cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
embrio@unipasby.ac.id
Editorial Address
Program Studi S1 Kebidanan FIKes Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Jl. Dukuh Menanggal XII, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
EMBRIO : Jurnal Kebidanan
ISSN : 20898789     EISSN : 27147886     DOI : https://doi.org/10.36456/embrio
Core Subject : Health,
Jurnal EMBRIO is the bachelor midwifery journal at PGRI Adi Buana University in Surabaya, (P-ISSN: 2089-8789 and E-ISSN: 2714-7886). Which publish articles in midwifery, including: birth pregnancy, labor, childbirth; baby; family planning; reproductive health; complementary midwifery care. Publication schedule: May and November. This journal publishes scientific papers that discuss the results of research studies and literature reviews as well as the latest issues and trends occuring.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG PENGGUNAAN PERMAINAN EDUKATIF DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK PRASEKOLAH USIA 3 – 4 TAHUN Sa'adah, Siti; Iswati, Retno Setyo
EMBRIO Vol 1 (2012): EMBRIO (APRIL 2012)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.vol1.no0.a1209

Abstract

Proses tumbuh kembang anak di pengaruhi banyak faktor, secara garis besar terbagi dua faktor yaitu faktor genetik dan biofisikopsikososial. Orang tua memiliki peran penting dalam optimalisasi perkembangan seorang anak. Banyak ibu yang masih belum mempunyai pengetahuan yang benar tentang penggunaan permainan edukatif terhadap perkembangan sosial pada anak. Desain penelitian ini menggunakan korelasi product moment, dengan populasi seluruh ibu dan anak usia 3-4 tahun di PAUD pembangunan Dsn. Melanggeng Kab. Lamongan bulan Juni tahun 2011 sebanyak 50 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling dan instrumen penelitian yaitu kuesioner dan ceklist. Hasil penelitian diperoleh data bahwa responden yang memiliki pengetahuan cukup sebesar 52%, sedangkan anak yang memiliki perkembangan sosial baik juga sebesar 52%. Hasil perhitungan menggunakan korelasi product moment didapatkan hipotesis diterima, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang penggunaan permainan edukatif dengan perkembangan sosial anak prasekolah usia 3-4 tahun.
HUBUNGAN OBESITAS TERHADAP PRE EKLAMPSIA PADA KEHAMILAN DI RSU HAJI. SURABAYA Sumiati, Sumiati; Fitriyani, Dwi
EMBRIO Vol 1 (2012): EMBRIO (APRIL 2012)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.vol1.no0.a1215

Abstract

Seseorang disebut mengalami obesitas apabila berat badan naik melampaui 20% dari berat badan normal dan kejadian tersebut berdampak pada penyakit sertaan, misal diabetes gestasional, hipertensi, gagal jantung, pre eklampsia, dsb. Sedangkan Pre eklampsia adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Kejadian Pre Eklampsia menduduki nomor 2 mencapai 24% Angka Kematian Ibu di Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif cross sectional dengan populasi Ibu hamil dengan usia kehamilan >20 minggu di RSU Haji. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampel yang berjumlah 30 responden, Berdasarkan hasil penelitian dari 30 responden yang terbanyak kejadian Pre Eklampsia Berat dengan Obesitas Ringan yakni 9 orang (30%),dan paling sedikit kejadian Pre Eklamsia Berat dengan pasien tidak Obesitas dan kejadian Pre Eklampsia Berat dengan Obesitas Berat masing-masing 1 orang (3.33%). Dari hasil penelitian ini maka peneliti harus lebih meningkatkan KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) kepada masyarakat khususnya ibu hamil dengan berat badan berlebih atau obesitas tentang tanda bahaya pada kehamilan dan pengaturan pola makan melalui konsultasi tenaga medis (dokter/ bidan).
Pengetahuan Ibu Tentang Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Dengan Papsmear (Studi Kasus Di Bps Lilik Farida Surabaya) sumiati, sumiati
EMBRIO Vol 2 (2013): EMBRIO (JANUARI 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.vol2.no0.a1221

Abstract

Deteksi dini kanker leher rahim di Indonesia masih jarang ditemui, hal ini disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat tentang pentingnya deteksi dini kanker leher rahim , khususnya pada wanita usia reproduksi yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor dan karakteristik ibu. Di Indonesia angka kematian ibu yang terjangkit kanker leher rahim masih sangat tinggi yang disebabkan oleh banyak hal salah satunya adalah bahan makanan yang banyak mengandung zat kimia. Tujuannya mengidentifikasi pengetahuan ibu tentang deteksi dini kanker leher rahim dengan papsmear berdasarkan usia, pendidikan, dan pekerjaan. Desain penelitian menggunakan metode statistik deskriptif persentasi. Jumlah sampelnya ditetapkan sebanyak 30 responden akseptor KB pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan total sampling. Data diambil dengan menggunakan kuisioner, setelah data terkumpul diteliti kembali apakah data sudah cukup baik dan dapat disiapkan untuk proses berikutnya. Hasil penelitian diperoleh 30 responden secara umum memiliki pengetahuan baik 11 responden (37%), yang berpengetahuan cukup 13 responden (43%), yang berpengetahuan kurang 6 responden (20%). Berdasarkan usia responden yang berusia 20 – 30 thn didapatkan pengetahuan baik 11 responden (100 %), pengetahuan cukup 11 responden (85%) dan pengetahuan kurang 3 responden (50%). Berdasarkan pendidikan didapatkan hasil : pengetahuan baik 4 responden (37%) dengan pendidikan SD – SLTP dan Perguruan Tinggi, pengetahuan cukup 7 responden (54%) dengan pendidikan SLTA dan sebanyak 6 responden (10%) dengan pendidikan SD – SLTP. Berdasarkan pekerjaan didapatkan hasil : pengetahuan baik 7 responden (63%) pengetahuan cukup 8 responden (62%) dan pengetahuan kurang 1 responden (100%) tidak bekerja. Adapun saran yang disampaikan, peneliti berharap dapat mengubah pola pikir masyarakat yang mengenyampingkan pemeriksaan papsmear dan tenaga kesehatan dapat meningkatkan upaya promotif menggalakkan penyuluhan khususnya untuk kesehatan reproduksi wanita diberbagai wilayah tidak hanya kota saja tetapi juga daerah yang sulit dijangkau.
Studi Tentang Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak Usia 3-4 Tahun Iswati, Retno Setyo
EMBRIO Vol 2 (2013): EMBRIO (JANUARI 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.vol2.no0.a1229

Abstract

Pola asuh adalah cara orang tua mendidik anak dan membesarkan anak yang dipengaruhi oleh banyak factor. Pola asuh yang diterapkan akan mempengaruhi perilaku dan pola tumbuh kembang anak. (Markum, 2007). Membentuk perilaku sehat anak dimulai sejak usia dini. Anak yang mendapatkan pesan kesehatan yang intens semenjak usia 0-6 tahun memiliki harapan lebih besar untuk berperilaku sehat di masa mendatang. (Adiwiryono, 2011). Tujuan penelitian adalah studi tentang pola asuh orang tua terhadap perilaku hidup bersih dan sehat anak usia 3 – 4 tahun di desa Buncitan Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Dalam penelitian digunakan metode deskriptif , desain penelitian cross sectional dengan populasi seluruh ibu dan anak usia 3-4 tahun di Desa Buncitan Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo tahun 2012 sejumlah 34 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling dan instrument penelitian yaitu kuesioner dan ceklist. Analisis menggunakan persentase. Hasil penelitian diperoleh data bahwa sebagian besar responden menerapkan pola asuh pemanja (32,4%) sedangkan anak yang menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagian besar secara tidak mandiri (61,7%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua yang diterapkan mempengaruhi anak dalam berperilaku hidup bersih dan sehat.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN PELAKSANAAN SENAM NIFAS DENGAN KECEPATAN PROSES INVOLUSI UTERUS Ningrum, Nyna Puspita
EMBRIO Vol 1 (2012): EMBRIO (APRIL 2012)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.vol1.no0.a1230

Abstract

At the time of pregnancy and delivery ligaments, pelvis diaphragm and facia were tightly stretched, eventually rotundum became loose and cause the uterus fall backward. To recover the tissue a post natal exercises need to be done. By doing the post natal exercise enabled the stretching of muscle tone of the abdominal and perineum, recover the venous pelvic, increase the uterus contraction that can smoothly passed of the lochea and speed up involution process. The aim of research was to analyze the relation between the phase of post natal knowledge and exercises with the velocity involution of the uterus. The research applied a Quasy Experiment design. Populations involved in this research were all physiologist post natal in RB/KIA “Endang ” in Sidoarjo July 2010. The samples were collected using consecutive sampling, to analyze the relation between variables, used Chi Square test. The result showed that there was a correlation between post natal knowledge and exercises with the velocity of uterus involution where of p = 0,000 > = 0,05 so there is a need to increase health promotion means about post natal exercises, hence forth post natal exercise helped post partum mother to regain their condition.
DAMPAK LATIHAN INTENSITAS BERAT PADA FUNGSI IMUN TUBUH hayati, hayati
EMBRIO Vol 4 (2014): EMBRIO (MARET 2014)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.vol4.no0.a1234

Abstract

Pemberian rangsang fisik berulang pada tubuh dapat menyebabkan proses adaptasi yang mencerminkan peningkatan kemampuan fungsional tetapi jika besarnya rangsangan tidak cukup untuk proses pembebanan, maka tubuh tidak akan mengalami proses adaptasi.Sebaliknya jika rangsang terlalu besar yang tidak dapat ditoleransi oleh tubuh akan menyebabkan jejas dan mengganggu keadaan homeostasis pada sistem tubuh. Latihan intensitas tinggi dapat meningkatkan hormone epinephrine dan cortisol di plasma yang dikenal sebagai efek immunomodulator Dampak negatif dari latihan akan muncul khususnya pada latihan intensitas berat, seperti penurunan sistem imun sehingga seorang atlet akan lebih gampang mengalami infeksi. Kejadian infeksi pada para atlet yang sedang dalam pemusatan latihan sudah banyak dilaporkan berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya, tetapi masih belum jelas aspek-aspek ilmiah manakah yang paling merusak sistem imun dan lebih rentan terhadap infeksi. Jadi respon imun pada tubuh sebagai akibat dari latihan belum diketahui dengan jelas. Beberapa hasil penelitian belum ada kesepakatan mengenai beban dan bentuk latihan fisik yang meningkatkan atau menurunkan ketahanan tubuh. Secara umum penelitian menunjukkan bahwa latihan fisik intensitas tinggi menimbulkan kerusakan respon ketahanan tubuh, sedangkan pada laihan intensitas sedang belum ada kesepakatan dalam kesamaan hasil terhadap respon imun.
HUBUNGAN ANTARA USIA DAN PARITAS DENGAN LETAK SUNGSANG PADA IBU BERSALIN Supartini, Supartini; Mudzolifah, Siti
EMBRIO Vol 1 (2012): EMBRIO (APRIL 2012)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.vol1.no0.a1237

Abstract

Letak sungsang adalah janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong di bagian bawah kavum uteri. Menurut Manuaba (2001), kejadian letak sungsang sekitar 3-4 %, tetapi mempunyai angka morbiditas dan mortalitas janin yang tinggi. Di RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya kejadian persalinan letak sungsang sebanyak 5%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dan paritas dengan letak sungsang pada ibu bersalin di RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya.Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan teknik Simple Random Sampling, mengambil 255 sampel dari populasi sebanyak 1400 ibu bersalin di RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya. Analisis data menggunakan tabulasi silang dengan uji chi-squaer.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 255 ibu bersalin di RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya, sebanyak 63 orang (24,70 %) mengalami letak sungsang, ibu bersalin mayoritas usia tidak beresiko (20-35 tahun), dan ibu bersalin mayoritas nonprimi (multipara atau grandemultipara).Setelah dilakukan uji chi-square dengan α = 0,05 didapatkan Ho ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia dan paritas dengan letak sungsang pada ibu bersalin di RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG ASI DENGAN MENYUSUI SECARA DINI DI RSIA PRIMA HUSADA SIDOARJO murti, Krisna
EMBRIO Vol 4 (2014): EMBRIO (MARET 2014)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.vol4.no0.a1243

Abstract

Air susu ibu merupakan makanan paling baik untuk bayi, juga terbukti dapat mencegahpenyakit pada bayi dan memberi manfaat bagi ibu, keluarga dan masyarakat. Namun cakupanASI eksklusif di Indonesia masih rendah. Kurangnya pengetahuan ibu nifas tentang manfaatASI menyebabkan ibu mudah beralih kepada pemberian susu formula dengan berbagai alasanantara lain : produksi ASI kurang, ibu bekerja, ingin dianggap modern dan pengaruh orang lain.Tujuan dari penelitian ini : menganalisis hubungan pengetahuan ibu nifas tentang manfaat ASIdengan menyusui secara dini di RSIA Prima Husada SidoarjoMetode yang digunakan dalam penelitian ini : merupakan metode penelitian deskriptifobsevasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebesar 30 orang ibu nifas yang dirawat di RSIA Prima Husada Sidoarjo. Variabel bebas adalah pengetahuan ibu tentang manfaatASI dan karakteristik ibu nifas, sedangkan variabel terikatnya adalah pemberian ASI secaradini. Lembar kuisoner digunakan untuk mengumpulkan data yang sudah diukur validitas danreliabilitasnya dan selanjutnya data dianalisis dengan chi-ssquare test dengan bantuankomputer program SPSSHasil penelitian : Sebagian ibu nifas (63,3%) tingkat pengetahuannya tentang manfaat ASItermasuk katagori kurang, lebih dari separuh ibu nifas di RSIA Prima Husada (56,7%) tidakmemberikan ASI secara dini. Hasil analisis statisti menunjukkan bahwa tingkat penetahuan ibunifas tentang manfaat ASI berhubungan signifikan dengan menyusui secara dini (p<α 0,05)Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu nifas tentang manfaat ASIdengan menyusui secara dini. Hendaknya bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkanpromosi ASI eksklusif dan tidak memperkenalkan atau menganjurkan pad ibu menyusui untukmembarikan susu formula sebagai pengganti ASI, dan hal ini dapat dimulai sejak ibu hamilmemeriksakan kehamilannya pada petugas kesehatan
ANALISIS TENTANG PARITAS DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN DI RSUD SIDOARJO Azaria, Damarati; Pujiningsih, Yulia
EMBRIO Vol 1 (2012): EMBRIO (APRIL 2012)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.vol1.no0.a1244

Abstract

Ketuban pecah dini merupakan komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan. Ketuban pecah dini adalah pecahnya ketuban satu jam sebelum terdapat tanda- tanda persalinan. Faktor-faktor yang berhubungan erat dengan ketuban pecah dini sulit diketahui. Kemungkinan adalah infeksi, golongan darah ibu dan anak tidak sesuai, multi graviditas (paritas), merokok, defisiensi gizi (vitamin C), inkompetensi servik, polyhidramnion, riwayat ketuban pecah dini, kelainan selaput ketuban. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendapatkan data paritas dengan kejadian ketuban pecah dini pada ibu bersalin di RSUD Sidoarjo. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif dengan desain penelitian cross sectional yang pengambilan sampelnya dilakukan secara probablility sampling dan tipe yang digunakan adalah sampel random. Jumlah populasi selama bulan April-Mei 2011 sebanyak 340 orang dan jumlah sampelnya sebanyak 183 orang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada 183 ibu bersalin didapatkan sebanyak 138 orang (75,41%) tidak mengalami ketuban pecah dini dan sebanyak 45 orang (24,59%) mengalami ketuban pecah dini. Dari 71 orang ibu primipara, 55 orang (77,46%) tidak mengalami ketuban pecah dini dan 16 orang (22,54%) mengalami ketuban pecah dini, sedangkan dari 101 ibu multipara 76 orang (75,24%) tidak mengalami ketuban pecah dini dan 25 orang (24,76%) mengalami ketuban pecah dini, Dan dari 11 orang ibu grande multipara, 7 orang (63,64%) tidak mengalami ketuban pecah dini dan 4 orang (36,36%) mengalami ketuban pecah dini. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa sebagian besar ibu bersalin 101 orang (55,20%) adalah multipara.Sebagian besar ketuban pecah dini dialami oleh grande multipara sebanyak 4 orang (36,36%). Sebagian besar ibu bersalin 138 orang (75,41%) tidak mengalami ketuban pecah dini.
Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Pada Ibu Bersalin di Rumah Bersalin Ny. Soegiarti Surabaya. marliandiani, yefi
EMBRIO Vol 4 (2014): EMBRIO (MARET 2014)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.vol4.no0.a1247

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir. Rendahnya pengetahuan ibu, motivasi ibu dan sikap ibu yang kurang mendukung IMD menjadi faktor dari ibu bersalin terhadap kegagalan IMD. Pelaksanaan IMD dilakukan oleh Bidan yang memfasilitasi dan ibu harus saling mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang pelaksanaan IMD pada ibu bersalin. Desain penelitian digunakan metode Deskriptif Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin normal di RB Ny. Soegiarti Surabaya. Sampel sebanyak 30 responden dengan kriteria inklusi yaitu ibu dan bayi yang dilaksanakan IMD. Teknik sampling purposive sampling. Variabel pada penelitian ini adalah Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini, sedangkan Sub variabelnya adalah posisi bayi, upaya mencegah bayi kedinginan, bayi mencari putting susu, lamanya bayi menyusu. Teknik analisis data menggunakan statistic deskriftif persentase dengan instrument kuesioner. Hasil penelitian diperoleh bahwa dari 30 responden langkah-langkah pelaksanaan IMD yaitu bayi ditengkurapkan di dada atau perut ibu sebanyak 30 responden (100%) dilakukan dengan tepat, kulit bayi melekat dengan kulit ibu tanpa dialasi kain 26 responden (87%) dilakukan dengan tepat, upaya mencegah bayi kedinginan dengan kepala bayi dapat dipakaikan topi dan diselimuti pada daerah punggung bayi 20 responden (67%) dilakukan tepat, bayi dibiarkan untuk mencari sendiri puting susu ibunya dan bayi tidak dipaksakan ke puting susu 9 responden (30%), bayi tetap dibiarkan dalam posisi kulitnya bersentuhan dengan kulit ibu sampai proses menyusu pertama selesai atau selama 1-2 jam 14 responden (47%). Pelaksanaan IMD di RB. Soegiarti kurang maksimal karena masih ada langkah yang kurang tepat. Pelaksanaan IMD harus lebih ditingkatkan. Diharapkan kepada para bidan agar meningkatkan kemampuan dan pengetahuan tentang IMD dengan mengikuti pelatihan-pelatihan dan seminar-seminar tentang IMD agar pelaksanaan IMD dapat dilaksanakan secara optimal dan terus-menerus.