cover
Contact Name
fatoni
Contact Email
cahayapaudunkhair@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
cahayapaudunkhair@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan PG-PAUD FKIP Universitas Khairun Kampus I Jln. Bandara Babullah Ternate Maluku Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
JURNAL ILMIAH CAHAYA PAUD
Published by Universitas Khairun
ISSN : 24071064     EISSN : 28075552     DOI : http://dx.doi.org/10.33387/cp
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud adalah jurnal hasil penelitian lapangan, studi teoritis, ide-ide kreatif-inovatif, solutif, untuk masalah pendidikan anak usia dini dan pengembangan pengetahuan. Jurnal Ilmiah Cahaya Paud adalah Jurnal bidang ke-paud-an yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun. Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Terbit setahun 2 Kali yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal Ilmiah Cahaya Paud P-ISSN : 2407-1064 dan E-ISSN : 2807-5552. Alamat Digital Object Identifier (DOI) yang diterbitkan dari Crossref http://dx.doi.org/10.33387/cp
Articles 205 Documents
TINJAUAN TENTANG KEMAMPUAN MOTORIK HALUS DENGAN KEGIATAN KOLASE SEBAGAI PERSIAPAN MENULIS ANAK TUNA GRAHITA RINGAN Satna Moniru; Rosita Wondal; Rita Samad; Nurhamsa Mahmud
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v3i1.2135

Abstract

Abstrak: Motorik halus merupakan kemampuan mengkoordinasikan gerakan-gerakan fisik yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan oleh otot-otot kecil, seperti jari jemari tangan dan gerakan pergelangan tangan dan koordinasi mata. Adapun salah satu kegiatan yang dapat diterapkan dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak yaitu dengan menggunakan kegiatan  kolase guna  mengembangkan kemampuan motorik halus.  Kegiatan kolase dalam kajian ini adalah menghias pada kertas polos dengan teknik menempel. Adapun cara yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu kertas polos bentuk segiempat buat bentuk pola dengan cara menggaris pada beberapa bagian kertas menggunakan pensil atau spidol warna dan membentuk pola  sesuai dengan keinginan kemudian pemberian lem pada bagian yang akan di tempel dengan bahan alam sehinga membentuk  sebuah  karya yang di inginkan oleh anak tuna grahita ringan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan studi literatur (library research). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan kegiatan kolase dapat membantu mengembangkan  kemampuan  motorik  halus  anak tuna  grahita  ringan.Kata kunci: Kegiatan Kolase, Motorik Halus, Anak Tuna grahita Ringan
KEGIATAN MEMBATIK DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK Yuni Ingkir; Rosita Wondal; Umikalsum Arfa
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi November)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v2i2.2043

Abstract

Motorik halus merupakan kemampuan mengkoordinasikan gerakan-gerakan fisik yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan oleh otot-otot kecil, seperti jari jemari tangan dan gerakan pengelangan tangan yang tepat. Adapun salah satu kegiatan yang dapat diterapkan dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak yaitu dengan menggunakan kegiatan membatik untuk mengembangkan kemampuan motorik halus. Kegiatan membatik dalam kajian ini adalah menghias pada kain polos dengan teknik menutup kain menggunakan tali untuk mengikat bagian yang tidak diinginkan untuk diwarnai. adapun cara yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu kain dibentuk segiempat buat bentuk motif dengan cara mengikat tissu pada beberapa bagian kain menggunakan tali ikat secara kencang dan membentuk motif bulat serta basahi kain yang sudah diikat dengan cairan pewarna makanan dengan warna yang berbeda-beda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan studi literatur (library research). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan kegiatan membatik dapat mengembangkan kemampuan motorik halus anak.Kata Kunci: Kegiatan Membatik, Motorik Halus  Abstract: Fine motor skill is the ability to coordinate physical movements that involve certain parts of the body and carried out by small muscles, such as fingers and hand movement. One of the activities can be applied in developing children's fine motor skills is batik activities. Batik activity is way of decorating a plain cloth with a closing cloth technique using a rope to tie the unwanted parts to be colored. The method used in this activity, a rectangular fabric is formed to form a motif by binding tissues to several parts of the fabric with a tight rope. Then it forms a round motif and wet cloth that has been bound with liquid food coloring in different colors. This study is library research approach. Based on the results, it can be concluded that by applying batik activities can develop children's fine motor skills.Keywords: Batik Activity, fine motor skills  
REFLEKSI KETERAMPILAN GURU PAUD DALAM PEMBELAJARAN TERPADU Rizka Fitriani
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi November)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v1i2.227

Abstract

Childhood is a period of the most important and critical in the growth and development of life. From an early age, children need to be taught character education and life skills in order to be a good quality of human self. A teacher must collaborate professionalism and creativity with the ability to teach and educate young children so that the brand has a balance of life skills to become independent, self-confidence, responsibility and love of self, family, neighborhood and God.Key word: skill, integrated learning.
ANALISIS KREATIVITAS MENGGAMBAR ANAK MELALUI KEGIATAN MENGGAMBAR Dewi Sartika Ukar; Bahran Taib; Bujuna Alhadad
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v3i1.2262

Abstract

Abstrak: Kreativitas menggambar anak melalui kegiatan menggambar adalah upaya stimulasi perkembangan anak dengan  merencanakan dan memilih pelaksanaan kegiatan menggambar anak usia 5-6 tahun.  Kegiatan menggambar sering tidak dipilih dalam kegiatan pembelajaran dan guru cenderung memilih kegiatan mewarnai. Kreativitas erat hubungannya pula dengan aktivitas berkesenian termasuk kreativitas seni rupa yang diwujudkan ke dalam aktivitas menggambar. Menggambar salah satu kegiatan yang disenangi anak-anak, dalam memudahkan anak menggambar guru dapat memilih jenis kegiatan menggambar bebas dengan menghubungkan titik-titik hingga membentuk sebuah gambar .Berdasarkan kajian literatur dapat disimpulkan bahwa kegiatan menggambar pada anak usia dini dapat meningkatkan kreativitas menggambar anak semenjak dini dan bermanfaat dalam menyerap pelajaran dan menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan.Kata Kunci: Kreativitas Menggambar, Kegiatan Menggambar
KAJIAN TENTANG POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP PERILAKU ANAK USIA DINI Sintia Yapalalin; Rosita Wondal; Bujuna Al Hadad
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v3i1.2111

Abstract

Abstrak: Pola asuh orangtua merupakan segala bentuk dan proses interaksi yang terjadi antara orangtua dan anak. Terdapat 3 jenis pola asuh yang dikaji dalam kajian literature ini yakni pola asuh otoriter (authoritarian), demokratis/autoritatif (authoritative), dan permisif (permissive). Adapun penelitian kajian literatur ini bertujuan untuk mengkaji jenis pola asuh manakah yang tepat diterapkan oleh orangtua dalam pengasuhan bagi anak. Dalam kajian literatur ini penulis dapat menyimpulkan beberapa hal yakni: 1) Pola asuh orangtua berpengaruh pada perilaku anak, 2) Setiap orangtua berhak memilih pola asuh yang tepat bagi anaknya dengan memperhatikan karakteristik anak, situasi dan kondisi yang dialami anak, namun dengan memperhatikan konsekuensi dari penerapan ketiga pola asuh orang tua, maka dianjurkan untuk orangtua agar menerapkan pola asuh demokratis bagi anak. Kata Kunci: Pola Asuh, Perilaku Anak Abstract: Parenting is all forms and interaction process that happen between parent and children. There are three types of parenting in library research consist of authoritarian, democratic  and permissive. This study aims to review the types of parenting, which is appropriate applied by parents in parenting children. Based on this study the writer can conclude that : 1)the parenting types can impact on children behavior, 2) Every parent has the right to choose the approprite parenting to the children and concern about the characteristic of children, and the the children condition, with concern the concequences of aplying the three types of parenting. The parents is suggested to apply democratic parenting to the childrean. Key words: Parenting, Children Behavior
PENERAPAN METODE PROYEK DALAM MENGEMBANGKAN SOSIAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Bujuna Alhadad; Umikalsum Arfa; Hanisa Sulman
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi November)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v2i2.1956

Abstract

Dalam kajian ini penulis menggunakan kajian literatur, yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka.Kajian ini bertujuan (1) mendeskrpisikan bagaimana mengembangkan aspek sosial anak usia 5-6 tahun dengan menggunakan metode proyek, (2) mendeskripsikan faktor-faktor yang berpengaruh dalam mengembangkan aspek sosial anak usia dini melalui metode proyek, (3) mendeskripsikan cara mengembangkan aspek sosial anak usia dini melalui metode proyek. Hal tersebut sangat penting karena kemampuan sosial tidak dimiliki oleh anak usia dini secara alami, tetapi harus ditumbuhkan dan dikembangkan oleh orang tua maupun pendidik PAUD dengan mengambangkan aspek sosial anak usia dini melalui metode proyek.Metode proyek merupakan metode pembelajaran aktif dimana anak diberi kebebasan dalam memilih kegiatan bahan ajarnya diorganisasikan sedemikian rupa, serta mengandung suatu pokok masalah dan memberikan kesempatan pada anak-anak  bersosialisasi dan bekerja sama dengan kelompoknya. Sehingga dalam penelitian ini metode proyek dipandang dapat diterapkan dalam mengembangkan kemampuan bersosialisasi anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-kanak. Kemampuan sosial harus ditanamkan sejak dini agar anak lebih mudah berinteraksi atau berhubungan dengan lingkungannya. Dalam bersosialisasi anak akan mudah diterima karena anak memiliki kemampuan sosial yang baik seperti mudah bergaul, berbagi dengan teman, bertanggung jawab atas perbuatannya, menghargai temannya. Interaksi sosial pada anak pertama   kali   terjadi dalam lingkungan keluarga terutama orang tua dan saudara.The writer used library research, which is a series of activities relating to the method of collecting library data. This study aimed  (1) to describe how to develop the social aspects of children aged 5-6 years using the project method, (2) describe the factors that influence in developing social aspect of early childhood through the project method, (3) describe how to develop social aspects of early childhood through the project method. This is very important because social abillity are not passed by early childhood naturally, but must be grown and developed by parents and teachers  by developing the social aspect  of early childhood using the project method. The project method is an active learning method where children can choose the activities, the teaching materials, organized in such a way, and contain a problem and provide opportunities for children to socialize and cooperate with their groups to solve the problem. So that in this study the project method is seen to be applied in developing the social  ability of children aged 5-6 years in kindergarten. Social ability must be instilled early , so that children more easily interact to their environment.In socializing children will be easily accepted because children have good social skills such as easy to get along, share with friends, take responsibility for their actions, respect their friends. Social interaction in children first occurs in the family environment, especially parents and relatives.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA LISAN ANAK MELALUI MEDIA CERITA BERGAMBAR Bujuna Alhaddad
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi November)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v1i2.221

Abstract

Language is a tool of communication that is very important in a child’s life. Based on the growth and development of children’s language product also increased in quantity and complexity.  That is why the researcher offers story telling media to improve children language skill. Story telling provides experiences and informations between teacher and early childhood that can be delivered directly or indirectly. This research applied classroom action research with two cycles. The subjects of the research are kindergarten students in Weda consist of 13 students. From this research, it showed that the kindergarten students language skill was improved after the implementation of story telling media in the classroom. It can be seen in the score for each test passing the criteria.Key word: language, storytelling, media
Analisis Kegiatan Meronce Menggunakan Tutup Botol Bekas Terhadap Keterampilan Motorik Halus Anak Usia Dini 5-6 Tahun Bahran Taib; Umikalsum Arfa; Hasni Hasbin
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v3i1.2168

Abstract

Abstrak: Adapun salah satu kegiatan yang dapat diterapkan dalam pembelajaranpengembangan kemampuan motorik halus yaitu dengankegiatan meronce. Meronce adalah merupakan cara pembuatan benda hias atau benda pakai yang dilakukan dengan menyusun bagian-bagian bahan berlubang atau sengaja dilubangi memakai bantuan benang, tali dan sejenisnya, Penggunaan media meronce dalam kajian ini dengan memanfaatkan berbagai macam tutup botol bekas. Kajian ini bertujuan menganalisis kegiatan meronce terhadap keterampilan motorik halus dan membantu guru dalam penggunaan media pembelajaran khususnya pada kegiatan meronce. Dalam kajian ini  penulis menggunakan metode dengan  pendekatan studi literatur yangmerupakan penelitian dengan pengumpulan data pustaka, buku-buku, serta artikel atau jurnal yang sudah dipublikasikan terkait dengan judul kajian ini. Selain itu kegiatan meronce menggunakan tutup botol bekas dalam mengembangkan motorik halus, memudahkan anak dalam mengoptimalkan koordinasi mata dan tangan, kecermatan serta kecepatan pada pengembangan keterampilan motorik halus anak usia dini 5-6 tahun.Kata Kunci: Meronce, Keterampilan, Motorik Halus
PERAN PERMAINAN LUDO DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN Rosita Wondal; Rita Samad; Desna Kore
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi November)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v2i2.2068

Abstract

Abstrak:Bermain merupakan cara anak dalam belajar. Dengan bermain anak akan mendapatkan sejumlah pengalaman-pengalaman serta tantangan baru yang akan memperkaya diri anak baik dari segi pengenalan nilai-nilai agama dan moral, fisik motorik, bahasa, kognitif, sosial emosional bahkan seni anak akan berkembang ketika anak melakukan kegiatan bermain. Pendekatan yang tepat dalam mengajar pada anak usia dini adalah dengan kegiatan bermain. Salah satu permainan yang disenangi anak masa kini adalah permainan ludo. Permainan ini dapat diciptakan sendiri oleh guru dengan bahan-bahan bekas yang ada di lingkungan sekitar. Berdasarkan  penelitian kajian literatur dapat disimpulkan bahwa permainan ludo dapat membantu perkembangan kognitif, khususnya anak dapat mengenal konsep angka sederhana (1 sampai dengan 6) dengan dadu yang dimainkan, anak juga dapat mengetahui konsep banyak-sedikit dan panjang-pendekKata kunci: Permainan Ludo, Kemampuan KognitifAbstract: Play is a way for children to learn. Children will get experiences and new challenges that will enrich their religious and moral values, physical motor and language, cognitive, social emotional, even art development when they do play activities. One of the approaches in teaching early childhood is game. A game is activity which executed only for pleasure and sometimes used as an educational tools. Ludo is one of them. This game can be created by the teacher himself using used materials around us. Based on the literature review, it can be concluded that ludo game can improve cognitive development, especially children can recognize the concept of simple numbers (1 to 6) with the dice being played and they also know the concepts of many-little and long-short.                         Keywords: Ludo Game, Cognitive Ability
PENDIDIKAN MULTIPLE INTELLIGENCES PADA ANAK USIA DINI Sulfa Nurrachma
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi November)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v1i2.228

Abstract

Programs such as education and learning that took place at this time , therefore, must be directed or oriented to individual learners . The fact shows that the educational program of the present day more done by making a generalization of the potential and abilities of students . Multiple intelligences can use for teaching in early childhood education. It cover integrated learning without separated others. Teacher can teach them by using some approaches. Using  Multiple Intelligences in early childhood shows the competences of students. The parents can guide their children with focusing on children’s competences.

Page 2 of 21 | Total Record : 205