cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,327 Documents
ANALISA PERBANDINGAN KINERJA PROTOKOL ROUTING AODV, DSDV, DAN DSR PADA JARINGAN MOBILE AD-HOC NETWORK (MANET) Wachid Ismail Amrullah; Dian Puspita Hapsari; Siti Agustini
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mobile ad-hoc network atau kepanjangan dari MANET merupakan salah satu jaringan yang terdiri dari beberapa perangkat dinamis antara lain disebut node tanpa perlu infrastruktur jaringan yang tetap, sehingga menjadikan jaringan yang bersifat sementara. Menurut performa dan fungsinya, protokol routing pada MANET dibagi menjadi tiga kelas yaitu table-driven (proactive), on-deman (reactive), dan hybrid. Perbedaan dari dari masing-masing protokol adalah dari algoritmanya yang menjadikan perbedaan efektifitas kerja jaringan saat diterapkan di wilayah yang miliki luas area berbeda. Luas area dan jumlah node dan kecepatan mobilitasnya merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja protokol routing pada MANET. Dari masing-masing jenis tersebut mempunyai karakteristik kekurangan dan kelebihanya. Pada penelitian kali ini menekankan pengimplementasian protokol routing AODV, DSDV dan DSR. Ketiga protokol routing tersebut akan dilakukan simulasi menggunakan Network Simulator 2 (NS2) dengan mempunyai luas area dan jumlah node yang berbeda. Kinerja dari ketiga protokol routing tersebut akan diuji dan dianalisa menggunakan beberapa parameter yaitu packet delivery ratio, throughtput, dan end to end delay. Dari penelitian ini menghasilkan analisa kesimpulan bahwa ketiga routing protocol tersebut jika diukur menggunakan packet delivery ratio dan throughput maka yang terbaik adalah protokol routing AODV, dan jika diukur dengan end to end delay maka DSR yang terbaik jika dibandingkan dengan DSDV.
PEMANFAATAN PERANGKAT LUNAK LATEX SEBAGAI PENUNJANG MATA-KULIAH METODE PENULISAN ILMIAH Enggar Alfianto
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tahap awal tentang pemanfaatan perangkat lunak Latex yang digunakan sebagai perangkat lunak penunjang pada mata kuliah Metode Penulisan Ilmiah. Pemanfaatan perangkat lunak ini dengan cara mendisain template baku untuk menulis skripsi menggunakan format baku pada aturan penulisan skripsi di jurusan Sistem Komputer ITATS. Template dirancang memiliki struktur modular, dimana tiap bab bahkan tiap subbab dapat ditulis dalam file terpisah. Tujuannya adalah agar mempermudah mahasiswa dalam melakukan penulisan skripsi. Mahasiswa dapat fokus dengan isi bab atau subbab yang sedang dikerjakan. Hasil dari penelitian ini adalah template skripsi tahap awal yang dapat digunakan sebagai alternatif dalam menulis skripsi.
KAJIAN DEPOSISI ASAM DI KAWASAN SURABAYA TIMUR Rachmanu Eko Handriyono; Amrita Winaya Shita Dewi
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pembangunan yang meningkat pesat berpotensi menyebabkan peningkatan konsumsi energi yang pada akhirnya dapat menimbulkan pencemaran udara. Konsumsi energi berlebih pada pembakaran bahan bakar fosil dapat melepas gas SO2 dan NO2 sehingga terjadi deposisi asam. Deposisi asam dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan yang serius terhadap lingkungan perairan, ekosistem daratn, dan kerusakan struktur bangunan. Studi ini melakukan kajian deposisi asam di Kawasan Surabaya Timur. Kawasan Surabaya Timur merupakan daerah dengan perkembangan yang pesat karena potensi yang ada di wilayahnya seperti industri dan perdagangan, pariwisata, dan permukiman. Parameter pencemar dalam studi ini adalah gas SO2, gas NO2, pH air hujan, nitrat (NO3-), dan sulfat (SO42-). Lokasi pengukuran gas SO2 dan NO2 dan pengambilan sampel air hujan berada di Jl. Dr. Ir. H. Soekarno karena merupakan padat transportasi, Kawasan Industri SIER Rungkut, dan Semolowaru Indah yang merupakan daerah padat permukiman. Analisis data menggunakan model regresi linier berganda. Hasil pengukuran pada lokasi sampling menunjukkan bahwa Semolowaru mempunyai konsentrasi gas SO2 dan NO2 yang lebih tinggi daripada Kawasan Industri SIER dan transportasi di Jl. Dr. Ir. Soekarno. Selain itu, koefisien regresi menunjukkan bahwa nitrat (NO3-) lebih berpengaruh dalam menurunkan pH air hujan dibandingkan dengan sulfat (NO3-). Kata kunci: deposisi asam, konsumsi energi, pH
Pengaruh Variasi Welding Time pada Permukaan Lembaran Baja Tahan Karat SUS 304 yang Mengalami Pengelasan Resistansi Titik Dicky Prastya; Mustafa Mustafa; Sutrisno Sutrisno
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas kontrol terhadap kualitas permukaan lembaran baja tahan karat yang mengalami pengelasan resistansi titik sehingga perlu diperhatikan dengan mengamati bentuk dan ukuran nugget yang dihasilkan serta mempelajari sifat dan tegangan tarik. Material yang digunakan SUS 304 (JIS G 4303) tebal 2 mm, selanjutnya dilakukan pengelasan resistansi titik dengan kuat arus sebesar 10,5 kA dan variasi welding time yang digunakan yaitu 0,28 detik ; 0,32 detik ; 0,36 detik ; 0,40 detik dan 0,44 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter nugget terlihat semakin besar berdasarkan variasi welding time yang digunakan, hal tersebut dipengaruhi oleh heat input yang dibangkitkan. Nugget yang paling besar dihasilkan pada variasi welding time 0,44 detik dengan nilai sebesar 7,73 mm, sedangkan untuk nilai tegangan tarik yang paling tinggi didapatkan pada welding time 0,44 detik dengan nilai sebesar 713,06 N/mm2.
Pengaruh Kecepatan Potong Dan Kedalaman Potong Terhadap Kekasaran Permukaan Baja ST60, Aluminium, Dan Polyethylene Pada Mesin CNC Turning Fanuc Oi Mate TC VT15L Type PU 2A Bambang Setyono; Gatot Setyono; Sigit Pratama
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekasaran permukaan hasil proses pemesinan merupakan sesuatu yang penting. Perbedaan material dan variasi parameter pemotongan pada proses turning diprediksi berpengaruh terhadap kekasaran permukaan hasil pemesinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh dan seberapa besar pengaruh perbedaan material dan variasi parameter pemotongan terhadap kekasaran hasil proses turning di mesin CNC. Metode penelitian dilakukan dengan pengujian langsung ke mesin CNC  Turning Fanuc Oi Mate TC VT15L type PU 2A material baja ST60, aluminium 6061, dan polyethylene. Variasi pemotongan berupa variasi kecepatan potong dan kedalaman potong. Analisis data menggunakan grafik respon surface, analisis varians dan regresi. Kekasaran permukaan menggunakan metode pengukuran Ra (roughnes aritmatic). Hasil analisis varians menunjukkan bahwa perubahan material memiliki pengaruh terhadap hasil kekasaran permukaan, namun pengaruhnya kurang signifikan. Kecepatan potong semakin tinggi maka Ra atau kekasaran permukaan semakin halus dan sebaliknya kedalaman potong semakin besar maka kekasaran permukaan semakin halus.
PENERAPAN TEKNOLOGI ULTRA FILTRASI SEBAGAI MEDIA FILTERISASI DAN DAUR ULANG AIR PADA MESIN PENDINGIN IKAN JENIS SLURRY ICE DI KAPAL IKAN 30 GT Andhi Indira Kusuma; M.Rizky Ishardwiyanto; Minto Basuki
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi palkah kapal ikan yang menggunakan metode pendinginan tradisional, tidak menjamin kualitas ikan di dalamnya. Hal ini bisa dilihat dari metode penanganan ikan dengan menggunakan es balok suhu pendinginannya tidak dapat dipertahankan. Selain itu, kondisi ikan juga mengalami penurunan kualitas akibat pengaruh adanya lendir, darah, dan kotoran di dalam palkah. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan mesin slurry ice sebagai pendinginan ikan di dalam palkah dengan penambahan sistem filterisasi dan daur ulang air laut sebagai media pendinginan. Disamping itu dilakukan analisa stabilitas kapal ikan akibat penambahan mesin pendingin dan sistem filterisasi tersebut. Perhitungan analisa stabilitas meliputi tiga kondisi yaitu, kondisi kapal tanpa muatan dengan persediaan bahan bakar mesin dan air tawar mencapai 100%; kapal dengan penambahan sistem daur ulang air dan mesin pendingin ikan dengan persediaan bahan bakar mesin dan air tawar mencapai 100%; dan kapal dengan kondisi muatan penuh serta penambahan sistem daur ulang dan mesin pendingin ikan dengan persediaan bahan bakar mesin dan air tawar mencapai 50%. Hasil analisa perhitungan stabilitas dengan bantuan software Maxsurf Stability telah memenuhi standard International Maritime Organization (IMO) tahun 1977 tentang kriteria stabilitas utuh (criteria intact stability). Dimana, nilai maksimum GZ pada sudut kemiringan kapal pada 30° atau lebih adalah 0,2 meter, sedangkan nilai ketiga kondisi di atas berturut-turut adalah 0,442 meter, 0,424 meter, 0,463 meter. Sehingga dengan nilai tersebut, aspek keamanan dan kenyamanan kapal sudah terpenuhi. Sedangkan dari hasil analisis ekonomis, estimasi keuntungan bersih diperoleh sebesar Rp 7.404.800/ trip maka break event point akan tercapai setelah kapal dioperasikan untuk menangkap ikan sebanyak 62 trip atau pada 1 tahun 7 bulan.
PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT PELEPAH PISANG SEBAGAI PENGUAT KOMPOSIT POLIMER DENGAN MATRIKS RESIN POLYESTER TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN DAYA SERAP AIR Bagos Aji Saputra; Sutrisno Sutrisno; Sudarno Sudarno
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serat batang pisang merupakan jenis serat yang berkualitas baik, dan merupakan salah satu bahan alternatif yang dapat digunakan sebagai penguat pada pembuatan komposit. Penggunaan serat pelepah pisang sebagai bahan komposit merupakan salah satu alternatif dalam pembuatan komposit secara ilmiah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi fraksi volume serat pelepah pisang terhadap kuat tarik dan daya serap air dengan resin polyester sebagai matrik. Komposit ini dibuat dengan perendaman NaOH sebesar 5% pada serat selama 2 jam, menggunakan teknik hand lay up dan press molding dengan variasi fraksi volume serat pelepah pisang 23%, 28%, 33%, 38%, sedangkan resin polyesternya 77%, 72%, 67%, 62%,  dengan orientasi arah serat searah. Spesimen komposit dipotong sesuai standar ASTM D 638-01 untuk uji tarik dan ASTM D 570 untuk uji daya serap air. Hasil penelitian uji tarik didapat bahwa kuat tarik, regangan, modulus elastisitas dengan nilai tertinggi pada kuat tarik  226,82 Mpa dengan fraksi volume serat 28%, pada nilai regangan 0,035 mm/mm dengan fraksi volume serat 28%, nilai modulus elastisitas 12930,94 Mpa dengan fraksi volume serat 38%. Model patahan komposit berpenguat serat pelepah pisang bermatrik resin polyester ratarata dapat diklasifikasikan sebagai jenis patahan banyak. Dan hasil penelitian uji daya serap air mendapatkan nilai terendah pada uji daya serap air yaitu pada fraksi volume serat pelepah pisang 23% sebesar 0,0079%. Sehingga serat pelepah pisang dapat digunakan untuk komponen industri khususnya pengusaha mebel karena mempunyai kuat tarik yang tinggi dan daya serap air yang kecil.
Pemerataan Tenaga Kerja Pada Proyek Pembangunan Pergudangan Reka Ristianti Priyadi; Felicia Tria Nuciferani; Siti Choiriyah; Mohamad Ferdaus Noor. Aulady
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan suatu proyek konstruksi ditentukan oleh kualitas dan kuantitas sumber daya khususnya tenaga kerja, namun seringkali terabaikan. Pada proyek konstruksi terdapat lima sumberdaya yang mempengaruhi berjalannya suatu proyek, salah satunya adalah tenaga kerja. Proyek pembangunan pergudangan mengalami ketidakmertaan alokasi sumber daya tenaga kerja, dikarenakan adanya aktivitas pekerjaan dengan fluktuasi kebutuhan pekerja yang tinggi. Sehingga mengakibatkan ketidakmerataan setiap item pekerjaan. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan bantuan program Ms. Project 2016, bertujuan untuk alokasi sumber daya tenaga kerja saat dilakukan resource levelling Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses resource levelling tidak merubah jadwal berakhirnya proyek tetapi menggeser jadwal beberapa item pekerjaan sehingga tidak terjadi penumpukan pekerja. Pada waktu pelaksanaan. resource levelling alokasi tenaga kerja menghasilkan penjadwalan baru, yaitu waktu mulai dan akhir item pekerjaan yang berbeda dari penjadwalan awal dengan hasil alokasi tenaga kerja merata.
Pembuatan Glukosa dan Sukrosa dari Rumput Laut dengan Metode Hidrolisa Menggunakan Katalis SiO2 Fatma Putrinta Devi; Delfimelinda Nurul Riyadi; Firman Kurniawansyah; Himawan TBM Petrus; Widi Astuti; Achmad Roesyadi
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia berada pada posisi pertama eksportir rumput laut, Namun pada posisi ke-7 dari sisi harga. Karbohidrat pada rumput laut dihidrolisis dengan katalis asam akan menghasilkan sejumlah monosakarida. Dalam hal ini, katalis berperan penting untuk menghasilkan produk. Memproses dengan katalis asam homogen memiliki beberapa kekurangan, salah satunya ialah sulit dalam proses pemisahan antara katalis dan produk akhir. Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bantuan katalis heterogen yaitu silika (SiO2). Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari proses pembuatan sukrosa dan glukosa yang terbentuk dari rumput laut dan mempelajari reaksi proses hidrolisa rumput laut dengan katalis heterogen. Metodologi yang digunakan yaitu hidrolisa untuk pembuatan sukrosa dan glukosa dengan variabel katalis SiO2 komersil sulfonat dan SiO2 geothermal sludge sulfonat. Hasil analisa XRD mendapatkan sudut difraksi pada katalis SiO2 komersil sulfonat bersifat amorf dan katalis SiO2 geothermal sludge (GS) sulfonat bersifat kristal. Glukosa yang dihasilkan pada reaksi hidrolisis katalitik dengan katalis SiO2 komersil sulfonat lebih besar yaitu sebesar 0,0143(b/b) dari variabel katalis yang lain. Dan memiliki kadar sukrosa lebih tinggi sebesar 1,5 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa katalis SiO2 komersil sulfonat merupakan katalis yang menghasilkan glukosa dan kadar sukrosa lebih banyak dibandingkan dengan katalis lainnya.
Desain Penentuan Precedence Diagram Dengan Mempertimbangkan Lpt ( Longest Processing Time ) Dan Spt ( Shortest Processing Time ) Pada Pembangunan Kapal Baru (Studi Kasus Kapal Harbor Tug 3200 HP Milik PT. Pertamina) M Ravi Rohmatulloh; Fuad Achmadi
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal HARBOUR TUG 3200 Hp adalah pesanan dari PT. Pertamina yang di kerjakan oleh PT. ABC. Dalam proses pembangunan diperlukan adanya penjadwalan yang efektif supaya tidak terjadinya resiko keterlambatan. Tujuan penelitian ini mencari waktu yang efektif dalam proses pembangunan kapal baru dengan metode LPT ( Longest Processing Time ) mendahulukan pekerjaan terlama dan SPT ( Shortest Processing Time ) mendahulukan pekerjaan yang terpendek. Hingga menemukan waktu efektif dan bentuk aliran kerja dalam bentuk precedence diagram serta menghitung produktivitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penjadwalan dengan menggunanakn metode SPT lebih efektif dengan total waktu penyelesaian rata – rata 71,3 hari, job rata – rata 5 pekerjaan dan keterlambatan pekerjaan 1,9 hari dengan utilitas 19 %. Adapun Indeks produktivitas mengalami kenaikan 15 % dari tahun 2019 hingga 2020. Desain precedence diagram urutan pekerjaan proses fabrikasi yaitu Blok SK,A1,A2,A3,A4,A5,A6, B1, B2,C1. Pada proses Assembly yaitu Blok Sk,A1,A2,B1,B2,C1,A3,A4,A5,A6 dan proses erection yaitu Blok A4, B1,B2,C1,SK,A1,A2,A3,A5,A6.

Page 94 of 133 | Total Record : 1327


Filter by Year

2018 2024


Filter By Issues
All Issue 2024: Menjembatani Energi Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau melalui Transformasi Riset dan Teknologi T 2023: Transformasi Riset, Inovasi dan Kreativitas Menuju Smart Technology dan Smart Energy 2022: Energi Terbarukan dan Keberlanjutannya di Berbagai Sektor 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI TERAPAN VI (SNTEKPAN VI) TAHUN 2018 Pentingnya Peranan Perguruan Tinggi Dalam Pengembangan Inovasi Teknologi Demi Kemandirian Bangsa Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan Peningkatan Teknologi Terapan di Industri dan Infrastruktur untuk Kemajuan Bangsa Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan Peran Akademisi dalam Mengembangkan Inovasi Teknologi Pemanfaatan Sumber Energi Baru dan Terbarukan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan Peran Akademisi dan Praktisi Sebagai Inovator Teknologi Bangsa Indonesia dalam Menghadapi Tantangan Peran Akademisi dalam Mengembangkan Inovasi Teknologi Pemanfaatan Sumber Energi Baru dan Terbarukan Peningkatan Teknologi Terapan di Industri dan Infrastruktur untuk Kemajuan Bangsa Peran Akademisi dan Praktisi Sebagai Inovator Teknologi Bangsa Indonesia dalam Menghadapi Tantangan Pentingnya Peranan Perguruan Tinggi Dalam Pengembangan Inovasi Teknologi Demi Kemandirian Bangsa More Issue