cover
Contact Name
Eko Susanto
Contact Email
ekobkummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
guidena15ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling
ISSN : 20889623     EISSN : 24427802     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
(E-ISSN 2442-7802) (P-ISSN 2088-9623) is a peer-reviewed scientific Open Access journal published by Universitas Muhammadiyah Metro collaboration with Association of Guidance and Counseling Indonesia (ABKIN). The scope besides Guidance and Counseling as well psychology and education. Published twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 3 (2021)" : 8 Documents clear
Efektivitas Pelatihan Psychological First Aid (PFA) Perempuan Korban Pelecehan Seksual Terhadap Empati Mahasiswa Psikologi Unibi Kuswartanti, Dyah Rachman; Widhyastuti, Cahayaning; Annisa, Nida Muthi
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v11i3.4241

Abstract

Sexual harassment against women is increasing. Data from the National Commission of Violence Against Women (Komnas Perempuan) shows that the number of sexual violence increased by 6% in 2019. And the most reported was Cyber Gender-Based Violence (KBGS). Most women feel ashamed and find it difficult to report sexual harassment because there are still many views Indonesian people who view this as taboo. Victims of Sexual harassment need first aid to cope with their experience as a victim that could trigger a traumatic experience. UNIBI psychology students are expected to have good empathy in helping people because they are considered to be more knowledge and skill. This research examined the empathy of UNIBI psychology students when they know or see sexual harassment before (pre-test) and after (post-test) doing Psychological First Aid (PFA). In this research, researchers used the one-group pre-test post-test design experimental method to see differences in empathy before and after treatment. The measurement of empathy in this study used the Interpersonal Reactivity Index (IRI) empathy scale with 18 respondents. Analysis of the research data using paired samples t-test analysis with a significance result of 0.325; p > 0.05. these results indicate that giving Psychological First Aid (PFA) to female victims of sexual harassment is not effective in increasing the empathy of UNIBI psychology students.Keywords: psychological first aid (PFA); sexual harassment; empathy Dari tahun ke tahun tindak pelecehan seksual terhadap perempuan semakin meningkat. Data yang diperoleh dari Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menunjukkan bahwa jumlah kasus kekerasan seksual mengalami peningkatan sebesar 6 % di tahun 2019. Kekerasan seksual yang paling banyak diadukan adalah Kekerasan Berbasis Gender Siber (KBGS). Kebanyakan perempuan merasa malu dan merasa sulit untuk melaporkan pelecehan seksual yang dialaminya karena masih banyak pandangan masyarakat Indonesia yang memandang hal tersebut sebagai stuatu hal yang tabu. Korban pelecehan seksual membutuhkan pertolongan pertama untuk mengatasi kejadian yang mampu memicu pengalaman traumatik. Sebagai mahasiswa psikologi UNIBI, diharapkan memiliki empati yang baik dalam membantu orang yang membutuhkan karena dianggap lebih paham dan terampil untuk mengatasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat empati mahasiswa psikologi UNIBI ketika mengetahui atau melihat pelecehan seksual sebelum (pre-test) dan setelah (post-test) melakukan Psychological First Aid (PFA). Dalam mencapai tujuan penelitian ini, peneliti menggunakan metode eksperimen the one group pretest-posttest design untuk melihat perbedaan empati sebelum dan setelah dilakukannya treatment. Pengukuran empati dalam penelitin ini menggunakan skala empati Interpersonal Reactivity Index (IRI) dengan sampel dalam penelitian berjumlah 18 orang mahasiswa Psikologi. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis paired sample t-test dengan hasil signifikansi sebesar 0.325; p > 0.05. Hasil tersebut menunjukan bahwa pemberian Psychological First Aid (PFA) perempuan korban pelecehan seksual tidak efektif meningkatkan empati mahasiswa psikologi UNIBI.Kata kunci: psychological first aid (PFA); perempuan; pelecehan sekual, empati
Efektivitas Pelatihan Metode Kurt Lewin Untuk Peningkatan Konsep Diri Siswa Peserta Kesetaraan Kejar Paket C di Denpasar Bali Pujiwati, Brigita; Widyana, Rahma
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v11i3.4191

Abstract

This study aims to create a program as an option for people who want to equalize education. Unfortunately, the stigma in the community regarding this program has not been so good. The result also impacts students who are participants in the package pursuit program who lack self-concept. Students need to have a self-concept so that they can achieve quality education. Through a good self-concept, one can absorb optimally any given subject. Based on this urgency, this study was presented to know the effectiveness of the Kurt Lewin training method to improve the self-concept of students participating in the package C equivalency pursuit in Denpasar Bali. This research uses observation and interview methods. The research was carried out directly on all ten students pursuing package C, totaling ten students. The intervention was carried out by applying the Force-Field Theory, which Kurt Lewin initiated. The implementation of this theory consists of three stages, namely (1) the unfreezing stage, (2) moving, and (3) refreezing. The results obtained after the intervention showed that both teachers and students internally desired to change for the better. Support from outside the school environment, in this case, the family, is also good. Constraints encountered are limited time and consistency of implementation in the long term considering that self-concept is a process that requires consistency in its implementation.Keywords: training, Kurt Lewin method, student self-concept AbstrakProgram kejar paket menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin melakukan penyetaraan Pendidikan. Sayangnya, stigma yang ada di masyarakat terkait program ini belum begitu baik. Akibatnya juga berdampak pada siswa yang menjadi peserta program kejar paket yang kurang memiliki konsep diri. Konsep diri penting dimiliki siswa agar Pendidikan yang berkualitas dapat tercapai. Melalui konsep diri yang baik maka apapun materi yang diberikan dapat diserap dengan optimal. Didasarkan pada urgensi tersebut maka penelitian ini hadir dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan metode kurt lewin dalam upaya peningkatan konsep diri siswa peserta kesetaraan kejar paket C di Denpasar Bali. Penelitian ini menggunakan metode observasi serta wawancara. Penelitian dilaksanakan secara langsung terhadap keseluruhan anak didik kejar paket C yang berjumlah 10 siswa. Intervensi yang dilakukan dengan penerapan teori Force-Field Theory yang dicetuskan Kurt Lewin. Implementasi teori ini terdiri dari tiga tahap yaitu (1) tahap unfreezing, (2) moving, (3) refreezing.  Hasil yang diperoleh setelah dilakukan invervensi menunjukkan bahwa secara internal baik guru maupun siswa juga memiliki keinginan untuk berubah ke arah yang lebih baik. Dukungan dari luar lingkungan sekolah dalam hal ini pihak keluarga juga baik. Kendala yang ditemui adalah keterbatasan waktu serta konsistensi pelaksanaan dalam jangka panjang mengingat bahwa konsep diri merupakan proses yang membutuhkan konsisten dalam pelaksanaanya.Kata kunci: pelatihan, metode kurt lewin, konsep diri siswa
The Effect of Resilience on Student Psychological Distress During Pandemic Khotimah, Khusnul; Panggabean, Aninda Namira; Ardianti, Tiara
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v11i3.4112

Abstract

The COVID-19 pandemic has forced students to obey government regulations to conduct online lectures. It is not uncommon for students to feel stressed due to the many demands of lectures and worry about being infected with the virus. This study aims to determine the extent of the effect of resilience on students' psychological distress during the pandemic. The data collection technique is non-empirical and is carried out online and offline. The research subjects were 200 active students pursuing undergraduate education in Malang. The results showed a negative effect between resilience and student psychological distress during the pandemic. Psychological distress in students is dangerous if it is not resolved immediately. The importance of resilience will significantly help students prevent or overcome the stress that occurs primarily during the pandemic. The advantage of this research is that it relates to most students who feel stressed so that it can become new knowledge for students or other readers.Keywords: resilience; psychological distress; the covid-19 pandemicAbstrakPandemi covid-19 memaksa mahasiswa untuk menaati peraturan pemerintah untuk melaksanakan perkuliahan secara daring. Tidak jarang mahasiswa merasa stres akibat banyaknya tuntutan perkuliahan dan khawatir akan tertulas virus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh resiliensi terhadap distress psikologis mahasiswa di masa pandemi. Teknik pengumpulan data yaitu non empirik, yang dilakukan dengan cara daring dan luring. Subjek penelitian sejumlah 200 mahasiswa aktif yang menempuh pendidikan S1 di Malang.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh negatif antara resiliensi terhadap distress psikologis mahasiswa di masa pandemi. Distress psikologis pada mahasiswa merupakan hal yang berbahaya jika tidak segera diselesaikan. Pentingnya resiliensi akan sangat membantu mahasiswa untuk mencegah ataupun mengatasi stres yang terjadi terutama di masa pandemi. Kelebihan dari penelitian ini yaitu sangat relate dengan kebanyakan mahasiswa yang merasa stress, sehingga dapat menjadi pengetahuan baru bagi mahasiswa atau pembaca lainnya.Kata kunci: resiliensi; distress psikologis; pandemi covid-19
Current Issues Related to Athlete Motivation in the Perspective of Literature Review Sin, Tjung Hauw; Sari, Suci Nanda; Susanto, Eko
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v11i3.5123

Abstract

Recent studies on athlete motivation have been widely carried out in the last five years. Almost all studies identify subjects that can influence athlete motivation. The purpose of the study in this article was to obtain significant information related to the research topic "athlete motivation". The study design used is a systematic review. The reference data collection was collected in the last five years (2017-2022). Data interpretation was carried out based on the results of the exploration of the 78 selected articles. The results of this study obtain related information; (1) the issue of intervention related to the development of athlete motivation, (2) gender issue related to the motivational differentiation of male and female athletes. And (3) other external issues that affect athlete motivation.Keywords: athlete motivation; intervention; gender; literature review AbstrakStudi terkini tentang motivasi atlet sudah banyak dilakukan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hampir semua studi mengidentifikasi subjek yang dapat mempengaruhi motivasi atlet. Tujuan studi pada artikel ini dilakukan untuk mendapatkan informasi signifikan terkait topik penelitian “motivasi atlet”. Desain studi yang digunakan adalah systematic review. Koleksi data referensi dikumpulkan dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2017-2022). Interpretasi data dilakukan berdasarkan hasil eksplorasi dari 78 artikel yang terpilih. Hasil studi ini memperoleh informasi terkait; (1) isu intervansi terkait pembinaan motivasi atlet, (2) isu gender terkait diferensiasi motivasi atlet laki-laki dan perempuan. Dan (3) isu-isu eksternal lainnya yang mempengaruhi motivasi atlet.Kata kunci: motivasi atlet; intervensi; gender; literatur review
“Just The Way You Are”: Self-Compassion, Community Social Support & Self-Acceptance of Parents With Down Syndrome Children Septania, Sovi; Ridhowati, Vicilia
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v11i3.4382

Abstract

Abstract Parents with down syndrome children often experience difficulties with self-acceptance of their child’s special needs. Parents cover up the child’s condition from society, alienate the child from social activities, do not facilitate with required therapy, and eventually impact general parenting given. Parents who moved by child need to open up to join a community with other parents with down syndrome children as a necessity for social support. Internally, parents who can accept the weaknesses and strengths of their children are one the characteristics of self-compassion. This study aims to analyze the impact of self-compassion and community social support on parents’ self-acceptance. Using quantitative research methods with Likert scales consists of all instruments (self-compassion, community social support, and self-acceptance scale). They are analyzed with multiple regression techniques and purposive sampling with 50 respondents involved. The results showed that self-compassion and community social support contribute to the self-acceptance of parents with down syndrome children by 52.8 % (p<0.01). Separately, community social support had a 39.9% impact, while self-compassion had a 43.9% impact on the self-acceptance of parents with down syndrome children. Keywords: down syndrome children; community social support; self-acceptance; self-compassionAbstrakOrang tua dengan anak down syndrome seringkali mengalami kesulitan dalam proses penerimaan diri terhadap kondisi anak. Tidak jarang orang tua menutupi kondisi anak dari lingkungan sosial. Orang tua yang mampu menerima segala kekurangan dan kelebihan anak menjadi salah satu ciri self-compassion. Selain itu, perasaan kesamaan situasi dengan orang tua lain yang memiliki anak down syndrome dalam sebuah komunitas memberikan rasa dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh self-compassion dan dukungan sosial komunitas terhadap penerimaan diri orang tua dengan anak down syndrome. Instrumen penelitian menggunakan tiga skala jenis likert yaitu skala self-compassion, skala dukungan sosial komunitas dan skala penerimaan diri orang tua. Metode penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sampling melibatkan 50 responden. Analisis hipotesis dengan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan self-compassion dan dukungan sosial komunitas berpengaruh terhadap penerimaan diri orang tua dengan anak down syndrome sebesar 52.8% (p < 0.01). Secara terpisah, dukungan sosial komunitas berpengaruh sebesar 39.3% dan self-compassion sebesar 43.9% terhadap penerimaan diri orang tua dengan anak down syndrome.Kata kunci: anak down syndrome; dukungan sosial komunitas; penerimaan diri; self-compassionAbstract Parents with down syndrome children often experience difficulties in the process of self-acceptance of their child’s special needs. Parents cover up the child’s condition from society, alienate child from social activities, do not facilitate with required therapy, eventually impact on general parenting given. Parents who moved by child’s need open to join community with other parents with down syndrome children as necessity for social support. Internally, parents who are able to accept weaknesses and strengths of their children are one of the characteristics of self-compassion. This study aims to analyze the impact of self-compassion, community social support to parents’ self-acceptance. Using quantitative research methods with likert scales consist of self-compassion, community social support and self-acceptance scale which analyzed with multiple regression technique and purposive sampling with 50 respondents involved. The results showed that self-compassion and community social support contribute to self-acceptance of parents with down syndrome children by 52.8 % (p<0.01). Separately, community social support had 39.9% impact, while self-compassion had 43.9% impact to self-acceptance of parents with down syndrome children.[A1]  Keywords: down syndrome children, community social support, self-acceptance, self-compassion  AbstrakOrang tua dengan anak down syndrome seringkali mengalami kesulitan dalam proses penerimaan diri terhadap kondisi anak. Tidak jarang orang tua menutupi kondisi anak dari lingkungan sosial. Orang tua yang mampu menerima segala kekurangan dan kelebihan anak menjadi salah satu ciri self-compassion. Selain itu, perasaan kesamaan situasi dengan orang tua lain yang memiliki anak down syndrome dalam sebuah komunitas memberikan rasa dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh self-compassion dan dukungan sosial komunitas terhadap penerimaan diri orang tua dengan anak down syndrome. Instrumen penelitian menggunakan tiga skala jenis likert yaitu skala self-compassion, skala dukungan sosial komunitas dan skala penerimaan diri orang tua. Metode penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sampling melibatkan 50 responden. Analisis hipotesis dengan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan self-compassion dan dukungan sosial komunitas berpengaruh terhadap penerimaan diri orang tua dengan anak down syndrome sebesar 52.8% (p < 0.01). Secara terpisah, dukungan sosial komunitas berpengaruh sebesar 39.3% dan self-compassion sebesar 43.9% terhadap penerimaan diri orang tua dengan anak down syndrome. Kata kunci: anak down syndrome, dukungan sosial komunitas, penerimaan diri, self-compassion [A1]Tambahkan kesimpulan secara singkat pada akhir abstrak
The Role of Counseling Teachers in Efforts to Improve Student Achievement During the Covid-19 Pandemic Junaid, Uswatun Hasanah; Mahmudah, Fitri Nur
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v11i3.4309

Abstract

Since the Covid-19 pandemic was declared by the world health organization (WHO) as a global disease, all sectors of life have implemented health protocols, including the education sector. If the distance learning policy is carried out in the long term, it is feared that it will negatively impact. Impact on children, among others; students drop out, achievement decline, violence against vulnerable children occurs, student discipline decreases, and learning motivation decreases. The empowerment of school counselors is one of the solutions to various student problems during the pandemic. The research method used is qualitative, with data collection techniques using observation and interviews. The research procedure uses the Miles & Huberman model. Data analysis was carried out using Atlas.ti software version 8. The results of this study indicate that there are eight roles of school counselors in improving student learning achievement during the pandemic. The roles of school counselors include; acting as a consultant, maximizing online tutoring, communication, flexibility in receiving and providing guidance, creating comfort, solving student problems, developing achievement, motivating, and building creativity. This role is carried out as an effort by the School Counselor so that students can maintain learning achievement and remain productive during a pandemic.Keywords: pandemic; the role of school counselor; achievement; students Sejak pandemi Covid-19 dinyatakan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) sebagai penyakit global, semua sektor kehidupan menerapkan protokol kesehatan termasuk sektor pendidikan. Jika kebijakan pembelajaran jarak jauh dilakukan dalam jangka waktu yang panjang dikhawatirkan dapat berdampak negatif. Dampak pada anak antara lain; siswa putus sekolah, prestasi menurun, terjadi kekerasan terhadap anak rentan, kedisiplinan siswa menurun dan motivasi belajar juga menurun. Pemberdayaan Konselor Sekolah menjadi salah satau solusi pada berbagai permasalahan siswa di masa pandemi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Prosedur penelitian menggunakan model Miles & Huberman. Analisis data dilakukan dengan menggunakan software Atlas.ti versi 8. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada delapan peran konselor sekolah dalam meningkatkan prestasi belajar siswa selama masa pandemi. Peran konselor sekolah diantaranya; bertindak sebagai konsultan, memaksimalkan bimbingan online, komunikasi, keluwesan dalam menerima dan memberikan bimbingan, menciptakan kenyamanan, mengatasi masalah siswa, mengembangkan prestasi, memberi motivasi dan membangun kreativitas. Peran ini dilakukan sebagai upaya dari Konselor Sekolah agar siswa dapat mempertahankan prestasi belajar dan tetap produktif di tengah pandemi.Kata kunci: pandemi; peran konselor sekolah; prestasi; siswa
The Development of Self-Direction and Self-Regulation Skills to Improve the Effectiveness of Learning of High School Students Suherman, Suherman
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v11i3.5137

Abstract

In the 21st century, life is packed with challenges and the search for identity in an adolescent developmental phase; high school students are faced with the demands of a constantly changing environment, open and diverse opportunities and choices, and increasingly fierce competition. Therefore, students need to have self-direction and self-regulation skills to live their lives effectively and face their future in a more directed manner. Students with inadequate self-direction and self-regulation skills can encounter many problems and developmental experience confusion, indecision, and immaturity. This study aims to discover guidance and counseling strategies to help young students develop self-direction and self-regulation skills to undergo the learning process more effectively and independently. The research and development method was used. The respondents were ten school counselors and 643 high school students in the West Java Province of Indonesia. Research produces Self-Direction and Self-Regulation Skills Development Guidelines for High School Students. These guidelines are proven effective in fostering students’ self-direction and self-regulation skills, which include: initiative, autonomy, self-regulation, and responsibility.Keywords:  adolescence; a time of crisis; self-direction skills; effective learning process Di abad 21, kehidupan penuh dengan tantangan dan pencarian jati diri dalam fase perkembangan remaja; Siswa SMA dihadapkan pada tuntutan lingkungan yang terus berubah, peluang dan pilihan yang terbuka dan beragam, serta persaingan yang semakin ketat. Oleh karena itu, siswa perlu memiliki keterampilan mengarahkan diri dan mengatur diri sendiri untuk menjalani kehidupannya secara efektif dan menghadapi masa depan mereka secara lebih terarah. Siswa dengan pengarahan diri dan keterampilan pengaturan diri yang tidak memadai dapat menghadapi banyak masalah dan mengalami kebingungan, keragu-raguan, dan ketidakdewasaan perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi bimbingan dan konseling untuk membantu siswa muda mengembangkan keterampilan pengarahan diri dan pengaturan diri untuk menjalani proses pembelajaran secara lebih efektif dan mandiri. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan. Respondennya adalah sepuluh guru BK dan 643 siswa SMA di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Penelitian menghasilkan Pedoman Pengembangan Keterampilan Self-Direction dan Self-Regulation untuk Siswa SMA. Pedoman ini terbukti efektif dalam membina keterampilan mengarahkan dan mengatur diri siswa, yang meliputi: inisiatif, otonomi, pengaturan diri, dan tanggung jawab.Kata kunci: masa remaja; saat krisis; self-direction skills; proses belajar yang efektif
Guidance and Counseling Programs That Can Be Implemented to Improve Student Work Readiness Setiawati, Setiawati; Azkiyah, Nurul; Budiamin, Amin
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v11i3.5138

Abstract

Sixth-semester students are 19-22 years old to be declared as early adult individuals. The tasks of early adult development include choosing a spouse/marriage partner and starting to work in a position. The sixth-semester student work readiness is still worried about the lack of knowledge and competence to support their future careers. This study aims to: 1) describe the level of student work readiness; and 2) describe guidance and counseling programs that can be implemented to improve student work readiness. This research was conducted on students of S-1 Guidance and Counseling students class of 2017 FIP UPI. This research is a descriptive quantitative research method with work readiness variables. The research sample consisted of 74 students with a sampling technique using a nonprobability sampling approach with a saturated sampling technique that did not allow every member of the population not to be selected as a sample. The reliability test result is 0.76, which means it has reliability in the reliable category. The results showed: (1) readiness for the work of S-1 Guidance and Counseling students class of 2017 FIP UPI were in the very ready category as many as 13 students with a percentage of 17.57%, (2) ready category as many as 51 students with a percentage of 68.91%, and (3) there were ten students in the unprepared category with a percentage of 13.51% so that there are 61 students from 74 students who are in the ready and less ready categories.Keywords: early adult; work readiness; guidance and counselingMahasiswa semester enam berada pada rentang usia 19-22 tahun sehingga dapat dinyatakan sebagai individu dewasa awal. Tugas perkembangan dewasa awal meliputi memilih pasangan/pasangan nikah dan mulai bekerja dalam suatu posisi. Kesiapan kerja mahasiswa semester enam ini masih dicemaskan dengan minimnya pengetahuan dan kompetensi yang akan menunjang karir masa depan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan tingkat kesiapan kerja siswa; dan 2) mendeskripsikan program bimbingan dan konseling yang dapat dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapan kerja siswa. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa S-1 Bimbingan dan Konseling angkatan 2017 FIP UPI. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode penelitian variabel kesiapan kerja. Sampel penelitian berjumlah 74 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan pendekatan nonprobability sampling dengan teknik sampling jenuh yang tidak memungkinkan setiap anggota populasi tidak dipilih sebagai sampel. Hasil uji reliabilitas sebesar 0,76 yang berarti reliabilitas dalam kategori reliabel. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kesiapan kerja mahasiswa S-1 Bimbingan dan Konseling angkatan 2017 FIP UPI berada pada kategori sangat siap sebanyak 13 mahasiswa dengan prosentase 17,57%, (2) kategori siap sebanyak 51 siswa dengan persentase 68,91%, dan (3) terdapat 10 siswa dalam kategori tidak siap dengan persentase 13,51%. Sehingga terdapat 61 siswa dari 74 siswa yang berada pada kategori siap dan kurang siap.Kata kunci: dewasa awal; kesiapan kerja; bimbingan dan konseling

Page 1 of 1 | Total Record : 8