cover
Contact Name
Pana Pramulia
Contact Email
panapramulia@unipasby.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
panapramulia@unipasby.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Buana Pendidikan: Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unipa Surabaya
ISSN : 16938585     EISSN : 26229218     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini terbit dua kali setahun bulan Februari dan Oktober berisi tulisan ilmiah tentang pendidikan, baik yang ditulis dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Tulisan yang dimuat dapat berupa analisis, kajian pustaka, atau hasil penelitian.
Arjuna Subject : -
Articles 426 Documents
PENGENALAN KONSEP BERAT-RINGAN BENDA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK TUNARUNGU KELAS I DI SLB NEGERI CERME GRESIK JULI SETYANINGSIH
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol16.no29.a2600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan mengenal konsep berat-ringan benda siswa tunarungu dengan menggunakan pembelajaran langsung. Penelitian ini terdiri dari dua siklus yang melibatkan siswa kelas I B semester 1 SLB Negeri Cerme Gresik tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa lembar observasi dan tes tulis dan observasi dilakukan pada setiap proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I diperoleh nilai rata-rata hasil belajar sebesar 55%. Pada siklus ke II terjadi peningkatan dan diperoleh nilai rata-rata hasil belajar sebesar 80,13%. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan pembelajaran langsung dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep berat-ringan benda pada siswa tunarungu kelas I SLB Negeri Cerme Gresik Tahun Pelajaran 2016/2017. Kata Kunci: pembelajaran langsung, konsep berat-ringan benda, siswa tunarungu
Analisis Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Dan Learning Together (LT) Terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar (SD) Nia Fibria Nuriana
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol16.no30.a2708

Abstract

This study aims to determine the student learning outcomes using cooperative learning type Teams Games Tournament (TGT) and Learning Together (LT). This theoretical study is a systematic mapping study or study letarature. Student learning outcomes in the study of this theory are seen from the mathematics learning outcomes of elementary school (SD) students who use the cooperative learning model of the Teams Games Tournament (TGT) and Learning Together (LT) types. The results of the theoretical study show that there are differences in student learning outcomes that use the Teams Games Tournament (TGT) type of cooperative learning model, but they are not significant. While the results of the study of student learning outcomes theory using the cooperative learning model type Learning Together (LT) showed significant similarities. The results of the theoretical study can be concluded that in general student mathematics learning outcomes with the application of cooperative learning models of the Teams Games Tournament (TGT) and Learning Together (LT) experience a significant increase.
Nilai Budi Pekerti Melalui Tembang Dolanan Anak M. A Dhalu; Sedya Santosa
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol16.no30.a2709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempertahankan kembali tembang dolanan anak-anak di Desa Srimulyo dan permainannya yang kini telah dilupakan dan banyak yang tidak diketahui oleh anak-anak di desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tembang dolanan memiliki nilai karakter yang sangat penting dalam menumbuhkan karakter percaya diri, mandiri, bertanggung jawab dan beberapa karakter yang perlu dibentuk pada anak. Pentingnya tembang dolanan yang merupakan warisan budaya di pertahankan hingga kini yaitu nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya yang mengajarkan anak-anak agar memliki nilai budi pekerti, nilai keagamaan, nilai sosial, dan nilai budaya yang baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif. Instrumen pada penelitian ini adalah penelitian secara individu, pengumpulan data, dan wawancara dengan narasumber. Dari hasil perolehan data dilapangan ada beberapa tembang dolanan anak-anak yang dari setiap baitnya memiliki makna dan nilai pendidikan yang berbeda-beda serta mengajarkan tentang nilai budi pekerti, nilai religius, nilai budaya dan nilai sosial yang dapat diketahui dari menganalis makna pada tembang dolanan anak-anak.
Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Dengan Metode Bermain Peran Siswa Kelas III SDN Sekarpuro Kecamatan Pakis Kabupaten Malang Dafid Oktafikrani
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol16.no30.a2710

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia dengan metode bermain peran bagi siswa Kelas III SDN Sekarpuro Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek yang diteliti adalah siswa kelas III SDN Sekarpuro Kecamatan Pakis Kabupaten Malang yang berjumlah 25 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan teknik pengumpulan data melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data ini menggunakan analisis data dengan model interaktif, dan dalam kegiatan analisis serta kegiatan pengumpulan data menggunakan 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan metode bermain peran dalam pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa Kelas III SDN Sekarpuro Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Peningkatan hasil belajar ini dapat dilihat dari hasil belajar Bahasa Indonesia setelah melalui tahapan Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II, setelah dilakukan tindakan pada tahap Pra Siklus = 69,48, tahap Siklus I = 70,60, dan tahap Siklus II = 85,72, (2) penerapan metode bermain peran dapat meningkatkan ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa Kelas III SDN Sekarpuro Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, hal ini bisa dilihat dari peningkatan ketuntasan belajar siswa sebagai berikut: pada tahap pra siklus = 32%, tahap siklus I = 36% dan pada tahap Siklus II = 92%, dan (3) metode bermain peran dapat meningkatkan hasil belajar dan ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa Kelas III SDN Sekarpuro Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Deskripsi Dengan Media Visual Pada Siswa Kelas VII C SMPN 30 Surabaya Imayah; Windi Setiawan; Edy Widayat
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol16.no30.a2711

Abstract

Dari hasil refleksi awal dapat diketahui kemampuan dalam menulis teks deskripsi peran siswa kelas VII C SMP Negeri 30 Surabaya rendah. Teridentifikasi beberapa masalah yang berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menulis teks deskripsi, yaitu dari segi penggunaan Bahasa (EYD), diksi, kreatifitas mengarang dan pendeskripsian media gambar. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti memberikan pembelajaran dengan memanfaatkan fasilitas media visual. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII C SMP Negeri 30 Surabaya semester ganjil tahun akademik 2018/2019, yang berlokasi di Jl. Medokan Semampir 119 Surabaya. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa media visual dapat meningkatkan kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas VII C SMP Negeri 30 Surabaya. Hal ini dapat dilihat pada tiga aspek yaitu 1) Aktivitas guru pada siklus 1 yaitu 80% meningkat menjadi 100% pada siklus 2; 2) Presentase aktivitas siswa siklus 1 yaitu 75,38%, sedangkan pada siklus 2 mengalami peningkatan yaitu 100%; 3) Hasil tes kemampuan siswa dalam menulis teks deskripsi pada siklus I, 25 siswa dapat mencapai ketuntasan klasikal dengan persentase sebesar 68,87%. Sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan yaitu seluruh siswa dengan jumlah 40 siswa mencapai ketuntasan klasikal dengan persentase 100%.
Zonasi dan Merdeka Belajar : Kajian Kritis dari Prospektif Kebijakkan Sumiana
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol16.no30.a2712

Abstract

Artikel ini merupakan hasil dari studi literatur terkait kebijakan baru dimana masih banyak komponen di dalamnya yang perlu dikaji secara kritis. Untuk itu penulis mengangkat judul “Zonasi dan Merdeka Belajar – Kajian Kritis dari Prospektif Kebijakan” dengan tujuan (1) dapat mendeskripsikan konsep zonasi yang sudah dilaksanakkan di Pendidikan dasar, (2) dapat mendeskripsikan konsep merdeka belajar yang sudah dilaksanakan di Pendidikan dasar, (3) dapat mendeskripsikan konsistensi atau inkonsistensi kebijakan zonasi dan kebijakan merdeka belajar di Pendidikan dasar, serta (4) mendeskripsikan rekomendasi berdasarkan analisis. Kebijakan pemeritah dalam merdeka belajar memiliki empat fokus utama dalam pendidikan antara lain; penilaian USBN komprehensif, penghapusan UN, penyederhanaan PRR, dan zonasi. Tujuan dari kebijakan pemerintah terkait program zonasi dimana untuk memeratakan pendidikan dengan asumsi tidak ada lagi sekolah favorit atau sekolah menengah kebawah. Maka secara tidak langsung selama bersekolah anak akan dekat dengan lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga. Menindaklanjuti tujuan tersebut dapat dirujuk dari Ki Hajar Dewantara terkait Tri Pusat Pendidikan (Guru, Orang tua, dan lingkungan) dimana dalam membentuk karakter seorang anak agar dapat belajar dengan baik dan siap menghadapi masalah dibutuhkan Tripusat pendidikan (Kurniawan, 2015). Guru pertama bagi seorang anak adalah orang tua. Dimana pertama kali anak belajar bersama orang tua, mengenal segala sesuatu juga dari orang tua. Sekolah adalah tempat menuntut ilmu. Selain pelajaran dan pengetahuan yang diberikan orang tua, seorang anak juga memerlukan bimbingan pendidikan dari sekolah. Kepribadian anak juga terbentuk di sekolah, dari pergaulan disekolah, dari pelajaran yang diberikan guru. Peran masyarakat dalam pembentukan kepribadian seseorang juga memiliki andil besar. Lingkungan yang baik akan membuat seseorang memiliki kepribadian yang baik pula. Lingkungan yang buruk dapat menyebabkan seseorang memiliki kepribadian yang buruk Selain itu dengan adanya kebijakan zonasi ini menuntut guru lebih kreatif dan inovasif untuk melaksaksanakan pembelajaran, missal pembelajaran akan lebih kontekstual karena lingkungan belajar anak dekat dengan sekolah. Missal, pada pembelajaran jual beli dimana dalam tujuan penbelajaran siswa dapat mengenal pelaku ekonomi. Hal ini bisa dicontohkan secara kontekstual dengan mengaitkan materi dengan kehidupan nyata atau lingkungan sekitar siswa yang kebetulan lingkungan siswa tersebut berada di daerah pegunungan maka mayoritas pelaku ekonomi disana adalah petani sayur dan pedagang buah. Hal ini berbeda ketika lingkungan siswa berada di perkotaan maka pelaku ekominya adalah para pedagang fasion dan industry pabrik. Oleh karnanya salah satu tujuan pemerintah melalui kebijakan zonasi ini untuk membentuk guru, orang tua dan lingkungan dalam mendidik anak. Dengan demikian zonasi merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membentuk Tripusat (guru, orang tua, dan lingkungan) pendidikan bagi anak.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dan Kecerdasan Spiritual Guru Terhadap Komitmen Kerja Guru Di Sekolah Dasar Yang Berbasis Islam Di Kecamatan Jatisampurna-Bekasi Wahyu Yulianto
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol16.no30.a2713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kecerdasan spiritual guru terhadap komitmen kerja guru di sekolah dasar yang berbasis Islam di kecamatan Jatisampurna-Bekasi. Variabel–variabel yang dianalisis adalah gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kecerdasan spiritual sebagai variabel terikat, dan komitmen kerja sebagai variabel terikat. Penelitian ini menggunakan metode survei kasual dengan populasi terdiri dari 127 Guru Sekolah Dasar Islam di Kecamatan Jatisampurna, Bekasi. Yang tersebar di 5 Sekolah Islam Kecamatan Jatisampurna, Bekasi.Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional Random Sampling dengan menggunakan rumus Slovin maka, didapatkan sampel penelitian sebanyak 96 guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pertama, terdapat pengaruh positif antara gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap komitmen kerja guru dengan garis regresi X3 = 5,153 + 0,718X1, koefisien korelasi r3.1 = 0.641 dengan koefisien determinasi 0.411. Hasil ini berarti 41,10% variansi variabel komitmen kerja guru ditentukan oleh variabel Gaya kepemimpinan kepala sekolah. Kedua, terdapat pengaruh langsung positif antara kecerdasan spiritual guru terhadap komitmen kerja guru, dengan persamaan garis regresi X3 = 11,904 + 0,717X2, koefisien korelasi 0,624 dengan koefisien determinasi 0, 390, hal ini berarti 39,00% variansi variabel komitmen kerja guru ditentukan oleh kecerdasan spiritual guru. Ketiga, terdapat pengaruh langsung antara Gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kecerdasan spiritual guru dengan persamaan regresi X2= 33,754 + 0,535X1, koefisien korelasi 0,548 dengan koefisien determinasi 0,301, hal ini berarti bahwa 30,10% variansi variabel kecerdasan spiritual guru ditentukan oleh gaya kepemimpinan kepala sekolah.
Pengaruh Strategi Pembelajaran Generative Learning Terhadap Kemampuan Mengarang Narasi Siswa Kelas X Semester Genap SMA Negeri 1 Natar Lampung Selatan Rohana; Eva Nurchurifiani; Riska Alfiawati
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol16.no30.a2714

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran generative learning terhadap kemampuan menulis karangan narasi siswa SMA di Natar Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, populasi berjumlah 175 siswa yang terbagi ke dalam 5 kelas. Sampel sebanyak 2 kelas yaitu kelas X1 sebagai kelas eksperimen, dan kelas X2 sebagai kelas kontrol. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini teknik tes yang berupa sejumlah soal yang harus di jawab oleh siswa guna mengetahui presentasinya dengan memberikan tes menulis karangan narasi. Analisis data dalam pengujian hipotesis menggunakan rumus t-test. Hasil pengujian hipotesis diperoleh hasil ttes = 5,39 dan ttab = 2,00 dan 2,66 berarti thit > ttabel, maka disimpulkan “ada pengaruh strategi pembelajaran generative learning terhadap kemampuan menulis karangan narasi siswa kelas X semester genap SMA Negeri 1 Natar Lampung Selatan Tahun Pelajaran 2015/2016”. Kemampuan mengarang narasi siswa kelas eksperimen yang pembelajarannya diajar menggunakan strategi pembelajaran generative learning memperoleh nilai rata-rata 73,83 sedangkan kelas yang diajar menggunakan strategi pembelajaran konvensional mendapatkan nilai rata-rata 59,42 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Rata-rata kemampuan mengarang narasi siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol.
Penggunaan Metode CIRC Pada Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Aprilentina; Fahrurrozi; Miftahulkhairah Anwar; Jatu Wahyu Wicaksono
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol16.no30.a2715

Abstract

Pada kenyataannya kemampuan membaca pemahaman siswa masih rendah karena siswa merasa cepat bosan dalam proses belajar. Makalah ini memaparkan hasil penggunaan metode CIRC pada kemampuan membaca pemahaman siswa. Metode ini digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang diperoleh melalui studi literatur. Menurut beberapa literatur dan penelitian yang dilakukan mengenai penggunaan metode CIRC, terjadi peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa. Penggunaan metode CIRC dapat dikatakan sangat berhasil dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Siswa Kelas V SDN Pondok Pinang 05 Siti Asrifah; Etin Solihatin; Alrahmat Arif; Rusmono; Vina Iasha
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol16.no30.a2719

Abstract

Penelitian ini meiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) kelas V Sekolah Dasar Negeri. metode yang digunakan pada penelitian ini eksperimen dengan rancangan One-group pretest-postest. Adapun pola dari One-group pretest-postest. Hasil uji hipotesis menggunakan t-test diperoleh thitung(16,39) > ttabel(2,093), Dari hasil perhitungan effect size diperoleh sebesar 0,42. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model problem based learnng terhadap hasil belajar pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kerawganegaaraan kelas V SDN Pondok pinang 05.