cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
embrio@unipasby.ac.id
Editorial Address
Program Studi S1 Kebidanan FIKes Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Jl. Dukuh Menanggal XII, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
EMBRIO : Jurnal Kebidanan
ISSN : 20898789     EISSN : 27147886     DOI : https://doi.org/10.36456/embrio
Core Subject : Health,
Jurnal EMBRIO is the bachelor midwifery journal at PGRI Adi Buana University in Surabaya, (P-ISSN: 2089-8789 and E-ISSN: 2714-7886). Which publish articles in midwifery, including: birth pregnancy, labor, childbirth; baby; family planning; reproductive health; complementary midwifery care. Publication schedule: May and November. This journal publishes scientific papers that discuss the results of research studies and literature reviews as well as the latest issues and trends occuring.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
HUBUNGAN PENCEMARAN UDARA DENGAN KEJADIAN BBLR DI RUANG NEONATUS RSUD SIDOARJO ningrum, nyna Puspita; Nurahmawati, Lina Wahyu
EMBRIO Vol 9 (2017): EMBRIO (NOVEMBER 2017)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.vol9.no1.a726

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari 2500 gram atau sampai dengan 2499 gram. Kejadian BBLR dapat disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah pencemaran udara akibat dari paparan zat – zat racun seperti asap rokok, asap kendaraan, asap pabrik yang dapat mempengaruhi kualitas udara. Ibu hamil yang terpapar zat – zat racun secara terus menerus dapat menghambat pertumbuhan janin sehingga akan beresiko untuk terjadinya BBLR. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pencemaran udara dengan kejadian BBLR. penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik, sedangkan berdasarkan waktunya termasuk penelitian retrospektif.Populasi pada penelitian ini adalah bayi BBLR yang ada di ruang Neonatus RSUD Sidoarjo sejumlah 42 orang dengan besar sampel 38 orang, Variabel yang diteliti terbagi menjadi variabel independen yaitu pencemaran udara dan variabel dependen yaitu BBLR. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tentang pencemaran udara dan data sekunder dari rekam medik. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel kemudian dianalisis dengan uji statistik Chi Square. Hasil uji chi kuadrat didapatkan c2 hitung = 5,55 nilai ini lebih besar dari c2 tabel = 3,84 sehingga Ho ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pencemaran udara dengan kejadian BBLR di RSUD Sidoarjo. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagaian besar responden, pada saat hamil sering terpapar oleh sumber pencemaran udara seperti asap pabrik, asap kendaraan, asap rokok sehingga mempengaruhi pertumbuhan janin dalam rahim dan mengakibatkan terjadinya BBLR.
Sikap Primigravida Pranikah terhadap Kehamilannya di Wilayah Kerja Puskesmas Taman-Sidoarjo Roifah, Nur Eka; Rihardini, Tetty
EMBRIO Vol 3 (2013): EMBRIO (AGUSTUS 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.vol3.no0.a1108

Abstract

Diperkirakan sekitar 200-300 juta kehamilan yang tidak diinginkan terjadi akibat perilaku seks bebas, khususnya di kalangan remaja. Remaja di Indonesia pun sudah mulai lebih bertoleransi terhadap gaya hidup seksual pranikah.Akibatnya terjadi peningkatan kehamilan yang tidak diinginkan di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap primigravida yang mengalami kehamilan pranikah terhadap kehamilannya karena pengalamankehamilan pranikah yang dihadapimembentuk sikap positif ataupun negatif dari individu terhadap kehamilannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptifcross sectional, dengan penelitian populasi yang menggunakan seluruh populasi yang terdata sebagai sampel.Variabel yang diteliti dalam penelitian iniadalah sikap primigravida yang mengalami kehamilan pranikah terhadap kehamilannya dengan sampel 20 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah presentase. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2013 di wilayah kerja dari Puskesmas Taman-Sidoarjo. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa sikap primigravida yang mengalami kehamilan pranikah terhadap kehamilannya yakni 11orang (55%) menunjukkan sikap negatif (menolak) dan hanya 9 orang (45%) menunjukkan sikap positif (menerima). Diharapkan kepada keluarga dan masyarakat untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap wanita yang mengalami kehamilan pranikah. Seharusnya keluarga dan masyarakat bisa membantu wanita yang mengalami kehamilan pranikah beradaptasi dengan kehamilannya sehingga tidak mempengaruhi kesehatan ibu dan janin.
Perbedaan Bounding Attachment Pada Ibu Nifas Yang Memberikan Inisiasi Menyusu Dini Dengan Yang Tidak Memberikan Inisiasi Menyusu Dini (Studi Kasus Di RSUD Sidoarjo 2013) Ambarati, Lestari Okta; Sumiati, Sumiati
EMBRIO Vol 3 (2013): EMBRIO (AGUSTUS 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.vol3.no0.a1112

Abstract

Bounding Attachment terjadi pada kala IV, dimana diadakan kontak antara ibu dan bayi dan berada pada ikatan kasih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbedaan bounding attachment pada ibu nifas yang memberikan inisiasi menyusu dini dengan yang tidak memberikan inisiasi menyusu dini di RSUD Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan desain penelitian observasional menggunakan rancangan penelitian cohort. Sampel yang digunakan adalah ibu bersalin yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 30 ibu nifas. Teknik sampling yang digunakan adalah Puposive Sampling. Pengumpulan data diperoleh pada tanggal 14 Juni – 14 Juli 2013, dengan cara mengisi lembar checklist melalui observasi langsung pada ibu nifas. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 ibu nifas yang menjadi responden, 15 ibu ( 50 % ) berhasil dilakukan IMD, sedangkan yang 50% tidak diberikan IMD karena kondisi ibu dan bayi yang tidak memungkinkan. Hasil penelitian diperoleh 50% ibu yang memberi perlakuan IMD : 47% mempunyai interaksi positif dan 3% mempunyai interaksi negatif, sedangkan 50% ibu yang tidak memberikan perlakuan IMD, 43% mempunyai interaksi negatif dan 7% mempunyai interaksi positif. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan bounding attachment pada ibu nifas yang memberikan inisiasi menyusu dini dengan yang tidak memberikan inisiasi menyusu dini. Saran yang dapat diberikan kepada petugas kesehatan hendaknya patuh dan disiplin dalam melaksanakan kegiatan IMD dimana selain bermanfaat meningkatkan bounding attachment juga untuk meningkatkan program pemerintah untuk pemberian ASI Esklusif.
Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Pola Tidur Bayi Usia 1-3 Hari Di Ruang Neonatusrsia Kirana Sidoarjo Astrilya, Nuur Hayati; Murti, Krisna
EMBRIO Vol 3 (2013): EMBRIO (AGUSTUS 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.vol3.no0.a1121

Abstract

Pada umumnya bayi mudah terserang penyakit karena bayi belum mampu/belum memiliki daya tahan tubuh yang baik/kuat, oleh sebab itu orang tua harus berpartisipasi dalam merawat bayi sebelum sakit dan ketika sakit. Adanya fenomena bahwa akan terdapat perbedaan antara pola tidur bayi yang tidak diberikan pemijatan secara lengkap dan yang diberikan pemijatan lengkap, gambaran perbedaan ini dapat dilihat dari pola tidur bayi, yang mendapat pemijatan lengkap akan lebih pulas tidurnya dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan pemijatan secara lengkap, karena bayi akan sering mengalami frekuensi bangun setiap 6 jam tidur, bisa lebih 6 kali bangun. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui adanya pengaruh pijat bayi terhadap pola tidur bayi usia 1-3 hari di Ruang Neonatus RSIA Kirana Sidoarjo.Dalam penelitian digunakan metode analitik dengan desain penelitian Cross Sectional metode deskriptif yang pengambilan sampelnya dilakukan secara consecutif sampling. Populasi dalam penelitian adalah sebagian bayi usia 1-3 hari sejumlah 33 bayi. Instrumen dalam pengumpulan data menggunakan observasi. Analisis data dengan menggunakan uji statistik chi square. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa dari 30 bayi, 21 bayi (70%) pelaksanaan pijat bayi terbanyak diberikan pijat secara lengkap, 22 bayi (73,3%) pola tidur bayi setelah diberikan pijat bayi terbanyak dengan pola tidur tidak terganggu. Dari hasil pengujian dengan chi-square bahwa 2 hitung>2 tabel sehingga hasil analisis signifikan. Artinya ada pengaruh pijat bayi terhadap pola tidur bayi usia 1-3 hari di RSIA Kirana Sidoarjo. Disarankan agar orang tua mencari pengetahuan dan tata cara pemijatan yang baik dan benar terutama bagi orang tua yang mempunyai bayi usia 1-3 hari melalui berbagai informasi seperti penyuluhan, demonstrasi dan pemberian leaflet yang dapat dilakukan oleh petugas kesehatan.
Hubungan Antara Teknik Meneran Dengan Ruptura Perinium Pada Ibu Bersalin Yang Selama Kehamilan Mengikuti Senam Hamil (Studi Kasus Di Bpm Ny. Wiwik S. Aengsareh Sampang) Alfiani, Safrita Arlina; Marliandiani, Yefi
EMBRIO Vol 3 (2013): EMBRIO (AGUSTUS 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.vol3.no0.a1122

Abstract

Penyebab robekan perineum umumnya terjadi pada faktor predisposisi salah satunya faktor ibu yaitu teknik meneran. Namun ibu dapat melakukan teknik meneran dengan benar dengan mengikuti senam hamil. Salah satu manfaat senam hamil, ibu dapat melakukan teknik mengejan dengan baik .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara teknik meneran dengan ruptur penineum pada ibu bersalin yang selama kehamilan mengikuti senam hamil. Dalam penelitian ini digunakan metode analitik dan menggunakan purposive sampel yaitu pengambilan sampel yang didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Sampel ibu bersalin yang pada waktu hamil mengikuti senam hamil sebanyak 30 responden.Instrumen yang digunakan adalah dengan observasi menggunakan ceklis,baik pada teknik meneran maupun pada ruptur perineum.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa dari 30 responden, melakukan teknik meneran dengan benar pada kala II sebagian besar tidak terjadi rupture perineum yaitu sebanyak 77%, dan responden dengan teknik meneran yang salah pada kala II yang terbanyak mengalami rupture perineum sebanyak 82%, dan dari hasil chi-square didapatkan Ho ditolak, Ha diterima maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara teknik meneran dengan ruptur perineum pada ibu bersalin yang selama kehamilan mengikuti senam hamil. Dengan kolerasi salahnya meneran pada ibu bersalin yang selama kehamilan mengikuti senam hamil tidak rutin maka terjadi ruptur perineum semakin banyak. Oleh sebab itu bidan disarankan untuk melakukan pemantauan pada ibu-ibu yag mengikuti senam hamil untuk melihat benar tidaknya latihan meneran, latihan pernafasan dan relaksasi, penguatan otot panggul dan perut saat diadakan latihan senam hamil.
Hubungan antara Usia, Paritas Dengan Persalinan Kala II Lama (Studi Kasus di RSUD dr. Moch. Soewandhie Surabaya) Murti, Krisna
EMBRIO Vol 2 (2013): EMBRIO (JANUARI 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.vol2.no0.a1132

Abstract

Komplikasi persalinan merupakan salah satu penyebab kematian ibu, termasuk persalinan Kala II Lama. Persalinan Kala II Lama merupakan penyumbang urutan kelima terjadinya mortalitas ibu di Indonesia setelah perdarahan, eklampsi, infeksi dan komplikasi nifas. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara usia, paritas dengan persalinan Kala II Lama. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah semua ibu bersalin di RSUD dr. Moch. Soewandhie Surabaya, sebanyak 625 ibu bersalin yang diambil dari buku register persalinan bulan Januari-Maret 2011. Sampel ditentukan dengan menggunakan rumus , dengan jumlah sampel 240 ibu bersalin yang dipilih secara sampel random sampling. Ada dua variabel dalam penelitian ini yaitu variabel bebas (usia, paritas) dan variabel tergantung (persalinan kala II lama) dan istrumen yang digunakan adalah Rekam medik ruang bersalin RSUD dr. Moch. Soewandhie Surabaya. Analisis hubungan antara usia, paritas dan persalinan kala II lama digunakan analisis chi-square dengan taraf signifikan 0,05.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 240 ibu bersalin terdapat 17 ibu yang mengalami persalinan kala II lama. Dari ibu yang mengalami kala II lama sebagian besar adalah grande multi sebanyak 6 orang (2,50%) dan ibu yang berusia > 35 sebanyak 9 orang (4,17%). Hasil uji chi-square untuk usia didapatkan x2 = 124,110 dengan probabilitas (sig) = 0,000 dan uji chi-square untuk paritas didapatkan x2 = 86,259 dengan probabilitas (sig) = 0,000. Maka artinya probabilitas (sig) = 0,000 < 0,05. Maka hipotesis terbukti, artinya ada hubungan antara usia, paritas dengan persalinan kala II lama.
Karakteristik Yang Mempengaruhi Mobilisasi Dini Pada Ibu Nifas Post Sectio Caesarea (Di Ruang Merpati Rsud Dr. Soetomo Surabaya ) Supartini, Supartini
EMBRIO Vol 2 (2013): EMBRIO (JANUARI 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.vol2.no0.a1137

Abstract

Mobilisasi dini ialah kebijaksanaan untuk selekas mungkin membimbing penderita keluar dari tempat tidurnya dan membimbingnya selekas mungkin untuk berjalan. Berdasarkan data yang didapatkan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya tahun 2010 jumlah pasien yang mengalami tindakan Sectio Caesarea sejumlah 798 pasien, sedangkan pada tahun 2011 berjumlah 983 pasien mengalami peningkatan sebesar 2,3%. Tujuan dilakukan penelitian untuk mengetahui karakteristik yang mempengaruhi mobilisasi dini pada ibu nifas Post Sectio Caesarea di Ruang Merpati RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu nifas dengan Sectio Caesarea yang dirawat di Ruang Merpati RSUD Dr. Soetomo Surabaya sejumlah 50 pasien. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah quota sampling. Sampel dalam penelitiansejumlah 30ibu nifas post Sectio Caesarea dengan menggunakan kuesioner dan observasi.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa dari 30 responden mobilisasi dini dilakukan cenderung dengan baik pada ibu dengan tingkat pendidikan SD sebesar 87,5%, sedangkan berdasarkan umur mobilisasi dini cenderung dilakukan dengan baik pada umur >35 tahun, sebesar 66,7%,dan berdasarkan paritas multipara sebesar 71,4%.Karakteristik yang Mempengaruhi Mobilisasi Dini pada Ibu Nifas Post Sectio Caesarea di Ruang Merpati RSUD Dr. Soetomo Surabaya 2012 ibu dapat melakukan mobilisasi dini post sectio caesarea yang dilatar belakangi tingkat pendidikan SD, umur >35 tahun, multipara, sedangkan pada ibu primipara dan grandemulti mobilisasinya lebih banyak mengalami gangguan.
Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Anak Usia 2-4 Tahun Di Kelompok Bermain Desa Gading Watu Gresik Firdaus, Amaliya; Iswati, Retno Setyo
EMBRIO Vol 3 (2013): EMBRIO (AGUSTUS 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.vol3.no0.a1140

Abstract

ASI Eksklusif mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan ibu dan anak. Salah satu manfaat ASI Eksklusif adalah dapat mencegah resiko gigi berlubang atau karies gigi (Khamzah, 2012: 180). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian karies gigi pada anak usia 2-4 tahun. Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi dengan desain penelitian case-control yang dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2013 di Kelompok Bermain Gading dengan populasi seluruh ibu dan anak usia 2-4 tahun yang berjumlah 30 responden dan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh/sensus, menggunakan data primer dengan instrument berupa kuesioner dan checklist dengan metode analisis Chi-Square .Berdasarkan hasil penelitian didapatkan dari 30 responden sebagian besar responden yang diberikan ASI eksklusif sebanyak 83,33% tidak mengalami karies gigi dan sebagian kecil sejumlah 16,67% mengalami karies gigi, sedangkan responden yang tidak diberikan ASI eksklusif sebanyak 95,83% mengalami karies gigi dan sebagian kecil sejumlah 4,17% tidak mengalami karies gigi . Simpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar anak tidak diberikan ASI eksklusif dan banyak anak yang mengalami karies gigi, dari hasil uji analisis Chi-Square ada hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian karies gigi pada anak usia 2-4 tahun. Saran yang dapat diberikan penyuluhan tantang pemberian ASI Eksklusif ditingkatkan di semua tatanan pelayanan kesehatan.
Penyajian Susu Formula Terhadap Kejadian Diare Pada Bayi 0-24 Bulan di RS. Surabaya Medical Service Wardianti, Tunik; Ningrum, Nyna Puspita
EMBRIO Vol 3 (2013): EMBRIO (AGUSTUS 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.vol3.no0.a1150

Abstract

Kejadian diare akibat konsumsi susu formula pada bayi menjadi fenomena yang menimbulkan permasalahan, perlu dikaji lebih lanjut tentang tata cara ibu dalam menyajikan susu formula, bagaimanakah sisi sterilisasi botol tempat menyajikan, bagaimanakah proses penyiapan dan proses penyimpanan botol susu itu sendiri. Kondisi yang demikian perlu sangat diperhatikan sebab bayi usia 0-24 bulan sangat rentan terhadap bakteri yang dapat menyebabkan sakit diare. Penelitian ini akan mengkaji penyajian susu formula dengan kejadian diare pada anak usia 0-24 bulan di RS. Surabaya Medical Service. Penelitian ini menggunakan metode crossectional, populasi penelitian ini seluruh orang tua bayi yang diarawat diruang Irna RS. Surabaya Medical Service pada bulan Juni 2013 sejumlah 38 orang, sampel yang digunakan sebanyak 35 bayi yang diambil dengan teknik purposive sampling, variabel bebas adalah penyajian susu formula dan variabel terikat adalah kejadian diare, alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan chi-square. Hasil penelitian berdasarkan pengujian dengan chi-square bahwa  2 tabel (21,598 > 2,84), sehingga hasil analisis signifikan. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis maka penyajian susu formula mempengaruhi kejadian diare pada bayi 0-24 bulan di RS. Surabaya Medical Service. Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah Kebersihan botol susu saat penyajian susu formula oleh responden di Ruang Irna RS. Surabaya Medical Service yang terbanyak dalam kategori baik. Sterilisasi botol susu saat penyajian susu formula oleh responden di Ruang Irna RS. Surabaya Medical Service yang terbanyak dalam kategori baik. Penyimpanan botol susu saat penyajian susu formula oleh responden di Ruang Irna RS. Surabaya Medical Service yang terbanyak dalam kategori baik. Penyiapan susu saat penyajian susu formula oleh responden di Ruang Irna RS. Surabaya Medical Service yang terbanyak dalam kategori baik. Pemberian susu formula oleh responden di Ruang Irna RS. Surabaya Medical Service yang terbanyak dalam kategori baik. Ada pengaruh antara penyajian susu formula terhadap kejadian diare pada bayi 0-24 bulan di RS. Surabaya Medical Service. Dari hasil penelitian saran yang diberikan agar meningkatkan pengetahuan terhadap langkah-langkahg penyajian susu formula yang baik.
Hubungan antara Usia, Paritas Dengan Persalinan Kala II Lama (Studi Kasus di RSUD dr. Moch. Soewandhie Surabaya) marliandiani, yefi
EMBRIO Vol 2 (2013): EMBRIO (JANUARI 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.vol2.no0.a1151

Abstract

Komplikasi persalinan merupakan salah satu penyebab kematian ibu, termasuk persalinan Kala II Lama. Persalinan Kala II Lama merupakan penyumbang urutan kelima terjadinya mortalitas ibu di Indonesia setelah perdarahan, eklampsi, infeksi dan komplikasi nifas. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara usia, paritas dengan persalinan Kala II Lama. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah semua ibu bersalin di RSUD dr. Moch. Soewandhie Surabaya, sebanyak 625 ibu bersalin yang diambil dari buku register persalinan bulan Januari-Maret 2011. Sampel ditentukan dengan menggunakan rumus , dengan jumlah sampel 240 ibu bersalin yang dipilih secara sampel random sampling. Ada dua variabel dalam penelitian ini yaitu variabel bebas (usia, paritas) dan variabel tergantung (persalinan kala II lama) dan istrumen yang digunakan adalah Rekam medik ruang bersalin RSUD dr. Moch. Soewandhie Surabaya. Analisis hubungan antara usia, paritas dan persalinan kala II lama digunakan analisis chi-square dengan taraf signifikan 0,05.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 240 ibu bersalin terdapat 17 ibu yang mengalami persalinan kala II lama. Dari ibu yang mengalami kala II lama sebagian besar adalah grande multi sebanyak 6 orang (2,50%) dan ibu yang berusia > 35 sebanyak 9 orang (4,17%). Hasil uji chi-square untuk usia didapatkan x2 = 124,110 dengan probabilitas (sig) = 0,000 dan uji chi-square untuk paritas didapatkan x2 = 86,259 dengan probabilitas (sig) = 0,000. Maka artinya probabilitas (sig) = 0,000 < 0,05. Maka hipotesis terbukti, artinya ada hubungan antara usia, paritas dengan persalinan kala II lama.