cover
Contact Name
Aryo Wibowo
Contact Email
aryo@unipasby.ac.id
Phone
+6287851923396
Journal Mail Official
wahana@unipasby.ac.id
Editorial Address
Jl. Dukuh Menanggal XII, Surabaya 60234 Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Wahana : Tridarma Perguruan Tinggi
ISSN : 08534403     EISSN : 26544954     DOI : https://doi.org/10.36456/wahana.v77i2
Wahana: Tridarma Perguruan Tinggi is a research journal with an open access peer-review process that has eISSN: 2654-4954 | pISSN: 0853-4403, Journal Wahana: Tridarma Perguruan Tinggi received research papers and literature review studies on multidisciplinary sciences consisting of: applied science, social sciences and humanities, education, psychology, law, engineering, health and pharmacy, technology, management , economy, accounting and business. Journal Wahana: Tridarma Perguruan Tinggi is managed by the Institute for Research and Community Service, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 577 Documents
HUBUNGAN POLA ASUH OTORITER ORANGTUA dan KECEMASAN SOSIAL REMAJA dengan KONSEP DIRI REMAJA AKHIR di SMA NEGERI 10 SURABAYA HARTANTI, JAHJU
WAHANA Vol 56 No 1 (2011)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v56i1.1415

Abstract

Konsep diri memiliki kontribusi yang cukup signifikan terhadap kesejahteraaan psikologis individu kemampuan pengaturan hidup, pilihan karir dalam meraih masa depan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh otoriter orangtua dan kecemasan sosial dengan konsep diri remaja. Dihipotesiskan bahwa terdapat hubungan pola asuh otoriter orangtua dan kecemasan sosial remaja dengan konsep diri remaja akhir. Subyek penelitian ini adalah 216 siswa SMA Negeri 10 Surabaya. Tiga jenis instrumen digunakan untuk menyimpulkan data yaitu : skala pola asuh otoriter orangtua, skala kecemasan sosial, Skala konsep diri remaja akhir. Pengumpulan data dilakukan dengan angket. Hipotesis mayor diolah dengan analisis regresi dua prediktor, sedangkan hipotes minor diolah dengan analisis korelasi parsial. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh otoriter orangtua dan kecemasan sosial yang signifikan secara bersama-sama terhadap konsep diri remaja; Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara pola asuh otoriter orangtua dengan konsep diri remaja; Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecemasan sosial dengan konsep diri remaja.
VARIASI PEMBELAJARAN SENI RUPA UNTUK ANAK. USIA DINI DALAM UPAYA PENDIDIKAN BERKELANJUTAN: Variasi, Pembelajaran, Anak Usia Dini Suparman, Suparman
WAHANA Vol 58 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v58i1.1416

Abstract

Secara alamiah anak sudah memiliki jiwa seni sejak usia dini. Anak- anak sudah bisa mengembangkan dan mempunyai imajinasi. Anak berumur itahun sudah mulai mencoret-coret apa saja. Ia mulai mempelajari dan menyerap segala yang terjadi di lingkungan sekitamya. Setiap bends yang dimninicsn berfungsi sesuai dengan imajinasi si anak. Seth merupakan lakon, menolong anak-anak untuk memahami dunia mereka. Tetapi seni melebihi lakon membuat mereka mengekspresikan pengalaman-pengalaman dan fantasi fantasi individu dengan cara-cara konkret dan mendesak. Seth mengundang mereka untuk menyentuh dan melakukan eksperimen, mengeksplorasi dan mentransformasi. Seperti yang kita ketahui setiap orang sudah mengenal tentang seni rupa. Dalam kehidupan kita sehari-hri bahwa seni merupakan pelengkap dirinya dengan berbagai peralatan dan penunjang untuk menyempurnakan pekerjaannya. Seni sebagai alai terapi, ungkapan dan komunikqsi. Pembelajran seni rupa pada anak usia dini memerlukan pengelolaan sesuai dengan karakteristik dan situasi social yang kondusifuntuk keberhasilan belajar anak usia dini. Sehingga anak dapat mengungkapkan pengalaman-pengalaman hidup mereka sendiri. Sebagai guru kita harus dapat menciptakan lingkungan kerja, suasana yang mendukung dimana anak-anak dapat merasa amen, nyaman dan terlindung secara emosional, agar pengalaman seni mereka penuh eksplorasi, tidak mengancam akan tetapi menyenangkan.
READING FOR UNDERGRADUATES EFL STUDENTS Nadeak, Reny R.
WAHANA Vol 56 No 1 (2011)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v56i1.1419

Abstract

Students acknowledge in a way, that they donÂ’t understand the reading text due to lack of vocabularies. But on the other hand teachers of reading take it for granted that the students have sufficient knowledge of vocabularies and sentence structures. In the end teaching reading turn out to discuss difficult or unfamiliar words and sentence structures. Helping undergraduates understanding a text is the purpose of this article. Teachers are to make plans in advance that cover guiding students to recognize words and sentence structures learning about the importance of context and using context clues to find meaning. This context in sentences or paragraphs, the students will encounter in their reading texts. These practices of knowing words and sentence structures are expected to develop their interest and readiness in reading. Teachers play important roles and students have to participate actively to make the practices work The skills of recognizing words and sentence structures in English are meant to be the students background og knowledge to be able to understand reading assignments. Some practices are recommended before the students are ready to read the texts.
PEMANFAATAN LUBANG RESAPAN BIOPORI MODIFIKASI UNTUK MENGATASI MASALAH BANJIR DI KELURAHAN GUNUNGSARI KECAMATAN DUKUH PAKIS KOTA SURABAYA Widyastuti, Sri; Jusmartinah, Raja; Bandjarjani, Wahyu
WAHANA Vol 56 No 1 (2011)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v56i1.1423

Abstract

Penerapan Teknologi Lubang Resapan Biopori Modifikasi di Kelurahan Gunungsari Kecamatan Dukuh Pakis Kota Surabaya merupakan salah satu upaya mengatasi banjir yang sering terjadi di kawasan ini. Proses penerapan teknologi ini mencoba melibatkan masyarakat secara penuh mulai dari sosialisasi pembuatan lubang modifikasi yang terbuat dan pipa paralon, membuat lubang pada tanah dengan menggunakan bor LRB, sampai pada perawatan Lubang Resapan Biopori yang menghasilkan kompos. Dari hasil evaluasi pada sekitar 400 warga, didapat bahwa antusiasme masyarakat terhadap penerapan Lubang Resapan Biopori Modifikasi ini cukup tinggi dan terlihat keterlibatan masyarakat pada semua golongan balk ibu-ibu, bapak-bapak, bahkan anak-anak ikut berpartisipasi menanam dan memelihara Lubang Resapan Biopori yang ditanam di halaman rumah masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat perkotaan terhadap lingkungan perlahan-lahan mulai meningkat dan Cara efektif dalam merubah paradigma masyarakat tentang pelestarian lingkungan adalah dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga.
MODIFIKASI KOMPOR BIJI JARAK SEBAGAI IPTEK BAGI MASYARAKAT PEMBUDIDAYA TANAMAN JARAK PAGAR Purwoto, Setyo; Subakir, Subakir
WAHANA Vol 56 No 1 (2011)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v56i1.1426

Abstract

Guna menekan penggunaan minyak tanah dan atau LPG diperlukan energi alternatif yang baru dan terbarukan. Salah satu upaya dimaksud, yang dapat ditempuh adalah menggunakan BBM nabati, diantaranya pemanfaatan biji jarak pagar (Jatropha curcas L.). Untuk itu diperlukan kompor yang dapat dioperasikan dengan BBM biji jarak pagar tersebut. Permasalahan yang dihadapi mitra dalam penerapan iptek ini adalah : keterbatasan alat cetak material komponen kompor, dan tidak optimalnya kinerja (nyala & cara operasional) kompor dari model yang telah ada. Mengacu pada justifikasi prioritas penanganan bersama mitra, maka solusi utama yang diterapkan adalah: " Modifikasi Kompor Biji Jarak". Hasil kegiatan sosialisasi dan pelatihan perakitan model kompor biji jarak diperoleh 4 model, dimana secara prinsip model yang dimaksud adalah: 1) tungku silindris penuh, 2) tungku silindris melingkar tepi, 3) tungku silindris tengah gantung, 4) tungku bertutup pengatur api. Luaran produk hasil pengembangan dalam pembuatan model kompor biji jarak yang optimal, fleksibel dan efisiensi bahan bakar dalam penerapan iptek ini diperoleh spesifikasi kompor biji jarak sebagai berikut : 1) Ukuran kompor ideal : Panjang dan Lebar permukaan 30 cm, tinggi 30 cm, 2) Kapasitas tungku biji 300 gram - 500 gram, 3) Bahan: dari plat besi dengan ketebalan 0.5 — 0,6 mm, 4) Komponen kompor terdiri dari : sarangan luar dan dalam, tungku bahan bakar, pengatur nyala, penutup, penampung abu, dan badan kompor. 5) Ketahanan kompor lebih dari 3 tahun (referensi), 6) Kemampuan menyala : 300 gram biji jarak mampu menyala selama sekitar 60 menit (dengan kadar air biji sekitar 5%), dimana untuk pemanasan langsung, air sebanyak 2 liter mendidih dalam waktu 12 hingga 13 merit, dan untuk memasak nasi '/2 kg memerlukan waktu sekitar 40 menit. Ketahanan nyala tergantung kadar minyak biji
Pengembangan Materi Bahan Ajar “Kondisi” Konsep Diri Pada Anak di TK Negeri Pembina Surabaya Hartanti, Jahju
WAHANA Vol 73 No 1 (2021): Wahana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v73i1.2880

Abstract

Tujuan penelitian ini secara umum untuk mengembangkan bahan ajar untuk mengembangkan konsep diri anak. Hal ini didasarkan pada kebutuhan anak yang perlu memahami belajar konsep diri dan juga mengembangkan konsep diri sejak usia dini. Pengembangan konsep diri pada anak ditentukan oleh keberhasilan orang tua dalam mendidik anak dan mengajarkan anak terkait beberapa kepedulian terhadap interaksi sosial dengan orang di sekitarnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang dilakukan pada 63 siswa di TK Negeri Pembina Surabaya. Hasil penelitian ini berupa bahan ajar “KONDISI”(Konsep Diri Siswa) yang dikhususkan untuk anak usia dini. Bahan ajar ini masih memerlukan penyempurnaan dan tahap diseminasi untuk diberikan pada siswa di sekolah lain agar memiliki validitas semakin baik. Bahan ajar ini dapat mengembangkan konsep diri positif pada anak melalui interaksi sosial serta memotivasi anak untuk semakin mengenali perbedaan satu sama lain ketika di lingkungan bermain.
Implementasi Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sistem Zonasi Di SMA Negeri 14 Bekasi Fitri Rachmadhany; Matin, Matin
WAHANA Vol 73 No 1 (2021): Wahana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v73i1.2893

Abstract

This study aims to analyze the implementation policy of PPDB Zoning at SMAN 14 Bekasi to equalize access and high-quality education services. This research was conducted in January 2020. This research focuses on the level of SMA Negeri 14 in Bekasi. Sampling was conducted with a specific objective, namely the favorite high school in the area closest to the capital city of West Java Province. The analysis of this research uses the Van Meter and Van Horn (1975) implementation model approach which includes the size and policy objectives, resources, characteristics of the executing agent, the attitudes (disposition) of the executors, inter-organizational communication and executive activities, economic environment, social, and Politics. Based on the results of the analysis, the results of this study is that the implementation of PPDB Zoning in West Java Province has been successful in efforts to equalize access and quality of education. The distribution of students from the distance side has approached the student's house and in terms of input quality, it has also spread across various schools so that there is no longer a dichotomy between superior and non-superior schools. Key words: Implementation, Policy, school enrollment zoning system Penelitian ini dengan tujuan untuk menganalisis kebijakan implementasi pelaksanaan PPDB Zonasi di SMAN 14 Bekasi dalam upaya pemerataan akses dan layanaan mutu Pendidikan yang tinggi. Penelitian ini dilakukan bulan Januari 2020. Penelitian ini berfokus pada jenjang SMA Negeri 14 di Bekasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan tujuan tertentu, yaitu SMA favorit di wilayah terdekat ibukota Provinsi Jawa Barat. Analisis penelitian ini dengan menggunakan pendekatan model implementasi Van Meter and Van Horn (1975) yang meliputi variabel Ukuran dan Tujuan Kebijakan, Sumberdaya, Karateristik Agen Pelaksana, Sikap/ kecenderungan (Disposition) para Pelaksana, Komunikasi Antarorganisasi dan Aktivitas Pelaksana, Lingkungan Ekonomi, Sosial, dan Politik. Berdasarkan hasil analisis, kesimpulan hasil penelitian ini adalah pelaksanaan PPDB Zonasi di Provinsi Jawa Barat sudah berhasil dalam upaya memeratakan akses dan mutu pendidikan. Sebaran siswa dari sisi jarak sudah mendekat ke rumah siswa dan dari sisi mutu input juga telah menyebar di berbagai sekolah sehingga sudah tidak ada lagi dikotomi sekolah unggulan dan non unggulan Kata kunci: manajemen, kebijakan, PPDB System Zonasi
Peningkatan Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an Melalui Metode Talaqqi Pada Anak Usia Dini Nofi Maria Krisnawati; Sita Husnul Khotimah
WAHANA Vol 73 No 1 (2021): Wahana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v73i1.3181

Abstract

Pada jenjang sekolah dasar siswa seringkali mengalami kesulitan belajar. Kesulitan belajar siswa akan mengganggu proses pembelajaran di dalam kelas. Berdasarkan hasil penelitian bahwa kesulitan belajar siswa pada kelas rendah yaitu dalam keterampilan menyimak. Keterampilan menyimak dibutuhkan untuk memperoleh informasi sebanyak mungkin. Berbagai hasil penelitian menunjukan bahwa keterampilan menyimak merupakan keterampilan yang paling sering digunakan oleh manusia. Hal tersebut membuat keterampilan menyimak harus dilatih sebagi alat memperoleh informasi. Variabel dalam penelitian ini yaitu kesulitan belajar dalam keterampilan menyimak. Subjek penelitian yaitu kelas 2 dengan jumlah keseluruhan 18 siswa, teknik pengumpulan data adalah teknik observasi, teknik wawancara, dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah, (1) Mendeskripsikan realitas gambaran kesulitan dalam keterampilan menyimak siswa, (2) Mengidentifikasi faktor penyebab kesulitan belajar dalam keterampilan menyimak, (3) Mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar dalam keterampilan menyimak. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesulitan belajar siswa kelas 2A yaitu dalam keterampilan menyimak. Siswa tidak fokus dalam menyimak guru saat sedang proses belajar mengajar. Faktor yang mempengaruhi fokus menyimak siswa yaitu lingkungan kelas yang kurang kondusif, siswa yang menjahili temannya sehingga fokus menyimak siswa terpecah, media pembelajaran yang kurang bervariatif, metode pembelajaran yang monoton.
Kepemimpinan Kepala Sekolah Dengan Motivasi Kerja Guru di Sekolah Dasar Negeri Jaticempaka III Bekasi Nurtiya Novia Rizky; Jamil Latief
WAHANA Vol 73 No 1 (2021): Wahana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v73i1.3182

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan kepemimpinan kepala sekolah dengan motivasi kerja guru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian satu kelompok observasi ganda. Sampel yang digunakan adalah Sampling Jenuh yaitu sebanyak 19 orang responden. Setelah data berdistribusi normal dan linier berdasarkan uji normalitas dan uji linieritas. Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas dengan menggunakan uji Liliefors dari variabel X diperoleh Lo = 0,022 < Ltabel = 0,195, sedangkan dari variabel Y diperoleh Lo = 0,168 < Ltabel = 0,195 berarti sampel berasal dari populasi berdistribusi normal. Hasil perhitungan regresi linier diperoleh persamaan = 53,97 + 0,59X , dengan menggunakan persamaan ini dapat melihat pergerakan data dari kiri bawah ke kanan atas ini berarti bahwa kedua data linier. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menghitung korelasi product moment dan didapat rhitung > rtabel (0,887 > 0,456), yang berarti Ho ditolak. Oleh karena itu, hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ada hubungan yang sangat kuat kepemimpinan kepala sekolah dengan motivasi kerja guru.
Penerapan Lean Operation Guna Meminimalkan Produk Cacat Menggunakan Metode PDCA Arief Setyani Komara Sugama, Arief Setyani Komara
WAHANA Vol 73 No 1 (2021): Wahana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v73i1.3337

Abstract

Increasingly complex global competition, uncertain customer demands, and increasing customer expectations are the driving forces in implementing more optimal productivity such as the lean operation. In carrying out its operational activities, the company’s production process has not been able to run efficiently due to waste of defective products. This study uses primary and secondary data. This study also uses observation and documentation data collection method. To implement lean operation, the PDCA method is used which supported by tools such as the seven basic tools of TQM, VSM, and FMEA. By implementing the lean operation, it has been proved to reduce the number of defective products. For ODAKPR products, defects from overlock results are not paralleled decreased 72,95% to 102 pieces, perforated overdeck stitches decreased 76,42% to 75 pieces, misalignment of labels decreased 78,15% to 52 pieces. For OJAKPR products, defects from overlock results are not paralleled decreased 62,40% to 97 pieces, perforated overdeck stitches decreased 69,06% to 69 pieces, misalignment of labels decreased 73,77% to 48 pieces. For CJPPR products, defects of overdeck suture distance decreased 65,80% to 92 pieces, misalignment of labels decreased 76,76% to 56 pieces, overlock results are not paralleled decreased 77,96% to 41 pieces.