cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
EVALUASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH SAKIT RK CHARITAS PALEMBANG Mulyati, Meylinda
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.737 KB) | DOI: 10.14710/jil.12.2.66-128

Abstract

The Development of Interpretataion Method For Remote Sensing Imagery In Determining The Candidate of Landslide In Leitimur Paninsula, Ambon Island Puturuhu, Ferad; Danoedoro, Projo; Sartohadi, Junun; Srihadmoko, Danang
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 15, No 1 (2017): April 2017
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1346.048 KB) | DOI: 10.14710/jil.15.1.20-34

Abstract

ABSTRAKPenginderaa jauh merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian tentang teknologi perolehan data spasial dan sekaligus permasalahan kewilayahan serta manajemen sumber daya laha. Pemanfaatan metode penginderaan jauh untuk penelitian landslide dianataranya metode interpretasi citra secara visual dan digital.  Tujuan penelitian ini adalah membandingkan akurasi metode interpretasi dan menentukan lokasi kejadian landslide. Citra yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra Landsat 8, Quickbird dan SRTM. Metode yang digunakan untuk menentukan kandidat landslide adalah interpretasi visual berlapis, Interpretasi citra digital dengan NDVI, OBIA, Toposhape, dan kombinasi NDVI-OBIA, dan NDVI-OBIA-Toposhape. Penggunaan metode interpretasi kejadian landslide yang terbaik adalah interpretasi visual berlapis dengan presentase 90 %. Interpretasi digital dengan NDVI mempunyai ketelitian 47 %, OBIA ketelitiannya  45 %, Toposhape 47 %, kombinasi NDVI-OBIA 47 %, dan Kombinasi NDVI-OBIA-Toposhape 53 %. Dari interpretasi visual berlapis dan pengamatan lapangan diperoleh tipe landslide yang ditemukan yaitu nendatan/slump (soil rotational slide) dalam jumlah yang banyak 7 titik (38.9%), rayapan tanah (soil creep),  aliran bahan rombakan (debris flow), longsor translasi dengan material tanah (earths Slide), dan  nendatan majemuk (multiple rotational slide).Kata kunci: Pengembanga, Metode, Interpretasi Citra, Penginderaan Jauh, Kandidat,    Landslide, Paninsula LeitimurABSTRACTRemote sensing is one of the methods used to address the problem of research on spatial data acquisition technologies and is also acquiring the problems of territorial and land resource management. The utilization of remote sensing method for the landslide research is visual and digital imagery interpretation. The purpose of this study was to compare the accuracy of the method of interpretation and determine the location of the landslide event. The imagery that used in this study was Landsat 8, Quickbird and SRTM. The method that used to determine the candidate of landslide was the layered visual interpretation, digital imagery interpretation with NDVI, OBIA, Toposhape, and combination-OBIA NDVI and NDVI-OBIA-Toposhape. The use of the interpretation method for the landslide event is the best of layered-visual interpretation with a percentage of 90%. Digital interpretation with NDVI has a 47% of its accuracy, thoroughness OBIA 45%, Toposhape 47%, the combination of NDVI-OBIA 47%, and the combination of NDVI-OBIA-Toposhape 53%. From  the layered-visual interpretation and field observations were obtained type of landslide found that soil rotational slide in large quantities 7 points (38.9%), creep soil (soil creep), the flow of material destruction (debris flow), landslides translation with soil materials (earths slide) and multiple rotational slide.Keywords: Development, Method, Imagery Interpretation, Remote Sensing, Candidate of Landslide, Landslide and Leitimur JaizirahCitation: Puturuhu, F., Danoedoro, P., Sartohadi, J. and Srihadmoko, D. (2017). The Development of Interpretataion Method for Remote Sensing Imagery In Determining The Candidate of Landslide In Leitimur Paninsula, Ambon Island. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(1), 20-34, doi:10.14710/jil.15.1.20-34
PERMEABILITAS TANAH BERBAGAI TIPE PENGGUNAAN LAHAN DI TANAH ALUVIAL PESISIR DAS CIMANUK, INDRAMAYU Asep Mulyono; Anna Fadlilah Rusydi; Hilda Lestiana
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 1 (2019): April 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1116.272 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.1.1-6

Abstract

Pesisir Indramayu termasuk wilayah DAS Cimanuk dengan jenis tanah Aluvial/Entisols. Pengetahuan berapa besar kemampuan tanah Aluvial dalam pergerakan air (permeabilitas) merupakan aspek penting dalam hubungannya dengan lingkungan. Studi variasi tingkat permeabilitas tanah akibat berbagai tipe penggunaan lahan pada tanah Aluvial telah dilakukan. Survei lapangan dilakukan dengan pengambilan contoh tanah. Contoh tanah untuk penetapan sifat permeabilitas tanah berdasarkan metode constan head. Analisis kimia tanah dilakukan untuk kandungan fraksi organik tanah, tekstur tanah. Hasil analisis menunjukkan lahan hutan memberikan hasil yang lebih cepat dibanding tipe penggunaan lahan lain. Kebun monokultur menghasilkan rata-rata permeabilitas yang lebih tinggi dibanding lahan kebun campuran.
KAJIAN KEBISINGAN DAN PERSEPSI KETERGANGGUAN MASYARAKAT AKIBAT PENAMBANGAN BATU ANDESIT DI DESA JELADRI, KECAMATAN WINONGAN, KABUPATEN PASURUAN JAWA TIMUR Hidayat, Syarif; Purwanto, Purwanto; Hardiman, Gagoek
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.823 KB) | DOI: 10.14710/jil.10.2.95-99

Abstract

ABSTRAK Kegiatan industri menghasilkan polusi yang dapat menjadi tekanan pada lingkungan, dan kebisingan adalah salah satu bentuk dari polusi yang dapat menimbulkan tekanan lingkungan dan akan berdampak secara fisik maupun non fisik kepada manusia sebagai bagian dari lingkungan. Respon terhadap tekanan lingkungan kadang memunculkan konflik lingkungan. Kegiatan pertambangan termasuk dari kegiatan industri pengguna peralatan mekanis yang pasti akan menghasilkan suara, suara dari kerja alat akan terdengar hingga ke lingkungan sekitar dan akan berdampak mengganggu jika suara yang diterima di lingkungan sekitar melebihi batas baku yang ditetapkan. Penilaian tingkat kebisingan tidak hanya berdasarkan besaran fisik namun diharapkan dapat menununjukan respon serta persepsi dari ketergangguan yang dirasakan masyarakat akibat kebisingan yang sampai ke lingkungan pemukimann. Dari hasil penelitian ini bahwa kegiatan penambangan batu andesit di Desa Jeladri Pasuruan mengakibatkan tingkat kebisingan yang sampai kepemukiman sekitar melebihi  batas baku  yang ditetapkan dan alat crusher dianggap paling mengganggu saat malam hari di saat masyarakat akan bersantai atau istirahat. Kata Kunci: Industri, Polusi, Kebisingan, Batas Baku, Lingkungan Pemukiman ABSTRACT Industrial activities generate of pollution which may become pressure to the environment. Noise is a form of pollution that can cause environmental stress and will affect the physical and non-physical to human beings as part of the environment. Response to environmental stress often raises environmental conflict. Mining activities is one of industrial users of the activities of mechanical equipment that will certainly produce the sound. The voice of the working tools will be heard up to the surrounding environment and will affect the sound annoying if received in the neighborhood exceeds the standard limits set. Assessment of the level of noise is not only based on physical quantities but it also can be assess by knowing response as well as the perceived perception of society due to environmental noise. From the results of this study that the mining andesit activities in the village of Jeladri, Pasuruan East Java the result show that noise levels to exceed the quality standards established, crusher equipment is considered the most disturbing at night when people would relax or rest. Keywords: Industry, Pollution, Noise, Raw Limits, Environmental Settlements
PENERAPAN V-LEGAL PADA INDUSTRI FURNITUR KAYU DI JEPARA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN NILAI JUAL PRODUK Salam, Ahmad Subulas; Purwanto, P; Suherman, S
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 12, No 1 (2014): April 2014
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.022 KB) | DOI: 10.14710/jil.12.1.32-41

Abstract

ABSTRAK Untuk meingkatkan kepercayaan konsumen luar negeri terhadap produk furnitur kayu Indonesia maka mulai Januari 2015 setiap aktifitas ekspor furnitur harus menyertakan dokumen        V-Legal (Verified Legal). Pada prinsipnya, V-Legal merupakan dokumen yang menyatakan bahwa produk kayu tersebut telah  memenuhi standar verifikasi legalitas kayu sesuai dengan ketentuan Pemerintah RI. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara dan observasi terhadap 11 pelaku usaha furnitur di Jepara. Penelitian ini menggambarkan berbagai manfaat dan kendala yang timbul dari penerapan V-Legal. Banyak faktor yang akan mempengaruhi hasil penelitian tersebut seperti kesiapan para pengusaha untuk menyiapkan dokumen tersebut, serta tanggapan mereka tentang beberapa prosedur yang mereka jalankan dan pemanfaatan fasilitas dari pemerintah ataupun pihak swasta untuk membantu mereka dalam pengurusan V-Legal. Dari hasil dari penelitian ditemukan beberapa kendala seperti masih banyaknya pengusaha furnitur yang belum memahami secara betul mengenai manfaat, tujuan dan alasan dari pemberlakuan V-Legal. Namun, berdasarkan  hasil  wawancara kepada salah satu pengusaha mengatakan ada indikasi kenaikan  permintaan produk furnitur dari Indonesia khususnya untuk pasar Eropa yang mungkin disebabkan oleh naiknya  pamor produk furnitur Indonesia karena mempunyai sumber bahan baku yang jelas dan dapat dibuktikan melalui penerapan V-Legal. Kondisi yang berbalik dengan Negara tetangga; Malaysia dan Singapura yang selama ini juga menjadi pengekspor furnitur namun tidak memiliki cukup hutan sebagai bahan baku sehinggamereka kesulitan untuk membuktikan asal-usul kayu yang mereka gunakan. Kata Kunci : V-Legal,  Industri  furnitur kayu, Nilai Jual, Jepara
Penilaian Komunitas dan Keterkaitan Lingkungan Terhadap Mangrove di Pesisir Desa Minaluli, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara Nebuchadnezzar Akbar
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 3 (2019): November 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.799 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.3.507-514

Abstract

Ekosistem mangrove terdistribusi secara luas di wilayah pesisir desa Minaluli, Kecamatan Mangoli Utara. Ekosistem ini dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan penangkapan ikan, kepiting, udang dan gastropoda. Informasi tentang status dan kondisi lingkungan mangrove di wilayah ini belum tersedia. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi komunitas dan keterkaitan parameter lingkungan terhadap mangrove. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2018 di desa Minaluli, Kecamatan Mangoli Utara. Pengambilan data dilakukan pada empat stasiun menggunakan metode transect quadrant dan spot check. Analisis data mangrove meliputi kerapatan jenis, frekuensi jenis, tutupan, nilai penting jenis dan keanekaragaman jenis. Keterkaitan antara variabel lingkungan seperti substart, suhu, salinitas, pH air dan pH tanah dengan mangrove di menggunakan Analisis Komponen Utama (Principle Components Analysis). Hasil penelitian ditemukan tujuh jenis dari tiga famili mangrove. Ketebalan ekosistem mangrove di pesisir Desa Minaluli berdasarkan pengamatan adalah 80 meter (Stasiun I), 110 meter (Stasiun II), 60 meter (Stasiun III) dan 50 meter (Stasiun IV). Nilai kerapatan mangrove tertinggi (Stasiun I), frekuensi tertinggi (Stasiun I), tutupan tertinggi (StasiunI), Nilai penting keseluruhan stasiun 300 dan keanekaragaman tertinggi (Stasiun II). Keanekaragaman jenis masuk dalam kategori sedang. Karakteristik lingkungan mangrove memperlihatkan adanya keterkaitan antara variabel.Kata kunci : Analisis komponen utama, desa Minaluli, mangrove, lingkungan, tutupanlingkungan,
Daya Dukung Jalur Pendakian Bukit Raya Di Taman Nasional Bukit Baka Raya Kalimantan Barat Toto Aryanto; Hartuti Purnaweni; Tri Retnaningsih Soeprobowati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.954 KB) | DOI: 10.14710/jil.14.2.72-76

Abstract

ABSTRAKAdanya upaya penyelamatan hutan dan peningkatan nilai manfaatnya, pada saat ini mulai dilakukan pemanfaatan jasa lingkungan, salah satunya melalui kegiatan pariwisata alam. Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya sebagai kawasan konservasi telah dimanfaatkan sebagai kegiatan pariwisata alam dan salah satunya adalah pendakian Bukit Raya. Selain memilki dampak positif, kegiatan pendakian juga memiliki dampak negatif jika tidak memperhatikan daya dukung lingkungan jalur pendakian itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung daya dukung jalur pendakian Bukit Raya yang berada di Jalur kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menghitung daya dukung fisik (PCC), daya dukung riil (RCC) dan daya dukung efektif (ECC) dengan rumus yang dikembangkan oleh Cifuentes (1992). Hasil perhitungan menunjukan nilai PCC di jalur pendakian Bukit Raya adalah 200 orang per hari, RCC sebannyak 15 orang per hari dan ECC jalur pendakian Bukit Raya belum bisa dihitung sebagai akibat belum adanya desain tapak yang berpengaruh terhadap fasilitas serta penunjukan petugas pengelola secara definitif.Kata kunci: Daya Dukung, Jalur Pendakian, Ekowisata, Taman Nasional, Bukit Raya. ABSTRACTTheir efforts to save the forests and increase the amount of benefit, at this time began use of environmental services, one through nature tourism activities. Bukit Baka Bukit Raya National Park as a conservation area has been used as a natural tourism activities and one of them is climbing Bukit Raya. In addition to have a positive impact, climbing activities also had a negative impact if it does not pay attention to the environmental carrying capacity climbing lane itself. This study aimed to calculate the carrying capacity Bukit Raya hiking paths that are on the West Kalimantan. The method used in this research is to calculate the physical carrying capacity (PCC), the real carrying capacity (RCC) and the effective carrying capacity (ECC) with the formula developed by Cifuentes (1992). Calculation shows the value of PCC in Bukit Raya hiking trail is 200 people per day, RCC sebannyak 15 people per day and Bukit Raya ECC climbing path can not be calculated due to the lack of tread design that affect the facility and the appointment of management personnel definitively.Keywords:  Capability, Trailhead, Ecotourism, National Park, Bukit RayaCara sitasi: Aryanto ,T., Purnaweni, H., dan Soeprobowati, T. R. (2016). Daya Dukung Jalur Pendakian Bukit Raya di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Kalimantan Barat. Jurnal Ilmu Lingkungan,14(2),72-76, doi:10.14710/jil.14.2.72-76
Utilization of Water Hyacinth As Acquired Biogas, Liquid Fertilizer And Control Its Spread Agus Hadiyarto; Alfiyanti Alfiyanti; Deo Reynaldo Alwi; Indra Riadi; Istiana Norita Rahma; Noor Hanifah Angga Putra
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 16, No 1 (2018): April 2018
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.454 KB) | DOI: 10.14710/jil.16.1.58-60

Abstract

ABSTRACTCalombo hamlet, Semarang Regency has a population of 1,125 peoples, live at coast side of Rawapening Lake. Much of the water hyacinth covered Rawapening Lake thus decreasing fisheries production. The growth of water hyacinth has been decreased by using it as craft materials and compost, but not optimally. Need other efforts to reduce the density for example convert or utilize water hyacinth for biogas and liquid fertilizer. The objectives of the programs are approach the society by socializing about the benefits of water hyacinth convert to biogas and liquid fertilizer, to train skilled of people to build a biogas unit. The result of this programs makes a biogas unit MERCEDES (Mesophilic Reactor Anaerobic Digestion) which produces biogas and liquid fertilizer. The economic potential is obtained if all households apply them (equivalent with energy) about IDR 17.112 million per year, a liquid fertilizer about IDR 200.000 per household per day, the environmental potential reduction of water hyacinth growth about 6-15% per year, providing knowledge to the community to build a biogas unit and Mr. Musyafa has been utilize the biogas and fertilizer and have formed the structure of the organization  to manage and develop the biogas unit for sustainability the program.Keywords: biogas, liquid fertilizer, calombo hamlet, water hyacinth, rawapening lake.Citation: Hadiyarto, A., Alfiyanti, Alwi, D.R., Riadi, I., Rahma, I.N., Putra, N.H.A.(2018). Utilization of Water Hyacinth As Acquired Biogas, Liquid Fertilizer And Control Its Spread, Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1), 58-60, doi:10.14710/jil.16.1.58-60
TEKNIK BIOREMEDIASI SEBAGAI ALTERNATIF DALAM UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR Priadie, Bambang
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 10, No 1 (2012): April 2012
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1357.986 KB) | DOI: 10.14710/jil.10.1.38-48

Abstract

ABSTRAK Walaupun  telah diberlakukan berbagai macam kebijakan dan peraturan terkait dengan pengendalian pencemaran air,  namun penurunan kualitas badan air  masih terus berlangsung. Hal ini disebabkan karena lemahnya pengawasan dan penegakan hukum maupun teknologi pengendalian pencemaran air yang  berbasis pembubuhan bahan kimia masih belum bisa memenuhi kriteria yang diberlakukan.  Tulisan ini menguraikan proses bioremediasi  sebagai alternatif dalam upaya  pengendalian pencemaran air, meliputi: isolasi, pengujian  degradasi zat pencemar,  dan perbanyakan bakteri.  Hasil isolasi dan identifikasi yang berasal dari “bakteri indigenous”  didapatkan: Microccocus, Corynebacterium, Phenylo- bacterium, Enhydro- bacter, Morrococcus, Flavobacterium, Bacillus, Staphylococcus, dan Pseudomona, yang dapat mendegradasi logam Pb, nitrat, nitrit, bahan organik, sulfida, kekeruhan, dan amonia. Sedangkan dari   bakteri “commercial product”   didapatkan jenis: Bacillus, Pseudomonas, Escherichia, serta enzym Amylase, Protease, Lipase, Esterase, Urease, Cellulase, dapat mendegradasi pencemar organik, nitrogen, fosfat, maupun kontrol pertumbuhan alga. Perbanyakan bakteri dari isolat bakteri indigenous dapat dikerjakan di laboratorium sedangkan bakteri “commercial product”  bisa didapatkan di pasaran umum. Kata Kunci : bioremediasi, isolasi, pengujian,   identifikasi,  perbanyakan bakteri ABSTRACT Although  various policies and regulations related to water pollution control has been enacted,  decreasing of  water quality in water bodies are still ongoing. This is due to  the weakness of  monitoring and enforcement practices, as well as  pollution control technologies  in water-based chemicals, can not  achieve the affixing  standard. This paper aims to examine the process of bioremediation technologies, include:  isolation, degradation test, identification,  and bacterial multiplication. Isolation and identification results of “indigenous bacteria” includes: Microccocus, Corynebacterium, Phenylo-bacterium,-bacter Enhydro, Morrococcus, Flavobacterium, Bacillus,    Staphylococcus, and Pseudomonas, which can degrade the metals Pb, nitrate, nitrite, organic matter, sulfide, turbidity, and ammonia. Where as the bacteria  "commercial product" includes: Bacillus, Pseudomonas, Escherichia, and the enzymes amylase, protease, lipase, esterase, Urease, Cellulase, may  degrade organic pollutants, nitrogen, phosphate, or control algae growth. Multiplication of bacteria from the indigenous bacterial isolates can be done in the laboratory while the commercial bacterial product can be found in the general market. Keywords: bioremediation, isolation,  bacterial testing,   identification,  bacterial multiplication
Variasi Sifat Kimia Tanah Pada Sistem Agroforestri di Kawasan Hutan Tanaman Kayu Putih Ronggo Sadono; Djoko Soeprijadi; Pandu Yudha Adi Putra Wirabuana
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.03 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.2.205-211

Abstract

Sifat kimia tanah berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Sifat kimia tanah dipengaruhi oleh tipe penggunaan lahan dan jenis vegetasi di atasnya. Perbedaan sifat kimia tanah dapat berpengaruh terhadap laju pertumbuhan tanaman sehingga menghasilkan variasi tingkat produktivitas. Penelitian ini mengkaji variasi sifat kimia tanah sebagai dampak pengembangan sistem agroforestri di hutan tanaman kayu putih. Lokasi penelitian terletak di Resort Pengelolaan Hutan Gubugrubuh, Kabupaten Gunungkidul. Sampel tanah dikumpulkan dari 3 petak yang menjadi prioritas penanaman kayu putih yaitu petak 75, petak 78, dan petak 80. Sampel tanah diambil dari lapisan permukaan pada kedalaman 0-15 cm. Indikator sifat kimia tanah yang diuji meliputi pH tanah, C-organik, N-total, P-tersedia, K-total, dan kapasitas pertukaran kation (KPK). Perbandingan sifat kimia tanah dari setiap petak dianalisis menggunakan metode One Way ANOVA (α=0,05) dan dilanjutkan HSD Tukey (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan kemasaman tanah pada setiap petak termasuk kategori agak masam dengan pH 6,00-6,50. Kandungan C-organik bervariasi antara 1,67-3,30%. Nilai N-total berkisar antara 0,13-0,18% sedangkan P-tersedia mencapai 1,50-6,50 ppm. Kadar K-total dan KPK termasuk kategori rendah dengan rentang nilai masing-masing 0,07-0,38 cmolc/kg dan 6,89-13,66 cmolc/kg. Penelitian ini menemukan bahwa N-total merupakan parameter sifat kimia tanah yang berbeda secara signifikan dari setiap petak (p<0,05).

Filter by Year

2011 2025