cover
Contact Name
Dian Majid
Contact Email
majid@unipasby.ac.id
Phone
+6281234746664
Journal Mail Official
majid@unipasby.ac.id
Editorial Address
Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA
ISSN : 14121867     EISSN : 27154947     DOI : https://doi.org/10.36456/waktu
WAKTU published twice a year in January (no.1) and July (no.2), WAKTU is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from various engineering disciplines. The articles published in WAKTU includes original scientific research results (top priority), new (not priority) scientific review articles, or comments or criticisms of scientific papers published by WAKTU. This journal receives manuscripts or articles in engineering from various academics and researchers both nationally and internationally. Articles published in WAKTU are articles that have been reviewed by Peer-Reviewers. The decision on the acceptance of a scientific article in this journal shall be the right of the Board of Editors based on recommendations from Peer-Reviewers.
Articles 453 Documents
PENGARUH KONSENTRASI DAN WAKTU AKTIVASI TERHADAP KARAKTERISTIK KARBON AKTIF AMPAS TEBU DAN FUNGSINYA SEBAGAI ADSORBEN PADA LIMBAH CAIR LABORATORIUM Indah Nurhayati; Joko Sutrisno; Mochamad Sofyan Zainudin
WAKTU Vol 16 No 1 (2018): -
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v16i1.1491

Abstract

Ampas tebu berpotensi sebagai bahan baku karbon aktif karena mempunyai kadar karbon yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh konsentrasi natrium klorida, dan waktu aktivasi terhadap kualitas karbon aktif ampas tebu dan mengkaji efektifitas karbon aktif ampas tebu sebagai adsorben perak, krom, dan total dissolved solid air limbah laboratorium Teknik Lingkungan Universitas PGRI Adibuana Surabaya. Variabel penelitian adalah konsentrasi natrium klorida 10%, 12,5% dan 15 %, lama perendaman 12 jam, 18 jam dan 24 jam. Proses adsobsi dilakukan secara kontinyu dengan debit 140ml/menit selama 120 menit, analisis sampel dilakukan setiap 15 menit. Hasil dari penelitian ini adalah aktivasi karbon aktif ampas tebu menggunakan larutan natrium klorida 10% selama 12 jam menghasilkan karbon aktif dengan karakteristik daya serap I2 sebesar 46%, kadar air 1%, dan kadar abu 7%, dan sudah sesuai SNI 06-3730-1995, sedangkan untuk kadar zat yang menguap belum sesuai SNI 06-3730-1995. Selama waktu adsobsi 2 jam karbon aktif ampas tebu, efisiensi penurunan terbaik krom pada menit ke 15 sebesar 8% dan total dissolved solid sebesar 31% sedangkan penurunan perak paling tinggi pada menit ke 75 sebesar 24%. Karakteristik air limbah laboratorium setelah diadsobsi menggunakan karbon aktif ampas tebu, adalah kadar perak 0,71 mg/L, krom 1,12 mg/L, total dissolved solid 15.400 mg/L dan pH 1,52, sehingga air limbah belum memenuhi baku mutu sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. 5 Tahun 2014.
PENDEKATAN METODE KANO – QFD UNTUK MENGUKUR PELAYANAN LABORATORIUM UJI Titiek Koesdijati; Tri Yusufi Rahmadhani
WAKTU Vol 16 No 1 (2018): -
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v16i1.1492

Abstract

Kepuasan pelanggan merupakan hal yang sangat penting dalam pelayanan publik, terutama di Laboratorium Uji Kualitas Lingkungan BLH Provinsi Jawa Timur yang pelanggannya berasal dari berbagai macam perusahaan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pelanggan terhadap pelayanan dan sumber daya manusia di laboratorium serta menentukan prioritas perbaikan untuk pengembangan laboratorium pada masa yang akan datang. Penelitian ini menggunakan metode Kano yang diintegrasikan ke dalam metode Quality Function Deployment (QFD) untuk menghasilkan prioritas perbaikan. Berdasarkan penelitian dan analisis data pada variabel pelayanan, terdapat empat bagian bernilai rata-rata 3,26 yang artinya pelanggan cukup puas dan enam bagian bernilai rata-rata 3,67 yang artinya pelanggan puas. Sedangkan pada variabel sumber daya manusia terdapat satu bagian bernilai rata-rata 3,41 yang artinya pelanggan cukup puas dan dua bagian bernilai rata-rata 3,64 yang artinya pelanggan puas, serta diikuti dengan delapan urutan prioritas perbaikan untuk pengembangan laboratorium pada masa yang akan datang.
ANALISA TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI DENGAN METODE ARC, ARD, DAN AAD DI PT. XYZ Moh. Ririn Rosyidi
WAKTU Vol 16 No 1 (2018): -
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v16i1.1493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan perbaikan tata letak pada proses produksi di PT. Ecomec Resources Indonesia, sehingga bisa memperkecil jumlah tenaga kerja pada perusahaan tersebut.Perusahaan PT. Ecomec Resources Indonesia di tuntut untuk mengoptimalkan dalam rancangan dan mendesain tata letak suatu perusahaan agar bisa memperkecil jumlah tenaga kerja pada saat proses produksi berlangsung, besetra tata letaknya yang teratur sehingga lebih efektif dan efisien dalam segi jumlah tenaga kerja yang diperlukan lebih sedikit. Data-data yang digunakan yaitu dengan melihat langsung area perusahaan dan mengumpulkan data-data disetiap bagian yang proses produksi yang mengalami usulan layout, menggunakan metode Activity Relationship Chart (ARC), Activity Relationship Diagram (ARD) danActivity Allocation Diagram (AAD). Dari hasil penelitian layout usulan awal perusahaan untuk metode ARC, ARD dan AAD sebelumnya membutuhkan pekerja 4 sedangkan hasil yang didapat pada layout usulan 1 dan layout usulan 2 perbaikan menggunakan metode ARC, ARD dan AAD hanya membutuhkan 2 pekerja, pada analisa proses produksi menggunakan metode ARC, ARD, dan AAD telah mengurangi jumlah tenaga kerja pada setiap departemen, sehingga proses produksi lebih efisien PT. Ecomec Resources Indonesia.
ANALISIS CARBON FOOTPRINT YANG DIHASILKAN DARI AKTIVITAS RUMAH TANGGA DI KELURAHAN LIMBUNGAN BARU KOTA PEKANBARU Aryo Sasmita; Jecky Asmura; Ivnaini Andesgur
WAKTU Vol 16 No 1 (2018): -
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v16i1.1494

Abstract

Tingginya tingkat kepadatan penduduk di Kelurahan Limbungan Baru memiliki potensi sebagai salah satu penyumbang emisi CO2 ke atmosfer. Emisi CO2 dari aktifitas rumah tangga dibagi menjadi emisi CO2 primer dan sekunder. Emisi CO2 primer berasal dari penggunaan bahan bakar di rumah tangga, sedangkan adalah emisi CO2 sekunder yang dihasilkan dari penggunaan alat-alat listrik di rumah tangga. Data primer diperoleh dari survey dengan melibatkan 98 responden dan data sekunder yaitu peta wilayah, data demografi, dan data daya listrik. Variabel penelitian ini yaitu jumlah bahan bakar LPG dan minyak tanah, dan daya listrik yang terpasang di rumah tersebut. Perhitungan emisi CO2 dilakukan dengan menggunakan metode IPCC 2006. Total emisi CO2 dari kegiatan rumah tangga di Kelurahan Limbungan Baru adalah sebesar 2.194,614 ton CO2/bulan, dimana emisi CO2 primer adalah sebesar 185,535 ton CO2/bulan dan emisi CO2 sekunder adalah sebesar 2.009,089 ton CO2/bulan.
TREATMENT KOAGULAN, FILTRASI, FERROLITE, MANGANESE GREENSAND, DAN RESIN PADA AIR BAKU DALAM PENURUNAN TDS, KEKERUHAN, KESADAHAN, KHLORIDA, MANGAN, DAN E KOLI Setyo Purwoto; Rusdiyantoro Rusdiyantoro; Budi Prijo Sembodo
WAKTU Vol 16 No 2 (2018): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v16i2.1656

Abstract

Parameter air bersih di indonesia diatur menurut peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor : 416/Menkes/Per/IX/1990. Penelitian ini mengkaji kemampuan penurunan parameter parameter Total Disolved Solid (TDS), kekeruhan, kesadahan total (total hardness), khlorida, Mangan, dan Total Coliform (e koli) dengan menggunakan perlakuan koagulan, filtrasi, ferrolite, manganese greensand, dan resin pada air. Metode yang digunakan adalah : proses pengolahan bahan baku air diawali dengan pembubuhan Sucolite SP 211 sebagai Coagulant Aid pada tanki koagulan, kemudian treatment filtrasi menggunakan sedimen poly propilena (SPP) pada housing filter. Selanjutnya berturut turut treatment ; Ferrolite dan Manganese Greensand pada housing filter, resin anion pada tabung FRP, dan resin kation pada tabung FRP. Kesimpulan : Treatment koagulan, filtrasi, ferrolite, manganese greensand, dan resin pada air baku dapat menurunkan ; Total Disolved Solid (TDS) 1.360 mg / L, kekeruhan sebesar 6,3 skala Turbidity NTU, kesadahan total (total hardness) 265,634 mg / L CaCO3, khlorida 292,878 mg / L Cl -, Mangan 1,235 mg/L Mn, dan Total Coliform (e koli) 3.140 MPN/100mL
SLUDGE LUMPUR AKTIF, SAMPAH DAPUR DAN KOTORAN SAPI SEBAGAI BAHAN BAKU BIOGAS PORTABEL Sri Widyastuti; Sri Mulyani
WAKTU Vol 16 No 2 (2018): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v16i2.1665

Abstract

Limbah padat non medis dan sludge lumpur aktif yang dihasilkan dari kegiatan pelayanan di Rumah Sakit belum banyak dimanfaatkan, sehingga perlu dilakukan upaya pemanfaatan limbah padat non medis menjadi biogas. Pemanfaatan dilakukan dengan mencampur sludge lumpur aktif Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sampah dapur dan kotoran sapi sebagai bahan baku pembuatan biogas portabel. Reaktor biogas portabel berupa drum plastik berbahan High Density Polyethylene (HDPE) volume 150 liter. Pengkajian pengolahan limbah sludge ini dilakukan dengan tiga variasi. Proses pembuatan biogas reaktor portabel dilakukan dengan mencampur bahan baku yaitu slude lumpur aktif IPAL, sampah dapur, dan kotoran sapi dengan komposisi sesuai variasi yang ditentukan dan ditambahkan air dengan perbandingan campuran dan air 1 : 1. Mengaduk semua campuran dan selanjutnya memasukkan ke dalam digester sampai 2/3 volume digester selama 30 hari. Hasil uji nyala berturut-turut variasi I,II dan III adalah 91 detik, 264,7 detik dan 381,7 detik. Pupuk organik cair yang dihasilkan dari proses fermentasi yang memiliki kandungan C Organik, N dan Salmonella sesuai SNI Pupuk Organik Cair Tahun 2011 adalah variasi I dan III. Variasi I tidak memenuhi karena nilai C organik dan N dibawah batas minimum dan Salmonella di diatas batas maksimum. Kesimpulan dari studi ini adalah sludge lumpur aktif IPAL, sampah dapur dan kotoran sapi dapat dijadikan bahan baku pembuatan biogas, dan semakin tinggi persentase sludge lumpur aktif IPAL menghasilkan biogas yang paling baik. Variasi sludge lumpur aktif IPAL(50%), sampah dapur(20%) dan kotoran sapi(30%) menghasilkan pupuk organik cair terbaik untuk parameter C Organik, N dan Salmonella.
CHANGE-ORIENTED LEADERSHIP : SAFETY COMMITMENT OR PERFORMANCE BEHAVIOR Muhammad Abdul Jumali; Eko Budi Utomo
WAKTU Vol 16 No 2 (2018): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v16i2.1666

Abstract

Tujuan dari artikel ini untuk mengidentifikasi penyebab resiko pada perusahaan terkait budaya keselamatan berdasarkan pendekatan proses produksi. Metode yang digunakan adalah eksplorasi beberapa data dari sebuah perusahaan X di Surabaya, dikhususkan pada departemen Produksi. Selanjutnya didiskusikan dengan para pimpinan dan yang terkait dengan kinerja produksi. Hasil menunjukkan bahwa penyebab resiko yang dapat membahayakan keselamatan pekerja produksi, dan kebijakan peningkatan kinerja produksi selama ini belum mengedepankan keselamatan pekerja, sehingga dibutuhkan komitmen baru dalam hal keselamatan pekerja. Reorientasi kepemimpinan dalam mengedepankan keselamatan sangat dibutuhkan dalam pembentukan perilaku dan budaya keselamatan di dunia industri. Reorientasi tersebut dilakukan melalui komitmen keselamatan pada level individu, level aturan dan level manajemen.
TINGKAT KEKUMUHAN DAN ANALISIS SPASIAL PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN (STUDI KASUS : SURABAYA TIMUR) Anak Agung Sagung Alit W.; Jelita Citrawati Jihan
WAKTU Vol 16 No 2 (2018): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v16i2.1667

Abstract

Kota Surabaya yang dikenal sebagai kota yang berwawasan lingkungan ternyata masih memiliki 150 hektar kawasan permukiman yang masuk dalam kategori permukiman kumuh. Hal ini ditinjau dari kondisi sanitasi, ketersediaan drainase dan kondisi letak permukiman sekitarnya. Tujuan dari kajian ini adalah mengidentifikasi tingkat kekumuhan kawasan permukiman di Surabaya Timur serta menentukan arahan penanganannya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kuantitatf dengan analisis skoring untuk menentukan tingkat kekumuhan dan analisis spasial untuk menentukan lokasi kawasan permukiman kumuh. Metode pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara serta studi literatur untuk mendapatkan data indikator tingkat kekumuhan di Kota Surabaya Timur. Tingkat kekumuhan permukiman di Surabaya Timur yang didapatkan dari hasil analisis adalah Permukiman di Kelurahan Sawunggaling dan Kelurahan Wonokusumo masuk dalam tingkat kekumuhan Sedang, sedangkan Kelurahan Kenjeran dan Kelurahan Rungkut Kidul termasuk dalam Tingkat Kekumuhan Tinggi. Analisis spasial yang dihasilkan dilihat dari keadaan dan status kondisi fisik permukiman adalah permukiman di kelurahan Sawunggaling dan kelurahan Wonokusumo termasuk dalam kategori kumuh sedang. Kelurahan Kenjeran dan kelurahan Rungkut Kidul termasuk dalam kategori kumuh berat.
FENOMENA URBANISASI : POLA PERUBAHAN MATA PENCAHARIAN BERBASIS SPASIAL Siti Nuurlaily Rukmana; Moch Shofwan
WAKTU Vol 16 No 2 (2018): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v16i2.1668

Abstract

Fenomena transformasi perkotaan merupakan salah satu penyebab dari terjadinya urbansasi. Urbanisasi ditandai dengan pertumbuhan demografi yang meningkat setiap tahunnya. Hal ini mendorong ketidakseimbangan antara penyediaan lahan dengan permintaan lahan sebagai aspek kegiatan atau tempat tinggal. Kecenderungan terjadinya perluasan wilayah sangat tinggi khususnya di kawasan pinggiran. Kecamatan Krian merupakan salah satu daerah yang mengalami perubahan lahan cukup tinggi. Tujuan artikel ini untuk menilai dan menganalisis pola perubahan mata pencaharian di Kecamatan Krian. Teknik analisis pada studi ini dengan menggunakan Geographical Information System melalui pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis bahwa perubahan mata pencaharian (khususnya petani menjadi non petani) berada pada sisi timur. Terdapat 3 desa yang mengalami penurunan jumlah petani mulai tahun 1995-2015 yaitu Desa Keboharan, Tarung Wetan dan Jatikalang. Hal ini disebabkan di sisi timur secara administrasi lokasi tersebut strategis yaitu terletak di pertigaan bypass dan dibagian utara berbatasan dengan kabupaten Gresik. Sehingga memicu adanya perubahan aktivitas, yaitu sebagai tempat hunian. Artinya di sisi timur Sidoarjo tidak digunakan sebagai tempat aktivitas kerja masyarakat melainkan sebagai tempat tinggal.
PENGUKURAN KINERJA WAKTU DAN BIAYA PROYEK PEMBANGUNAN JETTY MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE Nurul Romadhonnia; Mohamad Ferdaus Noor Aulady; Felicia Tria Nuciferani
WAKTU Vol 16 No 2 (2018): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v16i2.1669

Abstract

Seiring dengan kebijakan pemerintah terkait pembangunan infrastruktur, maka pelaksanaan proyek infratuktur juga harus berjalan dengan baik. Oleh karena itu perlu adanya pengukuran kinerja pada proyek infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja biaya dan waktu proyek Jetty dengan menggunakan metode earned value analysis. Earned Value (EV) adalah sebuah metode yang dapat mengukur kinerja sebuah proyek dengan mengintegrasikan biaya dan waktu. Hasil penelitian menujukan bahwa kinerja proyek pembangunan Jetty PT. Kias yang berlokasi di Manyar, Gresik mengalami keterlambatan dari jadwal yang sudah direncanakan. Ini ditandai dari nilai SV yang berada pada posisi negatif dan SVI yang kurang dari nilai 1. Jika kinerja ini tetap dipertahankan oleh kontraktor, kontraktor selaku pelaksana proyek juga mengalami kerugian keuangan bila dibandingan dengan anggaran rencana yang ada.