cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2014): April 2014" : 6 Documents clear
PERILAKU WARGA MASYARAKAT DAN PERSEPSI MASYARAKAT PADA KINERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH TERHADAP PERUBAHAN LINGKUNGAN PERUMAHAN WIJAYA KUSUMA II DEMAK Prayitno, Heru; Hardiman, Gagoek; Taruna, Tukiman
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 12, No 1 (2014): April 2014
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.382 KB) | DOI: 10.14710/jil.12.1.12-20

Abstract

ABSTRAK Kawasan perumahan Wijaya Kusuma II Demak selama proses penghunian mengalami perubahan lingkungan dengan dampak positif dan dampak negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan perilaku warga masyarakat, pengelolaan lingkungan dan persepsi masyarakat terhadap kinerja SKPD yang menangani bidang perumahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan pada setting alamiah dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi/pengamatan, daftar pertanyaan dan wawancara mendalam. Analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian lebih menekankan pada makna daripada generalisasi. Proses analisa data dilakukan pada waktu bersamaan dengan proses pengumpulan data berlangsung. Analisa data dilakukan melalui tiga alur, yakni: (1) reduksi data, (2) sajian data, dan (3) penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas warga masyarakat kawasan perumahan Wijaya Kusuma II Demak berperilaku menerima perubahan lingkungan dan tetap bertempat tinggal di kawasan perumahan tersebut. Aspek-aspek dominan yang mendorong perilaku warga masyarakat adalah pengaruh orang lain yang dianggap penting, media massa dan kebudayaan. Perilaku warga masyarakat sampai saat ini belum menunjukkan perilaku yang berwawasan lingkungan seperti pemanfaatan pencahayaan dan penghawaan alami, kran pelampung, penghijauan serta  pengelolaan air limbah dan sampah.  Aspek dominan yang mendorong perilaku warga masyarakat adalah pengaruh orang lain, media massa dan kebudayaan. Pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh Rukun Tetangga/Rukun Warga (RT/RW) belum optimal dan persepsi masyarakat terhadap kinerja SKPD kurang/buruk. Disarankan agar kebijakan, program dan kegiatan dapat menyentuh warga masyarakat sehingga persepsi masyarakat terhadap kinerja SKPD meningkat. Agar perilaku warga masyarakat berwawasan lingkungan adalah melibatkan RT/RW. Kata Kunci : Kawasan perumahan, Perilaku, Warga masyarakat, Pengelolaan lingkungan, Kinerja SKPD.
KEBIJAKAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN DI KAWASAN KENDENG UTARA PROVINSI JAWA TENGAH Purnaweni, Hartuti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 12, No 1 (2014): April 2014
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.17 KB) | DOI: 10.14710/jil.12.1.53-65

Abstract

ABSTRAK Kebijakan tentang pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia mengalami perubahan dengan dikeluarkannya Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Keluarnya Undang-undang ini adalah karena dirasakan kerusakan lingkungan makin menjadi, sehingga perlu dikeluarkan sebuah kebijakan yang tidak hanya mengharuskan pengelolaan lingkungan akan tetapi juga perlindungan terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah : (1) mengetahui tentang kebijakan lingkungan  kawasan karst Kendeng Utara di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah; (2) mengetahui pengelolaan lingkungan di kawasan karst Kendeng Utara, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan lokasi penelitian khususnya di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, karena di wilayah ini terutama terjadi pertentangan kepentingan terhadap pengelolaan lingkungan di kawasan karst Kendeng Utara. Kesimpulan penelitian adalah: (1) Kebijakan pengelolaan kawasan karst di Kecamatan Sukolilo terwujud dalam Peraturan Menteri dan Keputusan Gubernur Jawa Tengah, terkait dengan karakteristik geografis. (2) Pengelolaan lingkungan memenuhi tiga unsur POAC (Planning, Organizing, Actuating) yang menjadi fokus penelitian ini. Rekomendasinya adalah : (1) Kebijakan kawasan karst sebaiknya mempertimbangkan keunikan keunikan kawasan karst, kondisi sosial ekonomi sebagian masyarakat yang masih bersifat tradisional, dan dukungan publik perlu digalang oleh pemerintah untuk dilakukannya pembangunan yang seharusnya menguntungkan semua pihak, dan mengacu pada pembangunan berkelanjutan; (2) Pengelolaan lingkungan: (a) Planning/Perencanaan: pembangunan berkelanjutan seharusnya dikedepankan, dengan menekankan pada terwujudnya pembangunan sosial dimana peranserta dan keadilan menjadi bagian penting dalam pembangunan; (b) Organizing/Pengorganisasian: kepentingan yang bersinggungan dalam pengelolaan kawasan karst antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, yang seharusnya dilakukan dengan mengedepankan win-win solution, misalnya dengan pelaksanaan zonasi; (c) Actuating/Pelaksanaan: harus dimunculkan pelaksanaan optimatisasi pemanfaatan sumberdaya alam secara efisien, dengan memanfaatkan teknologi yang ramah lingkungan, sekiranya pabrik semen jadi didirikan di wilayah Sukolilo.   Kata kunci: kebijakan, lingkungan, kawasan karst, Kendeng Utara
POTENSI KARBON PADA LIMBAH PEMANENAN KAYU Acacia Crassicarpa (Carbon Potential of Waste Timber Harvesting Acacia Crassicarpa) Y, Yuniwati; Suhartana, Sona
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 12, No 1 (2014): April 2014
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.192 KB) | DOI: 10.14710/jil.12.1.21-31

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan limbah kayu akibat pemanenan kayu merupakan suatu upaya untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan kayu sehingga dicapai kesimbangan antara berkurangya pasokan kayu bulat dari hutan alam dengan kebutuhan bahan baku kayu bulat. Selama ini pemanfaatan limbah kayu belum optimal, sehingga banyak limbah kayu yang ditinggalkan di dalam hutan dan dibiarkan membusuk di dalam hutan. Kegiatan tersebut mengakibatkan terjadinya proses dekomposisi pada limbah kayu. Proses pembusukan tersebut berarti emisi karbon ke atmosfer. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui potensi karbon yang ada pada limbah pemanenan kayu Acacia crassicarpa. Metode penelitian adalah pengukuran potensi massa karbon pada tegakan Acacia crassicarpa kelas umur 2,3,4 dan 5 tahun dan pada areal setelah pemanenan kayu kelas umur 0 tahun untuk pengukuran massa karbon limbah kayu, bagian-bagian pohon dan limbah dianalisis uji laboratorium untuk mengukur kadar karbon serta penggunaan persamaan alometrik. Penelitian dilaksanakan di areal HTI rawa gambut PT Riau Andalan Pulp and Paper Sektor Pelalawan Riau pada tahun 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata potensi karbon pada limbah kayu Acacia crassicarpa mengalami penurunan sebesar 2,62% dari tegakan sebelum pemanenan (tegakan umur 2,3,4 dan 5 tahun). Limbah kayu berupa tunggak merupakan limbah yang memiliki rata-rata potensi karbon yang lebih tinggi daripada jenis limbah yang lain, hal tersebut dikarenakan volume kayu pada limbah tunggak lebih besar. Volume kayu tunggak yang tinggi disebabkan kurang terampilnya operator chainsaw saat penebangan. Semakin banyak limbah kayu yang ditinggalkan di dalam hutan maka semakin besar potensi karbon akan hilang teremisi akibat pembusukan. Kata Kunci : Limbah kayu, pemanenan kayu, potensi karbon
PENERAPAN V-LEGAL PADA INDUSTRI FURNITUR KAYU DI JEPARA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN NILAI JUAL PRODUK Salam, Ahmad Subulas; Purwanto, P; Suherman, S
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 12, No 1 (2014): April 2014
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.022 KB) | DOI: 10.14710/jil.12.1.32-41

Abstract

ABSTRAK Untuk meingkatkan kepercayaan konsumen luar negeri terhadap produk furnitur kayu Indonesia maka mulai Januari 2015 setiap aktifitas ekspor furnitur harus menyertakan dokumen        V-Legal (Verified Legal). Pada prinsipnya, V-Legal merupakan dokumen yang menyatakan bahwa produk kayu tersebut telah  memenuhi standar verifikasi legalitas kayu sesuai dengan ketentuan Pemerintah RI. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara dan observasi terhadap 11 pelaku usaha furnitur di Jepara. Penelitian ini menggambarkan berbagai manfaat dan kendala yang timbul dari penerapan V-Legal. Banyak faktor yang akan mempengaruhi hasil penelitian tersebut seperti kesiapan para pengusaha untuk menyiapkan dokumen tersebut, serta tanggapan mereka tentang beberapa prosedur yang mereka jalankan dan pemanfaatan fasilitas dari pemerintah ataupun pihak swasta untuk membantu mereka dalam pengurusan V-Legal. Dari hasil dari penelitian ditemukan beberapa kendala seperti masih banyaknya pengusaha furnitur yang belum memahami secara betul mengenai manfaat, tujuan dan alasan dari pemberlakuan V-Legal. Namun, berdasarkan  hasil  wawancara kepada salah satu pengusaha mengatakan ada indikasi kenaikan  permintaan produk furnitur dari Indonesia khususnya untuk pasar Eropa yang mungkin disebabkan oleh naiknya  pamor produk furnitur Indonesia karena mempunyai sumber bahan baku yang jelas dan dapat dibuktikan melalui penerapan V-Legal. Kondisi yang berbalik dengan Negara tetangga; Malaysia dan Singapura yang selama ini juga menjadi pengekspor furnitur namun tidak memiliki cukup hutan sebagai bahan baku sehinggamereka kesulitan untuk membuktikan asal-usul kayu yang mereka gunakan. Kata Kunci : V-Legal,  Industri  furnitur kayu, Nilai Jual, Jepara
STUDI KELAYAKAN PENENTUAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH (TPA) DI PULAU BINTAN PROPINSI KEPULAUAN RIAU Irawan, Agus Bambang; Ade Yudono, Andi Renata
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 12, No 1 (2014): April 2014
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.214 KB) | DOI: 10.14710/jil.12.1.1-11

Abstract

ABSTRAK Sampah sebagai material sisa dari berbagai aktifitas atau kegiatan dalam kehidupan manusia maupun sebagai hasil dari suatu proses alamiah sering menimbulkan permasalahan serius di wilayah-wilayah yang sedang berkembang seperti Pulau Bintan. Pulau Bintan adalah salah satu pulau terbesar yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau. Pulau Bintan, selain sebagai daerah pertambangan, juga sebagai salah satu daerah tujuan wisata baik bagi wisatawan domestik ataupun wisatawan luar negeri dikarenakan terletak pada posisi geografis yang sangat strategis. Di samping itu, jumlah penduduk Pulau Bintan yang selalu bertambah tiap tahunnya menyebabkan peningkatan volume sampah. Hal ini menyebabkan penyediaan lahan untuk pemrosesan akhir sampah mendesak untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengkaji kelayakan lokasi TPA tingkat regional dan tahap penyisih di Pulau Bintan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasi dengan melakukan survey lapangan dan instansional. Data-data yang diperoleh dianalis dengan bantuan sistem informasi geografis. Penelitian ini berdasar pada SNI sebagai pedoman dalam penentuan lokasi TPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pulau Bintan mempunyai wilayah datar sampai perbukitan bergelombang dengan kondisi batuan didominasi  batuan beku yaitu Batu Andesit, Batu Pasir Tufan, dan Batu Granit. Zona layak dan tidak layak TPA tingkat regional di Pulau Bintan terletak pada semua wilayah studi baik pada Kabupaten Bintan maupun Kota Tanjungpinang. Penyisihan dari zona layak tersebut menghasilkan tiga calon lokasi TPA dengan lokasi yang paling sesuai berada di Kecamatan Gunung Kijang dengan luasan + 40 Ha. Kapasitas sampah yang masuk di TPA sampai dengan tahun 2033 sebesar 30 Ha jika digunakan teknologi reusable sanatary landfill. Kata kunci: sampah, reusable sanatary landfill, sistem informasi geografis, batuan beku
POTENSI LAHAN DAN TENAGA KERJA TEHADAP PEMANFAATAN AIR DI DAERAH IRIGASI KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG-NTT Manehat, Maria Soik; Pellokila, Marthen R; Soetedjo, I.N Prijo
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 12, No 1 (2014): April 2014
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.162 KB) | DOI: 10.14710/jil.12.1.42-52

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini (1) menganalisa ketersediaan air, lahan dan tenaga kerja yang dimanfaatkan untuk usahatani padi sawah. (2) Untuk menganalisis efisiensi pemanfaatan air, lahan dan tenaga kerja terhadap produksi usahatani padi sawah di Kecamatan Kupang Tengah. Pengambilan sampel dilakukan di desa Noelbaki yang merupakan daerah irigasi yang memiliki lahan potensial khususnya padi sawah. Penentuan responden menggunakan metode acak sederhana, yakni diambil 10 % dari populasi petani padi sawah, yakni sebanyak 50 orang. Untuk pengambilan sampel peneliti hanya menfokuskan petani yang memanfaatkan air dari saluran irigasi untuk usahatani padi sawah. Berdasarkan hasil analisis efisiensi pemanfaatan air pada usahatani padi sawah belum efisien (nilai NPMxi/Px < 1). Efisiensi pemanfaatan lahan usahatani padi sawah masih dapat ditingkatkan karena belum efisien (nilai NPMxi/Px > 1). Untuk pemanfaatan tenaga kerja untuk usahatani padi sawah di lokasi penelitian belum efisien (nilai NPMXi/PX > 1). Ketersediaan air, lahan dan tenaga kerja di lokasi penelitian cukup mendukung pengelolaan usahatani padi sawah. Hasil analisis pemanfaatan air di lokasi penelitian tidak efisien. Untuk itu petani harus mengurangi jumlah pemakaian air, sedangkan pemanfaatan lahan  masih harus ditingkatkan. Petani harus dapat memperluas lahan garapan yang dimiliki untuk usahatani padi sawah. Pemanfaatan tenaga kerja juga belum efisien, sehingga petani harus mampu memanfaatkan tenaga kerja yang ada untuk aktif dalam kegiatan usahatani padi sawah. Kata kunci : padi sawah, efisiensi, produksi

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2014 2014