Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Jurnal Islamika: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman (e-ISSN 2502-7565, p-ISSN 1693-8712 is a peer-reviewed (double blind review) journal published by Research and Community Service Office, State Islamic Institute of Kerinci. The goal of this journal is to facilitate scholars, researchers, and teachers for publishing the original research articles or review articles. Journal Islamika is published 14 articles in two editions in one year in July and December.
Articles
299 Documents
KONSEP PENDIDIKAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR (6-12) TAHUN DI LINGKUNGAN KELUARGA MENURUT PENDIDIKAN ISLAM
Usman Yahya
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 15 No. 2 (2015): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v15i2.50
How is The concept of education of children primary school age (6-12) years in a family environment according to Islamic education? This formulation is detailed within the following limits: (1) What educational preparation of primary school age children (6-12) years in a family environment according to Islamic education, and (2) what materials and methods used in the education of parents of primary school age (6-12 ) years in a family environment education according to Islam The usefulness of this study were (1) provide insight to scientists information and about the education of children in the womb, (2) provide intellectual insight, especially to the mother and the father to educate elementary school-age children (6- 12) years in a family environment. Results in discussion are: (1). Preparatory education of children of primary school age (6-12) years in a family environment according to Islamic education is very important. Children at this age have already started critical and can do so directly with the good. Therefore, parents must understand the family environment and prepare for what materials and how to carry out the education of children of this age. (2) Materials and methods of primary school age children (6-12) years in a family environment according to Islamic education is also very important. Parents should know the educational material that will be given to their children well and parents also do it correctly. Konsep pendidikan anak usia sekolah dasar (6-12) tahun di lingkungan keluarga menurut pendidikan Islam? Rumusan ini dirinci dalam batasan berikut: (1) Apa persiapan pendidikan anak usia sekolah dasar (6-12) tahun di lingkungan keluarga menurut pendidikan Islam, dan (2) apa materi dan metode yang digunakan orangtua dalam pendidikan usia sekolah dasar (6-12) tahun di lingkungan keluarga menurut pendidikan Islam. Kegunaan penelitian ini adalah (1) memberikan informasidan wawasan terhadap para ilmuwan tentang pendidikan anak dalam kandungan, (2) memberikan wawasan intelektual terutama kepada ibu dan ayah untuk mendidik anak usia sekolah dasar (6- 12) tahun di lingkungan keluarga. Hasil bahasan yang ditemuakan adalah: (1). Persiapan pendidikan anak usia sekolah dasar (6-12) tahun di lingkungan keluarga menurut pendidikan Islam adalah sangat penting. Anak pada Usia ini sudah mulai kritis dan dapat melakukannya secara langsung dengan baik. Untuk itu, orangtua dilingkungan keluarga harus mengerti dan mempersiapkan materi apa dan bagaimana melakukan pendidikan terhadap anak usia ini. (2) Materi dan metode anak usia sekolah dasar (6-12) tahun di lingkungan keluarga menurut pendidikan Islam juga sangat penting. Orangtua hendaknya mengetahui materi pendidikan yang akan diberikan kepada anaknya dengan baik dan orangtua juga melakukannya dengan dengan tepat.
EKSISTENSI RATIB SAMAN SEBAGAI KEARIFAN LOKAL DALAM MEMPENGARUHI SOSIAL BUDAYA KEBERAGAMAAN MASYARAKAT TANJUNG PAUH PADA ERA MODERN
Helmina Helmina
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 16 No. 1 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v16i1.113
PenelitianinibertujuanuntukmelihatsejauhmanaRatibSamaninimempengaruhisosialbudayakeberagamaanmasyarakatTanjungPauh.Penelitianinimenggunakanmetode“field research” (penelitianlapangan), denganteknikpengumpulan data melaluiobservasidanwawancaramendalamdenganparainforman, yang terdiridaritokoh agama, tokoh adat, budayawan, sosiologdanwargamasyarakatTanjungPauh.Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa Ratib Saman di Tanjung Pauh sangat mempengaruhi sosial budaya keberagamaan masyarakatnya. Ratib Saman telah menjadi kearifan lokal bagi masyarakat Tanjung Pauh. Dari hasil penelitian tersebut juga terungkap bahwa masyarakat Tanjung Pauh tidak mengetahui sejarah masuknya Ratib Saman ke desa mereka. Pada umumnya masyarakat Tanjung Pauh mengikuti Ratib Saman karena ikut-ikutan, tanpa mengetahui hakekat Ratib Saman tersebut sesungguhnya.
REVITALISASI NASKAH SYAIR TALE HAJI: SEBUAH NILAI PENDIDIKAN BAGI KREATIFITAS MASYARAKATKERINCI (STUDI KASUS DI DESA SEBUKAR)
Nuzmi Sasferi
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 16 No. 1 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v16i1.114
Penelitian ini bertujuan untuk: 1)mengetahui bentuk revitalitas naskah Syair Tale Haji di desa Sebukar Kabupaten Kerinci; 2) mengetahui peran Revitalitas Naskah Syair Tale Haji dalam menumbuhkan nilai kreatifitas masyarakat di desa Sebukar; dan 3) mengetahui proses revitalitas Syair Tale Haji di desa Sebukar Kabupaten Kerinci. Berdasarkan data-data yang terkumpul di lapangan, maka penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (Field Reseach) denganpendekatan kualitatif-deskriptif. Bentuk Revitalitas Naskah Syair Tale Haji di desa Sebukar Kabupaten Kerinci dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu fungsi tale haji bagi masyarakat, cara penyajian, dan pelaksanaan tale haji di dalam masyarakat. Peran Revitalitas Naskah Syair Tale Haji dalam menumbuhkan nilai kreatifitas masyarakat di desa Sebukar, yaitu sebagai a. bahan pengkajian terhadap kreatifitas nilai seni masyarakat, b. Sebagai bahan pengkajian terhadap kreatifitas nilai budaya masyarakat, serta c. Sebagai bahan pengkajian terhadap kreatifitas nilai keagamaan masyarakat. Proses Revitalitas Syair Tale Haji di desa Sebukar Kabupaten Kerinci dilaksanakan melalui kegiatan: a. Pengkajian Naskah. b. Penyaduran Naskah. c. Mentranskripsikan Naskah. d. Menyusun Kembali Naskah.
MENGUAK TABIR SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI KERINCI LEWAT REKONSTRUKSI BENDA CAGAR BUDAYA DAN BERSEJARAH
Siti dkk. Zahara
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 16 No. 1 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v16i1.115
Kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya sejarah menyebabkan masyarakat kurang mengerti akan nilai-nilai yang terkandung dalam benda-benda bersejarah. Jenis penelitian ini adalah penelitian sejarah dengan menggunakan metode kualitatif.Dari hasil penelitian diketahui bahwa pembangunan masjid merupakan asas dari masyarakat yang beragama Islam, akantetapi pembangunannya merupakan perpaduan budaya Islam, budaya lokal, serta budaya luar. Hal ini menunjukkan bahwa sejarah perkembangan kebudayaan Islam di Kerinci penuh toleransi dan berjalan damai. Ini terlihat dari akulturasi kebudayaan Islam dengan kebudayaan lokal. Dilihat dari fungsi masjid, pada masa itu bukan hanya sebagai tempat ibadah saja akan tetapi juga berfungsi sebagai tempat bermusyawarah tentang agama dan adat, serta sebagai tempat rapat para pemuka agama dan adat dalam melawan penjajahan kolonial.
PRESISI ARAH KIBLAT MASJID-MASJID DI KABUPATEN KERINCI
Zufriani Zufriani
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 16 No. 1 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v16i1.116
Pada umumnya penentuanarahkiblatmasjid-masjiddikabupatenKerinci hanyamenggunakankompas sertaarahkiblatyang merekayakini,yaknike barat.Olehkarenaituperlupengecekankembaliarahkiblatsupayaakurat dan tepat sesuai syar’i dan astronomi.Metodeyang dipilihuntuk mengukurarah kiblat yakniteodholit berdasarkan posisi matahari setiap saat. Penelitian ini menggunakan mixed method research dengan mayor reka bentuk The Explanatory Sequential Design. Lokasiatautempatyang dijadikantempatpenelitianadalahmasjid- masjidyang beradadikabupatenKerinci (29 masjid yang tersebar dari 29 desa).Adapun diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: Presisi sangat tinggi 24 %. Presisi tinggi 7 %.Presisi sedang 14 %.Presisicukup 7%.Presisirendah 10 %.Presisisangat rendah 38 %.Deviasi atau pergerseran arah kiblat itu ada dua kategori, pertama pergeseran itu ke Arah Barat dimana Arah Masjid > Arah pengukuran yang menggunakan theodolit.Kedua, pergeseran itu ke arah Utara dimana Arah Masjid < arah pengukuran dengan theodolit.Ada 7 masjid yang arah kiblatnya sudah tepat menghadap kiblat.Ada 12 Masjid yang bergeser ke Arah Barat, dan ada 10 masjid yang bergeser ke arah utara.
AN ANALYSIS OF SWEAR-WORDS USED IN PONDOK TINGGI DIALECT OF KERINCI LANGUAGE
Eliza Trimadona
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 16 No. 1 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v16i1.117
The expression of feelings can be delivered politely or impolitely. The impolite expression usually delivered by using swearwords or obscenities. In English, it is well-known as swear words. This study aimed to describe the types, meaning, and function of swear words spoken by natives in PondokTinggi, Sungai Penuh city. The research that was conducted inPondokTinggi, was included into descriptive study where the facts are what exactly found related to those words.From the results of the study, researchers found six different types of swear words that grouped by type that came from the name of the animal, excretion, parts and body functions, the plant names, name of the devil and sex. From this study, the meaning and the function of swear words based on the context of the situation of swear words seen from expression of native speakers.As this research can be still developed, it is advisable for other researchers to be able to produce advanced research for a deeper findings.
OPTIMALISASI FUNGSI SOSIAL MASJID SEBAGAI SARANA PEMBINAAN BADAN KONTAK MAJLIS TAKLIM (BKMT) DAN REMAJA DI DESA HIANG SAKTI KECAMATAN SITINJAU LAUT
Nur Asyiah
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 16 No. 1 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v16i1.118
Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui upaya, bentuk sertaoptimalisasi fungsi sosial Mesjid padaBadan Kontak Majlis Taklim dan Remaja di Hiang Sakti Kecamatan Sitinjau Laut. Penelitian ini dilakukan di Desa Hiang Sakti. Data dan informasi diperoleh melalui observasi, wawancara bebas mendalam terhadap responden, dan analisis dokumen berupa data hasil wawancara survei dan dokumentasi di lokasi penelitian. Secara umum hasil penelitian menunjukkan bentuk optimalisasi fungsi sosial masjid program pembinaan Remaja dan majlis taklim yang berperan pada saat ini adalah program ibadah, program pendidikan, dan program sosial kemasyarakatan yang berkaitan dengan kegiatan pembinaan agama Islam. Program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan dan kondisi Remaja serta majelis taklim pada masa sekarang di Hiang Sakti, dan sekarang masjid Nurul Islam terus berupaya untuk mengaktualkan fungsinya semaksimal mungkin.
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI SILATURAHIM MENJELANG RAMADHAN DI HAMPARAN RAWANG
Yasni Efyanti
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 16 No. 1 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v16i1.120
Dalam perkembangannya, budaya atau tradisi lahir seiring dengan kebutuhan masyarakat dalam sebuah lingkungan. Dengan demikian tradisi itulah yang akan menjadi ciri yang membedakannya dengan daerah lain. selanjutnya tradisi yang berkembang ini bertujuan untuk menyatukan masyarakat dan memberikan sumbangan-sumbangan pemikiran yang begitu arif bagi masyarakat. Dan inilah yang kemudian disebut dengan kearifan lokal.Salah satu tradisi yang masih terjaga yakni silaturahim menjelang ramadhan di Hamparan Rawang.Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang menggambarkan fenomena yang terjadi di lapangan. Dari hasil penelitian maka dapatlah diketauhi bahwa bagaimana sebenarnya dalam tradisi ini mengandung makna yang sangat mendalam tentang jalinan kekerabatan antara “anak batino” dan “anak bajantan” akan selalu terjaga. Melalui tradisi silaturahim ini, meskipun harta pusaka keluarga dikelola oleh “anak batino” secara bergiliran melalui tradisi silaturahim ini “anak bajantan” dapat juga menikmatinya dari “ngatau bhauh” “anak batino” ke rumah “anak bajantan” sebelum Ramadhan.
THE DYNAMICS OF MENTAWAI ISLAND CHILDREN: REFERRING ON CLASSICAL CURRICULUM DEVELOPMENT AS CHARACTER TRANSFORMATION EFFORTS
Ahmad, Aprizal Ahmad;
Mustaqim, Mujahidil
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 16 No. 2 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v16i2.121
Pulau Mentawai dikenal memiliki budaya yang bebas tidak seperti nilai-nilai dan norma-norma masyarakat di daerah lain umumnya di Sumatera Barat. Penelitian ini mengungkapkan apa saja tahap perencanaan, pelaksanaan dan hasil dari referensi pengembangan kurikulum klasik sebagai upaya transformasi karakter anak-anak Pulau Mentawai. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat dinyatakan sebagai berikut: Pertama, tujuan untuk tahap perencanaan pengembangan kurikulum anak KP mengacu pada teori pendidikan perennialism. Hal ini dapat dilihat dari konsep kegiatan sehari-hari anak khusus panti asuhan yang cenderung secara umum kegiatannya untuk memperkenalkan dan menerapkan prinsip-prinsip karakter kehidupan Islami. Kedua, pelaksanaan kurikulum pada anak-anak Pulau Mentawai Dilakukan secara terus menerus. Pelaksanaan Kurikulum anak yang keberlanjutan di Pulau Mentawai ditentukan oleh pembangun khusus panti asuhan. Ketiga, hasil pengembangan kurikulum dapat dianggap memuaskan anak-anak Pulau Mentawai dalam ukuran keagamaan.
PENGARUH FAKTOR-FAKTOR SOSIAL TERHADAP IJTIHAD ABU YUSUF
Hamzah, Ali
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 16 No. 2 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v16i2.122
Salah satu tokoh yang dikenal sebagai mujtahid adalah Abu Yusuf.Tujuan penelitian ini adalah: 1) mendeksripsikan pengertian, syarat-sayarat dan lapangan ijtihad; dan 2) Untuk mengetahui bentuk-bentuk ijtihad Abu Yusuf dan korelasinya dengan pranata sosial. Penelitian terhadap pemikiran hukum Abu Yusuf merupakan penelitian kepustakaan (Library Research). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah berbentuk Content Analysis. Metode pembahasan dalam penelitian ilmiah ini menggunakan metode deskriptif, induktif dan deduktif. Adapun hasil penelitian ini antara lain: Abu Yusuf berijtihad untuk menekankan keadilan yang setara untuk semua orang. Ia menyatakan khalifah harus menegakkan hukum-hukum Allah bagi rakyat kecil maupun besar, tanpa pandang bulu. Khalifah harus memastikan bahwa para pengumpul pajak memperlakukan wajib pajak dengan sama. Fungsi khalifah adalah memberi penerangan kepada rakyat tentang berbagai masalah yang masih asing bagi mereka dan menegaskan tugas-tugas yang masih mereka ragukan. Ia juga menjelaskan bagaimana faktor sosial budaya memberi pengaruh yang begitu besar dalam konstruksi hukum yang ditetapkan.