cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
ESTIMASI DANA MASYAKARAT MELALUI VALUASI EKONOMI KERUSAKAN TERUMBU KARANG DI DESA POKA KOTA AMBON Eygner Talakua
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 1 (2019): April 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.211 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.1.42-50

Abstract

Ambon Bay, Ambon City is a region with high anthropogenic pressure and is very influential on coastal and marine resources, especially coral reefs. Damage to coral reefs in Ambon Bay occurred in Poka Village, handling has been done through the rehabilitation program with coral transplantation techniques, but the need for support and community participation in its management. One of the factors not yet successful management of coral reefs is lack of funds, whereas according to the rules of fund of coral reef management activities one of them can be sourced from the community. This study aims to determine the perception of the community on the existence of coral reefs, analyze the economic value of coral reef damage, and estimate community funds to repair damage to coral reefs in Poka Village, Ambon City. The study was conducted from January to May 2018 using case study method. A sample of 107 heads of households was obtained through proposive sampling and techniques of economical sampling of economies. The data analysis consisted of the analysis of community perception using the likeness scale on three indicators: knowledge, benefit, and coral reef damage; analysis of non-market economic valuation through CVM method; and estimates of community funds through the calculation of the total value of willingness to pay based on the number of people who are willing.The results showed that: 1). The perception of most of the people is very know and know the existence of coral reefs in Poka Village, only a small perception of hesitate and do not know; 2). There is a relationship of perception and willingness to pay the community to repair damage to coral reefs in Poka Village; 3). The economic value of coral reef damage is Rp. 4.288.000, - / month or Rp 51.456.000, - / year; and 4.) The estimation of community fund for coral reef damage in Poka Village is Rp 3,888,322,95 / month or Rp 46,659,875,46 / year.
PENGARUH EMISI UDARA PADA SENTRA PENGOLAHAN BATU KAPUR TERHADAP KAPASITAS VITAL PARU PEKERJA DAN MASYARAKAT DI DESA KARAS KECAMATAN SEDAN KABUPATEN REMBANG Rachmawati, Siti; Masykuri, M; Sunarto, Sunarto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 11, No 1 (2013): April 2013
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.195 KB) | DOI: 10.14710/jil.11.1.16-23

Abstract

UJI EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK KULIT BATANG DAN KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI Shigella dysentriae Prasaja, Dimas; Darwis, Welly; Astuti, Sri
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.132 KB) | DOI: 10.14710/jil.12.2.83-91

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji efektivitas kombinasi ekstrak kulit batang dan kulit buah manggis (Gracinia mangostana L.) sebagai antibakteri Shigella dysenteriae dari bulan Maret sampai Mei 2011, untuk mengetahui konsentrasi efektif dari ekstrak kulit batang dan kulit buah manggis dalam menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae. Penelitian uji antibakteri ini menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Bauer). Konsentrasi perlakuan yang diperoleh dari uji awal MIC digunakan untuk uji efektivitas kombinasi dari ekstrak kulit buah dan ekstrak kulit batang masing-masing 5,5%, 6,25%, 7%, 7,75%, 8,5%, dan 4,5%, 5,25%, 6%, 6,75%, 7,5%. Sebagai pembanding digunakan antibiotik kloramfenikol 50μg/ml. Dari hasil analisis keragaman dengan Rancangan Acak Lengkap berfaktor diperoleh bahwa pada setiap faktor konsentrasi perlakuan menunjukkan berbeda tidak nyata. Uji antibakteri dengan diameter zona bening yang paling efektif terdapat  pada perlakuan kombinasi konsentrasi esktrak kulit buah dan kulit batang manggis A2B1 6,25% dan 4,5% yaitu 5,66 mm dengan kategori daya hambat sedang (5-10 mm). Hasil zona bening baku pembanding kloramfenikol sebagai antibakteri Shigella dysenteriae yaitu 5,55 mm.A research on combined the effectiveness Test of combination  of tree bark and rind extract of Mangosteen (Gracinia mangostana L.) as antibacteria on Shigella dysenteriae to know the effective concentration of tree bark and rind extract of Mangosteen in inhibiting the growth of Shigella dysenteriae had been conducted from March to May 2011. Research method used is disk diffusion (Kirby-bauer). The obtained concentration in preliminary test MIC which were used to exam combined effectiveness test of each tree bark and rind extract of mangosteen were 5,5 % ; 6,25 % ; 7 % ; 7,75 % ; 8,5 % and 4,5 % ; 5,25 % ; 6 % ; 6,75 % ; 7,5 %. Antibiotic Chloramphenicol 50 µg/ml was used as standard of comparison. Based on Diversity analysis by using factorial completely randomized design method acquired that each test concentration factor indicated not significantly different result. The most effective clear zone diameter of antibacterial test found in combination of 6,25% and 4,5% of tree bark and rind extract (A2B1) that was 5,66 mm as medium inhibition in category (5-10 mm). While the result of Chloramphenicol comparison clear zone as antibacterial was 5,55 mm.
Perencanaan Kegiatan Wisata Pendidikan Dalam Kawasan Geopark Rinjani Lombok Berbasis Daya Dukung Lingkungan (Studi Daerah Aik Berik) Dwi Hardoyo; Fuad Muhammad; Tukiman Taruna
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.711 KB) | DOI: 10.14710/jil.14.2.103-107

Abstract

ABSTRAKAik Berik merupakan daerah tujuan wisata yang berada dalam kawasan Geopark Rinjani Lombok. Di daerah ini terdapat situs geologi yang dapat digunakan sebagai sarana pendidikan melalui kegiatan wisata pendidikan bagi anak-anak sekolah, namun perlu dilakukan kajian daya dukung lingkungan agar kegiatan tersebut tidak menyebabkan gangguan pada ekosistem dan kenyamanan para siswa dalam melakukan aktivitas juga dapat dipertahankan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai daya dukung lingkungan obyek wisata Aik Berik sehingga dapat digunakan untuk merencanakan/menentukan waktu yang tepat dalam melaksanakan kegiatan wisata pendidikan. Metode yang digunakan adalah perhitungan berdasarkan rumus daya dukung lingkungan yang dimodifikasi, yaitu Daya Dukung Fisik (PCC), Daya Dukung Riil (RCC) dan Daya Dukung Efektif (ECC). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi/survei lapangan, studi literatur, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daerah Aik Berik mempuyai nilai daya dukung fisik (PCC) 18.665 orang/hari dan daya dukung Riil (RCC) 3.863 orang/hari. Pada hari minggu daya dukung riil belum terlewati,  sekitar 19,9% dari RCC atau 767 orang/hari. Pelaksanaan wisata pendidikan dapat dilakukan pada hari biasa (Senin-Jumat) dengan cara praktikum bersama atau dengan memanfaatkan alokasi waktu KBM yang dijadwalkan pada akhir sesi KBM.Kata kunci: Geopark Rinjani Lombok, Wisata Pendidikan, Daya Dukung Lingkungan ABSTRACTAik Berik is a tourist destination within Geopark Rinjani Lombok. In this area there is a geological site that can be used as an education mean through educational tours for school children, but it is necessary to study environment carrying capacity so that these activities do not cause disturbance to the ecosystem as well as maintaining students activity comfort. The aim of this study was to determine Aik Berik carrying capacity that can be used to determine the best times in conducting educational tours. The method used based on modified environment carrying capacity formula calculation, the Physical Carrying Capacity (PCC),  Real Carrying Capacity (RCC) and Effective Carrying Capacity (ECC). Data collected through observation/field surveys, literature, and interviews. The results showed that Aik Berik area  has value of physical carrying capacity (PCC) 18.665 person/day and the Real carrying capacity (RCC) 3,863 person/day. On Sunday the real carrying capacity has not been reached, approximately 19.9% of RCC or 767 person/day. Implementation of the educational tour can be done on a weekday (Monday-Friday) by internship activities together or by allocating scheduled time in teaching and learning activities.Keywords:  Geopark Rinjani Lombok,  Educational Tourism, Carrying CapacityCara sitasi: Hardoyo  ,D., Muhammad, F., dan Taruna, T. (2016). Perencanaan Kegiatan Wisata Pendidikan Dalam Kawasan Geopark Rinjani Lombok Berbasis Daya Dukung Lingkungan (Studi Daerah Aik Berik). Jurnal Ilmu Lingkungan,14(2),103-107, doi:10.14710/jil.14.2.103-107
Struktur Komunitas Dan Keberlanjutan Pengelolaan Ekosistem Mangrove Pulau-Pulau Kecil (Kasus Pada Pulau Nain Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara) Joshian Nicolas William Schaduw
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2007.735 KB) | DOI: 10.14710/jil.16.2.120-129

Abstract

ABSTRAKKajian ini bertujuan untuk menganalisa struktur komunitas dan keberlanjutan pengelolaan ekosistem mangrove di Pulau Nain Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Pulau Nain adalah salah satu pulau yang masuk dalam kawasan konservasi Taman Nasional Bunaken dan memiliki kawasan budidaya rumput laut yang masih produktif. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan primer. Data yang dibutuhkan dalam kajian ini meliputi data dimensi ekologi, sosial ekonomi, dan kelembagaan. Analisis yang digunakan dalam kajian ini adalah RAPMECS (Rapid Appraisal for Mangroves Ecosystem) dengan analisis multy dimensional scaling (MDS). Hasil yang diperoleh dari kajian ini adalah luasan mangrove Pulau Nain sebesar 4.40 ha, memiliki dua jenis mangrove yaitu Rhizophora apiculata dan Avicennia marinna masing-masing dari family Avicenniaceae dan  Rhizophoraceae. Indeks nilai penting (INP) jenis tertinggi terlihat pada jenis Rhizophora apiculata (79.64%) sedangkan jenis Avicennia marinna (79.64%). Ekosistem mangrove Pulau Nain dalam kondisi yang baik, tapi secara kuantitas belum optimal sebagai buffer sistem lingkungan pesisir. Status keberlanjutan pengelolaan ekosistem mangrove Pulau Nain menunjukkan angka 46,89 yang berarti status keberlanjutan pengelolaan ekosistem mangrove pulau ini berada dalam kondisi cukup baik. Keterisolasian pulau, luasan mangrove yang kecil, luas pulau yang kecil dan rendahnya kualitas sumberdaya manusia membuat pulau ini memiliki nilai yang kurang baik untuk keberlanjutan pengelolaan ekosistem mangrove Pulau Nain. Pemantauan secara berkala dan strategi pengelolaan yang baik dapat meningkatkan indeks keberlanjutan pengelolaan ekosistem mangrove serta meningkatkan kapasitas lingkungan pesisir Pulau Nain.ABSTRACTThe aims of this study are to analyze the community structure and sustainability of mangrove ecosystem management in Nain Island, Wori District, North Minahasa, North Sulawesi Province. Nain Island is one of the islands rlocated in Bunaken National Park conservation area and   has productive seaweed cultivation area. This study used secondary and primary data. Data required in this study are included dimension data of ecological, socio-economic, and institutional. The analysis that used in this study was RAPMECS (Rapid Appraisal for Mangroves Ecosystem) through multy dimensional scaling (MDS) analysis. The results obtained from this study are mangroves area in Nain Island was 4.40 ha, has two types of mangroves Rhizophora apiculata and Avicennia marinna respectively belong to family Avicenniaceae and Rhizophoraceae. The highest species importance value index (INP) wasfound in Rhizophora apiculata (79.64%) while Avicennia marinna (79.64%). Mangrove ecosystem in Nain Island are in good condition, but in quantity not yet optimal as buffer for coastal environment system. The sustainability status of mangrove ecosystem management of Nain Island shows 46.89 which means that the sustainability status of mangrove ecosystem management of this island is in fair condition. Isolation of island small mangrove areas, small islands and low quality of human resources make this island has a poor value for the sustainability of mangrove ecosystem management. Regular monitoring and good management strategies can improve the sustainability index of mangrove ecosystem management and increase the capacity of the coastal environment of Nain Island.Sitasi: Schaduw J.N.W. (2018). Struktur Komunitas Dan Keberlanjutan Pengelolaan Ekosistem Mangrove Pulau-Pulau Kecil (Kasus Pada Pulau Nain Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara). Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(2), 120-129,doi:10.14710/jil.16.2.120-129
Pengaruh Limbah Pemanenan Kayu Terhadap Efisiensi Pemanfaatan Kayu Hutan Produksi Alam Pada Dua Pengusahaan Hutan di Kalimantan Sona Suhartana; Yuniawati Yuniawati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.056 KB) | DOI: 10.14710/jil.16.2.147-154

Abstract

ABSTRAKPotensi limbah akibat pemanenan kayu sampai saat ini masih cenderung tinggi yang dapat menyebabkan rendahnya efisiensi pemanfaatan kayu. Hal ini sebagai kecenderungan pemborosan bahan baku kayu, sedangkan saat ini terjadi ketimpangan antara ketersediaan bahan baku yang terus menurun dengan kebutuhan kayu untuk industri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi limbah pemanenan kayu pada dua pengusahaan hutan di Kalimantan dan pengaruhnya terhadap efisiensi pemanfaatan kayu. Metodologi penelitian dengan mengukur potensi tegakan, volume kayu yang dimanfaatkan, volume limbah kayu setelah pemanenan kayu, menghitung indeks tebang, indeks sarad dan efisiensi pemanfaatan kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Rata-rata volume kayu yang dimanfaatkan pada IUPHHK-HA PT Karya Lestari (PT A) dan PT Inhutani II (PT B) masing-masing adalah 16,759 m3/pohon dan 6,742 m3/pohon; (2). Rata-rata volume limbah kayu pada PT A dan PT BI masing-masing adalah 2,410 m3/pohon dan 0,472 m3/pohon; (3). Proporsi limbah tunggak, pangkal batang, ujung batang pada PT A dan PT B masing-masing adalah 0%, 81,54%, 18,46% dan 70,25%, 21,78%, 7,97%; (4). Rata-rata efisiensi pemanfaatan kayu pada PT A dan PT B masing-masing adalah 88% dan 86%; dan (5). Pengaruh potensi limbah pemanenan kayu terhadap efisiensi pemanfaatan kayu ditunjukkan dengan model persamaan Y = 0,971 - 0,0341X. ABSTRACTPotential logging residue from forest harvesting operation is significantly high at tree quantities of logging. This reflects in a low efficient of harvesting that may derive wasteful in using forest resources. In the contrary, the wood supply is not equal to wood demand.  The wood supply continously decrease so that it is not able to support the demand of wood industry.  The aim of research is to find out the potential logging residue on forest harvesting operation and its effect on wood utilization at two companies in Kalimantan. Research method used by measuring potential forest standingstock, potensial use of wood volume and logging residue from the harvesting operation. The study also measures felling index, skidding index and efficiency of wood utilization. Research result showed that: (1). Average of wood volume used in IUPHHK- HA PT Karya Lestari (PT A) and Inhutani II (PT B) are consecutively 16.759 m3/tree and 6.742 m3/tree; (2). Average of logging residue PT A and PT B are 2.410 m3/tree and 0.472 m3/tree; (3) The percentage of the logging residue at tha bottom stem, middle stem, and upper stem at PT A are 0%, 81.54%, 18.46% and PT B is about 70.25%, 21.78%, 7.97%; (4). The average of timber utilization efficiency (TUE) at PT A and PT B are 88% and 86%; and (5). The equation derived from the comparation model between the effect of logging residue from forest harvesting operation and efficiency of wood utilization is Y = 0.971 - 0.0341 X.Keywords: forest harvesting, potential of logging residue, efficiency, native forest Sitasi: Suhartana, S dan Yuniawati (2018). Pengaruh Limbah Pemanenan Kayu Terhadap Efisiensi Pemanfaatan Kayu Hutan Produksi Alam Pada Dua Pengusahaan Hutan Di Kalimantan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(2), 147-154, doi: 10.14710/jil.16.2.147-154.
Strategi Pembangunan Pertanian Berkelanjutan di Pedesaan Berbasis Citra Drone (Studi Kasus Desa Sukadamai Kabupaten Bogor) ihsan arham; Sofyan Sjaf; Dudung Darusman
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.49 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.2.245-255

Abstract

Most of the agricultural sector activities are in rural area. Rural and agricultural development requires accurate spatial information so that accuracy in sustainable development planning can be attained. This study was aimed to determine the strategy of sustainable agriculture development planning in a rural area. This research method used a spatial data approach acquiring village imagery produced using a drone. The actual land use analysis used ArcGIS software through a participatory digitization process. Analysis of land carrying capacity using the approach of land availability and land requirements. The results of the analysis became a reference for compiling the direction of planning for sustainable agricultural village development. Analysis of alternative program priorities using the Analytical Hierarchy Process (AHP) approach. The study found that agricultural areas dominated land use in Sukadamai Village with an area of 112,942 ha (42,693%). Land carrying capacity in Sukadamai Village was in a deficit with a comparison ratio of land availability (SL) to land requirements (DL) of 0.22. The strategy of sustainable agricultural development that can be done is the innovative application of effective and efficient land intensification. The program prioritized the criteria of social justice and maximized the government's role in realizing development goals.
STUDI KELAYAKAN PENENTUAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH (TPA) DI PULAU BINTAN PROPINSI KEPULAUAN RIAU Irawan, Agus Bambang; Ade Yudono, Andi Renata
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 12, No 1 (2014): April 2014
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.214 KB) | DOI: 10.14710/jil.12.1.1-11

Abstract

ABSTRAK Sampah sebagai material sisa dari berbagai aktifitas atau kegiatan dalam kehidupan manusia maupun sebagai hasil dari suatu proses alamiah sering menimbulkan permasalahan serius di wilayah-wilayah yang sedang berkembang seperti Pulau Bintan. Pulau Bintan adalah salah satu pulau terbesar yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau. Pulau Bintan, selain sebagai daerah pertambangan, juga sebagai salah satu daerah tujuan wisata baik bagi wisatawan domestik ataupun wisatawan luar negeri dikarenakan terletak pada posisi geografis yang sangat strategis. Di samping itu, jumlah penduduk Pulau Bintan yang selalu bertambah tiap tahunnya menyebabkan peningkatan volume sampah. Hal ini menyebabkan penyediaan lahan untuk pemrosesan akhir sampah mendesak untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengkaji kelayakan lokasi TPA tingkat regional dan tahap penyisih di Pulau Bintan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasi dengan melakukan survey lapangan dan instansional. Data-data yang diperoleh dianalis dengan bantuan sistem informasi geografis. Penelitian ini berdasar pada SNI sebagai pedoman dalam penentuan lokasi TPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pulau Bintan mempunyai wilayah datar sampai perbukitan bergelombang dengan kondisi batuan didominasi  batuan beku yaitu Batu Andesit, Batu Pasir Tufan, dan Batu Granit. Zona layak dan tidak layak TPA tingkat regional di Pulau Bintan terletak pada semua wilayah studi baik pada Kabupaten Bintan maupun Kota Tanjungpinang. Penyisihan dari zona layak tersebut menghasilkan tiga calon lokasi TPA dengan lokasi yang paling sesuai berada di Kecamatan Gunung Kijang dengan luasan + 40 Ha. Kapasitas sampah yang masuk di TPA sampai dengan tahun 2033 sebesar 30 Ha jika digunakan teknologi reusable sanatary landfill. Kata kunci: sampah, reusable sanatary landfill, sistem informasi geografis, batuan beku
Penentuan Status Mutu Air Dengan Metode Indeks Pencemaran Dan Strategi Pengendalian Pencemaran Sungai Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu Enda Kartika Sari; Oki Endrata Wijaya
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 3 (2019): November 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.639 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.3.486-491

Abstract

Sungai Ogan merupakan sumber air bagi intake PDAM  Kabupaten Ogan Komering Ulu. Kenyataan tersebut, dipandang perlu untuk menentukan evaluasi kualitas air Sungai Ogan yang bersifat kompleks dengan melibatkan banyak parameter yang berpengaruh terhadap badan air serta perlu merumuskan strategi pengendalian pencemaan air yang perlu dilakukan. Penggunaan indeks kualitas air dapat mempermudah penentuan kualitas badan air serta mempermudah juga dalam pemberian informasi kepada pihak yang membutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan status mutu air dan strategi pengendalian pencemaran air sungai Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dengan menggunaan perhitungan indeks pencemaran air di 5 titik lokasi sampling. Penentuan status mutu air menggunakan metode indeks pencemaran menurut Kepmen LH 115/2003. Parameter yang diamati dan diukur ada 10 paramater dengan menggunakan metode Standar Nasional Indonesia (SNI) pengukuran kualitas air dan limbah, Menurut Peraturan Gubernur Sumatera Selatan No 16/2005 meliputi sifat fisika, kimia dan biologi dari badan air sungai yaitu suhu, kekeruhan, TSS, pH, DO, BOD, Nitrat, Phospat, MBAS dan Fecal Coliform. Hasil yang didapatkan Status mutu air dengan menggunakan indeks pencemaran stasiun 1-5. termasuk dalam kategori tercemar ringan dengan kisaran nilai 1,3 – 2,3. Strategi pengendalian pencemaran sungai dapat dilakukan dengan pengurangan beban pencemaran yaitu dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan sungai dan perlu melakukan efektifitas pengelolaan dan manajemen IPAL yang lebih baik yang lebih melibatkan peran serta masyarakat dalam teknis pengelolaannya, serta perlunya pemantauan rutin kualitas air sungai dan memetakan sumber-sumber pencemar potensial pada setiap lokasi sehingga permasalahan akan cepat teratasi.The Ogan River is a source of water for the intake of the Ogan Komering Ulu Regency PDAM. This fact is deemed necessary to determine the evaluation of the water quality of the Ogan River which is complex by involving many parameters that affect the water body and needs to formulate a water pollution control strategy that needs to be done. The use of a water quality index can facilitate the determination of the quality of water bodies and also facilitate the provision of information to those in need. The purpose of this study was to determine the status of water quality and the control strategy of Ogan Komering Ulu District water pollution. The method used in this study was purposive sampling method by using the calculation of the water pollution index in 5 sampling locations. Determination of water quality status using the pollution index method according to Kepmen LH 115/2003. The parameters observed and measured were 10 parameters using the Indonesian National Standard (SNI) method of measuring water and waste quality, According to the Governor of South Sumatra Regulation No. 16/2005 covering physical, chemical and biological properties of river water bodies namely temperature, turbidity, TSS, pH, DO, BOD, Nitrate, Phosphate, MBAS and Fecal Coliform. Results obtained status of water quality by using station pollution index 1-5. included in the category of light polluted with a range of values 1.3 - 2.3. River pollution control strategies can be carried out by reducing pollution load, namely by involving the community in managing the river environment and need to make better management and management of WWTPs that are more involved community in its technical management, as well as the need for regular monitoring of river water quality and mapping potential pollutant sources at each location so that problems will be quickly resolved
Konservasi Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Jawa di Kebun Raya Baturraden di Kawasan Bekas Hutan Produksi Terbatas Herawikan Mandiriati; Djoko Marsono; Erny Poedjirahajoe; Ronggo Sadono
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.289 KB) | DOI: 10.14710/jil.14.1.33-38

Abstract

ABSTRAK Pengeloaan Kebun Raya Baturraden di Kawasan Hutan Produksi terbatas dapat menimbulkan permasalahan surface run off apabila penanganan lokasi tidak dilakukan secara konservatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi problematika Perubahan ekositem Hutan Produksi Terbatas yang bersifat homogen menjadi Kebun Raya Baturraden merupakan hutan heterogen. Dengan cara membuat PU (Petak Ukur) di zona pemanfaatan keluasan 77,4 Ha, sebanyak 109 PU (Petak Ukur) dengan ukuran 20x20 m, intensitas 5,5, jarak antar PU 1, 3 m. Hasil pengamatan   parameter yang menjadi pertimbangan ketinggian tanah antara 1076-760 Dpl, kelerengan tanah 12⁰-30⁰, kedalaman tanah < 85 Cm – 90<, erodibilitas tanah 0,43, jenis tanah Latosol Coklat dan curah hujan rata-rata 5.600 mm per tahun. Dari hasil pengamatan kawasan Kebun Raya Baturraden tanah mudah sekali terjadi   proses surface run off. Mengatasi dan merubah ekosistem dari hutan homogeny menjadi heterogen (1) penjarangan harus bertahap sesuai lahan yang akan dikelola, (2) Dengan kondisi tegakan pohon sangat rapat untuk melakukan tebangan sebaiknya menggunakan tebangan penerangan atau penjarangan jangan sampai tanah terbuka mengingat mempunyai curah hujan rata-rata 5.600 mm per tahun. (3) pada lokasi tertentu yang rawan terjadi erosi harus dibuat terasering untuk mengurangi terjadinya surface run off. Kata Kunci: Kebun Raya, Hutan Produksi terbatas surface run off, ekosistem ABSTRACTManaging Baturraden Botanical Garden in the Limited Production Forest Area can cause problems of surface run off if the location is not handled conservatively. This study aims to overcome the problem of ecosystem changes of the homogeneous Limited Production Forest to become Baturraden Botanical Garden which is heterogeneous forest by making PU (sample plots) in the utilization zone of 77.4 hectares in breadth, a total of 109 PU (sample plots) with a size of 20x20 m, intensity of 5.5, the distance between PU’s 1, 3 m. The parameters taken into consideration, as a result of observation, are the height of land between 1076-760 above sea level, land slope between 30⁰ 12⁰, land depth <85 cm - 90 <, soil erodibility 0.43, Brown Latosol soil type and an average rainfall of 5,600 mm per year. From the observation of Baturraden Botanical Garden area, it was observed that land surface run off processes easily occur. To overcome and change the ecosystem of the forest, from homogeneous to heterogeneous: (1) thinning should be phased in accordance to the land to be managed, (2) with the condition of very tight tree stands to be felled, lighting felling or thinning should be done without exposing the land considering the rainfall average of 5,600 mm per year. (3) In certain locations that are prone to erosion terracing must be made to reduce the occurrence of surface run-off. Key words: Botanical Garden, limited production forest, surface run-off, ecosystem.Cara sitasi: Mandiriati, H., Marsono, D., Poedjirahajoe, E., Sadono, R. (2016). Konservasi Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Jawa di Kebub Raya Baturraden di Kawasan Bekas Hutan Produksi Terbatas. Jurnal Ilmu Lingkungan. 14(1),33-38, doi:10.14710/jil.14.1.33-38

Filter by Year

2011 2025