Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penanaman Nilai Sosial Anak Usia Dini Melalui Gerak dan Lagu Adji, Waluyo Satrio
Jurnal Edukasi AUD Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.203 KB) | DOI: 10.18592/jea.v2i2.1545

Abstract

Abstrak Masa Anak Usia Dini merupakan investasi masa depan yang perlu distimulasi perkembangannya sejak usia dini. Sel-sel otak yang dimiliki anak sejak bayi tidak akan mampu tumbuh dan berkembang secara optimal jika stimulus yang diberikan tidak tepat. Salah satu kawasan yang perlu dikembangkan oleh guru TK/RA dalam merangsang anak adalah dengan penanaman nilai sosial Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media gerak dan lagu untuk menanamkan nilai sosial pada anak usia dini. Media gerak dan lagu akan mampu menjadi media yang efektif digunakan untuk menanamkan nilai sosial anak jika deterapkan secara tepat. Dalam menggunakan media gerak dan lagu untuk menanamkan nilai sosial pada anak uasia dini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah: (1) membuat tujuan, dengan pertimbangan disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak adan tidak monoton, olah vocal. (2) action, pembuatan bait lagu serta gerakan yang sesuai. Sehingga nilai disampaikan kepada anak bisa dicerna sesuai kebutuhan
Planting Value of Enterprenersip (Case Study at State Primary School Model Malang) adji, waluyo satrio
Jurnal Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 5, No 2 (2016): Juli-Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banajarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v5i2.1006

Abstract

Values are embedded in the golden age will shape the character according to the embedded value. Planning learning on the subjects of Social Sciences about planting entrepreneurial values essential to recognize by the teacher, so that the entrepreneurial character can be created as early as possible. This study aims to (1) determine the values of entrepreneurship is embedded in SD Negeri Malang Model, (2) how to settle them in the Model SD Negeri Malang. This study used a qualitative approach various case studies. Methods of data collection using observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion. Implementing research in SD Negeri Malang Model, because the mission is to make entrepreneurship in schools as a cornerstone of learning, adequate infrastructure, and the achievement of students who achieved both nationally and internationally. The survey results revealed that, (1) the values of entrepreneurship that have been invested in SD Negeri Model Malang is: the value of independent, creative value, value orientation on performance, the value of risk-taking, leadership values, values of hard work, and the value of honest, (2) planting the values of entrepreneurship by integrating the values of entrepreneurship into every subject, extracurricular, self-development and local content. Keywords: entrepreneurial values, social sciences                                                                              
ADDED VALUE KOMODITAS PADI OLEH PARA ISTRI PETANI DI DESA ANJIR PASAR LAMA KEC. ANJIR KAB. BARITO KUALA BAGI PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA Shapiah, Shapiah; Adji, Waluyo Satrio
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3014.982 KB) | DOI: 10.18592/at-taradhi.v7i2.2011

Abstract

AbstrakPenduduk desa Anjir Pasar Lama terdiri dari suku Melayu Banjar, beragama Islam dengan mata pencaharian bertani serta bersawah/ladang. Namun kurangnya kesadaran untuk mempraktekkan keterampilan para ibu-ibu dalam melakukan berbagai aneka olahan berbahan dasar komoditas pertanian menjadi produk makanan yang berorientasi pasar (siap jual), kalaupun ada olahan yang lain, maka nilai jualnya relatif rendah, sedangkan bahan baku sudah siap tersedia di lingkungan sekitar lingkungan mereka.Dengan demikian perlu untuk memberdayakan warga Desa Anjir Pasar Lama yang merupakan daerah perbatasan agar berusaha meningkatkan kesejahteraan keluarga. Adapun program pelatihan pengolahan kue berbahan dasar beras dan ketan berupa materi kewirausahaan, pembuatan kue dengan berbagai variasinya, pengemasan, serta menganalisis dari sisi ekonomi. Pembuatan kue mungkin sudah menjadi kebiasaan masyarakat terutama para ibu, tetapi masih belum berorientasi jual yang tinggi. Oleh karena itu diperlukan penanganan untuk pelatihan pengolahan yang selanjutnya dijadikan produk makanan, yang siap dijual sehingga masyarakat sekitar dapat memiliki pendapatan tambahan. Pelatihan pembuatan kue ini dilakukan dengan pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberdayaan secara maksimal melalui kelompok wanita/ isteri-isteri petani. Penetapan prioritas kegiatan ini dilakukan melalui diskusi kelompok dengan berbagai pihak terkait. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR). Metode PAR diterapkan dalam kegiatan pemberdayaan yang mencakup: pendidikan, pembelajaran, pelatihan, pemberdayaan, pengorganisasian, pedampingan, dan pembinaan. Jenis luaran dari kegiatan tersebut meliputi: (a) pengetahuan dan keterampilan wanita istri petani dalam usaha produksi makanan olahan berbahan komoditas pertanian seperti tepung beras dan tepung ketan, (b) Kelengkapan sarana/ alat produksi pembuatan kue (c) terbentuknya unit usaha baru yang bergerak dalam kue berbahan dasar komoditas padi dan ketan pada khususnya. Kata Kunci : Nilai Tambah, Pemberdayaan Istri PetaniAbstractAnjir Pasar Lama Villagers consists of Malay Banjar. The population is Moslem with subsistence farming and having felds. However, the lack of awareness to practice the skills of the women in performing a variety of different preparations made from agricultural commodities into food products market-oriented (ready for sale), if any processed else, then the resale value is relatively low, while the raw materials readily available in the environment their neighborhood. Therefore, it is necessary for the handling of the subsequent training to be a food product, ready for sale so that the surrounding community may have additional income. Training baking is done with the approach used in these activities is maximized through the empowerment of groups of women or wives of farmers. Prioritization of these activities are done through group discussions with various stakeholders. The method used is Participatory Action Research (PAR). PAR methods applied in empowerment activities that include: education, learning, training, empowerment, organizing, mentoring, and coaching. Type outcomes of these activities include: (a) the knowledge and skills of women or wives of farmers in the business of production of processed food made from agricultural commodities such as rice four and glutinous rice four, (b) Completeness of facilities / production equipment baking (c) the establishment of a new business unit that moves in a cake made from glutinous rice commodities and in particular
ADDED VALUE KOMODITAS PADI OLEH PARA ISTRI PETANI DI DESA ANJIR PASAR LAMA KEC. ANJIR KAB. BARITO KUALA BAGI PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA Shapiah, Shapiah; Adji, Waluyo Satrio
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v7i2.2011

Abstract

AbstrakPenduduk desa Anjir Pasar Lama terdiri dari suku Melayu Banjar, beragama Islam dengan mata pencaharian bertani serta bersawah/ladang. Namun kurangnya kesadaran untuk mempraktekkan keterampilan para ibu-ibu dalam melakukan berbagai aneka olahan berbahan dasar komoditas pertanian menjadi produk makanan yang berorientasi pasar (siap jual), kalaupun ada olahan yang lain, maka nilai jualnya relatif rendah, sedangkan bahan baku sudah siap tersedia di lingkungan sekitar lingkungan mereka.Dengan demikian perlu untuk memberdayakan warga Desa Anjir Pasar Lama yang merupakan daerah perbatasan agar berusaha meningkatkan kesejahteraan keluarga. Adapun program pelatihan pengolahan kue berbahan dasar beras dan ketan berupa materi kewirausahaan, pembuatan kue dengan berbagai variasinya, pengemasan, serta menganalisis dari sisi ekonomi. Pembuatan kue mungkin sudah menjadi kebiasaan masyarakat terutama para ibu, tetapi masih belum berorientasi jual yang tinggi. Oleh karena itu diperlukan penanganan untuk pelatihan pengolahan yang selanjutnya dijadikan produk makanan, yang siap dijual sehingga masyarakat sekitar dapat memiliki pendapatan tambahan. Pelatihan pembuatan kue ini dilakukan dengan pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberdayaan secara maksimal melalui kelompok wanita/ isteri-isteri petani. Penetapan prioritas kegiatan ini dilakukan melalui diskusi kelompok dengan berbagai pihak terkait. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR). Metode PAR diterapkan dalam kegiatan pemberdayaan yang mencakup: pendidikan, pembelajaran, pelatihan, pemberdayaan, pengorganisasian, pedampingan, dan pembinaan. Jenis luaran dari kegiatan tersebut meliputi: (a) pengetahuan dan keterampilan wanita istri petani dalam usaha produksi makanan olahan berbahan komoditas pertanian seperti tepung beras dan tepung ketan, (b) Kelengkapan sarana/ alat produksi pembuatan kue (c) terbentuknya unit usaha baru yang bergerak dalam kue berbahan dasar komoditas padi dan ketan pada khususnya. Kata Kunci : Nilai Tambah, Pemberdayaan Istri PetaniAbstractAnjir Pasar Lama Villagers consists of Malay Banjar. The population is Moslem with subsistence farming and having felds. However, the lack of awareness to practice the skills of the women in performing a variety of different preparations made from agricultural commodities into food products market-oriented (ready for sale), if any processed else, then the resale value is relatively low, while the raw materials readily available in the environment their neighborhood. Therefore, it is necessary for the handling of the subsequent training to be a food product, ready for sale so that the surrounding community may have additional income. Training baking is done with the approach used in these activities is maximized through the empowerment of groups of women or wives of farmers. Prioritization of these activities are done through group discussions with various stakeholders. The method used is Participatory Action Research (PAR). PAR methods applied in empowerment activities that include: education, learning, training, empowerment, organizing, mentoring, and coaching. Type outcomes of these activities include: (a) the knowledge and skills of women or wives of farmers in the business of production of processed food made from agricultural commodities such as rice four and glutinous rice four, (b) Completeness of facilities / production equipment baking (c) the establishment of a new business unit that moves in a cake made from glutinous rice commodities and in particular
PENANAMAN NILAI SOSIAL ANAK USIA DINI MELALUI GERAK DAN LAGU Adji, Waluyo Satrio
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol 2, No 2 (2016): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.203 KB) | DOI: 10.18592/jea.v2i2.1545

Abstract

Abstrak Masa Anak Usia Dini merupakan investasi masa depan yang perlu distimulasi perkembangannya sejak usia dini. Sel-sel otak yang dimiliki anak sejak bayi tidak akan mampu tumbuh dan berkembang secara optimal jika stimulus yang diberikan tidak tepat. Salah satu kawasan yang perlu dikembangkan oleh guru TK/RA dalam merangsang anak adalah dengan penanaman nilai sosial Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media gerak dan lagu untuk menanamkan nilai sosial pada anak usia dini. Media gerak dan lagu akan mampu menjadi media yang efektif digunakan untuk menanamkan nilai sosial anak jika deterapkan secara tepat. Dalam menggunakan media gerak dan lagu untuk menanamkan nilai sosial pada anak uasia dini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah: (1) membuat tujuan, dengan pertimbangan disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak adan tidak monoton, olah vocal. (2) action, pembuatan bait lagu serta gerakan yang sesuai. Sehingga nilai disampaikan kepada anak bisa dicerna sesuai kebutuhan
PLANTING VALUE OF ENTERPRENERSIP (CASE STUDY AT STATE PRIMARY SCHOOL MODEL MALANG) adji, waluyo satrio
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 5, No 2 (2016): Juli-Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banajarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v5i2.1006

Abstract

Values are embedded in the golden age will shape the character according to the embedded value. Planning learning on the subjects of Social Sciences about planting entrepreneurial values essential to recognize by the teacher, so that the entrepreneurial character can be created as early as possible. This study aims to (1) determine the values of entrepreneurship is embedded in SD Negeri Malang Model, (2) how to settle them in the Model SD Negeri Malang. This study used a qualitative approach various case studies. Methods of data collection using observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion. Implementing research in SD Negeri Malang Model, because the mission is to make entrepreneurship in schools as a cornerstone of learning, adequate infrastructure, and the achievement of students who achieved both nationally and internationally. The survey results revealed that, (1) the values of entrepreneurship that have been invested in SD Negeri Model Malang is: the value of independent, creative value, value orientation on performance, the value of risk-taking, leadership values, values of hard work, and the value of honest, (2) planting the values of entrepreneurship by integrating the values of entrepreneurship into every subject, extracurricular, self-development and local content. Keywords: entrepreneurial values, social sciences                                                                              
ADDED VALUE KOMODITAS PADI OLEH PARA ISTRI PETANI DI DESA ANJIR PASAR LAMA KEC. ANJIR KAB. BARITO KUALA BAGI PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA Shapiah Shapiah; Waluyo Satrio Adji
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v7i2.2011

Abstract

AbstrakPenduduk desa Anjir Pasar Lama terdiri dari suku Melayu Banjar, beragama Islam dengan mata pencaharian bertani serta bersawah/ladang. Namun kurangnya kesadaran untuk mempraktekkan keterampilan para ibu-ibu dalam melakukan berbagai aneka olahan berbahan dasar komoditas pertanian menjadi produk makanan yang berorientasi pasar (siap jual), kalaupun ada olahan yang lain, maka nilai jualnya relatif rendah, sedangkan bahan baku sudah siap tersedia di lingkungan sekitar lingkungan mereka.Dengan demikian perlu untuk memberdayakan warga Desa Anjir Pasar Lama yang merupakan daerah perbatasan agar berusaha meningkatkan kesejahteraan keluarga. Adapun program pelatihan pengolahan kue berbahan dasar beras dan ketan berupa materi kewirausahaan, pembuatan kue dengan berbagai variasinya, pengemasan, serta menganalisis dari sisi ekonomi. Pembuatan kue mungkin sudah menjadi kebiasaan masyarakat terutama para ibu, tetapi masih belum berorientasi jual yang tinggi. Oleh karena itu diperlukan penanganan untuk pelatihan pengolahan yang selanjutnya dijadikan produk makanan, yang siap dijual sehingga masyarakat sekitar dapat memiliki pendapatan tambahan. Pelatihan pembuatan kue ini dilakukan dengan pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberdayaan secara maksimal melalui kelompok wanita/ isteri-isteri petani. Penetapan prioritas kegiatan ini dilakukan melalui diskusi kelompok dengan berbagai pihak terkait. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR). Metode PAR diterapkan dalam kegiatan pemberdayaan yang mencakup: pendidikan, pembelajaran, pelatihan, pemberdayaan, pengorganisasian, pedampingan, dan pembinaan. Jenis luaran dari kegiatan tersebut meliputi: (a) pengetahuan dan keterampilan wanita istri petani dalam usaha produksi makanan olahan berbahan komoditas pertanian seperti tepung beras dan tepung ketan, (b) Kelengkapan sarana/ alat produksi pembuatan kue (c) terbentuknya unit usaha baru yang bergerak dalam kue berbahan dasar komoditas padi dan ketan pada khususnya. Kata Kunci : Nilai Tambah, Pemberdayaan Istri PetaniAbstractAnjir Pasar Lama Villagers consists of Malay Banjar. The population is Moslem with subsistence farming and having felds. However, the lack of awareness to practice the skills of the women in performing a variety of different preparations made from agricultural commodities into food products market-oriented (ready for sale), if any processed else, then the resale value is relatively low, while the raw materials readily available in the environment their neighborhood. Therefore, it is necessary for the handling of the subsequent training to be a food product, ready for sale so that the surrounding community may have additional income. Training baking is done with the approach used in these activities is maximized through the empowerment of groups of women or wives of farmers. Prioritization of these activities are done through group discussions with various stakeholders. The method used is Participatory Action Research (PAR). PAR methods applied in empowerment activities that include: education, learning, training, empowerment, organizing, mentoring, and coaching. Type outcomes of these activities include: (a) the knowledge and skills of women or wives of farmers in the business of production of processed food made from agricultural commodities such as rice four and glutinous rice four, (b) Completeness of facilities / production equipment baking (c) the establishment of a new business unit that moves in a cake made from glutinous rice commodities and in particular
Sense of Humor Dr. (HC) KH. Ahmad Hasyim Muzadi pada Acara Reuni Akbar 90 Tahun Pondok Gontor Waluyo Satrio Adji
Piwulang: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2, No 1 (2019): edisi SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/piwulang.v2i1.297

Abstract

KH. Hasyim Muzadi is a person who has the Sense of humor, this was evidenced in his lecture at the grand reunion 90 years of Pondok Gontor. Sense of humor becomes an effective method for conveying a message or value. The approach in this study uses a descriptive type qualitative approach. The data in this case is the Sense of Humor lecturer, while the source of the data is the lecture KH.Hasyim Muzadi in the grand reunion event of 90 years Pondok Gontor. The analysis used is qualitative descriptive analysis. The results in this study that the element of Sense of Humor is owned by KH Hasyim Muzadi during the lecture, the aspect of Sense of Humor used dominantly on the aspect of innuendo or criticism and aspects of a funny story. The type of Sense of Humor used is the intellectual type of humor, because of the intellectual background of the speaker.
Analisis Nilai Pendidikan Karakter pada Film “Sang Pemimpi” Waluyo Satrio Adji; Rahmad Rahmad
Al-Mudarris Vol 1, No 2 (2018): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.957 KB) | DOI: 10.23971/mdr.v1i2.1100

Abstract

Tujuan pendidikan nasional adalah untuk membentuk manusia yang karakter, salah satu metode yang digunakan adalah melalui media film. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Nilai-nilai karakter yang ada pada film “Sang Pemimpi”; (2) Metode Pembentukan karakter pada film “Sang Pemimpi”Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan semiotik, jenis penelitian dokumen (documentary research). Data primer dalam penelitian ini adalah film Sang Pemimpi. Sedangkan data sekunder diperoleh dari surat kabar, internet, video daring, juga pada referensi lain yang berkorelasi dengan tema karakter pada film ini. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan adalah metode dokumentasi karena objek penelitian adalah film. Teknik Analisis menggunakan. Penafsiran prospektif (prospective) dan kategorisasi (mengelompokkan) nilai-nilaiHasil penelitian ini menunjukkan bahwa film Sang Pemimpi (1) mengandung nilai-nilai karakter yaitu Religius, Jujur, Disiplin, Toleransi, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Rasa Ingin Tahu, Menghargai Prestasi, Bersahabat/Komunikatif, dan Peduli Sosial (2) Metode pembentukan karakter pada film “sang pemimpi” melalui empat metode yaitu keteladanan, kedisiplinan, pembiasaan, penciptaan suasana kondusif.Kata Kunci: Analisis, Pendidikan Karakter, Sang Pemimpi
The Concept Of Self Healing Perspective Of The Qur'an and Hadith Muhammad Iqbal Ansari; Waluyo Satrio Adji; Raidah Raidah
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 3: Al Qalam (Mei 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i3.943

Abstract

Lately, mental health is often discussed because the number of mental disorders in Indonesia has increased quite large in each period. Considering that alternative medicine is rarely used because of the rapid development of the times, this research has the aim of opening up people's minds to alternative medicine, including the Qur'an. This research is library research by analyzing several sources such as books, scientific articles and others. The independent variable in this study is self-healing, while the dependent variable is self-healing from the perspective of the Qur'an and Hadith.In the span of 14 centuries, healing with the Qur'an has become something that is already known to the Muslims. They treat all diseases with the Qur'an because they believe in the word of Allah SWT related to healing. In fact, ona narration explains that, the Prophet Muhammad SAW had meruqyah himself when he was sick by reading the letter al-Mu'awwidhatain, namely the letter al-Falaq and the letter an-Nas. Further research can be carried out by examining several suras, certain verses that are believed by Muslims to be very effective drugs against various diseases, especially mental illnesses.