cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 851 Documents
Pemantauan Lahan Terbangun Dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Berkelanjutan Di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember Tahun 2019-2023 Bella, Syintia; Arif, Nursida; Sari, Meily
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.%p

Abstract

Urbanisasi di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, menyebabkan alih fungsi lahan hijau menjadi area terbangun, seperti perumahan dan fasilitas publik, yang mengurangi vegetasi dan mengganggu keseimbangan lingkungan. Penelitian ini menggunakan Google Earth Engine (GEE) untuk memantau perubahan spasio-temporal lahan terbangun dan vegetasi selama 2019–2023. Analisis dilakukan dengan indeks NDVI dan NDBI menggunakan citra Sentinel-2A-MSI beresolusi 30 meter. Hasil menunjukkan nilai NDVI berkisar antara -0,09 hingga 0,91, dengan penurunan kerapatan vegetasi dari 2019 hingga 2023. Sebaliknya, nilai NDBI meningkat, mencerminkan ekspansi lahan terbangun. Korelasi negatif antara NDVI dan NDBI menunjukkan urbanisasi berkontribusi pada penurunan area hijau. Nilai NDVI tertinggi terdapat di wilayah utara, sedangkan NDBI tertinggi terkonsentrasi di wilayah tengah dan selatan. Penggunaan GEE terbukti efisien untuk memantau perubahan tutupan lahan, mendukung perencanaan kota berkelanjutan dengan mempertimbangkan keseimbangan pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar pengambilan kebijakan pembangunan ramah lingkungan di Kecamatan Ajung.
Kajian Etnobotani dan Strategi Konservasi Jeruk Lokal Aceh Rizki Maulana; Ernawita Ernawita; Abdul Malik
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.605-615

Abstract

Studi ini dilakukan untuk mengeksplorasi keberadaan jeruk lokal Aceh di Kabupaten Bireuen dengan fokus pada pemanfaatan dan strategi pelestariannya. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui survey lapangan dan wawancara. Hasil yang diperoleh dari wawancara dibuat dalam bentuk penentuan indeks etnobotani dan analisis SWOT. Hasil studi menunjukkan bahwa keberadaan jeruk lokal Aceh di Kabupaten Bireuen saat ini sangat sedikit ditemukan keberadaannya dengan presentase sebesar 2,49 %. Pemanfaatan jeruk lokal Aceh di Kabupaten Bireuen digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yaitu untuk menghilangkan bau amis pada ikan. Pemanfaatan lain dari jeruk lokal Aceh juga digunakan dalam perayaan adat dan keagamaan, sebagai obat herbal, tambahan bahan rujak dan jus, dan dikonsumsi sebagai buah segar sehari- hari. Berdasarkan analisis IFAS dan EFAS maka diperoleh hasil bahwa upaya pelestarian jeruk lokal Aceh di Kabupaten Bireuen berada pada titik koordinat ( 0,49 ; -0,38) atau berada pada Kuadran IV dengan strategi yang digunakan ialah strategi WT (strategi defensif). Artinya pelestarian jeruk lokal Aceh di Kabupaten Bireuen dapat dilakukan dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman yang ada.
Pengaruh Durasi Penggunaan Micro Bubble Terhadap Kualitas Air Limpasan Green Roof Ekstensif Berdasarkan Variasi Vegetasi Idham Ilyas Budhi Mahendra; Abdillah Luthfi; Advent Cahyo Jati; Allen Kurniawan; Yudi Chadirin
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.830-844

Abstract

Green roof menjadi salah satu alternatif metode pemanenan air hujan seiring dengan berkurangnya daerah resapan air. Penambahan nutrisi penunjang pertumbuhan tanaman membuat air limpasan green roof menjadi turun kualitasnya. Beberapa parameter kualitas air seperti kekeruhan, total dissolved oxygen (TDS), daya hantar listrik, dan total suspended solid (TSS) masih belum memenuhi baku mutu air baku. Micro bubble (MB) menjadi salah satu metode alternatif pengolahan air limbah melalui proses aerasi untuk mempercepat waktu biodegradasi dua kali lipat lebih cepat. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh MB, menentukan status mutu, dan nilai efektivitas air limpasan green roof. Penelitian ini menggunakan variasi tanpa vegetasi dan vegetasi berupa lili paris, kacang hias, krokot mawar. Kinerja MB akan diuji melalui uji parameter temperatur, TDS, pH, dissolved oxygen (DO), chemical oxygen demand (COD), amonia, dan nitrit berdasarkan waktu pengoperasian MB selama 30, 45, 60, dan 75 menit. Acuan baku mutu menggunakan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Lampiran VI. Penentuan status mutu air menggunakan metode STORET. Penggunaan micro bubble dalam proses pengolahan air limpasan green roof mengurangi beberapa parameter pencemar air dan telah memenuhi standar mutu untuk temperatur, TDS, pH, DO, dan amoniak. Durasi pengoperasian MB selama 75 menit menghasilkan efektivitas penyisihan TDS, COD, amonia dan nitrit terbesar dengan nilai efisiensi mencapai 7,06%, 17,43%, 75,42% dan 41,84%. Nilai efisiensi penyisihan pada waktu pengoperasian MB selama 75 menit tersebut ditunjukkan dengan perubahan status mutu air limpasan green roof dengan kelas B (tercemar ringan) berdasarkan US-EPA. Status mutu ini lebih baik dibandingkan waktu pengoperasian 30, 45, dan 60 menit yang mencapai Kelas C (tercemar sedang). Strategi optimalisasi dan implementatif untuk pengolahan air limpasan sehingga kualitas air dapat memenuhi baku mutu. Green roofs have emerged as an alternative method for rainwater harvesting in response to the decreasing infiltration areas. However, adding nutrients to support plant growth can degrade the quality of green roof runoff. Water quality parameters, such as turbidity, total dissolved solids (TDS), electrical conductivity, and total suspended solids (TSS), still need to meet the standard water quality criteria. Microbubbles (MB) present a promising alternative wastewater treatment method through aeration, significantly accelerating biodegradation. This study aims to analyze the effect of MB, determine water quality status, and assess the effectiveness of green roof runoff. The research involved variations with and without vegetation, specifically using plants like spider lily (Chlorophytum comosum), ornamental beans (Arachis pintoi), and purslane (Portulaca grandiflora). MB performance was evaluated through parameter tests for temperature, TDS, pH, dissolved oxygen (DO), chemical oxygen demand (COD), ammonia, and nitrite over MB operation times of 30, 45, 60, and 75 minutes. The water quality standards referenced were based on Indonesian Government Regulation No. 22 of 2021, Appendix VI. Water quality status was determined using the STORET method. Using microbubbles to treat green roof runoff reduced several water pollutants and met quality standards for temperature, TDS, pH, DO, and ammonia. MB operation for 75 minutes yielded the highest removal efficiencies for TDS, COD, ammonia, and nitrite at 7.06%, 17.43%, 75.42%, and 41.84%, respectively. This operation duration improved the runoff water quality status to Class B (lightly polluted) based on US-EPA standards, compared to Class C (moderately polluted) for the 30, 45, and 60-minute operation times. Optimization and implementation strategies for wastewater treatment are essential to ensure water quality meets established standards.
Perbandingan Status Mutu Air Sungai Bengawan Solo 2020-2022 dengan Metode STORET dan Metode Indeks Pencemaran Nuha Amiratul Afifah; Riska Aprilia Triyadi; Herwin Lukito; Aditya Pandu Wicaksono; I Putu Gema Bujangga Waisnawa; Asep Mulyana
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.742-750

Abstract

Sungai Bengawan Solo merupakan salah satu sungai terpanjang di Pulau Jawa yang memiliki peran krusial bagi kehidupan masyarakat sekitarnya sebagai sumber air baku, irigasi, dan transportasi. Namun, sungai ini menghadapi masalah pencemaran yang serius, yang berasal dari limbah industri, pertanian, dan rumah tangga. Pencemaran air dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan manusia dan lingkungan, serta mengancam keberlanjutan ekosistem sungai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua metode penetapan status mutu air, yaitu Metode STORET dan Metode Indeks Pencemaran, dalam mengevaluasi kualitas air Sungai Bengawan Solo. Metode penelitian ini menggunakan sampel air dari Sungai Bengawan Solo di pos pemantauan Juranggempal, Wonogiri, Jawa Tengah, dari tahun 2020 hingga 2022. Parameter kualitas air yang dianalisis mencakup pH, oksigen terlarut, BOD, COD, TSS, fosfat, nitrat, dan fecal Coliform, sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 27 Tahun 2021. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas air Sungai Bengawan Solo terburuk pada bulan Desember 2020, Mei, Oktober, dan November 2021, serta Januari dan Juni 2022, dengan beberapa parameter tidak memenuhi baku mutu. Berdasarkan analisis Metode STORET, status mutu air Sungai Bengawan Solo terkategori sebagai Cemar Sedang pada tahun 2020 dan Cemar Berat pada tahun 2021 dan 2022. Sedangkan, berdasarkan Metode Indeks Pencemaran, status mutu air terkategori sebagai Cemar Berat pada tahun 2020 dan 2022, serta Cemar Sedang pada tahun 2021. Perbedaan hasil analisis status mutu air Sungai Bengawan Solo disebabkan oleh perbedaan karakteristik dan sensitivitas antara kedua metode.
Valuasi Ekonomi Manfaat Ekosistem Mangrove di Desa Tireman, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah Natiq Nona Nurinda Yoni; Andhina Putri Heriyanti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.658-670

Abstract

Luas mangrove di Desa Tireman pada tahun 2024 diperkirakan seluas 8,5 ha dari yang mulanya 13,321 ha di tahun 2013. Permasalahan dari turunnya luas mangrove sering kali terjadi karena aktivitas antropogenik seperti alih fungsi lahan dan eksploitasi berlebih. Salah satu mitigasi bencana yang terus dikembangkan oleh beberapa daerah yaitu memanajemen ekosistem pesisir dengan melakukan analisis valuasi ekonomi yang dapat membantu untuk pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai ekonomi dari pemanfaatan ekosistem mangrove di Desa Tireman, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Penilaian pemanfaatan ekosistem mangrove dihitung berdasarkan konsep penilaian ekonomi total (Total Economic Valuation/ TEV) yang dilakukan untuk mengestimasi total dari kontribusi ekonomi sebuah ekosistem pada masyarakat. Valuasi ekonomi manfaat langsung dinilai menggunakan pendekatan harga pasar, manfaat tidak langsung menggunakan metode replacement cost, nilai manfaat pilihan menggunakan metode benefit transfer, nilai manfaat warisan menggunakan metode perkiraan, dan nilai keberadaan menggunakan Willingness to pay (WTP). Valuasi ekonomi mangrove di Desa Tireman memiliki nilai ekonomi total yaitu Rp3.684.000.243/ha/tahun dengan rincian nilai manfaat langsung yaitu Rp2.881.589.000/ha/tahun, nilai manfaat tidak langsung sebesar Rp503.859.520/ha/tahun, nilai manfaat pilihan yaitu Rp383.412/ha/tahun, nilai manfaat warisan sebesar Rp288.158.900/ha/ tahun, dan nilai keberadaan sebesar Rp10.009.411/ha/tahun. Hasil dari perhitungan nilai ekonomi total menunjukan seberapa besar nilai kegunaan sumberdaya alam ekosistem mangrove dalam perspektif ekonomi serta dapat diartikan sebagai kerugian dari hilang atau rusaknya fungsi kawasan mangrove. Pemerintah dapat mempertimbangkan pengambilan keputusan dengan memperhatikan rencana tata ruang yang ada sehingga keputusan untuk mengkonversi kawasan mangrove tidak terjadi akibat kegagalan dalam mengkuantifikasi nilai-nilai dari ekosistem mangrove.
Populasi dan Etnobotani Rumbia (Metroxylon sagu Rottb.) di Desa Pemakuan Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Talitha Fadhila; Jumari Jumari; Lilih Khotimperwati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.792-800

Abstract

Masyarakat di Desa Pemakuan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, memanfaatkan tumbuhan rumbia, salah satunya sebagai bahan utama pengolahan sagu, bahan pembuat atap, dan bahan pangan. Data mengenai kerapatan rumbia, variasi morfologi dan varietas rumbia yang ditemukan di Desa Pemakuan, serta pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan dan pengelolaan rumbia masih sedikit.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan populasi dan faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan rumbia, variasi morfologi rumbia, pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan dan pengelolaan rumbia, dan kualitas sagu yang dihasilkan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2023 di Desa Pemakuan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Metode penelitian menggunakan observasi lapangan, dan sampling plot kuadrat untuk kerapatan populasi, faktor lingkungan, dan variasi morfologi rumbia, wawancara untuk pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan dan pengelolaan rumbia. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kerapatan rumbia lebih tinggi di pinggiran sungai dibandingkan wilayah perumahan karena kondisi lingkungan yang lebih mendukung dan intensitas pemanenan yang berbeda. Kerapatan rumbia di daerah penelitian menunjukkan strata semai > pancang > tiang > pohon menunjukkan regenerasi yang baik. Terdapat tiga varietas rumbia dengan perbedaan morfologi yaitu varietas rumbia Madang, Mahang, dan Buntal. Masyarakat Desa Pemakuan memanfaatkan seluruh bagian tanaman untuk berbagai keperluan. Masyarakat telah mengadopsi teknologi sederhana dalam industri pengolahan pati rumbia, meskipun pengelolaan masih bersifat tradisional dan menghadapi tantangan seperti kurangnya minat generasi muda dan alih fungsi lahan. Kualitas pati rumbia di Desa Pemakuan bagus, dikarenakan sesuai dengan SNI. Kadar air pati sagu jauh melebihi standar SNI, dikarenakan pati sagu yang dihasilkan adalah sagu basah.
Simulasi Sistem Jaringan Distribusi Air Minum di Kampus Unand Menggunakan EPAnet Puti Sri Komala; Ansiha Nur; Ridwan Ridwan; Septia Emida
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.703-711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemakaian air dan menganalisis jaringan distribusi utama pada sistem penyediaan air minum Universitas Andalas (SPAM Unand) melalui simulasi EPAnet. Hasil simulasi yang diperoleh dibandingkan dengan peraturan yang berlaku. Pengamatan fluktuasi air dilakukan di outlet reservoir selama 8 jam mulai jam 08.00 sampai 16.00. Data jaringan distribusi SPAM Unand berasal dari Master Plan Unand, pengukuran lapangan dan google earth. Hasil pengamatan fluktuasi air di reservoir selama 8 jam diperoleh debit pemakaian air sebesar 13,13 L/detik, debit puncak 105 L/jam dengan faktor puncak 2,52. Pemakaian air per orang per hari diperoleh sebesar 32 L/orang/hari, hasil ini lebih kecil dibandingkan dengan SNI 7065- 2005 standar pemakaian air untuk perguruan tinggi yaitu 80 L/hari.  Tekanan di jaringan distribusi air bersih di SPAM Unand hasil simulasi EPAnet berkisar antara 31,93 – 124,43, sedangkan kecepatan aliran berkisar antara 0,03-0,42 m/detik. Tekanan di jaringan distribusi masoh melebihi kriteria dan kecepatan rata-rata belum memenuhi Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Kecilnya kecepatan aliran dan tingginya tekanan yang terjadi pada aliran pipa disebabkan oleh diameter pipa yang kecil dan kawasan memiliki beda elevasi yang cukup besar.
Environmental Citizenship: A Holistic Strategy To Realize Pro-Environmental Attitude Sustainability For Coastal Communities Indra Primahardani; Sri Erlinda
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.616-631

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengembangkan rekomendasi kebijakan dalam mewujudkan kewarganegaraan lingkungan yang mendukung perilaku pro-lingkungan secara berkelanjutan bagi masyarakat pesisir. Lingkup penelitian ini berfokus pada masyarakat pesisir di Provinsi Riau, yang berjumlah 2.907.458 orang yang tersebar di enam kabupaten, yaitu: Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai. Merujuk pada the required sample size table dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin kesalahan 5%, sampel penelitian yang dibutuhkan adalah 384 orang. Teknik pengambilan sampel acak sederhana digunakan untuk menentukan sampel penelitian. Hasil analisis multi-dimensi menunjukkan bahwa nilai indeks dan status keberlanjutan kewarganegaraan lingkungan masyarakat pesisir di Provinsi Riau berada pada angka 74,17. Nilai ini berada dalam interval 50,01-75,00 dengan kategori yang cukup berkelanjutan. Kondisi ini tentu cukup mengkhawatirkan dalam hal keberlanjutan dan perlu menjadi perhatian khusus bagi para pemangku kepentingan. Analisis prospektif yang dilakukan mengidentifikasi 3 faktor yang memiliki pengaruh sangat besar terhadap keberlanjutan kewarganegaraan lingkungan dalam mewujudkan perilaku pro-lingkungan di masyarakat pesisir di Provinsi Riau. Tiga faktor tersebut terdiri dari satu penentu utama keberhasilan (faktor input) dan dua faktor penghubung/pendukung keberhasilan. (stakes factors). Salah satu faktor utama adalah memilih produk yang ramah lingkungan. Dua faktor penghubungnya adalah (1) pengurangan jejak karbon pribadi; dan (2) pengurangan plastik sekali pakai. Dengan demikian, ketiga faktor ini menjadi dasar untuk penyusunan rekomendasi strategi dalam mewujudkan kewarganegaraan lingkungan dalam mengaktualisasikan perilaku pro-lingkungan masyarakat pesisir di Provinsi Riau. Melalui penilaian ahli, program pendidikan lingkungan hidup dan kampanye terintegrasi ditetapkan sebagai rekomendasi kebijakan yang mendukung SDGs Provinsi Riau.Kata kunci: Kewarganegaraan Lingkungan; Strategi, Sikap Pro Lingkungan; Berkelanjutan, Masyarakat PesisirABSTRACTThis research was conducted to develop policy recommendations for actualizing environmental citizenship in actualizing pro-environmental behavior in a sustainable manner in coastal communities. The scope of this research focused on the coastal communities of Riau Province, totaling 2,907,458 people spread across six districts, namely: Inderagiri Hilir Regency, Bengkalis Regency, Rokan Hilir Regency, Pelalawan Regency, Meranti Islands Regency, and Dumai City. Referring to the required sample size table with a confidence level of 95% and a margin of error of 5%, the research sample needed is 384 people. Simple random sampling technique was used to determine the research sample. The results of the multi-dimensional analysis show that the index value and sustainability status of environmental citizenship of coastal communities in Riau Province are at 74.17. This value is in the interval 50.01-75.00 with a fairly sustainable category. This condition is certainly quite worrying in terms of sustainability and needs to be a special concern for stakeholders. The prospective analysis conducted identified 3 factors that have a very high influence on the sustainability of environmental citizenship in actualizing pro-environmental behavior in coastal communities in Riau Province. The three factors consist of one main determinant of success (input factors) and two connecting/supporting factors of success (stakes factors). One main determinant is choosing environmentally friendly products. The two connecting factors are (1) reduction of personal carbon footprint; and (2) reduction of single-use plastics. Thus, these three factors are the basis for the preparation of recommendations for strategies to realize environmental citizenship in actualizing pro-environmental behavior of coastal communities in Riau Province. Through expert judgment, an integrated environmental education and campaign program was determined as a policy recommendation that supports Riau Province's SDGs.Keywords: Environmental Citizenship; Strategy, Pro Environmental; Sustainability, Coastal Comminities
Socio-Economic Vulnerability of Coastal Communities in Geospatial Aspects Toward Tanjung Carat Port Establishment (Case Study of Sungsang Village, Banyuasin II) Herda Sabriyah Dara Kospa; Hala Haidir; Al Shida Natul
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.845-855

Abstract

The establishment of an international port at Tanjung Carat is part of the National Strategic Projects initiated by the South Sumatra Provincial Government to boost local economic growth. However, the development of the port will involve converting a 60-hectare mangrove forest and imposing restrictions on fishing areas near the port. This will have a negative impact on the socio-economic conditions of the coastal communities in Sungsang Villages, as they heavily depend on marine catches. Therefore, it is essential to analyze and map the socio-economic vulnerabilities of the village community in order to minimize and prevent adverse impacts. This study aims to investigate the level of socio-economic vulnerability of the coastal community to the development of Tanjung Carat port and to provide policy directives as mitigation strategies. The research utilized the ArcGIS Software to weight selected social and economic indicators and convert them into raster data. The Spatial Multi-Criteria Evaluation (SMCE) method was applied to produce social, economic, and socio-economic vulnerability maps, and policy directives were formulated using descriptive analysis. The results revealed that the total socio-economic vulnerability in the four villages falls into the highly vulnerable category, mainly due to the predominant profession as traditional fishermen with relatively low income and education. Formulating policy directives based on applicable regulations in various aspects could be an initial effort to reduce the socio-economic vulnerability. Furthermore, applicable programs are needed to help restore the economy of the impacted fishermen.
Implementasi Strategi Penanggulangan Sampah Plastik di Universitas Negeri Semarang: Menuju Green Campus Muhamad Najmi Fauzan Firdaus; Amin Pujiati; Siti Solehah Fitriana
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.751-766

Abstract

Sampah plastik merupakan tantangan lingkungan utama yang mengancam ekosistem dan kesehatan manusia. Masalah ini terjadi di berbagai sektor masyarakat, termasuk di perguruan tinggi. Studi literatur ini berfokus pada implementasi strategi pengurangan sampah plastik di universitas berdasarkan aspek psikologi kognitif dan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengambilan keputusan multi-kriteria (MCDM), khususnya Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan menggunakan perangkat lunak Expert Choice 11, untuk menentukan kriteria dan program pengelolaan sampah plastik.  Target dari penelitian ini adalah pengelola kantin di UNNES. Informan kunci dalam penelitian ini meliputi para ahli dan praktisi yang mewakili komponen ABCG. Akademisi merujuk pada pakar dan dosen yang memiliki spesialisasi di bidang studi lingkungan dan pengelolaan sampah, pelaku bisnis berkaitan dengan pengelola kantin, komunitas merujuk pada himpunan mahasiswa UNNES, dan pemangku kebijakan meliputi Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Umum, Sumber Daya Manusia, dan Keuangan, dan Subdirektorat Konservasi. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lapangan secara langsung di lokasi penelitian, wawancara mendalam, penggunaan kuesioner berskala hirarki, dan penerapan teknik pembobotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria insentive (0,476) memiliki tingkat signifikansi tertinggi, diikuti oleh self control (0,266) dan redesign (0,258), dengan prioritas utama alternatif strateginya adalah reward (0,262), diikuti oleh pelatihan (0,221), renew (0,189), sertifikasi (0,219), dan terakhir kampanye (0,110). Semua alternatif strategi perlu diimplementasikan untuk mencapai pengelolaan sampah plastik yang optimal di UNNES.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 6 (2025): November 2025 Vol 23, No 5 (2025): September 2025 Vol 23, No 4 (2025): July 2025 Vol 23, No 3 (2025): May 2025 Vol 23, No 2 (2025): March 2025 Vol 23, No 1 (2025): January 2025 Vol 22, No 6 (2024): November 2024 Vol 22, No 5 (2024): September 2024 Vol 22, No 4 (2024): July 2024 Vol 22, No 3 (2024): May 2024 Vol 22, No 2 (2024): March 2024 Vol 22, No 1 (2024): January 2024 Vol 21, No 4 (2023): October 2023 Vol 21, No 3 (2023): July 2023 Vol 21, No 2 (2023): April 2023 Vol 21, No 1 (2023): January 2023 Vol 20, No 4 (2022): October 2022 Vol 20, No 3 (2022): July 2022 Vol 20, No 2 (2022): April 2022 Vol 20, No 1 (2022): January 2022 Vol 19, No 3 (2021): November 2021 Vol 19, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 19, No 1 (2021): April 2021 Vol 18, No 3 (2020): November 2020 Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 18, No 1 (2020): April 2020 Vol 17, No 3 (2019): November 2019 Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 17, No 1 (2019): April 2019 Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 16, No 1 (2018): April 2018 Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): April 2017 Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 14, No 1 (2016): April 2016 Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): April 2015 Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): April 2014 Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): April 2013 Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): April 2012 Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): April 2011 More Issue