cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CYCLOTRON
ISSN : 26145499     EISSN : 26145164     DOI : -
Jurnal Cyclotron merupakan jurnal yang diterbitkan oleh program studi teknik elektro Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli. Jurnal ini memfokuskan pada publikasi hasil penelitian dan artikel ilmiah tentang teknik ektro, Sistem Tenaga Listrik, Sistem Kontrol dan Teknik Pengaturan.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 02 (2024): CYCLOTRON" : 19 Documents clear
Optimalisasi Fungsi Sensor Prosonic Terhadap Kinerja Reclaimer Batubara di PT.SBI Tuban ponidi ponidi
CYCLOTRON Vol 7 No 02 (2024): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cl.v7i02.22723

Abstract

Penelitian ini memanfaatkan data dari sensor prosonic FMU41 sebagai input variable untuk membatasi pergerakan reclaimer saat digunakan menggaruk material batubara. Data yang diambil merupakan nilai jarak ujung membrane sensor dengan permukaan material. Kemudian pembacaan nilai jarak dari sensor dikonversi menjadi tegangan sinyal 4-20 mA, lalu ditransmisikan ke perangkat PLC untuk dijadikan variable utama pada program. Software yang digunakan untuk memodifikasi program PLC adalah Simatic manager S7. Variabel berupa sinyal tegangan itu dikonversi menjadi nilai real agar dapat digunakan sebagai masukan fungsi logika di Simatic manager S7. Fungsi logika tersebut memprogram pergerakan reclaimer pada saat beroperasi agar berada pada rentang jarak yang telah dikalkulasikan. Sehingga reclaimer akan selalu memiliki batas ujung dengan rentang jarak yang mengecil. Hasil penelitian menunjukkan setelah optimalisasi sensor dan dilakukan modifikasi terhadap program PLC dengan mengatur jarak optimal yakni 15 cm untuk perpindahan rentang jarak travel menunjukkan permukaan material batubara membentuk pola terasering karena reclaimer selalu bergerak dengan rentang jarak yang mengecil. Intensitas kinerja reclaimer saat digunakan operasi juga tinggi karena longsoran material tidak terjadi sehingga pergerakan reclaimer tidak terhambat dan motor-motor listrik tidak mengalami trip.
Potensi Pemanfaatan Kotoran Sapi untuk Bahan Bakar PLT Biogas di Kecamatan Bluto Desa Kapedi Belly Yan Dewantara
CYCLOTRON Vol 7 No 02 (2024): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cl.v7i02.22843

Abstract

Kenaikan kebutuhan energi, seiring dengan pertumbuhan populasi dan peningkatan konsumsi masyarakat, menyoroti kebutuhan mendesak akan solusi energi yang berkelanjutan. Dalam konteks ini, ketergantungan yang berkepanjangan pada bahan bakar fosil menghadirkan tantangan signifikan, dengan cadangan yang semakin menipis dan krisis penyediaan energi listrik yang muncul. Oleh karena itu, penelitian ini mengeksplorasi potensi biogas sebagai alternatif energi terbarukan di Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Melalui analisis terperinci, ditemukan bahwa biogas memiliki potensi besar untuk mengisi kebutuhan energi di desa tersebut. Dengan populasi sapi yang signifikan di Desa Kapedi, kotoran yang dihasilkan dapat diubah menjadi energi listrik dengan memanfaatkan instalasi biogas yang tepat. Temuan ini menyoroti potensi penting dari energi terbarukan dalam mengatasi krisis energi dan memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan lingkungan dan ekonomi lokal.
Studi Akurasi Sensor ECG AD8232 Terhadap ECG Simulator royan royan
CYCLOTRON Vol 7 No 02 (2024): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cl.v7i02.23095

Abstract

Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian terbesar di dunia. Berdasarkan informasi data WHO (World Health Organization). Pemeriksaan jantung perlu dilakukan. Jantung adalah organ penting yang bisa mempengaruhi kinerja dari organ lainnya. Sensor ECG AD8232 merupakan sensor yang murah dan banyak digunakan pada monitoring kesehatan jantung. Selain harganya yang murah Sensor ECG AD8232 juga mampu menyaring, mengekstrak, dan memperkuat sinyal biopotensial tubuh. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui kinerja Sensor ECG AD8232. Parameter HR (heart rate) dibandingkan dengan ECG simulator model ECP1202. Pengujian Sensor ECG AD8232 dilakukan dengan metode repeatabilty sebanyak 3 kali pada variasi HR 30, 60, 120, 180, 240. Manfaat dari penelitina ini adalah mengetahui tingkat akurasi Sensor ECG AD8232 sebagai sensor dan monitoring kesehatan jantung pada parameter HR
Evaluasi Sistem Proteksi Petir Eksternal pada Bangunan Pusat Perbelanjaan Studi Kasus Gedung XYZ Athaya Mahira; Aji Nur Widyanto; Faiz Husnayain; Ismi Rosyiana Fitri
CYCLOTRON Vol 7 No 02 (2024): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cl.v7i02.23283

Abstract

Sustainable Development Goals (SDGs) adalah 17 tujuan global yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengatasi berbagai tantangan global seperti kemiskinan, degradasi lingkungan, perdamaian, dan perubahan iklim. Salah satu tujuannya adalah poin 11, "sustainable cities and communities," yang bertujuan membuat kota dan pemukiman manusia inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Indonesia, dengan iklim tropisnya, rentan terhadap hujan petir yang bisa menyebabkan kerusakan elektronik, cedera, kematian, dan kebakaran. Dengan Indeks Kerawanan Petir (IKL) 45%, Jakarta adalah salah satu kota dengan risiko tinggi terhadap petir, sehingga penting untuk mengevaluasi sistem proteksi petir pada bangunan perkotaan. Salah satu bangunan yang banyak di Jakarta merupakan bangunan pusat perbelanjaan. Penelitian ini menganalisis risiko pada salah satu bangunan pusat perbelanjaan di Jakarta, Gedung XYZ, yang dilakukan berdasarkan standar nasional dan internasional. Sistem proteksi petir eksternal yang terpasang adalah Early Streamer Emission (ESE). Evaluasi dilakukan berdasarkan standar NF C 17-102 dengan fokus pada terminal udara, konduktor penyalur, dan sistem pentanahan. Empat skenario perbaikan area proteksi terminal udara ditawarkan: penggeseran, penambahan, penggantian batang penangkal, dan aplikasi sistem konvensional. Perbaikan sistem grounding melibatkan pemasangan ground ring electrode atau penambahan elektroda pentanahan di setiap sistem terminasi tanah.
Sistem Identifikasi Wajah Personal dan Hemat Daya dengan ESP32 dan OV2640 Berbasis Model ResNet-29 Muhamad Amirul Haq; Aswin Rosadi; Farid Wahyu Wicaksono
CYCLOTRON Vol 7 No 02 (2024): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cl.v7i02.23286

Abstract

Sistem identifikasi wajah memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari dan banyak diintegrasikan di berbagai aplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem identifikasi wajah yang hemat daya, terjangkau, dan dapat dikustomisasi menggunakan device ESP32-CAM dan metode jaringan syaraf tiruan. Metode tradisional identifikasi wajah sering kali menghadapi kesulitan dalam menangani variasi pose, pencahayaan, dan ekspresi wajah. Dengan menggunakan model jaringan syaraf tiruan, ResNet-29, sistem ini mampu menghasilkan embedding wajah yang akurat dan efisien untuk aplikasi real-time. Evaluasi sistem menunjukkan bahwa penggunaan ESP32-CAM sebagai perangkat pengambil gambar dan server video stream, serta komputer sebagai pemroses data, dapat meningkatkan akurasi dan keandalan sistem pengenalan wajah. Eksperimen kami menunjukkan model dapat mencapai akurasi 80% pada kondisi ekstrim.
Analisis Potensi Sungai Buai Pulau Tengah Kerinci Sebagai Sumber Energi Terbarukan Ekil Minda Putra
CYCLOTRON Vol 7 No 02 (2024): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cl.v7i02.23414

Abstract

Energi terbarukan merupakan energi yang bersumber dari alam yang dapat dimanfaatkan secara terus menerus, salah satu jenis energi terbarukan bisa dimanfaatkan yaitu energi air. Analisis Potensi Sungai Buai Pulau Tengah Kerinci Jambi Sebagai Sumber Energi Terbarukan ini bertujuan ntuk mengetahui potensi Sungai Buai Pulau Tengah Kerinci dengan perhitungan manual dan perhitungan menggunakan software Homer Pro. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui pengumpulan data dengan cara observasi langsung ke lokasi Sungai Buai Pulau Tengah Kerinci. Penelitian ini menghasilkan 2 lokasi yang berpotensi untuk di kembangkan yaitu, Lokasi 1 dengan debit 22,816 , head 2 m, diperoleh daya potensi sebesar 447,193 kW, daya turbin sebesar 402,474 kW, dan daya generator sebesar 382,350 kW. Lokasi 2 dengan debit 31.032 , head 3 m, diperoleh daya potensi sebesar 912,340 kW, Daya turbin sebesar 821,106 kW, dan daya generator sebesar 780,051 kW. Hasil perhitungan Homer Pro menunjukkan potensi daya lokasi 1 yang dihasilkan sebesar 402,885 kW dan lokasi 2 sebesar 821,945 kW. Berdasarkan besar daya yang di hasilkan dari kedua lokasi pada Sungai Buai jenis pembangkit energi tenaga air yang berpotensi untuk dikembangkan pembangkit listrik mikro hidro
Perancangan Company Profile untuk Bisnis dan Pemasaran Melalui Website PT. Inspiro Mahakarya Cirebon Dwi Ramadanu; Sugeng Suprijadi; Vidya Ikhwati
CYCLOTRON Vol 7 No 02 (2024): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cl.v7i02.23494

Abstract

Abstract— PT. Inspiro Mahakarya, perusahaan kerajinan rotan sintetis, menghadapi tantangan pengelolaan pesanan dan administrasi karena penggunaan metode manual, yang mengakibatkan keterlambatan dan kesalahan. Produk perusahaan memiliki nilai estetika tinggi dan diminati pasar, namun peningkatan permintaan menuntut adopsi sistem manajemen modern dan teknologi informasi untuk meningkatkan produktivitas dan layanan. Penelitian ini mengkaji pengelolaan PT. Inspiro Mahakarya melalui wawancara dengan pimpinan perusahaan, observasi langsung, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa strategi pemasaran saat ini, seperti penggunaan spanduk dan brosur, kurang efektif. Pembuatan website diharapkan dapat menjangkau pasar lebih luas, terutama di Cirebon, dan memudahkan promosi serta informasi produk. Kesimpulannya, website company profile PT. Inspiro Mahakarya dapat mempromosikan perusahaan secara luas, menghemat waktu dan biaya promosi, serta menyediakan informasi akurat tentang perusahaan dan produknya.
Analisis Efisiensi Penggunaan Listrik di Gedung Laboratorium Terpadu UMSurabaya Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Reynanda Bagus Widyo Astomo; Rudi Irmawanto
CYCLOTRON Vol 7 No 02 (2024): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cl.v7i02.23554

Abstract

Gedung 6 lantai merupakan salah satu sarana yang cukup banyak mengkonsumsi energi listrik. Dengan banyaknya fasilitas fasilitas yang disediakan guna mendukung kegiatan operasional dalam gedung, maka diperlukan juga beban-beban yang menunjang semua kegiatan dalam suatu gedung bertingkat. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan audit energi untuk pencapaian efisiensi listrik menggunakan pendekatan AHP (Analytical Hierarchy Process) dengan objeknya berupa Gedung Laboratorium Terpadu, di kampus UMSurabaya. Sehingga dapat diketahui tingkat konsumsi energi di Laboratorium Terpadu UMSurabaya beserta peluang maupun solusi-solusi penghematan yang dapat direkomendasikan kepada pengguna gedung. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa berdasarkan data tahun 2023, nilai IKE menunjukkan penggunaan energi di laboratorium cukup boros, dengan nilai IKE > 18,5 setiap bulan. Implementasi solusi alternatif yang telah dirancang menggunakan metode AHP menunjukkan pengurangan jam kerja fasilitas dengan skor 0,395 adalah kebijakan yang efektif dan memberikan dampak terbesar terhadap penghematan energi di gedung laboratorium terpadu.
Analisa Perbandingan Efisiensi Konversi Energi antara PV (Photovoltaic) Monocrystalline 50 WP dan Polycrystalline 50 WP Pada Berbagai Intensitas Cahaya Maulana, Muhammad Yusuf; Pramono Jati, Budi; Widihastuti, Ida
CYCLOTRON Vol 7 No 02 (2024): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cl.v7i02.21821

Abstract

Ada 2 jenis photovoltaic (PV) atau panel surya, yaitu jenis monocrystalline dan jenis polycrystalline. Monocrystalline berbahan dasar silikon murni sedangkan polycrystalline berbahan dasar silikon campuran. Permasalahan dalam panel surya adalah perbedaan efisiensi dan karakteristik dalam konversi energi pada intensitas cahaya. Untuk mengetahui perbedaan efisiensi dan karekteristik tersebut maka dilakukan pengukuran produksi energi pada PV monocrystalline 50W dan polycrystalline 50W. Paper ini membahas tentang analisa perbandingan efisiensi konversi energi dari kedua jenis panel surya tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode true experimental research atau pengukuran secara langsung. Pengukuran dilakukan dengan cara memberi beban lampu dan mengukur produksi energi PV monocrystalline 50W dan polycrystalline 50W secara bersamaan dari pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB. Tujuanya adalah untuk mendapatkan data waktu, sudut matahari, intensitas cahaya yang dikonversi menjadi irradiasi, tegangan, arus, dan daya produksi konversi energi terhadap pengaruh perubahan intensitas cahaya. Hasil dari penelitian ini adalah pada panel surya jenis polycrystalline saat nilai intensitas cahaya tertinggi sebesar 119260 lux tercatat pada pukul 12.00 WIB dengan niliai irradiasi terhitung 989,86 w/m2 menghasilkan nilai output tertinggi yaitu tegangan sebesar 15,3 V dan arusnya sebesar 1,51 A. Pada panel surya jenis monocrystalline, ketika pada pukul 12.00 WIB tercatat nilai intensitas cahaya tertinggi sebesar 119269 lux dengan nilai irradiasi terhitung 989,93w/m2 menghasilkan nilai output tertinggi yaitu tegangan sebesar 17.2 V dan arusnya sebesar 1.62 A. Hasil perhitungan efisiensi berdasarkan data yang didapatkan adalah panel surya jenis monocrystalline mempunyai efisiensi yang lebih besar dibandingkan dengan polycrystalline, panel surya jenis monocrystalline menghasilkan efisiensi sebesar 8,2 % sedangkan panel surya jenis polycrystalline mengasilkan efisiensi sebesar 7,9 %.
Analisis Pengaruh Suhu Terhadap Daya Output pada Panel Surya Monocrystalline dan Polycrystalline 50 Wp atikah, nur; Pramono Jati, Budi; Nugroho, Dedi
CYCLOTRON Vol 7 No 02 (2024): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cl.v7i02.21822

Abstract

Ada 2 jenis panel surya yaitu jenis monocrystalline dan jenis polycrystalline. Permasalahan dalam panel surya adalah perbedaan pengaruh suhu terhadap efisiensi dan karakteristik dalam konversi energi daya output pada panel surya monocrystalline dan polycrystalline. Untuk mengetahui perbedaannya maka dilakukan pengukuran produksi energi pada PV monocrystalline 50W dan polycrystalline 50W masing-masing dengan cara didinginkan dan tidak didinginkan dengan air, untuk mempertahankan suhu menjadi normal. Paper ini membahas tentang pengaruh suhu terhadap daya output pada panel surya monocrystalline dan polycristaline. Tujuannya adalah dengan menurunkan suhu pada panel surya akan menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi. Metode yang digunakan dengan metode air pendingin dan tanpa air pendingin. Parameter yang digunakan dengan metode adalah suhu permukaan panel, sudut terhadap posisi matahari, tegangan, arus dan daya output pada panel, pengambilan data dilakukan dari jam 07.00-17.00 WIB, dengan waktu pengukuran diambil 4 kali setiap 30 menit. Hasil dari penelitiann ini adalah pada puncak tertinggi output daya panel di jam 12.00 WIB, dengan hasil tertinggi pada panel surya monocrystalline. Bahwa ketika panel surya dengan air pendingin didapat hasil lebih efisien dan didapat hasil pada panel surya monocrystalline lebih bagus dibandingkan polycrystalline. Dari hasil penelitian didapat hasil yang terbaik adalah pada saat panel surya monocrystalline dengan air pendingin pada jam 12.00 WIB dengan suhu 26 °C, arus 1,69A, tegangan 18,8V, dan daya 31,772W. Hasil yang kedua panel surya monocrystalline tanpa air pendingin pada jam 12.00 WIB dengan suhu 50 °C, arus 1,67A, tegangan 16,9V, dan daya 28,223 W. Hasil yang ketiga panel surya polycrystalline dengan air pendingin pada jam 11.30 WIB dengan suhu 30 °C, arus 1,56A, tegangan 16,5V, dan daya 25,74 W. Hasil yang empat panel surya polycrystlaline tanpa air pendingin pada jam 12.00 WIB dengan suhu 52 °C, arus 1,62A, tegangan 15,4V, dan daya 24,948W. Kata kunci: Monocrystalline, polycrystalline, Tegangan, Arus, Suhu, Daya.

Page 1 of 2 | Total Record : 19