cover
Contact Name
Zul Anwar Ajim Harahap
Contact Email
lp2miain.padangsidimpuan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lp2miain.padangsidimpuan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
TAZKIR: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman
ISSN : 24427004     EISSN : 2460609X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
TAZKIR: Jurnal Penelitian ilmu-ilmu sosial dan keislaman published in 2015 with P-ISSN: 2442-7004, and E-ISSN: 2460-609X is A peer-reviewed journal that is published by the LPPM IAIN Padangsidimpuan, North Sumatera, Indonesia. The journal an effort to provide forums for academicians and researchers who are interested in the discussion of current and future issues on Islamic studies. The journal is dedicated to the scholarly study of all aspects of Islam and of the Islamic world. Particular attention is paid to works dealing with history, geography, political science, economics, anthropology, sociology, law, literature, religion, philosophy, international relations, environmental and developmental issues, as well as ethical questions related to scientific research. TAZKIR: Jurnal Penelitian ilmu-ilmu sosial dan keislaman is published twice a year (June and December)
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2023)" : 11 Documents clear
PENGUSIRAN NON-MUSLIM DI TANAH ARAB (Analisis Hermeneutik Hadis No. 1767 dalam Sahih Muslim) Syachrofi, Muhammad; Masiyan, Masiyan; Haitomi, Faisal
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v9i2.9404

Abstract

One of the factors for the occurrence of acts of violence in the name of religion is inaccuracy in reading religious texts. One form of such inaccuracy is the literal reading of the Qur'an and the hadith of the Prophet (peace be upon him). For example, the hadith whose editorship says that the Prophet (peace be upon him) once drove non-Muslims out of the Arabian Peninsula. This hadith will impact rigid understanding and foster anti-Muslim attitudes if taken literally. Therefore, in this paper, the author tries to re-read these hadiths using hermeneutic analysis to find the contextual meaning of these hadiths. This literature research is carried out qualitatively by collecting data from primary and secondary sources which are then analyzed using a hermeneutic approach. The conclusion is that the hadith was delivered by the Prophet (peace be upon him) in the position of head of state so that the hadiths he delivered had implications for state issues, not creed issues. The expulsion was not directed at non-Muslims as a whole but only at specific individuals who could threaten the stability of Medina at that time.
FENOMENA UMRAH BACKPACKER PEREMPUAN TANPA MAHRAM PERSPEKTIF MASLAHAH Amirah, Nabilla; Salma, Salma; Hidayat, Rahmat
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v9i2.10431

Abstract

Pelaksanaan umrah di Indonesia umumnya diselenggarakan oleh agen travel yang memiliki izin sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) yang berada dibawah tanggung jawab pemerintah melalui Kementrian Agama, namun banyak orang yang terkendala dengan biaya yang cukup mahal sehingga memutuskan untuk mencari alternatif lain, kehadiran umrah backpacker akhir-akhir ini menjadi salah satu pilihan dalam melaksanakan ibadah ke tanah suci ditengah meningkatnya semangat umrah dengan bugdet yang minim. Tak terkecuali kegiatan umrah backpacker ini dilaksanakan oleh perempuan tanpa mahram. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pelaksanaan umrah backpacker, dan merincikan kemaslahatan fenomena umrah backpacker oleh perempuan tanpa mahram. Penelitian ini menggunakan kerangka penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara dan pembagian angket. Peneliti melakukan pembagian angket kepada perempuan yang sudah pernah melaksanakan kegiatan umrah backpacker. Data sekunder diperoleh melalui pengkajian terhadap buku, artikel jurnal, laporan penelitian dan data lainnya yang sesuai dengan tema penelitian. Data yang diperoleh kemudian di analisis dengan metode analisis isi yang bersifat deskriptif kualitatif yang selanjutnya ditarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan fenomena umrah backpacker yang terjadi bukanlah mandiri secara keseluruhan tetapi hanya dalam segi waktu pelaksanaan dan biaya yang relatif murah dari umrah yang pada umumnya, dikarenakan untuk pengurusan masih melibatkan biro perjalanan. Kemaslahatan yang ditimbulkan seperti  tidak terbatasnya waktu untuk beribadah, biaya yang relatif lebih murah. Namun juga tidak sedikit mudharat yang akan diterima seperti dari segi keamanan, pengurusan fasilitas yang lebih menguras waktu, makan yang tidak terjaga, dan rawan tersesat jika baru pertama kali melaksanakan umrah mandiri. Berkaitan dengan umrah backpacker Bersama-sama orang yang telah pernah melaksanakan umrahatau dalam arti lain hanya dari segi tidak memakai biro perjalanan maka masuk dalam maslahah kategori hajiyyah dengan menggantikan peran mahram biologis dengan teman serombongannya yang dalam hal ini tidak membawa kemudharatan dan kehancuran serta kesulitan pada wanita tersebut.
ISLAM DAN NEGARA INDONESIA (Studi Kajian Politik Pendidikan Islam di Indonesia) Harahap, Aidul Azhari; Dalimunthe, Sehat Sulthoni
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v9i2.8503

Abstract

Islam dan negara merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan dalam keilmuan Islam sebagai wujud bahwasanya Islam bukan hanya sebagai agama yang monoton membahas tentang masalah ibadah, melainkan di dalamnya mencakup berbagai soal tentang negara dan perannya sebagai pengarah negara menjadi sebuah wadah msyarakat yang makmur, aman, dan sejahtera. Dengan demikian, antara Islam dan negara terdapat sinerjinitas yang terjadi sejak Islam sebagai sebuah agama samawi yang dibawakan Rasulullah SAW di Makkah pada 700 M. Islam di negar Indonesia menjadi salah satu wujud dalam pengaplikasian negara plural atas nama agama dan budaya sehingga dalam sejarahnya Indonesia gagal sebagai produk yang berbasis syara’ melainkan mencari jalan pintas sehingga akhirnya menjadi negara yang bersistem demokrasi. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahuai sejauh mana hubungan antara Islam dan negara yang dikaji dalam politik pendidikan Islam di Indonesia dan mengetahui redaksi nyata bahwa Islam adalah salah satu pelopor kemerdekaan Indonesia dan tidak dapat dilepaskan dari hubungan yang erat antara Islam dan bernegara sejak dahulunya.
Dinamika Gerakan Islam di Indonesia: Antara Salafi, Fundamentalis, Islamis Atau Post-Islamis Sormin, Ihwan; Harahap, Abdul Manaf
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v9i2.8790

Abstract

Penelitian ini akan meneliti tentang bagaimana transformasi gerakan, ideologi dan pemehaman islam dari gerakan Salafi, Fundamentalis, Islamis hingga Post-Islamis. Peneliti juga ingin melihat bagaimana sirkulasi gerakan salafi fundamentalis hingga akhirnya menjadi islamis dan bagaimana perbedaan antara kedua gerakan tersebut. Kemudian peneliti ingin melihat dan menganalisis dimana posisi gerakan dan pemahaman islam di Indonesia antara Islamis dan Post-Islamis. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka library research dengan mengumpulkan data dari pustaka baik itu buku dan artikel jurnal lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran gerakan islam terbagi menjadi Salafisme, Fundamentalisme, Islamisme dan Post Islamisme. Awalnya gerakan Salafisme memiliki spirit yang sama dengan Fundamentalisme yaitu memurnikan ajaran islam dari segala bentuk amaliyah yang berbau bid’ah. Pada gerakan Islamisme kelompok wahabi ini mulai menyentuh sendi politik da kekuasaan dengan spirit mendirikan negara islam. Gerakan islam di Indonesia sudah mulai bergerak ke arah Post-Islamisme terbukti dengan evaluasi beberapa partai politik islam dan organisasi islam dengan memakai islam moderat sebagai ideologi partainya.
EKSPLORASI MAKNA MODERASI BERAGAMA DI KOTA SUKABUMI: SUATU PENDEKATAN FENOMENOLOGIS Saumantri, Theguh
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v9i2.8707

Abstract

Dalam konteks masyarakat yang semakin kompleks dan beragam, moderasi beragama muncul sebagai jalan tengah yang mampu menghubungkan antara aspek spiritualitas dengan tuntutan hidup dalam keragaman. Kota Sukabumi sebagai kota tolernasi ke-enam di Indonesia dan ke dua di Jawa Barat adalah bukti konkrit dari komitmen yang kokoh dalam membangun nilai-nilai moderasi beragama.Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi makna moderasi beragama di Kota Sukabumi melalui pendekatan fenomenologis. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang mengadopsi pendekatan fenomenologis dalam menggali dan menganalisis makna moderasi beragama di Kota Sukabumi. Dalam konteks masyarakat yang heterogen dalam hal agama, pendekatan ini mengambil sudut pandang individu untuk memahami bagaimana moderasi beragama dihayati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Moderasi beragama di Kota Sukabumi telah menjadi pijakan yang kuat dalam mewujudkan kerukunan antarumat beragama. Dalam konteks masyarakat yang beragam agama dan budaya, moderasi beragama di kota ini mencerminkan harmoni dan toleransi yang hidup dalam interaksi sehari-hari. selain itu dukungan dari pemerintah dan tokoh setiap agama dalam menciptakan lingkungan inklusif turut menjadi pendorong moderasi beragama.
PARADIGMA MASYARAKAT PENAMBANG EMAS TANPA IZIN TERHADAP KERUSAKAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN SAROLANGUN-JAMBI Hubul Hoir, Munsarida Damiri
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v9i2.9532

Abstract

AbstrakManusia dan lingkungan alam tidak dapat dipisahkan. Sebagian besar kebutuhan manusia dipenuhi ligkungan alam yang ada disekitarnya maka manusia harus menjaga dan melestarikan lingkungan alam dari kerusakan. Tetapi faktanya kerusakan lingkungan alam semakin memperhatinkan di Indonesia, khususnya di Kecamatan Batang Asai, Cermin Nan Gedang dan Limun. Kerusakan lingkungan diwilayah tersebut semakin parah dan melaus seperti pencemaran air sungai, kerusakan alam liar dan lahan pertanian lainnya yang diakibatkan oleh aktivitas masyarakat PETI yang menggunakan mesin dong feng dan exsapator. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi, pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini berkesimpulan bahwa kerusakan lingkungan alam diakibatkan ada terjadinya perubahan paradigma masyarakat yang didukung oleh faktor internal dan eksternal. Adapun paradigma yang berkembang dalam masyarakat PETI bahwa paradigma keberlakuan etika dan moral hanya pada manusia saja, perilaku masyarakat yang konsumtif dan hedonis. Filsafat lingkungan menawarkan sebuah konsep pelestarian dan memanfaatkan lingkungan alam untuk mengatasi kerusakan tersebut, yakni paradigma pengelolaan lingkungan berdasarkan nilai kemanusiaan, nilai spiritual, dan berpikir yang terintegrasi antara kosmos, ilmu pengetahuan dan teknologi ramah lingkungan. Kata Kunci:  Paradigma Masyarakat PETI, Kerusakan Lingkungan, Kabupaten Sarolangun.
Kebijakan Arab Saudi Mengakhiri Blokade Qatar Tahun 2021 Siahaan, Munawir
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v9i2.9695

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis mengapa Arab Saudi bersedia mengakhiri blokade Qatar tahun 2021. Topik ini menarik untuk dibahas sebab, idealnya, ketika suatu negara telah menerapkan suatu kebijakan luar negeri untuk mencapai tujuan dan kepentingan tertentu, maka kebijakan luar negeri tersebut mestinya terus dipertahankan hingga tujuan dan kepentingan tersebut tercapai. Sementara Arab Saudi mengubah kebijakan blokadenya menjadi normalisasi padahal Qatar belum melaksanakan 13 tuntutan yang telah diajukan Saudi sejak 2017. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis triangulasi. Artikel ini menemukan bahwa kebijakan Arab Saudi mengakhiri blokade terhadap Qatar pada tahun 2021 dipengaruhi oleh faktor domestik dan internasional. Faktor domestik yaitu pertumbuhan ekonomi Arab Saudi yang menurun tajam pada tahun 2020 akibat pandemi Covid-19 dan adanya kekhawatiran akan potensi ancaman keamanan di perbatasan Saudi-Qatar. Faktor internasional yaitu, meningkatnya transaksi lintas batas antara Qatar, Turki, dan Iran, persiapan penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar, upaya pemulihan citra dan pengaruh Mohammed bin Salman di mata dunia internasional setelah kasus pembunuhan Jamal Khashoggi, dan terpilihnya Joe Biden yang berniat untuk mempertimbangkan kembali sejumlah kebijakan terkait Arab Saudi. Selanjutnya kebijakan Arab Saudi mengakhiri blokade Qatar dikategorikan sebagai perubahan orientasi internasional . Sebab, kebijakan tersebut merupakan perubahan kebijakan luar negeri yang ekstrem yang melibatkan perubahan arah seluruh orientasi Arab Saudi terhadap masalah blokade Qatar.
PEMBERDAYAAN POTENSI ADAT DAN BUDAYA DALAM MENINGKATKAN KEHIDUPAN MODERASI BERAGAMA Siregar, Budi Gautama; Lubis, Aswadi; Hadamean, Barkah; Hasibuan, Ali Amran
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v9i2.9671

Abstract

The religious moderation program is aimed at creating attitude and efforts to make religion a basis and principle to avoid radical and extreme behavior and ethnocentrism and always strive for a middle way that unites, integrates and equalizes all elements, heteregonities in the life of society, The method used is community service-based research, namely Participation Action Research (PAR), which is a service carried out as well as research with the aim of empowering the community in overcoming the problems they face and increasing their potential to lead to a better social life. The approach to empowering the Danau Bale community in Rantau Selatan District, Labuhan Batu Regency. The results found after community empowerment through interviews, FGDs and observations found the results The customary and cultural conditions of the Danau Balai community, Rantau Selatan District, have a diversity of customs and cultures based on their respective tribes, there are Javanese, Toba Batak and Mandailing Batak and Chinese customs. In daily life, only some of the customs and culture of the community are still implemented and guided in daily life.  The life of religious moderation in the Danau Balai community is going well, there is cooperation between communities in daily activities in various fields of community life, both in the social and religious fields. Empowerment of customary and cultural potential is carried out with assistance activities in the form of socialization of empowerment of customary and cultural potential to the Danau Balai Village community, these activities have a significant impact on the community, can remind the community about the diversity of customs and culture and the importance of continuing to be preserved and implemented in everyday life, where so far many people have forgotten it and are no longer implemented in everyday life.
DAMPAK DISIPLIN KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA SWALAYAN 88 Hardana, Ali; Hasibuan, Lismawati; Utami, Try Wahyu
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v9i2.8398

Abstract

Payment or gift compensation is also very important attention in increasing morale employees so that it will be achieved later the expected work results will even be obtained enhanced by giving compensation according to the level of risk of each job. This study aims to examine the extent to which work discipline, compensation determines performance employees with work motivation as an intervening variable at Supermarket 88, by using quantitative research methods with data analysis techniques with path analysis to visitors as many as 268 respondents who were sampled from a population of 268 visitors, which testing the data using the SPSS 21 software tool. The results of the study are; Work discipline has a significant effect on work motivation with a direct influence coefficient of discipline work on work motivation. Compensation has no significant effect on work motivation with the direct effect coefficient of compensation on work motivation. Work discipline has a significant effect on employee performance with a coefficient of influence work discipline directly on employee performance. Compensation has that effect significant effect on employee performance with a direct effect coefficient of compensation on performance employee. Work motivation has a significant influence on employee performance with the coefficient of direct influence of work motivation on employee performance. Coefficient value indirect influence direct influence. So that work discipline has an effect significant effect on employee performance through work motivation. Or it could also be concluded that motivation work as an intervening variable in mediating the relationship between work discipline and employee performance. The value of the coefficient of indirect effect direct effect. So compensation significant effect on employee performance through work motivation. Or it could also be concluded that work motivation as an intervening variable in mediating the relationship of compensation to employee performance.
Pembelajaran Active Learning dengan Metode Diskusi Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Materi Akhlak Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Padangsidimpuan Rostiana, Helmi Rostiana
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v9i2.9514

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang dari beberapa teori yang dikaji bahwa strategi active learning dengan metode diskusi memberikan pengaruh yang besar pada peningkatan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Akan tetapi, kenyataannya masih banyak peserta didik yang kurang termotivasi dalam belajar agama Islam khususnya pelajaran akhlak. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas X yang beragama Islam berjumlah 262 orang. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data tentang motivasi belajar adalah angket sebanyak 30 item. Sedangkan instrumen pengumpul data tentang hasil belajar adalah tes sebanyak 35 item. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil perolehan uji t menggambarkan pengaruh signifikan penerapan strategi pembelajaran active learning dengan metode diskusi terhadap motivasi belajar pendidikan agama Islam, Karena X2hitung = 7,9382 ttabel = 1,75. Selanjutnya hasil uji t juga menggambarkan pengaruh signifikan penerapan strategi active learning dengan metode diskusi terhadap hasil belajar pendidikan agama Islam, kerena X2hitung=20,32ttable=1,75

Page 1 of 2 | Total Record : 11