dihasilkan. efisiensi terendah pada konsentrasi 0,005 M dan tegangan 10 V yaitu sebesar 23,44 % dan tertinggi pada konsentrasi 0,023 dan tegangan 12 V yaitu sebesar 46,72 %.
Analisa Viskositas, Densitas, Dan Kandungan Air Pada Pelumas Bekas Yang Dijadikan Bahan Bakar Solar Hatina, Surya; Dewi Putri Yuniarti; Kemas Diaz Gistara; Ria Komala
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 2 (2024): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i2.15124

Abstract

Penggunaan pelumas kendaraan telah menjadi kebutuhan yang wajib dipenuhi tiap bulan atau pun rutin diganti paling lama setahun. Tidak acap kali bahwa penggunaan pelumas kendaraan begitu luas dari penggunaan mesin kendaraan, baik kendaraan ringan maupun berat sekalipun. Banyak kasus permasalahan terkait tentang pembuangan pelumas bekas langsung ke lingkungan tanpa adanya treatment yang di lakukan. Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan kembali pelumas bekas menjadi bahan bakar solar, dengan memakai bahan kimia tambahan H2SO4 dan NaOH. Pelumas yang dipakai adalah pelumas kendaraan roda dua, Honda AHM Oil MPX 1 10W-30 API SL 4T menggunakan pemanas dehydrator 90°C. Variabel yang digunakan yaitu volume pelumas bekas 50 mL, 75 mL dan 100 mL. Penambahan NaOH 5 gr, 8 gr, dan 10 gr, dan H2SO4 96% 5 mL, 8 mL, dan 10 mL. Parameter yang diamati adalah massa jenis (density), kekentalan zat (viskositas), dan kadar air (moisture). Dari analisa yang dilakukan didapatkan hasil terbaik dari beberapa sample uji, dengan nilai massa jenis 0,8267 g/cm3 pada nomor sample 2. Kekentalan zat 16,233 cP pada nomor sampel 2. Dan kadar air 0,51% pada nomor sampel 9.
Potensi Biomassa Laut Asal Pulau Timor Sebagai Bahan Baku Produksi Bioetanol Untuk Mengatasi Masalah Krisis Energi Dalam Mewujudkan Substainble Development Goals 7 Mikson Nahak; Sefrinus Maria Dolfi Kolo; Bria, Patrisius Maryanto
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 2 (2024): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i2.15348

Abstract

Pantai Atapupu dan Pantai Bolok yang berada di pulau Timor NTT sangat melimpah akan biomassalautnya. Namun kelimpahan biomassa laut yang ada di pulau Timor NTT tidak dimanfaatkan olehmasyarajat setempat sebagai bahan pangan dan masyarakat setempat hanya menganggap sebagailimbah yang merusak estetika pantai. Namun jika ditelusuri kandungan karbohidrat dari biomassabimassa tersebut sangat tinggi yakni mencapai 77%. Kandungan yang tinggi ini sangat berpotensiuntuk dikonversi menjadi bioetanol melalui proses hidrolisis menggunakan katalis asam, fermentasidan pemurnian (distilasi) untuk mengatasi masalah krisis energi dalam mewujudkan substainbledevelopment goals 7. Metode yang tepat untuk konversi biomassa laut yang berada di pulau TimorNTT yakni hidrolisis menggunakan katalis asam sulfat 3%, waktu pemanasan 50 menit, suhupemanasan 150C untuk menghasilkan kadar gula berkisar hingga 97,1 g/L. Sedangkan fermentasiterbaik dilakukan selama 7 hari menggunakan konsentrasi inokulum ragi 12% pada pH 4,5 untukmemperoleh bioetanol dengan konsentrasi berkisar hingga 43,40%. 0
Karakteristik Membran Keramik Berpori Berbahan Baku Bentonit Dan Zeolit Dengan Proses Ekstrusi Mayasari, Rizka; Miftahul Djana; Rosalia D.W; Hasrul Anwar; Muhammad Haviz
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 1 (2024): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i1.15361

Abstract

Pengembangan membran keramik berpori dengan memanfaatkan material alam sebagai bahan baku keramik berpeluang menjadi kajian yang relatif dan inovatif. Penelitian ini bertujuan membuat sampel produk membran keramik berpori berbahan baku bentonit, zeolit dan bahan aditif serbuk kayu menggunakan proses ekstrusi dengan variasi komposisi bahan bakunya. Pada penelitian ini dilakukan pengujian sifat fisik sampel produk yaitu susut volum, susut massa, densitas, porositas, dan serapan air.. Dari data hasil penelitian diperoleh kondisi optimum terjadi pada jenis sampel membran keramik CF1 dengan nilai susut volume 6 %, susut massa 4 %, uji densitas 1,347 gr/cm3, serta porositas dan serapan air masing- masing sebesar 22,64% dan 16,02%.  Penambahan serbuk kayu sebagai aditif menurunkan densitas, menaikan porositas dan daya serap air dari sampel. Sampel membran keramik berpori yang dihasilkan memiliki ukuran pori yang relatif seragam dengan rentang diameter sekitar 10 – 20 μm, sehingga dapat digunakan sebagai material filter.
Gasifikasi Limbah Tempurung Kelapa Sebagai Gas Bakar Pada Motor Bakar Empat-Tak Tiara
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 1 (2024): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i1.15402

Abstract

Energi merupakan kebutuhan pokok bagi kegiatan sehari-hari mulai dari kebutuhan rumah tangga sampai dengan kebutuhan di bidang industri. Di Indonesia pada umumnya masih menggunakan sumber energi yang tak terbarukan, sumber energi itu berasal dari minyak bumi, batubara, dan gas bumi. Karena tidak dapat diperbarui, hal ini menyebabkan adanya kekhawatiran akan terjadinya kekurangan energi yang besar di masa depan. Dengan adanya fakta tersebut maka akan dilakukan penelitian untuk memanfaatkan dan mengoptimalkan penggunaan dari energi terbarukan dengan salah satu metode yaitu dengan gasifikasi biomassa. Dengan bahan baku tempurung kelapa. Penelitian ini membahas pengaruh rasio udara bahan bakar terhadap komposisi gas hasil, stabilitas nyala api dan stabilitas nyala engine. Penelitian ini menggunakan rasio udara bahan bakar 0,79, 0,86, 1,086, 1,22, dan 1,30. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan kondisi operasi yang optimal pada temperatur 500oC dengan Rasio Udara Bahan Bakar yaitu 0,79 yang menghasilkan warna nyala api yang biru dengan kondisi engine stabil. Kemudian kandungan combustable gas tertinggi yang dihasilkan yaitu (8,067%CH4, 33,56%CO, 11,45%H2) pada konsisi operasi optimal 500oC dan Rasio Udara Bahan Bakar 0,79.
Pengujian 3 Tipe Blade Turbin Angin Poros Horizotal Dengan Sudut Kemiringan 12° dan Kecepatan Angin 3 Sampai 5 m/s Menggunakan NACA 6408 Muhammad Halil; Erizal; Lelawati
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 2 (2024): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i2.15445

Abstract

Energi terbarukan merupakan energi yang akhir-akhir ini banyak digunakan untuk menggantikan energi yang berasal dari fosil, selain energi terbarukan bersifat tidak terbatas dan dapat diperbaharui lagi, hal ini menjadi salah satu keunggulan dari energi terbarukan. Sumber energi terbarukan dapat berasal dari sinar matahari, aliran sungai dan angin. Diantara beberapa pilihan tersebut, Indonesia memiliki potensi angin yang bagus. Indonesia memiliki potensi angin yang bagus. Dimana perbedaan tekanan udara akan menghasilkan hembusan angin sehingga dapat dibuat alat rekayasa angin untuk memanfaatkannya seperti kincir angin. Kincir angin dapat mengubah angin menjadi energi listrik dengan prinsip angin akan menggerakan sudu-sudu kincir angin yang terhubung dengan poros generator tersebut dihasilkanlah energi listrik dari putaran kincir.angin. oleh sebab itu angin dapat untuk mennggerakan turbin angin. Pengujian di lakukan pada turbin angin poros horizontal dengan menggunakan 3 tipe blade Naca 6408 Taper, Inverse Taper, dan Taperlees diameter turbin 1000 mm, kemiringan turbin α= 12o pengujian dilakukan dengan kecepatan aliran angin 3 sampai 5 m/dt. Dari hasil pengujian di dapat Koefisien Daya dan Koefisen Torsi kecepatan angin 3,3 m/dt tertinggi pada tipe blade inverse taper nilai CTmax = 0,177, Koefisen Daya CPmax = 0,285.
Drying Chips Alat Pengeringan Kemplang Khas Palembang Berbasis Teknologi Solar Drying Pada Sentra Produksi Kemplang Keluruhan Lima Ulu Laut Indah pratiwi; Bimo Pamungkas; Tria Apriyanti; Pelid Sandi Prawata; Paisal; Dian Kurnia Sari
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 2 (2024): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i2.16048

Abstract

Penjemuran kerupuk kemplang bergantung kondisi cuaca sehingga laju waktu pengeringan kerupuk kemplang pada UMKM kerupuk kemplang lebih lama saat musim hujan, menyebabkan produk lembab dan berjamur. Tujuan peneliti membuat alat pengering panel surya ini agar kemplang lebih cepat kering dengan kadar air lebih rendah.  Metode yang digunakan jenis data primer menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil pengujian kadar air kerupuk kemplang dengan perbandingan pengeringan menggunakan  drying chips dengan direct sun drying yaitu, untuk waktu pengeringan kemplang dengan diameter 3,93 cm jika menggunakan direct sun drying memerlukan waktu 3 hari sedangkan jika menggunakan drying chips hanya memerlukan waktu 1 hari pengeringan. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa drying chips mampu mengeringkan  kemplang lebih cepat.   Kata Kunci: Laju waktu pengeringan, Panel surya,  Drying chips
Pengaruh Air Daur Ulang dalam Hydrothermal Treatment Biomassa Benih Kacang Panjang (Vigna Sinensis L) terhadap Komposisi Kimia dan Sifat Fisik Produk Cair Sari, Devi Kurnia; Rosalia Dwi Werena
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 2 (2024): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i2.16137

Abstract

Dalam dunia industri pertanian, biomassa menjadi produk samping yang sangat berlimpah dan dapat menjadi sumber energi dalam proses konversi. Salah satu biomassa berasal dari benih kacang panjang tidak layak atau rejected sehingga berakhir menjadi limbah padat. Hydrothermal Treatment merupakan salah satu teknik konversi biomassa menghasilkan sumber energi namun kendala dari proses hydrothermal treatment adalah produk samping berupa air dari proses pemanasan yang berlebihan serta mengandung beberapa senyawa kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan senyawa pada air dari hasil produk samping hydrothermal treatment biomassa benih kacang panjang dengan daur ulang air (recycle) sebagai tambahan untuk proses selanjutnya sebanyak 250 mL dan dilakukan 5 kali recycle dengan variasi temperatur yang digunakan 200℃ dan 220℃, rasio biomassa dan air sebesar 1:5 dengan residence time selama 60 menit. Hasil produk cair yang dianalisis dengan Gas Chromathography Mass Spectrometry menunjukkan bahwa kandungan senyawa 11-Octadecanoic Acid terdeteksi pada suhu 200℃ dan 220℃ pada daur ulang pertama dan kelima.
Pirolisis Campuran Biji Jarak Dan Biji Kapuk Dengan Katalis Zeolit Menjadi Syngas Dan Biochar Syahputri Aprellia; Irawan Rusnadi; Ida Febriana
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 2 (2024): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i2.16418

Abstract

Sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dapat berasal dari biji jarak dan biji kapuk, dimana nilai kalor masing-masing sebesar 8498 kal/gr dan 5758 kal/gr. Dalam hal ini, dilakukan penelitian dengan metode pirolisis yang bertujuan untuk menentukan pengaruh penggunaan jumlah katalis serta perbedaan rasio bahan baku biji jarak dan biji kapuk terhadap syngas untuk dilakukan perbandingan penelitian ini dengan penelitian sejenis dan biochar dengan mengacu pada standar mutu SNI 1683:2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode eksperimental dari variabel bebas dan terikat yang tergolong kedalam data primer. Variabel bebas diantaranya variasi rasio biji jarak dan biji kapuk serta jumlah katalis zeolit, sedangkan variabel terikat yaitu massa bahan baku dan temperatur operasi. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari hasil penelusuran kepustakaan. Produk syngas yang diperoleh dianalisis komposisi syngas dengan multi gas detector analyzer, sedangkan pada produk biochar dilakukan analisis proksimat dan nilai kalor. Pada penelitian ini diketahui bahwa, perbedaan rasio bahan baku serta peningkatan jumlah katalis dari 3% menjadi 5% berpengaruh terhadap produk hasil pirolisis. Pada produk biochar, diperoleh nilai kalor tertinggi sebesar 6513,46 kal/gr di variasi komposisi 50% biji jarak, 50% biji kapuk, dan 5% katalis. Hasil tersebut telah memenuhi standar arang kayu SNI 1683:2021. Pada syngas, diperoleh persentase CH4 tertinggi di variasi komposisi 75% biji jarak, 25% biji kapuk, dan 5% katalis  yaitu 45%.  
Pengaruh Variasi Volume Pelarut H2SO4 Terhadap Pencairan Sampah Plastik HDPE Dalam Reaktor Batch Okta Priadi; Alfernando, Oki; Lince Muis; Sarah Fiebrina Heraningsih; Feerzet Achmad; Aldillah Herlambang
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 2 (2024): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i2.15947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan rendemen minyak yang diperoleh dari limbah plastik HDPE dengan membandingkan bahan bakar minyak yang dihasilkan secara kuantitatif dan kualitatif. Pengolahan sampah plastik menggunakan proses pirolisis dilakukan dengan volume pelarut yang bervariasi (20%; 40%; 60%; 80%; 100%) yang dilakukan pirolisis selama 2 jam. Dalam suatu percobaan diperlukan 500 gram sampah plastik, 250 gram katalis dolomit dan % ml pelarut H2SO4 sesuai variasi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium SKL Jurusan Teknik Universitas Jambi dengan parameter yang diuji meliputi analisis volume, massa, %-yield, densitas dan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kuantitatif volume, massa dan % rendemen terendah terdapat pada variasi volume 20%, dan tertinggi pada variasi volume 100%. Hasil pengujian sampel produk CHP pada variasi pelarut 100% menggunakan instrumen GC-MS menunjukkan bahan bakar jenis bensin dengan rantai karbon C5-C12 sebesar 79,72% dan senyawa aromatik yang terkandung didalamnya sebesar 12,62%. Bahan bakar yang dihasilkan sesuai standar SNI 3506-2017 dengan jenis bensin RN 88 yang mempunyai massa jenis 0,7600 gram/ml.