cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
IDENTIFIKASI KEMISKINAN AIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM HULU: KASUS DAERAH BANDUNG RAYA Maulani, Nova; Sunardi, S; Sumiarsa, Dadan; Djuwansah, D
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.786 KB) | DOI: 10.14710/jil.11.2.92-99

Abstract

ABSTRAKSungai Citarum termasuk salah satu sungai besar danstrategis di Indonesia kondisinya dalam keadaan sangat kritis.Berbagai aktivitas dengan kurang terkendalinya limbah yang dibuang ke sungaimenyebabkan Sungai Citarum menghadapi berbagai permasalahan yang berdampak padasuplai air baku/bersih bagi penduduk sekitar DAS. Kritisnya tersebut sudah terjadi sejakdari bagian hulu. Sementara itu, pertumbuhan penduduk mendorong meningkatnyakebutuhan air baku untuk keperluan air domestik, pertanian, dan industri. Kondisi inimemicu terjadinya persaingan penggunaan sumberdaya air yang kemudian dapatberdampak pada terjadinya kemiskinan air di DAS Citarum Hulu. Penelitian ini dilakukanuntuk mengidentifikasi kemiskinan air yang terjadi di beberapa wilayah SungaiCitarumHulu (Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kota Cimahi). Penelitian dilakukandengan menggunakan analisis Indeks Kemiskinan Air (Water Poverty Index, WPI) denganpendekatan komposit. Berdasarkan WPI, ketiga wilayah kajian di Citarum Hulu yakniKabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kota Cimahi berada dalam kondisi kemiskinan airagak tinggi dengan masing-masing nilai WPI 38,79; 42,69; dan 38,13 (skala 100). Artinya,ketiga wilayah tersebut masuk dalam kategori tidak aman.Kata Kunci: Citarum Hulu, Kemiskinan Air, Indeks Kemiskinan Air, Pengelolaan SumberDaya Air
Keragaman Kondisi Salinitas Pada Lingkungan Tempat Tumbuh Mangrove di Teluk Kupang, NTT jeriels matatula
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 3 (2019): November 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.854 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.3.425-434

Abstract

Mangrove forest ecosystems are  habitat of various types of microorganisms, but now, problems of mangrove forests experience are in quality and wealth. Efforts to rehabilitate activities  mangrove forests againts had been carried out but the results shown had not been maximized, so it is need the correct strategies  to achieve the success for rehabilitation activities. The studied was conducted in Teluk Kupang, East Nusa Tenggara, covered coastal areas of Kupang's mangrove forests and coastal mangrove forests in Kupang district. The method used in this studied was a systematic sampling method that was systematically distributed across all the mangrove forest areas. The method used for salinity measurement was  method of transmission and Transect Line Plots. Measurements was made in straight line and the size of the plot is 10 m x 10 m, the distanced between lines was 50 meters so that  total lane is 547 with the number of plots of observation 1641 plots. The value of  measurement results was made into the spread of salinity used the interpolation method. The condition of the crossed of  mangrove forest located on  coastal panoramas of  Kupang city shows a salinity value of 10,26 - 26.33%, while  salinity conditions was on the coast of  Kupang ten district 10-42.33 ‰. The salinity condition was formulation of the environmental conditions  mangrove forest on  coast of the island as well as attempts to support  management of mangrove forest activities. The distribution of different mangrove forest conditions along the coastal zone of North Sumatra shows an environmental condition that supports mangrove growth even though in some places the salinity values are high. Results of this study of salinity conditions is a study of the environment of mangrove growth so that it can provide an overview for the government in conducting various activities to rehabilitate mangrove forests.   
PENGARUH PEMBERIAN HAK ATAS TANAH DI PEMUKIMAN PESISIR PANTAI TERHADAP RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA KUPANG (Studi kasus: Pemukiman Pesisir Pantai Kelurahan Oesapa) Eksam Sodak; Jauhari Effendi; I N.P Soetedjo
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.327 KB) | DOI: 10.14710/jil.13.2.%p

Abstract

Undang–undang Dasar 1945, pasal 33 ayat 3, mengamanatkan bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar–besarnya bagi kemakmuran rakyat. Tanah merupakan sumberdaya alam karunia Tuhan Yang Maha Esa yang tidak dapat terpisahkan dari tata kehidupan manusia, menurut Kamus Besar Indonesia (1991), tanah sebagai permukaan bumi atau lapisan bumi di atas sekali; keadaan bumi suatu tempat; keadaan bumi yang diberi batas. Tanah dalam pengertian yuridis adalah pemukaan bumi (UUPA ayat 1). Sedangkan hak atas tanah adalah hak sebagian tertentu permukaan bumi yang terbatas, berdimensi dua dengan ukuran panjang dan lebar. Peralihan hak atas tanah menyebabkan hak atas tanah tersebut beralih dari seseorang kepada orang lain. Perbuatan hukum peralihan hak atas tanah dapat dilakukan dengan jual beli beli, tukar menukar, hibah atau pemberian dengan wasiat. Semua realitas yang menimbulkan konflik sosial dan banyak terjadi ini diduga sebagai akibat ketimpangan dalam proses administrasi tanah, penegakan hukum pertanahan, lemahnya kebijakan tata ruang pemerintah, dan lain sebagainya. Sebaran pemukiman di Kelurahan Oesapa terbagi atas 3 (tiga) area yaitu pesisir pantai, daratan dan perbukitan. Tingkat kedatangan (urbanisasi) bagi peserta didik khususnya perguruan tinggi menyebabkan meningkatnya kebutuhan tempat tinggal. Keadaan ini mengakibatkan terjadinya peningkatan pemanfaatan ruang di Kota Kupang untuk mendukung kegiatan dan pergerakan penduduk yang semakin meningkat menyebabkan kebutuhan akan lahan sebagai tempat mendirikan bangunan menjadi sangat sulit untuk diperoleh, hal tersebut mempengaruhi ketersediaan pemukiman yang dapat dikatakan sehat. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, normarif, dan kuantitatif. Hal ini dimaksudkan agar dalam tahap persiapan, pengambilan data, dan pengolahan data diperoleh kualitas data yang mendukung tujuan penelitian ini.
Menakar Kapasitas Adaptasi Perubahan Iklim Petani Padi Sawah (Kasus Kabupaten Pasuruan Jawa Timur) Yudi L.A Salampessy; Djuara P Lubis; Istiqlal Amien; Didik Suhardjito
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 16, No 1 (2018): April 2018
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12.8 KB) | DOI: 10.14710/jil.16.1.25-34

Abstract

ABSTRAKPerubahan iklim mensyaratkan kapasitas beradaptasi yang memadai dari petani karena pengelolaan SUT padi sawah sangat bergantung pada daya dukung iklim. Musim menjadi tidak menentu dan cuaca sulit diprediksi. Petani mulai kesulitan menentukan awal dan komoditas tanam, sementara serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), banjir, dan kekeringan sebagai dampak negatif dari perubahan iklim semakin sering terjadi. Melalui survey terhadap 96 petani, penelitian ini menakar kapasitas beradaptasi perubahan iklim petani padi sawah di daerah pertanaman padi di dataran rendah, sedang, dan tinggi yang pernah menjadi wilayah percontohan program pengembangan kapasitas adaptasi perubahan iklim. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas adaptasi petani padi sawah masih rendah dan memengaruhi tingkat penerapan adaptasi perubahan iklim mereka. Disarankan untuk dilakukan evaluasi terhadap strategi program-progran sejenis melalui penelitian mengenai faktor-faktor penentu kapasitas adaptasi perubahan iklim petani padi sawah.Kata kunci: kapasitas adaptasi, padi sawah, perubahan iklim, petani    ABSTRACTClimate change requires adequate adaptation capability of farmers as the management of rice farming systems which is highly dependent on climate carrying a previously considered stable. Through a survey of 96 farmers, this study measured the adaptive capacity to climate change of rice farmers in the lowland, medium and highland rice cultivation areas as pilot zone in which improvement program in climate change adaptation has been established. The result shows rice farmers adaptive capacity is considered low and affects their adaptation level to climate change. It is necessary to evaluate the strategy of similar program by studying the determinant factors of climate change adaptation capacity of rice farmers.Keywords: Adaptive capacity, climate change, farmerCitation: Salampessy, Y.L.A., Lubis, D.P., Amien, I., Suhardjito, D. 2018. Menakar Kapasitas Adaptasi Perubahan Iklim Petani Padi Sawah (Kasus Kabupaten Pasuruan Jawa Timur). Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1), 25-34, doi:10.14710/jil.16.1.25-34
KEARIFAN LOKAL DALAM MELESTARIKAN MATA AIR (Studi Kasus di Desa Purwogondo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal) Siswadi, S; Taruna, Tukiman; Purnaweni, Hartuti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.225 KB) | DOI: 10.14710/jil.9.2.63-68

Abstract

Air merupakan benda alam  paling esensial bagi kehidupan. Namun ketersediaannya di daerah Purwogondo dan sekitarnya secara umum cenderung menurun, sehingga sering menimbulkan konflik antar pengguna air. Di Desa Purwogondo terdapat satu mata air yang debitnya cukup besar dan ajeg, yaitu Tuk Serco. Ini terkait keberadaan kearifan lokal yang berfungsi mencegah kerusakan fungsi Tuk Serco. Di tengah-tengah semakin memudarnya kearifan-kearifan lokal, ternyata masih terdapat kearifan lokal yang mampu memelihara dan melestarikan mata air. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan penentuan sampel sumber data secara purpossive dan snowball sampling. Data diperoleh melalui diskusi kelompok terfokus, wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi.Hasilnya adalah (1) masyarakat Desa Purwogondo mempersepsikan Tuk Serco sebagai karunia Allah yang sangat mendukung penghidupan, tempat yang sakral, ditunggu oleh kekuatan ghaib yang tidak boleh diganggu, harus dihormati sebagai sesama makluk ciptaan Allah. Dengan debitnya 12,03 lt/dt, atau 1.039.392 lt/hari, Tuk Serco digunakan  untuk keperluan rumah tangga 106 KK/351 jiwa dan irigasi sawah  5,75 hektar di Dusun Ngijo 527.126,4 liter (50,71%). Sisanya 512.265,6 liter (49,29%) belum terpakai. Manfaat lain Tuk Serco adalah untuk pengobatan, bersuci, dan kegiatan ritual. (2) Terdapat kearifan lokal penduduk Desa Purwogondo berupa: pengetahuan, nilai-nilai, etika dan moral, dan norma-norma yang berupa anjuran, larangan, dan sanksi, serta ungkapan-ungkapan yang dipakai sebagai pedoman sikap dan perilaku masyarakat dalam memelihara, menjaga dan melestariakan mata air Tuk Serco. Untuk mempertahankan debit air perlu pengelolaan hutan di sekitar mata air dan daerah atasnya. Untuk memelihara dan mempertahankan kearifan lokal, masyarakat melakukan dengan memberikan pengertian dan saran kepada keluarga, tetangga, sanak-saudara dan  anak-cucu tentang nilai-nilai, etika dan moral, serta norma-norma termasuk norma agama untuk dipakai sebagai pedoman bersikap dan berperilaku dalam menjalankan tradisi dan naluri  menghargai alam Tuk Serco. (3) Untuk menjaga kearifan lokal dimasa mendatang, perlu langkah-langkah : a) Penguatan semangat masyarakat b) Meningkatkan pemahaman, kesadaran, kepedulian, dan partisipasi  masyarakat menuju masyarakat yang arif lingkungan c) Menyediakan payung hukum dengan Peraturan Desa d) Mendorong terciptanya Desa Purwogondo sebagai Desa Wisata Religi.
Penilaian aliran limbah elektronika di DKI Jakarta menggunakan Material Flow Analysis (MFA) Dino Rimantho; Erliza Noor; Eriyatno Eriyatno; Hefni Effendi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 1 (2019): April 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.184 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.1.120-129

Abstract

Electronic equipment is produced to meet human needs, so this will also have a significant impact on increasing the rate of e-waste generation in landfills in almost all countries. One of the environmental pollution issues that are of concern throughout the world is the management of e-waste (e-waste). This is due to the rapid increase in the use of electronic products. Thus, the existence of electrical and electronic equipment becomes shorter and becomes obsolete. The absence of information related to the volume of e-waste generation and material flow is one of the problems of the Indonesian government in managing e-waste. Therefore, the purpose of this paper is to calculate e-waste and analyze material flow. The method used in this study is Material Flow Analysis (MFA). Furthermore, a survey of household and informal sector respondents was used. The questionnaire adopted from UNEP was modified and distributed to 400 households and 54 informal sectors in DKI Jakarta. The results show the total rate of generation of e-waste produced aaproximately 7713.42013 kg/year. Furthermore, it is necessary to develop several strategies in order to avoid negative impact. This research can be information in filling the data limitations and management of sustainable e-waste in DKI Jakarta.
Pengaruh Perubahan Luas Tutupan Lahan Hutan Terhadap Karakteristik Hidrologi DAS Citarum Hulu Andi Gustiani Salim; I Wayan S Dharmawan; Budi Hadi Narendra
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.778 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.2.333-340

Abstract

The decline in water resources and the occurrence of various hydrological disasters in the Citarum watershed indicate the need to restructure the components inside the watershed, especially land cover in the upper watershed area. This study aims to determine the effect of forest land cover on the hydrological parameters of the upstream Citarum watershed through simulations of the SWAT (Soil and Water Assessment Tool) model. The results showed that the forest cover in the Citarum watershed was only 15.96% of the watershed area and only 4.94% was located in the Upper area. The Flow Rate Coefficient of the upstream Citarum watershed is 31.4, the annual average surface flow and annual erosion are 933.03 mm and 517.9 tons/ha respectively. The simulation from several scenarios shows that a decreasing in forest area can increase discharge and surface runoff, whereas an increase in forest area will increase soil infiltration and evapotranspiration. Decreasing forest area by 10% from existing conditions caused 58% of rainwater to become surface runoff. The large number of discrepancies between the existing conditions and the directions in the RTRWP will require a long time and large costs to adjust so that the short-term alternative that can be done is to convert dryland agricultural cover to the forest to reach forest cover of at least 45% of the land area in the upstream area and can optimize the hydrological function of the watershed.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN ETIKA LINGKUNGAN DENGAN SIKAP DAN PERILAKU MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN Azhar Azhar; M Djahir Basyir; Alfitri Alfitri
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 13, No 1 (2015): April 2015
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.183 KB) | DOI: 10.14710/jil.13.1.36-41

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian korelasional yang terdiri dari dua variabel bebas yaitu pengetahuan lingkungan hidup (PLH) dan pengetahuan etika lingkungan (PEL) serta dua variabel terikat yaitu sikap menjaga kelestarian lingkungan (SMKL) dan perilaku menjaga kelestarian lingkungan (PMKL). Tujuan penelitian  adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengetahuan lingkungan hidup dan etika lingkungan dengan sikap dan perilaku menjaga kelestarian lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan pada sekolah menengah (SMA/SMK/MA) di Kota Pagar Alam Sumatera Selatan tahun 2015, dengan sampel 335 orang yang diambil secara stratified random sampling. Pengumpulan data primer menggunakan teknik kuisoner dan observasi lapangan. Data dianalisis menggunakan program SPSS 17.0 dengan statistik deskriptif, uji korelasi dan regresi linear sederhana serta berganda. Intrumen penelitian menggunakan skala Likert dengan lima alternatif jawaban. Hasil uji korelasi dan regresi pada taraf signifikan a = 0.05, mendapatkan empat kesimpulan yaitu : (1) terdapat hubungan positif yang cukup signifikan antara pengetahuan lingkungan hidup dengan sikap menjaga kelestarian lingkungan yang persamaan garis regresinya Y1 = 0,528X1 + 43,427, dengan nilai koefisien korelasi rx1y1 sebesar 0,506; (2) terdapat hubungan positif yang cukup signifikan antara pengetahuan etika lingkungan dengan sikap menjaga kelestarian lingkungan yang persamaan garis regresinya Y1 = 0,540X2 + 42,825, dengan nilai koefisien korelasi rx2y1 sebesar 0,395;  (3) terdapat hubungan positif yang cukup signifikan antara pengetahuan lingkungan hidup dan pengetahuan etika lingkungan secara bersama-sama dengan sikap menjaga kelestarian lingkungan yang persamaan regresinya Y1 = 0,429X1 + 0,261X2 + 32,008, dengan nilai koefisien korelasi rx1x2y1 sebesar 0,532; (4) terdapat hubungan positif yang cukup signifikan antara sikap menjaga kelestarian lingkungan dengan perilaku menjaga kelestarian lingkungan yang persamaan regresinya Y2 = 0,353Y1 + 42,682, dengan nilai koefisien korelasi ry1y2 sebesar 0,363. Dalam rangka meningkatkan perilaku siswa dalam menjaga kelestarian lingkungan di sekolah disarankan sekolah untuk memberikan mata pelajaran pendidikan lingkungan hidup dan etika lingkungan, Dinas Pendidikan menyarankan agar mata pelajaran muatan lokal diarahkan ke pendidikan lingkungan hidup dan etika lingkungan, dan agar Badan Lingkungan Hidup  mendorong semakin banyaknya sekolah yang mengikuti program Adiwiyata
Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Ekstrak Sargassum sp. dan Lama Penyimpanan terhadap Oksidasi Lemak pada Fillet Ikan Patin (Pangasius sp.) Hidayati, Fatin; Darmanto, Y.S; Romadhon, Romadhon
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 15, No 1 (2017): April 2017
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.196 KB) | DOI: 10.14710/jil.15.1.64-73

Abstract

ABSTRAKIkan patin merupakan ikan air tawar yang mengandung lemak dan protein tinggi sehingga apabila dilakukan penyimpanan rentan terjadi oksidasi yang mengakibatkan ketengikan. Sargassum sp. dengan kandungan fenol dan flavonoid mampu menghambat terjadinya oksidasi pada fillet ikan patin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan ekstrak Sargassum sp. dan lama penyimpanan dalam menghambat terjadinya oksidasi pada fillet ikan patin. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak Sargassum sp. dan fillet ikan patin. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental laboratories dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu konsentrasi ekstrak Sargassum sp. (0%, 1%, 1,5% dan 2%) dan lama penyimpanan (hari ke-0, hari ke-2, hari ke-4, dan hari ke-6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan penambahan konsentrasi ekstrak Sargassum sp. dan lama penyimpanan memberikan pengaruh nyata terhadap nilai PV, nilai TBA, kadar lemak, kadar protein, kadar air serta organoleptik (P < 0,05). Hasil penelitian tahap I didapatkan rendemen Sargassum sp. dengan pelarut etanol 96% sebesar 1,39%, kandungan fenol 1,813%, flavonoid 0,278% dan aktivitas antioksidan 99,1659 ppm (kuat). Hasil penelitian tahap II didapatkan nilai PV berkisar antara 2,03 - 19,82 meq/kg, nilai TBA 0,63 - 6,72 mg.mal/kg. Konsentrasi 1,5% merupakan konsentrasi terbaik ekstrak Sargassum sp. dalam menghambat oksidasi lemak pada fillet ikan patin selama penyimpanan.Kata kunci: Antioksidan, Ekstrak Sargassum sp., Lama Penyimpanan, Oksidasi lemak, Fillet Ikan patinABSTRACTCatfish is a freshwater fish that contain high fat and protein so that if its stored it will susceptible to oxidation process which leads to rancidity. Sargassum sp. with its phenolic and flavonoid content are able to inhibit the oxidation process in catfish fillet. This research was aimed to know the effects of different concentrations of Sargassum sp. extracts and storage time in inhibiting the oxidation process in catfish fillet. The materials used in this research were Sargassum sp. extracts and catfish fillet. This research was using experimental laboratories research method with factorial Completely Randomized Research Design (CRD) of 2 factors which were concentrations of Sargassum sp. extracts (0%, 1%, 1.5%, and 2%) and storage time (0 day, 2 days, 4 days, and 6 days). The results showed that the adding of different concentrations of Sargassum sp. extracts and storage time gave significant effect to the PV value, TBA value, fat content, protein content, moisture content, as well as organoleptic point (P < 0.05). The results obtained from stage I research were the yields of Sargassum sp. with ethanol 96% solvent was 1.39%, phenol content was 1.813%, flavonoid was 0.278%, and antioxidant activity was 99.1659 ppm (categorized as strong antioxidant). The results obtained from stage II research were the PV value were ranged from 2.03 to 19.82 meq/kg, TBA value were ranged from 0.63 to 6.72 mg.mal/kg. The 1.5% concentration was the best concentration of Sargassum sp. extracts in inhibiting the lipid oxidation of catfish fillet during storage.Keywords: Antioxidant, Sargassum sp. Extracts, Storage Time, Lipid Oxidation, Catfish FilletCitation: Hidayati, F., Darmanto, Y.S. dan Romadhon. (2017). Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Ekstrak Sargassum sp. dan Lama Penyimpanan terhadap Oksidasi Lemak pada Fillet Ikan Patin (Pangasius sp.). Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(1), 64-73, doi:10.14710/jil.15.1.64-73
PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI KECAMATAN DAHA SELATAN R Riswan; Henna Rya Sunoko; Agus Hadiyarto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.857 KB) | DOI: 10.14710/jil.9.1.31-38

Abstract

Pembuangan sampah rumah tangga secara sembarangan di sekitar rumah ataupun ke sungai telah menjadi kebiasaan sebagian masyarakat di Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sehingga menimbulkan beberapa penyakit yang berbasis lingkungan serta mencemari Sungai Negara. Oleh karena itu, maka perlu dilakukan suatu kajian tentang pengelolaan sampah rumah tangga berdasarkan aspek teknis operasional, kelembagaan, pembiayaan, hukum/peraturan serta peran serta masyarakatnya. Penelitian analitik observasional ini bertujuan untuk mengkaji pengelolaan sampah rumah tangga dan faktor-faktor yang berkorelasi, serta merencanakan pengelolaan sampah rumah tangga yang berbasis masyarakat. Hasilnya didapatkan rata-rata sampah rumah tangga yang dihasilkan sebanyak 1,46 liter/orang/hari atau 0,38 kg/orang/hari, yang terdiri dari 47% sampah organik, 15 % kertas, 22% plastik, serta 16% logam dan sebagainya. Pengelolaan sampah rumah tangga di Kecamatan Daha Selatan belum dilaksanakan secara optimal. Tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, perilaku terhadap kebersihan lingkungan, pengetahuan tentang perda persampahan, serta kesediaan membayar retribusi sampah berkorelasi positif dengan cara pengelolaan sampah rumah tangga. Saran yang diberikan di antaranya peningkatan pelayanan persampahan, pembentukan kelompok pengelola persampahan desa, pelibatan masyarakat dan swasta dalam pembiayaan, peningkatan koordinasi lintas sektoral dan pelibatan tokoh masyarakat dan tokoh agama, serta penerapan peraturan persampahan secara tegas.

Filter by Year

2011 2025