cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Ekonomi
ISSN : -     EISSN : 27762165     DOI : https://doi.org/10.36456/majeko
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
FENOMENA LEARNING ORGANISATION PADA DOSEN PROGRAM STUDI KEBIDANAN DI UNIPA SURABAYA wibowo, tony susilo; dwiarta, i made bagus
Majalah Ekonomi Vol 16 No 2 (2012): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persaingan dalam dunia pendidikan yang semakin ketat sehingga harus disikapi oleh anggota organisasi agar tidak tertinggal oleh perubahan. Program Studi Kebidanan Unipa adalah salah satu lembaga yang selalu berusaha untuk mengikuti perubahan itu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali informasi tentang perilaku belajar yang dilakukan dosen dengan menggunakan pendekatan 5 dimensi learning organization yang dikemukakan Senge.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat eksploratif karena tujuan penelitian ini adalah menggali usaha-usaha yang dilakukan dosen dalam meraih learning organization, maka penggalian data dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam terhadap dosen, direktur program studi, mahasiswa dan tenaga adminsitrasi serta observasi dan dokumentasi pada kancah penelitian.Hasil penelitian yang didapatkan pada dimensi personal mastery, dosen mempunyai minat yang besar untuk mengembangkan diri, kondisi tersebut juga di dukung oleh pimpinan, sedangkan pada disiplin mental models, dosen selalu terbuka pada masukan yang diberikan kepadanya agar dapat melakukan perbaikan-perbaikan pada masa yang akan datang. Pada disiplin shared vision, dosen berupaya untuk selalu berbagi ilmu meski tidak ada forum khusus, namun demikian pimpinan tetap mendukung usaha tersebut. Disiplin team learning terlihat dari usaha dosen dalam proses pembelajaran dengan melaksanakannya secara berkelompok. Sedangkan pada displin system thinking, suasana dan kondisi yang mendukung, membuat dosen merasa nyaman untuk meraih learning organization.
PENGARUH PROGRAM JAMSOSTEK TERHADAP KENYAMANAN KARYAWAN DALAM BEKERJA DI PT. MULTIBREEDER ADIRAMA INDONESIA surabagiarta, i ketut; soelviana, soelviana
Majalah Ekonomi Vol 16 No 2 (2012): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan sistem jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia didasarkan pada UU No 3 Tahun 1992, pada prinsipnya merupakan sistem asuransi sosial bagi pekerja (yang mempunyai hubungan industrial) beserta keluarganya. Skema Jamsostek meliputi program-program yang terkait dengan risiko, seperti jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan pemeliharaan kesehatan, dan jaminan hari tua. cakupan jaminan kecelakaan kerja (JKK) meliputi: biaya pengangkutan, biaya pemeriksaan, pengobatan, perawatan, biaya rehabilitasi, serta santunan uang bagi pekerja yang tidak mampu bekerja, dan cacat. Hal ini sangat perlu diprioritaskan bagi karyawan PT. Multibreeder Adirama Indonesia yang sebagian besar karyawan produksinya akan rawan dengan resiko kecelakaan kerja.Obyek penelitian adalah karyawan PT. Multibreeder Adirama Indonesia. Dalam penelitian ini yang menjadi sampel adalah Karyawan PT. Multibreeder Adirama Indonesia bagian kantor pusat sidoarjo sebanyak 90 orang.Berdasarkan pada analisis yang dilakukan dengan menggunakan Regresi Linier Berganda dengan bantuan Program Statistik SPSS Version 18.0 didapatkan hasil harga koefisien korelasi sebesar R = 0,717. Sedangkan pada koefisien determinasi RSquare (R2) sebesar 0,515 Hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas (Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan) dapat mempengaruhi variabel terikat (Kenyamanan Karyawan) sebesar 51,5 %. Pengujian Hipotesis Pertama dilakukan dengan menggunakan uji-F diperoleh nilai Fhitung sebesar 46,124 dengan nilai sig. sebesar 0,000 maka Ada pengaruh program jamsostek yang terdiri dari Jaminan Kecelakan Kerja dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan secara simultan terhadap kenyamanan karyawan dalam bekerja di PT. Multibreeder Adirama Indonesia. Pengujian Hipotesis Kedua dilakukan dengan menggunakan uji-t diperoleh nilai thitung pada variabel jaminan kecelakaan kerja sebesar 2,785 dengan nilai sig. sebesar 0,007 dan variabel jaminan pemeliharaan kesehatan sebesar 6,063 dengan nilai sig. sebesar 0,000 kedua variabel memiliki nilai sig. lebih kecil dari taraf signifikan (0,007 dan 0,000 < 0,05) sehingga Ada pengaruh program jamsostek yang terdiri dari Jaminan Kecelakan Kerja dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan secara parsial terhadap kenyamanan karyawan dalam bekerja di PT. Multibreeder Adirama Indonesia. Pengujian Hipotesis Ketiga untuk melihat variabel dominan diperoleh hasil bahwa nilai tertinggi pada koefisien Standarized of Coeficients Beta terletak pada variabel jaminan pemeliharaan kesehatan sebesar 0,546 dengan nilai sig. 0,000 sehingga variabel tersebut bernilai sangat dominan. Maka hipotesis ketiga yang menyatakan ”Jaminan Pemeliharaan kesehatan berpengaruh secara dominan terhadap kenyamanan karyawan dalam bekerja di PT. Multibreeder Adirama Indonesia” terbukti kebenarannya.
PERAN MODAL INTELEKTUAL DALAM PRAKTEK AKUNTANSI MANAJEMEN lasiyono, untung
Majalah Ekonomi Vol 16 No 2 (2012): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intellectual Capital (Modal Intelektual) merupakan aset berbasis pengetahuan yang menjadi basis kompetensi inti perusahaan yang dapat mempengaruhi daya tahan dan keunggulan bersaing. Intellectual Capital merupakan sumber daya perusahaan yang memegang peranan penting dalam penciptaan nilai tambah (value added), sama halnya seperti physical capital dan financial capital. Berdasarkan konteks tersebut, dapat dijelaskan bahwa performance dan sustainable suatu perusahaan didasarkan pada Intellectual Capital.Pengakuan terhadap modal intelektual sebagai penggerak nilai perusahaan dan keunggulan kompetitif makin meningkat, meskipun demikian pengukuran yang tepat atas modal intelektual masih terus dicari dan dikembangkan. Metode-metode pengukuran yang ada dapat memunculkan hasil di mana suatu organisasi atau masyarakat berada pada kondisi modal intelektual yang tinggi ataupun rendah. Secara eksplisit konsep pengukuran yang sering diangkat dan diukur justru konsep atau kondisi pengabaian (ignorance), yakni kondisi kurangnya pengetahuan, pendidikan, dan informasi tentang sesuatu atau ketidaksadaran (unawareness) akan sesuatu keadaan.Beberapa penelitian di dalam dan di luar negeri membuktikan hubungan positif antara rata - rata pertumbuhan Intellectual Capital (VAIC) dengan kinerja perusahaan berdasarkan jenis industrinya. Produk akuntansi manajemen berupa Informasi Akuntansi Manajemen (IAM) dan Teknik Akuntansi Manajemen (TAM) memegang peranan penting dalam pengambilan keputusan. Intellectual Capital sangat diperlukan karena perusahaan selalu menghadapi perubahan lingkungan bisnis dengan ketidakpastian tinggi. Para ahli di bidang strategic management accounting telah melakukan berbagai studi mengenai target costing (cost design), quality costing,acticity-based costing, product life cycle costing dan value chain costing termasuk benchmarking dalam mendukung implementasi strategi agar perusahaan mampu meraih keunggulan bersaing.
KAJIAN CAPITAL FLIGHT DI INDONESIA Arianto, Bisma
Majalah Ekonomi Vol 18 No 2 (2014): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serangkaian pertemuan dan perundingan maupun perjanjian berskala global, berusaha merumuskan dan mewujudkan skema terbaik ataupun mendekati sempurna, untuk proses globalisasi, sembari tetap berpegang pada prinsip-prinsip keadilan. Negara Indonesia yang termasuk negara dunia ketiga, sering dipaksa menelan pil pahit, bahkan timbangan terkadang berat sebelah, globalisasi dengan pasar bebasnya hanya sebatas masalah yang datang dari negara maju ke negara belum maju. Dalam kurun waktu tertentu utang luar negeri (LN) pemerintah (public foreign debt) sudah menjadi salah satu sumber ancaman bagi stabilitas ekonomi makro, baik melalui tekanan defisit fiskal, ketimpangan distribusi sosial dalam APBN maupun tekanan atas cadangan devisa.Beberapa negara berkembang memiliki dana di luar negeri yang sebenarnya cukup untuk meng-offset utang-utang negara mereka. Di Indonesia, jika seluruh capital flight kembali ke dalam negeri, kalangan ekonom berpendapat bahwa pemerintah tidak lagi membutuhkan bantuan luar negeri, karena selama periode krisis 1997-1999 telah terjadi pelarian modal sekitar US$ 80 milyar. Sementara nilai komitmen bantuan IMF Indonesia untuk Indonesia hanya US$ 43 milyar dan pencairannya diangsur selama 5 tahun. Capital flight menimbulkan masalah, yaitu terhambatnya pertumbuhan ekonomi karena investasi yang seharusnya memiliki multiplier effect di dalam negeri justru dilakukan di luar negeri. Selain itu, keterbatasan dana mengurangi impor yang dapat dilakukan, yang berarti semakin sedikit pula marginal propensity to import (and to consume) dari masyarakat. Permasalahan lain yang menyebabkan terganggunya pertumbuhan ekonomi adalah earning dan perolehan yang didapat dari investasi tersebut tidak di-repatriate sehingga menjadi perolehan di negara tempat berinvestasi. Secara makro, yang terjadi kemudian adalah keadaan negara yang default (tidak mampu membayar utangnya), sehingga sulit untuk mendapat pinjaman baru ketika pembiayaan dalam negeri tidak lagi cukup.Dalam mengantisipasi adanya capital flight di Indonesia adalah dengan mengendalikan jumlah uang yang beredar dan atau suku bunga melalui operasi pasar terbuka dengan menerbitkan SBI oleh Bank Indonesia, mengendalikan fluktuasi nilai rupiah terhadap mata uang asing (khususnya US$) yang stabil akan sangat mempengaruhi iklim investasi di dalam negeri, mengendalikan laju peningkatan inflasi, dan mempertahankan cadangan devisa oleh otoritas moneter.
INTELLECTUAL CAPITAL, SOCIAL CAPITAL, PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KARIER asjari, fachrudy
Majalah Ekonomi Vol 18 No 2 (2014): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human Resources is a natural resource that is used to drive and synergizing other resources to achieve organizational goals. This research intended to analyze the intellectual capital, social capital, carrier and development planning. New intellectual capital was facilitated by social capital. Organizations as institutional settings conducive to the development of high level of social capital. This research by utilizing literature study to analyze variables. Carrier and development planning needs a few variables to support them get the goals. These variables in this study revealed that these variables needed by companies. The results of this research were empirical date of the development of the theoretical of human resources and practice management.
RELEVANSI INTELLECTUAL CAPITAL SEBAGAI KOMPONEN PENGUKUR MARKET VALUE PERUSAHAAN Istikhoroh, Siti; lasiyono, untung
Majalah Ekonomi Vol 18 No 2 (2014): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang peran intellectual capital dalam menentukan market value perusahaan. Perekonomian global menuntut perusahaan supaya mengubah arah bisnis yang pada awalnya didasarkan pada labor based business menjadi knowledge based business. Implikasinya, identifikasi dan pengelolaan knowledge dalam bentuk intangible asset menjadi sangat penting untuk dipublikasikan. Masyarakat perlu memahami kemampuan manajemen dalam mengintegrasikan pengetahuan dan inovasi yang dimiliki dan segera mengapresiasikan persepsinya dalam bentuk penilaian market value.Sebagai satu-satunya alat penilai kinerja financial yang dipublikasikan, ternyata laporan keuangan belum mampu memberikan informasi detail tentang nilai intangible asset. Beberapa penelitian justru menyebutkan bahwa nilai intangible asset bisa dijelaskan melalui pendekatan intellectual capital. International Federation of Accountants (IFAC) bahkan mengestimasi bahwa di masa yang akan datang kesuksesan perusahaan akan lebih ditentukan oleh intellectual capital bukan oleh laba maupun jumlah asset yang dimiliki.Menyikapi fenomena tersebut, maka para pengembang teori akuntansi maupun pemangku kebijakan akuntansi perlu merumuskan standar pelaporan intellectual capital dalam pelaporan keuangan. Nilai intellectual capital bisa dilaporkan sebagai disclosure atas laporan keuangan maupun sebagai salah satu akun intangible asset sehingga kualitas laporan keuangan sebagai penentu nilai perusahaan bisa ditingkatkan.
PERAN LINGKUNGAN BISNIS DALAM KEBERLANGSUNGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) suhardiyah, martha; handayani, christina menuk
Majalah Ekonomi Vol 18 No 2 (2014): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai peran besar dalam mewujudkan pembangunan ekonomi nasional khususnya kontribusi dalam menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) yang terus meningkat setiap tahunnya. Telah disadari begitu besarnya peran UMKM dalam perekonomian nasional, maupun dalam penyerapan tenaga kerja dan pemerataan distribusi hasil pembangunan di Indonesia maka UMKM perlu mendapatkan perhatian yang besar baik dari pemerintah maupun dari masyarakat agar dapat lebih kompetitif dengan pelaku ekonomi lainnya. Lingkungan Bisnis kedepan diharapkan dapat mendorong sinergitas antar UMKM dalam mengembangkan ekonomi nasional dimana setiap pelaku ekonomi memiliki peran masing-masing dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.Untuk mewujudkan keberlangsungan UMKM diperlukan lingkungan/iklim usaha yang kondusif seperti adanya keamanan dan ketentraman serta adanya penyederhanaan prosedur perizinan usaha, keringanan pajak, perlindungan usaha jenis tertentu terutama jenis usaha tradisional yang merupakan usaha golongan mikro serta lebih mempercepat kemitraan antara UMKM dengan usaha-usaha besar.
PENGARUH JURUSAN DAN NILAI SEKOLAH MENENGAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PADA PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER STIKOM SURABAYA sulistiowati, sulistiowati
Majalah Ekonomi Vol 18 No 2 (2014): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan persyaratan yang harus dimiliki oleh calon mahasiwa program studi S1 Sistem Komputer STIKOM Surabaya sebagai kriteria dimensi kemampuan awal yang dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa program studi S1 Sistem Komputer pada saat studi di STIKOM Surabaya. Prestasi belajar mahasiswa dalam hal ini diwakili oleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Faktor-faktor yang dianggap mempengaruhi IPK di STIKOM Surabaya dibatasi pada faktor jurusan, rata-rata nilai pelajaran (nilai rapor) kelas 1 dan kelas 2, serta nilai danem (variabel-varibel nilai yang berasal dari data calon mahasiswa).Dengan menggunakan data sampel mahasiswa program studi S1 Sistem Komputer di STIKOM Surabaya angkatan 2008, 2009, 2010, dan 2011 sebanyak 208 mahasiswa, dan menggunakan metode Analisis Path dan Regresi Linier Berganda, diperoleh hasil bahwa semakin baik rata-rata nilai pelajaran di Sekolah Menengah (SMA) jurusan IPA maka semakin baik pula IPK mahasiswa di program studi S1 Sistem Komputer STIKOM Surabaya. Sedangkan untuk nilai Danem, jurusan IPS, jurusan Bahasa, dan Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) diperoleh tidak ada pengaruh terhadap IPK mahasiswa di program studi S1 Sistem Komputer STIKOM Surabaya.
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI, MOTIVASI, DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BUMI INDAH LINES SURABAYA Anjani, Venty Resania Rizky; surabagiarta, i ketut
Majalah Ekonomi Vol 18 No 2 (2014): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karyawan adalah sumber daya manusia yang mempunyai peran penting dalam penetuan keberhasilan tujuan perusahaan. Karyawan juga merupakan faktor penggerak keseluruhan kegiatan perusahaan, walaupun dalam era globalisasi saat ini teknologi sudah canggih tetapi karyawan masih berperan positif dalam mencapai keberhasilan perusahaan. Dalam hal ini untuk mencapai tujuan perusahaan masing-masing karyawan harus mempunyai komitmen dalam organisasi karena adanya komitmen terhadap organisasi dapat mempengaruhi efektifitas dan efesien bekerja. Untuk mengetahui pengaruh komitmen organisasi, motivasi, dan budaya organisasi terhadap kinerja. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan kuesioner terhadap 67 responden dengan teknik pengambilan Accidental. diperoleh persamaan regresi yaitu Y = 0.793 + 0.715 X1 + 0.317 X2 + 0,242 X3 denganR sebesar 0,888 dan R2 sebesar 0,789. Komitmen Organisasi, Motivasi, dan Budaya Organisasi berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap kinerja karyawan di PT. Bumi Indah Lines Surabaya.Hasilpengujian hipotesis menggunakan uji – t diperoleh thitung Komitmen organisasi= 9,180 dengan nilai sig. 0,000 sehingga (0.000< 0,05)dan thitungvariabelMotivasi= 3,144 dengan nilai sig. 0,003 sehingga (0,003< 0,05)danthitungvariabelBudaya organisasi = 2.293 dengan nilai sig. 0,025 sehingga (0,025< 0,05). Hasil uji F diperoleh Fhitung = 78,482 dengan nilai sig. = 0,000 (0,0000,05). Komitmen Organisasi berpengaruh secara dominan terhadap kinerja karyawan di PT. Bumi Indah Lines Surabaya. Standardized Coefficients beta untuk variabel komitmen organisasi sebesar 0,616. Pimpinan dalam organisasi hendaknya memberikan perhatian yang lebih terhadap aspek motivasi dalam rangka meningkatkan kinerja karyawan sehingga tujuan organisasi dapat dicapai dengan baik dan optimal, serta kelancaran pelaksanaan kegiatan tetap terjamin.
PERAMALAN PRODUKSI SARUNG TENUN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMULUSAN DATA kusumawati, weny indah
Majalah Ekonomi Vol 18 No 2 (2014): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan hasil peramalan pada PT. ASEANTEX Mojokerto dengan menggunakan metode Single Exponential Smoothing, yaitu teknik peramalan yang sederhana, tetapi telah menggunakan suatu konstanta pemulusan (α) dengan besaran antara 0 hingga 1. Jika nilai α mendekati nilai 1 maka hasil peramalan cenderung mendekati nilai observasi, sedangkan jika nilai α mendekati nilai 0, maka hasil peramalan mengarah ke nilai ramalan sebelumnya.Peramalan menggunakan metode time series adalah peramalan yang menggunakan serangkaian pengamatan terhadap suatu peristiwa, kejadian, gejala, atau variabel yang diambil dari waktu ke waktu. Atau dengan kata lain, peramalan yang menggunakan serangkaian data masa lampau. Salah satu model peramalan yang digunakan adalah Moving Average atau Single Exponential Smoothing.Dari hasil perbandingan dua metode yang telah dilakukan, ternyata metode yang paling sesuai untuk ketiga jenis sarung adalah Single Exponential Smoothing, karena menghasilkan tingkat kesalahan perkiraan (MS) yang kecil dibandingkan dengan tingkat kesalahan perkiraan dari metode Moving Average, yaitu:untuk sarung Betel Terbang adalah MAPE = 3.3184; MAD = 4.9837; MSD = 32.9701; untuk sarung Asultan adalah MAPE = 8.5927; MAD = 7.8412; MSD = 85.6096; dan untuk sarung Raydan adalah MAPE = 7.6972; MAD = 3.1869; MSD = 14.5974.PT. ASEANTEX tidak bisa menerapkan metode Double Exponential Smoothing karena data yang dimiliki oleh PT. ASEANTEX bersifat stasioner, artinya nilai rata-rata data tidak berubah dari waktu ke waktu, atau dapat dikatakan data bersifat stabil. Hal ini dibuktikan juga dari hasil peramalannya, dimana hasil produksi yang diramal tidak jauh berbeda dari minggu-minggu sebelumnya. Sedangkan pada metode Double Exponential Smoothing dibutuhkan data yang bersifat non stasioner.