cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 821 Documents
Penyerapan Logam Hg pada Helianthus Annus L. dan Sansevieria Trifasciata dengan Variasi Penambahan Bahan Organik Taslapratama, Irwan; Dwiflorenti, Ghea; Darmawi, Ahmad
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.1574-1582

Abstract

Aktivitas Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) di Singingi Hilir, Riau, memicu akumulasi merkuri (Hg) tanah sebesar 0,788 mg/kg, melebihi ambang batas PP No. 22 Tahun 2021 (0,3 mg/kg). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas fitoremediasi menggunakan bunga matahari (Helianthus annuus L.) dan lidah mertua (Sansevieria trifasciata) dengan bantuan amandemen biochar dan kompos melalui Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam 28 hari, konsentrasi Hg tereduksi signifikan menjadi 0,188–0,267 mg/kg, memenuhi standar baku mutu lingkungan. Kedua spesies terklasifikasi sebagai hiperakumulator sejati (BCF > 1). Helianthus annuus L. menunjukkan fitoekstraksi paling agresif dengan BCF tertinggi 11,71 dan akumulasi akar 2,3759 mg/kg pada perlakuan biochar. Sementara itu, Sansevieria trifasciata mencapai efisiensi tertinggi (BCF 6,15) dengan bantuan kompos. Keberhasilan serapan logam didorong oleh penurunan pH tanah (6,45–6,91) di area rizosfer yang meningkatkan bioavailabilitas Hg. Sinergi antara tanaman hiperakumulator dan amandemen organik terbukti menjadi solusi berbasis alam (nature-based solution) yang sangat potensial untuk pemulihan berkelanjutan lahan pasca tambang yang terkontaminasi logam berat.
MODEL REKAYASA BANJIR MENGGUNAKAN WEIGHTED PRODUCT DAN SISTEM DINAMIS Gusmira, Eva; Sukmawati, Nissa; Kartika, Reni; Putra, Habibillah Alva
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.1583-1591

Abstract

Hampir setiap tahun bencana banjir selalu dihadapi oleh Kota Jambi. Banyak faktor yang dapat menjadi pemicu bencana ini, baik dari faktor alam maupun ulah manusia.  Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model rekayasa banjir untuk meningkatkan kesiapan dan mitigasi di Kota Jambi. Metode penelitian sains terapan dalam pengembangan digunakan dalam penelitian ini dengan teknik pengumpulan data studi literatur, dokumentasi dan survey lapangan. Daerah penelitian dalam pengambilan data adalah Kota Jambi yang terdiri dari 11 Kecamatan. Pengambilan data sampel penelitian dilakukan di satu titik kelurahan di setiap kecamatan yang mempunyai sejarah kejadian banjir. Analisa data menggunakan Metode Weighted Product (WP) dalam menetapkan daerah yang berpotensi terkena banjir dan rekayasa kejadian banjir untuk 10 tahun ke depan menggunakan model sistem dinamis. Analisis metode WP menemukan 4 Kecamatan di Kota Jambi termasuk daerah sangat rawan banjir, 4 daerah rawan, dan 3 daerah aman dari bencana banjir. Hasil rekayasa dalam memitigasi terjadinya banjir dalam 10 tahun ke depan dilihat dari jumlah penduduk terdampak, rasio banjir dan kerugian yang diakibatkan banjir berkurang 0,89%. Hasil ini mengindikasikan bahwa banjir dapat ditanggulangi dengan melakukan perbaikan infrastuktur sistem drainase dan menerapkan kebijakan lingkungan dengan tertib. Daerah terdampak yang dihasilkan dari simulasi dapat menjadi rujukan pemerintah dalam menetapkan prioritas mitigasi bencana.
Analysis of Evaluation of Revegetation Plant Growth on Post-Mining Land as an Effort to Restore the Function of Absorbing Carbon Dioxide Emissions Pratiwi, Yuniar
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.%p

Abstract

Mining activities can reduce carbon dioxide emission sources by opening mining land, so efforts are needed to restore land function through reclamation with revegetation. Increasing vegetated land can help mitigate climate change. This study aims to evaluate the growth of revegetation plants to determine the success of revegetation. The results showed that the success rate of revegetation on ex-mining land in the Air Laya IUP of PT Bukit Asam reached 93%, where the percentage of plant growth reached 93.7%, plant health 92.3%, and the number of plants/ha was 590 plants. High revegetation success can increase the source of oxygen production and absorption of carbon dioxide emissions to restore the environmental function of vegetated land. In addition, changes in land cover directly impact changes in carbon storage. 
Ethnobotany of Amorphophallus muelleri var. Madiun I: Culture and Nutraceutical Study in Klangon Village of Madiun Regency, Indonesia Putri, Widya Kristiyanti; Restanto, Didik Pudji; Qonitah, Nisrina
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.%p

Abstract

Klangon Village, Saradan District in Madiun Regency is one of the largest porang-producing villages in Indonesia with export quality results, making it one of the Porang Center villages. Porang cultivation is believed to have been carried out from generation to generation in an agroforestry system. This study aims to reveal more about the role of porang for the people of Klangon Village, both in terms of culture and its relationship to the phytochemical content of porang. The study was conducted through observation, ethnobotanical data collection, phytochemical data collection as nutraceuticals, and data analysis. Phytochemical data was collected using spectrophotometry while spatial data was collected using the GPS Essentials application. Ethnobotanical analysis was carried out using the Cultural Significance Index (CSI). Nutraceutical analysis by testing the content of vitamins using the spectrophotometric method. It was concluded that Ethnobotanical studies of porang plants show the highest CSI values in porang plants and nutraceutical studies of porang show the content of antioxidants (vitamin E), vitamins B1, and B6.
Utilization of Medical Waste Ash as Planting Media: A Preliminary Review Umizakiah, Kiki; Saripudin, Gemilang Lara Utama; Cahyandito, Martha Fani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.%p

Abstract

The treatment of medical waste through incineration technology breaks it down into gas and ash residue. The various types of medical waste contribute to the variety of heavy metals contained therein. Most of the potentially toxic metals (PTMs) released during the incineration process accumulate in the ash residue.  Medical waste incinerator ash (MWA), both fly ash and bottom ash, contain persistent and irreversible PTMs, and are hazardous substances.  Although it contains PTM, MWA has the potential to be applied to soil in the agricultural sector. These agronomic benefits are mainly related to the physical and chemical characteristics of the soil. Medical waste incinerator ash has a clay-like texture. Generally, MWA contains calcium oxide (CaO) and silicon dioxide (SiO2), compounds that have the ability to improve soil. In addition, MWA also contains macro and micro nutrients, except nitrogen. The addition of food waste-based liquid organic materials that are rich in amino acids, such as Special Liquid Organic Fertilizer (POCI), apart from playing a role in adding nutrients to the planting media, also acts as a PTM chelator. This planting media has the potential to be applied to hyperaccumulator plants as cover crops or ornamental plants. This media can accelerate the rate of dissolution of PTM, thereby increasing metal uptake in hyperaccumulator plants. This has a positive impact by preventing the release of NCDs into the environment. From an economic perspective, improper utilization or management of AILM poses several risks to the environment and living organisms, which contribute to economic consequences. The utilization of AILM also has significant economic implications. Various internalities and externalities can arise from AILM utilization, both negative and positive, expected and unexpected
Analisis Konsentrasi, Distribusi dan Potensi Sumber Logam Berat Pada Air Permukaan dan Air Tanah di Pesisir Parangtritis Yogyakarta Wacano, Dhandhun
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.%p

Abstract

Penggunaan air tanah sebagai sumber utama air bersih dan air minum menyebabkan permasalahan sumber daya air di seluruh pesisir dunia. Di Indonesia, kawasan Pesisir Parangtritis merupakan destinasi wisata populer yang juga memanfaatkan air tanah sebagai sumber air bersih dan dan air minum. Meskipun kuantitas air tanah di Parangtritis masih aman, permasalahan kualitas air tanah menjadi isu yang saat ini penting untuk dikaji. Logam berat merupakan salah satu unsur berbahaya yang dapat mencemari air tanah di Parangtritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi, pola sebaran, dan potensi sumber logam berat di wilayah Parangtritis. Pengumpulan sebanyak 34 lokasi sampel serta analisis laboratorium untuk menentukan konsentrasi logam Pb, Cd, Cr, dan Cu merupakan pendekatan utama dalam penelitian ini. Sebanyak 17 sampel air permukaan dan 17 sampel air tanah dianalisis menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom. Selain itu, wawancara terhadap 34 responden juga menjadi data tambahan dalam analisis dampak konsentrasi logam berat terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logam Cd secara signifikan melebihi standar air minum Indonesia pada hampir semua sampel, sedangkan Cr dan Cu menunjukkan konsentrasi yang rendah pada hampir semua lokasi sampel. Analisis pola sebaran juga mengindikasikan penggunaan lahan pertanian pada bagian utara-tengah berasosiasi dengan tingginya konsentrasi Cd dan Pb. Atas dasar tersebut, aktivitas pertanian menjadi salah satu faktor potensial yang berkontribusi terhadap tingginya konsentrasi Pb dan Cd di lokasi penelitian.  Namun demikian, karena analisis potensi sumber dalam penelitian ini masih bersifat kualitatif, analisis kuantitatif terhadap sumber dan mekanisme terjadinya Pb dan Cd pada air permukaan dan air tanah sangat penting dilakukan pada penelitian yang akan datang. Langkah ini penting sebagai upaya awal mengedukasi dan melindungi masyarakat dari pencemaran Pb dan Cd di kawasan Parangtritis yang notabene masih minim sekali informasi dan pengetahuan tentang pencemaran logam berat pada sumber air bersih mereka.
Pemantauan Radioaktivitas Lingkungan dari Radionuklida 137Cs dan 60Co pada Buah Belimbing Dewa (Averrhoa carambola L.) di Kota Depok Menggunakan Spektrometer Gamma Sukandar, Dede -
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.%p

Abstract

ABSTRAKPemantauan radioaktivitas lingkungan melalui bahan pangan sangat penting dilakukan untuk meminimalisir terjadinya gangguan kesehatan, karena bahan pangan yang terkontaminasi radionuklida apabila dikonsumsi dan terdistribusi ke jaringan lunak manusia akan menyebabkan resiko kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi cemaran radionuklida 137Cs dan 60Co pada buah belimbing dewa di Kota Depok. Sampel belimbing dewa dikeringkan dan dimasukkan dalam beaker Marinelli. Konsentrasi radionuklida 137Cs dan 60Co diukur menggunakan spektrometer gamma. Sampel kemudian diabukan pada suhu 500 ℃, dimasukkan dalam wadah vial dan diukur kembali dengan spektrometer gamma untuk dibandingkan dengan analisis sebelumnya. Minimum Detectable Concentration (MDC) alat spektrometer gamma 0,0057 Bq/kg (137Cs) dan 0,0157 Bq/kg (60Co) untuk beaker Marinelli, 0,038 Bq/kg (137Cs) dan 0,080 Bq/kg (60Co) untuk wadah vial. Konsentrasi tertinggi yang dihasilkan dari radionuklida 137Cs pada belimbing dewa dan abu belimbing dewa berada di Kecamatan Pancoran Mas 1,706 ± 0,043 Bq/kg dan 3,5 ± 0,097 Bq/kg, radionuklida 60Co berada di Kecamatan Limo yaitu sebesar 1,245 ± 0,039 Bq/kg dan 4,489 ± 0,161 Bq/kg. Hasil ini masih dibawah ambang batas yang ditetapkan PERMENKES No 1031 Tahun 2011 yaitu 500 Bq/kg untuk 137Cs dan Food and Agriculture Organization (FAO) dan World Health Organization (WHO) Tahun 2005 yaitu 1000 Bq/kg untuk radionuklida 60Co.Kata kunci: Radionuklida, 137Cs, 60Co, belimbing dewa, spectrometer gamma.ABSTRACTMonitoring environmental radioactivity through food is very important to minimize the occurrence of health problems, because food contaminated with radionuclides when consumed and distributed to human soft tissue will cause cancer risk. This study aims to determine the condition of radionuclide contamination of 137Cs and 60Co in Dewa star fruit in Depok City. The star fruit sample was dried and put in the Marinelli beaker. The concentration of 137Cs and 60Co radionuclide was measured using a gamma spectrometer. The sample was then ashed at 500 ℃, put in a vial and re-measured with a gamma spectrometer for comparison with the previous analysis. Minimum Detectable Concentration (MDC) gamma spectrometer 0.0057 Bq/kg (137Cs) and 0.0157 Bq/kg (60Co) for Marinelli beakers, 0.038 Bq/kg (137Cs) and 0.080 Bq/kg (60Co) for vials. The highest concentrations of radionuclide 137Cs in the dewa starfruit and ash of dewa starfruit were in the District of Pancoran Mas 1.706 ± 0.043 Bq/kg and 3.5 ± 0.097 Bq/kg, radionuclide 60Co was in the District of Limo which was 1.245 ± 0.039 Bq/kg and 4.489 ± 0.161 Bq/kg. This result is still below the threshold set by PERMENKES No. 1031 of 2011, which is 500 Bq/kg for radionuclide 137Cs and the Food and Agriculture Organization (FAO) and World Health Organization (WHO) in 2005, which is 1000 Bq/kg for radionuclide 60Co.Keywords: Radionuclide, 137Cs, 60Co, dewa starfruit, gamma spectrometer.
Rekayasa Injeksi Air Hujan untuk Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Air Tanah di D.I. Yogyakarta dengan 3 Model Variasi Injeksi Maryono, Agus; Sembada, Pratama Tirza Surya; Prasetya, Agus; Sulaiman, Muhammad
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.%p

Abstract

Perkembangan pembangunan di wilayah D.I. Yogyakarta setiap tahun selalu meningkat. Pemerintah daerah mencatat jika jumlah bangunan di Tahun 2019 sebesar 1.191.685 bangunan sedangkan di Tahun 2020 sebesar 961.450 bangunan. Banyaknya bangunan ini tidak terlepas dari penggunaan air yang juga meningkat. Statistik penggunaan air di wilayah D.I. Yogyakarta di dominasi oleh air tanah dengan prosentase 45,92%. Permasalahan yang saat ini sering dihadapi masyarakat adalah turunnya tinggi muka air tanah dan buruknya kualitas air tanah yang menjadi air baku utama untuk konsumsi setiap hari. Menurut data DPUPESDM Yogyakarta terkait data kedudukan muka air tanah (MAT) Tahun 2022, rerata ketinggian MAT di 3 Kabupaten dan Kota Yogyakarta mengalami penurunan dibeberapa bulan (pada saat musim hujan juga turun). Hipotesa awal yang dibangun pada penelitian adalah penurunan MAT disebabkan dari penggunaan air tanah yang setiap tahun meningkat, sedangkan untuk usaha konservasi seperti meresapkan air hujan kedalam tanah tidak sebanding. Penelitian ini menyajikan data rerata ketinggian MAT dibeberapa wilayah di Yogyakarta dengan mengambil sampel wilayah di Kabupaten Sleman untuk menerapkan metode Injeksi Air Hujan sebagai langkah konservasi. Metode ini menggunakan 3 variasi model yang menyesuaikan bentuk bangunan (model atap rendah, model atap tinggi, dan model menggunakan tampungan). Parameter yang diteliti adalah besaran potensi air hujan dan perbandingan efektivitas laju injeksi air hujan ke dalam sumur masyarakat. Penggunaan model injeksi air hujan pada atap rendah dinilai lebih efektif. Kedepan, masyarakat di berbagai daerah khususnya D.I Yogyakarta dapat menerapkan metode ini untuk menjaga kuantitas dan kualitas air tanah yang dimiliki.
Status Pencemaran Logam Berat Pada Sungai Metro Di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Talangagung, Kabupaten Malang Masitoh, Ferryati; Ari Yuniarti, Khoirun Nisa'
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.%p

Abstract

Peningkatan limbah perkotaan dapat memicu risiko penurunan kualitas air sungai akibat kontaminasi lindi dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).  TPA Talangagung berada di Kabupaten Malang menggunakan sistem sanitary landfill yang berpotensi membentuk aliran lindi pada Sungai Metro. TPA Talangagung merupakan TPA yang sering menjadi percontohan (wisata edukasi) mengenai persampahan di Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kadar polusi dan menganalisis status pencemaran logam berat pada Sungai Metro yang mengalir di sekitar TPA Talangagung Pendekatan penelitian yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian cross-sectional. Keterbaruan penelitian yaitu digunakannya pendekatan multi-indeks yang komprehensif, serta berusaha menemukan adanya parameter logam berat yang bersifat dominan. Sampel air yang diambil secara simple purposive sampling dari titik sebelum, tepat di tepi, dan sesudah TPA sebanyak 6 sampel. Parameter yang diuji meliputi kromium (Cr), tembaga (Cu), seng (Zn), kadmium (Cd), dan timbal (Pb). Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa konsentrasi seng (Zn) telah melebihi baku mutu Kelas II PP No. 22 Tahun 2021, sedangkan logam lainnya masih di bawah ambang batas. Berdasarkan analisis indeks, nilai Heavy Metal Pollution Index (HPI) berkisar antara 2,179 – 2,228 yang termasuk kategori cemar rendah. Namun, nilai Contamination Index (CD) menunjukkan angka 6,96 – 10,76 yang mengindikasikan status kontaminasi tinggi, sementara Indeks Pencemaran (IP) berada pada rentang 3,36 – 4,22 yang mengategorikan sungai dalam status cemar ringan. Secara spasial, titik setelah TPA menunjukkan nilai pencemaran tertinggi, yang menandakan adanya pengaruh masukan lindi yang menyebar ke arah hilir sungai. Selanjutnya, hasil penelitian ini  dapat digunakan sebagai informasi mengenai pemantauan dampak TPA terhadap aliran sungai yang bersifat spesifik. 
Protecting Palu Bay: Land Capability Mapping and Coastal Typologies with SPOT-6 Widyastuti, Widyastuti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.%p

Abstract

The coastal area of Palu Bay experienced rapid geomorphic dynamics, pressure on space utilization, and changes after the 2018 tsunami. Evaluation of land capabilities is important to uncover this potential, but conventional field methods are cost-intensive, time-consuming, and labor-intensive, and less effective—especially in dynamic and disaster-prone coastal areas such as Palu Bay (earthquakes, tsunamis, liquefaction, underwater landslides). Development without considering coastal typology risks triggering repeated disasters. This study utilizes SPOT-6 satellite imagery, Geographic Information System to efficiently compile coastal typology classification. Supporting data includes terrain maps, thematic maps, and secondary data; object-based classification from satellite imagery followed by field verification based on BSN Land Cover Classification. Measurement of land parameters is carried out through rapid measurements and soil sampling. The integration of spatial data and attributes with overlay techniques results in six classes of land capabilities. The analysis showed changes in post-tsunami land capacity, with two classes requiring further evaluation. In addition, the study identified nine coastal typologies that reflect the biophysical conditions of the Palu Bay coast, confirming that land capabilities affect coastal physical conditions. These findings provide a scientific basis for the preparation of setback zones, ecosystem rehabilitation priorities, and directions for the use of coastal space that are aligned with risk. This study confirms the role of high-resolution remote sensing as an important tool in resilient and sustainable coastal planning

Filter by Year

2011 2025