cover
Contact Name
Eko Sujadi
Contact Email
ekosujadi91@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ekosujadi91@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kerinci,
Jambi
INDONESIA
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
ISSN : 16938712     EISSN : 25027565     DOI : -
Jurnal Islamika: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman (e-ISSN 2502-7565, p-ISSN 1693-8712 is a peer-reviewed (double blind review) journal published by Research and Community Service Office, State Islamic Institute of Kerinci. The goal of this journal is to facilitate scholars, researchers, and teachers for publishing the original research articles or review articles. Journal Islamika is published 14 articles in two editions in one year in July and December.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Lanskap Corak Filsafat Islam Andi Muhammad Ikbal Salam
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 20 No. 01 (2020): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v20i01.567

Abstract

Studi ini perlu menggambarkan sejarah filsafat Islam sebagai salah satu jalan komparasi antara filsafat Barat, sekaligus sebagai jawaban atas polemik sejarah perjalanan ilmu pengetahuan di dunia Islam, di satu sisi ada yang menganggap bahwa ilmu pengetahuan di dunia Islam pernah mengalami kemandegan sebagaimana yang terjadi di Barat, yang lazimnnya disebut sebagai abad pertengahan. Tudingan ini datang baik dari kalangan pemikir Islam sendiri, dan pemikir Barat, di lain sisi ada anggapan bahwa pengetahuan di dunia Islam tidak pernah redup hingga hari ini. Karenanya studi ini dianggap perlu untuk menyodorkan titik terang atas polemik yang terjadi melalui penelusuran sejarah perkembangan filsafat Islam.
Positifikasi Hukum Keluarga di Dunia Muslim melalui Pembaharuan Hukum Keluarga Moh. Nasrun; Sulthon Fathoni
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 20 No. 01 (2020): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v20i01.568

Abstract

Abstract This study is about the economic potential offered by KONSAIN (Indonesian Santri Agribusiness Contact). KONSAIN was established to build funding sources for educational institutions, da'wah institutions and social institutions, for the sake of education, da'wah and social throughout Indonesia through the development of oil palm plantation started from East Kalimantan. This study will use a descriptive-analytical approach by analyzing the progress of the number of members, member types, and the origin of members. It is to see the potential for future development and the extent to which it will survive. This study also seeks to see its endurance from the legal side as an institution. From this study it can be concluded that the growth in the number of members fluctuates, not constantly rising or falling. The origin of the members also spread throughout Indonesia but the majority came from East Kalimantan and East Java. The obstacle is the number of fraudulent investments in stocks, capital, and the time of division of SHU which is considered too long. Abstrak Kajian ini adalah tentang potensi ekonomi yang ditawarkan oleh KONSAIN (Kontak Santri Agribisnis Indonesia). KONSAIN didirikan untuk membangun sumber dana bagi lembaga pendidikan, lembaga dakwah dan lembaga sosial, untuk kepentingan pendidikan, dakwah dan sosial se Indonesia melalui pembangunan kebun kelapa sawit yang dimulai dari Kalimantan Timur. Kajian ini akan menggunakan pendekatan deskriptif-analisis dengan menganalisa perkembangan jumlah anggota, jenis anggota, dan asal anggota. Hal itu untuk melihat potensi perkembangannya di masa depan dan sejauh mana akan bertahan. Kajian ini juga mencoba melihat ketahanannya dari sisi hukum sebagai sebuah institusi. Dari kajian ini bisa disimpulkan bahwa pertumbuhan jumlah anggota fluktuatif, tidak konstan naik atao turun. Asal anggota juga menyebar di seluruh Indonesia tetapi mayoritas berasal dari Kaltim dan Jatim. Hambatannya adalah banyaknya penipuan penanaman saham, modal, dan masa pembagian SHU yang dianggap lama.
Peran Pesantren sebagai Salah Satu Lembaga Pendidikan Islam Indah Herningrum; Muhammad Alfian; Pristian Hadi Putra
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 20 No. 02 (2020): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v20i02.582

Abstract

Salah satu lembaga pendidikan Islam yang telah lama berkembang dan berakar kuat tradisinya  adalah pesantren. Namun, nama pesantren sempat tercoreng namanya dengan dikaitkan sebagai asal muasal paham radikalisme di Indonesia, yang masih berupa isu semata. Oleh karenanya, menarik untuk diteliti dan diketahui mengenai berbagai sepak terjang pesantren di Indonesia dengan tradisi keislamannya serta kontribusi lainnya diranah pembentukan moral Islam, serta dalam ranah social serta ekonomi dalam ranah umumnya. Pesantren telah banyak berjasa dalam pembentukan pribadi serta daerah yang kental dengan tradisi ke Islaman. Awalnya hanya beroperasi pada sekitar “pinggiran desa”, meluas hingga berkembang keseluruh negeri. Perannya tidak hanya itu, dalam hal social ekonomi pun, lembaga pesantren berusaha hadir dan mengembangkan kosep-konsep brilian yang mampu menjawab masalah kesejahteraan masyarakat sekitarnya secara khusus, dan Indonesia secara umum.
Situating Islamic Values in English Language Teaching: Documenting the Best Practices in Indonesia Yoki Irawan
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 20 No. 01 (2020): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v20i01.617

Abstract

Studies on the integration of moral, cultural, and religious values in language learning have recently increased. This is characterized by the number of these research topics. Indonesia as the world's largest Muslim-majority country must play a role in integrating Islamic values into learning, especially in learning English as a foreign language. However, in practice, there are many problems especially not all experts agree if topics related to religion are discussed in language learning. This article aims to discuss comprehensively the urgency and strategies in integrating Islamic values in English language learning in Indonesia. In general, the integration of Islamic values in language learning can be done through the integration of content and topics into the curriculum, teaching materials, and learning activities. Through the implementation of this, it is expected that students will be aware of the Islamic values in their daily lives in society to filter out irrelevant cultures and at the same time be able to acquire foreign language skills properly.
Alih Keberagamaan dalam Islam dengan Paradigma Ahkami, Falsafi, Dan Wijdani Hamdan Adib
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 20 No. 02 (2020): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v20i02.627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang paradigma yang dihasilkan oleh kegiatan intelektual orang beriman sebagai ciri alih keberagamaan umat Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (Library Research) teknik pengumpulan data dengan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan content analysis. Hasil Kegiatan intelektual ini adalah ada tiga paradigma yang digunakan oleh orang beriman yang digunakan sebagai dasar alih keberagamaan yaitu paradigma ahkami, falsafi dan wijdani. Paradigma ahkami memiliki objek kajian wahyu tuhan dan sampai kepada keputusan hukum yang sifatnya nomratif dari ajaran Islam, kajianya berupa tafsir, ta’wil, takhrijul hadits dan sampai pembentukan ahkamul khomsah dalam fiqih. Kemudian paradigma falsafi memiliki objek kajian tentang pemahaman manusia tentang Tuhan. Objek kajian ilmu adalah keberagamaan tentang aqidah. Cara berfikir yang digunakan yaitu cara berfikir filosofis sehingga kebenaran rasio dan akal adalah kebenaran bagi pemahamanya. Paradigma wijdani memiliki objek kajian pengalaman manusia berada didekat Tuhan. Lingkup kajianya terbatas hanya pada perilku tassawuf orang beriman.
Joseph Schacht dan Transformasi Hadis Tentang Hukum Islam dalam Konteks Dunia Timur A. Munawwir; Ani Lestari; Fita Ratu Prilia
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 20 No. 02 (2020): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v20i02.641

Abstract

Hadith studies have not only become the focus of Islamic scholars' attention, but have also become material for orientalist studies. So from this, there are many western scientists and scholars who chose the path of researching hadith. Starting from Ignaz Goldziher to leading scholars of hadith from Germany, Harald Motzki also graces the list of western scholars who are competent in the study of hadith. The long history of hadith in the west is evidence of the proliferation of hadith studies. In contrast to Muslims, western people study hadith departs from their distrust of hadith. Surely this is a different portrait of the traditions of the eastern people. Therefore, various theories and methods they used to justify that the hadith did not come from the Prophet Muhammad, but was made by people after him. This article is in the form of an attempt to explain at length the theory proposed by Joseph Schacht in order to undermine the authenticity of the hadith itself, and some of its weaknesses, which are based on the views of Islamic scholars'.
Khuntsa dalam Pandangan Kontemporer Ilham Ghoffar Solekhan; Maulidi Dhuha Yaum Mubarok
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 20 No. 02 (2020): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v20i02.675

Abstract

Khuntsa adalah suatu keadaan ketika seorang individu memiliki dua kelamin dan tidak dapat diidentifikasikan apakah dia perempuan dan laki-laki. Khuntsa dibedakan menjadi dua macam, 1) Khuntsa Musykil yaitu suatu keadaan kelamin ganda yang penentuan kelaminnya sangat sulit, 2) Khuntsa Gahiru Musykil yaitu keadaan kelamin ganda yang masih dapat dengan mudah diidentifikasikan kelaminnya. Fikih baru masih menggunakan pengertian lama mengenai khuntsa. Meskipun demikian, khuntsa di dunia modern dianggap sebagai anomali kelamin yang memungkinkan dan dapat terjadi pada beberapa orang. Keadaan khuntsa juga memunculkan teori psikologi yang menunjukkan bahwa keadaan ini dapat menjadi pemicu masalah psikologis bagi individu khuntsa tersebut yang dapat berpengaruh terhadap fisik dan perilaku. Dunia kedokteran modern mengkategorikan khuntsa sebagai anomali kelamin yang dapat diidentifikasikan, dan dapat ditangani. Penanganan yang disarankan adalah prosedur yang sama seperti pada pergantian kelamin. Meskipun bertentangan dengan fikih klasik, namun dalam fikih kontemporer hal tersebut dapat terjadi dengan pertimbangan. Salah satu pertimbangan yang diberikan adalah kaidah fikih yaitu الضرر يزال yang juga merupakan dalil yang kuat untuk membuktikan pentingnya penetapan status bagi khuntsa. Tulisan ini menggunakan metode penelitian pustaka atau literature review dengan menggunakan pendekatan normatif sosiologis dan teologis yang menjelaskan pokok persoalan dalam pandangan hukum Islam dan hukum positif, masyarakat dan sisi ketuhanan
Insider dan Outsider dalam Penafsiran: Upaya Membaca Tafsir dalam Dua Sisi Perspektif Kim Knott Mahbub Ghozali
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 20 No. 02 (2020): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v20i02.689

Abstract

This study aims to find new methods and meanings in the interpretation’s field. The finding of the method is intended to provide new insights regarding the objectivity of interpretation which is often disputed by many scholars. Based on this, this study uses qualitative methods with library research techniques. To in depth the data analysis, this study uses the insider and outsider approaches introduced by Kim Knott. This research finds that the synthesis between the interpretation of Western scholars and Islamic scholars produces a textual-historical understanding simultaneously. In the sense that the Quran is understood not only in the emphasis of the law and its sacredness, but also on its historical aspects which involve the cultural and historical structures that surround the Quran. The tendency of Western scholars to understanding the Quran in its critical aspect can suppress the subjectivity of Islam scholars interpretation which tends to be tendentious. In this context, this research concludes that the insider and outsider perspectives are not only used in Islamic studies, but also in specific aspect of Islamic studies. Therefore, the use of this perspective can be applied to other specific fields of Islam, so that an understanding of Islam can be more objective.
Dinamika Sarekat Islam dan Komunis: (Proses Penyusupan Komunis dan Perpecahan Sarekat Islam) Mirza Ghulam Ahmad; Muhammad Arya Mahasta
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 20 No. 02 (2020): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v20i02.690

Abstract

Sheevliet seorang warga belanda paham komunisme di Indonesia melalui Semaun yang juga anggota dari Sarekat Islam (SI), Semaun niatnya bikin si di tempat tumbuh suburnya paham komunisnya lewat kongres-kongres sampai pada gerakanya inilah tokoh dari tokoh-si dan bikinnya dari SI hingga semakin bertambah perpecahan SI Merah dan SI Putih. SI Merah yang dipimpin semaun berubah menjadi Sarekat Rakyat yang merupakan cikal bakal dari Partai Komunis Indonesia (PKI), SI yang mana paham komunisme bisa bangkit dengan melakukan dan mengalah pendidikan kader sehingga pembinanya di lintas zaman pasca kemerdekaan dan bahkan hingga kini dengan nama Syarikat Islam .
Strategi Ekonomi Islam Untuk Kesejahteraan Umat Didi Suardi
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 20 No. 02 (2020): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v20i02.693

Abstract

Kesejahteraan menurut sebagian masyarakat selalu dikaitkan dengan konsep kualitas hidup. Konsep kualitas hidup merupakan gambaran tentang keadaan kehidupan yang baik. Kesejahteraan pun menjadi bagian penting bagi suatu negara, bahkan, didirikannya atau dibentuknya sebuah negara salah satu tujuannya adalah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya. Berbagai cara, metode, aturan, alat, pendekatan, ataupun kebijakan telah dipilih, ditempuh dan dilakukan oleh sebuah negara dalam rangka untuk mencapai tujuan tersebut. Definisi kesejahteraan dalam konsep masyarakat modern adalah sebuah kondisi dimana seorang dapat memenuhi segala kebutuhan, seperti makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, jaminan sosial, jaminan kesehatan, pendidikan, pekerjaan dan lainnya sebagai yang merupakan bagian dari kebutuhan, jika hilang komponen-komponen diatas maka eksistensi kehidupannya akan terancam. Kesejahteraan dalam ekonomi syariah bertujuan mencapai kesejahteraan manusia secara menyeluruh, yaitu kesejahteraan material, kesejahteraan spiritual dan moral. Konsep ekonomi kesejahteraan syariah bukan saja berdasarkan manifestasi nilai ekonomi, tetapi juga nilai spiritual dan moral. Konsepsi kesejahteraan dan kebahagiaan (falah) mengacu pada tujuan syariat Islam dengan terjaganya 5 prinsip dalam maqashid syari’ah, yakni terjanganya agama (ad-ddin), terjanganya jiwa (an-nafs), terjanganya akal (al-aql), terjanganya keturunan (an-nasl) dan terjanganya harta (al-mal). Kerjasamaan dan keadilan.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 2 (2025): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman (In Press) Vol. 25 No. 1 (2025): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 24 No. 2 (2024): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 24 No. 1 (2024): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 23 No. 2 (2023): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 23 No. 1 (2023): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 22 No. 01 (2022): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 22 No. 2 (2022): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 21 No. 02 (2021): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 21 No. 01 (2021): Islamika: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 20 No. 02 (2020): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 20 No. 01 (2020): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 19 No 02 (2019): Jurnal Islamika Volume 19 No 02 Vol 19 No 01 (2019): Jurnal Islamika Volume 19 No 01 Vol. 19 No. 02 (2019): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 19 No. 01 (2019): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 18 No 1 (2018): Volume 18 Nomor 1 Tahun 2018 Vol 18 No 02 (2018): Jurnal Islamika Volume 18 No 02 Vol. 18 No. 02 (2018): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 18 No. 01 (2018): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 17 No 2 (2017): Volume 17 Nomor 2 Vol 17 No 1 (2017): Volume 17 Nomor 1 Vol. 17 No. 2 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 17 No. 1 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 16 No. 2 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 16 No 2 (2016) Vol 16 No 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 15 No. 2 (2015): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 15 No 2 (2015) Vol 15 No 1 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 14 No 2 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 14 No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 13 No 2 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 13 No. 1 (2013): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 13 No 1 (2013) More Issue