cover
Contact Name
Muhrinsyah Fatimura
Contact Email
m.fatimura@univpgri-palembang.ac.id
Phone
+6282175967861
Journal Mail Official
jurnalredoks@univpgri-palembang.ac.id
Editorial Address
Program studi Teknik kimia UNiversitas PGRI Palembang Jl.Jend A.Yani Lorong Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang Sumatera Selatan
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Redoks
ISSN : 24772747     EISSN : 2622903x     DOI : http://dx.doi.org/10.31851
Core Subject : Engineering,
Redoks is a scientific Journal with registered number ISSN 2477274963 which managed and published by chemical engineering study program of Universit y PGRI of Palembang. The contains of articles are about chemical process, environment and others related about chemical engineering
Articles 168 Documents
Citric Acid Treatment Untuk Rekondisi Dan Penggunaan Kembali Mikrofilter Pada Instalasi Pengolahan Air Bersih Oktaviansyah, Ikbal; Rully Masriatini
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 1 (2024): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i1.13552

Abstract

Upaya untuk menggunakan kembali filter bekas terutama microfilter catridge dengan menggunakan chemical cleaning citric acid 2%. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa kemampuan microfilter bekas sehingga dapat digunakan kembali untuk pengolahan air bersih. Variasi sampel yang digunakan adalah lama perendaman menggunakan citric acid selama 12 jam dan 24 jam. Selanjutnya 5 buah microfilter catridge dimasukkan kedalam microfilter package dan dilakukan analisa pada inlet dan outlet peralatan tersebut dengan parameter turbidity, Fe, dan Color. Untuk hasil terbaik terdapat pada nilai outlet untuk parameter turbidity dan color pada microfilter catridge baru dengan microfilter catridge bekas melalui perendaman 24 jam adalah sama sebesar 0.5 NTU dan  0 PtCo sedangkan untuk parameter Fe hampir mendekati sama yaitu outlet pada microfilter catridge baru sebesar 0,10 mg/l dan untuk microfilter catridge bekas dengan perendaman selama 24 jam sebesar 0.50 mg/l. Semakin lama perendaman chemical cleaning dengan citric acid pada microfilter catridge bekas maka semakin bagus kondisi atau performance filter tersebut serta dengan hasil penelitian ini maka industri terutama pada instalasi pengolahan air dapat menggunakan metode ini sebagai langkah penghematan dalam penggunaan microfilter catridge baru
Sintesis Bioetanol Dari Limbah Pinang (Areca catechu L.) Dengan Microwave Irradiasi Menggunakan Katalis H2SO4 Oktaviani Nailheli; Sefrinus Maria Dolfi Kolo; Janrigo Klaumegio Mere; Bria, Patrisius Maryanto
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 1 (2024): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i1.13930

Abstract

Permintaan energi menjadi salah satu tantangan utama dunia, termasuk Indonesia. Sektor industri, transportasi, dan kebutuhan rumah tangga mengalami pertumbuhan yang pesat. Hal ini berbanding terbalik dengan penurunan produksi minyak bumi domestik secara alami. Konsekuensinya, krisis energi, penipisan cadangan bahan bakar fosil (energi tak terbarukan), dan kenaikan harga bahan bakar global menjadi tak terhindarkan. Dalam beberapa tahun terakhir, telah dilakukan penelitian untuk mendapatkan bahan bakar alternatif dari sumber daya alam terbarukan seperti bioetanol. Bioetanol adalah salah satu jenis sumber energi terbarukan yang saat ini masih dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif. Dalam penelitian ini, dilakukan produksi bioetanol dari limbah sabut aren dengan tujuan mengetahui pengaruh waktu hidrolisis menggunakan microwave terhadap kadar etanol yang dihasilkan. Metode penelitian ini terdiri dari persiapan sampel, hidrolisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis, analisis kualitatif etanol menggunakan larutan kalium dikromat, dan analisis kuantitatif etanol menggunakan HPLC. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kadar gula reduktan tertinggi yang diperoleh pada waktu hidrolisis 60 menit sebesar 41,1 g/L. Analisis kualitatif menggunakan kalium dikromat menunjukkan adanya etanol dalam fermentasi sabut aren ditandai dengan perubahan warna larutan kalium dikromat dari oranye menjadi biru saat ditambahkan ke hasil fermentasi. Dengan menggunakan konsentrasi inokulum 8%, diperoleh kadar etanol 18,88% yang dianalisis menggunakan HPLC.
Pemanfaatan Limbah Kulit Singkong Menjadi Bioetanol Dengan Variasi Waktu Fermentasi Ayu Saputri Saragih; Abdul Halim Daulay; Masthura
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 1 (2024): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i1.14154

Abstract

Di Indonesia konsumsi akan Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, hal ini berbanding terbalik dengan ketersediaannya. Bioetanol dapat dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM) tergantung tingkat kemurniannya. Tujuan dari penelitian ini: (i) untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi terhadap karakteristik bioetanol berbasis kulit singkong dan (ii) untuk mengetahui waktu fermentasi agar dihasilkan kadar bioetanol dengan karakteristik yang optimum. Pada penelitian ini Kulit singkong yang digunakan sebanyak 100 g, dengan proses pengeringan dijemur di bawah panas matahari selama 1 hari. Tahap selanjutnya hidrolisis menggunakan Aquades sebanyak 800 ml dan fermentasi menggunakan ragi (Saccharomyces cerevisiae) sebanyak 6 gram yang diperoleh secara komersil. Variasi waktu fermentasi bioetanol dari kulit singkong  yaitu 3 hari (sampel A), 5 hari (sampel B), dan 7 hari (sampel C). Proses destilasi menggunakan suhu 80  selama 2 jam. Teknik karakterisasi bioetanol terdiri atas kadar air, kadar bioetanol, nilai kalor, dan pH. Persyaratan mutu bioetanol mengacu pada SNI 7390:2012 tentang kadar bioetanol terdenaturasi untuk gasohol. Terdapat pengaruh waktu fermentasi terhadap karakteristik bioetanol berbasis kulit singkong. Seiring dengan bertambahnya waktu fermentasi maka akan terjadi peningkatan pada nilai kadar air yaitu 0,05% - 0,83%, kadar etanol yaitu 80,74% - 84,74%, nilai kalor yaitu 695,412 kkal/kg – 978,728 kkal/kg, dan pH adalah 3,5 - 4,0. Waktu fermentasi agar dihasilkan kadar bioetanol dengan karakteristik yang optimum didapat pada waktu 7 hari (sampel C) dengan hasil pengukuran kadar etanol yaitu 84,75%, karena kadar etanol lebih tinggi dari sampel lainnya dan hasil kadar etanol mendekati syarat mutu standar SNI 7390-2012.
Karakterisasi Karbon Aktif Pelet Kulit Kacang Tanah Dan Aplikasinya Pada Limbah Pewarna Sintesis Komala, Ria; Rina Dwi Oktaiani; Sisnayati; Dian Sari Dewi; Hendra Dwipayana; Nurlela
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 1 (2024): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i1.14155

Abstract

Kacang  tanah   (Arachis hypogaea L.)  merupakan   tanaman   yang  tergolong  famili   Leguminoceae,  Kacang   tanah   sendiri   terdiri  dari   biji   dan   kulitnya,   dimana   kulitnya    tidak   dapat  zdimanfaatkan  secara  optimal  dan limbahnya   masih   merugikan   bagi   lingkungan.   Kandungan  selulosa  pada kulit  kacang  tanah  cukup  tinggi   sehinnga   dapat   digunakan   sebagai  penyerap  karena gugus ―OH terikat  pada  selulosa. Pada penelitian kali ini karbon aktif pelet kulit kacang tanah  digunakan  sebagai adsorben untuk menurunkan kadar warna dan menetralisis PH limbah pewarna sintesis melalui proses Adsorbsi. Kulit Kacang tanah dikarbonisasi dengan suhu 450 o C selama 5 menit, kemudian diaktivasi dengan larutan NaCL pada konsentrasi 45% selama 2 hari. Karbon aktif  kulit kacang tanah dibuat menjadi pelet  sebanyak 100 gram dengan perbandingan komposisi penyusun adalah   karbon aktif kulit kacang tanah : zeolit : tanah Liat  sebesar   25% : 20%;55%(Sampel A) ,   50%;20%; 30% (Sampel B),   75%;20%;5%( Sampel C). Pelet karbon aktif kemudian dianalisa untuk mengetahui karektersitik   morfologi melalui uji SEM (Scanning Electron Microscopy) dan unsur-unsur penyusun karbon aktif pelet melalui uji EDS (Energy Disperese Spectroscopy). Dari hasil analisa menunjukkan morofologi pelet karbon aktif banyak terdapat pori tetapi bentuknya tidak homogen. Grafik spektrum EDS pellet karbon aktif menunjukkan adanya unsur karbon tertinggi pada sampel C  sebesar 70 % . Karbon aktif pelet dengan karakteristik tebaik  diaplikasikan ke llmbah pewarna sintesis melalui proses Adsorbsi dengan waktu kontak 180 menit, hasil analisa  didapat kenaikan pH  dari  4,2  menjadi 6.5. Sedangkan untuk kadar warna didapat persentase kenaikan sebesar 91,59%  yaitu dari sebesar 1843 TCU menjadi  155 TCU.    
Optimasi Waktu Fermentasi Untuk Peningkatan Kualitas Bioetanol Dari Limbah Ampas Tebu Utari, Dinda; Abdul Halim Daulay; Masthura
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 1 (2024): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i1.14160

Abstract

Sangat penting untuk meningkatkan penggunaan energi lain, terutama bahan bakar minyak. Bioetanol adalah sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk: (i) mengetahui pengaruh waktu fermentasi terhadap karakteristik bioetanol berbasis limbah ampas tebu, dan (ii) mengetahui waktu fermentasi optimum agar dihasilkan bioetanol dengan karakteristik yang memenuhi SNI 7390: 2012. Dalam penelitian ini menggunakan ampas tebu sebanyak 300 g. Melalui proses pretreatment, hidrolisis, fermentasi dan destilasi. Variasi waktu fermentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah A (5 hari), B (7 hari), dan C (9 hari). Analisis yang dilakukan pada bioetanol ini yaitu kadar air, kadar etanol, nilail kalor, dan pH. Seiring dengan lama waktu fermentasi maka terjadi peningkatan pada parameter kadar air  sebesar 0,23%-2,39% dan parameter nilai kalor 721,168 kkal/kg-1210,532 kkal/kg. Terjadi penurunan penurunan pada parameter 85,38%-89,70% dan parameter pH 4,5-3,7. Untuk parameter bioetanol dan nilai kalor peningkatan terjadi hingga mencapai titik optimum tertentu dan setelah itu mengalami penurunan.  Waktu fermentasi agar dihasilkan kadar bioetanol dengan karakteriksik yang optimum adalah 7 hari (sampel B) dengan kadar etanol 98,66%. Hal ini ditunjukkan dari nilai hasil pengukuran yang telah memenuhi SNI 7390-2012 dan nilai tersebut lebih tinggi dari sampel lainnya.
Pengaruh Karbon Aktif Tempurung Kelapa dan Karbon Aktif Industrial Terhadap Parameter Ammonia Pada Danau Sipin Oktaviansyah, Ikbal; Antonius Yudhis Hindriarsana; Husnah; Agus Wahyudi
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 2 (2024): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i2.14541

Abstract

Air danau merupakan potensi sumber bahan baku air bersih yang harus diolah terlebih dahulu, salah satunya adalah danau sipin. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui karakteristik karbon aktif tempurung kelapa dan karbon aktif industrial, (2) untuk mengetahui pengaruh karbon aktif tempurung kelapa dan karbon aktif industrial terhadap parameter ammonia pada air danau sipin. Karbon aktif dari tempurung kelapa mendapatkan nilai terbaik pada hasil karakteristik kadar air 2,40% dibanding karbon aktif industrial 2,85%, sedangkan untuk karbon aktif industrial mendapatkan niai terbaik pada karakteristik kadar abu 3,90%, kadar karbon terikat 78,03%, kadar zat terbang 18,70%, daya serap terhadap iodium 800,10 mg/gr dibanding karbon aktif tempurung kelapa yaitu kadar abu 6,36%, kadar karbon terikat 65,70%, kadar zat terbang 20,21%, daya serap terhadap iodium 780,40%. Karbon aktif dari tempurung kelapa dan karbon aktif industrial telah memenuhi SNI-06-3730-1995 untuk karakteristik. Karbon aktif tempurung kelapa memiliki pengaruh penurunan parameter ammonia terhadap air danau sipin sebesar 0,444 mg/l menjadi 0,153 mg/l sedangkan karbon aktif industrial memiliki pengaruh penurunan parameter ammonia pada air danau sipin sebesar 0,444 mg/l menjadi 0,080 mg/l. karbon aktif industrial merupakan karbon aktif terbaik dalam menurunkan kadar ammonia dibandingkan dengan karbon aktif tempurung kelapa. Karbon aktif tempurung kelapa dan karbon aktif industrial berpengaruh terhadap penurunan kadar ammonia pada air danau sipin serta telah memenuhi baku mutu PP No.22 Tahun 2021 (LampiranVI) sebesar maksimal 0,20 mg/l.
Pengaruh Penambahan Karbon Aktif Biji Durian Terhadap Penurunan Nilai Kadar Air Dan Asam Lemak Bebas Pada Minyak Jelantah Armais Mutiah Abdul Hidayat; Abdul Halim Daulay; Ety Jumiati
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 1 (2024): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i1.14551

Abstract

Reaksi penggunaan minyak jelantah secara berulang-ulang dapat ditanggulangi dengan cara adsorbsi pada minyak jelantah yaitu pemurnian pada minyak, maka dari itu bahan yang digunakan untuk pemurnian tersebut dilakukan menggunakan dari bahan biji durian sebagai karbon aktif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar air dan asam lemak bebas pada minyak jelantah menggunakan bahan karbon aktif biji durian untuk mendapatkan kualitas minyak jelantah berdasarkan SNI 7709-2019. Karbon aktif dapat digunakan untuk pemurnian minyak, menyerap suspensi koloid dan mengurangi jumlah peroksida yang tercipta selama pengurangan minyak. Variasi komposisi karbon aktif biji durian pada sampel A (20gram), sampel B (25gram), dan sampel C (30gram). Media pemurnian menggunakan kertas whatman 42, dengan waktu penyaringan selama 2 hari. Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen melalui pendekatan secara kuantitaif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemurnian yang optimal yaitu pada sampel C dengan penurunan nilai kadar air sebesar 0,01% dan asam lemak bebas sebesar 0,01% yang sesuai dengan perbandingan SNI 7709-2019 tentang minyak goreng.
Sintesis Bioetanol Dari Limbah Kulit Pisang Kepok Dan Limbah Sabut Pinang Sebagai Energi Terbarukan Bria, Patrisius Maryanto; Sefrinus Maria Dolfi Kolo
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 1 (2024): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i1.14653

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang produksi bioetanol dari limbah kulit pisang kepok dan limbah sabut pinang sebagai energi terbarukan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui berapa kadar gula pereduksi dan kadar bioetanol yang dihasilakan dari kulit pisang dan sabut pinang. Penelitian ini meliputi preparasi sampel, hidrolisis, fermentasi, distilasi, analisis kualitatif dan kuantitatif bioetanol. Kadar gula pereduksi yang diperoleh dari penelitian ini sebesar 57,88 g/L pada perlakuan KP.75%:SP.25%. Hasil analisis kualititatif positif mengandung bioetanol yang ditandai dari perubahan warna jingga menjadi hijau kebiruan dan konsentrasi bioetanol dari uji kuantitatif menggunakan hand refracrometer sebesar 39 % v/v.
Analisis Kadar Kalsium Oksida (CaO) Pada Batu Karang Di Pulau Kelagian Kecil Lampung Komis; legasari, leni; Amiliza Miarti; Tantri Oktari; Yuni Melwani
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 2 (2024): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i2.14774

Abstract

Batu karang memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO3) tinggi mencapai 95% yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber kalsium oksida. Kalsium Oksida (CaO) dapat diperoleh dari CaCO3 melalui reaksi dekomposisi pada suhu tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kadar CaO pada batu karang dan mengetahui karakteristik gugus fungsi CaO pada batu karang. Batu karang yang telah dihaluskan dikalsinasi pada suhu 700°C selama 2 jam, kemudian dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer FTIR. Hasil penelitian menunjukkan kadar CaO dari ketiga sampel yaitu 11,1552%; 10,5504 % dan 8,5568 %, dan hasil analisis karakterisasi menggunakan FT-IR menunjukkan adanya gugus fungsi CaO pada ketiga sampel yang berada didekat daerah sidik jari, yaitu pada bilangan gelombang 871 cm-1; 866 cm-1 dan 871 cm-1.
POTENSI SERABUT BUAH NIPAH SEBAGAI ADSORBEN ION-ION TERLARUT DALAM AIR LIMBAH STOCKPILE BATUBARA: POTENSI SERABUT BUAH NIPAH SEBAGAI ADSORBEN ION-ION TERLARUT DALAM AIR LIMBAH STOCKPILE BATUBARA Dimas Ferliant Putra; Parmin Lumban Toruan; Eddy, Syaiful
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 1 (2024): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i1.14871

Abstract

Batubara merupakan sumber energi tidak terbarukan. Area penyimpanan batubara (stockpile) dapat menyebabkan pencemaran lingkungan perairan. Pencemaran tersebut dapat diatasi dengan proses adsorpsi menggunakan adsorben bahan alami yang mengandung selulosa, hemiselulosa dan lignin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan adsorben serabut nipah dalam menyerap ion-ion terlarut dan penurunan kadar keasaman dari air limbah stockpile batubara. Metode penelitian ini berupa kegiatan survey pengambilan sampel stockpile di Keramasan Kertapati Palembang sedangkan buah nipah diambil di Hutan Lindung Air Telang (HLAT) Banyuasin II, kemudian dilanjutkan dengan eksperimen di Laboratorium Fisika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Palembang. Penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa serabut nipah dapat digunakan sebagai adsorben untuk menyerap ion-ion terlarut dalam stockpile batubara, yaitu semakin lama waktu kontak maka ion-ion terlarut semakin berkurang. Waktu kontak 180 menit, kadar ion-ion terlarut dalam stockpile batubara dapat terserap dengan persentase sebanyak 25,47% dari yang awal 1,511 hingga menjadi 1,126. Persentase nilai pH meningkat sebanyak 29% dari sebelum perlakuan 4.7 dan setelah perlakuan 6.1. Berdasarkan uji F bahwa waktu kontak berpengaruh nyata terhadap ion-ion terlarut dan pH.