cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 926 Documents
Penyerapan Logam Hg pada Helianthus Annus L. dan Sansevieria Trifasciata dengan Variasi Penambahan Bahan Organik Irwan Taslapratama; Ghea Dwiflorenti; Ahmad Darmawi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.1574-1582

Abstract

Aktivitas Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) di Singingi Hilir, Riau, memicu akumulasi merkuri (Hg) tanah sebesar 0,788 mg/kg, melebihi ambang batas PP No. 22 Tahun 2021 (0,3 mg/kg). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas fitoremediasi menggunakan bunga matahari (Helianthus annuus L.) dan lidah mertua (Sansevieria trifasciata) dengan bantuan amandemen biochar dan kompos melalui Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam 28 hari, konsentrasi Hg tereduksi signifikan menjadi 0,188–0,267 mg/kg, memenuhi standar baku mutu lingkungan. Kedua spesies terklasifikasi sebagai hiperakumulator sejati (BCF > 1). Helianthus annuus L. menunjukkan fitoekstraksi paling agresif dengan BCF tertinggi 11,71 dan akumulasi akar 2,3759 mg/kg pada perlakuan biochar. Sementara itu, Sansevieria trifasciata mencapai efisiensi tertinggi (BCF 6,15) dengan bantuan kompos. Keberhasilan serapan logam didorong oleh penurunan pH tanah (6,45–6,91) di area rizosfer yang meningkatkan bioavailabilitas Hg. Sinergi antara tanaman hiperakumulator dan amandemen organik terbukti menjadi solusi berbasis alam (nature-based solution) yang sangat potensial untuk pemulihan berkelanjutan lahan pasca tambang yang terkontaminasi logam berat.
Model Rekayasa Banjir Jambi Menggunakan Weighted Product dan Sistem Dinamis Eva Gusmira; Nissa Sukmawati; Reni Kartika; Habibillah Alva Putra
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.1583-1591

Abstract

Hampir setiap tahun bencana banjir selalu dihadapi oleh Kota Jambi. Banyak faktor yang dapat menjadi pemicu bencana ini, baik dari faktor alam maupun ulah manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model rekayasa banjir untuk meningkatkan kesiapan dan mitigasi di Kota Jambi. Metode penelitian sains terapan dalam pengembangan digunakan dalam penelitian ini dengan teknik pengumpulan data studi literatur, dokumentasi dan survey lapangan. Daerah penelitian dalam pengambilan data adalah Kota Jambi yang terdiri dari 11 Kecamatan. Pengambilan data sampel penelitian dilakukan di satu titik kelurahan di setiap kecamatan yang mempunyai sejarah kejadian banjir. Analisa data menggunakan Metode Weighted Product (WP) dalam menetapkan daerah yang berpotensi terkena banjir dan rekayasa kejadian banjir untuk 10 tahun ke depan menggunakan model sistem dinamis. Analisis metode WP menemukan 4 Kecamatan di Kota Jambi termasuk daerah sangat rawan banjir, 4 daerah rawan, dan 3 daerah aman dari bencana banjir. Hasil simulasi WP dengan penegakan kebijakan rekayasa dalam memitigasi terjadinya banjir dalam 10 tahun ke depan dilihat dari jumlah penduduk terdampak, rasio banjir dan kerugian yang diakibatkan banjir berkurang dibandingkan dengan kondisi saat ini. Hasil ini mengindikasikan bahwa banjir dapat ditanggulangi dengan melakukan perbaikan infrastuktur sistem drainase dan menerapkan kebijakan lingkungan dengan tertib. Daerah terdampak yang dihasilkan dari simulasi dapat menjadi rujukan pemerintah dalam menetapkan prioritas mitigasi bencana.
Analysis of Evaluation of Revegetation Plant Growth on Post-Mining Land as an Effort to Restore the Function of Absorbing Carbon Dioxide Emissions Yuniar Pratiwi; Reni Arisanti; Gilang Sagita
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.%p

Abstract

Mining activities can reduce carbon dioxide emissions by opening mining areas, so efforts are needed to restore land function through reclamation and revegetation. Increasing vegetated land can help mitigate climate change. This study aims to evaluate the growth of revegetation plants to determine the success of revegetation. The study was conducted on post-mining land by observing several types of revegetation plants. Observed parameters included height, stem diameter, number of plants, plant survival rate and carbon absorption. Data were analyzed using a descriptive approach. The results showed that the revegetation success rate on ex-mining land at PT X reached 93%, with plant growth at 93.7%, plant health at 92.3%, and a plant density of 590 plants/ha. The resulting carbon absorption was 10.12 tons. High revegetation success can increase oxygen production and carbon dioxide absorption, thereby restoring the environmental functions of vegetated land. In addition, changes in land cover directly affect carbon storage.
Ethnobotany of Amorphophallus muelleri var. Madiun I: Culture and Nutraceutical Study in Klangon Village of Madiun Regency, Indonesia Widya Kristiyanti Putri; Didik Pudji Restanto; Nisrina Qonitah
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.%p

Abstract

Klangon Village, Saradan District in Madiun Regency is one of the largest porang-producing villages in Indonesia with export quality results, making it one of the Porang Center villages. Porang cultivation is believed to have been carried out from generation to generation in an agroforestry system. This study aims to reveal more about the role of porang for the people of Klangon Village, both in terms of culture and its relationship to the phytochemical content of porang. The study was conducted through observation, ethnobotanical data collection, phytochemical data collection as nutraceuticals, and data analysis. Phytochemical data was collected using spectrophotometry while spatial data was collected using the GPS Essentials application. Ethnobotanical analysis was carried out using the Cultural Significance Index (CSI). Nutraceutical analysis by testing the content of vitamins using the spectrophotometric method. It was concluded that Ethnobotanical studies of porang plants show the highest CSI values in porang plants and nutraceutical studies of porang show the content of antioxidants (vitamin E), vitamins B1, and B6.
Utilization of Medical Waste Ash as Planting Media: A Preliminary Review Kiki Umizakiah; Gemilang Lara Utama Saripudin; Martha Fani Cahyandito
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.%p

Abstract

The expansion of healthcare services has significantly increased medical waste generation, with incineration serving as the primary method for volume reduction and pathogen inactivation. This process produces medical waste ash (MWA), classified as hazardous due to its strong alkalinity and the presence of potentially toxic metals (PTMs). Although the physicochemical characteristics of MWA have been widely reported, a critical synthesis of its potential utilization as planting media, particularly in integration with organic amendments, remains limited. This narrative review analyzes multidisciplinary literature published between 2000 and 2025 to assess the technical feasibility and environmental implications of such utilization. Across diverse geographical contexts and incineration technologies, MWA consistently exhibits high alkalinity (pH >10) and is predominantly composed of CaO (10–62 wt.%) and SiO₂ (1–58 wt.%). The presence of nutrient-related oxides, including K₂O, MgO, SO₃, and P₂O₅, indicates potential agronomic functionality, particularly for non-food cultivation systems. However, PTMs such as Zn, Pb, Cr, Cu, Ni, Cd, and Hg are consistently detected, with mobility influenced by combustion conditions, waste composition, and ash fractionation. Literature synthesis suggests that blending MWA with organic amendments may stabilize pH, enhance nutrient availability, and facilitate PTM immobilization through chelation mechanisms. From a circular economic perspective, MWA valorization may reduce disposal volumes, transportation demand, and long-term environmental burdens associated with landfilling. Nevertheless, the existing body of research remains largely laboratory based. Rigorous experimental validation, standardized toxicity assessment, and large-scale field trials are therefore required to ensure agronomic performance and long-term environmental safety before broad implementation.
Analisis Konsentrasi, Distribusi dan Potensi Sumber Logam Berat Pada Air Permukaan dan Air Tanah di Pesisir Parangtritis Yogyakarta Dhandhun Wacano; Rizky Tomi Rezhandi; Abror Waskito Hadi; Lutfia Isna Ardhayanti; Puji Lestari; Nastiti Rachma Desfitiany
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.%p

Abstract

Air tanah merupakan sumber utama air bersih di seluruh pesisir dunia termasuk Pesisir Parangtritis di Yogyakarta. Meskipun kuantitas air tanah di Parangtritis masih aman, permasalahan kualitas air tanah karena pencemaran logam berat menjadi isu penting yang belum dikaji. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi, distribusi, dan potensi sumber logam berat di Parangtritis. Sebanyak 34 sampel dengan masing-masing 17 sampel pada air permukaan dan air tanah dianalisis menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom untuk menentukan konsentrasi logam Pb, Cd, Cr, dan Cu. Analisis distribusi spasial menggunakan perangkat lunak ArcGIS Pro Versi 3.2 dilakukan untuk mengidentifikasi keterkaitan pola sebaran konsentrasi logam pada air permukaan dan air tanah pada berbagai penggunaan lahan. Wawancara terhadap 34 responden juga dilakukan untuk identifikasi awal dampak terhadap kesehatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logam Pb dan Cd secara signifikan melebihi baku mutu air minum Indonesia pada hampir semua sampel, sedangkan Cr dan Cu menunjukkan konsentrasi dibawah baku mutu. Analisis pola sebaran mengindikasikan penggunaan lahan pertanian pada bagian utara-tengah berasosiasi dengan tingginya konsentrasi Pb dan Cd, sehingga aktivitas pertanian menjadi salah satu sumber potensial pencemaran. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat terhadap masalah pencemaran logam berat masih sangat rendah. Lebih lanjut, perlu adanya kajian terkait mekanisme pencemaran Pb dan Cd pada aktivitas pertanian maupun non pertanian di Parangtritis. Hal ini akan mempermudah kombinasi tindakan preventif dan remediasi seperti pengurangan pupuk kimia, fitoremediasi serta pengelolaan limbah sebagai upaya awal pengurangan risiko lingkungan dari pencemaran logam berat di Parangtritis maupun di lokasi lain dengan karakteristik kepesisiran yang sama.
Pemantauan Radioaktivitas Lingkungan dari Radionuklida 137Cs dan 60Co pada Buah Belimbing Dewa (Averrhoa carambola L.) di Kota Depok Menggunakan Spektrometer Gamma Dede Sukandar; Ghulam Fathul Amri; Asti Aulia Annisa
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.%p

Abstract

Pemantauan radioaktivitas lingkungan melalui bahan pangan merupakan aspek penting dalam penilaian keamanan pangan dan perlindungan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat cemaran serta pola sebaran radionuklida buatan 137Cs dan 60Co pada buah belimbing dewa (Averrhoa carambola L.) di Kota Depok, salah satu komoditas hortikultura unggulan yang banyak dikonsumsi. Sampel belimbing dewa diambil dari lima kecamatan dan dianalisis menggunakan spektrometer gamma HPGe. Pengukuran dilakukan melalui dua tahap, yaitu analisis sampel kering dalam beaker Marinelli dan analisis ulang setelah proses pengabuan dalam wadah vial. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi tertinggi 137Cs terdapat di Kecamatan Pancoran Mas sebesar 1,706 ± 0,043 Bq/kg pada sampel segar dan 3,5 ± 0,097 Bq/kg pada sampel abu, sedangkan konsentrasi tertinggi 60Co ditemukan di Kecamatan Limo sebesar 1,287 ± 0,025 Bq/kg pada sampel segar dan 4,489 ± 0,161 Bq/kg pada sampel abu. Seluruh nilai konsentrasi yang terukur masih berada jauh di bawah batas maksimum cemaran radioaktif pangan yang ditetapkan oleh PERMENKES No. 1031 Tahun 2011 dan pedoman FAO/WHO. Pemanfaatan belimbing dewa sebagai bioindikator lokal radionuklida buatan di lingkungan perkotaan, serta pendekatan komparatif antara sampel segar dan sampel hasil pengabuan, meningkatkan sensitivitas deteksi radionuklida. Studi ini juga menyajikan peta sebaran spasial 137Cs dan 60Co di Kota Depok sebagai data dasar pemantauan radioaktivitas lingkungan berbasis pangan yang dapat dimanfaatkan dalam pemantauan radioaktivitas pangan di Indonesia.
Rekayasa Injeksi Air Hujan untuk Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Air Tanah di D.I. Yogyakarta dengan 3 Model Variasi Injeksi Agus Maryono; Pratama Tirza Surya Sembada; Agus Prasetya; Muhammad Sulaiman
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.%p

Abstract

Krisis air tanah di wilayah perkotaan semakin meningkat akibat perubahan iklim, peningkatan kebutuhan air, dan keterbatasan lahan resapan. Injeksi air hujan ke dalam sumur gali merupakan salah satu alternatif konservasi air tanah yang berpotensi diterapkan pada skala rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja hidrologis dan efisiensi injeksi air hujan melalui tiga model alat injeksi, yaitu model atap rendah, atap tinggi, dan model dengan tampungan. Penelitian dilakukan pada lima lokasi sumur gali masyarakat di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Parameter utama yang dianalisis meliputi debit injeksi air hujan, luas atap bangunan, efisiensi injeksi per satuan luas atap, serta implikasinya terhadap stabilitas aliran dan konservasi akuifer dangkal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit injeksi air hujan berkisar antara 1,35–3,31 m³/jam dengan nilai rata-rata ±2,5 m³/jam. Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa efisiensi injeksi yang dinormalisasi terhadap luas atap bangunan relatif homogen pada seluruh lokasi penelitian, yaitu sekitar 0,053 m³/jam/m², sehingga variasi debit injeksi absolut terutama dipengaruhi oleh luas bidang tangkapan hujan. Perbandingan antar model injeksi menunjukkan bahwa perbedaan kinerja utama tidak terletak pada efisiensi hidrologis, melainkan pada stabilitas aliran, pengendalian kualitas air, dan risiko gangguan akuifer. Penelitian ini menegaskan bahwa injeksi air hujan skala rumah tangga dapat berfungsi sebagai bentuk managed aquifer recharge berbasis komunitas yang efektif dan adaptif untuk kawasan permukiman perkotaan dengan keterbatasan lahan resapan.
Status Pencemaran Logam Berat pada Sungai Metro di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Talangagung, Kabupaten Malang Khoirun Nisa' Ari Yuniarti; Ferryati Masitoh
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.%p

Abstract

Peningkatan limbah perkotaan dapat memicu risiko penurunan kualitas air sungai akibat kontaminasi lindi dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). TPA Talangagung berada di Kabupaten Malang menggunakan sistem sanitary landfill yang berpotensi membentuk aliran lindi pada Sungai Metro. TPA Talangagung merupakan TPA yang sering menjadi percontohan (wisata edukasi) mengenai persampahan di Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kadar polusi dan menganalisis status pencemaran logam berat pada Sungai Metro yang mengalir di sekitar TPA Talangagung Pendekatan penelitian yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian cross-sectional. Keterbaruan penelitian yaitu digunakannya pendekatan multi-indeks yang komprehensif, serta berusaha menemukan adanya parameter logam berat yang bersifat dominan. Sampel air yang diambil secara simple purposive sampling dari titik sebelum, tepat di tepi, dan sesudah TPA sebanyak 6 sampel. Parameter yang diuji meliputi kromium (Cr), tembaga (Cu), seng (Zn), kadmium (Cd), dan timbal (Pb). Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa konsentrasi seng (Zn) telah melebihi baku mutu Kelas II PP No. 22 Tahun 2021, sedangkan logam lainnya masih di bawah ambang batas. Berdasarkan analisis indeks, nilai Heavy Metal Pollution Index (HPI) berkisar antara 2,179 – 2,228 yang termasuk kategori cemar rendah. Namun, nilai Contamination Index (CD) menunjukkan angka 6,96 – 10,76 yang mengindikasikan status kontaminasi tinggi, sementara Indeks Pencemaran (IP) berada pada rentang 3,36 – 4,22 yang mengategorikan sungai dalam status cemar ringan. Secara spasial, titik setelah TPA menunjukkan nilai pencemaran tertinggi, yang menandakan adanya pengaruh masukan lindi yang menyebar ke arah hilir sungai. Selanjutnya, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi mengenai pemantauan dampak TPA terhadap aliran sungai yang bersifat spesifik.
Protecting Palu Bay: Land Capability Mapping and Coastal Typologies with SPOT-6 Widyastuti Widyastuti; Muhammad Ismail; Andy Nugroho; Muhammad Kamal; Andri Kurniawan; Dita Septyana
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.%p

Abstract

The coastal area of Palu Bay experienced rapid geomorphic dynamics, pressure on space utilization, and changes after the 2018 tsunami. Evaluation of land capabilities is important to uncover this potential, but conventional field methods are cost-intensive, time-consuming, and labor-intensive, and less effective—especially in dynamic and disaster-prone coastal areas such as Palu Bay (earthquakes, tsunamis, liquefaction, underwater landslides). Development without considering coastal typology risks triggering repeated disasters. This study utilizes SPOT-6 satellite imagery and Geographic Information System to efficiently compile coastal typology classification. Supporting data includes terrain maps, thematic maps, and secondary data; object-based classification from satellite imagery followed by field verification based on BSN Land Cover Classification. Measurement of land parameters is carried out through rapid measurements and soil sampling. The integration of spatial data and attributes with overlay techniques results in six classes of land capabilities. The analysis showed changes in post-tsunami land capacity, with two classes requiring further evaluation. In addition, the study identified nine coastal typologies that reflect the biophysical conditions of the Palu Bay coast, confirming that land capabilities affect coastal physical conditions. These findings provides a scientific basis for the preparation of setback zones, ecosystem rehabilitation priorities, and directions for the use of coastal space that are aligned with risk. This study confirms the role of high-resolution remote sensing as an important tool in resilient and sustainable coastal planning.

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2026): May 2026 Vol 24, No 2 (2026): March 2026 Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026 Vol 23, No 6 (2025): November 2025 Vol 23, No 5 (2025): September 2025 Vol 23, No 4 (2025): July 2025 Vol 23, No 3 (2025): May 2025 Vol 23, No 2 (2025): March 2025 Vol 23, No 1 (2025): January 2025 Vol 22, No 6 (2024): November 2024 Vol 22, No 5 (2024): September 2024 Vol 22, No 4 (2024): July 2024 Vol 22, No 3 (2024): May 2024 Vol 22, No 2 (2024): March 2024 Vol 22, No 1 (2024): January 2024 Vol 21, No 4 (2023): October 2023 Vol 21, No 3 (2023): July 2023 Vol 21, No 2 (2023): April 2023 Vol 21, No 1 (2023): January 2023 Vol 20, No 4 (2022): October 2022 Vol 20, No 3 (2022): July 2022 Vol 20, No 2 (2022): April 2022 Vol 20, No 1 (2022): January 2022 Vol 19, No 3 (2021): November 2021 Vol 19, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 19, No 1 (2021): April 2021 Vol 18, No 3 (2020): November 2020 Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 18, No 1 (2020): April 2020 Vol 17, No 3 (2019): November 2019 Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 17, No 1 (2019): April 2019 Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 16, No 1 (2018): April 2018 Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): April 2017 Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 14, No 1 (2016): April 2016 Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): April 2015 Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): April 2014 Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): April 2013 Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): April 2012 Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): April 2011 More Issue