cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
Analysis of land cover change and its impact on peak discharge in Jelap Sub-Watershed, Sintang District Diah Auliyani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 16, No 1 (2018): April 2018
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.615 KB) | DOI: 10.14710/jil.16.1.61-67

Abstract

ABSTRAKInformasi mengenai debit puncak sangat penting dalam perencanaan pembangunan infrastruktur. Debit puncak dapat diprediksi menggunakan data dari alat pengukur tinggi muka air yang di pasang di outlet Daerah Aliran Sungai (DAS). Namun demikian, tidak semua DAS memiliki alat tersebut, terutama yang berada pada daerah dengan tingkat aksesibilitas rendah. Teknologi penginderaan jauh dapat menggantikan cara tersebut dalam menyediakan data dan informasi sumberdaya alam maupun pemantauan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perubahan penutupan lahan terhadap debit puncak di Sub DAS Jelap. Sub DAS Jelap merupakan bagian dari DAS Kapuas yang berada di Kabupaten Sintang, Propinsi Kalimantan Barat. Data curah hujan diperoleh dari stasiun pengamatan curah hujan Bandara Susilo. Debit puncak dihitung menggunakan metode Rational dengan memanfaatkan data satelit penginderaan jauh berupa Digital Elevation Model/ Shuttle Radar Topography Mission (DEM/ SRTM). Selama 1990-2016, hutan lahan kering sekunder dan hutan rawa sekunder mengalami penurunan seluas 1298 ha dan 338 ha, sedangkan semak belukar, semak belukar rawa, pertanian lahan kering campur semak, perkebunan dan area pertambangan mengalami peningkatan sebesar 78 ha, 102 ha, 814 ha, 640 ha, dan 2 ha. Perubahan penutupan lahan tersebut telah meningkatkan koefisien runoff dengan rata-rata peningkatan sebesar 0,14%. Dengan luas daerah terbangun kurang dari 1%, debit puncak yang dihasilkan berdasarkan analisis spasial memiliki pola yang hampir sama dengan fluktuasi curah hujan maksimum. Hal ini menunjukkan bahwa dibandingkan faktor lainnya, curah hujan maksimum merupakan faktor yang sangat menentukan nilai debit puncak di Sub DAS Jelap.Kata kunci: Penutupan lahan, curah hujan, debit puncak, Jelap, SintangEnglish title: Analysis of land cover change and its impact on peak discharge in Jelap Sub-Watershed, Sintang DistrictABSTRACTInformation on peak discharge is crucial in infrastructure development planning. Peak discharge could be predicted using data from water level gauges which installed at the watershed outlet. However, not all of the watersheds have such tools, especially those in areas with low accessibility levels. Remote sensing technology could replace such tools in providing data and information of natural resources as well as environmental monitoring. The objective of this research was to analyze the land cover change and its impact on peak discharge at Jelap Sub-Watershed. Jelap Sub-Watershed is part of Kapuas Watershed located in Sintang District, West Kalimantan Province. The rainfall data were collected from Susilo Airport Rainfall Station. Peak discharge was calculated using a rational method by utilizing remote sensing satellite data in the form of Digital Elevation Model/ Shuttle Radar Topography Mission (DEM/ SRTM). Throughout 1990-2016, the area of secondary dry land forest and secondary swamp forest declined by 1298 ha and 338 ha, while shrubs, swamp shrubs, mixed dry land agriculture, plantations, and mining areas increased by 78 ha, 102 ha, 814 ha, 640 ha, and 2 ha. The change in land cover has increased the runoff coefficient with 0,14% average increment. With built area less than 1%, the peak discharge generated spatially had a similar pattern with the fluctuation of maximum rainfall. Compared to other factors, the maximum rainfall was the most decisive factor to determine peak discharge in Jelap Sub-Watershed.Keywords: Landcover, Rainfall, Peak discharge, Jelap, SintangCitation: Auliyani, D. (2018). Analisis perubahan penutupan lahan dan pengaruhnya terhadap debit puncak di Sub Daerah Aliran Sungai Jelap, Kabupaten Sintang. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1),61-67, doi:10.14710/jil.16.1.61-67
PARTISIPASI MAYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN KAWASAN HUTAN MANGROVE TUGUREJO DI KOTA SEMARANG Diarto, D; Hendrarto, Boedi; Suryoko, Sri
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 10, No 1 (2012): April 2012
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.811 KB) | DOI: 10.14710/jil.10.1.1-7

Abstract

ABSTRAK Potensi dan keunikan sumber daya alam pada Kawasan Hutan Mangrove Tugurejo (KHMT) memiliki peran sangat signifikan dalam pengembangan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan masyarakat pesisir. Pengelolaan lingkungan KHMT merupakan salah satu upaya dalam mendukung pengembangan wilayah pesisir secara optimal, bijaksana, dan bertanggung jawab, tentunya dengan melibatkan partisipasi masyarakat dan berbagai pihak yang terkait serta dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan KHMT. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan  KHMT. Antusiasme, keinginan, dan harapan serta adanya kepedulian sosial masyarakat setempat merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam upaya pengelolaan lingkungan KHMT.  Adanya partisipasi masyarakat menjadi faktor pendukung dalam upaya pengembangan wilayah pesisir Kota Semarang. Gambaran partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan KHMT ditunjukkan dengan tingginya keinginan masyarakat untuk menjaga dan melestarikan serta adanya harapan terhadap upaya perlindungan atau perbaikan KHMT. Bentuk partisipasi masyarakat adalah partisipasi sukarela atau swakarsa. Kata Kunci: Kawasan hutan mangrove tugurejo, Pengelolaam lingkungan, Partisipasi masyarakat ABSTRACT The potency and uniqueness of natural resources in Mangrove Forest Area of Tugurejo (KHMT) has a very significant role in developing economic, social, cultural, and environmental of coastal communities. Environmental Management of KHMT is one of effort to support the developing coastal areas optimally, wisely, and responsibly, of course, with the community participation and other stakeholders and also by considering the carrying capacity of KHMT. The objective  of this research was to provide an overview of community participation to environmental management of KHMT. The enthusiasm, desires, and expectations as well as the social concerns of local communities was a form of community participation in environmental management of KHMT. The community participation become a contributing factor in developing the coastal area of Semarang City. The overview of community participation to environmental management of KHMT was indicated by strong desire of the communities to maintain and preserve it and also the presence of community expectation for the protection or improvement of KHMT. The form of community participation was voluntary or spontaneous participation. Keywords: Mangrove Forest Area of Tugurejo, Environmental Management, Commuunity Participation
STUDI KERENTANAN AIRTANAH TERHADAP PENCEMARAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE DRASTIC PADA CEKUNGAN AIRTANAH (CAT) KARANGANYAR-BOYOLALI, PROVINSI JAWA TENGAH Thomas Triadi Putranto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 1 (2019): April 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2704.246 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.1.159-171

Abstract

Cekungan Airtanah (CAT) Karanganyar-Boyolali merupakan CAT yang terletak di Jawa Tengah yang terdiri dari Kota Surakarta, Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Wonogiri dengan luasan CAT sebesar 3.877km2. Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis kerentanan airtanah terhadap pencemaran secara spasial. Penilaian kerentanan airtanah terhadap kontaminan dapat diketahui dengan menggunakan metode DRASTIC. Metode DRASTIC merupakan metode pembobotan dari hasil berbagai macam parameter diantaranya yaitu : Kedalaman muka airtanah (D), Recharge (R), Media akuifer (A), Media tanah (S), Topography (T), Zona vadoze (I), dan Konduktivitas hidrolika (C). Dari hasil tumpeng tindih pembobotan setiap parameter, nantinya akan dijumlahkan untuk mendapatkan nilai rentang DRASTIC Indeks. Berdasarkan hasil analisis didapatkan rentang nilai DRASTIC Indeks (DI) dari 106-184 yang dibagi dalam empat tingakt kerentanan. Tingkat kerentanan sangat rendah memiliki nilai DI 106-120 dimana pada kerentanan sangat rendah memiliki sifat tidak memungkinkan terjadinya kontaminasi pencemaran. Daerah tingkat kerentanan rendah memiliki nilai DI 121-140 dimana pada tingkat kerentanan ini memiliki sifat dapat tercemar dengan intensitas kecil dikarenakan pembuangan sebagian kecil polutan yang dilakukan secara berkala.  Daerah tingkat kerentanan sedang memiliki nilai DI 141-150 dimana memiliki sifat dapat tercemar oleh sebagian polutan yang dibuang secara terus-menerus. Daerah tingkat kerentanan tinggi memiliki nilai DI 151-184 dimana pada tingkat pencemaran ini memiliki sifat dapat tercemar oleh semua polutan, kecuali memerlukan daya serap yang tinggi dan mudah berubah, dengan berbagai macam skenario.
Strategi Pembentukan Tambrauw Sebagai Kabupaten Konservasi di Papua Sepus Fatem Marten; San Afri Awang; Ahmad Maryudi; Satyawan Pudyatmoko; Jonni Marwa; Devi Manuhua; Salmon Lembang
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.947 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.2.373-387

Abstract

Tambrauw merupakan kabupaten di Papua Barat yang menempatkan kebijakan konservasi sebagai domain pembangunan daerah. Penelitian ini bertujuan merancang strategi bagi pembentukan Tambrauw sebagai Kabupaten Konservasi. Penelitian berlangsung sejak bulan oktober-November 2017, menggunakan pendekatan SWOT untuk analisis kekuatan dan kelemahan (faktor Internal) dan peluang dan ancaman (faktor eksternal).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tambrauw layak sebagai Kabupaten Konservasi, dimana posisinya berada pada kwadran I. Artinya bahwa terdapat kekuatan dan peluang sebagai faktor kunci pembentukan kabupaten Konservasi. Kelayakan sebagai kabupetan konservasi juga terlihat melalui hasil analisis faktor internal dan eksternal, dimana Tambrauw dimungkinkan menjadi kabupaten konservasi dengan nilai evaluasi faktor internal 3.20 dan ekternal sebesar 2.75. Meskipun faktor kelemahan dan keterancaman memiliki potensi cukup besar, namun melalui 4 pilihan strategi yang ditetapkan diyakini akan membantu pemerintah Kabupaten Tambrauw memperkecil ancaman dan kelemahan dimaksud.
KINERJA PENGELOLAAN IPAL BERBASIS MASYARAKAT PROGRAM USRI KELURAHAN NGIJO, KECAMATAN GUNUNG PATI, KOTA SEMARANG Ginanjar Hidayatul Ulum; Suherman Suherman; Syafrudin Syafrudin
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.988 KB) | DOI: 10.14710/jil.13.2.65-71

Abstract

Permasalahan umum yang terjadi pada wilayah perkotaan salah satunya terkait sanitasi. Hal ini karena belum ada sarana sanitasi yang memadai serta tingkat perekonomian masyarakat yang rendah. Pemerintah Kota Semarang telah berupaya untuk meningkatkan kualitas sanitasi permukiman dengan mengadakan program sanitasi berbasis masyarakat program USRI pada tahun 2011. Akan tetapi belum pernah dilakukan kajian terkait pengelolaan sarana sanitasi tersebut dari segi teknis, kelembagaan dan peran serta masyarakat. Untuk mengetahui kondisi pengelolaan sarana tersebut dilakukan dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif yakni dengan mendeskripsikan kondisi pengelolaan sarana sanitasi berdasarkan hasil uji laboratorium air limbah domestik, hasil wawancara dan kuisioner kepada pengelola dan masyarakat pemanfaat. Dari hasil penelitian di dapatkan hasil uji laboratorium untuk air limbah domestik pada titik inlet (BOD=357mg/l, TSS=136 mg/l, pH=7,13, Minyak dan Lemak=5,26 mg/l) dan titik outlet (BOD=15 mg/l, TSS=28 mg/l, pH=6,70, Minyak dan Lemak=1,05 mg/l). Dari data tersebut menunjukkan bahwa kualitas air limbah hasil pengolahan IPAL USRI di Kelurahan Ngijo masih dibawah baku mutu lingkungan air limbah domestik berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah No.5 Tahun 2012. Dari hasil observasi, dan hasil wawancara terkait Kondisi lembaga pengelola IPAL USRI belum berjalan dengan optimal. Dari aspek peran serta masyarakat dalam memanfaatkan IPAL USRI didapatkan hasil masih belum optimal karena menurut hasil wawancara dan hasil kuisioner jumlah pemanfaat baru 28 KK sedangkan desain awal sarana IPAL tersebut untuk 34KK. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa kualitas air limbah domestik masih di bawah baku mutu lingkungan. Kondisi lembaga pengelola belum berjalan optimal, sedangkan peran serta masyarakat pada tahap operasional masih belum optimal.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Pemukiman Pada Kecamatan Tungkil Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat Septu Haswindy; Fitriza Yuliana
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.143 KB) | DOI: 10.14710/jil.15.2.96-111

Abstract

Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebagai daerah pasang surut memiliki keunikan dalam bentuk bangunan rumah dan ini tentunya berdampak pada budaya masyarakat yang sengaja membuang sampah ke bawah rumah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah pemukiman, untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pemukiman serta untuk menganalisis hubungan karakteristik masyarakat dan lingkungan pemukiman dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pemukiman sehingga terwujud kebersihan dan keindahan keberlanjutan lingkungan pemukiman di Kecamatan Tungkal Ilir. Berdasarkan hasil analisis distribusi frekuensi yang dilakukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pemukiman di Kecamatan Tungkal Ilir adalah tingkat pendidikan, pendapatan, luas halaman, keadaan lingkungan, sikap terhadap lingkungan dan persepsi masyarakat. Tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pemukiman di Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat dikategorikan rendah atau kurang yaitu sebesar 56,0%, sedang atau cukup sebesar 25,0% dan tinggi atau baik sebesar 19,0%. Berdasarkan hasil analisis chi-square karakteristik masyarakat dan lingkungan pemukiman berhubungan positif sangat nyata dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pemukiman di Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat, karakteristik masyarakat yang tidak memiliki hubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pemukiman adalah lama tinggal.Kata kunci: pengelolaan sampah pemukiman, karakteristik masyarakat, partisipasi masyarakatEnglish Title: Civil Society Participation in Household Garbage Management at Tungkal Ilir Subdistrict West Tanjung Jabung RegencyABSTRACTSubdistrict Tungkal Ilir West Tanjung Jabung regency astidal area hasa distinctive form of house and it certainly affected to society culture which intentionally throw the garbage downwards the house. The purpose of this research is to identify the influencing factors of civil society participation in household garbage management, to identify level of society participation in household garbage management and to analyse the characteristic of relation of society characteristic and settlement environment with society participation level in household garbage management till cleanliness and continuity of settlement environmental beauty at Tungkal Ilir subdistrict. In result of distribution frequency anlaysis stated factors that influence society participation level in household garbage management at Tungkal Ilir subdistrict are education level, earning, yard, environment circumstance, attitude to environment and society perception. Level of society participation in household garbage management in Tungkal Ilir subdistrict West Tanjung Jabung categorized low or less that equal to 56,0%, medium or enough equal to 25,0 % and high or good equal to 19,0%. Based on chi-square analysis result, society and environment characteristic correlate positive and very real with society participation level in household garbage management at Tungkal Ilir subdistric West Tanjung Jabung, society characteristic which has no relationship with society participation level in household garbage management is time of stay periode.Keywords: house waste management, society characteristic, society participationCitation: Yuliana, F. dan Haswindy, S.  (2017). Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Pemukiman Pada Kecamatan Tungkil Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(2), 96-111, doi:10.14710/jil.15.2.96-111
DAFTAR ISI Jurnal Ilmu Lingkungan : 9(1) Tahun 2011 Pelaksana, Editor
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.878 KB) | DOI: 10.14710/jil.9.1.%p

Abstract

Daftar isi jurnal ilmu lingkungan volume 9 nomor 1 tahun 2011.
Diversity and Preference of Habitat Violin Crabs in Mangrove Areas Pancer Cengkrong Trenggalek Regency, East Java Niken Sawitri; Sunarto Sunarto; Prabang Setyono
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 1 (2019): April 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4676.067 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.1.82-89

Abstract

ABSTRAKMangrove merupakan suatu ekosistem yang khas dan menjadi sumber daya alam yang sangat berperan penting dalam keberlangsungan makhluk hidup. Salah satunya melibatkan faktor lingkungan perairan mangrove yang dapat menyebabkan kesuburan diperairan sehingga banyak ditemukannya biota air yang hidup di kawasan tersebut, salah satunya adalah kepiting biola. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui keanekaragaman kepiting biola yang hidup di kawasan mangrove Pancer. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2017 di mangrove Pancer Cengkrong Kabupaten Trenggalek, Jawa timur. Dari penelitian ini ditemukan 7 jenis kepiting biola, yaitu Uca rosea, U.annulipes, U.forcipata, U.crassipes, U.vomeris, U.lactea dan U.paradussumieri. Tujuh spesies kepiting biola menempati beberapa tipe habitat yaitu, substart berpasir, substrat berlumpur, berlumpur dan berpasir, sekitar akar mangrove, serta akar mangrove yang berpasir. Indeks keanekaragaman kepiting biola di kawasan mangrove bagian stasiun 1 (3,4) tergolong tinggi, stasiun 2 (1,8), dan stasiun 3 (1,3) tergolong sedang. Kondisi lingkungan yang ada di seluruh stasiun relatif baik untuk kehidupan vegetasi mangrove dan kepiting biola. Kondisi tersebut ialah pH 7-9, suhu 27-31, salinitas 21,6 ppt, oksigen terlarut 5,5-8 mg/L, dan substrat lumpur berpasir. Kesimpulan dari penelitian ini ialah kerapatan vegetasi mangrove sangat berkaitan dengan kelimpahan jenis (kepadatan) kepiting biola serta banyaknya spesies di dalam suatu komunitas akan mempengaruhi keanekaragaman ekosistem yang ada di kawasan mangrove Pancer. Kata kunci : Kepiting biola, mangrove, keanekaragaman, TrenggalekABSTRACTMangroves are a unique ecosystem and become a natural resource that plays an important role in the survival of living things. One of them involves the environmental factors of mangrove waters that can cause fertility in the waters so that many aquatic biota are found in the area, one of which is a violin crab. The purpose of this study was to determine the diversity of violin crabs that live in the Pancer mangrove area. This research was carried out in November to Desember 2017 in the mangrove Pancer Cengkrong Trenggalek Regency, East Java. The results found seven types of violin crabs, namely Uca rosea, U.annulipes, U.forcipata, U.crassipes, U.vomeris, U.lactea and U.paradussumieri. seven species of violin crabs occupy several types of habitats, namely sandy substrates, muddy substrate, muddy and sandy, around mangrove roots, and sandy mangrove roots. Diversity index of violin crabs in the station 1 (3,4) mangrove area classified as high, station 2 (1,8), and station 2 (1,3) classified as medium. The environmental conditions in al stations are relatively good for the life of mangrove vegetation and violin crabs. These conditions are pH 7-9, temperature 27-32, salinity 21.6 ppt, dissolved oxygen 5.5-8 mg/L, and sandy mud substrate. The conclusion of this study is that mangrove vegetation density is closely related to the abundance of species (density) of violin crabs and the number of species in a community will affect the diversity of ecosystems in the Pancer mangrove area.Keywords: Violin Crab, Mangrove, Diversity, Trenggalek
STUDI DAMPAK EL NINO DAN INDIAN OCEAN DIPOLE (IOD) TERHADAP CURAH HUJAN DI PANGKALPINANG Fadholi, Akmad
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 11, No 1 (2013): April 2013
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.033 KB) | DOI: 10.14710/jil.11.1.43-50

Abstract

ABSTRAK El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) merupakan fenomena global yang memberikan pengaruh terhadap curah hujan yang terjadi di wilayah Indonesia. Besar kecilnya pengaruh itu beragam dari satu tempat ke tempat yang lain. Di kota Pangkalpinang yang memiliki pola curah hujan monsoon, dilakukan studi tentang dampak El Nino dan IOD terhadap curah hujan yang terjadi. Dengan menggunakan metode korelasi didapatkan hasil bahwa nilai korelasi antara indeks Dipole Mode dengan anomali curah hujan lebih tinggi dibandingkan dengan indeks Nino 3.4. Kata kunci: El nino, IOD, Curah Hujan, Anomali
Keanekaragaman Hayati di Lahan Rehabilitasi Taman Nasional Meru Betiri dan Implikasi Kebijakannya: Kasus Desa Wonosari Alvian Febry Anggana; Sigit Andy Cahyono; Casimerus Yudi Lastiantoro
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.32 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.2.283-290

Abstract

After the looting and destruction of forest land in the Merubetiri National Park area were effortS to restore the area to its original condition. Various efforts were made involving the community in the rehabilitation of Meru Betiri National Park land. One indicator of the success of land rehabilitation is increasing biodiversity. The purpose of this study was to determine biodiversity in the rehabilitation area of Meru Betiri National Park. The method used uses a 100-200 m striped line combination at each location for vegetation data collection. Vegetation analysis by calculating type frequency, species density, species dominance, important value index, species diversity index, species richness index and distribution pattern. The results showed that there were 14 types of vegetation in 11 families in 4 common observation plots and jackfruit plants (Artocarpus heterophyllus) and showed adaptability and these plants were needed by the community. Based on the results of the study, the INP value of the Wonoasri plot was 103.27% Pete (Parkia speciosa), Bonangan plot was Jackfruit (Artocarpus heterophyllus) of 154.18%, Donglo plot of Jackfruit (Artocarpus heterophyllus) was 133.22%, and Jackfruit Pletes (Artocarpus heterophyllus) of 262.41%. For this reason, it is necessary to do new types of enhancements and compaction of spacing on each rehabilitation plot so that the value of diversity and species richness can increase, so that the success of rehabilitation can be seen.

Filter by Year

2011 2025